Category: Makanan Sehat

  • 10 Manfaat Chia Seed, Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan!

    Jakarta

    Chia seed adalah biji-bijian dari tanaman Salvia hispanica atau Salvia columbariae yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Sekilas, chia seed mirip biji wijen namun lebih pedat dan terasa ringan.

    Biji chia seed memiliki banyak manfaat untuk tubuh karena mengandung nutrisi lengkap dan serat. Kandungan lain dalam chia seed adalah zat antioksidan adalah antioksidan, asam lemak esensial omega 3 dan protein nabati

    10 Manfaat Chia Seed

    Di antara manfaat chia seed adalah membantu menurunkan berat badan, mengurangi risiko penyakit jantung hingga menurunkan kolesterol. Ini penjelasannya.


    1. Membantu Penurunan Berat Badan

    Jika disertakan bersama makanan, chia seed bisa membantu memberikan rasa kenyang. Hal ini dikatakan oleh Pakar Nutrisi Kesehatan Usus dan pemilik Gut Health Connection di Novato, California. Mengutip Forbes, seiring berjalannya waktu, hal ini bisa membantu penurunan berat badan.

    2. Membantu Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

    Chia seed mengandung quercetin, antioksidan yang bisa mengurangi risiko berbagai kondisi kesehatan, termasuk penyakit jantung. Seratnya yang tinggi juga bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko penyakit jantung.

    3. Mendukung Kesehatan Tulang

    Chia seed mengandung mineral, magnesium, fosfor, kalsium dan kalium. Kandungan ini berperan penting dalam kesehatan tulang. Penelitian pun menunjukkan bahwa asupan nutrisi yang cukup sangat penting untuk pembentukan tulang.

    4. Mengurangi Dampak Radikal Bebas

    Radikal bebas merupakan molekul tak stabil yang terjadi akibat perubahan kimia pada sel. Ketika menumpuk, radikal bebas bisa menyebabkan kerusakan pada molekul lain, seperti DNA, protein dan lipid. Menurut National Cancer Institute, hal ini pun bisa meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya.

    Chia seed kaya akan quercetin yang merupakan antioksidan kuat. Kandungan ini mampu melawan peradangan dan melindungi sel dari stres oksidatif akibat paparan radikal bebas.

    Chia seed mengandung serat, lemak dan protein yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah. Caranya adalah dengan membatasi indeks glikemik makanan yang mengandung karbohidrat.

    6. Meningkatkan Kesehatan Usus

    Chia seed juga mengandung kombinasi serat larut dan tak larut yang dapat meredakan sembelit. Serat larut dan polifenol dalam chia seed berfungsi sebagai prebiotik, memberi makan mikroba baik usus, kemudian menghasilkan zat yang melindungi lapisan usus. Hal ini membuat chia seed dapat meningkatkan kesehatan usus.

    7. Meningkatkan Kadar Omega 3 dalam Darah

    Menurut Healthline, chia seed mengandung sumber omega-3 ALA yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan otak. Menurut sebuah penelitian yang melibatkan manusia dan hewan, chia seed bisa meningkatkan kadar ALA dalam dara sampai 138% dan EPA sampai 39%.

    8. Mencegah Penuaan

    Berdasarkan penelitian di Manchester, kandungan omega-3 dalam chia seed terbukti bisa melindungi kulit dari paparan sinar UV yang dapat merusak kulit. Menariknya, chia seed juga bisa mengurangi berbagai gejala penuaan. Mulai dari perubahan warna kulit, keriput, bintik hitam, garis halus, kerutan dan masalah lainnya.

    9. Mengurangi Peradangan

    Mengutip WebMd, peradangan kronis bisa menyebabkan penyakit jantung dan kanker. Antioksidan yang ada dalam chia seed, asam caffeic, bisa membantu melawan peradangan pada tubuh. Bahkan, mengonsumsinya secara teratur juga bisa membantu mengurangi tanda-tanda peradangan yang seringkali mengindikasikan adanya penyakit peradangan.

    Sebagian besar serat dalam chia seed terdiri dari serat larut dan lendir yang menyebabkan tekstur lembab. Menurut Harvard Health, serat ini bisa membantu menurunkan kolesterol jahat.

    Manfaat dari chia seed bisa diperoleh dengan konsumsi teratur dan pengolahan yang tepat. Misal menjadi infused water atau ditambahkan dalam smoothie, salah, dan oatmeal.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari 5 Makanan Ini saat Sedang Mengonsumsi Obat Diet


    Jakarta

    Saat sedang rutin mengonsumsi obat penurun berat badan, hindari beberapa makanan ini. Karena bisa menyebabkan efek samping termasuk makanan tinggi serat.

    Obat diet kerap digunakan banyak orang yang ingin menurunkan berat badan. Ini sah-sah saja, asalnya diminum sesuai dosis dan memiliki merek yang sudah teruji.

    Umumnya, obat diet dirancang untuk menahan nafsu makan. Karenanya, ada beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat kamu sedang rutin mengonsumsi obat diet.


    Jika tidak, maka akan menyebabkan efek samping, sehingga merusak manfaat dari obat diet tersebut, seperti yang dikutip dari Best Life (07/01/24).

    Berikut 5 makanan yang harus dihindari saat mengonsumsi obat diet.

    1. Makanan Olahan

    Makanan Junk FoodMenghindari makanan olahan dan berlemak tinggi akan membantu menurunkan berat badan. Food Foto: iStockphoto

    Menghindari makanan olahan dan berlemak tinggi akan membantu menurunkan berat badan. Khususnya saat kamu sedang mengonsumsi obat diet.

    Menurut ahli gizi Phyllis Pobee, hal tersebut bisa menyebabkan efek samping. Mengingat, obat diet akan memperlambat pengosongan lambung.

    “Jika lambung diisi dengan makanan yang berlemak, maka bisa menyebabkan gejala, seperti mual, muntah, diare, dan perut menjadi tidak nyaman,” tuturnya.

    2. Minuman Beralkohol

    Minum minuman beralkohol saat kamu sedang rutin mengonsumsi obat diet juga bisa menjadi riskan. Karenanya minuman beralkohol ini harus dihindari.

    Pobee mengatakan bahwa obat penurun berat badan bisa meningkatkan efek alkohol. Bahkan bisa menyebabkan reaksi yang tidak terduga bagi kesehatan.

    “Ini bisa meningkatkan risiko hipoglikemia atau gula darah rendah pada penderita diabetes, juga dapat menyebabkan mual dan muntah,” ujarnya lebih lanjut.

    3. Karbohidrat Olahan dan Gula Tambahan

    5 Hal yang Bakal Terjadi Saat Minum Susu Pakai Tambahan GulaGula tambahan dapat merusak proses diet. Foto: Getty Images/iStockphoto/pong-photo9

    Makanan dengan kandungan karbohidrat olahan dan gula tambahan yang tinggi harus dihindari saat diet, terutama bagi kamu yang menggunakan obat diet.

    Ahli gizi Pobee menuturkan bahwa makanan tersebut bisa melawan efek penurunan berat badan dari obat diet. Mengingat obat diet dirancang untuk mengurangi nafsu makan.

    “Obat diet itu dirancang untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi nafsu makan, termasuk makanan tinggi gula,” tutur Pobee.

    Pobee menjelaskan bahwa makanan tinggi gula dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan nafsu makan, sehingga mengurangi manfaat dari obat tersebut.

    4. Makanan Tinggi Sodium

    Dalam jangka pendek, makanan tinggi sodium dapat menyebabkan retensi air dan penambahan berat badan sementara. Namun, ini bahaya untuk jangka panjang.

    Apalagi kamu sedang proses mengonsumsi obat diet untuk menurunkan berat badan. Makanan yang tinggi sodium justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

    Hal tersebut telah dibuktikan oleh sebuah penelitian tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Nature Review Nephrology. Menurut peneliti, makanan tersebut bisa menyebabkan obesitas.

    “Mengonsumsi makanan tinggi sodium dalam jangka panjang dikaitkan dengan obesitas, resistensi insulin, dan sindrom metabolik melalui mekanisme yang tidak diketahui,” tuturnya.

    5. Makanan Berserat Tinggi

    brokoliBrokoli tinggi serat, tetapi sebaiknya hindari saat sedang mengonsumsi obat diet. Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

    Makanan yang tinggi serat bagus untuk kesehatan tubuh. Namun, sebaiknya hindari saat kamu sedang rutin mengonsumsi obat penurun berat badan.

    Makanan tinggi serat, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. Makan tinggi serat bisa memperburuk efek samping. Khususnya pada brokoli, kembang kol, dan kubis.

    Jika dikonsumsi secara berlebihan, sayuran tersebut bisa menyebabkan perut kembung. Karena sayuran tersebut mengandung gas yang terbilang tinggi.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Makanan yang Mengandung Vitamin B, Ada Sayuran Berdaun Hijau

    Jakarta

    Vitamin B banyak ditemukan dalam makanan yang belum diolah. Berbagai vitamin B, mulai dari B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9 dan B12 membantu tubuh mengubah nutrisi menjadi bahan bakar. Tanpa vitamin B, tubuh tidak akan memiliki cukup energi.

    Vitamin B juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dan menyehatkan otak. Lantas, makanan apa saja yang mengandung vitamin B?

    Makanan yang Mengandung Vitamin B

    Sangat penting untuk mendapatkan vitamin B dari asupan makanan. Berikut beberapa makanan yang mengandung vitamin B, mulai dari ikan, sayuran hingga daging.


    1. Hati

    Jeroan, terutama hati kaya akan vitamin B. Kamu bisa mengkonsumsi hati ayam, sapi, atau domba. Mengutip Healthline satu porsi hati sapi mengandung riboflavin (B2), folat (B9), cobalamin (B12), tiamin (B1), niasin (B3), asam pantotenat (B5), biotin (B7), dan piridoksin (B6).

    2. Salmon

    Ikan salmon kaya akan riboflavin, niasin, vitamin B6, B12, sumber tiamin dan asam pantotenat yang baik. Salmon juga rendah merkuri dan tinggi lemak dan protein omega 3.

    3. Sayuran Berdaun Hijau

    Beberapa sayuran berdaun hijau seperti bayam dan selada mengandung salah satu sumber folat nabati tertinggi. Untuk mendapatkan kandungan folatnya, makan sayuran dalam keadaan mentah atau dikukus sebentar. Sebagian folat hancur ketika dimasak dan dapat berpindah ke air rebusan.

    4. Daging Sapi

    Daging sapi bisa memberikan kontribusi besar terhadap asupan vitamin B. Menurut studi, daging dan produk daging sapi merupakan sumber utama tiamin, niasin, dan piridoksin.

    5. Alpukat

    Alpukat mengandung sekitar 20 vitamin dan mineral. 150 gram alpukat mengandung 30% kebutuhan folat harian dan 23% piridoksin. Mengutip webMD, buah ini bermanfaat untuk kesehatan mata, penurunan berat badan, energi, kesehatan jantung, kekuatan tulang, hingga peningkatan suasana hati.

    6. Tiram dan Kerang

    Tiram dan kerang merupakan sumber vitamin 12 yang luar biasa dan juga sumber riboflavin yang sangat baik. Kerang juga tinggi protein dan beberapa mineral seperti zat besi, seng, selenium, dan mangan.

    7. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan terkenal dengan kandungan folatnya yang tinggi. Selain itu, kacang-kacangan juga menyediakan sejumlah kecil vitamin B lainnya seperti tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, dan piridoksin. Di antara kacang-kacangan tersebut adalah kacang hitam, buncis, edamame, kacang hijau, kacang merah, lentil, hingga kacang pinto.

    8. Ayam dan Kalkun

    Ayam dan kalkun dikenal dengan kandungan niasin dan piridoksinnya. Daging di bagian dada memasok lebih banyak kedua vitamin tersebut dibandingkan dengan bagian paha.

    9. Buah Sitrus

    Buah sitrus seperti jeruk dan lemon mengandung delapan vitamin B yaitu tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, piridoksin, dan folat. Buah ini menjadi sumber folat yang sangat baik dan penting selama kehamilan untuk cegah cacat tabung saraf.

    10. Biji Bunga Matahari

    Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber asam pantotenat terbaik. Vitamin ini ditemukan di sebagian besar makanan nabati dan hewani, meski dalam jumlah yang kecil. Selain mengandung asam pantotenat, biji bunga matahari juga merupakan sumber niasin, folat, dan piridoksin.

    11. Apel

    Apel mengandung vitamin B12 tinggi. Apel berukuran standar bisa mengandung 4-5 persen riboflavin yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Riboflavin dibutuhkan untuk perkembangan sel darah merah hingga konversi asam folat dan vitamin B6.

    Sumber makanan yang mengandung vitamin B sebetulnya sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Sebagian besar dapat diperoleh dengan harga murah dan akses yang mudah. Makanan ini juga bisa dikonsumsi setiap saat.

    Selain itu, sebagian sumber makanan yang mengandung vitamin B tidak perlu diolah lama sebelum dikonsumsi. Dengan kemudahan ini, detikers jangan sampai kekurangan vitami B yang dapat mengakibatkan sulit konsentrasi hingga anemia.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Meskipun Enak, 5 Makanan Musim Hujan Ini Bisa Picu Kenaikan Berat Badan


    Jakarta

    Cuaca dingin saat musim hujan pasti membuat orang ingin makan. Sebaiknya hati-hati memilih makanan karena bisa ada yang tinggi kalori dan memicu berat badan naik.

    Musim hujan terkadang membuat kita menginginkan suasana yang nyaman. Hal ini termasuk dalam menikmati makanan yang lezat dan dirasa menenangkan.

    Kondisi tersebut membuat kita mendambakan makanan yang hangat dan gurih. Namun sayangnya, terkadang makanan dan minuman hangat tersebut justru bisa memicu kenaikan berat badan.


    Meskipun sebenarnya tergantung dari bahan-bahan campuran yang digunakan. Jika makanan dan minuman mengandung bahan yang tinggi kalori dan lemak tak sehat, sebaiknya hindari.

    Dikutip dari The Health Site (08/01/24) berikut 5 makanan musim hujan yang bisa memicu berat badan naik.

    1. Cokelat panas dengan whipped cream

    Minum Hot Chocolate Baik untuk Kesehatan OtakCokelat panas jadi minuman favorit banyak orang, apalagi ketika cuaca dingin. Foto: iStock

    Cokelat panas jadi minuman favorit banyak orang, apalagi ketika cuaca dingin. Cokelat panas sebenarnya bagus untuk kesehatan. Asalnya menggunakan jenis cokelat yang tepat dan menambahkan pemanis pada cokelat panas.

    Pasalnya, banyak orang yang menambahkan whipped cream atau krim kocok untuk menambah rasa creamy pada cokelat panas.

    Padahal cara tersebut bisa menambah kalori. Dalam segelas cokelat panas dan whipped krim umumnya mengandung banyak gula dan lemak yang tidak sehat.

    2. Cookies dan kue manis

    Cookies dan kue manis selalu menjadi camilan yang pas di saat udara dingin. Sayangnya, camilan tersebut umumnya tinggi gula dan lemak tidak sehat.

    Jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Karenanya batasi asupan camilan ini agar tidak mengganggu program diet

    Sebagai alternatif, kamu bisa memilih kue yang lebih sehat dengan adonan yang terbuat dari gandum utuh, pemanis alami seperti madu atau kurma.

    3. Sup krim

    Resep Sup Krim Bawang PutihSaat musim hujan, enaknya menghangatkan tubuh dengan mengonsumsi sup krim panas Foto: Dok. @foodwithliz

    Saat musim hujan, enaknya menghangatkan tubuh dengan mengonsumsi sup krim panas. Namun ternyata, sup krim juga bisa menyebabkan berat badan bertambah.

    Pasalnya sup krim dibuat dengan campuran krim, mentega, dan kandungan natrium yang tinggi, sehingga berpotensi menyebabkan penambahn berat badan.

    Pilihlah sup yang lebih ringan, seperti sup sayuran dengan kuah kaldu. Kamu bisa menggunakan kaldu yang rendah lemak atau mengganti krim dengan yogurt Yunani untuk mengurangi kandungan kalori.

    4. Gorengan

    Gorengan selalu menggoda setiap waktu, termasuk saat musim hujan. Namun, hindari camilan ini karena bisa mengganggu proses diet.

    Gorengan tinggi kalori dan lemak tidak sehat. Mengonsumsinya secara berlebihan bisa menyebabkan penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.

    Alih-alih gorengan, kamu bisa memiliki camilan yang dipanggang atau direbus. Atau konsumsi buah-buahan dan sayuran agar lebih sehat.

    5. Pasta

    Restoran Italia Ini Hapus Menu Pasta Carbonara Gegara Permintaan PengunjungPasta identik dengan penambahan krim, mentega, dan keju Foto: Site News

    Pasta identik dengan penambahan krim, mentega, dan keju. Bahan-bahan tersebut sangat padat dengan kalori, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

    Sebagai alternatif, kamu bisa memilih camilan yang lebih sehat dengan menambahkan asupan protein tanpa lemak. Misalnya menambahkan polong-polongan atau sayuran.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kol Goreng Pelengkap Pecel Ayam Bisa Sebabkan Kanker, Ini Alasannya


    Jakarta

    Makan pecel ayam tak lengkap tanpa sambal dan kol goreng. Ternyata sering konsumsi kol goreng berbahaya untuk kesehatan, bisa memicu kanker bisa menyebabkan kanker.

    Selain lalapan segar dan sambal, kini pecel ayam populer dengan pelengkap kol goreng. Biasanya, lalapan segarnya terdiri dari timun, daun kemangi, selada, dan kol yang disajikan segar.

    Namun kini, banyak penjual pecel ayam yang menyajikan kol tersebut dengan cara digoreng. Kol segar dipotong kasar lalu digoreng dalam minyak panas dan banyak. Tak disangka, banyak disukai orang karena rasanya gurih enak.


    Sayangnya, di balik kelezatannya, kol goreng ternyata berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika sering dikonsumsi. Hal tersebut diungkap oleh seorang dokter lewat video TikTok @dr1share (06/01/24).

    Kol gorengKol goreng bisa menyebabkan kanker. Foto: Istimewa

    “Siapa yang suka makan ayam goreng pakai kol goreng? Kol goreng hangus ini, mulai sekarang jangan makan lagi. Itu bisa menyebabkan kanker,” tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa saat menggoreng kol terjadi reaksi kimia. Dikutip dari World of Buzz (07/01/24) reaksi tersebut dikenal dengan sebutan reaksi Maillard.

    Menurut dokter tersebut, reaksi Maillard dapat menghasilkan senyawa yang dikenal sebagai Akrilamida, atau karsinogen yang dikaitkan dengan risiko kanker.

    “Makan kol goreng ini bisa membuat kita terpapar Akrilamida, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker lebih tinggi,” ujarnya lebih lanjut.

    Pedas Mantap! 20 Pecel Lele & Ayam Rp 20 Ribuan Ada di SiniKol yang digoreng berbahaya dikonsumsi karena meningkatkan kandungan lemak trans. Foto: Istimewa

    Ia juga mengatakan bahwa ini masih bersifat karsinogenik, sehingga diperlukan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi teori ini. Namun, harus tetap waspada.

    Hal ini pernah dibahas oleh ahli gizi Mochammad Rizal dari Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA) dalam artikel detikHealth (06/07).

    Ia menjelaskan bahwa sejauh ini belum menemukan referensi kol goreng yang dikaitkan dengan senyawa amina heterosiklik. Bisa jadi, senyawa itu dihasilkan dari alat masak.

    “Ada kemungkinan senyawa tersebut diperoleh dari kerak panci atau wajan, bukan pada sayurannya,” tutur Mochammad Rizal.

    Meski begitu, ia juga menuturkan bahwa kol goreng memang tidak baik dikonsumsi setiap hari. Kol goreng yang diolah dengan banyak minyak mengandung lemak yang tinggi.

    “Lemak trans itu berisiko buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kalau ingin menggoreng makanan, sebaiknya gunakan sedikit minyak,” tutupnya.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Camilan Diet Terbaik agar Berat Badan Cepat Turun


    Jakarta

    Inflamasi atau peradangan bisa mengganggu diet. Untuk menghindarinya, coba konsumsi 7 camilan diet antiinflamasi yang disarankan ahli gizi berikut ini.

    Kepada Eat This, Not That! (10/1/2024), ahli gizi Destini Moody mengatakan saat diet penting mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya makanan bersifat antiinflamasi agar berat badan turun lebih cepat.

    Kondisi inflamasi atau peradangan memang perlu dihindari karena menyulitkan proses penurunan berat badan. Inflamasi juga bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga arthritis.


    Kalau lagi diet dan mau pilih camilan sehat, coba rutin konsumsi 7 camilan yang bersifat antiinflamasi ini:

    1. Rumput laut

    Menurut studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, kandungan asam lemak dalam rumput laut bantu mengurangi peradangan. Sebab rumput laut mengandung vitamin A, C, dan E.

    Rumput laut juga tergolong rendah kalori dengan kandungan 20-25 kkal per porsi. Banyak produk snack rumput laut kini dijual di pasaran. Pastikan pilih yang tidak mengandung perasa tambahan agar lebih sehat.

    2. Popcorn

    Cara Membuat PopcornFoto: Getty Images/iStockphoto

    Kabar baik untuk pencinta popcorn karena camilan favoritnya rendah kalori dan merupakan bijian utuh yang bagus melawan peradangan. Supaya manfaatnya maksimal, popcorn bisa dibumbui bubuk kunyit atau cabai.

    Pilih popcorn yang hanya mengandung sedikit garam dan tidak ditambahkan mentega, pewarna, atau perasa buatan agar tidak memicu inflamasi. Satu cup popcorn biasanya mengandung tak lebih dari 30 kalori sehingga menguntungkan untuk diet.

    3. Baby carrot

    Kalau mau ngemil sehat yang renyah segar, kamu bisa pilih baby carrot. Warna oranye-nya berasal dari kandungan beta-carotene, antioksidan yang berperang mengurangi inflamasi.

    Moody mengatakan beta carotene juga membuat penglihatan sehat dan imunitas tubuh meningkat. Mengonsumsinya tak akan bikin asupan kalori melonjak karena 1 cup-nya hanya mengandung 50 kalori.

    4. Dark chocolate

    Chocolate background. Many pieces of chocolate, candies, cookies, biscuits, cakes and other sweets. Milk chocolate and dark chocolate. coconut candyFoto: iStock

    Saat ingin ngemil yang manis, kamu bisa memilih dark chocolate. Cokelat ini kaya antioksidan polifenol yang bersifat antiinflamasi. Pilihan terbaik adalah cokelat dengan kandungan minimal 60% kakao.

    Menurut studi yang diterbitkan dalam Food Science, dark chocolate juga mengandung flavonoid yang melawan inflamasi sekaligus membantu penurunan berat badan yang sehat.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Smoothie sayuran

    Camilan sehat yang bersifat antiinflamasi juga termasuk smoothies sayur yang terbuat dari wortel dan mentimun atau kale dengan bayam. Membuatnya tergolong mudah dan simpel.

    Smoothie sayur rendah kalori, tapi tinggi serat. Meminumnya dapat menimbulkan sensasi kenyang yang lebih lama sehingga keinginan makan berlebih bisa dihindari. Kalau mau lebih enak, smoothie ini juga bisa ditambahkan blueberry.

    6. Protein shake

    protein shakeFoto: iStock

    Protein shake menjadi pilihan camilan berupa minuman lainnya. Minum protein shake membuat berat badan turun lebih cepat sekaligus mengurangi inflamasi.

    Pilih bubuk protein shake yang berkualitas lalu campurkan dengan susu almond atau air. Moody mengatakan protein shake mengandung 100-150 kalori saja dengan protein mencapai 20-25 gram per sajian.

    7. Puding chia seed

    Belakangan chia seed populer di kalangan pelaku hidup sehat. Bijian sehat ini kaya asam lemak omega 3 dan serat yang bisa menciptakan rasa kenyang sekaligus memunculkan respon inflamasi sehat.

    Moody mengatakan chia seed bisa dibuat jadi camilan sehat berupa puding chia seed. Camilan ini cocok dikonsumsi di antara waktu sarapan hingga makan siang.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Camilan Diet Terbaik agar Berat Badan Cepat Turun


    Jakarta

    Inflamasi atau peradangan bisa mengganggu diet. Untuk menghindarinya, coba konsumsi 7 camilan diet antiinflamasi yang disarankan ahli gizi berikut ini.

    Kepada Eat This, Not That! (10/1/2024), ahli gizi Destini Moody mengatakan saat diet penting mengonsumsi makanan sehat. Salah satunya makanan bersifat antiinflamasi agar berat badan turun lebih cepat.

    Kondisi inflamasi atau peradangan memang perlu dihindari karena menyulitkan proses penurunan berat badan. Inflamasi juga bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga arthritis.


    Kalau lagi diet dan mau pilih camilan sehat, coba rutin konsumsi 7 camilan yang bersifat antiinflamasi ini:

    1. Rumput laut

    Menurut studi yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, kandungan asam lemak dalam rumput laut bantu mengurangi peradangan. Sebab rumput laut mengandung vitamin A, C, dan E.

    Rumput laut juga tergolong rendah kalori dengan kandungan 20-25 kkal per porsi. Banyak produk snack rumput laut kini dijual di pasaran. Pastikan pilih yang tidak mengandung perasa tambahan agar lebih sehat.

    2. Popcorn

    Cara Membuat PopcornFoto: Getty Images/iStockphoto

    Kabar baik untuk pencinta popcorn karena camilan favoritnya rendah kalori dan merupakan bijian utuh yang bagus melawan peradangan. Supaya manfaatnya maksimal, popcorn bisa dibumbui bubuk kunyit atau cabai.

    Pilih popcorn yang hanya mengandung sedikit garam dan tidak ditambahkan mentega, pewarna, atau perasa buatan agar tidak memicu inflamasi. Satu cup popcorn biasanya mengandung tak lebih dari 30 kalori sehingga menguntungkan untuk diet.

    3. Baby carrot

    Kalau mau ngemil sehat yang renyah segar, kamu bisa pilih baby carrot. Warna oranye-nya berasal dari kandungan beta-carotene, antioksidan yang berperang mengurangi inflamasi.

    Moody mengatakan beta carotene juga membuat penglihatan sehat dan imunitas tubuh meningkat. Mengonsumsinya tak akan bikin asupan kalori melonjak karena 1 cup-nya hanya mengandung 50 kalori.

    4. Dark chocolate

    Chocolate background. Many pieces of chocolate, candies, cookies, biscuits, cakes and other sweets. Milk chocolate and dark chocolate. coconut candyFoto: iStock

    Saat ingin ngemil yang manis, kamu bisa memilih dark chocolate. Cokelat ini kaya antioksidan polifenol yang bersifat antiinflamasi. Pilihan terbaik adalah cokelat dengan kandungan minimal 60% kakao.

    Menurut studi yang diterbitkan dalam Food Science, dark chocolate juga mengandung flavonoid yang melawan inflamasi sekaligus membantu penurunan berat badan yang sehat.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Smoothie sayuran

    Camilan sehat yang bersifat antiinflamasi juga termasuk smoothies sayur yang terbuat dari wortel dan mentimun atau kale dengan bayam. Membuatnya tergolong mudah dan simpel.

    Smoothie sayur rendah kalori, tapi tinggi serat. Meminumnya dapat menimbulkan sensasi kenyang yang lebih lama sehingga keinginan makan berlebih bisa dihindari. Kalau mau lebih enak, smoothie ini juga bisa ditambahkan blueberry.

    6. Protein shake

    protein shakeFoto: iStock

    Protein shake menjadi pilihan camilan berupa minuman lainnya. Minum protein shake membuat berat badan turun lebih cepat sekaligus mengurangi inflamasi.

    Pilih bubuk protein shake yang berkualitas lalu campurkan dengan susu almond atau air. Moody mengatakan protein shake mengandung 100-150 kalori saja dengan protein mencapai 20-25 gram per sajian.

    7. Puding chia seed

    Belakangan chia seed populer di kalangan pelaku hidup sehat. Bijian sehat ini kaya asam lemak omega 3 dan serat yang bisa menciptakan rasa kenyang sekaligus memunculkan respon inflamasi sehat.

    Moody mengatakan chia seed bisa dibuat jadi camilan sehat berupa puding chia seed. Camilan ini cocok dikonsumsi di antara waktu sarapan hingga makan siang.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Banyak Makan Daging Merah Picu Kanker Pankreas? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Selama ini konsumsi daging merah yang terlalu banyak dikaitkan dengan risiko kanker pankreas. Benarkah hal ini? Seperti apa menurut ahli kesehatan?

    Daging merah merupakan bahan makanan hewani yang populer di dunia. Daging merah banyak diolah menjadi santapan enak, termasuk steak yang populer.

    Namun konsumsi daging merah yang terlalu banyak sejak dulu dikaitkan dengan risiko kesehatan. Salah satunya disebut memicu munculnya kanker pankreas.


    Dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fachrial Syam mengatakan makanan tinggi lemak, seperti daging merah menyebabkan organ tubuh harus ekstra bekerja untuk mencernanya, termasuk pankreas.

    Tips memaksimalkan zat besi daging sapiKonsumsi daging merah seperti daging sapi perlu dibatasi menurut ahli kesehatan. Foto: Getty Images/grandriver

    “Secara logika, makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh lebih berat. Termasuk pankreas,” kata Ari dalam diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (6/1).

    Saat organ bekerja keras, masalah lama-lama bisa muncul. Saat daging berlemak sulit dicerna, muncul peradangan yang berakhir menjadi polip.

    “Kalau sudah menjadi polip, tinggal tunggu lemak-lemak tadi berubah jadi kanker di pankreas,” katanya.

    Untuk itu, Ari menyarankan untuk membatasi konsumsi daging merah berlemak. Kebutuhan protein kata dia bisa dipenuhi dengan mengonsumsi unggas, tempe dan tahu, atau ikan.

    “Bisa ganti dengan ayam atau ikan. Semua makanan ini lebih sehat,” katanya.

    Daging sapiKonsumsi daging merah bisa membuat organ tubuh bekerja lebih keras. Foto: iStock

    Dia juga menyarankan agar anak muda lebih aktif bergerak. Sebab gaya hidup ‘kaum rebahan’ sama berbahayanya dengan konsumsi daging merah.

    “Jadi lebih aktif dan sebaiknya rutin melakukan tes kesehatan. Bagusnya itu setahun dua kali tapi satu tahun sekali juga tidak apa-apa,” katanya.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Kebanyakan Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Banyak Makan Daging Merah Picu Kanker Pankreas? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Selama ini konsumsi daging merah yang terlalu banyak dikaitkan dengan risiko kanker pankreas. Benarkah hal ini? Seperti apa menurut ahli kesehatan?

    Daging merah merupakan bahan makanan hewani yang populer di dunia. Daging merah banyak diolah menjadi santapan enak, termasuk steak yang populer.

    Namun konsumsi daging merah yang terlalu banyak sejak dulu dikaitkan dengan risiko kesehatan. Salah satunya disebut memicu munculnya kanker pankreas.


    Dokter spesialis penyakit dalam yang juga merupakan Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fachrial Syam mengatakan makanan tinggi lemak, seperti daging merah menyebabkan organ tubuh harus ekstra bekerja untuk mencernanya, termasuk pankreas.

    Tips memaksimalkan zat besi daging sapiKonsumsi daging merah seperti daging sapi perlu dibatasi menurut ahli kesehatan. Foto: Getty Images/grandriver

    “Secara logika, makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh lebih berat. Termasuk pankreas,” kata Ari dalam diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (6/1).

    Saat organ bekerja keras, masalah lama-lama bisa muncul. Saat daging berlemak sulit dicerna, muncul peradangan yang berakhir menjadi polip.

    “Kalau sudah menjadi polip, tinggal tunggu lemak-lemak tadi berubah jadi kanker di pankreas,” katanya.

    Untuk itu, Ari menyarankan untuk membatasi konsumsi daging merah berlemak. Kebutuhan protein kata dia bisa dipenuhi dengan mengonsumsi unggas, tempe dan tahu, atau ikan.

    “Bisa ganti dengan ayam atau ikan. Semua makanan ini lebih sehat,” katanya.

    Daging sapiKonsumsi daging merah bisa membuat organ tubuh bekerja lebih keras. Foto: iStock

    Dia juga menyarankan agar anak muda lebih aktif bergerak. Sebab gaya hidup ‘kaum rebahan’ sama berbahayanya dengan konsumsi daging merah.

    “Jadi lebih aktif dan sebaiknya rutin melakukan tes kesehatan. Bagusnya itu setahun dua kali tapi satu tahun sekali juga tidak apa-apa,” katanya.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul Kebanyakan Makan Daging Merah Tingkatkan Risiko Kanker Pankreas

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tidur Siang Setelah Minum Kopi Bikin Tubuh Lebih Berenergi


    Jakarta

    Tidur siang sejenak usai minum kopi rupanya bisa memberikan manfaat kesehatan. Ketika bangun, tubuh akan terasa lebih bugar. Ini penjelasannya!

    Kafein dan kualitas tidur seringkali tidak berjalan seiringan. Kafein disebut-sebut dapat menghilangkan kantuk hingga membuat seorang terjaga di malam hari.

    Namun, itu tidak selamanya benar. Khususnya pada siang hari, tidur setelah minum kopi justru membuat tubuh lebih berenergi. Hal tersebut dikenal dengan istilah ‘Coffee nap’.


    Dikutip dari Toms Guide (12/02/24) banyak dokter hingga atlet yang kerap melakukan coffee nap. Bahkan memang disarankan untuk menyegarkan tubuh.

    Berikut fakta soal manfaat tidur siang usai minum kopi:

    1. Penjelasan dokter

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopiminum kopi sebelum tidur siang membantu kamu bangun dengan keadaan tubuh yang segar dan lebih berenergi. Foto: Ilustrasi iStock

    Istilah coffee nap tengah viral di TikTok. Berawal dari ahli anestesi di UCLA Health, Dr. Myro Figura, MD mengunggah manfaat coffee nap lewat TikTok.

    Menurutnya, minum kopi sebelum tidur siang membantu kamu bangun dengan keadaan tubuh yang segar dan lebih berenergi. Videonya bahkan telah ditonton 68 ribu kali.

    “Saya seorang dokter dan saya melakukan shift 24 jam seminggu sekali. Ini adalah trik yang saya terapkan untuk membantu saya melewatinya,” tutur Dr. Myro.

    Dr. Myro menjelaskan bahwa saat minum kopi dibutuhkan waktu sekitar 20 menit hingga efek kopinya terasa. Selama waktu itulah, kamu disarankan untuk tidur siang.

    2. Telah diteliti

    Sebuah penelitian juga telah menunjukkan manfaat dari minum kopi dan tidur siang. Manfaatnya bisa membuat tubuh lebih segar dibandingkan tidur siang tanpa kopi.

    Studi tersebut telah mengeksplorasi hubungan antara tidur siang, kafein, dan pekerja shift malam. Namun, bukan suatu masalah juga jika kamu tidak bisa tidur siang.

    Menurut Dr. Figura, kamu tetap bisa mendapatkan energi dari menggabungkan kafein dan beristirahat. “Yang penting, kamu beristirahat sejenak dari kegiatan,” tuturnya.

    3. Penjelasan ilmiah

    minum kopiAda alasan ilmiah di balik kaitan minum kopi dan tidur siang. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    Ada alasan ilmiah di balik kaitan minum kopi dan tidur siang. Saat adenosin atau zat kimia dalam tubuh penyebab kantuk menumpuk, maka tubuh akan merasa lelah.

    Namun, ketika tidur, kadar adenosin tersebut akan turun. Penurunan alami adenosin yang dikombinasikan dengan efek peningkatan energi dari kafein.

    Kondisi itulah yang akan membuat tubuh menjadi segar setelah tidur siang dan minum kopi. “Kafein adalah penghambat reseptor adenosin,” tutur Dr. Figura.

    Jadi, meskipun ada adenosin tidak akan membuat tubuh merasa lelah, karena kafein menghalangi reseptor tersebut. Dengan tidur, maka akan mengurangi jumlah adenosin.

    4. Cara melakukan coffee nap

    Psikolog sekaligus ahli saraf Dr. Lindsay Browning mengungkap cara tepat untuk melakukan coffee nap yang sempurna. Disarankan untuk tidur siang 20 menit setelah minum kopi.

    “Minumlah kopi, lalu tidur siang selama 20 menit. Efek kopi tidak langsung terasa, sehingga kamu masih bisa langsung tidur setelah minum kopi,” tuturnya.

    Ketika bangun tidur, kafein sudah mulai bereaksi di sistem tubuh sehingga kamu akan terasa lebih segar setelahnya. Menurut Dr. Browning, 20 menit untuk tidur usai minum kopi adalah waktu yang cukup.

    “Pastikan kamu segera berhenti minum kopi ketika efek penambahan energi dari kafeinnya mulai terasa,” tutup Dr. Browning.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com