Jakarta –
Makan pisang ada waktu idealnya jika ingin dapat manfaat untuk jaga kesehatan jantung. Peneliti Inggris mengungkap inilah jam terbaik makan pisang untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Pisang populer jadi menu sarapan maupun camilan sehat. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat pisang jadi favorit anak-anak hingga orang tua.
Belum lagi nutrisi pisang yang bermanfaat banyak untuk kesehatan tubuh. Mulai dari mendorong energi dengan cepat hingga menyehatkan pencernaan karena kandungan serat dan probiotiknya.
Selain itu, pisang juga bermanfaat menjaga kesehatan jantung. Namun ada waktu ideal untuk menyantap buah tropis ini jika ingin mendapatkan manfaat maksimalnya.
Dikutip dari Times of India (14/9/2025), British Heart Foundation menyarankan pukul 11 siang sebagai waktu terbaik makan pisang. Buah ini bisa dijadikan camilan di antara waktu sarapan dan makan siang.
Makan pisang pukul 11 siang dikaitkan dengan manfaat menstabilkan kadar gula darah dan memberikan pelepasan energi yang stabil, alih-alih lonjakan energi yang cepat.
Makan pisang idealnya pukul 11 siang untuk jaga kesehatan jantung. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2 |
Kandungan serat alami dan zat gizi pada pisang juga bantu seseorang tak kelaparan jelang makan siang. Jadi, ketika waktu makan siang tiba, seseorang tak berakhir makan terlalu banyak.
Terkait manfaat hebat konsumsi pisang untuk kesehatan jantung, ini karena kandungan potassium pada pisang. Potassium bantu menyeimbangkan kadar sodium dalam tubuh, membuat pembuluh darah rileks, dan mengurangi beban pada sistem kardiovaskular.
Pola makan tinggi potassium juga terbukti menurunkan risiko hipertensi dan stroke. Pisang pun jadi buah ideal untuk menjaga kesehatan jantung secara umum.
Serat larut pada pisang punya fungsi yang tak kalah penting yaitu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Ini karena serat bersifat mengikat kolesterol dalam sistem pencernaan.
Menjaga kadar kolesterol sehat diketahui kunci penting untuk menjaga kesehatan jantung. Perannya adalah menurunkan risiko penumpukan plak di arteri, aterosklerosis, serangan jantung, dan stroke.
(adr/adr)
5 Makanan Sehat untuk Wanita di Atas 50 Tahun, Ini Daftarnya!
Jakarta –
Ada beberapa makanan dan buah-buahan yang direkomendasikan bagi wanita yang sudah berusia 50 tahun ke atas. Makanan-makanan ini bisa meningkatkan kesehatan.
Memasuki usia 50 tahun, banyak perempuan mulai menghadapi fase menuju atau sudah berada dalam masa menopause. Perubahan ini sering diiringi masalah pencernaan, rasa panas mendadak (hot flashes), hingga melemahnya tulang dan otot.
Kondisi tersebut juga kerap memicu peradangan kronis dalam tubuh. Oleh karena itu, menjaga pola makan menjadi salah satu kunci penting untuk menyehatkan tubuh dan otak di masa ini.
Dilansir dari Eating Well (29/08/2025), ahli gizi merekomendasikan lima jenis makanan kaya antioksidan, serat, kalsium, lemak sehat, serta protein yang dapat membantu mengurangi peradangan sekaligus melindungi kesehatan.
Berikut daftarnya:
1. Buah Beri
Buah beri. Foto: Getty Images/Dziuba Volodymyr |
Blueberry, blackberry, stroberi, dan raspberry adalah sumber antioksidan tinggi yang mampu melawan peradangan serta mendukung proses penuaan sehat.
“Saya merekomendasikan buah beri karena mudah ditambahkan ke makanan yang sudah biasa dikonsumsi, seperti yogurt di pagi hari atau camilan sore,” ujar ahli gizi Zariel Grullón, RDN, CDN.
Buah beri juga bagian penting dari pola makan MIND diet, sebuah pola makan yang dirancang untuk membantu mencegah demensia dan penurunan fungsi kognitif. Mengingat dua dari tiga orang berusia di atas 50 tahun mengalami penurunan daya ingat, konsumsi makanan yang mendukung kesehatan otak sangatlah berharga.
2. Biji-bijian
Biji-bijian mengandung peptida, polifenol, dan saponin yang memiliki sifat anti-inflamasi. “Mengonsumsi beragam jenis kacang-kacangan membuat tubuh lebih lama merasa kenyang sekaligus membantu melawan peradangan berlebih,” ungkap Grullón.
Selain itu, biji-bijian kaya akan serat yang baik untuk kesehatan usus, terutama membantu mengatasi masalah pencernaan terkait menopause. Satu cangkir kacang hitam yang termasuk biji-bijian saja sudah memenuhi sekitar setengah kebutuhan serat harian.
Biji-bijian juga merupakan sumber protein nabati yang bermanfaat mencegah kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.
“Seperti halnya buah beri, kacang dan biji-bijian mudah ditambahkan dalam menu harian, entah sebagai lauk di pagi hari, sup, atau salad padat untuk makan siang,” tambah Grullón.
3. Sayuran Hijau
sayur bening bayam campur wortel Foto: Getty Images/Tyas Indayanti |
Bayam, kale, selada air, hingga bok choy kaya akan vitamin A, C, E, K, serta polifenol yang mampu menekan peradangan dan mengurangi stres oksidatif.
“Beberapa sayuran hijau berdaun juga mengandung senyawa nabati seperti sulforaphane dan indole-3-carbinol yang menghambat jalur peradangan dalam tubuh,” jelas ahli gizi Seema Shah, M.P.H., M.S., RD.
Sayuran hijau ini juga menjadi sumber serat yang mendukung sistem imun, mengontrol gula darah, dan menurunkan proses inflamasi. Pada masa menopause, penurunan kadar estrogen sering merusak kesehatan tulang. Itu sebabnya, konsumsi kalsium menjadi sangat penting.
“Sayuran hijau gelap kaya akan kalsium, magnesium, dan kalium yang membantu menjaga kepadatan tulang,” ujar Shah.
Bila bosan menyantap sayuran sebagai salad, ahli gizi Jamie Baham, M.S., RDN, LD, menyarankan untuk mencoba smoothie berbahan dasar buah yang dipadukan dengan sayuran hijau.
4. Salmon
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang terkenal dengan khasiat anti-inflamasi.
“Mengonsumsi satu hingga dua porsi ikan berlemak per minggu dapat mendukung kesehatan jantung, mengurangi kaku sendi akibat artritis, dan menjaga fungsi otak. Bagi perempuan usia 50 tahun ke atas, salmon juga menjadi sumber protein berkualitas tinggi serta vitamin D yang penting untuk otot dan tulang,” kata ahli gizi Lizzie O’Connor, M.S., RD.
Baham menambahkan salah satu cara lezat menyantap salmon adalah dengan membuat poke bowl buatan sendiri.
“Saya suka membuat hidangan poke bowl dengan salmon, nasi cokelat, alpukat, timun, dan sedikit saus kedelai. Rasanya seperti sushi dalam mangkuk dan sudah menjadi menu favorit di rumah,” ujarnya.
5. Kacang-Kacangan
kacang almond. Foto: iStock |
Segenggam kacang bisa menjadi camilan praktis yang kaya antioksidan dan nutrisi penunjang jantung, seperti selenium, magnesium, lemak tak jenuh, polifenol, hingga serat. Konsumsi kacang juga terbukti menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Kacang seperti almond dan walnut dikenal efektif mengurangi peradangan, sementara kacang Brazil dapat membantu melawan stres oksidatif. Bagi yang tidak mengonsumsi ikan, kenari sangat disarankan karena mengandung omega-3 nabati yang bermanfaat melawan peradangan.
6. Tips untuk Penuaan yang Sehat
Selain mengatur pola makan, ada beberapa kebiasaan penting lain yang sebaiknya dijaga. Salah satunya tetap rutin melakukan olahraga kardio, latihan kekuatan, keseimbangan, dan peregangan.
Kemudian menjaga kualitas tidur, karena tidur yang baik berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit dan menjaga fungsi fisik maupun mental. Selain itu setiap orang wajib rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, untuk mendeteksi dini serta mengendalikan penyakit yang mungkin muncul.
(sob/dfl)
Hati-hati! Sering Minum Soda Bisa Memicu Kerontokan Rambut
Jakarta –
Populer digemari berbagai kalangan, minuman bersoda rupanya memiliki efek samping untuk kesehatan. Terutama bagi kesehatan rambut.
Minuman bersoda yang sehari-hari dinikmati jutaan orang kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi soda dan minuman berkarbonasi secara rutin dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Nutrition and Health oleh tim peneliti asal Portugal.
Dilansir dari Irish Star (27/08/2025), para peneliti menekankan bahwa pola makan dan asupan gizi memiliki peran penting terhadap kesehatan rambut. Vitamin D dan zat besi, misalnya, diketahui bermanfaat dalam menjaga kekuatan folikel rambut. Sementara alkohol dan minuman ringan justru tak disarankan.
Walau belum terbukti bahwa minuman soda secara langsung dapat menyebabkan rambut rontok, penelitian ini menemukan adanya keterkaitan antara konsumsi soda dengan kekurangan vitamin D.
Minuman bersoda. Foto: Istimewa |
Soda, khususnya jenis kola seperti Coke atau Pepsi, mengandung asam fosfat yang dapat mengganggu metabolisme kalsium dan menurunkan kadar vitamin D. Selain itu kadar kafein yang tinggi dalam minuman ini berpotensi meningkatkan hormon kortisol, yang memicu stres.
Ditambah lagi kandungan gula berlebih pada soda dikaitkan dengan risiko gangguan peredaran darah dan peradangan, dua faktor yang dapat melemahkan folikel rambut dan memperparah kerontokan.
Penelitian sebelumnya juga pernah menyinggung hal serupa. Pada 2023, tim ilmuwan di China menemukan bahwa pria muda yang mengonsumsi minuman manis setiap hari memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami kebotakan dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.
Rambut rontok. Foto: Getty Images/Totojang |
Riset lain bahkan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari 3.500 mililiter soda per minggu atau setara dengan sekitar 11 kaleng lebih rentan mengalami kerontokan, terutama pada pria. Selain meningkatkan risiko kebotakan, minuman bersoda juga disebut berdampak buruk terhadap kepadatan, pertumbuhan, ketebalan dan kilau rambut.
Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa kerontokan rambut tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja. Kebotakan berpola pada pria misalnya, bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, kondisi medis tertentu atau proses penuaan alami.
Namun mengurangi konsumsi minuman bersoda dinilai bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan rambut, sekaligus mencegah berbagai masalah kesehatan lain.
(sob/dfl)
Suka Makan Mie Instan? Ketahui Dulu 3 Fakta Penting Ini dari Pakar
Jakarta –
Mie instan merupakan makanan favorit sejuta umat. Namun di masyarakat beredar luas anggapan kalau konsumsi mie instan berbahaya untuk kesehatan. Benarkah?
Mie instan merupakan sebuah terobosan dalam teknologi pangan. Hadirnya mie instan dianggap sebagai pilihan ideal, karena awet, praktis penyajiannya, dan lezat rasanya.
Sebagian besar mie instan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak (deep frying). Hanya 3-4% mie instan yang dikeringkan dengan menggunakan air drying.
Karena proses pembuatannya tersebut, mie instan kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang menduga bahwa mie instan mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk kesehatan.
Lantas benarkah hal ini? Dikutip dari Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mie Instan milik F.G Winarno, berikut fakta yang dibeberkan ‘Bapak Teknologi Pangan’ Indonesia tersebut:
1. Benarkah mie instan mengandung bahan kimia?
Mie instan identik dengan mienya yang berwarna kekuningan. Warna tersebut dihasilkan dari pemberian senyawa kalium karbonat ke dalam terigu.
Selain memberi warna kuning, senyawa tersebut juga membuat tekstur mie menjadi kenyal. Tanpa adanya bahan kimia tersebut, mie akan terasa lebih lunak dan mudah hancur.
Dari segi gizi, kadar kalium yang terdapat dalam mie instan diperlukan dalam tubuh. Itu dapat membantu mempertahankan tekanan darah yang baik. Adanya garam kalium karbonat tidak akan mengganggu kesehatan.
2. Apa kandungan bumbu mie instan?
Setiap kemasan mie instan selalu dilengkapi dengan bumbunya, ada yang berupa bubuk hingga minyak aroma. Dalam bumbu tersebut ada garam dapur.
Jika dihitung berdasarkan berat seluruh mie instan, kandungan garamnya ada sekitar 2-3%. Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, mie instan bukanlah makanan yang dianjurkan.
Flavor yang terdapat pada kantong bumbu juga mengandung zat pewarna makanan. Ini untuk membuat kaldu atau kuah mie instan menjadi lebih menarik.
Dalam produk ini juga ditemukan kandungan MSG (Monosodium Glutamat). Meskipun MSG kerap dipandang sebelah mata, tetapi penggunaan MSG telah diizinkan oleh Codex.
3. Berapa banyak boleh makan mie instan?
Perlu ditekankan bahwa mie instan bukan jenis makanan yang mampu memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Karenanya, konsumen tidak dianjurkan mengonsumsi mie instan berlebihan.
Makan mie instan sewaktu-waktu tidak akan membahayakan. Jika ingin menambah nilai gizi, kamu bisa mencampurkan telur rebus dan sayuran segar ke dalamnya.
Atau jika kamu khawatir dengan penggunaan bumbu mie instan, kamu bisa mengurangi porsi bumbunya. Atau bahkan jangan digunakan dan diganti dengan bumbu homemade sesuai selera.
(adr/adr)
Waspada! Kebiasaan Telat Sarapan Bisa Picu Risiko Kematian Dini
Jakarta –
Sebuah studi terbaru menemukan adanya kaitan antara waktu sarapan, dengan risiko kematian dini pada orang lanjut usia.
Sarapan dipercaya sebagai waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Selain untuk menambah energi, sarapan bisa membuat tubuh lebih segar, tidak gampang mengantuk sampai membuat orang lebih fokus.
Selain itu banyak juga manfaat kesehatan dari sarapan, seperti penelitian yang menyorot kaitan antara waktu sarapan dan risiko kematian dini.
Dilansir dari Unilad (19/09/2025), penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh tim peneliti internasional ini menyoroti bahwa semakin siang seseorang sarapan, semakin tinggi pula risiko kesehatannya di masa tua.
Pola sarapan. Foto: iStock |
Temuan ini memang tidak serta-merta menunjukkan efek jika sarapan di siang hari akan memperpendek usia, namun data yang dihimpun selama beberapa dekade menunjukkan adanya pola yang konsisten.
Data penelitian berasal dari hampir 3.000 orang dewasa di Newcastle dan Manchester, Inggris, yang diamati sejak 1983 hingga 2017. Dengan rentang usia peserta dari 42 hingga 94 tahun. Ketika semua peserta bergabung, mereka diminta mengisi kuesioner mengenai kesehatan, gaya hidup serta pola makan.
Hasilnya menunjukkan seiring bertambahnya usia, orang akan cenderung makan lebih siang atau telat makan. Baik saat sarapan maupun makan malam. Pergeseran waktu makan tersebut ternyata berkaitan dengan menurunnya kondisi fisik dan mental.
Peneliti menemukan, semakin siang seseorang makan pertama kali di hari itu maka akan meningkatkan risiko kematian selama periode studi sebesar 8% hingga 11%. Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hubungan ini tidak serta-merta berarti sebab-akibat.
Sarapan. Foto: Getty Images/iStockphoto/DimaSobko |
Kebiasaan makan lebih siang bisa menjadi cerminan adanya gangguan kesehatan, seperti sulit bangun, menurunnya nafsu makan, atau kondisi mental yang membuat persiapan seseorang untuk makan terasa lebih berat.
Ahli gizi dari Harvard Medical School, Hassan Dashti, yang terlibat dalam studi ini menjelaskan bahwa waktu sarapan bisa menjadi indikator sederhana status kesehatan seseorang terutama pada kelompok lansia.
Menurutnya penelitian ini membantu memahami bagaimana pergeseran waktu makan seiring bertambahnya usia terkait erat dengan kesehatan dan harapan hidup.
Dengan demikian, waktu sarapan bukan hanya soal rutinitas, melainkan juga bisa menjadi petunjuk penting untuk memantau kondisi tubuh di usia lanjut.
(sob/dfl)
Ew! 7 Makanan dan Minuman Ini Bikin Karang Gigi Cepat Numpuk
Jakarta –
Makanan dan minuman yang masuk ke mulut bisa menyebabkan masalah potensial pada kesehatan gigi. Jika tidak rutin dibersihkan, bisa menumpuk karang gigi.
Menjaga kebersihan mulut dan gigi sangat penting, tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk estetika. Namun sayangnya masih banyak orang yang abai dengan hal ini.
Misalnya dengan rutin sikat gigi dan rutin menggunakan dental floss atau benang gigi setelah makan dan minum.
Pasalnya ada kandungan pada makanan yang menjadi penyebab pembentukan plak dan berakhir menjadi karang gigi.
Dilansir dari nebuladentalclinic.ca (1/2/24) berikut 7 makanan penyebab pembentuk karang gigi:
1. Makanan manis
Ilustari makan makanan manis. Foto: Getty Images/kitzcorner |
Makan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan karang gigi menumpuk. Makanan yang mengandung gula bisa menyebabkan bakteri di mulut berkembang lebih cepat.
Bakteri tersebut kemudian menghasilkan asam yang merusak enamel gigi dan menciptakan plak. Jika tidak dibersihkan akan mengeras dan membentuk karang gigi.
2. Makanan bertepung
Makanan bertepung dapat memicu pembentukan karang gigi. Hal tersebut karena bakteri di dalam mulut menggunakan karbohidrat dari tepung sebagai makanan untuk menghasilkan asam.
Asam yang dihasilkan tersebut akan mengikis enamel gigi dan menyebabkan plak yang terbentuk lebih cepat. Ketika plak tidak dibersihkan, maka terbentuk karang di permukaan gigi.
3. Minuman alkohol
Minuman alkohol Foto: iStock |
Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi. Kondisi tersebut akan mengurangi produksi air liur. Air liur sangat penting untuk menjaga kesehatan mulut.
Air liur berperan menetralkan asam dan membersihkan partikel makanan yang tersisa. Penurunan produksi air liur akan meningkatkan kerentanan terhadap penumpukan plak.
4. Kopi dan teh
Meskipun kopi dan teh merupakan minuman yang menyegarkan, tetapi ada efek sampingnya. Kopi dan teh mengandung tanin atau senyawa polifenol alami.
Senyawa tersebut dapat meninggalkan noda pada gigi, sehingga membuat gigi tampak kusam dan menguning. Selain itu, tanin juga memicu pembentukan karang gigi.
Sifat asam pada kopi dan teh juga dapat merusak lapisan enamel gigi, yang kemudian mempermudah bakteri menempel pada gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
5. Minuman bersoda
Minuman bersoda dapat menyebabkan karang gigi. Foto: Getty Images/tongpatong |
Minuman bersoda selalu dibarengi dengan rasa manis. Kedua hal tersebut menimbulkan masalah ganda pada gigi.
Minuman bersoda tidak hanya mengandung gula, tetapi juga bersifat asam. Kombinasi gula dan keasaman tersebut menciptakan plak dan melemahkan enamel gigi.
6. Buah kering
Buah kering kerap menjadi camilan praktis dan menyehatkan. Namun buah kering juga bisa menjadi pemicu pembentukan karang gigi.
Biasanya buah kering memiliki tekstur yang lengket. Hal tersebut berpeluang menempel pada gigi, jika tidak dibersihkan dengan baik berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab plak.
7. Buah citrus
Buah jeruk ilustrasi. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN |
Buah citrus, seperti jeruk dan lemon kaya akan vitamin C. Nutrisi tersebut jelas sangat bermanfaat untuk kesehatan. Namun buah citrus juga punya tingkat keasaman yang tinggi.
Hal tersebut yang akan membuat gigi menjadi lebih rentan terhadap penumpukan plak dan pembusukan. Setelah makan buah citrus, sebaiknya berkumur untuk menetralkan keasamannya.
(raf/dfl)
Wasir Bisa Makin Parah Gara-gara 6 Makanan Ini, Nomor 3 Jadi Favorit!
Jakarta –
Keparahan wasir bisa dicegah dengan konsumsi makanan yang tepat. Hindari konsumsi 6 makanan ini berlebihan karena bisa memicu wasir lebih mudah bengkak dan berdarah.
Ambeien atau wasir adalah kondisi saat vena membengkak dan meradang di area rektum dan anus. Kondisi ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak nyaman hingga pendarahan.
Dikutip dari detikHealth (28/8/2022), penderita wasir perlu mengonsumsi makanan tinggi serat agar kondisinya tak semakin parah. Selain itu, GoodRx (18/7/2024) mencatat sejumlah makanan yang perlu dihindari agar wasir tak semakin sulit disembuhkan.
Berikut 6 daftarnya:
1. Makanan berbahan tepung olahan
Makanan berbahan tepung olahan, seperti terigu, patut dihindari penderita wasir karena rendah serat. Asupan serat yang rendah berkaitan dengan pendarahan wasir.
Makanan rendah serat menghasilkan feses keras dan kental sehingga lebih sulit dikeluarkan tanpa mengejan. Mengejan memberi tekanan pada wasir, menyebabkannya membengkak dan berdarah. Jenis makanan berbahan tepung olahan antara lain roti tawar, sereal, biskuit, hingga kerupuk.
2. Produk olahan susu
Produk olahan susu alias dairy product merupakan sumber kalsium, vitamin D, dan protein yang baik, tapi sebenarnya rendah serat. Seperti halnya tepung olahan, konsumsi produk olahan susu juga bisa membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Produk olahan susu yang populer antara lain susu, yogurt, es krim, keju, dan krimer.
3. Makanan pedas
Foto: Reader’s Digest |
Kabar buruk untuk pencinta pedas karena makanan favoritnya bisa memperparah wasir. Sebenarnya tak ada bukti kuat kalau menikmati makanan pedas sesekali dapat memicu kambuhnya wasir. Namun, jika wasir kamu sudah meradang, ada baiknya tetap membatasi konsumsi makanan pedas.
Sebab makanan pedas mengandung capsaicin, yang mungkin tidak sepenuhnya dicerna oleh usus. Saat sisi bumbu pedas keluar dari tubuh melalui feses, maka akan melewati wasir yang bengkak dan dapat memperparah rasa terbakar dan nyeri.
Banyak penderita wasir juga mengalami fisura ani, yaitu robekan kecil di saluran anus. Fisura ani sangat menyakitkan dan menjadi lebih menyakitkan jika sesuatu yang mengiritasi, seperti capsaicin, masuk ke dalamnya.
4. Daging olahan
Daging olahan adalah jenis makanan olahan yang telah dikaitkan dengan risiko kanker, kolesterol, dan penyakit jantung yang lebih tinggi. Konsumsinya juga buruk untuk penderita wasir.
Daging olahan, seperti sosis, bacon, dan smoked beef, tidak mengandung serat. Hal inilah yang bisa memperparah wasir. Begitu juga dengan daging merah, daging ayam, dan seafood yang masih tergolong rendah serat. Penderita wasir disarankan memperbanyak asupan protein nabati karena tinggi serat.
5. Makanan yang digoreng atau berminyak
Makanan yang digoreng atau berminyak seringkali merupakan makanan olahan dan sangat rendah serat. Ini berarti makanan tersebut dapat membuat feses lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Mengejan saat buang air besar dapat meningkatkan risiko terkena wasir dan juga membuatnya lebih mudah kambuh. Jika sedang makan di luar rumah, usahakan tidak makan banyak gorengan. Hindari juga camilan camilan siap saji yang tinggi lemak seperti keripik kentang.
6. Alkohol
Foto: DW (Soft News) |
Tak hanya makanan, konsumsi minuman juga buruk untuk penderita wasir. Jenisnya berupa minuman alkohol yang memperlambat pencernaan di usus. Jadi kemungkinan sembelit bakal lebih tinggi dan wasir semakin parah.
Alkohol juga dapat menyebabkan sembelit karena sifatnya yang membuat kamu dehidrasi. Alkohol menghambat hormon antidiuretik (ADH), sehingga lebih sering buang air kecil saat minum alkohol.
Kondisi dehidrasi ini juga membuat usus besar akan menahan lebih banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang tersebut. Akibatnya, kadar air dalam tinja berkurang hingga membuat tinja lebih keras dan sulit dikeluarkan. Hal ini dapat menyebabkan mengejan dan iritasi wasir.
(adr/adr)
Makan Malam Jam Berapa yang Paling Baik? Ini Penjelasan Pakar
Jakarta –
Makan malam ada waktu idealnya agar tidak berimbas buruk pada metabolisme tubuh dan berat badan. Ini waktu makan malam yang disarankan oleh pakar kesehatan.
Makan malam termasuk waktu makan utama harian yang sebaiknya dilakukan. Makan malam yang sehat tidak sekadar soal pilihan menunya, tapi juga waktu mengonsumsinya.
Dikutip dari Health (1/7/2025), manusia punya “jam tubuh” yang mengatur fisiologi dan perilaku sedemikian rupa sehingga seseorang bisa menjadi orang yang berbeda pada pagi dan malam hari, seperti dijelaskan Frank Scheer, PhD, pakar kronobiologi medis.
Artinya, konsumsi makanan yang sama persis dapat memiliki efek berbeda pada tubuh, tergantung kapan kamu memakannya.
Scheer dan rekan-rekannya melakukan penelitian laboratorium. Hasilnya menunjukkan, orang yang makan malam lebih larut merasa lebih lapar dan membakar lebih sedikit kalori, dibanding orang yang makan malam lebih awal.
Makan malam terlalu larut juga memicu perubahan tingkat jaringan yang mendorong penambahan lemak. Selain itu, hal ini juga dikaitkan dengan risiko seseorang lebih tinggi mengalami masalah kesehatan metabolik, termasuk diabetes tipe 2 dan obesitas.
Di sisi lain, penelitian berbeda menemukan konsumsi makan malam lebih awal dapat dapat berkontribusi pada penurunan berat badan dan peningkatan penanda kesehatan metabolik yang lebih baik.
Intinya, “Bagi kebanyakan orang, akan lebih baik untuk membatasi jumlah asupan makanan pada malam hari,” kata Scheer.
Lantas, kapan waktu terbaik makan malam?
Makan malam idealnya antara pukul 17.00-19.00. Foto: freepik/Freepik |
Para ilmuwan belum mengidentifikasi waktu makan malam “terbaik”, tetapi bisa dikatakan lebih bagus jika makan malam tidak terlalu larut. Usahakan beri jeda 2 jam atau lebih antara waktu makan malam dan waktu tidur.
Collin Popp, PhD dari Fakultas Kedokteran NYU Grossman merekomendasikan makan malam antara pukul 17.00-19.00. Namun, jika tidak bisa pada jam tersebut, maka tidak masalah.
“Jangan terlalu stres, terutama jika itu hanya sesekali. Hanya saja, usahakan tidak makan makanan berat yang membuat Anda kenyang sesaat sebelum tidur,” kata Popp.
Ia merekomendasikan lebih baik mengisi perut pada pagi hari. “Prioritaskan sarapan dan pastikan makanan tersebut mengandung banyak protein, serat, dan lemak sehat agar Anda tidak terlalu lapar di malam hari,” tutup Poop.
(adr/adr)
Agar Tak Mudah Marah, Kurangi Asupan 6 Makanan Ini!
Jakarta –
Dalam kehidupan yang serba cepat, apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada suasana hati dan emosi.
Beberapa makanan mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia, sementara yang lain justru bisa memicu rasa marah dan mudah tersinggung.
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tetapi penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dilansir dari Times of India (25/08/2025), berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih buruk:
1. Makanan Olahan dan Makanan Manis
Pria sedang makan burger, makanan cepat saji Foto: Sander Dalhuisen/Unsplash |
Makanan cepat saji dan camilan manis memang memberi energi instan, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan energi itu, biasanya tubuh mengalami penurunan drastis yang membuat suasana hati ikut berubah.
Kandungan gula dalam makanan olahan juga bisa membuat gula darah naik turun, sehingga memicu emosi tidak stabil sehingga orang lebih mudah marah dan emosi. Menggantinya dengan makanan sehat yang minim proses pengolahan akan membantu menjaga energi lebih seimbang.
2. Kafein Berlebihan
Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas banyak orang. Namun terlalu banyak kafein bisa menimbulkan rasa gelisah, cemas, bahkan mudah marah.
Kafein juga bisa mengganggu pola tidur yang akhirnya berdampak pada tingkat stres yang memicu emosi seseorang menjadi tidak stabil. Untuk menghindari efek samping ini, batasi asupan kafein dan sesekali pilih teh herbal atau kopi tanpa kafein agar tubuh lebih rileks.
3. Minuman Beralkohol
Minuman BeralkoholFoto: ET Today/iStock |
Dalam jumlah sedikit, minuman yang mengandung alkohol mungkin memberi efek rileks dan menenangkan pada tubuh.
Namun jika dikonsumsi berlebihan, alkohol bisa mempengaruhi keseimbangan zat kimia di otak dan memicu perubahan suasana hati, termasuk rasa marah dan mudah tersinggung. Mengendalikan jumlah konsumsi minuman beralkohol penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
4. Makanan yang Berlemak
Makanan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji, tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental.
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan yang berpengaruh pada fungsi otak dan akhirnya membuat suasana hati mudah terganggu. Menggantinya dengan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun akan lebih menyehatkan tubuh sekaligus pikiran.
5. Camilan Tinggi Garam
Camilan Tinggi Garam Foto: Site News |
Keripik, biskuit, atau camilan asin lainnya memang terasa nikmat, tetapi kandungan garam berlebih bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi tekanan darah serta suasana hati.
Pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, kacang, atau camilan dari biji-bijian utuh untuk mendukung tubuh tetap bugar dan mood lebih stabil.
6. Menu Sereal untuk Sarapan
Sereal dengan kandungan gula tinggi sering memberi energi instan di pagi hari. Namun efeknya tidak bertahan lama karena kadar gula darah akan turun drastis setelahnya. Hal ini bisa membuat tubuh lemas, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pilihan yang lebih baik adalah sereal rendah gula, gandum utuh, atau sarapan dengan tambahan protein agar energi bertahan lebih lama.
Sesekali menikmati makanan yang kurang sehat tentu wajar. Namun menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi akan membantu menciptakan tubuh yang lebih sehat sekaligus suasana hati yang lebih tenang.
Dengarkan tubuh, perhatikan reaksi tubuh setelah makan, dan pilihlah makanan yang benar-benar memberi kebaikan bagi fisik maupun mental.
(sob/dfl)


















