Category: Makanan Sehat

  • 5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat Luruh

    5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat Luruh


    Jakarta

    Bingung karena selalu gagal menurunkan berat badan padahal sudah diet? Ada 5 racikan teh hijau untuk detoks yang dapat dicoba agar tubuh lebih singset.

    Pola hidup sehat yang dijalankan demi tubuh lebih ideal banyak diterapkan. Mulai dari diet hingga olahraga ketat. Sayangnya, pada beberapa orang, efek diet dan olahraga tidak terlalu signifikan.

    Salah satu cara lain yang dapat dilakukan ialah melakukan detoks pada tubuh. Ada beberapa asupan makanan dan minuman yang diakui ahli kesehatan ampuh untuk mendetoks tubuh.


    Teh hijau yang dipadukan dengan rempah dan bahan-bahan tertentu, misalnya, bisa menjadi asupan detoks yang dikonsumsi secara rutin. Rasanya yang enak nan menyegarkan membuat pengalaman diet takkan terasa menyiksa dan membosankan.

    Baca juga: Penjual Siomay UMKM Buka Suara, Sebut Fotonya Pernah Dipakai Aisyahrani

    Berikut 5 racikan teh hijau untuk detoks yang dilansir melalui Times of India, (3/10):

    5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat LuruhTeh hijau dengan lemon cocok untuk membantu mengeluarkan toksin dalam tubuh. Foto: Getty Images/Aimmi8

    1. Teh Hijau dengan Lemon

    Racikan yang paling sederhana dan bisa dibuat di rumah adalah teh hijau dengan lemon. Lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan yang membantu melarutkan toksin, merangsang pencernaan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Cara membuatnya pun sederhana. Cukup seduh teh hijau dalam air hangat. Kemudian siapkan setengah sampai satu buah lemon, belah tengah, peras semua jusnya hingga keluar dan habis.

    Jika ingin lebih manis, kamu dapat menambahkan madu dengan jumlah yang tidak berlebihan. Racikan ini disarankan oleh ahli kesehatan untuk dinikmati saat pagi hari guna meningkatkan metabolisme tubuh.

    2. Campuran Teh Hijau dan Mint

    Teh hijau memiliki karakter rasa sepat yang khas. Agar aromanya lebih enak dan rasanya lebih hangat di tenggorokan dapat menambahkan daun mint.

    Aroma daun mint membantu menenangkan perut dan mengurangi rasa kembung. Sementara itu daun mint tidak mengganggu khasiat teh hijau untuk mendorong metabolisme lemak tubuh.

    Cara membuatnya mudah, cukup seduh teh hijau bersama beberapa helai daun mint. Racikan teh ini disarankan untuk dinikmati saat sore hari dan bisa juga sebagai tempat menikmati camilan.

    3. Perpaduan dengan Jahe

    Jahe memiliki sifat anti inflamasi dan mampu meningkatkan thermogenesis. Ketika thermogenesis terjadi pada tubuh, maka pembakaran kalori akan lebih maksimal. Untuk membuat racikan teh hijau dengan jahe, cukup siapkan jahe segar yang diparut maupun diiris tipis 1-2 centimeter.

    Masukkan irisan jahe bersama teh hijau dan seduh dengan air panas. Diamkan selama beberapa menit hingga sari jahe keluar, kemudian teh siap dinikmati.

    5 Racikan Teh Hijau Kaya Khasiat yang Bikin Lemak Cepat LuruhMenambahkan kayu manis dalam seduhan teh hijau juga dapat membuat rasanya lebih enak sekaligus menambah khasiat. Foto: Getty Images/Aimmi8

    4. Kombinasi Teh Hijau-Kayu Manis

    Jika kamu penikmat teh dengan aroma dan rasa yang lebih berempah, detoks dengan teh hijau juga bisa dilakukan. Caranya cukup menambahkan kayu manis ke dalam seduhan teh hijau.

    Kamu dapat menggunakan kayu manis batang yang utuh maupun bubuk kayu manis yang dilarutkan dalam teh hijau panas. Kalau ingin rasanya lebih manis bisa tambahkan madu.

    Racikan ini tak hanya sekadar detoks, tetapi juga dapat membantu mengurangi nafsu makan dan keinginan ngemil. Baik dalam suhu dingin maupun hangat, teh ini cukup universal untuk dinikmati kapanpun.

    5. Racikan Teh Hijau dengan Timun dan Lemon

    Sebelumnya racikan teh hijau dipadukan dengan lemon disarankan oleh ahli. Ternyata ada bahan lain yang juga bisa ditambahkan ke dalamnya yaitu timun.

    Timun bermanfaat untuk hidrasi dan membantu membuang kelebihan air serta racun lewat urin. Caranya dengan menyeduh teh hijau, kemudian tambahkan irisan timun dan perasan lemon.

    Minuman ini disarankan oleh ahli kesehatan sebagai air detoks alami. Tak hanya dinikmati saat hangat, racikan teh ini juga bisa dinikmati dengan tambahan es agar suhunya dingin.

    Baca juga: Menikmati Sensasi Rasa Spanyol-Indonesia Lewat Foie Gras hingga Barramundi

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Rahasia Bayam Ampuh Turunkan Berat Badan, Konsumsi Rutin Yuk!

    3 Rahasia Bayam Ampuh Turunkan Berat Badan, Konsumsi Rutin Yuk!


    Jakarta

    Saat diet, bahan makanan yang tepat nutrisinya perlu dikonsumsi. Untuk sayuran, coba konsumsi bayam yang bisa bantu menurunkan berat badan lebih cepat karena kandungan nutrisi ini.

    Bayam biasa diolah menjadi sayur atau dijadikan campuran makanan. Selain tinggi serat, bayam juga memiliki nutrisi yang berkhasiat untuk melunturkan lemak perut. Jadi kalau punya perut buncit, cobalah sering menyantap bayam.

    Dilansir dari Eat This, Not That! (25/4/2022) timbunan lemak di perut bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Selain mengganggu penampilan, perut buncit juga mengganggu kesehatan. Dibutuhkan perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan untuk membuat perut langsing.


    Salah satu caranya dengan mengasup lebih banyak makanan yang mengandung serat dan protein. Batasi juga konsumsi lemak dan gula tambahan serta menyempatkan diri untuk berolahraga. Kamu bisa memulainya dengan makan banyak bayam, sayuran ini mengandung serat yang efektif membantu menurunkan berat badan.

    Hal ini diungkapkan Courtney D’Angelo, MS, RD, penulis di Go Wellness. Bayam efektif untuk menurunkan berat badan dan juga mengusir lemak berlebih di dalam perut.

    “Bayam sarat dengan nutrisi, yang membuatnya sangat bergizi dan sehat untuk tubuh,” kata D’Angelo. “Bayam kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang semuanya terbukti ampuh menyusutkan lemak perut,” ujar D’Angelo.

    Berikut 3 rahasia bayam yang membuatnya ampuh turunkan berat badan:

    1. Nutrisi bayam

    Bayam dikenal sebagai sayuran yang tinggi serat. Bayam cocok dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa. Kandungan serat pada bayam pun mampu mengurangi timbunan lemak dalam perut. Selain serat, bayam pun mengandung berbagai nutrisi lainnya untuk kesehatan.

    Di dalam bayam terdapat Vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, dan Vitamin E. Ada juga kandungan Magnesium, Zat besi, Asam folat, Kalsium hingga Kalium. Bayam juga memiliki rasa yang enak sehingga cocok dicampur dalam berbagai makanan.

    Ketika seseorang mengonsumsi serat dalam jumlah cukup, maka sistem pencernaan pun akan lancar dan terhindar dari sembelit. Semakin lancar sistem pencernaan maka perut akan tampak jauh lebih langsing dan rata.

    2. Kehebatan serat pada bayam

    Menurut D’Angelo, salah satu hal yang menjadikan bayam sebagai sayuran terbaik untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan adalah karena kandungan seratnya yang tinggi. Jadi tak heran kalau bayam sering jadi pilihan makanan diet.

    “Bayam adalah sayuran rendah kalori, tetapi juga sangat tinggi serat. Makan yang mengandung serat membantu merasa kenyang dan mencegah makan secara berlebihan,” kata D’Angelo. “Serat juga membantu pencernaan dan penyerapan makanan, yang akan membantu menjaga metabolisme tetap terkendali.”

    3. Bayam sumber protein nabati

    Selain kandungan seratnya yang tinggi, bayam juga kaya akan protein. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari bayam, disarankan untuk mengonsumsinya dalam keadaan matang. Kandungan protein pada bayam matang akan lebih tinggi dibandingkan ketika makan bayam dalam keadaan mentah.

    Satu cangkir bayam matang atau setara 150 gram bayam mengandung 5 gram protein, sementara satu mangkuk bayam mentah hanya mengandung 1 gram protein. Tentu saja jumlah ini sangat berbeda jauh. Merebus bayam dan menyantap langsung juga bisa jadi pilihan tepat.

    “Bayam juga mengandung protein, yang membantu Anda mengurangi lemak berlebih dalam perut, membentuk otot, dan membuat perut merasa kenyang,” kata D’Angelo. Memenuhi kebutuhan protein harian juga berperan maksimal untuk mengecilkan lingkar perut.

    4. Cara mengolah bayam

    Agar manfaat bayam dapat diperoleh secara maksimal, pastikan kamu mengolah bayam dengan benar. Meskipun terlihat sederhana,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak memasak bayam.

    Pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih bayam yang masih segar. Lihat bagian daunnya yang masih utuh dan bertekstur kokoh. Hindari membeli bayam yang sudah layu karena kandungan nutrisinya jelas sudah tidak lagi maksimal.

    Cuci bersih bayam lalu sayuran ini bisa langsung diolah menjadi masakan enak. Konsumsi bayam maksimal 5 jam setelah matang dan hindari memanaskan bayam karena kandungan zat besi dalam bayam telah berubah menjadi racun bagi tubuh.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Mana Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat?

    Mana Pilihan Sarapan yang Lebih Sehat?


    Jakarta

    Alpukat dan pisang, dua buah favorit banyak orang untuk disantap pagi hari. Seperti apa nutrisi keduanya dan mana yang lebih sehat sebagai menu sarapan?

    Sarapan penting untuk mengisi energi sekaligus menyiapkan fokus menghadapi hari. Menu yang disarankan tentunya yang sehat agar manfaat sarapan bisa terasa maksimal.

    Sarapan juga disarankan untuk menjaga pola makan sehat harian. Dikutip dari Times of India (11/10), ahli gizi Rujuta Diwekar menjelaskan alasannya. Ia mengatakan, melewatkan sarapan malah berpotensi membuat asupan kalori berlebih pada waktu makan selanjutnya.


    Berbagai makanan bisa dipilih sebagai menu sarapan sehat, tak terkecuali buah. Dua di antaranya yang paling populer adalah alpukat dan pisang.

    Selain rasanya yang enak dan nutrisinya yang super, kedua buah ini termasuk serba guna untuk diolah menjadi beragam hidangan nikmat. Dari roti panggang sampai smoothies, cocok dijadikan menu sarapan.

    Di antara keduanya, mana yang lebih disarankan untuk sarapan?

    Nutrisi alpukat

    Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengungkap 100 gram alpukat mengandung 160 kalori, 14,66 g lemak total, 2,13 g lemak jenuh, 0 kolesterol, 7 mg sodium, 8,53 g karbohidrat, 6,7 g serat makanan, 2 g protein, dan 485 mg kalium.

    Nutrisi pisang

    USDA mengatakan 100 gram pisang matang mengandung 89 kalori, 0,33 g total lemak, 0 mg kolesterol, 1 mg sodium, 22,80 g total karbohidrat, 2,60 g serat makanan , 1,09 g protein, dan 358 mg kalium.

    Energi dan nutrisi

    Alpukat:

    Alpukat adalah buah dengan kepadatan energi sedang, dengan sekitar 1,7 kkal/g, dan mengandung sekitar 80% air dan serat pangan. Kombinasi ini berkontribusi pada kandungan gulanya yang lebih rendah dibandingkan buah lainnya.

    Alpukat memiliki jumlah lemak total, lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, serat pangan, vitamin E, K, magnesium, dan kalium yang baik, dengan asupan gula tambahan yang lebih rendah.

    Pisang:

    Di sisi lain, pisang kaya akan gula alami (glukosa, fruktosa, dan sukrosa) dan memberikan dorongan energi yang cepat. Pisang kaya akan kalium, vitamin B6, dan serat, sehingga cocok dikonsumsi pagi hari ketika kamu membutuhkan energi instan.

    Menurut sebuah studi, pisang memiliki indeks glikemik rendah hingga sedang. Buah manis lembut ini juga kaya akan magnesium, kalsium, dan vitamin. Pisang bisa jadi pilihan sumber energi yang padat nutrisi.

    Manajemen berat badan

    Menurut penelitian, alpukat lebih mengenyangkan karena kandungan lemak sehat dan seratnya. Pisang juga lebih cepat dicerna, sehingga lebih cocok untuk santapan sebelum olahraga atau saat kamu ingin camilan cepat saat bepergian.

    Manfaat untuk kesehatan pencernaan

    Alpukat dan pisang sama-sama kaya serat, tetapi pisang mengandung pati resisten terutama saat agak mentah, yang mendukung kesehatan usus. Alpukat juga menambahkan tekstur lembut dan lemak sehat yang meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan lain.

    Mana yang lebih baik buat sarapan?

    Bagi kamu yang mencari penambah energi cepat, atau akan berolahraga di pagi hari, pisang adalah pilihan yang lebih baik.

    Jika kamu ingin rasa kenyang lebih lama dan energi seimbang, maka tambahkan alpukat ke dalam menu sarapan.

    Namun untuk pilihan lengkap, kamu bisa mengombinasikan keduanya sebagai menu sarapan. Misalnya, tambahkan alpukat tumbuk (mashed avocado) di atas roti panggang topping irisan pisang.

    Kamu juga bisa membuat smoothies dengan campuran alpukat dan pisang. Juga bahan seperti yogurt, oat, dan madu. Kombinasi sehat ini memberi bahan bakar pada tubuh dengan asupan vitamin, mineral, dan antioksidan esensial. Pasokan energi dan fokus pun akan bertahan sepanjang hari.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-Hati! 15 Ikan Laut Ini Ternyata Bisa Mengandung Merkuri Tinggi

    Hati-Hati! 15 Ikan Laut Ini Ternyata Bisa Mengandung Merkuri Tinggi


    Jakarta

    Ikan merupakan sumber protein hewani menyehatkan, tapi beberapa jenis ikan laut mengandung merkuri tinggi. Konsumsinya terlalu sering perlu diwaspadai.

    Kadar atau kandungan merkuri dalam ikan diukur dalam satuan bagian per juta (ppm). Jumlah merkuri dalam ikan dan makanan laut bergantung pada spesies dan tingkat polusi di lingkungannya.

    Sebuah penelitian tahun 2000 oleh M M Storelli 1 dant logam berat, G O Marcotrigiano yang dimuat National Library of Medicine, menyebut bahwa secara keseluruhan, ikan berumur lebih panjang dan berukuran besar cenderung mengandung merkuri paling banyak. Saat ini, ikan todak (Swordfish) adalah ikan yang mengandung merkuri paling tinggi.


    Berdasarkan data Food and Drug Administration (FDA), berikut adalah urutan ikan yang tercemar merkuri tinggi berdasarkan kadar ppm:

    Ikan todak: 0.995 ppm
    Ikan hiu : 0.979 ppm
    Ikan tenggiri (king mackerel): 0.730 ppm
    Ikan tuna mata besar : 0.689 ppm
    Ikan marlin: 0.485 ppm
    Tuna kalengan: 0.128 ppm
    Ikan kod: 0.111 ppm
    Whitefish: 0.089 ppm
    Ikan haring: 0.084 ppm
    Ikan hake: 0.079 ppm
    Ikan trout: 0.071 ppm
    Ikan haddock: 0.055 ppm
    Ikan whiting: 0.051 ppm
    Ikan tenggiri Atlantik: 0.050 ppm
    Ikan pollock: 0.031 ppm

    Kenapa Ikan Laut Mengandung Merkuri?

    Dilansir Healthline, air laut hanya mengandung sedikit konsentrasi metilmerkuri. Tapi, tanaman laut seperti alga akan menyerapnya.
    Kemudian, ikan-ikan memakan alga, sehingga menyerap dan menahan merkurinya. Oleh sebab itu, ikan predator yang lebih besar lalu mengakumulasi kadar yang lebih tinggi dari memakan ikan yang lebih kecil.

    Tak heran, jika ikan predator yang lebih besar mungkin mengandung konsentrasi merkuri hingga 10 kali lebih tinggi, daripada ikan yang ia konsumsi. Proses tersebut dikenal dengan biomagnifikasi.

    Pengaruh Merkuri terhadap Kesehatan

    Paparan merkuri bahkan dalam jumlah yang kecil bisa menyebabkan kesehatan serius. Sementara itu, kadar merkuri yang tinggi bisa membahayakan kesehatan jantung dan fungsi otak.

    Berikut adalah beberapa dampak keracunan merkuri terhadap kesehatan tubuh:

    1. Dikaitkan dengan masalah otak, seperti penurunan keterampilan motorik halus, ketangkasan, memori, dan perhatian.
    2. Dikaitkan dengan kondisi seperti Alzheimer, Parkinson, autisme, kecemasan, dan depresi.
    3. Tekanan darah tinggi.
    4. Peningkatan risiko serangan jantung dan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) jahat.

    Sejatinya, manfaat kesehatan dari mengkonsumsi ikan mungkin lebih besar daripada risikonya. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi asupan ikan dengan kadar merkuri tinggi.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sarapan Nasi atau Roti, Mana Lebih Bagus buat Turunkan Berat Badan?

    Sarapan Nasi atau Roti, Mana Lebih Bagus buat Turunkan Berat Badan?


    Jakarta

    Nasi dan roti adalah dua menu sarapan favorit orang Indonesia. Dari keduanya, mana yang lebih baik dikonsumsi saat diet agar berat badan cepat turun? Begini penjelasan ahli gizi.

    Saat sarapan, banyak orang memilih menu mengenyangkan agar bisa fokus seharian. Olahan nasi dan roti pun jadi pilihan karena selain bikin kenyang, olahannya juga beragam dan enak-enak.

    Namun, kriteria sekadar bikin kenyang dan enak, tidaklah cukup jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan. Beberapa hal terkait nutrisi keduanya perlu jadi pertimbangan agar diet lebih efektif.


    Dikutip dari Only My Health (1/7/2025), ahli gizi Aishwarya Jaiswal dari Apollo Hospitals Lucknow, India menjelaskan perbedaan sarapan nasi dan roti dalam kaitannya untuk diet.

    Apakah nasi dan roti bagus dikonsumsi saat diet?

    Sebagai bagian dari pola makan sehat, nasi dan roti sebenarnya sama-sama bagus dikonsumsi. “Baik nasi maupun roti, bila dikonsumsi secukupnya sebagai bagian dari diet seimbang, dapat membantu proses penurunan berat badan,” kata Jaiswal.

    Ia juga menjelaskan perbedaan kalori antara roti dan nasi. “Dalam hal kalori yang disumbangkan oleh karbohidrat, saya rasa keduanya sama-sama seimbang. Namun, nasi berbeda karena rendah kalori dan protein,” tambahnya.

    Roti:
    100 gram roti mengandung 266 kkal, 50,6 gram karbohidrat, 6 gram protein, dan 3,29 gram lemak.

    Nasi:
    100 gram nasi putih matang mengandung sekitar 130 kkal, 28 gram karbohidrat, 2,7 gram protein, dan 0,3 gram lemak.

    Porsi makanan penting diperhatikan

    Ilustrasi diet atau sarapan dengan roti gandumSaat sarapan penting memerhatikan porsi makanan. Foto: Getty Images/ Edwin Tan

    Menurut Jaiswal, hal terpenting adalah memerhatikan porsi makan nasi maupun roti saat sarapan. Keduanya tergolong makanan dengan indeks glikemik sedang hingga rendah, tergantung jenisnya.

    “Beras cokelat, jika dipadukan dengan protein yang cukup, memberikan rasa kenyang dan energi yang luar biasa. Namun, meski beras cokelat merupakan pilihan yang sehat, penting untuk memperhatikan ukuran porsinya,” saran Jaiswal.

    Ia menambahkan, “Kebanyakan diet penurunan berat badan bergantung pada praktik defisit kalori untuk membakar kalori.”

    Panduan konsumsi sumber karbohidrat saat diet

    Baik nasi maupun roti sama-sama bisa dijadikan menu sarapan saat diet, tapi perhatikan 4 hal ini agar bisa efektif membantu penurunan berat badan:

    – Pilih versi bijian utuh. Pada nasi, pilih nasi cokelat atau nasi merah alih-alih nasi putih yang indeks glikemiknya lebih tinggi. Lalu pada roti, pilih roti gandum alih-alih roti tawar karena juga mengandung serat dan vitamin yang baik bagi tubuh.

    – Kontrol porsi. Perlu diingat, 1/2 cup nasi atau 1 lembar roti adalah porsi yang masih masuk akal untuk sarapan. Lebih dari itu, konsumsi keduanya dapat menaikkan berat badan.

    – Keseimbangan. Saat mengonsumsi karbohidrat seperti pasta, nasi, dan roti, penting untuk menyeimbangkan setiap makanan dengan sumber protein seperti telur, kacang-kacangan, yogurt, dan sayuran kaya serat. Bahan makanan ini bisa menambah asupan nutrisi sekaligus membuat kenyang lebih lama dan memuaskan keinginan makan.

    – Olahan yang tepat. Selain fokus pada jenisnya, jangan lupakan cara mengolah nasi maupun roti. Hindari menambahkan banyak mentega, minyak, atau olesan manis karena dapat menambah kalori ekstra dalam pola makan sekaligus meningkatkan kadar glukosa.

    Kesimpulannya

    Rice red in bowl isolated on blue grey background has spoon close up, top view, Asian food and drink concept.Nasi merah bisa jadi pilihan lebih baik dari nasi putih dalam kandungan serat. Foto: Getty Images/NNK

    Nasi dan roti sama-sama bisa jadi menu sarapan saat diet. Keduanya juga merupakan komponen netral dalam penurunan berat badan dan tidak bertanggung jawab atas kegagalan diet.

    Namun, biji-bijian utuh unggul dalam hal pola makan sehat dan asupan rendah kalori. Lebih lanjut, biji-bijian utuh juga menyediakan serat yang lebih tinggi dan profil nutrisi yang lebih baik dibandingkan dengan versi olahannya. Menurut Jaiswal, “Nasi versus roti bukanlah soal ‘baik’ atau ‘buruk’, melainkan soal keseimbangan dan moderasi.”

    Baik kamu menginginkan nasi panas atau roti lapis yang mengenyangkan, pilihlah yang sesuai selera, pertahankan porsi yang wajar, dan padukan dengan protein, serat, dan lemak sehat.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lagi Tren! Ini Nih 4 Manfaat Sehat Kombinasi Kopi dan Santan

    Lagi Tren! Ini Nih 4 Manfaat Sehat Kombinasi Kopi dan Santan


    Jakarta

    Tak hanya susu sapi (dairy), kopi juga bisa dicampur dengan susu kelapa atau santan. Bahkan jika dikonsumsi rutin ada khasiatnya bagi tubuh.

    Susu sapi atau susu alternatif lain seperti susu oat dan kedelai seringkali ditambahkan dalam secangkir kopi. Tujuannya untuk memberikan tambahan cita rasa dan tekstur pelengkap yang bikin makin enak.

    Akhir-akhir ini ekstraksi susu dari kelapa atau santan juga mulai dilirik sebagai opsi racikan kopi yang menyegarkan. Selain menambah cita rasa gurih dan tekstur lembut, ternyata ada sejumlah manfaat kesehatan.


    Berikut 4 alasan utama tentang khasiat susu santan (coconut milk) yang bisa mendongkrak nilai gizi kopi. Namun, perlu dicatat bahwa santan tetap tinggi kandungan lemak jenuh dan kalori, sehingga konsumsinya tetap harus dalam batas wajar.

    Baca juga: Viral! Pria Korea Jualan Cilok Keliling Naik Sepeda di Ansan

    Dilansir dari Medical News Today, berikut 4 manfaat menambahkan santan ke dalam kopi:

    cara bikin iced latte yang enak dan tepatMengombinasikan kopi dengan santan dapat membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    1. Mendukung Penurunan Berat Badan

    Salah satu kandungan khas dalam santan adalah medium-chain triglycerides (MCTs). MCT diklaim mampu meningkatkan termogenesis, yakni produksi panas dalam tubuh, yang bisa membantu membakar energi lebih cepat.

    Dalam beberapa studi pada hewan dan manusia, jenis lemak seperti MCT ini terlihat bisa mengurangi penumpukan lemak tubuh, terutama lemak visceral (lemak perut). Namun menambahkan santan ke kopi untuk mendapatkan MCT tetap harus disertai pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang.

    Perlu diperhatikan juga efek MCT tidak terjadi secara instan. Artinya, santan bukan obat mujarab penurunan berat badan, melainkan bisa menjadi bagian dari pola diet yang mendukung.

    2. Menyehatkan Jantung dan Kolesterol

    Santan mengandung asam laurat yang bersifat antioksidan. Dalam beberapa studi ditemukan kandungan asam laurat dapat memicu efek positif terhadap profil kolesterol dan kesehatan jantung.

    Beberapa penelitian pada hewan memperlihatkan kombinasi diet tinggi protein plus santan berpotensi menurunkan kolesterol total dan trigliserida. Akan tetapi, karena lemak jenuh masih mendominasi santan, hubungan antara konsumsi santan dan kesehatan jantung tetap kompleks.

    Konsumsi berlebih dari lemak jenuh justru bisa menaikkan LDL (kolesterol jahat). Oleh sebab itu, menambahkan santan ke kopi bisa menjadi langkah risiko-terkendali apabila dilakukan dalam takaran moderat dan tidak mengganti semua sumber lemak sehat lain dalam diet.

    3. Sumber Antioksidan & Perlindungan dari Radikal Bebas

    Selain memiliki kandungan kafein, kopi secara alami juga memiliki antioksidan. Ketika dipadukan dengan santan ada asupan antioksidan ganda yang dapat diterima tubuh.

    Santan tidak sekadar lemak, tetapi juga menyimpan komponen fenolik dan antioksidan alami dari kelapa. Komponen ini dapat membantu tubuh melawan radikal bebas, sehingga menurunkan stres oksidatif dan kerusakan sel.

    Dalam sebuah studi, santan kelapa dari Malaysia menunjukkan aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan susu sapi ataupun susu kambing. Saat dikombinasikan dengan kopi, efek protektif terhadap sel dan jaringan tubuh bisa jadi sinergis, mendukung kesehatan, hingga panjang umur.

    cara bikin iced latte yang enak dan tepatJika dikonsums secara rutin dan tak berlebihan, campuran kopi dan santan dapat memperkuat imun. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    4. Antimikroba dan Menguatkan Imun

    Salah satu senyawa menarik dalam santan adalah asam laurat, yang telah diteliti memiliki potensi antimikroba terhadap berbagai bakteri patogen, termasuk Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumoniae.

    Dalam sebuah penelitian, asam laurat mampu menghambat pertumbuhan mikroba tertentu di laboratorium meskipun jumlahnya dalam santan harian mungkin jauh lebih kecil dari dosis yang digunakan dalam studi.

    Konsumsi kopi dengan santan diyakini tetap dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Namun jangan dilihat sebagai pengganti vitamin, melainkan sebagai tambahan nutrisi yang bisa memperkaya kopi kamu dari sisi cita rasa dan fungsi.

    (dfl/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Sehat yang Konsumsinya Perlu Dibatasi Penderita Gangguan Ginjal

    5 Makanan Sehat yang Konsumsinya Perlu Dibatasi Penderita Gangguan Ginjal


    Jakarta

    Penderita gangguan ginjal harus memperhatikan betul asupan makanannya. Batasi makanan sehat sekalipun yang tergolong tinggi sodium, kalium, dan fosfor.

    Ginjal adalah organ tubuh vital yang berperan dalam banyak hal, seperti menyaring darah, membuang limbah melalui urin, hingga menjaga keseimbangan cairan.

    Menjaga kesehatan ginjal bisa dengan memilih makanan bernutrisi tepat dan menghindari makanan yang membuat fungsinya melemah.


    Bagi penderita gangguan ginjal, konsumsi beberapa makanan yang terlihat sehat pun ternyata bisa berisiko. Jadi hal paling penting adalah berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi yang menangani.

    Dikutip dari Healthline (14/10/2025), inilah 5 makanan sehat yang konsumsinya tetap perlu dibatasi oleh penderita gangguan ginjal:

    1. Alpukat

    Alpukat banyak diandalkan sebagai sumber lemak sehat, serat, dan antioksidan. Namun, perlu diingat, alpukat tetaplah buah tinggi kalium yang perlu dihindari oleh penderita penyakit ginjal. Satu buah alpukat rata-rata mengandung 690 mg kalium.

    Mereka yang ginjalnya bermasalah tetap perlu membatasi asupan alpukat. Jika ingin menjadikannya menu sehat, bisa dengan menyantap 1/4 alpukat saja. Namun, balik lagi, kondisi ginjal setiap pasien bisa berbeda.

    2. Roti gandum

    Healthy food: wholegrain and seeds sliced bread shot on rustic wooden table. Predominant color is brown. High resolution 42Mp studio digital capture taken with Sony A7rII and Sony FE 90mm f2.8 macro G OSS lensFoto: Getty Images/fcafotodigital

    Sering dijadikan pilihan lebih sehat dan kaya serat dari pada roti putih, roti gandum ternyata bisa jadi tak sesehat itu untuk penderita gangguan ginjal. Ini karena kandungan fosfor dan kaliumnya. Semakin banyak biji-bijian utuh dalam roti, maka semakin tinggi kandungan fosfor dan kaliumnya.

    Misalnya, sepotong roti gandum utuh biasa, atau porsi 36 gram (g), mengandung sekitar 76 mg fosfor dan 90 mg kalium. Sebagai perbandingan, sepotong roti putih biasa (28 g) mengandung sekitar 32 mg fosfor dan kalium. Lalu, sebagian besar produk roti juga mengandung natrium dalam jumlah relatif tinggi sehingga perlu diwaspadai pasien penyakit ginjal.

    3. Pisang

    Pisang dikenal karena kandungan kaliumnya yang tinggi. 1 buah pisang ukuran sedang mengandung 422 mg kalium. Jika penderita gangguan ginjal sudah disarankan membatasi asupan kalium, maka konsumsi pisang pun perlu hati-hati.

    Sayangnya, banyak buah tropis lain juga memiliki kandungan kalium yang tinggi. Namun, nanas mengandung kalium yang jauh lebih sedikit dibandingkan buah tropis lainnya dan bisa menjadi alternatif yang lebih cocok.

    4. Produk susu sapi

    Selain Boyolali, Ini 5 Daerah Penghasil Susu Sapi di IndonesiaFoto: iStock

    Susu sapi dan produk olahannya kaya akan berbagai vitamin dan nutrisi, tapi juga menjadi sumber fosfor dan kalium. Kedua mineral ini perlu dibatasi konsumsinya oleh pengidap penyakit ginjal.

    Misalnya, 1 cangkir (240 mL) susu sapi murni mengandung 205 mg fosfor dan 322 mg kalium. Mengonsumsi terlalu banyak susu, bersamaan dengan makanan kaya fosfor lainnya, dapat merusak kesehatan tulang pada penderita penyakit ginjal.

    Produk susu sapi juga tinggi protein. Setiap cangkir (240 mL) susu murni mengandung hampir 8 g protein. Membatasi asupan susu mungkin penting untuk menghindari penumpukan limbah protein dalam darah.

    5. Tomat

    Tomat punya nutrisi unggulan meliputilikopen yang merupakan antioksidan kuat, vitamin C untuk kekebalan tubuh, kalium untuk kesehatan jantung, serta vitamin K1 dan vitamin B9 (folat) yang penting untuk pembekuan darah dan pertumbuhan sel.

    Namun, di sisi lain, tomat adalah buah tinggi kalium yang mungkin tidak sesuai dengan pedoman diet sehat untuk ginjal. Hanya 1 cangkir (245 g) saus tomat dapat mengandung 728 mg kalium. Sebagai alternatif, saus tomat bisa diganti saus paprika merah panggang yang tak kalah lezat, tapi mengandung lebih sedikit kalium per porsi.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-hati! 5 Makanan Sehat Ini Justru Bisa Bikin Sakit

    Hati-hati! 5 Makanan Sehat Ini Justru Bisa Bikin Sakit


    Jakarta

    Makanan sehat sering dianggap aman bagi tubuh dan diet harian. Namun beberapa pilihan populer ternyata bisa menyabotase kesehatan jika dikonsumsi sembarangan.

    Kini banyak orang mulai sadar akan pentingnya pola makan sehat untuk menjaga tubuh tetap fit. Makanan sehat populer sering jadi pilihan utama.

    Namun banyak yang belum tahu beberapa justru berisiko bagi tubuh. Produk yang tampak menyehatkan ternyata bisa mengandung gula, natrium, dan bahan pengawet berlebihan.


    Konsumsi berlebihan tanpa memahami kandungan nutrisinya dan komponen di dalamnya dapat mengganggu kesehatan jangka panjang.

    Hal tersebut diungkap oleh Maria Kupreeva, seorang ahli gizi di The Longevity Lab, dan Pooja Gidwani, pakar kesehatan di Los Angeles.

    Dikutip dari Pedirayudas (15/10) berikut 5 makanan sehat yang bisa berisiko:

    1. Daging Imitasi Nabati

    tidak pakai nama produk daging untuk sajian nabatiIlustrasi daging imitasi berbahan nabati. Foto: iStock

    Daging imitasi nabati sering dianggap alternatif sehat bagi yang vegetarian. Namun banyak produk ini mengandung natrium tinggi dan bahan pengisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Meskipun cocok bagi yang ingin menghindari daging hewani, kandungan pengawet dan garam dalam produk ini bisa berbahaya. Konsumsi berlebihan dapat memperburuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

    Sebagai alternatif, pilihlah sumber protein alami seperti kacang-kacangan, tempe, atau tahu. Makanan ini lebih kaya serat dan rendah natrium, mendukung gaya hidup sehat.

    2. Jus Buah

    Jus buah sering dianggap minuman sehat karena mengandung vitamin. Namun proses pemerasan menghilangkan serat yang penting untuk pencernaan dan kontrol gula darah.

    Tanpa serat, jus buah dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan masalah metabolik lainnya.

    Sebagai gantinya, bisa konsumsi buah utuh untuk mendapatkan manfaat seratnya. Buah utuh juga memberikan rasa kenyang lebih lama dan lebih rendah kalori.

    3. Oatmeal Instan

    Ilustrasi oatmealIlustrasi oatmeal Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Oatmeal instan kerap jadi pilihan sarapan sehat dan praktis. Namun banyak produk ini mengandung gula tambahan yang dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

    Meskipun mengandung serat, gula tambahan dalam oatmeal instan dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Konsumsi berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan metabolik.

    Untuk alternatif, pilih oatmeal utuh dan tambahkan buah segar atau kacang-kacangan. Cara ini lebih sehat dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

    4. Acai Bowl

    Acai Bowl populer sebagai makanan sehat dan Instagramable. Namun di balik penyajiannya yang instagramable itu, mengandung sirup buah dan granola manis.

    Hal tersebut dapat meningkatkan kandungan kalori dan gula. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah metabolik.

    Penting untuk memeriksa bahan dan memilih topping rendah gula. Agar lebih sehat kamu bisa buat acai bowl sendiri dengan bahan alami dan tanpa tambahan gula.

    5. Bubuk dan Bar Protein

    muesli bar / protein barIlustrasi protein bar Foto: Istock

    Banyak orang yang mengandalkan bubuk dan bar protein sebagai solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan protein. Namun banyak produk ini mengandung gula tambahan.

    Selain itu, ada kandungan bahan kimia yang dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Kandungan protein dalam produk ini mungkin tidak seimbang dengan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

    Jika dikonsumsi berlebih, maka dapat membebani ginjal dan meningkatkan risiko penyakit. Alternatif sehatnya, kamu bisa konsumsi sumber protein alami seperti telur, ikan, atau kacang-kacangan.

    (raf/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Paprika Merah vs Paprika Hijau, Ahli Gizi Ungkap Beda Nutrisinya Buat Diet

    Paprika Merah vs Paprika Hijau, Ahli Gizi Ungkap Beda Nutrisinya Buat Diet


    Jakarta

    Paprika adalah sayuran serba guna yang banyak disukai. Jenis populernya ada paprika merah dan hijau. Lantas, bagaimana perbedaan nutrisi keduanya?

    Paprika enak dimakan mentah atau dimasak menjadi beragam hidangan. Kehadiran paprika dalam masakan punya fungsi menambah warna cerah, memberi rasa manis, sekaligus tekstur renyah pada masakan.

    Paprika merah, yang lebih matang, memiliki rasa manis. Jenis ini cocok untuk saus, sup, dan hidangan panggang. Sementara paprika hijau yang cenderung lebih segar dan sedikit pahit sering digunakan untuk salad, tumisan, dan hidangan dengan rasa yang lebih tajam.


    Bagaimana dengan nutrisi keduanya? Ahli gizi Jamie Baham dan Jordan Hill mengungkapnya kepada Prevention (18/10/2025).

    Nutrisi paprika merah

    Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) mengungkap per 100 gram paprika merah, atau sekitar 1/2 cup paprika yang sudah diiris, mengandung sekitar:

    31 kalori
    1 g protein
    0 g lemak
    7 g karbohidrat
    1 g serat

    Nutrisi paprika hijau

    Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Regge Generation masuk dalam program inkubator bisnis BRI. Gapoktan ini mendapat bantuan greenhouse untuk pengembangan paprika.Foto: Agung Pambudhy

    Menurut USDA, paprika hijau dalam jumlah yang sama mengandung sekitar:

    23 kalori
    1 g protein
    0 g lemak
    5 g karbohidrat
    1 g serat

    Manfaat paprika merah

    Ternyata Tidak Hanya Berbeda Warna, Paprika Juga Punya Jenis KelaminFoto: iStock

    “Paprika merah merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Banyak orang tidak tahu paprika merah mengandung lebih banyak vitamin C dibandingkan buah citrus seperti jeruk dan lemon,” kata Baham.

    Konsumsi ½ cangkir paprika merah mengasup tubuh dengan 142 miligram (mg) vitamin C, yang hampir dua kali lipat asupan harian yang direkomendasikan untuk wanita dewasa dan sekitar 1,5 kali lipat asupan yang direkomendasikan untuk pria dewasa.

    “Paprika merah juga mengandung serat dan antioksidan seperti beta-karoten dan likopen, yang mendukung fungsi kekebalan tubuh, kulit, dan mata,” tambah Jordan Hill.

    Paprika merah aman dikonsumsi mayoritas orang, kecuali mereka yang sensitif terhadap nightshade, kelompok sayuran yang meliputi tomat, kentang, terong, dan paprika, menurut Cleveland Clinic. Gejala yang muncul biasanya membuat pencernaan tidak nyaman.

    Manfaat paprika hijau

    “Paprika hijau juga kaya akan vitamin C dan serat,” kata Hill. Paprika hijau mengandung sedikit lebih sedikit vitamin C daripada paprika merah, tetapi masih memenuhi lebih dari 100% dari kebutuhan harian.

    “Paprika juga mengandung antioksidan yang disebut klorofil, yang membantu mengurangi peradangan dalam tubuh,” tambah Hill. Soal penggunaannya, Laham mengatakan, “Paprika hijau belum matang sehingga rasanya tidak semanis paprika kuning, oranye, dan merah. Paling sempurna dipadukan dalam hidangan gurih untuk menambahkan rasa ringan yang umum di banyak budaya di seluruh dunia.”

    Seperti halnya paprika merah, tidak ada kerugian mengonsumsi paprika hijau kecuali kamu memiliki alergi, sensitivitas, atau intoleransi yang menyebabkan efek samping tidak menyenangkan setelah memakannya.

    Paprika merah vs paprika hijau, mana yang lebih bagus buat diet?

    Laham menjelaskan, “Paprika merah dan hijau sama-sama bisa menjadi tambahan yang lezat untuk diet seimbang. Rendah kalori dan kaya antioksidan, paprika merupakan camilan renyah yang lezat dengan hummus atau tambahan lezat untuk salad atau tumisan jika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan.”

    Hill menambahkan, dua jenis paprika ini sama-sama pilihan bergizi. Jika dibandingkan, paprika merah cenderung mengandung lebih banyak vitamin dan antioksidan karena sudah matang sepenuhnya.

    Namun, pada akhirnya, mengonsumsi lebih banyak sayuran dengan beragam warna adalah langkah yang bagus. Salah satunya dengan mengasup paprika merah dan hijau.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Sehat dan Bikin Fokus Sepanjang Hari?

    Kopi vs Matcha, Mana yang Lebih Sehat dan Bikin Fokus Sepanjang Hari?


    Jakarta

    Tren gaya hidup sehat membuat banyak orang mulai memikirkan ulang pilihan minumannya. Dua yang paling sering dibandingkan adalah kopi dan matcha.

    Keduanya sama-sama jadi favorit untuk menambah energi di pagi hari, tapi punya efek berbeda bagi tubuh. Kopi dikenal sebagai penyemangat instan yang bikin fokus meningkat, sementara matcha lebih lembut dengan sensasi tenang dan stabil.


    Di media sosial, perdebatan lebih baik kopi atau matcha, bahkan makin ramai. Buktinya, pencarian topik ini naik hingga 50% di Google.

    Dari kedai kopi modern sampai kafe matcha kekinian, keduanya kini bersaing jadi pilihan utama penikmat kafein.

    Lalu, mana sebenarnya yang lebih menyehatkan? Dilansir dark VOGUE PH (19/10/2025), berikut penjelasannya.

    1. Kopi dan Manfaatnya

    Two mugs of coffee are on the table.Kopi Foto: Getty Images/Berk Ucak

    Persaingan antara kopi dan matcha kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Pencarian ‘coffee vs matcha’ di Google naik 50% dalam setahun terakhir. Banyak orang mulai membandingkan keduanya, terutama soal energi dan manfaat kesehatan.

    Menurut pelatih kebugaran asal Inggris Luke Worthington, dosis kafein yang tepat sekitar 5 miligram per kilogram berat badan bisa meningkatkan fokus dan performa tubuh.

    Sementara ahli gizi Lucy Miller menyebut kopi kaya antioksidan yang bermanfaat menurunkan risiko Alzheimer, diabetes tipe 2, dan penyakit hati. Namun efeknya tak sama bagi semua orang.

    Terlalu banyak minum kopi bisa memicu kecemasan, gangguan tidur, dan sakit kepala. Karena itu, banyak ahli gizi yang menyarankan agar kopi diminum secukupnya. Serta hindari minum kopi di atas jam 3 sore agar tidur malam tetap nyenyak.

    2. Matcha Jadi Saingan Terbaru Kopi

    Japanese Iced Matcha Latte, green tea with milk,Japanese Iced Matcha Latte Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    Matcha kini makin populer di kalangan pencinta minuman sehat. Apalagi munculnya tren minuman kekinian yang membuat popularitas minuman berwarna hijau cerah ini semakin tinggi peminatnya.

    Meski sama-sama mengandung kafein, kadar kafein pada matcha lebih rendah dibanding kopi, hanya sekitar 70 miligram per cangkir. Sementara kisaran kadar kafein pada secangkir kopi (237 ml) berada di angka 95-250 miligram.

    Matcha dibuat dari daun teh hijau utuh yang ditanam di tempat teduh, sehingga kandungan antioksidannya jauh lebih tinggi.

    “Matcha bisa mengandung hingga 100 kali lebih banyak katekin dibanding teh hijau biasa,” kata Lucy Miller. Antioksidan ini membantu tubuh melawan radikal bebas dan menjaga fokus.

    Uniknya matcha juga mengandung L-theanine, asam amino yang membantu menenangkan pikiran. Efeknya tetap memberi energi tanpa membuat jantung berdebar seperti kopi. Tak heran, banyak orang memilih matcha sebagai alternatif minuman pagi yang lebih lembut di tubuh.

    3. Pilih Kopi atau Matcha?

    5 Budaya Unik Minum Kopi Dunia, Ritual Ethiopia hingga Kopi VietnamKopi. Foto: The Indian Express

    Sebenarnya tak harus memilih salah satu. Keduanya punya manfaat berbeda tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh seriap orang. Luke Worthington mengatakan ia minum secangkir espresso di pagi hari untuk menambah energi cepat di tubuhnya, lalu ia minum matcha di pertengahan hari agar tetap fokus.

    “Kopi memberi dorongan kuat, tapi matcha membuat saya tenang dan tetap produktif,” ujarnya.

    Lucy Miller sendiri lebih memilih matcha karena tak menyukai rasa kopi, meski tetap menyarankan kopi dalam jumlah wajar bagi yang cocok. Ia juga mengingatkan agar memilih kopi tanpa gula tambahan atau susu nabati tinggi pemanis. Jika ingin pasokan energi cepat, maka minum kopi bisa jadi pilihan. Namun untuk fokus tanpa efek gelisah, matcha lebih disarankan dikonsumsi.

    4. Matcha dan Kopi Sama-sama Unggul

    Minum Matcha Jangan Asal! Ini 5 Tips agar Khasiatnya MaksimalMinum Matcha Khasiatnya Maksimal Foto: Getty Images/Food Photographer

    Baik kopi maupun matcha punya keunggulan masing-masing. Keduanya mengandung kafein dan antioksidan yang bisa membantu tubuh tetap bugar dan fokus.

    Perbedaannya ada pada efek setelah diminum. Kopi memberi energi cepat, cocok untuk diminum di pagi hari atau sebelum berolahraga. Sementara matcha memberikan energi lebih stabil dengan efek menenangkan, sehingga lebih cocok diminum siang hari.

    Bagi yang mudah cemas atau susah tidur, matcha bisa jadi pilihan lebih aman. Namun bagi penggemar aroma dan cita rasa kuat, kopi tetap tak tergantikan. Kunci konsumsi sehat ada pada cara minum dan porsinya.

    Nikmati secukupnya, jangan berlebihan, dan perhatikan waktu minum kopi atau matcha agar tidak mengganggu waktu tidur. Dengan begitu, manfaat kedua minuman ini bakal tetap terasa optimal.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com