Category: Makanan Sehat

  • Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi

    Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi


    Jakarta

    Ikan menjadi salah satu sumber protein andalan di Indonesia. Beberapa jenis ikan tergolong murah dan mudah didapat. Meski harganya terjangkau, nutrisinya tak dapat disepelekan.

    Selain daging sapi dan ayam, ikan merupakan sumber protein hewani menyehatkan. Tekstur dagingnya yang lembut juga membuat ikan disukai banyak orang. Ditambah, ikan mudah diolah dengan berbagai teknik dan bumbu masak.

    Di pasaran, ikan bisa didapat dengan mudah di pasar tradisional atau pun supermarket. Beberapa jenisnya dibanderol dengan harga terjangkau alias murah.


    Di balik harganya yang murah, nutrisi ikan ini tidak dapat disepelekan. Bahkan bisa bersaing dengan ikan-ikan impor.

    Berikut 5 jenis ikan murah yang kaya nutrisi:

    1. Ikan kembung

    Ilustrasi ikan kembung.Ikan kembung tinggi omega 3 dan protein. Foto: Getty Images/RistoArnaudov

    Dalam 100 gram ikan kembung mengandung omega-3 sebesar 2,6 gram. Kandungan nutrisi lain berupa 64 miligram kolesterol, 19,2 gram protein, 167 kcal energi, dan 0,9 miligram zat besi, seperti dikutip dari akun Instagram @indonesiabaik.id (25/7).

    Menurut Food Struct, kandungan mineral ikan kembung juga banyak. Di antaranya ada magnesium, fosfor, zinc, zat besi, copper, selenium, dan lainnya.

    Ikan kembung juga lebih unggul dari segi harga. Di pasaran, ikan kembung dibanderol Rp 25.000 – Rp 35.000 per kilogram. Bisa ditemui di segala pasar di Indonesia dan cara mengolahnya juga mudah.

    2. Ikan lele

    Ikan lele juga termasuk jenis ikan yang umum ditemui di Indonesia. Harganya pun sangat ramah di kantong, rasanya juga gurih lezat. Umumnya ikan lele digoreng renyah.

    Menurut Fatsecret, beragam nutrisi penting terdapat di dalam ikan lele (100 gram). Di antaranya ada 240 kcal energi, lemak 14,53 mg, kolesterol 69 mg, sodium 398 mg, karbohidrat 8,54 gram, serat 0,5 gram, dan protein 17,5 gram.

    Ikan lele juga mengandung beragam vitamin dan mineral. Di antaranya ada kalsium, zat besi, potassium, vitamin A, dan vitamin C.

    3. Ikan patin

    Ikan patin umum digoreng atau diolah menjadi pindang yang segar. Jenis ikan ini tinggi nutrisi. Keunggulannya adalah kaya akan omega 3 dan protein.

    Dalam 100 gram ikan patin, kandungan nutrisinya terdiri atas energi 92 kcal, 15 gram protein, lemak 3,5 gram, dan kolesterol 80 mg. Kandungan lainnya ada vitamin B12.

    Ikan murah kaya nutrisi masih ada di halaman selanjutnya.

    4. Ikan teri

    Resep Ikan Teri Goreng TepungIkan teri basah mengandung tinggi protein dan mineral. Foto: iStockphoto

    Ikan teri juga termasuk jenis ikan yang menyehatkan. Namun, jenisnya juga perlu diperhatikan, karena yang diasinkan sudah pasti kurang menyehatkan. Pilih ikan teri yang masih basah.

    Menurut USDA, dalam 100 gram ikan teri mengandung 210 kcal, lemak 2,2 gram, kolesterol 85 mg, protein 29 gram, dan lainnya. Ikan teri juga mengandung sejumlah mineral, seperti zat besi, magnesium, dan kalsium.

    5. Ikan tongkol

    Satu lagi jenis ikan yang bisa menjadi alternatif santapan sehat dengan harga terjangkau, ikan tongkol. Jenis ikan laut ini punya daging yang tebal dan bercita rasa gurih.

    Dalam masakan Indonesia, ikan tongkol kerap dinikmati dengan cara digoreng. Banyak juga yang membuatnya dengan racikan kuah gulai, kuah kuning, dan sup asam segar.

    Menurut USDA, kandungan ikan tongkol per 100 gram juga beragam. Di antaranya jumlah kalori 131 kcal, lemak 0,4 gram, kolesterol 60 mg, dan protein 28 gram. Selain itu, ikan tongkol juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalsium juga bisa didapat lewat konsumsi ikan tongkol.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?

    Ikan Kembung vs Ikan Salmon, Mana Lebih Tinggi Protein dan Omega 3?


    Jakarta

    Ikan kembung dan ikan salmon enak diolah menjadi beragam hidangan. Keduanya juga memiliki keunggulan nutrisi masing-masing. Namun dalam hal kandungan protein dan omega 3, mana yang lebih unggul?

    Di pasaran, kamu bisa memilih sumber protein hewani berdasarkan harga dan rasa yang sesuai selera. Contohnya pada ikan kembung dan ikan salmon.

    Bagi mereka yang mencari sumber protein dengan harga lebih terjangkau dan mudah didapat, ikan kembung kerap jadi pilihan utama. Namun bagi mereka yang tak terlalu mempersoalkan harga, ikan salmon juga jadi favorit karena tekstur dagingnya lembut dan rasanya khas.


    Lantas, dari segi nutrisi, bagaimana perbandingan ikan kembung vs ikan salmon?

    Nutrisi Ikan Kembung

    Dikutip dari Instagram RSAB Harapan Kita, @rsabhk pada 29 Januari 2022, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 167 kalori, 19.32 gram protein, 9.36 gram lemak, 2.6 gram omega 3, 64 mg kolesterol, dan 0.9 mg zat besi.

    Halodoc (29/11/2024) menulis konsumsi ikan kembung yang kaya asam lemak omega 3 bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan mendukung kesehatan otak. Tingginya protein pada ikan kembung juga membuat konsumsinya bagus untuk membantu usaha diet. Sebab akan menghasilkan rasa kenyang lebih lama.

    Selain berkat nutrisinya, ikan kembung juga jadi primadona di Indonesia karena mudah didapat. Harganya relatif murah, sekitar Rp 25 ribuan hingga Rp 65 ribuan per kilogram (kg). Ikan kembung enak diolah dengan cara dibakar atau dimasak bersama kuah asam segar.

    Nutrisi Ikan Salmon

    Akun Instagram @rsabhk mengungkap, dalam 100 gram ikan salmon mengandung 146 kalori, 21.62 gram protein, 5.93 gram lemak, 1.4 gram omega 3, 45 mg kolesterol, dan 0.77 mg zat besi.

    Dikutip dari Halodoc (26/2/2025), konsumsi ikan salmon bermanfaat untuk kesehatan jantung, fungsi otak, hingga kesehatan mata. Tak hanya itu, ikan salmon kaya vitamin D yang berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tulang.

    Di pasaran, ikan salmon tergolong mahal di Indonesia. Harganya bisa mencapai lebih dari Rp 150 ribu per kg. Ikan salmon paling populer dipanggang dengan sedikit bumbu. Rasanya yang minimalis dengan kandungan kalori yang sedikit tapi tinggi protein, membuat konsumsi ikan ini juga jadi andalan pelaku diet.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    Kandungan protein dan omega 3 pada ikan kembung vs ikan salmon

    Ikan kembung dan ikan salmon sejatinya sama-sama menyehatkan. Dua nutrisi andalannya adalah protein dan asam lemak omega 3 yang tinggi.

    Pada 100 gram ikan kembung mengandung 2.6 gram omega 3. Sementara salmon mencapai 1.4 gram omega 3. Jadi, bisa dibilang, ikan kembung sedikit lebih unggul dalam kandungan omega 3.

    Untuk protein, dalam 100 gram ikan kembung mengandung 19.32 gram protein. Jumlah ini hanya berbeda sedikit dari ikan salmon yang lebih tinggi yaitu 21.62 gram protein.

    Namun dilihat dari faktor ketersediaan, harga, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan dari 2 jenis ikan ini, dapat disimpulkan kalau konsumsi ikan kembung menjadi pilihan yang lebih bijak.

    Klik Dokter (16/3/2024) mencatat ikan kembung lebih mudah ditemukan di pasar-pasar lokal Indonesia dan cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan ikan salmon yang harus diimpor.

    Selain itu, mengonsumsi ikan lokal seperti kembung mendukung keberlanjutan lingkungan dan mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dari pengiriman ikan dari jarak jauh.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya

    Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih, Ini Cara Pilihnya


    Jakarta

    Roti gandum tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Dari beberapa produk di pasaran, begini tips memilih roti gandum yang kualitasnya paling baik. Kenali mulai dari label hingga teksturnya.

    Banyak orang suka mengawali hari dengan makan roti. Jenisnya bisa roti gandum atau roti tawar putih. Mereka yang lebih peduli kesehatan, umumnya akan memilih roti gandum, meski harganya sedikit lebih mahal.

    Roti gandum memang tergolong lebih sehat dari roti tawar putih. Roti gandum mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral. Indeks glikemiknya juga lebih rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah sesaat setelah dikonsumsi.


    Very Well Fit (13/4/2023) mengungkap roti gandum juga bagus dikonsumsi sehari-hari sebagai sumber serat. Selain itu, terkandung juga zat besi dan potassium.

    Dari sisi nutrisi, dalam 1 lembar roti gandum (43 gram) biasanya terdiri dari 80 kalori, 20 gram karbohidrat, 3 gram serat, 5 gram protein, 95 milligram potasium, dan lainnya.

    Roti gandum cocok buat diet, karena kalorinya rendah. Hanya sebesar 80 kcal dan bisa dikonsumsi saat sarapan.

    Manfaat lainnya, konsumsi roti gandum dapat meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi tahun 2016 yang dimuat di British Medical Journal mengungkap konsumsi 3 porsi atau biji-bijian utuh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

    Lantas, bagaimana memilih roti gandum berkualitas terbaik? Berikut ciri-cirinya:

    1. Label gandum utuh

    Pilih produk roti gandum yang hanya dibuat dari 100% “gandum utuh” atau “bijian utuh”. Dalam bahasa Inggris istilahnya adalah “100% whole wheat” atau “100% whole grain”.

    Produsen biasanya akan mencantumkan tepung gandum utuh sebagai bahan utama di informasi nilai gizi roti. Hindari roti gandum yang hanya dibuat dengan “tepung gandum” atau “diperkaya tepung yang diputihkan”.

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti gandum lebih sehat dari roti tawar putih karena kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    2. Perhatikan kandungan sodium

    Pada label kemasan, perhatikan juga kandungan sodium roti gandum. Sebab beberapa produsen menggunakannya untuk mengontrol aktivitas ragi dan membuat roti lebih enak.

    Hindari roti gandum yang kandungan sodiumnya tinggi. Di pasaran, ada roti gandum yang selembarnya bisa mengandung 200 gram!

    3. Lihat ciri fisiknya

    Pilih roti gandum yang teksturnya agak padat, bukan lembut atau lembek. Jika rotinya padat, besar kemungkinan dibuat dengan tepung gandum utuh. Sebaliknya, jika terlalu lembut bisa jadi ditambahkan bahan kimia untuk mengurangi penggunaan tepung.

    Dalam hal menyimpan roti gandum, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari. Lebih baik jika disimpan di kotak roti. Kamu bisa juga membekukan roti gandum dalam freezer lalu memanggangnya hanya ketika kamu ingin menikmatinya.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Tersehat di Dunia, Ada yang dari Korea hingga Yunani

    5 Makanan Tersehat di Dunia, Ada yang dari Korea hingga Yunani


    Jakarta

    Kini pola makan sehat tak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh saja. Tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang sudah melekat dan digemari orang-orang.

    Jika dulu makan sehat berarti menghindari banyak jenis makanan, kini pendekatannya lebih pada menambahkan bahan makanan bernutrisi serta mengurangi konsumsi makanan olahan yang secara ilmiah kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis hingga kematian dini.

    Dari makanan fermentasi hingga kebiasaan mengonsumsi yogurt secara rutin, banyak cara sederhana untuk membuat pola makan lebih sehat. Namun jika ingin menambahkan superfood ke dalam menu harian, beberapa negara seperti Korea, India, Jepang, hingga Yunani bisa menjadi rujukan.


    Berikut 5 makanan tersehat di dunia menurut The American Journal of Public Health, dilansir dari VOGUE UK (23/07/2025):

    1. Kimchi

    Ilustrasi kimchiIlustrasi kimchi Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

    Kimchi tak terpisahkan dari menu makan harian orang Korea yang kini juga digemari di berbagai negara, termasuk di Amerika hingga Inggris. Makanan berupa sayuran fermentasi ini dikenal karena rasa asam pedasnya yang khas sekaligus khasiat kesehatannya.

    Kimchi membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang penting bagi kesehatan secara menyeluruh. Selain itu, kimchi juga memiliki sifat anti kanker, antioksidan, antimikroba, serta baik untuk menjaga berat badan dan tekanan darah.

    Para ahli gizi menyarankan konsumsi enam porsi makanan fermentasi per hari. Masyarakat Korea yang memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dari Inggris, membuktikan bahwa menjadikan kimchi makanan rutin bisa membantu menjaga kesehatan tubuh.

    2. Kacang Lentil

    lentillentil pada makanan. Foto: iStock

    Sering digunakan dalam masakan khas India seperti dahl, lentil termasuk jenis kacang-kacangan yang kaya nutrisi dan harganya juga terjangkau. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lentil mampu mengurangi peradangan dalam tubuh, faktor yang berperan dalam berbagai penyakit kronis.

    Lentil juga mengandung antioksidan, zat antimikroba, dan polifenol yang diyakini dapat mencegah penyakit degeneratif. Selain itu, kandungan serat dan proteinnya baik untuk menjaga gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan pencernaan.

    Lentil tersedia dalam berbagai warna, bisa dibeli dalam bentuk matang maupun mentah dan mudah untuk dimasukkan dikombinasikan dengan makanan lain.

    3. Minyak Zaitun

    Caprese. Caprese salad. Italian salad. Mediterranean salad. Italian cuisine. Mediterranean cuisine. Tomato mozzarella basil leaves black olives and olive oil on wooden table. Recipe - IngredientsMinyak zaitun pada makanan Mediterania. Foto: Getty Images/MarianVejcik

    Kaya antioksidan dan anti peradangan, minyak zaitun terutama jenis extra virgin oil, merupakan komponen utama dari pola makan Mediterania yang dikenal sehat.

    Minyak ini telah terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, serta mengurangi risiko kerusakan hati dan penyakit neurodegeneratif seperti demensia.

    Cara mengonsumsinya pun beragam, bisa dituang di atas salad atau dicampur ke dalam makanan yang bernutrisi, bisa jadi cocolan untuk makan roti, atau diminum satu sendok setiap pagi seperti vitamin.

    4. Kedelai

    mao tofu, tahu berambut khas ChinaTahu dari kedelai. Foto: Getty Images/iStockphoto/elifranssens

    Beragam olahan kacang kedelai seperti tahu, tempe, edamame, dan miso merupakan bagian penting dalam pola makan orang Jepang.

    Kedelai mengandung protein, vitamin C, zat besi, magnesium dan folat yang tinggi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dapat membantu mencegah penyakit jantung, beberapa jenis kanker dan stroke, sekaligus menurunkan kolesterol dan memperkuat tulang.

    Meski dulu sempat dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan tumor berdasarkan penelitian terhadap hewan pada 1990-an. Studi terbaru justru menunjukkan bahwa kedelai bisa menurunkan risiko kanker serta membantu meredakan gejala pre-menopause. Penting dicatat bahwa produk makanan kedelai olahan tidak memberikan manfaat kesehatan yang sama dengan versi alaminya.

    5. Yoghurt

    homemade organic coconut greek yogurt in wooden bowl organic coconut greek yogurt. Foto: Getty Images/iStockphoto/ThitareeSarmkasat

    Baik disantap sebagai sarapan maupun dijadikan saus celup bersama rempah, yoghurt Yunani atau Greek yoghurt merupakan pilihan sehat yang mudah dijadikan bagian dari rutinitas harian.

    Menu yang satu ini kaya akan protein, kalsium, vitamin B12, dan probiotik. Yoghurt juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mendukung kesehatan tulang dan usus.

    Selain menyehatkan, yoghurt juga terjangkau. Tapi pastikan memilih varian alami tanpa tambahan gula untuk memperoleh manfaat vitamin yang maksimal.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Buah yang Kurang Bagus buat Sarapan Kata Ahli Gizi, Ada Pisang!

    3 Buah yang Kurang Bagus buat Sarapan Kata Ahli Gizi, Ada Pisang!


    Jakarta

    Sarapan buah terdengar sebagai ide bagus dan menyehatkan. Namun tak semua jenis buah cocok dikonsumsi pagi hari. Ahli gizi ungkap buah yang sebaiknya tidak dijadikan menu sarapan.

    Konsumsi buah sehari-hari memang disarankan karena berbagai manfaat sehat yang bisa didapat. Buah merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral alami yang mendukung fungsi tubuh.

    Buah, salah satunya, dapat dikonsumsi saat sarapan. Namun ada beberapa jenis yang tidak disarankan menurut ahli gizi Nichola Ludlam-Raine.


    Mengutip Daily Mail (26/7/2025), Ludlam-Raine membuat penilaian (rating) buah terbaik-terburuk untuk sarapan berdasarkan kandungan vitamin dan mineral, serat, serta gula alami pada tiap jenis buah.

    Ludlam-Raine menjelaskan, “Buah mengandung karbohidrat, utamanya dalam bentuk gula alami seperti fruktosa, bersama serat. Kandungan serat memperlambat pencernaan dan bantu cegah lonjakan gula darah.”

    Lantas, buah apa yang kurang bagus dikonsumsi saat sarapan?

    1. Melon

    Semua jenis melon, termasuk semangka, melon cantaloupe, hingga melon honeydew kurang disarankan untuk sarapan. Melon sebagian besar terdiri dari air, mengandung vitamin C, dan pada beberapa jenis mengandung vitamin A.

    Namun melon tergolong rendah kalori dan nilai gizinya secara keseluruhan. Ludlam-Raine berujar, “Melon rendah serat dan rendah nutrisi secara keseluruhan dibandingkan dengan buah-buahan lain. Kandungan gula alaminya dalam jumlah sedang.”

    2. Nanas

    makan nanas bikin lidah gatalSifat nanas yang asam membuatnya kurang ideal dijadikan menu sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Nanas juga tidak ideal untuk sarapan. Ini karena nanas tinggi kandungan gula alami dan sari buahnya yang asam dapat menyebabkan iritasi pada gusi.

    Namun bukan berarti nanas tidak menyehatkan. Nanas tetaplah buah sehat dengan nutrisi vitamin C dan enzim bromelain. Keduanya membantu pencernaan dan mengurangi peradangan.

    3. Pisang

    Banyak orang mengawali hari dengan makan pisang, tapi sebenarnya pisang juga bukan pilihan yang terlalu ideal untuk sarapan. Bersama anggur, pisang disebut tinggi gula alami oleh Ludlam-Raine.

    Jika makan pisang, bukan tidak mungkin terjadi lonjakan gula darah yang cepat. Kondisi ini membuat seseorang akan merasa cepat lapar. Selain itu, pisang mengandung asam amino yang dapat melebarkan pembuluh darah sehingga berpotensi menyebabkan kantuk.

    Namun, tetap saja pisang buah yang bagus untuk kesehatan jika dikonsumsi dengan cara tepat. “Pisang adalah sumber potassium yang bagus, vitamin B6, dan serat. Makan pisang memasok energi dengan cepat dan mendukung kesehatan jantung,” ujar Ludlam-Raine.

    Lantas, buah apa yang bagus dikonsumsi saat sarapan?

    Ludlam-Raine mengungkap jeruk, kiwi, dan buah berry adalah pilihan paling ideal. Buah penuh warna ini menyediakan antioksidan beragam. Ludlam-Raine beri skor 5/5 untuk jenis buah ini.

    Khusus untuk buah berry, nutrisinya memang tak main-main. Jenis buah ini juga kaya vitamin C. Konsumsinya dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah, sehingga mencegah kerusakan sel dan jaringan.

    Kalau mau pilihan lain, bisa pilih yang skornya 4/5. Ludlam-Raine mengungkap jenisnya ada pir, apel, grapefruit, dan mangga.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Nutrisi Ubi, Pisang, hingga Jagung Rebus, Makanan ‘Ndeso’ Menyehatkan

    Nutrisi Ubi, Pisang, hingga Jagung Rebus, Makanan ‘Ndeso’ Menyehatkan


    Jakarta

    Makanan kampung atau ‘ndeso’ banyak yang menyehatkan, termasuk aneka rebusan yang cocok disantap saat sarapan. Rasanya semakin nikmat jika ditemani secangkir kopi atau teh hangat.

    Sarapan enak dan sehat tak melulu harus mahal, apalagi mengandalkan buah atau sereal impor. Makanan khas yang kerap ditemui di daerah-daerah Indonesia bisa jadi solusi.

    Salah satunya polo pendem andalan masyarakat Jawa. Mereka terbiasa mengawali hari dengan mengonsumsi aneka rebusan atau kukusan, mulai dari ubi, singkong, sampai kacang rebus yang disusun dalam satu piring.


    Selain rasanya yang nikmat, polo pendem mengandung beragam nutrisi dan manfaat sehat. Banyak orang pun masih mengonsumsinya sampai sekarang sebagai pengisi energi di pagi hari.

    Berikut nutrisi 5 menu khas polo pendem, mulai dari ubi, pisang, hingga jagung rebus:

    1. Ubi

    Ubi rebus atau kukus banyak dikonsumsi pelaku diet karena tinggi serat. Alhasil rasa kenyang akan bertahan lebih lama, tanpa perlu mengasup kalori berlebih. Ubi kuning maupun ubi ungu sama-sama bisa jadi pilihan.

    Untuk kalori, satu sajian ubi manis (satu cangkir) mengandung 90-100 kalori. Sementara 100 gram ubi jalar mengandung 100 Kkal. Jumlah kalori pada ubi lebih rendah ketimbang kentang ukuran sedang yang memiliki 300-400 Kkal per sajian.

    Ubi rebus yang enak dihasilkan dari ubi berkualitas. Tandanya dari kulit yang segar dan mulus. Setelah dicuci bersih, rebus ubi selama sekitar 10 menit dalam air mendidih. Ketahui keempukannya dengan menusuk sedikit bagian luar ubi. Jika belum empuk, teruskan proses rebus.

    2. Singkong

    boiled cassavaSingkong rebus yang menyehatkan karena tinggi serat. Foto: Getty Images/iStockphoto/ribeirorocha

    Selain ubi, singkong rebus juga jadi favorit. Sumber karbohidrat ini mengenyangkan dan tinggi serat. Singkong juga tergolong bebas gluten sehingga bisa dikonsumsi semua kalangan, termasuk mereka yang intoleransi gluten.

    Tiap 100 gram singkong rebus, kalorinya mencapai 153 Kkal. Untuk membuat singkong rebus yang enak, pilih singkong yang ukurannya tidak terlalu besar dan baru dicabut. Setelah dibersihkan, rebus singkong bersama sedikit garam agar lebih enak.

    3. Kacang tanah

    Pada polo pendem, kacang tanah banyak disukai karena rasa gurihnya yang khas. Teksturnya juga empuk dan sedikit renyah. Tiap 100 gram kacang tanah mengandung sekitar 220 Kkal.

    Konsumsi kacang tanah dikaitkan dengan manfaat sehat seperti membantu turunkan kolesterol hingga mengontrol gula darah. Manfaat lainnya adalah kacang tanah bisa mengurangi stres karena mengandung trytophan.

    4. Pisang

    5 Manfaat Pisang Rebus untuk Kesehatan, Camilan Ndeso yang Murah EnakPisang rebus yang lembut manis jadi menu favorit di polo pendem. Foto: Getty Images/iStockphoto/JokoHarismoyo

    Jika suka yang manis dan lembut, maka pisang rebus bisa jadi pilihan. Kalori dalam 1 pisang ukuran sedang sekitar 105 Kkal. Menu ini bisa dibuat dari beberapa jenis pisang, termasuk pisang kepok dan pisang uli yang populer.

    Mengenai manfaatnya, makan pisang rebus bisa melancarkan peredaran darah karena pisang mengandung kalium. Pisang rebus juga baik untuk memperlancar pencernaan dan mencegah hipertensi.

    5. Jagung

    Sepiring polo pendem rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran jagung rebus. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang manis jadi favorit. Dalam 100 gram jagung rebus mengandung kalori sekitar 35 Kkal.

    Makan jagung rebus dikaitkan dengan manfaat sehat, seperti menurunkan risiko diabetes dan mengontrol kadar gula darah. Selain itu, jagung rebus baik untuk kesehatan jantung karena tinggi serat dan protein.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Dibuang! 5 Manfaat Ceker Ayam yang Bisa Bikin Glowing

    Jangan Dibuang! 5 Manfaat Ceker Ayam yang Bisa Bikin Glowing


    Jakarta

    Ceker ayam sering diabaikan karena tak memiliki banyak daging. Tak jarang juga ada yang merasa jijik. Padahal ceker menyimpan 5 manfaat sehat lho!

    Ceker ayam merupakan salah satu bagian organ yang dipandang sebelah mata. Tak jarang orang membuangnya karena merasa jijik dengan penampilannya.

    Sebagian orang ada juga yang menyukai ceker karena sensasi kenyal dagingnya. Ceker ayam sebenarnya bisa dijadikan sup ataupun dimasak bumbu manis maupun pedas.


    Meski tampilannya tak begitu menggugah selera, ceker dapat memberikan manfaat sehat jika dikonsumsi rutin dan tak berlebihan. Baik menjadi sumber protein hingga kolagen yang tinggi.

    Dikutip dari Health Line (19/10/2020), kandungan nutrisi pada 2 ceker ayam (70 gram) di antaranya ada 150 kcal, 14 gram protein, 10 gram lemak, 0,14 gram karbohidrat, 5 persen kalsium, 5 persen fosfor, 2 persen vitamin A, dan 15 persen folat.

    Berikut 5 manfaat sehat dari mengonsumsi ceker ayam dilansir dari Health Line dan Tariq Halal Meats:

    1. Menyehatkan Kulit

    Ceker ayam punya kandungan kolagen yang tinggi. Adanya kandungan ini bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan kulit, seperti hidrasi, elastisitas, dan kepadatan tekstur kulit.

    Sebuah studi mengungkapkan wanita yang memiliki selulit bisa berkurang secara signifikan jika mengonsumsi kolagen secara rutin. Dalam hal ini, salah satu sumber kolagennya adalah ceker ayam.

    Ceker ayam yang mengandung kolagen ini juga dapat dikonsumsi untuk menghalau kerutan pada wajah yang biasanya disebabkan karena radiasi UV. Kolagen ini juga dapat bekerja sebagai peningkat kadar asam hialuronat, molekul yang mencegah penuaan kulit.

    2. Melancarkan Pencernaan

    manfaat konsumsi ceker ayammanfaat konsumsi ceker ayam untuk pencernaan Foto: Getty Images/gionnixxx

    Ceker ayam juga diketahui mengandung gelatin, zat protein yang diekstrak dari kolagen. Kandungan gelatin ini bermanfaat untuk sistem pencernaan.

    Gelatin pada ceker ayam dapat menenangkan lapisan pencernaan. Manfaat lainnya juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga kerja usus berperan baik secara keseluruhan.

    Manfaat ceker ayam lain ada di halaman selanjutnya…

    3. Mengurangi Nyeri Sendi

    Menurut Health Line, ceker ayam juga memiliki manfaat dalam mengurangi nyeri sendi. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kolagen.

    Kolagen dapat merangsang regenerasi jaringan untuk mengurangi gejala osteoartritis. Artritis atau peradangan sendi yang dibiarkan dapat mengikis atau merusak tulang rawan yang menyebabkan nyeri hingga kesulitan bergerak pada sendi.

    4. Meningkatkan Kesehatan Rambut

    Kolagen juga bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan rambut. Selain menggunakan kosmetik untuk perawatan, ceker ayam dapat menjadi pilihan asupan untuk menjaga kesehatan rambut.

    Ceker ayam mampu memicu produksi keratin. Keratin dibutuhkan guna menjaga helaian rambut yang kuat dan tak mudah rontok.

    5. Mengontrol Gula Darah

    Bagi penderita diabetes, ceker ayam juga dapat bermanfaat baik dalam mengontrol gula darah. Hal ini karena kandungan kolagennya yang tinggi.

    Dalam sebuah studi pada hewan, menunjukkan protein ceker ayam ini dapat meningkatkan kadar gula darah dengan merangsang glukagon-like peptide-1 (GLP-1). Kandungan tersebut merupakan hormon yang mengaktifkan produksi insulin.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Aturan Makan Nasi Buat yang Lagi Diet agar Hasilnya Efektif

    5 Aturan Makan Nasi Buat yang Lagi Diet agar Hasilnya Efektif


    Jakarta

    Saat diet, makan nasi masih diperbolehkan selama caranya tepat. Berikut aturan makan nasi bagi kamu yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

    Nasi merupakan makanan pokok bagi banyak orang di dunia, terutama warga Asia. Kandungan karbohidrat dalam nasi diandalkan sebagai pengisi energi. Teksturnya yang empuk dan rasanya yang enak juga membuat nasi kian digemari.

    Nasi pun tetap bisa dikonsumsi mereka yang sedang diet, menurut Fitbod (26/7/2025). Hanya saja ada tipsnya agar konsumsi nasi mendukung usaha penurunan berat badan.


    Utamanya soal jenis nasi yang dipilih. Dibanding nasi putih, lebih bagus konsumsi nasi merah atau nasi cokelat. Jika ingin yang tidak terlalu banyak mengandung pati dan manis, bisa juga pilih beras tipe bulir panjang seperti beras jasmine atau basmati.

    Berikut 5 aturan makan nasi saat diet:

    1. Perhatikan porsi

    Pada prinsipnya, diet adalah mengurangi asupan kalori. Karena itu penting mengontrol porsi nasi agar tidak menyumbang kalori ekstra. Sebagai panduan, 1 cangkir atau 185 gram nasi putih mengandung sekitar 240 kalori (kcal). Sementara 1 cangkir atau 200 gram nasi cokelat mengandung 220 kcal. Sesuaikan kebutuhan kalori harianmu dengan asupan nasi harian.

    Untuk kebutuhan diet, jumlah kalori yang dibutuhkan beragam antarorang, bergantung faktor seperti jenis kelamin, tinggi badan, hingga level aktivitas. Sebagai panduan umum, wanita yang ingin menurunkan berat badan bisa makan 37 gram nasi per porsi. Sementara pria, 50 gram per porsi.

    2. Pilih jenis nasi yang tepat

    beras dari gandum cokelat atau merahNasi merah jadi pilihan lebih baik untuk diet dibanding nasi putih. Foto: Thinkstock

    Nasi dari bijian utuh (whole grain) adalah pilihan paling tepat untuk diet. Nasi ini memang tidak seenak dan sepulen nasi putih, tapi mengandung lebih banyak serat, mineral, dan vitamin.

    Nasi whole grain merupakan nasi yang masih utuh dengan semua bagian bijinya (bekatul, endosperm, dan lembaga) yang tidak mengalami banyak proses pengolahan. Jenisnya antara lain beras merah, beras cokelat, beras hitam, hingga campuran beras whole grain.

    3. Tambahkan sayuran

    Jangan lupa tambahkan sayuran pada tiap porsi nasi yang dimakan. Pilihannya bisa bayam, wortel, paprika, hingga bawang bombai. Sayuran ini merupakan sumber pangan tinggi serat dan nutrisi, tapi rendah kalori. Karena itu cocok buat diet.

    Kalau mau cicip yang ‘full’ sayuran, bisa pilih ‘nasi’ berbahan kembang kol atau brokoli. Dua jenis sayuran ini diproses sedemikian rupa hingga memiliki tekstur dan rasa mirip nasi. Sifatnya lebih rendah kalori, jadi cocok buat diet.

    4. Waspadai bahan tambahan

    Tips Membuat Nasi Goreng TelurWaspadai penambahan bahan tinggi kalori saat mengolah nasi, seperti minyak atau mentega pada nasi goreng. Foto: Youtube @J. Kenji Lopez-Alt

    Saat mengolah nasi, waspadai bahan tambahannya karena bisa meningkatkan nilai kalori. Misalnya pada sushi, nasi ditambahkan gula dan cuka. Kemudian pada nasi goreng, ada tambahan minyak.

    Nasi buatan sendiri adalah yang terbaik. Hindari bahan tambahan tinggi lemak, seperti krim, mentega, dan minyak. Lebih baik pakai kaldu untuk memberikan rasa gurih alami tapi rendah kalori.

    5. Perhatikan cara menikmati nasi

    Cara menikmati nasi juga memengaruhi nilai kalorinya. Bagi yang sedang diet, lebih baik mengonsumsi nasi yang sudah didinginkan. Jenis nasi ini memiliki pati resisten yang lebih tinggi dibanding nasi yang langsung dimakan tanpa didinginkan.

    Untuk diketahui, pati resisten bersifat memberi makan bakteri sehat di usus. Kondisi ini dikaitkan dengan penurunan berat badan yang lebih mudah.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cara Simpan Kentang yang Benar, Simpel tapi Masih Banyak yang Keliru

    Cara Simpan Kentang yang Benar, Simpel tapi Masih Banyak yang Keliru


    Jakarta

    Kentang, bahan makanan serbaguna yang rasanya nikmat. Agar kualitas kentang tetap maksimal, perhatikan cara simpan kentang yang benar berikut ini.

    Kentang merupakan sumber nutrisi kaya karbohidrat, serat, dan mineral. Konsumsinya menawarkan banyak manfaat sehat, seperti menyehatkan pencernaan, mengontrol kadar gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung, seperti diungkap Halodoc (15/8/2023).

    Dalam 100 gram kentang rebus dengan kulit dan tanpa garam, mengandung 87 kalori, 77% air, 1,9 gram protein, 20,1 gram karbohidrat, dan 1,8 gram serat. Kentang pun kerap diandalkan sebagai pilihan menu diet.


    Jika sudah punya kentang atau mau menjadikannya sebagai stok, maka kamu perlu tahu cara menyimpan kentang yang tepat. Hal ini agar kentang tidak mudah busuk dan terjaga kualitasnya lebih lama.

    Dikutip dari Good Housekeeping (1/5/2025), pakar kuliner Kate Merker mengungkap serba-serbi kentang, termasuk cara simpan kentang yang benar.

    Berapa lama kentang awet kualitasnya?

    Jika disimpan dengan tepat, kentang bisa bertahan beberapa minggu dan bahkan bukan. “Pastikan mengeceknya sesekali. Jika sudah melihat satu kentang mulai berbintik atau bertunas, pisahkan dari yang lain,” kata Merker.

    Namun jangan langsung buang kentang yang sudah berbintik atau bertunas. Merker menyarankan membuang bagian yang itu dan menggunakan sisanya, asal tidak ada kerusakan lain pada kentang.

    Kentang perlu dibuang jika sudah busuk, berjamur, atau menunjukkan tanda-tanda menghijau. Jenis kentang ini bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

    Simpan di tempat sejuk, jangan di kulkas

    Cara Mudah Menyimpan KentangSimpan kentang di tempat sejuk dan gelap, tapi jangan di kulkas. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Cara tepat menyimpan kentang adalah menaruhnya di tempat sejuk, jangan terlalu dingin. Hindari menyimpan kentang di kulkas karena kualitasnya akan cepat rusak. Kentang jadi lebih lembek, bertepung, serta kehilangan rasa khasnya.

    “Ketika kentang disimpan di tempat terlalu dingin, di bawah suhu -15 Celcius atau kurang, maka patinya dapat berubah menjadi gula yang dapat mengubah rasa dan teksturnya,” kata Merker.

    Lebih baik kentang disimpan di kantong atau keranjang kawat yang ditaruh di tempat sejuk dan gelap dengan sirkulasi udara lancar. Lebih baik kentang disimpan dalam kondisi belum dicuci agar tidak lembap. Kentang baru dicuci sesaat setelah ingin dimasak.

    Hindari juga menyimpan kentang dengan makanan yang melepas gas etilen, seperti bawang bombai, alpukat, pisang, dan apel. Sebab kentang akan lebih cepat layu atau bertunas.

    Cara simpan kentang kupas

    Mengupas kentang lebih dulu dilakukan beberapa orang agar lebih mudah saat mau memasaknya. Untuk kentang kupas, sebaiknya disimpan di dalam air agar proses oksidasi melambat. Kentang jadi tidak cepat berwarna cokelat.

    Selain itu, merendam kentang sebelum digoreng menghilangkan kelebihan pati. Alhasil bagian dalam kentang bisa lebih mengembang dan luarnya bakal lebih renyah.

    Untuk sisa kentang kupas, bisa simpan di kulkas. Taruh dalam wadah kedap udara. Kentang bisa bertahan sampai seminggu di kulkas.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Teh Setelah Makan, Benar Berbahaya untuk Kesehatan?

    Minum Teh Setelah Makan, Benar Berbahaya untuk Kesehatan?


    Jakarta

    Beberapa orang percaya minum teh setelah makan bisa membahayakan kesehatan. Alasannya karena mengganggu penyerapan nutrisi. Benarkah hal ini?

    Kebiasaan makan yang menyehatkan tak hanya soal jenis makanan dan cara masaknya saja, tapi juga minuman pendamping makanan. Beberapa orang khawatir kebiasaan minum teh dapat membuat penyerapan nutrisi makanan tidak maksimal.

    Benarkah hal ini? dr Dion Haryadi melalui unggahan Instagram @dionharyadi (19/5/2025) menjelaskannya. “Kandungan tanin pada teh memang bisa mengurangi penyerapan zat besi, yang lama kelamaan menyebabkan anemia defisiensi besi. Tapi nggak sesimpel itu juga (prosesnya),” kata dokter yang aktif berbagi edukasi seputar kesehatan ini.


    Menurutnya hal ini tergantung seberapa banyak teh yang diminum, kapan seseorang meminumnya, dan apakah seseorang termasuk populasi berisiko defisiensi zat besi? Populasi tersebut terdiri dari bayi dan anak, remaja wanita, wanita usia produktif, ibu hamil dan menyusui, dan orang-orang dengan pola diet rendah zat besi seperti vegetarian.

    dr Dion melanjutkan, “Kalau konsumsi tehmu tidak berlebihan dan nggak sering, terus kamu juga tidak termasuk dalam populasi berisiko, maka minum teh setelah makan seharusnya aman.” Hal ini tidak langsung membuat zat gizi makanan jadi percuma.

    dr Dion meluruskan anggapan yang kini juga beredar luas di media sosial mengenai protein juga tidak terserap jika minum teh usai makan. “Itu nggak tepat. Proteinnya tetap bisa terserap kok,” katanya.

    Solusinya untuk kamu yang doyan minum teh, sebenarnya simpel. Pertama, cukupi sumber makanan tinggi zat besi. Contohnya daging merah, sayuran hijau, kacang-kacangan, jeroan, tahu, hingga seafood.

    Kedua, jika kamu masuk dalam populasi berisiko defisiensi zat besi, maka hindari konsumsi teh terlalu dekat dengan jam makan. “Kasih jarak setidaknya 1 jam antara waktu makan dan minum teh. Pertimbangkan juga suplementasi zat besi untuk remaja wanita dan wanita usia produktif. Saran dari WHO adalah 30-60 mg per hari selama 3 bulan,” ujar dr Dion. Untuk jumlah lebih tinggi, ia menyarankan konsultasi lebih dulu dengan dokter.

    dr Dion mengatakan jangan fokus menyalahkan teh karena sebenarnya masalah utamanya adalah pola gizi yang buruk. Banyak orang masih makan dengan gizi tidak seimbang. Kondisi ini juga bisa memicu defisiensi zat besi.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com