Jakarta –
Dalam mengolah bahan makanan sehari-hari, setiap orang perlu hati-hati. Sebab cacing dan bakteri mungkin terpapar dalam bahan makanan yang sering dikonsumsi. Kenali daftarnya berikut ini.
Cacing dan bakteri penyebab keracunan makanan, seperti cacing pita, cacing gelang, dan E.coli , bisa menimbulkan efek samping kesehatan serius jika masuk ke dalam tubuh. Secara fisik keduanya memang sulit dilihat kasat mata, tapi ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil.
Dikutip dari Healthline (24/8/2025), inilah 5 jenis cacing dan bakteri yang kerap terpapar dalam bahan makanan sehari-hari:
1. E. coli
E. coli adalah bakteri yang bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit. Biasanya ditemukan pada produk daging yang belum matang sempurna. Bakteri E. coli tidak dapat dilihat, tidak dapat dirasakan, dan tidak dapat dicium. Jika kamu mencernanya, gejala yang timbul antara lain nyeri perut, muntah, demam, hingga diare.
Paparan bakteri E. coli bisa dicegah dengan cara memasak semua daging, khususnya ayam, hingga matang sempurna. Paling tidak suhu di dalam daging mencapai 71.1°C. Kemudian saat menyiapkan daging di dapur, pastikan permukaan dan alat-alatnya bersih. Pastikan tidak menggunakan alat dapur yang sama untuk mengolah sayuran dan cuci tangan rutin.
2. Giardia
Hati-hati konsumsi daging yang kurang matang karena berisiko mengandung parasit. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Giardia bukan bakteri atau cacing, melainkan protozoa mikroskopis yang menyebabkan giardiasis, yaitu infeksi usus yang ditandai dengan diare berair, kram perut, kembung, dan mual. Biasanya terdapat pada bahan makanan yang terkontaminasi feses mengandung parasit tersebut.
Giardia mungkin ada di produk daging babi dan daging kambing yang tidak matang. Kamu bisa mencegah paparannya dengan memasak daging hingga matang sempurna. Kemudian giardia juga mungkin ada di sumber air yang kotor. Jadi pastikan selalu minum air yang bersih.
3. Cacing pita
Ada beberapa jenis cacing pita yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Sebagian besar cacing pita yang menyerang manusia berasal dari konsumsi produk hewani yang kurang matang, seperti daging sapi, daging babi, dan ikan.
Mengkhawatirkannya, gejala infeksi cacing pita sering kali tidak terdeteksi. Orang dapat hidup dengan cacing pita dan tidak menyadarinya selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Ketika nampak, gejalanya antara lain penurunan berat badan, sakit perut, dan iritasi anus.
Infeksi cacing pita dapat dicegah dengan memasak semua daging sampai matang. Kemudian mencuci semua buah dan sayur sebelum dimakan atau dimasak.
4. Ascaris
Cacing gelang mungkin terpapar pada buah dan sayur yang tidak dicuci sebelum dikonsumsi. Foto: Facebook/Harry Welling |
Cacing ascaris adalahnematoda (cacing gelang) parasit yang hidup di usus halus manusia dan menyebabkan penyakit askariasis. Infeksi terjadi ketika manusia secara tidak sengaja menelan telur cacing yang terkontaminasi, salah satunya lewat makanan.
Misalnya ketika kamu makan buah dan sayuran yang ditanam di tanah, tapi tidak dicuci sebelum dikonsumsi. Gejala askariasis seringkali ringan atau bahkan tidak ada, tetapi dapat meliputi mual, muntah, dan sakit perut, serta batuk dan sesak napas.
5. Cacing pipih
Ada beberapa jenis cacing pipih atau cacing gelang yang dapat ditemukan pada ikan, seperti Opisthorchiidae dan Paragonimus. Cacing-cacing ini mati selama proses pemasakan.
Jadi jika kamu terpapar cacing pipih, kemungkinan besar berasal dari asupan ikan mentah. Gejala infeksi cacing pipih bervariasi tergantung spesiesnya. Gejalanya mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk muncul, tetapi paling sering berupa gangguan pencernaan.
(adr/adr)
6 Buah dan Sayur Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus Secara Alami
Jakarta –
Kesehatan usus perlu dijaga karena memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Salah satu caranya dengan mengonsumsi buah dan sayur kaya serat, prebiotik, dan probiotik berikut ini.
Menjaga kesehatan usus sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Usus punya peran penting dalam sistem pencernaan, imunitas tubuh, hingga kesehatan mental seseorang.
Mengonsumsi makanan sehat bernutrisi tepat adalah cara ideal menjaga kesehatan usus. Contohnya buah dan sayur yang kaya serat, prebiotik, dan probiotik. Kombinasi nutrisi tersebut mampu mendorong produksi bakteri baik di usus yang akhirnya menyeimbangkan mikrobioma usus dan mengurangi inflamasi.
Dikutip dari Times of India (19/8/2025), inilah 6 buah dan sayur terbaik untuk menjaga kesehatan usus secara alami:
1. Apel
Apel mengandung serat larut berupa pektin yang pada dasarnya merupakan serat prebiotik untuk memberi makan bakteri baik di usus. Manfaat lainnya juga mengurangi inflamasi dan memperlancar proses pencernaan.
Kandungan serat yang tinggi pada apel juga bantu melancarkan buang air besar. Selain itu, apel mengandung enzim alami yang bantu memecah makanan di usus dan memastikan pencernaan berjalan lancar.
2. Pisang
Foto: chandlervid85/Freepik |
Pisang kaya pati resisten, jenis serat yang tahan terhadap pencernaan dan bertindak sebagai prebiotik. Pisang juga mengandung pektin yang menguntungkan bakteri baik di usus.
Saat dicerna, pisang bersifat lembut dan tidak menyebabkan rasa tidak nyaman di saluran pencernaan. Jadi konsumsinya ideal untuk mereka yang perutnya sensitif atau alami sindrom iritasi usus besar (IBS). Makan pisang secara teratur juga dikaitkan dengan manfaat cegah sembelit.
3. Sayuran berdaun hijau
Tak ada alasan untuk tidak rutin mengonsumsi sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kale. Jenis sayuran ini kaya serat, antioksidan, dan vitamin yang bantu menjaga usus tetap sehat.
Sayuran berdaun hijau kaya magnesium yang bermanfaat untuk buang air besar teratur dan mencegah sembelit. Kandungan antioksidan-nya juga bisa diandalkan untuk mengurangi inflamasi dan mendukung kesehatan usus secara umum.
4. Ubi
Kabar baik untuk pencinta ubi karena makanan favoritnya mengandung serat larut yang menguntungkan kesehatan. Ubi juga mengandung antioksidan betakaroten dan antosianin yang memiliki senyawa antiinflamasi.
Serat pada ubi-lah yang menguntungkan kesehatan usus, seperti membuat buang air besar lancar dan memberi makan bakteri baik pada usus.
5. Wortel
Wortel enak dijadikan camilan sehat dengan cara direbus, diolah bersama sup, hingga jadi racikan smoothies. Sayuran ini kaya serat larut dan betakaroten yang mencegah peradangan di usus.
Bahkan senyawa antioksidan pada wortel disebut membantu melindungi lapisan usus dari kerusakan. Jadikan wortel sebagai asupan sayuran harian yang nikmat menyehatkan usus.
6. Alpukat
Foto: Getty Images/Iamthatiam |
Alpukat kaya akan serat, lemak sehat, dan prebiotik. Kandungan lemak tak jenuh tunggal pada alpukat mengurangi inflamasi dan aman dikonsumsi mereka yang alami sindrom iritasi usus besar (IBS).
Sementara kandungan seratnya bantu melancarkan pencernaan dan mendukung kesehatan usus secara umum. Alpukat bisa dimakan langsung sebagai buah segar atau dijadikan topping roti panggang, jus, dan isian salad.
(adr/adr)
Bukannya Bikin Semangat, Asupan 5 Makanan Ini Picu Lelah dan Stres
Jakarta –
Asupan makanan tak hanya memengaruhi berat badan atau lingkungan, tapi juga otak, suasana hati, dan kadar energi. Pakar pun mengungkap makanan yang jika dikonsumsi justru memicu lelah dan stres. Berikut daftarnya!
Usus dan otak punya komunikasi dua arah dimana kesehatan keduanya saling memengaruhi. Bahkan ada ungkapan yang menyebut usus sebagai ‘otak kedua’ manusia.
Ketika peradangan terjadi di usus, maka pasokan energi untuk otak dan tubuh bakal berkurang. Hasilnya, tak hanya bikin seseorang lemas, lelah, atau stres, tapi paparan radikal bebasnya juga bisa merusak jaringan otak.
Dikutip dari CNBC Make It (14/5/2022), Dr. Uma Naidoo mengungkap 5 makanan yang justru memicu lelah dan stres saat dikonsumsi:
1. Makanan olahan
Makanan olahan seperti cookies kemasan, keripik, permen, soda, hingga roti kemasan, biasanya mengandung gula olahan dan gula tambahan. Seringnya dalam bentuk sirup jagung tinggi fruktosa. Asupan “banjir gula” ini bisa memicu inflamasi di otak hingga berdampak pada depresi serta kelelahan.
Alih-alih beli makanan olahan, lebih baik konsumsi makanan utuh, alami, dan segar. Misalnya buah, sayur, daging sapi organik, dan ikan.
2. Minyak olahan
Foto: Getty Images/iStockphoto |
Proses industrialisasi mendorong produksi minyak olahan yang murah dan banyak. Minyak ini terbuat dari produk sampingan tanaman pangan yang melimpah, misalnya jagung, kedelai, bunga matahari, dan sawit.
Proses pengolahan yang tinggi membuat minyak ini tinggi kandungan asam lemak omega-6 yang bersifat inflamasi, bukan asam lemak omega-3 yang bersifat sebaliknya. Penelitian menunjukkan orang yang mengonsumsi makanan tinggi asam lemak omega-6 berisiko lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi omega-3. Sebagai solusi, bisa beralih ke minyak zaitun extra virgin atau minyak alpukat saat memasak.
3. Sumber gula tambahan dan gula rafinasi
Gula tak hanya terkandung dalam produk makanan manis, tapi juga produk makanan kemasan, seperti saus tomat, saus salad, hingga makanan gurih seperti kentang goreng.
Gula tambahan dan gula rafinasi memperburuk peradangan dan membuat tubuh kelebihan gula daripada yang dibutuhkan. Kondisi ini dapat meningkatkan kecemasan dan suasana hati yang tidak stabil.
Gula memiliki efek adiktif. Jadi, semakin sedikit gula yang kita konsumsi seiring waktu, maka semakin sedikit pula keinginan kita untuk mengonsumsinya. Untuk mengurangi ketergantungan pada gula, kamu disarankan beli makanan utuh yang tidak dibuat dengan gula tambahan.
4. Makanan yang digoreng
Foto: Getty Images/iStockphoto |
Makanan yang digoreng terasa nikmat karena teksturnya renyah dan sering kali diberi bumbu tambahan yang bikin rasanya gurih sedap. Namun, konsumsinya perlu dibatasi.
Sebuah studi tahun 2016 mengamati 715 pekerja pabrik dan mengukur tingkat depresi, ketahanan, dan konsumsi mereka akan makanan yang digoreng. Hasilnya, peneliti menemukan orang yang mengonsumsi lebih banyak makanan yang digoreng lebih mungkin mengalami depresi seumur hidup mereka.
Konsumsi makanan yang digoreng kemungkinan besar merusak suasana hati karena biasanya digoreng dengan lemak tidak sehat.
5. Pemanis buatan
Pengganti gula kini semakin banyak ditemukan pada makanan yang diklaim “sehat”. Namun, pemakaiannya ternyata dapat menyebabkan depresi.
Sebuah studi menunjukkan, orang yang mengonsumsi pemanis buatan, terutama melalui minuman diet, lebih depresi daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.
Lebih buruk lagi, beberapa studi telah menunjukkan konsumsi pemanis buatan dapat menjadi racun bagi otak. Sifatnya mengubah konsentrasi neurotransmitter pengatur suasana hati.
(adr/adr)
Makan Mie Instan 3 Kali Seminggu? Waspadai Risiko Serangan Jantung
Jakarta –
Mie instan menawarkan rasa lezat yang bikin ketagihan. Namun konsumsinya harus berhati-hati karena jika terlalu sering dapat berefek buruk untuk kesehatan. Penelitian bahkan mengaitkannya dengan risiko serangan jantung!
Mie instan banyak dikonsumsi saat seseorang punya waktu makan terbatas atau bingung mau makan apa. Mereka memilih bikin mie instan yang rasanya sudah pasti enak dan bisa dibuat dalam waktu singkat.
Alhasil, seseorang kerap kebablasan mengonsumsi mie instan. Yang harusnya mie instan menjadi makanan rekreasional, berakhir menjadi makanan ‘pokok’. Hal ini tentu memiliki risiko kesehatan yang besar.
Dikutip dari unggahan Instagram dr. Adam Prabata (8/8/2025), dokter peraih gelar Ph.D Medical Sciences dari Kobe University ini mengungkap sebuah penelitian di Korea Selatan terkait konsumsi mie instan. Penelitian tersebut melibatkan 3.397 mahasiswa di Seoul untuk dilihat kebiasaan makan mie instannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan, orang yang sering makan mie instan dengan durasi lebih dari 3 kali dalam seminggu memiliki risiko lebih tinggi 2,6 kali untuk mengalami kadar lemak darah yang tinggi, berupa hipertrigliseridemia.
Penelitian lain menunjukkan jika peningkatan kadar lemak darah berupa hipertrigliseridemia menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Alhasil meningkatkan risiko serangan jantung.
Jadi, konsumsi mie instan sebaiknya tidak terlalu sering. Jika produk makanan instan ini dikonsumsi 3 kali atau lebih dalam seminggu, bisa meningkatkan risiko peningkatan lemak darah dalam tubuh hingga 2,6 kali lebih banyak!
Konsumsi mie instan 3 kali atau lebih dalam seminggu bisa berisiko serangan jantung. Foto: Site News |
Menyoal efek buruk konsumsi mie instan, ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M. hum juga pernah menjelaskannya pada detikfood (24/6/2020). Ia menyebut mie instan tergolong makanan ultra proses atau ultra-processed food, seperti roti, sereal, chiki, hingga es krim.
Dr Tan menjelaskan kalau makanan ultra proses pada prinsipnya melalui penambahan ‘food additive’ seperti gula, garam, lemak, perisa, penguat rasa, dan sebaiknya. Makanan ini diproses secara industrial untuk menghasilkan makanan yang praktis dan enak.
Namun dalam konsumsinya, makanan ultra proses bisa memunculkan ragam masalah kesehatan. dr Tan menjelaskan diantaranya obesitas, gangguan gizi pada anak tumbuh kembang, dan penyakit kronis lainnya.
Dr Tan menekankan segala sesuatu yang berlebihan dikonsumsi tidak baik, apalagi untuk mie instan. “Makanan rekreasi (seperti mie instan) nggak bisa jadi makanan saban hari,” tuturnya.
Berkaca pada prinsip makanan rekreasi, dr Tan juga menyoroti soal frekuensi ideal dari konsumsi mie instan. Tidak ada patokan pasti memang, “Asal memang sadar itu cuma buat nyumpel,” katanya.
Menurutnya tiap orang memiliki batas toleransi yang tidak sama. “Ada orang yang satu kali makan (mie instan) saja bisa muntah-muntah karena tubuhnya menolak,” ujar dr Tan.
(adr/adr)
Pencinta Kopi dan Teh Wajib Tahu, Hindari 3 Waktu Terburuk Meminumnya
Jakarta –
Kopi dan teh tidak cocok diminum pada setiap waktu. Kenali waktu terburuk untuk meminumnya agar tidak merugikan kesehatan.
Kopi dan teh merupakan jenis minuman populer yang umum dikonsumsi setiap hari. Meminumnya mendatangkan banyak manfaat sehat untuk tubuh.
Agar manfaatnya maksimal, perhatikan beberapa aspek dalam menikmati kopi dan teh. Dilansir dari Food NDTV (22/7), ternyata mengonsumsi kopi dan teh ada waktu terbaik dan terburuknya.
Hal ini diungkapkan oleh ahli gizi Dr Dixa Bhavsar Savaliya dalam unggahan video Reels Instagram. Berikut 3 waktu terburuk untuk minum kopi dan teh:
1. Saat Perut Kosong
Kopi dan teh adalah minuman yang mengandung kafein tinggi. Oleh karenanya tak baik jika langsung dikonsumsi saat pagi hari ketika perut masih kosong.
Dr Savaliya juga menyarankan tidak mengonsumsi kopi dan teh pada waktu tersebut. Karena, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol, hormon stres utama, dan memunculkan rasa cemas, serta hilang keseimbangan.
Minum kopi dan minum teh ada waktu idealnya agar bermanfaat maksimal untuk kesehatan. Foto: Getty Images/krblokhin |
2. Saat Makan
Kopi dan teh sebaiknya tidak dijadikan minuman pendamping makan. Karena, kopi dan teh bersifat asam yang dapat menghambat pencernaan.
Jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang mengandung protein tinggi, maka akan menghambat proses pencernaan. Hal ini dikarenakan kafein bersifat asam.
Selain itu, teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi segera setelah makan. Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya menghindari kopi atau teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan.
3. Sore Hari setelah Pukul 16.00
Kopi dan teh sebaiknya juga dihindari saat sore hari, terutama setelah pukul 16.00. Bagi mereka yang menikmati secangkir minuman di malam hari, kafein dapat memberikan dampak yang buruk.
Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari kopi dan teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 16.00, karena dapat meningkatkan kualitas tidur, mendukung detoksifikasi hati, mengurangi kadar kortisol, hingga meningkatkan pencernaan.
Batas Aman Konsumsi Kopi dan Teh
Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), baik kopi maupun teh mengandung kafein. Kandungan ini dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan.
Batas harian mengonsumsi kopi dan teh tidak disarankan melebihi 300 miligram. Secangkir kopi seduh (150 ml) mengandung 80-120 mg kafein. Lalu, kopi instan mengandung sekitar 50-65 mg kafein, sedangkan secangkir teh mengandung 30-65 mg kafein.
(adr/adr)
5 Makanan yang Harus Dihindari agar Asthma Tak Sering Kambuh
Jakarta –
Gangguan pernapasan seperti asthma ternyata juga sensitif pada asupan makanan. Ada beberapa makanan yang wajib dihindari agar tak mudah kambuh.
Asupan makanan berpengaruh besar pada kesehatan secara umum. Baik memicu penyakit baru maupun memicu penyakit bawaan menjadi kambuh.
Bahkan gangguan pernapasan seperti asthma sekalipun juga dipengaruhi oleh asupan makanan. Ada kandungan tertentu dalam makanan yang dapat memicu kambuhnya asthma, seperti sulfat, makanan bergas, hingga potensi inflamasi.
Beberapa makanan ini tidak disarankan oleh pakar kesehatan untuk dikonsumsi penderita asthma. Sebagian di antara daftarnya ada yang sering ditemukan dalam makanan sehari-hari.
Dilansir dari Greatist, (25/10/2024), berikut ini 5 makanan yang tak cocok untuk penderita asthma:
Hewan bercangkang memiliki kandungan sulfit yang tinggi dan dapat memicu asthma. Foto: Getty Images/LukaTDB |
1. Udang
Hewan laut yang bercangkang selain dapat memicu alergi juga tak disarankan untuk penderita asthma. Alasannya terletak pada kandungan sulfit di dalamnya.
Pada udang, hewan yang berkulit keras tanpa cangkang sekalipun, kadar sulfitnya cukup tinggi. Para peneliti menyebut kondisi alergi dan asthma dapat disebut serupa.
Mengonsumsi makanan bercangkang akan lebih cepat memicu asthma untuk kambuh. Dalam penelitian, ilmuwan menyimpulkan sebagian besar penderita asthma alergi terhadap hewan bercangkang.
2. Cuka
Cuka sering digunakan untuk bantuan menghilangkan amis pada makanan atau sumber rasa asam segar. Namun cuka melalui proses fermentasi dalam pembuatannya.
Proses tersebut memicu pembentukan sulfit dalam cuka. Misalnya seperti cuka apel dan beberapa cuka lainnya, memiliki kandungan sulfit akibat terbentuk secara alami.
Pakar kesehatan menyarankan pasien asthma tidak mengonsumsi cuka. Sebagai gantinya dapat memilih perasan jeruk lemon segar untuk alternatifnya.
3. Acar
Alasan acar dilarang untuk pasien asthma mirip dengan cuka. Acar melalui proses fermentasi untuk membuatnya terasa asam, bahkan menggunakan bantuan cuka.
Acar memiliki kadar sulfit yang tinggi. Pada penelitian tahun 2010, terbukti konsumsi sulfit yang tinggi seperti pada acar dapat memicu asthma kambuh.
Acar buah, acar sayur, hingga acar bawang-bawangan sangat tidak direkomendasikan untuk penderita asthma. Jika masih dilanggar, pakar kesehatan khawatir kambuhnya asthma akan terus berulang.
Buah kering dalam pengolahannya menggunakan zat tambahan yang meningkatkan kandungan sulfit. Foto: Getty Images/LukaTDB |
4. Buah Kering
Ketika mendengar buah, persepsi buah sebagai asupan makanan yang sehat akan terlintas. Kandungan nutrisi dan vitamin yang tiggi menjadikan buah pilihan asupan makanan dalam berbagai kondisi kesehatan.
Faktanya buah kering justru tidak direkomendasikan untuk penderita asthma. Buah kering melalui proses pengolahan yang panjang dan ada yang menggunakan tambahan pengawet.
Terutama pada buah-buahan kering kemasan yang banyak dijual di supermarket. Zat tambahan tersebut menjadi sumber masuknya sulfit ke dalam buah segar yang diolah menjadi buah kering.
5. Olahan Susu
Walaupun susu menyehatkan, tetapi tidak semua tubuh dapat menerima susu dengan baik. Kondisi alergi makanan yang banyak tak disadari ialah intoleran laktosa baik dari tahap ringan maupun berat.
Konsumsi susu dan produk olahannya dapat memicu kambuhnya asthma. Seperti yoghurt, krim, mentega, dan olahan susu lainnya.
Perut yang terasa kembung setelah minum susu sebenarnya menjadi pertanda orang tersebut intoleran laktosa. Apalagi pada pasien asthma, efeknya akan lebih mengerikan.
(dfl/adr)
Sudah Diet Tapi Berat Badan Nggak Turun? Ini 7 Penyebab Utamanya!
Jakarta –
Banyak orang sudah diet mati-matian, tapi berat badannya tak kunjung turun. Ternyata penyebabnya bisa jadi karena hal sepele, seperti pilihan makanan yang kurang tepat hingga melewatkan waktu makan.
Usaha menurunkan berat badan terbilang susah-susah gampang. Ada orang yang dengan mudah memangkas bobot tubuhnya, tapi ada juga yang berat badannya seolah ‘stuck’, padahal sudah berusaha diet.
Penyebab gagal diet bisa jadi karena pola makan yang tidak tepat hingga manajemen stress yang kurang baik. Coba perhatikan hal-hal kecil ini yang sering kali menjadi penyebab berat badan sulit turun.
Dikutip dari Health Shots (21/7/2025), inilah 7 hal yang menghambat penurunan berat badan:
1. Mengabaikan prinsip defisit kalori
Sudah makan banyak protein dan serat, berat badan tetap ‘stuck’? Bisa jadi karena kamu tidak mengindahkan prinsip defisit kalori. Faktanya, berat badan bisa turun jika terjadi defisit kalori dimana kalori yang masuk harus lebih sedikit dibanding kalori yang dibakar tubuh.
Ahli gizi Dr Pratayksha Bhardwaj mengatakan, defisit kalori penting diperhatikan. Caranya dengan memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi. Pantau agar tak berlebihan dan lebih sedikit dari yang biasanya.
2. Asupan zat gizi makro tidak seimbang
Nasi merah, salah satu sumber karbohidrat kompleks. Foto: Getty Images/iStockphoto/arto_canon |
Saat diet, jangan hanya mengandalkan asupan protein. Kamu perlu mengasup zat gizi makro, secara seimbang, termasuk dari lemak sehat dan karbohidrat kompleks.
Dengan begitu, tubuh dapat berfungsi maksimal dan mempertahankan energi dengan lebih baik. “Jangan meniadakan asupan karbohidrat karena bisa memicu lemas dan metabolisme tubuh melambat, membuat berat badan naik,” kata Dr Bhardwaj.
3. Tidak mencukupi kebutuhan serat
Selain protein, asupan serat juga berperan penting dalam manajemen berat badan. Serat mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan gula darah lebih stabil.
Percuma jika konsumsi makanan tinggi protein, tapi seratnya tidak cukup. Rasa lapar akan cepat datang dan kamu berakhir makan lebih banyak. Usahakan makan sumber serat, seperti buah dan sayur, setiap hari.
4. Kebanyakan makan protein
Saat diet kamu perlu menyiasati pola makan, termasuk mencukupi kebutuhan protein. Jangan terlalu banyak mengonsumsi protein karena efeknya juga kurang bagus. Protein bakal disimpan sebagai lemak.
Menurut sebuah penelitian di Clinical Nutrition, mengganti asupan karbohidrat dengan protein (tapi tanpa lemak), berkaitan dengan kenaikan berat badan seiring waktu. Jadi, moderasi adalah kuncinya. Kombinasikan asupan protein rendah lemak dengan karbohidrat dan lemak sehat untuk hasil terbaik.
5. Melewatkan waktu makan
Melewatkan makan terdengar seperti membantu mengurangi kalori, tetapi sebenarnya bisa menjadi bumerang. “Terlalu lama membiarkan tubuh tidak makan dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan makan berlebihan selanjutnya,” ujar Dr. Bhardwaj.
Cobalah makan makanan dalam porsi lebih kecil dan seimbang setiap 3-4 jam sekali. Cara ini bisa menjaga gula darah tetap stabil dan tingkat energi tetap tinggi.
6. Tidak minum cukup air
Tidak minum cukup air putih bisa menghambat penurunan berat badan. Foto: Getty Images/KTStock |
Hidrasi punya banyak manfaat, mulai dari menyehatkan pencernaan dan menekan nafsu makan. Hidrasi yang kurang merupakan salah satu penyebab berat badan tidak turun.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutrition, minum cukup air dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi asupan kalori. Penurunan berat badan pun akan lebih mudah. Targetkan setidaknya 8 gelas sehari dan tingkatkan asupannya jika kamu tergolong aktif atau tinggal di daerah beriklim panas.
7. Kekurangan vitamin D
“Kekurangan vitamin D justru dapat menghambat upaya penurunan berat badan Anda,” ungkap Dr. Bhardwaj. Vitamin yang larut dalam lemak ini membantu mengatur hormon, kadar energi, dan bahkan metabolisme lemak.
Sebuah studi dari Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menemukan kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan lemak tubuh dan Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi. Coba rutin makanan kaya vitamin D seperti telur, salmon, dan produk susu yang diperkaya vitamin tersebut.
(adr/adr)
Nggak Usah Khawatir Lagi! Makan Telur Tiap Hari Justru Turunkan Kolesterol
Jakarta –
Selama ini telur sering ‘disalahkan’ sebagai makanan yang bikin kadar kolesterol tinggi. Namun, studi terbaru mengungkap fakta sebaliknya. Konsumsi telur setiap hari justru bagus untuk kadar kolesterol.
Telur yang merupakan sumber protein favorit orang Indonesia kerap dikambinghitamkan sebagai penyebab kadar kolesterol jahat tinggi dalam darah. Hal ini lantaran dalam satu kuning telur mengandung sekitar 186 mg kolesterol, seperti dikutip dari Alodokter.
Selain itu, telur juga tinggi lemak. Jumlahnya bisa berbeda tergantung jenis telur. Contohnya 100 gram telur ayam kampung mengandung 14 gram lemak dan 100 gram telur ayam negeri mengandung 31,9 gram lemak. Lemak diketahui sebagai bahan baku pembuatan kolesterol.
Karena fakta kandungan lemak dan kolesterol pada telur yang cukup tinggi, banyak orang akhirnya beranggapan sering makan telur akan berdampak pada kenaikan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Namun, studi terbaru yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition seolah meluruskan anggapan tersebut. Dikutip dari Eating Well (5/8/2025), peneliti mencoba menjawab pertanyaan utama: Apakah konsumsi telur sendiri yang menjadi penyebab kolesterol, atau makanan yang kerap menyertai olahan telur, seperti bacon, butter, dan keju?
Untuk mencari tahu, peneliti di University of South Australia menjalankan eksperimen melibatkan 61 orang dewasa dalam rentang usia 18-60 tahun. Semua peserta memiliki kadar kolesterol LDL (yang sering disebut kolesterol jahat) normal pada awal penelitian dan tidak mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi lipid darah.
Studi terbaru ungkap makan telur tiap hari justru menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Foto: Getty Images/DjelicS |
Mereka kemudian menjalani 3 fase diet yang berbeda, masing-masing berlangsung selama 5 minggu. Pertama, fase Control Diet (makan hanya 1 telur per minggu). Kedua, fase Egg (makan 2 butir telur per hari). Ketiga, fase Egg-Free (tidak makan telur).
Pada setiap fase, peserta mengonsumsi jumlah kalori yang sama. Mereka juga dipantau secara cermat oleh ahli gizi. Kemudian urutan fase diet diacak dan kadar lipid darah diukur di akhir setiap fase.
Hasilnya, fase Egg secara signifikan menurunkan kolesterol LDL, kolesterol total, dan ApoB yaitu penanda jumlah partikel lipoprotein aterogenik, dibanding fase Control Diet. Sementara itu, fase Egg-Free memang membuat kadar kolesterol peserta rendah, tapi tidak mengubah penanda lain secara signifikan.
Pada intinya, peneliti menemukan kalau asupan kolesterol dari makanan, seperti telur, tidak membuat kadar kolesterol LDL dalam tubuh meningkat. Tidak seperti asupan dari lemak jenuh yang memang meningkatkan kolesterol jahat tersebut.
Konsumsi 2 butir telur sehari sebagai bagian dari diet rendah lemak jenuh disebut dapat menurunkan kolesterol LDL. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut, terutama pada populasi yang lebih besar dan lebih beragam.
Keterbatasan lain pada studi ini adalah fokusnya pada populasi orang dewasa yang sehat, sehingga membatasi generalisasi. Selain itu, studi ini didanai oleh Egg Nutrition Center yang dapat menimbulkan bias. Meski begitu, para peneliti mencatat sponsor tidak berperan dalam desain atau analisis studi.
(adr/adr)
Suka Pisang? Waspadai 5 Efek Samping saat Konsumsinya Berlebihan
Jakarta –
Pisang menjadi pilihan populer untuk sarapan maupun camilan sehat. Mengonsumsi pisang mendatangkan manfaat sehat, tapi kalau kebanyakan justru memicu efek samping berikut ini.
Pisang merupakan salah satu buah paling populer di dunia. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis alami membuat pisang disukai kalangan anak-anak hingga orang tua.
Pisang juga kaya manfaat karena mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti potassium, vitamin B6, magnesium, dan serat. Konsumsi pisang bisa menyediakan pasokan energi secara instan.
Batas aman konsumsi pisang adalah 1-2 buah per hari. Pisang pun bisa menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari. Namun, pastikan kamu tidak mengonsumsi pisang berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan.
Dikutip dari Times of India (14/8/2025), inilah 5 efek samping dari konsumsi pisang berlebihan:
1. Pencernaan tidak nyaman
Pisang adalah sumber serat larut yang menyerap air dalam saluran pencernaan dan bantu mengatur pergerakan usus. Satu buah pisang ukuran sedang mengandung 5 gram serat. Jika dikonsumsi secukupnya dapat mendukung kesehatan pencernaan.
Sebaliknya, jika berlebihan, maka pisang dapat membebani sistem pencernaan dan membuatnya tidak nyaman. Kelebihan asupan serat larut dapat memperlambat proses cerna makanan yang memunculkan efek samping, seperti kembung, perut bergas, dan nyeri perut.
2. Kelebihan potassium
Makan buah pisang tidak boleh berlebihan agar tidak memicu efek samping. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2 |
Potassium adalah mineral penting untuk kesehatan jantung, saraf, dan fungsi otot. Pisang pun menjadi salah satu sumber potassium andalan. Satu buah pisang ukuran sedang menyediakan sekitar 326 miligram (mg) potassium. Jumlah ini memenuhi 1/7 hingga 1/10 rekomendasi asupan potassium harian.
Karena itu pastikan bijak konsumsi pisang. Perhatikan juga asupan makanan lain. Jika sama-sama kaya potassium, maka kadar potassium dalam darah bisa berlebihan. Kondisi ini dikenal sebagai hiperkalemia. Gejalanya seperti detak jantung tak beraturan, lemah otot, mual, dan muntah.
3. Lonjakan gula darah
Pisang mengandung gula alami dan karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Menurut studi yang dipublikasikan dalam NIH, konsumsi pisang matang secara khusus dapat meningkatkan lonjakan gula darah. Karena pisang ini mengandung indeks glikemik tinggi, sekitar 60.
Efeknya akan makin kuat untuk individu yang mengalami diabetes atau resistensi insulin. Jadi, hindari makan pisang matang dalam jumlah banyak sekaligus. Solusi lain, kombinasikan asupan pisang dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti selai kacang dan yogurt.
4. Migrain
Pisang bisa picu migrain karena kaya tiramin. Foto: Getty Images/Domepitipat |
Pisang mengandung tiramin, senyawa alami yang terbentuk ketika buah matang. Menurut American Migraine Foundation, tiramin bisa memengaruhi fungsi pembuluh darah di otak dan memicu migrain pada mereka yang sensitif akan sakit kepala sebelah ini.
Untuk diketahui, pisang matang mengandung tiramin paling tinggi dan mungkin bisa memicu migrain pada beberapa orang. Terlebih jika dimakan bersama makanan tinggi tiramin lain, seperti keju, kacang, yogurt, dan buah citrus.
5. Gigi rusak
Siapa sangka, efek samping makan pisang juga berpengaruh pada kerusakan gigi. Ini karena kandungan gula alami dan pati pada pisang yang bisa memicu pertumbuhan bakteri di gigi dan mulut. Sehingga potensi kerusakan gigi semakin tinggi.
Tidak seperti gula sederhana yang cepat larut, gula dan pati pada pisang dipecah perlahan. Alhasil partikelnya akan tersisa di gigi lebih lama dan memberi waktu lebih banyak untuk bakteri memproduksi asam yang mengikis email gigi. Untuk meminimalisir efek ini, kamu bisa sikat gigi atau membilas mulut usai makan pisang.
(adr/adr)
Ladies! 5 Pola Diet Ini Ampuh Jaga Kesehatan Miss V
Jakarta –
Menjaga keseimbangan pH dan kesehatan miss v juga dipengaruhi oleh diet yang diterapkan. Ahli ginekologi menyarankan pola diet untuk menjaga kesehatan vagina.
Bagian organ intim kewanitaan sensitif dengan pH atau tingkat keasaman. Normalnya pH vagina berada pada 3,8 – 5.0.
Tak hanya menjaga kebersihannya, tetapi kesehatan vagina juga dapat dipengaruhi oleh pola diet dan hidup sehat. Ahli ginekologi yang mempelajari cabang kedokteran pada sistem reproduksi wanita secara keseluruhan menyarankan beberapa pola diet.
Tujuan pola diet sehat untuk menjaga kesehatan vagina adalah memberikan lingkungan untuk bakteri lactobacilli tumbuh subur. Dilansir dari Very Well Health, (25/3/2025), ada beberapa makanan yang dapat berdampak besar pada kesehatan vagina.
Baca juga: Eksklusif! Yuk Belajar Roasting Biji Kopi Bareng Jawaranya Langsung
Berikut ini 5 pola diet yang disarankan ginekologi untuk kesehatan miss V:
Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dapat mengganggu kesehatan miss v. Foto: Getty Images/vchal |
1. Kurangi Lemak Jenuh
Konsumsi lemak jenuh tak dapat dipungkiri dapat mengganggu kesehatan tubuh. Selain memicu obesitas, konsumsi lemak jenuh juga berdampak pada kesehatan organ intim wanita.
Kebiasaan makan tinggi lemak tidak disarankan oleh ginekologi. Ladies diharapkan dapat meminimalisir asupan daging merah, mentega, dan goreng-gorengan.
Asupan lemak jenuh yang tinggi dapat memicu kenaikan pH pada vagina. Dampak nya mikroflora pada vagina yang seharusnya menjaga kesehatan akan berubah.
2. Hindari Asupan Gula
Ngidam makanan manis, terutama ketika menjelang menstruasi sering dialami wanita. Ternyata rasa ngidam tersebut juga harus tetap dikendalikan.
Alasannya konsumsi gula yang berlebihan dapat memicu kenaikan kadar pH pada vagina. Sebagaimana gula disukai oleh ragi, begitu pula dengan dampaknya pada mikrobiologi pada vagina.
Konsumsi makanan manis yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan pesat bakteri pada vagina yang dapat memicu infeksi.
3. Konsumsi Makanan Prebiotik
Makanan prebiotik tidak hanya baik untuk pencernaan. Menurut ahli ginekologi, prebiotik juga dibutuhkan wanita untuk menjaga kesehatan organ intimnya.
Ternyata makanan prebiotik terbukti dapat membantu pertumbuhan bakteri baik. Seperti memberikan Lactobacillus yang menjaga keseimbangan pH pada vagina.
Adapun makanan tinggi prebiotik yang disarankan juga mudah didapatkan. Seperti pisang, bawang putih, asparagus, dan sayuran hijau lainnya.
Diet ovo-vegetarian lebih disarankan ginekologi untuk wanita yang ingin menjaga kesehatan vaginanya. Foto: Getty Images/vchal |
4. Meniru Diet Ovo-Vegetarian
Diet vegetarian salah satu yang paling populer diterapkan oleh pegiat kesehatan. Ternyata untuk wanita, ahli ginekologi lebih menyarankan pola diet ovo-vegetarian.
Berbeda dengan vegetarian, diet ini masih memperbolehkan pelakunya mengonsumsi makanan yang lebih seimbang. Salah satunya telur dan beberapa turunan hewani lainnya.
Dibandingkan dengan hanya mengonsumsi sayuran, memadukannya dengan sumber protein hewani lebih baik untuk kesehatan vagina. Diet ovo-vegetarian cocok untuk membentuk lingkungan yang sehat untuk Lactobacillus tumbuh di dalam vagina.
5. Cukupi Hidrasi
Hidrasi memiliki peran yang penting bagi tubuh. Tidak hanya kelembapan atau mencegah dehidrasi, memenuhi hidrasi mampu menjaga kesehatan organ tubuh.
Minum banyak air dapat membantu mencuci racun dan mengeluarkan toksin dari dalam tubuh. Begitu pula dengan dampaknya terhadap ekosistem pada miss v.
Kebutuhan hidrasi seorang wanita disebut ahli ginekologi juga pengaruhi oleh kondisi seksual. Misalnya ketika kehamilan, melahirkan, dan keaktifan seksual punya kadar asupan hidrasi yang disarankan dalam jumlah berbeda.
Baca juga: Keren! Wanita Ini Sukses Bikin Kafe Sendiri usai Nekat Resign dari Kantor
(dfl/adr)

















