Category: Makanan Sehat

  • 9 Makanan Rendah Kalori Tapi Super Bergizi, Cocok Buat Diet Sehat


    Jakarta

    Makanan rendah kalori perlu dikonsumsi saat diet agar berat badan cepat turun. Berikut daftar 9 makanan rendah kalori yang bisa kamu masukkan dalam menu diet harian.

    Saat diet, asupan kalori perlu dibatasi. Salah satu caranya dengan memilih makanan rendah kalori. Sayangnya, tak semua jenis makanan mengandung kalori rendah.

    Alih-alih bingung menentukannya, berikut 9 makanan rendah kalori yang bisa kamu dapatkan dengan mudah untuk dukung diet sehat seperti dikutip dari Healthline:


    1. Apel

    Buah yang satu ini kaya akan vitamin C, potassium, dan senyawa antioksidan seperti flavonoid quercetin. Di dalam 109 gram sepotong apel hanya mengandung 62 kalori saja. Jumlah tersebut sudah cukup untuk menyumbang sekitar 3 gram serat dari makanan.

    2. Brokoli

    Brokoli termasuk jenis sayuran yang rendah kalori. Dari hasil sebuah penelitian, di dalam 155 gram brokoli hanya mengandung 54 kalori saja. Brokoli dikenal dengan manfaat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang, melancarkan pencernaan, hingga mencegah penyakit jantung. Ini berkat kandungan vitamin C, vitamin K, serat, dan antioksidan.

    3. Wortel

    Wortel dikenal kaya akan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Tapi tak hanya itu, ternyata wortel juga termasuk jenis sayur yang rendah kalori.

    Di dalam 122 gram sepotong wortel hanya mengandung 50 kalori. Selain rendah kalori, wortel juga mengandung senyawa karotenoid, termasuk letin dan beta karoten, yang membantu menambah kekebalan tubuh.

    4. Bayam

    Sayuran hijau ini ternyata memiliki jumlah kalori yang rendah. Pada sayur bayam yang masih mentah hanya mengandung 7 kalori saja. Sementara bayam yang telah diolah menjadi sayur bening, jumlahnya sekitar 23 kalori.

    5. Seledri

    Pada umumnya, masyarakat Indonesia menggunakan seledri ketika memasak sayur sop. Tak hanya menambah cita rasa masakan, seledri juga mengandung jumlah kalori yang sedikit. Perlu diketahui, di dalam 120 gram seledri hanya mengandung 17 kalori saja.

    6. Timun

    Timun adalah salah satu jenis sayuran favorit banyak orang. Agar lebih nikmat, timun biasanya diolah menjadi acar atau dicampur ke dalam salad sayur.

    Selain menyegarkan dan bantu menghidrasi tubuh, jumlah kalori yang dimiliki oleh timun juga sangat rendah. Di dalam 52 gram timun hanya mengandung 8 kalori saja.

    7. Pepaya

    Pepaya merupakan salah satu jenis buah yang mengandung vitamin A, vitamin C, folat, dan potasium yang baik untuk tubuh. Namun tak hanya itu, jumlah kalori di dalam pepaya juga cukup rendah. Di dalam 157 gram pepaya berukuran kecil memiliki sekitar 68 kalori.

    8. Semangka

    Semangka termasuk jenis buah yang memiliki jumlah kalori rendah. Di dalam 152 gram sepotong semangka terdapat 46 kalori yang baik untuk kesehatan tubuh dan mendukung program diet. Selain itu, semangka mengandung A, C, dan B6, serta mineral seperti kalium dan magnesium.

    9. Stroberi

    Buah berwarna merah yang rasanya cenderung manis asam ini ternyata punya jumlah kalori yang sedikit. Menurut berbagai penelitian, rata-rata jumlah kalori di dalam stroberi adalah 33 kalori. Namun jumlah kalori tersebut bisa berbeda tergantung dari jenis dan rasa stroberi yang lebih manis.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele! 7 Makanan Ini Bisa Picu Asam Urat Melejit

    Jangan Anggap Sepele! 7 Makanan Ini Bisa Picu Asam Urat Melejit


    Jakarta

    Penderita asam urat perlu menjaga asupan makanannya. Hindari makanan mengandung purin tinggi karena akan menyebabkan produksi asam urat lebih banyak.

    Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi peradangan sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam tubuh. Gejalanya berupa nyeri hebat, pembengkakkan, dan rasa panas pada sendi, terutama sendi di jari kaki.

    Asam urat juga kerap menyerang sendi lain seperti lutut, pergelangan kaki, tangan, dan siku. Salah satu upaya mengatasi asam urat adalah dengan mengasup makanan bernutrisi tepat.


    Hindari konsumsi makanan tinggi purin yang membuat kadar asam urat melejit dan memicu gejala tak mengenakkan bagi tubuh. Berikut 7 makanan terlarang untuk penderita asam urat, seperti dikutip dari situs VeryWell Health dan Mayo Clinic:

    1. Daging merah

    Membicarakan makanan pemicu asam urat, daging merah selalu masuk daftar teratas untuk dihindari. Daging merah mengandung purin yang lebih tinggi daripada daging putih. Konsumsi daging merah seperti daging sapi akan meningkatkan risiko terkena asam urat.

    2. Jeroan

    Jeroan hewan, termasuk hati, lidah, paru, dan ginjal, meningkatkan risiko serangan asam urat yang berulang. Hindari konsumsinya, termasuk pada sajian soto hingga makanan khas Minang yang banyak menggunakan jeroan sebagai bahan utamanya.

    3. Seafood

    Sejumlah seafood mengandung purin yang lebih tinggi dan harus dibatasi untuk mencegah asam urat. Seafood ini termasuk ikan air dingin seperti tuna, trout, herring, sarden, dan ikan teri. Makanan laut lainnya juga perlu dihindari, seperti udang, tiram, kepiting, dan lobster.

    4. Makanan olahan

    Hindari berbagai jenis makanan olahan, seperti nugget, sarden kaleng, kornet, abon, atau sosis karena tinggi purin dan natrium. Selain itu, makanan olahan juga mengandung lemak jenuh yang membahayakan kesehatan.

    5. Makanan tinggi gula

    Makanan tinggi gula juga harus dihindari karena bisa memicu produksi asam urat. Makanan tinggi gula juga menambah berat badan yang bisa memperparah gejala asam urat.

    6. Bayam

    Bayam memiliki kandungan vitamin A dan C, serta zat besi, serat, dan folat. Namun, bayam juga mengandung purin dalam jumlah sedang, sehingga konsumsinya tetap harus dibatasi. Bayam bisa diganti dengan sayuran lain seperti daun atau selada romaine untuk salad atau sebagai bagian dari topping sandwich.

    7. Minuman manis

    Selain makanan manis, minuman manis juga sama-sama mengandung gula yang lebih tinggi, sehingga dapat memicu produksi asam urat berlebih.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati! Ini 5 Efek Samping Jika Sering Makan Makanan Frozen

    Hati-hati! Ini 5 Efek Samping Jika Sering Makan Makanan Frozen


    Jakarta

    Makanan frozen sering jadi pilihan karena praktis dan enak. Sayangnya terlalu sering mengonsumsi makanan frozen bisa menyebabkan efek samping berbahaya, seperti ini!

    Frozen food atau makanan frozen atau makanan beku merupakan makanan yang telah diproses sampai setengah matang, kemudian dibekukan. Sebelum dikonsumsi, makanan frozen biasanya perlu diolah terlebih dahulu. Misalnya dengan cara digoreng, dipanggang, atau dikukus.

    Metode pengolahan seperti ini membuat banyak orang tertarik karena sederhana dan praktis, terutama bagi mereka yang tidak selalu punya waktu banyak untuk memasak di rumah.


    Tidak semua makanan frozen buruk, tetapi kamu perlu tahu jenis makanan yang dibeli. Sebab, sebagian makanan, seperti nugget, sosis, daging asap, dan lain sebagainya tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

    Dilansir dari Times of India pada Selasa, (8/7/2025), berikut 5 efek samping konsumsi terlalu banyak makanan frozen:

    1. Kehilangan nutrisi

    CEDEAMakanan frozen seperti ini tidak mengandung nutrisi sepenuhnya yang dibutuhkan. Foto: CEDEA

    Ketika mengonsumsi suatu makanan, tentu nutrisi menjadi hal penting yang dicari. Sayangnya nutrisi pada makanan frozen berpotensi menghilang.

    Proses pembekuan mungkin dapat mengawetkan nutrisi, tetapi hanya pada batas tertentu. Sebab, proses blanching (yang penting untuk mempertahankan kualitas, tekstur, dan nilai gizi makanan) dapat menyebabkan hilangnya nutrisi makanan secara signifikan, terutama nutrisi vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan B.

    Seiring waktu, makanan frozen yang disimpan pada suhu tepat dapat mengalami degradasi nutrisi, membuatnya kurang bergizi dibandingkan dengan makanan segar.

    Hilangnya nutrisi dan mineral ini dapat menyebabkan penurunan imunitas. Menyebabkan metabolisme tubuh terganggu hingga gangguan pada organ penting tubuh.

    2. Tinggi natrium

    Makanan frozen umumnya tinggi natrium yang digunakan sebagai pengawet atau penambah rasa. Jika mengonsumsi natrium terlalu banyak bisa menyebabkan masalah serius. Mulai dari tekanan darah tinggi, gangguan kesehatan jantung, sampai stroke.

    American Heart Association merekomendasikan batasi asupan natrium per hari pada batas 2.300 miligram. Sayangnya kebanyakan makanan beku mengandung hampir atau melebihi jumlah tersebut dalam satu porsi.

    3. Mengandung zat aditif dan pengawet berbahaya

    Makanan frozen seringkali ditambah dengan zat aditif untuk meningkatkan rasa, warna, dan umur simpannya. Menurut laporan Environmental Working Group Tahun 2019, sedikitnya 2.000 jenis bahan kimia yang digunakan dalam rangkaian proses makanan beku.

    Bahan kimia seperti itu memiliki efek buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi, sakit kepala, atau gejala lain.

    Selain itu, konsumsi makanan dengan kandungan zat aditif buatan juga bisa menyebabkan masalah hiperaktif pada anak-anak dan peningkatan risiko kanker.

    4. Lemak trans yang memicu kolesterol

    Makanan frozen, seperti nugget, sosis, sampai kornet sering mengandung lemak trans dan lemak jenuh tidak sehat.

    Lemak trans biasanya digunakan dalam proses hidrogenasi yang dilakukan untuk meningkatkan umur simpan dari makanan frozen.

    Konsumsi lemak trans berlebihan dapat meningkatkan risiko kesehatan, seperti meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Lemak trans juga mampu meningkatkan risiko penyakit jantung,obesitas, stroke, dan diabetes tipe-2.

    5. Risiko penyakit bawaan

    Meskipun proses pembekuan menghentikan pertumbuhan sebagian besar bakteri, itu tidak membunuh semua patogen.

    Proses pembekuan dan pencairan makanan frozen yang tidak tepat tetap bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri, seperti salmonella dan listeria.

    Bakteri ini akhirnya dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan yang memicu gejala seperti mual, diare, dan jika terlalu parah bisa menyebabkan seseorang dirawat.

    Makanan beku juga seringkali mengandung pati untuk menjaganya tetap segar. Pati ini diubah menjadi gula sebelum pencernaan berlangsung, sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Sayuran dengan Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk, Cek Daftarnya!

    6 Sayuran dengan Vitamin C Lebih Tinggi dari Jeruk, Cek Daftarnya!


    Jakarta

    Asupan vitamin C penting untuk imunitas tubuh hingga kesehatan kulit. Kamu bisa mendapatkannya tak hanya dari jeruk, tapi juga 6 sayuran bernutrisi berikut.

    Vitamin C punya fungsi untuk menjaga imunitas (daya tahan) tubuh, menyehatkan kulit, dan meningkatkan penyerapan zat besi. Jenis vitamin ini bisa didapat dari beragam asupan buah dan sayur.

    Salah satu sumber vitamin C paling terkenal adalah jeruk dengan kandungan 59 mg per cup, tapi sebenarnya jenis buah dan sayur kaya vitamin C sangatlah beragam. Hal ini dijelaskan oleh ahli gizi Kat Garcia-Benson dan Samantha Peebles.


    Dikutip dari Martha Stewart (26/9/2025), inilah 6 sayuran dengan vitamin C lebih tinggi dari jeruk:

    1. Brussel sprouts

    Brussel sprouts adalah sejenis kubis mini atau sayuran kol kecil yang kaya khasiat. Teksturnya renyah dan rasanya khas, sedikit pahit atau seperti kacang. Namun jika dimasak dengan benar, rasanya bisa manis.

    Dalam 1 cup brussel sprouts (sekitar 88 gram) mengandung 143 mg vitamin C. Paling disarankan memasaknya dengan cara dipanggang menggunakan minyak zaitun dan cuka balsamic, dikukus, atau dinikmati bersama perasan air lemon untuk dorongan vitamin C ekstra.

    2. Paprika merah

    Ternyata Tidak Hanya Berbeda Warna, Paprika Juga Punya Jenis KelaminFoto: iStock

    Per 1 cup paprika merah yang sudah dipotong-potong bisa mengandung 142 mg vitamin C. Jumlah ini 2 kali lipat dari vitamin C pada jeruk. Nilai tambahnya, paprika merah mengandung betakaroten dan likopen untuk jaga kesehatan mata dan kulit.

    Kamu bisa mengolah paprika merah sebagai isian salad, memanggangnya, atau memakan mentah dengan cocolan saus favorit.

    3. Kale

    Membicarakan superfood, banyak yang langsung teringat kale. Kale merupakan jenis sayuran hijau dari keluarga kubis-kubisan. Daunnya tebal, bergelombang, dan kaku. Rasanya sedikit pahit dan renyah.

    Kale dilaporkan mengandung 93 mg vitamin C untuk tiap 1 cup kale yang sudah dipotong-potong. Bonus lainnya, kale mengandung vitamin B dan antioksidan yang dukung kesehatan tulang dan jantung. Kamu bisa mengolahnya jadi salad, smoothies, atau dipanggang jadi keripik sehat.

    4. Brokoli

    Cuci brokoliFoto: Getty Images/SARINYAPINNGAM

    Brokoli yang sudah dipotong-potong mengandung 91 mg vitamin C dalam tiap 1 cup (sekitar 90 gram). Sayuran renyah ini kaya antioksidan, serat, dan vitamin K. Bahkan brokoli mengandung manfaat potensial melindungi tubuh dari kanker.

    Para pakar menyarankan kukus brokoli untuk mempertahankan kandungan vitamin C-nya lebih banyak. Kamu bisa juga bisa menumisnya sebentar agar lebih enak dan kaya rasa.

    5. Kembang kol

    Selain brokoli, sayuran renyah yang juga kaya vitamin C adalah kembang kol. Dalam 1 cup yang sudah dipotong-potong mengandung 67 mg kembang kol.

    Rasanya yang lembut dan bisa diolah menjadi beragam masakan membuat kembang kol banyak disukai. Namun paling bagus, kembang kol dikukus atau dipanggang sebentar.

    6. Bayam

    Dalam 1 cup bayam (30 gram) mengandung sekitar 30 mg vitamin C. Bayam tak hanya mengandung vitamin C, tapi juga zat besi dan antioksidan.

    Di Indonesia, sayuran berdaun hijau ini paling populer diolah jadi sayur bening. Namun sebenarnya enak juga dicampur jadi isian omelet atau campuran smoothies.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat untuk Menu Diet

    6 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat untuk Menu Diet


    Jakarta

    Nasi putih memang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, namun konsumsi berlebihan dapat berdampak pada kenaikan berat badan. Ada beberapa asupan alternatifnya yang lebih sehat.

    Penelitian menunjukkan, kelebihan asupan nasi putih berisiko meningkatkan berat badan sekitar 3 kilogram per tahun. Hal ini terjadi karena nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi yang memicu lonjakan gula darah cepat, serta kalori yang relatif tinggi. Bukan berarti nasi harus dihindari sepenuhnya, sebab tetap boleh dikonsumsi dalam jumlah wajar.

    Namun, mengganti sebagian porsi nasi dengan sumber karbohidrat lain bisa menjadi solusi efektif. Berbagai pilihan pengganti nasi hadir dengan kandungan gizi lebih baik, rendah kalori, dan kaya serat. Tidak hanya menyehatkan, alternatif ini juga mendukung program diet serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.


    Dilansir dari berbagai sumber (03/10/2025), berikut enam alternatif pengganti nasi yang lebih sehat:

    1. Oat

    Ilustrasi banana oatmealIlustrasi banana oatmeal Foto: Getty Images/Hazal Ak

    Oat menjadi salah satu pengganti nasi yang paling populer karena kandungan seratnya yang tinggi. Konsumsi oat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga dapat membantu mengendalikan nafsu makan. Selain itu, oat kaya akan beta-glukan yaitu serat larut yang berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

    Jurnal Nutrients mencatat, konsumsi 3 gram beta-glukan dari oat setiap hari selama delapan minggu mampu menurunkan LDL hingga 15 persen serta total kolesterol hampir 9 persen. Oat juga fleksibel diolah, mulai dari bubur hangat, campuran smoothies, hingga pengganti nasi dalam beberapa menu sehat.

    Dengan manfaatnya yang lengkap, oat sangat cocok untuk mereka yang ingin menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan berat badan.

    2. Beras Merah

    Rice red in bowl isolated on blue grey background has spoon close up, top view, Asian food and drink concept.Nasi merah. Foto: Getty Images/NNK

    Beras merah sering dipilih sebagai alternatif pengganti nasi putih karena kandungan nutrisinya yang lebih tinggi. Makanan ini mengandung folat, riboflavin, kalium, dan kalsium yang baik untuk tubuh. Keunggulan lainnya adalah kadar seratnya yang tinggi, membuat perut kenyang lebih lama sehingga membantu mengurangi keinginan makan berlebih.

    Efek ini mendukung program diet sekaligus menjaga kadar gula darah tetap stabil. Proses memasaknya sama seperti nasi putih, namun sebaiknya beras merah dibilas lebih dahulu untuk mengurangi arsenik yang mungkin menempel.

    Rasa nasi dari beras merah memang lebih gurih dan teksturnya sedikit lebih keras, tetapi justru itulah yang membuatnya lebih sehat. Sebagai pengganti nasi sehari-hari, beras merah layak menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin hidup lebih sehat.

    3. Nasi Shirataki

    Shirataki Rice with chicken and carrotsShirataki Rice. Foto: iStock

    Shirataki dikenal sebagai pengganti nasi rendah kalori dan rendah karbohidrat. Dalam 100 gram shirataki, hanya terdapat sekitar 10 kalori dengan 5 gram karbohidrat, sebagian besar berupa serat. Komposisi ini membuat nasi shirataki sangat cocok untuk program diet dan penderita diabetes.

    Berbeda dengan nasi putih, shirataki tidak mengandung gula sehingga tidak memicu lonjakan gula darah. Teksturnya memang lebih kenyal, namun justru memberikan variasi rasa bagi menu harian. Tak heran, nasi shirataki semakin populer sebagai pilihan sehat, khususnya di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan.

    Nasi shirataki juga bisa disajikan bersama lauk sehat atau sebagai pengganti nasi merah untuk makan siang yang lebih ringan dan rendah kalori.

    4. Singkong

    Thai dessert steam-minced cassava with shredded coconut on banana leafSingkong. Foto: iStock

    Singkong merupakan umbi yang bisa dijadikan pengganti nasi karena kaya serat dan mengandung pati resisten. Kandungan ini membantu memperpanjang rasa kenyang sekaligus mengontrol nafsu makan. Penelitian menunjukkan, makanan dengan pati resisten seperti singkong efektif mencegah rasa lapar datang lebih cepat.

    Namun, pengolahan singkong harus dilakukan dengan benar. Kulit dan akar singkong harus dikupas karena mengandung senyawa sianida yang berbahaya. Setelah itu, singkong perlu direndam dalam air selama dua hari untuk mengurangi zat beracun, lalu direbus hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

    Dengan cara pengolahan yang tepat, singkong bisa menjadi sumber karbohidrat sehat yang lebih aman dan cocok sebagai pengganti nasi untuk diet.

    5. Jagung

    cara membuat jagung bakar untuk tahun baruJagung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jagung menjadi pilihan tepat sebagai pengganti nasi, terutama bagi mereka yang mencari sumber protein nabati. Selain mengenyangkan, jagung juga membantu proses pembakaran kalori dan mendukung program diet. Cara penyajian jagung sebaiknya direbus atau dipanggang tanpa tambahan mentega. Sebab, penggunaan mentega justru menambah kalori dan lemak yang tidak diperlukan.

    Kandungan protein nabati dalam jagung membuatnya populer di kalangan vegetarian dan vegan. Selain itu, jagung juga mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh.

    Dengan cita rasa manis alami, jagung bisa menjadi variasi makanan sehat yang menyenangkan. Menjadikannya sebagai pengganti nasi adalah langkah sederhana untuk menjaga pola makan tetap bergizi seimbang.

    6. Ubi Jalar

    5 Manfaat Ubi Jalar yang Kini Populer sebagai Karbohidrat SehatUbi jalar. Foto: Getty Images/iStockphoto/HandmadePictures

    Ubi jalar termasuk sumber karbohidrat kompleks dengan serat larut yang bermanfaat bagi pencernaan. Serat ini mampu menyerap air dan membentuk gel di dalam usus, sehingga memperlambat proses pencernaan. Efeknya, tubuh merasa kenyang lebih lama dan porsi makan berkurang secara alami.

    Ubi jalar juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih, sehingga tidak menyebabkan lonjakan drastis pada kadar gula darah. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes atau mereka yang menjaga berat badan.

    Cara pengolahannya bisa dengan direbus, dikukus, atau dipanggang. Namun, para ahli lebih merekomendasikan ubi jalar yang direbus karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding versi panggang.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Air Kelapa Bisa Jadi Lebih Bermanfaat Kalau Diminum di 4 Waktu Ini

    Air Kelapa Bisa Jadi Lebih Bermanfaat Kalau Diminum di 4 Waktu Ini


    Jakarta

    Air kelapa banyak diandalkan untuk menghidrasi tubuh karena rasa manisnya nikmat dan sensasinya segar. Jika ingin manfaat air kelapa maksimal, coba konsumsi di 4 waktu berikut.

    Air kelapa merupakan salah satu minuman untuk menyegarkan diri di musim panas dan juga ampuh untuk meningkatkan energi secara instan. Minuman ini rendah kalori dan mengandung enzim serta mineral alami seperti kalium.

    Air kelapa memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah, melindungi tubuh dari radikal bebas, hingga menstabilkan gula darah. Lantas, adakah waktu terbaik untuk minum air kelapa?


    Mengutip laman NDTV Food, sebenarnya tidak ada waktu terbaik untuk minum air kelapa karena minuman ini baik untuk dinikmati kapan saja. Namun waktu-waktu tertentu ini bisa memberikan manfaat lebih dari air kelapa.

    1. Pagi Hari saat Perut Kosong

    Minum air kelapa saat perut kosong di pagi hari bisa membantu dalam banyak hal. Air kelapa mengandung asam laurat yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh, melancarkan metabolisme, dan membantu menurunkan berat badan.

    Bagi ibu hamil, air kelapa bisa membantu meredakan mual di pagi hari serta nyeri ulu hati yang menjadi gejala umum kehamilan. Ibu hamil memang seringkali dianjurkan untuk meminum air kelapa untuk mengatasi dehidrasi dan sembelit.

    2. Sebelum atau Sesudah Olahraga

    Air kelapa menjadi minuman yang sangat baik untuk menghidrasi tubuh dan meningkatkan energi sebelum olahraga.

    Selain itu, air kelapa juga membantu mengisi kembali elektrolit yang hilang selama sesi olahraga yang intens, sehingga baik diminum setelah melakukan aktivitas tersebut. Minum air kelapa dapat membantu melawan rasa lelah dan letih.

    3. Sebelum dan Sesudah Makan

    Minum air kelapa segar sebelum makan bisa membuat tubuh merasa kenyang dan mencegah makan berlebihan. Air kelapa juga dapat membantu mempercepat proses pencernaan dan mencegah perut kembung setelah makan.

    Mengkonsumsi air kelapa secara teratur bisa membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Selain itu juga menjaga tekanan darah tetap terkendali.

    4. Sebelum Tidur

    Aroma kelapa memiliki efek psikologis yang membantu mengurangi kecemasan dan memperlambat detak jantung. Sehingga meminum air kelapa sebelum tidur bisa membantu melawan stres dan menenangkan pikiran.

    Terkait dengan sistem pencernaan, minum air kelapa bisa membantu membuang racun dan membersihkan saluran kemih, sehingga mencegah infeksi dan masalah ginjal.

    Mereka yang Harus Menghindari Konsumsi Air Kelapa

    Menurut Verywell Health, orang dengan gagal ginjal, penyakit ginjal kronis, atau orang yang mengkonsumsi obat-obatan sebaiknya bertanya kepada dokter sebelum meminum air kelapa. Ini karena air kelapa mengandung banyak kalium.

    Ginjal yang tidak sehat tidak bisa membuang kelebihan mineral (kalium) dari tubuh. Akibatnya kondisi hiperkalemia (terlalu banyak kalium dalam darah) bisa terjadi.

    Selain itu, bagi orang-orang yang menderita sindrom iritasi usus besar, batasi atau bahkan hindari juga air kelapa. Sebab, minuman ini mengandung karbohidrat tertentu yang bisa memperburuk pencernaan.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ternyata Begini Cara Tepat Meracik Jus Pepaya ala Doktor Harvard

    Ternyata Begini Cara Tepat Meracik Jus Pepaya ala Doktor Harvard


    Jakarta

    Pepaya tidak hanya nikmat dimakan sebagai buah utuh, tapi juga dijadikan jus. Doktor Harvard ini mengungkap manfaat sehat konsumsi jus pepaya sekaligus cara meraciknya yang tepat.

    Pepaya merupakan buah tropis yang mudah ditemukan di Indonesia dan harganya relatif terjangkau. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis membuat pepaya banyak disukai.

    Kamu tidak hanya bisa memakan pepaya sebagai buah utuh nan menyegarkan, tapi juga menjadikannya jus sehat. Dikutip dari Times of India (6/10/2025), Dr. Saurabh Sethi, seorang ahli gastroenterologi yang terlatih di universitas AIIMS, Harvard, dan Stanford menjelaskan manfaat sehat pepaya.


    Menurut Dr Saurabh, pepaya merupakan salah satu buah yang paling menyehatkan usus. Konsumsinya bisa menenangkan rasa panas di dada, membantu mengatasi kembung, dan mengatasi sembelit.

    Pepaya disebut Dr Saurabh kaya akan enzim, serat, dan antioksidan. Konsumsinya secara rutin bakal menyehatkan sistem pencernaan.

    Dilihat dari sisi ilmiah, sebuah studi PMC mengungkap konsumsi pepaya mendukung kesehatan usus melalui kandungan serat pangan, enzim, dan sifat anti-inflamasinya.

    Serat pangan dari pepaya matang mendorong fermentasi mikrobiota usus yang bermanfaat menghasilkan asam lemak rantai pendek untuk meningkatkan kesehatan usus.

    Pepaya juga mengandung enzim papain yang membantu pencernaan protein, meredakan gangguan pencernaan dan kembung. Sementara kandungan antioksidan pada pepaya membantu mengurangi peradangan usus dan meningkatkan fungsi pencernaan secara keseluruhan.

    Sliced ripe papaya fruit on plate and fork ready to eating, Tropical fruitKonsumsi pepaya atau jus buahnya punya banyak manfaat sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Kalau mau buat jus pepaya sehat ala Dr Saurabh, berikut bahannya:

    1 cangkir pepaya matang (sekitar 145 gram), potong dadu
    1/2 cup susu biasa atau susu kelapa (sekitar 120 ml
    1/2 cup es batu
    1 sdt madu
    Sedikit mayu manis

    Cara membuat: haluskan semua bahan di blender sampai tercampur rata. Segera konsumsi.

    Manfaat lain dari pepaya adalah untuk mendukung usaha diet. Kamu bisa mengonsumsi semangkuk pepaya setiap pagi untuk bantu meluruhkan lemak di perut.

    Sarapan pepaya juga dinilai bagus untuk diet karena menghindari rasa lapar sepanjang hari. Pepaya rendah kalori dan tinggi serat, yang dapat membantu mengendalikan rasa lapar dan membuat kamu kenyang lebih lama.

    Mengonsumsi pepaya saat perut kosong juga dapat memperlancar buang air besar karena kandungan seratnya yang tinggi. Jadi, risiko sembelit dapat berkurang.

    Tak hanya itu, konsumsi pepaya rutin juga dikaitkan dengan metabolisme tubuh yang lebih baik dan kembung yang berkurang.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Khasiat Rahasia Teh yang Bikin Sehat dan Panjang Umur

    5 Khasiat Rahasia Teh yang Bikin Sehat dan Panjang Umur


    Jakarta

    Rutin menyeruput hangatnya teh terbukti dapat melawan radikal bebas dan penuh khasiat sehat. Bahkan bikin tubuh lebih sehat dan panjang umur, lho!

    Teh, minuman sederhana yang akrab di lidah masyarakat. Hangatnya teh memiliki khasiat yang ajaib untuk tubuh, salah satu yang utamanya ialah meningkatkan kualitas hidup.

    Banyak penelitian terbaru yang mengungkap kebiasaan rutin minum teh, baik teh hijau dan jenis lain, dapat membantu tubuh melawan stres oksidatif. Ada pula khasiat sehatnya untuk jantung hingga memperlambat proses penuaan.


    Ketika dipadukan dengan diet seimbang, olahraga, dan tidur cukup teh akan menjadi elemen pendukung yang memaksimalkan gaya hidup sehat. Secara ilmiah, setidaknya ada beberapa khasiat dari teh untuk memperbaiki kualitas hidup.

    Baca juga: Bingung Cari Alamat, Kurir Pizza Ini Malah Hina Istri Pelanggan

    Berikut ini 5 manfaat teh untuk meningkatkan kualitas hidup dilansir dari Very Well Health:

    teh hijauKonsumsi teh secara rutin artinya memenuhi asupan antioksidan yang cukup untuk melindungi tubuh. Foto: iStock

    1. Sumber Antioksidan

    Teh, dalam berbagai jenisnya, memiliki antioksidan yang baik seperti kandungan polifenol. Kandungan antioksidan tersebut dapat membantu melawan radikal bebas di dalam tubuh.

    Kehadiran radikal bebas dapat merusak sel tubuh dan memicu kondisi kronis. Misalnya gangguan pada kesehatan jantung hingga memicu pembentukan sel kanker.

    Antioksidan dalam teh tak hanya menghentikan kerusakan sel, tetapi juga memperlambat proses penuaan secara biologis. Artinya, organ-organ tubuh seperti kulit, pembuluh darah, dan sistem saraf akan lebih awet daya kerjanya.

    2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Bagi orang dewasa dan usia lanjut, konsumsi teh dengan rutin sangat disarankan. Alasannya terdapat pada kandungan polifenol dalam teh yang dapat menjaga kesehatan jantung.

    Teh dapat membantu mengurangi pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis. Jika hal tersebut terjadi, akan ada peradangan yang merusak dinding pembuluh darah dengan efek yang berbahaya bagi tubuh.

    Konsumsi teh juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Beberapa riset dari ahli juga menunjukkan konsumsi teh secara teratur bisa menurunkan risiko penyakit jantung terhadap populasi umum.

    3. Mencegah Obesitas

    Akhir-akhir ini kasus obesitas semakin meningkat. Akibat gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat, anak muda hingga anak-anak sekalipun banyak yang mengalami obesitas.

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa dalam teh bisa mempercepat proses oksidasi lemak dalam tubuh. Artinya, tubuh akan lebih efisien menggunakan lemak sebagai energi.

    Studi pada teh oolong, misalnya, menemukan peningkatan oksidasi lemak hingga kurang lebih 20% dalam durasi 24 jam setelah dikonsumsi. Sehingga konsumsi teh secara rutin disarankan ahli untuk membantu mencegah terjadinya obesitas.

    pelengkap tehBagi orang dewasa, minum teh secara rutin juga dapat membantu mengendalikan gula darah. Foto: iStock

    4. Mengendalikan Gula Darah

    Kadar gula darah yang tinggi dapat menjadi tanda bahwa tubuh sudah tidak lagi fit. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, pankreas akan dipaksa memproduksi insulin dengan cepat dan banyak yang jika tak diatasi dapat menyebabkan resistensi insulin.

    Kondisi seperti ini juga yang merujuk terjadi diabetes tipe 2. Komponen antioksidan dan sifat antiinflamasi pada teh dapat mencegah penumpukan gula darah dan pembentukan insulin yang terlalu cepat.

    Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi teh hitam memiliki risiko lebih rendah mengalami diabetes tipe 2 hingga 45%. Khasiat ini akan semakin optimal jika diterapkan bersama pola makan rendah gula dan karbohidrat olahan.

    5. Menjaga Kesehatan Otak

    Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, otak manusia akan mengalami penurunan kemampuannya. Kondisi ini disebabkan degeneratif yang salah satu bentuknya terlihat pada lansia dengan demensia.

    Teh memiliki kandungan epigallocatechin gallate atau EGCG yang memberikan khasiat positif untuk neuroprotektif. Ahli menemukan kandungan ini tersimpan banyak di dalam teh hijau yang aman dikonsumsi setiap hari.

    Beberapa penelitian menyebut konsumsi teh hijau secara rutin dapat menurunkan risiko demensia. Selain itu juga membuat otak lebih tenang dan mencegah kerusakan akibat stres kronis dalam jangka panjang.

    Baca juga: Siswa Muslim Dikasih Daging Babi, Orang Tua Minta Tanggung Jawab

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Rebusan Jahe dan Sereh Berkhasiat, tapi Waspadai Efek Sampingnya

    Minum Rebusan Jahe dan Sereh Berkhasiat, tapi Waspadai Efek Sampingnya


    Jakarta

    Jahe dan sereh yang direbus bersamaan hingga menyerupai teh banyak dikonsumsi karena diyakini berkhasiat sehat. Namun, kamu juga perlu hati-hati mengonsumsinya karena ada efek samping yang mungkin ditimbulkan.

    Rebusan jahe dan sereh menjadi salah satu minuman herbal yang banyak disukai orang Indonesia. Sensasi hangat dari jahe dan harum dari sereh membuatnya digemari, ditambah lagi efeknya yang bikin rileks.

    Untuk membuatnya juga mudah karena beberapa batang sereh dan rimpang jahe tinggal direbus bersamaan dengan air. Kamu bisa juga menambahkan gula batu atau madu jika ingin rasa manis alami.


    Lantas, dari sisi kesehatan, apa manfaat minum rebusan jahe dan sereh?

    Dikutip dari Everyday Health (7/8/2025), konsumsi paduan dua herba ini disebut dapat bantu mengatasi mual, inflamasi (peradangan pada tubuh), meredakan rasa nyeri, dan mungkin kurangi beberapa risiko kanker.

    Kedua herba ini juga menunjukkan aktivitas antimikroba. Hanya saja, sebagian besar penelitian dilakukan pada suplemen terkonsentrasi atau minyak esensial. Jadi untuk manfaat dari konsumsi berupa rebusan, belum tentu memiliki efek serupa.

    Manfaat sehat jahe

    Cup of hot ginger tea with slices of ginger root on wooden background. Warming drink. Alternative medicine. Tea with honey, lemon, ginger and mint. Space for text. Copy spaceJahe banyak dikonsumsi sebagai racikan teh herbal yang menyehatkan. Foto: Getty Images/Valentyna Yeltsova

    Jahe paling terkenal dengan khasiatnya mengurangi mual dan muntah. Sebuah tinjauan di jurnal Nutrients menyoroti 10 uji coba terkontrol acak menunjukkan jahe efektif dalam meredakan mual dan muntah yang berhubungan dengan kehamilan.

    Selain itu, para peneliti mencatat sebagian besar studi menunjukkan jahe dapat membantu meredakan sakit perut dan memperlambat pengosongan lambung.

    Penelitian juga menunjukkan jahe dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus tertentu. Manfaat lainnya, yang paling penting, jahe mungkin bantu mencegah beberapa jenis kanker

    Beberapa penelitian juga menunjukkan jahe dapat membantu mencegah atau mengobati beberapa penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Para peneliti mencatat, beberapa penelitian memang mengonfirmasi efek ini, tapi penelitian lebih lanjut tetap masih diperlukan.

    Manfaat sehat sereh

    Sereh juga memiliki beberapa manfaat potensial, termasuk efek antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, antijamur, dan antivirus. Selain itu, sebuah tinjauan di jurnal Biology menunjukkan sereh mungkin punya efek antihipertensi yang berarti kemampuan untuk menurunkan tekanan darah.

    Sereh juga dapat membantu dalam melawan kanker. Misalnya, tinjauan di jurnal Pharmaceuticals menunjukkan kalau minyak atsiri dan ekstrak serai menunjukkan potensi untuk membantu mencegah atau mengobati berbagai jenis kanker, termasuk limfoma, leukemia, ginjal, prostat, dan kanker usus besar.

    Namun perlu disoroti, sebagian besar penelitian hingga saat ini belum melibatkan partisipan manusia, sehingga diperlukan uji klinis yang lebih kuat. Selain itu, banyak uji klinis serai pada manusia melibatkan minyak atsiri serai, bukan teh.

    Efek samping minum rebusan jahe dan sereh

    Manfaat teh sereh untuk memperkuat imunitas tubuhMengonsumsi rebusan jahe dan sereh terlalu sering bisa menyebabkan efek samping. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Meski ada potensi manfaat sehat minum rebusan jahe dan sereh, ada beberapa efek samping yang perlu diwaspadai. Jahe, misalnya, dapat menyebabkan rasa panas di dada dan kembung.

    Beberapa ahli medis juga berpendapat kalau konsumsi jahe dapat mengubah efek pengencer darah, antikoagulan, dan obat-obatan untuk mengatasi hipoglikemia.

    Untuk sereh, konsumsinya terlalu banyak dapat menyebabkan pusing, mulut kering, ngantuk, buang air kecil berlebihan, dan peningkatan nafsu makan. Keseringan minum rebusan sereh juga dapat memengaruhi fungsi ginjal.

    Jadi, sebelum menjadikan rebusan jahe dan sereh sebagai minuman harian, kamu perlu mengonsultasikan dulu kepada pakar kesehatan agar tak membahayakan bagi tubuh. Terlebih bagi ibu hamil atau mereka yang sedang mengonsumsi obat-obatan medis.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pencinta Seblak Merapat! Ini Nih 5 Tips Sehat Makan Seblak

    Pencinta Seblak Merapat! Ini Nih 5 Tips Sehat Makan Seblak


    Jakarta

    Seblak memang punya rasa gurih dan pedas yang sedap. Sayangnya makanan ini berisiko minim nutrisi. Namun ada cara lain yang bisa membuat makanan ini lebih sehat. Berikut tipsnya!

    Hidangan seblak sebenarnya sudah populer sejak lama di Indonesia. Seporsinya biasa terdiri dari kerupuk yang sudah direbus dengan campuran bahan lainnya lalu ditumis bersama bumbu rempah serta cabai.

    Untuk menambah cita rasanya supaya makin sedap, seblak seringkali ditambah penyedap masakan atau MSG.


    Makanan ini memang menggugah selera, terlebih dengan cita rasanya yang gurih dan pedas. Sayangnya mengonsumsi terlalu banyak seblak bisa berpotensi membahayakan kesehatan.

    Bahan utama kerupuk mengandung kalori tinggi. Bumbu pedas dari cabai juga mengandung capsaicin yang memberikan rasa pedas. Sedangkan penyedap dapat menambah kandungan lemak dan natrium yang menyebabkan hipertensi atau kolesterol tinggi.

    Seblak juga bukan menjadi makanan yang cocok untuk dinikmati saat diet. Karena seperti yang disebutkan sebelumnya, kombinasi bahan tersebut mengandung kalori, lemak jenuh, dan sodium berlebihan.

    Meskipun begitu, bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsi seblak sepenuhnya. Seblak tetap bisa dikonsumsi asalkan memperhatikan bahan-bahan yang dipakai.

    Akan lebih baik juga membuatnya sendiri di rumah karena kamu bisa memodifikasi bahan dan teknik memasak. Membuat makanan tersebut tetap enak tetapi lebih sehat.

    Berikut 5 tips membuat seblak versi lebih sehat.

    1. Pilih karbohidrat lebih sehat

    Indonesian spicy soup food seblakKalau mau lebih sehat sebaiknya jangan pakai kerupuk atau mie, ganti ke karbo lebih sehat. Foto: Getty Images/Ayudia Fatma

    Resep asli seblak pada dasarnya menggunakan kerupuk sebagai bahan utama. Biasanya kerupuk ini direbus atau bahkan digoreng.

    Sayangnya di dalam kerupuk terdapat kandungan lemak tinggi, sekalipun dimasak dengan cara direbus. Kerupuk juga biasanya menggunakan bahan pengawet, seperti boraks atau formalin yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Belum lagi kandungan MSG tinggi di dalamnya serta kandungan pewarna sintetis yang dapat berbahaya.

    Seblak juga biasa dilengkapi dengan mie kuning atau bahkan mie instan. Sebaiknya mie-mie an ini dihindari.

    Akan lebih baik jika kerupuk diganti dengan karbohidrat lebih sehat. Misalnya mengganti kerupuk dan mie dengan mie shirataki. Mie shirataki menjadi pilihan sehar karena terbuat dari ubi konjac. Dikenal sebagai pilihan rendah kalori dan kaya serat.

    Kalau misalnya sulit menemukan mie shirataki, kamu tidak bisa menggantinya dengan banyak sayuran atau protein.

    2. Pilih isian kaya protein

    Ayam Suwir PedasDada ayam suwir, tahu, atau tempe bisa menjadi pilihan protein lebih sehat. Foto: iStock

    Kamu bisa fokus terhadap penggunaan protein berkualitas. Misalnya mengganti sosis, bakso-bakso ikan , atau frozen food dengan dada ayam suwir.

    Bisa juga menambah telur, tahu, dan tempe yang jauh lebih sehat.

    Tahu misalnya, menjadi sumber protein nabati yang baik untuk menggantikan kebutuhan gizi dari daging. Kandungan isoflavon dalam tahu jika bisa mengurangi kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

    3. Perbanyak sayur

    Ilustrasi sawi hijau atau chou sumPerbanyak penggunaan sayur hijau, seperti sawi. Foto: Getty Images/iStockphoto/LRArmstrong

    Seblak juga akan menjadi lebih sehat jika ditambah dengan sayuran melimpah. Jangan hanya fokus terhadap protein, kamu juga perlu mengimbanginya dengan sayuran yang tinggi serat.

    Sayuran yang direkomendasikan, seperti sawi, kol, wortel, jamur, atau bahkan tauge.

    Sawi dikenal mengandung vitamin A, C, K dan folat yang penting untuk kesehatan mata hingga sistem kekebalan tubuh.

    Sawi juga kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Begitu juga dengan jamur yang menyediakan vitamin D untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Makan jamur juga mampu mengurangi risiko diabetes karena kandungan seratnya yang mampu mengontrol kadar gula darah.

    4. Perhatikan tingkat kepedasannya

    Seblak is an Indonesian traditional food that usually found in the area of East Java. Seblak is made from wet crackers cooked together with vegetables, various protein sources, and spices which create refreshingly spicy taste.Tingkat kepedasannya juga perlu diperhatikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nazhira Syadni Tarisya

    Dilansir dari Sonora FM (23/6/2025), dr Santi sebagai Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia menyarankan agar tingkat kepedasan seblak diperhatikan.

    “Diusahakan tidak terlalu banyak cabe yang digunakan,” jelasnya.

    Menurut dr Santi dalam jangka panjang, mengonsumsi cabai dalam jumlah banyak bisa memicu gangguan perut, seperti maag.

    Seblak yang terlalu pedas juga bisa mengiritasi lambung. Kandungan capsaicin di dalam cabai merangsang produksi asam lambung berlebihan, menyebabkan peradangan di lapisan lambung, lapor klikdokter.com pada Kamis, (22/8/2025).

    5. Gunakan bumbu-bumbu alami

    Supaya sedap, seblak biasanya ditambah dengan penyedap rasa atau MSG dalam jumlah banyak.

    Namun terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi natrium bisa menyebabkan hipertensi. Makanan pedas dan asin juga bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga menyebabkan dehidrasi.

    Sebagai pengganti dr Santi menyarankan penggunaan bumbu-bumbu alami.

    “Menggunakan bumbu-bumbu alami lebih banyak kayak bawang putihnya, bawang merahnya, kencurnya,” ujar dokter tersebut.

    Kencur diketahui memiliki sifat antibakteri, anti peradangan, dan mengandung antioksidan tinggi. Mengonsumsi kencur bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaganya tetap stabil.

    Begitu juga dengan bawang putih dan bawang merah yang mampu menurunkan kolesterol hingga mengatur tekanan darah.

    Bumbu-bumbu ini sebaiknya juga ditumis dengan penggunaan minyak yang lebih sedikit supaya tetap menyehatkan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com