Jakarta –
Kulit yang bersinar diidamkan semua wanita. Salah satu cara mendapatkannya dengan memilih sarapan tinggi nutrisi yang tepat agar kulit terjaga kesehatannya.
Kesehatan kulit wajah tak hanya bisa didapatkan dengan menggunakan produk perawatan, tapi juga melalui cara alami. Salah satunya dengan memilih asupan makanan dengan nutrisi tepat untuk dikonsumsi sehari-hari.
Melansir Food NDTV (5/5/2025), asupan makanan yang bernutrisi dapat menjaga kesehatan kulit wajah dengan cara detoksifikasi, hidrasi, hingga membuat kulit tampak lebih bersinar atau glowing. Asupan makanan untuk menutrisi kulit juga bisa dikonsumsi saat sarapan.
Berikut 6 menu sarapan yang dapat menjaga kesehatan kulit wajah:
1. Lemon Hangat
menu sarapan untuk kulit glowing Foto: Getty Images/iStockphoto |
Sebelum memulai hari, ada beberapa minuman yang biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan energi. Alih-alih kopi atau teh, minum perasan lemon hangat juga baik untuk tubuh dan kesehatan kulit wajah.
Cara membuatnya mudah, cukup menyampurkan air putih hangat dengan perasan lemon segar. Racikan minuman ini juga dapat digunakan untuk detoks tubuh. Khasiatnya berupa menghidrasi, membantu pencernaan, hingga sumber asupan vitamin C.
Vitamin C yang berasal dari lemon berperan sebagai zat antioksidan yang dapat merawat kesehatan kulit wajah. Hal ini berkaitan dengan kemampuan vitamin C untuk memproduksi kolagen dan sebagai anti inflamasi guna memperbaiki kulit.
2. Kacang Almon
Kacang-kacangan juga sumber makanan yang cocok untuk menjaga kesehatan kulit, terutama kacang almon. Sebelum dinikmati saat sarapan, kacang almon sebaiknya direndam terlebih dahulu semalaman.
Kacang almon tinggi akan kandungan vitamin E, antioksidan dan lemak sehat. Kandungan nutrisi tersebut dapat melawan stres oksidatif dan menjaga elastisitas kulit wajah, sehingga kulit tetap kenyal.
Agar efektif, khasiatnya bisa dirasakan setelah mengonsumsi almon secara rutin sebanyak 2-5 butir per porsi. Selain menjaga kelembapan, kacang almon juga memperhalus permukaan kulit wajah dan meningkatkan ketahanan terhadap sinar UVB.
Makanan yang bikin kulit glowing lain ada di halaman selanjutnya…
3. Pepaya
menu sarapan untuk kulit glowing Foto: Getty Images/iStockphoto |
Buah tropis berwarna oranye dengan rasa manis ini sangat mudah ditemui di Indonesia. Buah ini terkenal karena manfaatnya menyehatkan pencernaan. Namun, pepaya juga dapat menjaga kesehatan kulit.
Pepaya diperkaya dengan vitamin A, C, dan enzim papain. Kandungan tersebut dapat membersihkan noda dan mengurangi pigmentasi kulit wajah memicu keriput. Zat papain pada pepaya juga dapat mengurangi jerawat dan mengangkat sel kulit mati yang menyumbat pori-pori, seperti dikutip dari Healthline.
4. Buah Berry
Buah berry seperti blueberry dan stroberi juga baik untuk menjaga kesehatan kulit wajah. Hal ini karena buah berry mengandung vitamin C yang tinggi.
Ada juga kandungan antioksidan dan anti peradangan yang menjadikan buah berry dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Kandungan tersebut juga menstimulasi agar pembentukan kolagen kulit wajah meningkat.
Untuk mendapatkan manfaat dari nutrisinya, buah berry ini dapat dikonsumsi langsung. Cara lainnya juga dapat ditambahkan dalam racikan smoothie yang segar.
5. Teh Hijau
menu sarapan untuk kulit glowing Foto: Getty Images/iStockphoto |
Teh hijau banyak dijadikan sebagai bahan utama untuk produk perawatan wajah, seperti produk sabun muka hingga masker. Tak mengherankan jika asupan teh hijau di pagi hari sangat disarankan untuk kesehatan wajah.
Pada teh hijau terdapat kandungan katekin yang merupakan senyawa dalam tanaman yang dapat bermanfaat sebagai zat anti inflamasi dan anti penuaan. Jika mengonsumsinya setiap pagi, jerawat akan memudar sehingga kulit wajah lebih sehat dan bersinar.
6. Overnight Oats
Overnight oat menjadi menu sarapan populer yang mengenyangkan dan lezat. Melansir BBC Good Foods, overnight oats adalah sajian oats yang direndam semalaman dalam kulkas dengan cairan berupa susu atau air putih.
Dijelaskan bahwa overnight oats ini juga mengandung probiotik yang tinggi. Di mana kandungan tersebut dapat mendukung kesehatan usus yang merupakan kunci utama dari kulit wajah yang bersinar.
Overnight oat juga dapat direndam dengan campuran yogurt. Yogurt sendiri mengandung bakteri baik dan asam laktat untuk menyehatkan pencernaan yang berdampak pada kesehatan kulit.
(yms/dfl)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Makanan Pemicu Peradangan yang Bikin Perut Buncit Jakarta – Konsumsi makanan yang tidak tepat dapat memicu penumpukan lemak perut. Ahli gizi pun mengungkap makanan pemicu peradangan yang perlu dihindari jika tak ingin perut terlihat buncit. Memiliki perut rata tanpa timbunan lemak adalah dambaan banyak orang. Kondisi ini bukan tidak mungkin digapai jika kamu menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan. Salah satunya dengan menghindari makanan pemicu peradangan atau inflamasi, seperti diungkap ahli gizi Tara Collingwood yang juga penulis buku Flat Belly Cookbook for Dummies. Mengutip Eat This, Not That! (17/5/2025), Collingwood mengungkap konsumsi beberapa makanan memang berpotensi membuat lemak tertahan di perut.
“Makanan pemicu peradangan ini dapat menimbulkan lemak perut karena meningkatkan peradangan kronis, resistensi insulin, dan ketidakseimbangan hormon,” jelasnya. Lantas makanan apa saja yang dimaksud? Berikut daftarnya: 1. Pasta dan roti putihJenis karbohidrat olahan, seperti pasta, roti putih, dan pastry disebut Collingwood bersifat super inflamasi alias amat memicu peradangan. Ini karena proses pengolahannya yang tinggi hingga membuat makanan tersebut minim kandungan serat dan nutrisi lain. Dampak konsumsinya, kadar gula darah seseorang akan melonjak. Kemudian diikuti efek memicu peradangan dan penyimpanan lemak (terutama lemak perut) yang membuat perut tampak buncit. 2. Cookies hingga soda
Makanan dan minuman dengan gula tambahan, seperti cookies dan soda, juga wajib dihindari kalau tak ingin perut buncit. Untuk diketahui, konsumsi fruktosa berlebihan dapat memicu perlemakan hati, resistensi insulin, dan peradangan. Dampaknya, lemak perut meningkat dan metabolisme terganggu. 3. Sumber lemak transKonsumsi lemak trans yang merupakan minyak terhidrogenasi sebagian, tidak baik untuk lingkar pinggang. Sumber lemak trans seperti kue, roti, frozen food, dan gorengan, bersifat inflamasi. Ketika dikonsumsi berlebihan, makanan mengandung lemak trans dapat meningkatkan penanda inflamasi dan penumpukan lemak perut. 4. Daging olahan
Makanan pemicu peradangan ini terkenal dengan rasanya yang nikmat. Jenis daging olahan, yaitu bacon, sosis, hingga nugget, diketahui mengandung bahan pengawet, sodium, dan produk akhir glikasi lanjutan (AGE). Dampak konsumsinya terkait dengan peradangan, peningkatan risiko obesitas, serta penyakit jantung. Kondisi lemak perut yang menumpuk pun tak terhindarkan. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Makanan yang digorengMakanan yang digoreng, termasuk kentang goreng dan fried chicken, juga tergolong makanan yang amat memicu peradangan. Sebab makanan ini dimasak dengan minyak tidak sehat yang mengandung banyak lemak omega 6 dan lemak trans. Dampak konsumsi makanan yang digoreng berlebihan adalah meningkatkan stres oksidatif serta penumpukan lemak di perut. 6. Pemanis buatan
Waspadai juga konsumsi pemanis buatan seperti aspartam dan sukralosa. Pemanis buatan ini sering kali dipromosikan rendah kalori, tapi ternyata bersifat memicu peradangan. Hal ini karena pemanis buatan dapat mengubah mikrobiota usus dan toleransi glukosa pada beberapa individu. Dampaknya, menyebabkan keinginan makan berlebihan, penyimpanan lemak, dan peradangan pada individu yang sensitif. 7. Minyak sayurMinyak sayur yang tinggi omega 6, seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari juga perlu dihindari. Jenis minyak ini dapat memicu peradangan kronis. Akibatnya terjadi peningkatan penyimpanan lemak, terutama di sekitar perut. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() 5 Buah Penurun Asam Urat yang Bikin Nyeri Sendi Hilang Jakarta – Gangguan kesehatan berupa asam urat banyak dialami orang Indonesia. Untuk mencegah risikonya secara alami, coba rutin konsumsi buah penurun asam urat berikut. Asam urat merupakan produk limbah yang terbentuk selama pemecahan purin yang ditemukan dalam makanan dan minuman tertentu. Meningkatnya kadar asam urat disebabkan oleh menurunnya kemampuan pembuangan asam urat. Beberapa makanan diketahui tinggi akan purin. Sebut saja daging merah, jeroan, seafood, minuman manis, hingga minuman beralkohol.
Asam urat bisa memicu gejala nyeri hebat dan tiba-tiba pada persendian, terutama pada jempol kaki. Nyeri ini bahkan bisa berlangsung beberapa hari dan muncul kapan saja. Karenanya penting menjaga kadar asam urat dalam batas normal. Jika kadarnya terlalu tinggi, asam urat bisa mengkristal di persendian dan memicu rasa nyeri yang intens. Salah satu cara alami mencegah asam urat adalah dengan mengonsumsi 5 buah penurun asam urat berikut: 1. KurmaKurma merupakan sumber serat dan kalium yang kaya. Mengutip Times of India, keduanya dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal yang berperan penting dalam pembuangan asam urat dari aliran darah. Meski memiliki rasa yang manis, tapi kurma hampir tidak mengandung purin. Kurma bisa jadi pilihan yang aman untuk pengidap asam urat. 2. Jeruk
Berbagai jenis buah sitrus seperti jeruk, grapefruit, dan lemon merupakan sumber vitamin C yang baik. Mengutip WebMD, vitamin ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mencegah serangan. Namun, jika Anda menggunakan colchicine untuk mengobati asam urat, maka hindari asupan grapefruit. Colchicine diketahui dapat berinteraksi negatif dengan grapefruit. 3. AlpukatAlpukat dikenal sebagai buah yang kaya antioksidan. Alpukat mengandung banyak vitamin E, senyawa anti-inflamasi yang dapat mencegah asam urat kambuh. 4. Stroberi
Mengutip berbagai sumber, berbagai buah jenis beri, termasuk stroberi dan blueberi dikenal kaya akan antioksidan. Senyawa ini juga bisa bermanfaat untuk menurunkan peradangan yang terkait dengan asam urat. Jadikan aneka buah beri sebagai pilihan camilan sehat. 5. CeriMengutip laman Cleveland Clinic, para ilmuwan telah meneliti manfaat ceri dan jus ceri untuk mengatasi gejala asam urat. Hasilnya cukup menjanjikan. Ceri diketahui memiliki sifat anti-inflamasi. Ceri juga dapat membantu mengurangi kadar asam urat dalam tubuh. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Buah Penurun Asam Urat, Ampur Usir Rasa Sakit“ (adr/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Benarkah Jus Efektif untuk Detoks Tubuh? Ini Penjelasan Ahli Jakarta – Tren detoks dengan hanya konsumsi jus selama 3 hari berturut-turut tengah populer. Benarkah metode ini efektif? Begini penjelasan ahli. Detoksifikasi dibutuhkan untuk membersihkan tubuh dari racun dan zat berbahaya yang mengendap dalam tubuh. Detoksifikasi juga mendukung kesehatan dengan mengoptimalkan penyerapan nutrisi. Ada banyak cara untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Seperti minum air putih yang cukup, mengonsumsi sayuran kaya serat dan zat antioksidan, hingga mengonsumsi jus3 hari berturut-turut yang sedang populer.
Dilansir dari Shape (1/5/2025), cara detoksifikasi tubuh dengan ‘3 days juice cleanse’ sedang diminati. Istilah ini digunakan untuk metode detoks dengan mengonsumsi jus selama 3 hari berturut-turut.
Jus detoks yang banyak dikonsumsi biasanya berbahan sayuran, buah, atau menggabungkan buah dan sayuran. dr. Nivedita Pandey, ahli gastroenterology, hepatology dan endoscopy, menyebut ada Sweet Golden Green yang terdiri atas nanas, mint, apel hijau dan mentimun. Ada juga Classic Beautiful Beet dengan komposisi jeruk, buah bit, kale dan mentimun. Shape menjabarkan efek yang terjadi akibat detoks ini secara bertahap. Pada hari pertama, pelaku detoks akan kebingungan karena meninggalkan makanan yang terbiasa dikonsumsi. Bahkan, pada beberapa orang yang tidak banyak mengonsumsi karbohidrat bisa mengalami hipoglikemia, karena tak terbiasa dengan gula. “Setiap kali minum, jus membanjiri tubuh dengan gula yang mengharuskan tubuh memproduksi lebih banyak insulin dengan lebih cepat,” kata Jo Ann Carson, profesor nutrisi klinis di University of Texas Southwestern Medical Center. Pada hari kedua detoks dengan konsumsi jus selama 3 hari tubuh akan terasa lebih ringan. Dr. Chutkan sebagai ahli gastroenterologis mengatakan, “Anda akan bangun dengan perasaan lebih ringan karena saluran pencernaan tidak terlalu penuh seperti saat makan makanan padat.” Kemudian di hari ketiga, mereka yang melakukan metode ini akan merasakan penurunan sistem metabolisme diba dibandingkan hari kedua. Pada beberapa orang akan merasakan keinginan makan yang lebih kuat karena merasa masa detoks akan berakhir. Namun menurut Kimberly Sasso, ahli diet, detoks tubuh dengan jus selama 3 hari (72 jam) hanyalah metode sesaat dan tidak ada bukti nyata atas manfaatnya. “Ada anggapan bahwa minum jus dapat ‘membersihkan’ usus dan ‘menghidupkan kembali’ sistem tubuh, tetapi keduanya tidak benar. Hati dan ginjal akan melakukan semua pembersihan yang diperlukan secara otomatis,” kata Sasso. Sasso menyarankan untuk mempertimbangkan kembali metode detoksifikasi tubuh dengan mengonsumsi jus selama 3 hari. Menurutnya lebih banyak efek negatif daripada manfaat yang dirasakan. “Jus yang dibuat ini mengurangi kandungan serat dan hanya menyisakan beberapa vitamin, mineral, dan fitonutrien,” ungkap Sasso. Alih-alih mengonsumsi jus untuk detoksifikasi tubuh, Sasso lebih menganjurkan untuk mengonsumsi sayuran dan buah utuh dengan kandungan seratnya tinggi. Sayuran dan buah dapat dicampur bersama sumber protein, seperti bubuk protein atau yogurt. Mengutip dari World Health Organization, pola diet yang sehat dan baik dilakukan setiap hari mencakup beberapa hal. Di antaranya dengan mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan dengan asupan tepat. Setidaknya 400 gram buah dan sayuran per hari. Pola diet yang disarankan lainnya juga bebas gula dan lemak jenuh. Untuk konsumsi garam, ada batas amannya tersendiri dengan takaran kurang dari 5 gram atau setara dengan 1 sendok teh per hari. (yms/dfl) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
Bumbu Dapur Kaya Khasiat Ini Efektif Turunkan Gula Darah Jakarta – Masalah gula darah tinggi tak boleh disepelekan. Untuk mengatasinya, coba cara alami dengan mengonsumsi bumbu dapur kaya khasiat ini. Kondisi gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu diwaspadai karena bisa mengarah ke diabetes. Selain dibantu dengan pengobatan medis, obat herbal juga kerap diandalkan sebagai solusi diabetes. Pakar kesehatan mengungkap jenis bumbu dapur yang ampuh menurunkan gula darah yaitu kunyit. Rempah ini mengandung kurkumin yang punya fungsi spesifik membantu mengontrol kadar gula darah.
“Kurkumin memiliki sifat anti-diabetes dan efek yang mirip dengan Metformin,” kata Dr. Eric Berg, DC. Profesional kesehatan dan pendidik ini mengkhususkan diri dalam diet ketogenik, strategi rendah karbohidrat, dan puasa intermiten. Metformin membantu menurunkan gula darah dengan mengurangi produksi glukosa di hati dan meningkatkan respons tubuh terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Selain itu, obat ini membantu tubuh memanfaatkan glukosa secara lebih efektif, tidak hanya di hati tetapi juga di jaringan lain seperti otot. Dengan cara yang sama, kurkumin dapat mengurangi produksi glukosa di hati dengan menghalangi glukoneogenesis hati, yaitu cara hati menghasilkan glukosa dari sumber non-karbohidrat. Selain itu, kurkumin juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga sel-sel dapat merespons insulin secara lebih efektif dan memanfaatkan glukosa secara lebih efisien. Kunyit dan kurkumin saling terkait erat tetapi tidak identik. Kunyit merupakan rempah sekaligus tanaman, dan sering digunakan dalam suplemen. Sedangkan kurkumin merupakan senyawa, khususnya jenis kurkuminoid yang terdapat dalam kunyit. Manfaat kurkumin untuk kadar gula darah
Diabetes sering dikaitkan dengan peradangan dan stres oksidatif yang berkelanjutan. Manfaat antiperadangan dan antioksidan kurkumin dapat membantu mengatasi masalah ini. Kurkumin berpotensi meningkatkan aktivitas enzim antioksidan, yang selanjutnya mengurangi stres oksidatif pada model diabetes. Kurkumin berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan produksi protein yang memfasilitasi penyerapan glukosa ke dalam sel. Selain itu, kurkumin dapat membantu menurunkan resistensi insulin, yang merupakan karakteristik penting dari diabetes tipe 2. Kurkumin juga dapat meningkatkan fungsi sel beta, yang penting untuk produksi insulin. Efek penurun glukosa kurkumin diduga terkait dengan kemampuannya untuk: – Menghambat enzim yang terlibat dalam glukoneogenesis. Kurkumin adalah kurkuminoid yang paling banyak diteliti. Kurkumin juga dapat membantu meningkatkan tekanan darah, melindungi jantung, dan menurunkan risiko penyakit jantung. Penelitian lain menunjukkan bahwa kurkumin dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang berarti sel-sel tubuh merespons insulin dengan lebih baik, membantu mengatur kadar gula darah. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa kurkumin dapat membantu mencegah atau menunda perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian yang lebih baru dari Desember 2024 mengatakan bahwa kombinasi metformin dan kurkumin menunjukkan kemanjuran yang unggul dalam meningkatkan profil lipid dan metabolisme glukosa. Dalam hal mengonsumsi Metformin dan kurkumin, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin memberikan efek antiperadangan yang sinergis dengan metformin tanpa potensi efek samping. Selain gula darah, Dr. Berg mengatakan rempah-rempah tersebut dapat efektif dalam menstabilkan kadar kolesterol. “Penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin memiliki manfaat yang mirip dengan statin dan dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dan trigliserida,” ungkap dr. Berg. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurkumin dapat bermanfaat bagi toleransi glukosa dan profil lipid. Dalam sebuah penelitian tahun 2019, kurkumin meningkatkan sensitivitas insulin dan profil lipid pada model tikus diabetes tipe 2. Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Gak Sangka! Bumbu Dapur Ini Bisa Turunkan Gula Darah (adr/adr) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Cara Dorong Energi Tanpa Perlu Minum Kopi atau Makan Manis Jakarta – Konsumsi kopi atau makanan manis memang bisa mendorong energi, tetapi dalam jangka panjang akan memberi efek buruk. Sebaiknya beralih ke cara yang lebih menyehatkan, seperti 7 cara ini. Banyak orang mencari kopi atau makanan manis ketika mereka merasa tubuhnya lemas dan butuh dorongan energi. Memang kedua asupan tersebut bisa memberi dorongan energi secara instan, tetapi setelah dikonsumsi bisa mengarah pada dampak negatif. Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Sedangkan makanan manis mampu memberikan lonjakan energi melalui gula yang diserap dengan cepat.
Oleh karena itu, lebih baik mencari alternatif lain yang lebih sehat. Melansir realsimple.com (25/02/2025), berikut cara membuat tubuh tetap berenergi tanpa konsumsi kopi dan gula. 1. Lakukan aktivitas fisik
Salah satu pilihan terbaik yaitu menggerakkan tubuh atau melakukan aktivitas fisik. Meskipun sedikit, tetapi menurut situs Real Simple aktivitas fisik terbukti lebih efektif dalam meningkatkan energi daripada kafein. Aktivitas fisik juga mendorong energi karena mampu meningkatkan metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah, dan memicu pelepasan hormon endorfin. Karenanya, tubuh memiliki lebih banyak energi untuk aktivitas sehari-hari. 2. Konsumsi lemak sehat
Lemak sering dicap buruk, tetapi menurut situs Real Simple ada banyak penelitian tentang bagaimana beberapa lemak, termasuk lemak tak jenuh tunggal bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Lemak juga menjadi sumber bahan bakar paling hemat energi. Sumber lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi mulai dari alpukat, kacang-kacangan, sampai beberapa jenis ikan, seperti tuna dan salmon. 3. Konsumsi protein
Energi juga bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi protein. Camilan kaya protein akan membantu memberi bahan bakar sepanjang hari dan memberikan tingkat energi yang stabil. Protein yang bisa dikonsumsi, salah satunya telur yang juga kaya akan vitamin B untuk produksi energi. Yogurt juga bisa jadi pilihan yang baik karena tinggi protein dan kaya akan kalsium. Cara meningkatkan energi lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!4. Minum teh hijau
Secangkir teh hijau bisa menjadi pilihan terbaik karena mengandung senyawa L-Theanine yang dapat meningkatkan relaksasi. Teh hijau juga bisa mendorong energi karena kandungan kafein dan senyawa aktif lainnya yang memiliki efek stimulan pada tubuh. 5. Konsumsi serat
Alih-alih makan makanan manis, lebih baik makan makanan berserat tinggi. Jenis makanan ini dapat membantu tubuh menyerap karbohidrat pada tingkat lebih lambat. Makanan berserat tinggi juga bisa mengatur kadar gula darah, menjaga rasa kenyang, dan mendukung kesehatan pencernaan. Jenis makanan berserat yang bisa dikonsumsi mulai dari pisang, raspberry segar, sayuran hijau, atau umbi-umbian. 6. Tingkatkan vitamin dan mineralVitamin dan mineral merupakan bagian penting dari pola makan bergizi seimbang. Makanan tinggi vitamin dan mineral juga memainkan peran penting dalam proses metabolisme. Proses ini mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Secara khusus vitamin C, vitamin B, dan magnesium dapat membantu meningkatkan energi. Vitamin B juga sangat penting untuk metabolisme, bantu melepaskan energi dan karbohidrat, protein, serta lemak. Mineral, seperti mangan dan yodium juga bisa meningkatkan metabolisme. 7. Minum air putihMenjaga hidrasi tubuh sangat penting karena bisa membantu meningkatkan energi. Kekurangan air dapat memengaruhi konsentrasi dan membuat tubuh merasa lelah. Cobalah minum segelas air dingin saat merasa lesu. Pastikan juga untuk minum air yang cukup sepanjang hari. Jika tidak suka air putih biasa, bisa coba tambahkan buah, seperti apel atau lemon. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Hobi Makan Buah Setelah Makan Nasi? Ini Efeknya untuk Tubuh Jakarta – Banyak orang pilih menutup santapan dengan makan buah yang manis dan menyegarkan. Lantas, seperti apa efeknya pada tubuh jika kita makan buah setelah makan nasi? Buah merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian setiap orang. Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Buah juga jadi pelengkap asupan serat untuk memperlancar pencernaan.
Mengonsumsi buah setelah makan merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Buah kerap dijadikan makanan pencuci mulut yang menyegarkan. Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat makan buah setelah makan nasi? Pada dasarnya, makan buah tak disarankan dilakukan setelah makan. Melansir Times of India, secara keseluruhan, kebiasaan ini dapat memengaruhi pencernaan Anda. Berikut alasannya: 1. Kadar gula darah bisa melonjak
Misalnya, satu buah pisang mengandung sekitar 20 gram (g) karbohidrat. Pisang dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat. Hal di atas bisa meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah. 2. Terjadi efek FODMAP Pada dasarnya, buah dicerna jauh lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan yang lebih berat, buah akan tetap berada di dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung. 3. Berat badan naik
Konon, makan buah setelah makan bisa membantu proses penurunan berat badan. Padahal, faktanya semua buah kaya kalori. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lengkap, maka buah hanya akan memberikan kalori tanpa ada manfaat berlebih. Alih-alih dikonsumsi setelah makan, ada baiknya jika buah dikonsumsi di tengah waktu makan. Selain memberikan pilihan bergizi, makan buah di tengah waktu makan juga bisa memberikan manfaat lain sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya, memakan jeruk di tengah waktu makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi karena kandungan vitamin C yang tinggi. Atau, makan pisang di tengah waktu makan dapat memoderasi lonjakan gula darah. (sob/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Eater Collective
10 Makanan Super Untuk Liver, Jahe hingga Minyak Zaitun
Jakarta – Liver atau organ hati bertanggung jawab atas berbagai fungsi tubuh, mulai dari memproduksi protein hingga menyimpan karbohidrat. Organ ini juga menyaring zat berbahaya dalam darah hingga memecah racun dalam tubuh. Penting menjaga fungsi liver agar kesehatan tubuh secara menyeluruh juga terlindungi. Sejumlah makanan bernutrisi dapat dikonsumsi sebagai salah satu upaya memelihara kesehatan hati. Apa saja? Makanan Terbaik Untuk LiverMulai dari rimpang seperti jahe, sayuran dan buah-buahan, ikan, hingga minyak zaitun merupakan makanan super untuk kesehatan organ hati. Dilansir Health, Medical News Today, dan Healthline, berikut penjelasannya:
1. JaheSenyawa gingerol dan shogaol dalam jahe berperan sebagai antiperadangan dan antioksidan. Keduanya bermanfaat bagi pengidap penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD) serta mencegah dan mengobati penyakit hati, dengan mengurangi stres oksidatif dan menurunkan produksi zat penyebab kerusakan sel. 2. Sayuran SilanganSayuran silangan (cruciferous vegetables) dikenal kaya akan serat. Makanan tinggi serat bantu mencegah dan mengurangi penumpukan lemak di liver dengan meningkatkan rasa kenyang serta mempercepat pembakaran lemak. Menurut studi 2016 pada hewan tikus yang diberi makan brokoli, tumor atau penyakit perlemakan hati berkembang lebih rendah. Meski penelitian pada manusia terbatas, sayuran silangan tetap diyakini menawarkan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh. Contoh sayuran silangan meliputi brokoli, kubis, bunga kol, dan kale. Zat antiinflamasi dan antioksidan di dalam sayuran ini juga dapat mencegah kerusakan hati akibat peradangan. 3. Kacang-kacanganKacang-kacangan mengandung antioksidan, lemak sehat, dan vitamin E. Sejumlah nutrisi ini bantu mencegah NAFLD dan mengurangi peradangan serta stres oksidatif. NAFLD adalah perlemakan hati yang tidak disebabkan konsumsi alkohol. Risiko penyakit ini ditingkatkan oleh kadar kolesterol tinggi, mengidap obesitas, dan sering mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori tinggi. 4. Ikan BerlemakTuna, kembung, sarden, tenggiri, salmon, dan ikan berlemak lainnya mengandung asam lemak omega-3. Lemak sehat ini bantu mengurangi peradangan serta menghindari penumpukan lemak berlebih dan menjaga kadar enzim dalam hati. Konsumsinya juga mencegah risiko penyakit jantung. 5. Bawang PutihZat pendukung kesehatan hati meliputi allicin, allinin, dan ajoene dalam bawang putih memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Konsumsinya secara teratur bantu meningkatkan kesehatan liver pada orang dengan penyakit hati. Makan bawang putih juga mengurangi risiko kanker hati. Studi 2019 pada orang dewasa di China menunjukkan, konsumsi bawang putih mentah 2 kali atau lebih per minggu menurunkan risiko kanker hati sebesar 23%. 6. Buah BeriBluberi, rasberi, dan cranberry mengandung polifenol, senyawa antioksidan yang bantu melindungi organ hati dari kerusakan. Buah-buah beri ini juga menyimpan antosianin. Menurut studi 2021, suplemen cranberry dapat memperbaiki perlemakan hati pada pengidap NAFLD. Ekstrak bluberi juga terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker liver dalam penelitian tabung reaksi. Namun diperlukan penelitian lebih banyak pada manusia untuk efek ini. 7. Biji-bijianBiji chia dan biji rami kaya akan serat yang penting bagi pengidap penyakit hati. Makanan ini mencegah penyakit hati dengan mengurangi konsumsi kalori secara keseluruhan, mendukung berat badan sehat, dan merangsang pertumbuhan bakteri baik usus yang bisa mengurangi peradangan. Dalam studi 2020 terhadap 25 pasien NAFLD ditemukan, konsumsi 25 gram biji chia per hari selama 8 minggu mengurangi efek NAFLD pada 52% peserta. 8. Teh HijauTeh hijau bermanfaat bagi liver dengan menurunkan kadar enzim alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST). Kadar kedua enzim diketahui meningkat karena kerusakan hati yang lebih parah. Ulasan 2017 juga mengungkap orang yang rutin minum teh hijau memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker hati. Meski begitu, orang yang telah memiliki masalah organ hati sebaiknya tidak mengonsumsi teh hijau. Ada beberapa laporan yang menunjukkan kerusakan organ hati diperparah dengan konsumsi ekstrak teh hijau. 9. KopiKopi menjadi salah satu minuman terbaik untuk kesehatan hati. Minuman ini meningkatkan liver dari penyakit, bahkan pada organ yang telah memiliki masalah. Tinjauan 2016 menemukan, risiko kerusakan hati permanen menurun pada pengidap penyakit hati kronis yang minum kopi. Konsumsi kopi juga bantu mengurangi risiko terkena kanker hati jenis umum. Khasiat kopi ini disebutkan berkat kemampuannya dalam mencegah penumpukan lemak dan kolagen yang menjadi penanda utama penyakit hati. Level antioksidan glutathione juga meningkat dengan minum kopi sehingga menetralkan radikal bebas berbahaya yang dapat merusak sel. 10. Minyak ZaitunMengonsumsi terlalu banyak lemak tidak bagus untuk organ hati, tetapi beda halnya dengan minyak zaitun. Menurut penelitian 2019, minyak zaitun mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi hati. Hal ini berkat tingginya asam lemak tak jenuh dalam minyak tersebut. (azn/row) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Makanan Pemicu Kulit Kusam dan Keriput, Batasi Konsumsinya Jakarta – Kulit kusam, pori-pori membesar, dan bahkan keriput? Penyebabnya bisa jadi karena konsumsi makanan yang memicu penuaan kulit, seperti lima makanan ini. Tampilan kulit sehat bisa didapat dari konsumsi makanan bernutrisi tepat. Namun sebaliknya, konsumsi makanan yang buruk untuk kulit, bakal membuat tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat. Dokter Dana Ellis Hunnes, ahli gizi sekaligus penulis buku, dan Dokter Jessica Krant, dokter kulit dan pakar gaya hidup sehat, mengatakan apa yang kita makan sangat berpengaruh terhadap penampilan kulit.
Kedua pakar ini sepakat, makanan yang mempercepat penuaan kulit biasanya tinggi zat inflamasi, minim serat dan antioksidan, bahkan sering kali berasal dari produk hewani. Peradangan dalam tubuh bisa memperpendek telomer, struktur kecil di ujung kromosom yang berperan penting dalam penuaan. Jika telomer menipis, kulit akan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda usia seperti kerutan dan kekeringan. Ditambah lagi, tanpa asupan antioksidan dari sayur dan buah, radikal bebas bisa dengan bebas merusak sel kulit dan mempercepat kerusakannya. Untuk lebih jelasnya, berikut 5 makanan yang bisa bikin kulit jadi lebih tua, melansir The Healthy: 1. Soda dan minuman manis
Minuman bersoda, permen, dan makanan manis lainnya mengandung gula olahan tinggi yang dapat memicu peradangan dan menyebabkan kerusakan kolagen. Sementara kolagen adalah kunci elastisitas dan kelembutan kulit. Jadi, ketika kolagen rusak, kulit jadi lebih cepat keriput dan kering. 2. Produk olahan susu
Meski tidak semua orang sensitif terhadap susu, beberapa jenis produk olahan susu tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang memicu inflamasi. Protein susu seperti kasein juga diketahui dapat menyumbat pori-pori dan memperparah jerawat. Kombinasi ini bisa mempercepat penuaan kulit secara perlahan tapi pasti. 3. Daging olahan
Daging olahan seperti bacon, sosis, dan pepperoni memang lezat, tapi mengandung natrium tinggi dan nitrat yang memicu pembengkakan dan peradangan. Lebih buruk lagi, daging olahan dapat menguras vitamin C dalam tubuh, yang justru sangat dibutuhkan untuk produksi kolagen dan menjaga kulit tetap sehat. 4. Makanan yang digoreng
Tidak bisa berhenti makan gorengan? Sayangnya, proses menggoreng melepaskan radikal bebas yang merusak kulit dan mengurangi elastisitasnya. Trans fat dalam gorengan juga menurunkan kelenturan sel dan memperparah kerja hati. Hasil akhirnya? Kulit cepat menua, bahkan bisa muncul flek hitam. 5. Karbohidrat ultra prosesRoti putih kemasan, mi instan, biskuit, hingga keripik, semuanya rendah serat dan tinggi kalori kosong. Dr. Krant menegaskan bahwa makanan seperti ini mengganggu keseimbangan mikrobioma usus dan memperburuk peradangan dalam tubuh. Padahal, usus yang sehat sangat berpengaruh pada kondisi kulit yang cerah dan kenyal. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Makanan yang Bisa Bikin Kulit Cepat Tua” (Tim CNN Indonesia/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective
|




























