Jakarta –
Banyak orang berpikir konsumsi makanan sehat pasti bikin kenyang lebih lama. Namun ternyata, rasa lapar masih mungkin muncul gegara dipicu lima hal berikut ini.
Konsumsi makanan sehat adalah salah satu kunci panjang umur. Banyak orang pun berusaha mempraktikkan pola makan sehat, seiring kondisi kesehatan yang menurun atau memang ingin mencapai tujuan-tujuan kesehatan tertentu.
Semangkuk buah, sayuran, kacang, hingga biji-bijian jadi bahan makanan yang rutin diolah dan dikonsumsi. Harapannya, konsumsi makanan ini dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Namun, faktanya tak selalu seperti itu. Sering kali rasa lapar justru cepat muncul usai melahap makanan sehat. Rasa lapar itu juga diiringi perasaan belum puas sehingga kamu masih tergoda makan lagi.
Mengutip Times of India (25/4/2025), berikut lima pemicu rasa lapar muncul usai konsumsi makanan sehat:
1. Kurang lemak sehat
Makanan sehat bukan berarti bebas lemak. Faktanya, menambahkan sumber lemak sehat justru bisa mempertahankan rasa kenyang. Ini karena lemak berperan melambatkan pencernaan.
Asupan lemak sehat juga penting untuk kesehatan hormon dan penyerapan nutrisi. Sumber lemak sehat antara lain alpukat, selai kacang, dan minyak zaitun. Cita rasanya dikenal lezat, mudah diaplikasikan, dan bisa membuat kenyang lebih lama.
2. Tak ada karbohidrat kompleks
Ubi jalar, salah satu sumber karbohidrat kompleks. Foto: Getty Images/iStockphoto/HandmadePictures |
Seperti halnya lemak, karbohidrat juga sering dicap buruk, padahal karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk memasok energi. Namun, pilihlah jenis karbohidrat kompleks yang menyehatkan.
Sumber karbohidrat tersebut antara lain gandum utuh, ubi jalar, quinoa, dan kacang-kacangan. Konsumsinya juga bisa membantu menyediakan bahan bakar yang bakal dicerna tubuh dengan lebih lambat, sehingga mengendalikan keinginan makan.
3. Makan terlalu cepat
Cara kamu makan juga memengaruhi seberapa cepat kamu lapar. Hindari makan terlalu cepat karena otak nantinya tidak punya waktu lebih untuk mengenali sinyal kenyang.
Lebih parahnya lagi, otak tidak mendapatkan sinyal kenyang sama sekali sehingga kamu merasa kenyang, tapi masih lapar. Untuk menghindari kondisi ini, makan dengan perlahan. Terapkan konsep ‘mindful eating’ dimana kamu fokus terhadap makanan dan tidak terdistraksi oleh hal-hal lain. Dengan begitu, otak bisa dengan leluasa mengenal rasa kenyang.
Selengkapnya di halaman selanjutnya.
4. Kurang protein
Menambahkan sumber protein bisa membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Foto: Getty Images/Amarita |
Penambahan protein adalah kunci untuk membuat makanan terasa mengenyangkan. Protein membantu menyeimbangkan gula darah dan menahan keinginan ngemil.
Bila makanan kamu berisi cukup protein, maka tubuh akan mendapatkan ‘bahan bakar’ yang dibutuhkan untuk merasa kenyang dan berenergi. Tanpa protein yang cukup, kamu akan kehabisan tenaga dan cepat lapar. Sumber protein pilihan antara lain telur, kacang-kacangan, yogurt, ikan dan tahu. Menambahkan sedikit saja sumber protein akan membantu mengirim sinyal ke otak kalau kamu sudah kenyang.
5. Rasa lapar palsu
Jangan tertipu rasa lapar karena bisa jadi itu bukan lapar sungguhan, melainkan hal-hal psikologis yang memicunya. Misalnya kamu bosan, stress, dan lelah, hingga berujung meyakinkan diri sendiri kalau kamu lapar.
Faktanya, kondisi tersebut bisa diatasi dengan istirahat, bergerak, atau mengerjakan hal-hal menyenangkan. Sebelum menuruti keinginan lapar tersebut, coba kamu ambil napas dalam-dalam dan mengenali sinyal yang ada.
(adr/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Efek Samping Kebanyakan Ngemil Saat Kerja, Ganggu Fisik dan Mental Jakarta – Menikmati camilan sambil bekerja banyak dinikmati karena dianggap membuat lebih nyaman. Faktanya ada ancaman kesehatan fisik dan mental dari kebiasaan ini. Bagi sebagian orang merasa bahwa bekerja dengan serius justru membuatnya tertekan. Sehingga berbagai cara berusaha ditemukan untuk membuat tubuh dan pikiran lebih nyaman. Seperti menyediakan minuman atau camilan di atas meja kerja. Mengunyah camilan selama bekerja dianggap membuat pikiran lebih terbuka dan santai untuk menyelesaikan pekerjaan.
Padahal di balik kebiasaan tersebut ada ancaman terhadap kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Ada beberapa ancaman yang ditemukan ahli berdasarkan pengamatan kebiasaan para pekerja kantoran. Baca juga: Pelayan Kesal Dapat Pelanggan Banyak Minta dan Bayar Pakai Recehan Berikut ini 5 efek samping ngemil selama bekerja melansir Kiru Millet:
1. Gangguan FisikCamilan yang tak sehat dan dikonsumsi selama bekerja memiliki banyak efek samping negatif. Misalnya pada makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi sangat mudah menjadi penyebab obesitas. Bagi penyuka makanan manis dan memilih menyimpan camilan dengan gula yang tinggi juga akan jauh lebih berbahaya. Kebiasaan ini dapat memicu terjadinya obesitas hingga gangguan metabolis. Walaupun dianggap sebagai pembantu energi tetapi kebiasaan ngemil saat bekerja justru akan menyebabkan benturan energi atau energy crash. Dampaknya tubuh akan sangat bersemangat di waktu yang singkat namun setelahnya akan merasa lemas dan lesu. 2. Pengaruh Mental Tak StabilKonsumsi makanan yang tak sehat tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik. Tetapi kondisi mental yang disebabkan oleh hormon akan berdampak gegara nutrisi yang tak cukup yang diterima otak. Kebiasaan ngemil saat bekerja, ketika dihentikan secara mendadak akan menimbulkan dampak gangguan mental yang cukup berpengaruh. Mood swings atau mudahnya suasana hati berganti dapat terjadi biasanya disebabkan oleh camilan manis. Inflamasi yang dipicu oleh makanan rendah nutrisi dan tinggi gula akan mengganggu pengendalian hormon dopamin pada orang. Menurut ahli gizi sekalipun, dijelaskan bahwa kebiasaan makan tinggi gula dan makanan olahan berpengaruh besar pada potensi kecemasan serta depresi. Efek samping ngemil selama bekerja berlanjut di halaman berikutnya.3. Menurunnya ProduktivitasKebanyakan orang yang terbiasa ngemil sambil bekerja akan merasa dorongan camilan berpengaruh pada energinya. Ketika menyelesaikan tugas sambil menikmati makanan kecil rasanya seperti otak akan lebih jernih berpikir. Kondisi ini disebabkan oleh lonjakan energi singkat akibat konsumsi makanan tinggi gula dan kalori dari camilan tak sehat. Tetapi setelah efeknya berakhir, dorongan energi yang terjadi akan sebaliknya. Tubuh terasa lemas, otak tak lagi tajam berpikir, hingga serangan rasa kantuk saat bekerja. Akibatnya tingkat produktivitas akan terganggu, pekerjaan yang diselesaikan lebih lamban hingga gangguan mood yang membuat alur pekerjaan berantakan. 4. Pengeluaran Lebih
Kebiasaan ngemil saat bekerja dapat membuat pengeluaran menjadi lebih boros. Bukan sekadar boros untuk membeli makanan tetapi juga terhadap perawatan untuk tubuh. Makanan tinggi kalori yang dikonsumsi sebagai camilan dapat memicu berbagai gejala gangguan kesehatan. Dampaknya pengeluaran untuk biaya perawatan akan membengkak. Dampak jangka panjangnya yang lebih jauh, kebiasaan ngemil juga dapat merugikan perusahaan. Menurut pengamat karyawan yang seringkali tidak sehat akan membuat perusahaan mempertimbangkan penggantian sehingga akan dibutuhkan biaya untuk perekrutan karyawan baru. 5. Nafsu Makan karena StressPola diet mindful eating atau makan dengan bijak ialah untuk menghindari nafsu makan yang datang dari emosional. Kebutuhan makan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tubuh. Kebiasaan ngemil makanan manis atau tinggi kalori dapat memicu stres. Efeknya pelarian berupa mencari camilan lain yang lebih nyaman di mulut akan terjadi. Kondisi ini disebut sebagai emotional eating atau nafsu makan berlebih yang muncul gegara gangguan emosi. Sehingga secara jangka panjang akan memengaruhi kesehatan tubuh dan mental. (dfl/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Minum Air Dingin atau Air Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
Jakarta – Ketika haus melanda, ada orang lebih memilih minum air dingin yang menyegarkan. Namun, ada juga yang lebih nyaman dengan air putih bersuhu ruang 20°C hingga 26°C. Di balik keduanya, muncul pertanyaan, sebenarnya mana yang lebih sehat? Berikut sejumlah kesehatan dari air suhu ruang dan air dingin. Manfaat Minum Air Suhu RuangMengutip laman Epic Water Filter dan Foothills Sports Medicine Physical Therapy, minum air suhu ruang dapat meningkatkan kualitas tidur dan melancarkan pencernaan. Begini penjelasannya.
1. Meningkatkan Kualitas TidurTerdapat beberapa bukti minum air suhu ruangan sebelum tidur membantu meningkatkan kualitas istirahat. Minum air ini sebelum tidur juga bisa membantu mencegah dehidrasi yang mengganggu tidur dan menyebabkan kegelisahan. Perlu diketahui, efek minum air suhu ruangan terhadap kualitas tidur tiap orang bervariasi. 2. Melancarkan PencernaanSaat menyantap makanan berat, lambung akan lebih sulit mencernanya. Namun, air bersuhu ruangan atau lebih hangat membantu melarutkan makanan, sehingga lebih mudah dicerna. Manfaat Minum Air DinginMinum air dingin juga memiliki beberapa manfaat seperti: 1. Meningkatkan KewaspadaanMinum air dingin bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Air dingin akan membantu meningkatkan sirkulasi, yang bisa menyalurkan oksigen dan nutrisi ke otak dan meningkatkan fungsi kognitif. 2. Membantu Membakar KaloriAir dingin juga dapat membantu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh. Saat menelan air dingin, tubuh harus harus bekerja untuk menghangatkan air hingga mencapai suhu tubuh. Proses ini menyebabkan tubuh membakar kalori dalam prosesnya. Air dingin juga bisa membantu meningkatkan metabolisme, yang juga bisa meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh. Meski demikian, jumlah kalori yang dibakar relatif kecil. Minum air dingin juga tidak bisa diandalkan sebagai metode utama untuk menurunkan berat badan. Mana yang Lebih Baik?Secara keseluruhan, baik air dingin maupun air bersuhu ruangan sama-sama bermanfaat bagi tubuh. Keduanya juga dapat menghidrasi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kamu bisa memilih air putih suhu ruangan atau dingin sesuai selera. Untuk rasa yang lebih segar, campurkan dengan beberapa buah segar atau daun mint sebagai infused water. (elk/row) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() 5 Makanan yang Disarankan untuk Meredakan Depresi Jakarta – Meredakan stres yang merujuk pada pemicu depresi dapat dilakukan dengan mencukupi nutrisi spesifik untuk tubuh. Ada makanan tertentu yang disarankan untuk dikonsumsi guna meredakan depresi. Depresi merupakan gangguan suasana hati yang membuat penderitanya mengalami sedih, lesu, dan tidak bersemangat. Penanganan utama depresi pada kategori berat sebenarnya adalah bantuan dari profesional yang berwenang. Ada banyak pengobatan dan strategi yang akan diberikan guna mengatasi depresi. Salah satunya penyesuaian nutrisi untuk kembali meningkatkan suasana hati yang juga dipengaruhi oleh makanan.
Setiap jenis makanan memiliki nutrisinya secara spesifik yang memiliki peran terhadap tubuh termasuk mengatur pusat saraf untuk melepaskan hormon yang berpengaruh pada suasana hati. Ada beberapa makanan yang disarankan oleh ahli untuk dikonsumsi untuk meredakan stres yang merujuk pada depresi. Baca juga: Pria Ini Tolak Kuliah di Amerika Serikat Demi Jualan Jajanan Kaki Lima Berikut ini 5 makanan yang cocok untuk meredakan depresi melansir Very Well Health:
1. Sayuran HijauDi balik warna hijau yang segar, sayuran memiliki kandungan magnesium. Beberapa sayuran hijau yang tercatat tinggi magnesium misalnya bayam, kale, dan masih banyak lainnya. Asupan magnesium dalam makanan membantu mengendalikan mood atau suasana hari. Banyak penelitian menunjukkan partisipan yang mengalami depresi mengalami kekurangan magnesium dalam tubuhnya. Begitupula dengan kandungan folat yang merupakan bagian vitamin B memiliki peran untuk membantu meredakan gejala depresi. Sehingga dengan mengonsumsi sayuran hijau dapat membantu meningkatkan kadar magnesium serta sebagai sumber folat. 2. WortelWarna oranye yang pekat pada wortel menandakan tingginya kandungan antioksidan pada sayuran tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa wortel juga tinggi akan kandungan vitamin A yang baik untuk mata. Salah satu jenis vitamin A ialah antioksidan dalam bentuk karotenoid. Antioksidan ini dapat mengatasi dan meminimalisir efek antiinflamasi pada tubuh. Pada beberapa penelitian, para peneliti berusaha melihat efek wortel terhadap gejala depresi dan kecemasan. Hasilnya semakin banyak konsumsi karotenoid maka gejalanya semakin berkurang. Makanan untuk depresi lainnya berlanjut di halaman berikutnya.3. AlpukatLemak sehat yang padat dalam alpukat memiliki kandungan folat, potasium, tryptophan, dan vitamin K. Jenis-jenis nutrien tersebut dibutuhkan oleh tubuh guna mengatasi gejala depresi. Khasiatnya juga diperkuat dengan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk kesehatan otak. Sehingga neuron pada otak akan lebih terjaga dan memudahkan sistem saraf pusat mengendalikan suasana hati. Efek yang diberikan dari konsumsi alpukat dengan rutin bahkan disamakan dengan efek konsumsi antidepresan. Alpukat dapat dinikmati baik dengan dimakan langsung, dijadikan minuman segar, atau pendamping roti untuk sarapan. 4. Jamur
Jamur yang murah meriah nyatanya dapat diandalkan sebagai sumber makanan nabati. Pada beberapa kreasi makanan alternatif untuk vegan, kehadiran jamur hampir selalu digunakan. Jamur kaya akan kandungan berbagai jenis vitamin B dan selenium. Kandungan tersebut mirip dengan kandungan yang didapatkan pada protein hewani seperti daging sapi. Vitamin B dan selenium dibutuhkan oleh tubuh untuk mengurangi gejala depresi. Banyak penelitian menemukan salah satu pemicu depresi ialah kurangnya kedua nutrien tersebut di dalam tubuh. 5. TomatMirip dengan wortel, tomat juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi ditandai dengan warnanya. Tomat mengandung zat besi, vitamin B6, dan tryptophan. Kandungan tersebut dibutuhkan oleh orang untuk menciptakan suasana hati yang baik dengan mengatur hormon yang dilepas. Sebuah penelitian pernah dilakukan untuk melihat efek konsumsi tomat pada lansia. Ditemukan bahwa konsumsi tomat sebanyak dua sampai enam kali per minggu dapat memberikan efek signifikan untuk mencegah gejala depresi. Persentasenya mencapai 46% jika dibandingkan dengan orang-orang yang mengonsumsi tomat kurang satu sekali dalam seminggu. (dfl/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() 3 Manfaat Sehat Sup Miso, Menu Utama Wanita 115 Tahun di Jepang Jakarta – Wanita tertua berusia 115 tahun di Jepang mengungkap ia mengonsumsi makanan enak, seperti sup miso. Lantas, apa saja manfaatnya? Bagi sebagian orang, memiliki umur panjang dalam kondisi sehat merupakan salah satu hal yang ingin dicapai. Namun, tidak mudah mencapai impian tersebut. Terlepas dari takdir, seseorang juga perlu menjaga pola hidup, termasuk makan sehat.
Mereka yang berumur panjang rupanya tidak selalu membatasi pilihan makanan. Banyak juga yang masih mengonsumsi makanan enak tetapi menyehatkan, seperti wanita Jepang bernama Okahi Hayashi. Sebelum meninggal minggu lalu, tepatnya tanggal 26 April 2025, wanita ini mendapat gelar sebagai wanita tertua di Jepang. Di usia terakhirnya yang menginjak 115 tahun, wanita ini diketahui tetap menikmati makanan sederhana dan enak setiap hari. Dengan tetap memperhatikan kesehatannya di usia senja, wanita ini berhasil menjaga pikiran dan tubuhnya tetap sehat dengan berbagai cara. Salah satunya menikmati semangkuk sup miso hangat. Profesor Tim Spector juga mengunggah di Instagram tahun lalu kalau sebaiknya orang-orang mulai menambah sup miso ke dalam menu makanan mereka karena manfaat kesehatan luar biasa. Sup miso yang berasal dari Jepang ini dibuat dari pasta kacang kedelai yang difermentasi. Lalu ditambah dengan garam dan koji (semacam jamur) dan dicairkan dengan air hangat. Menurut para ahli, ada tiga manfaat kesehatan utama yang bisa didapat dari mengonsumsi sup miso. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari getsurrey.co.uk (29/04/2025): 1. Mengurangi risiko kanker
Menurut penelitian terkini yang diterbitkan dalam Nutrients, ada hubungan antara konsumsi produk kedelai dengan rendahnya risiko kanker prostat. Seiring terus berkembangnya penelitian mengenai potensi manfaat kesehatan dari konsumsi kedelai, ditemukan juga kemungkinan kaitan konsumsi sup miso dengan mengurangi kanker payudara. Hal ini dikaitkan dengan kandungan isoflavon di dalamnya yang dapat membantu penurunan risiko kambuhnya kanker payudara sebesar 26%. Melansir hellosehat.com, sempat juga dilakukan penelitian terhadap hewan terkait sup miso. Ditemukan bahwa sup miso memiliki manfaat untuk mengurangi risiko kanker usus, paru-paru, dan payudara. Sedangkan penelitian pada manusia menemukan bahwa konsumsi miso setiap hari bisa menurunkan risiko kanker hati sebesar 50-54 persen. Namun, pengujian klinis dalam skala lebih besar tetap dibutuhkan untuk membuktikan manfaat miso dalam menekan risiko kanker. 2. Mengurangi risiko penyakit jantung
Sebuah penelitian juga menunjukkan konsumsi produk kedelai yang difermentasi dikaitkan dengan penurunan risiko timbulnya penyakit jantung, Kandungan garam pada miso dinilai memiliki efek yang dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis daripada garam pada umumnya. Hal tersebut menjadi alasan mengapa miso mampu menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Namun, tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat miso dalam menurunkan tekanan darah ini. Manfaat lain dari mengonsumsi miso bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Mengontrol gula darahKandungan gula darah tinggi telah dikaitkan erat dengan meningkatnya risiko beberapa penyakit serius, termasuk masalah ginjal, penyakit jantung, dan stroke. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan tahun 2021, ditemukan bahwa wanita penderita diabetes tipe dua yang mengonsumsi sup miso setiap hari memiliki kadar HbaTc (indikator kontrol gula darah jangka panjang) lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi sup tersebut setiap hari. Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi miso dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dalam jangka panjang. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Makanan Ini Ampuh Redakan Asam Lambung, Jahe dan Pisang Jakarta – Asam lambung yang kambuh biasanya merasakan sensasi terbakar di area dada dan naik ke kerongkongan. Untuk meredakannya, bisa mengonsumsi beberapa makanan ini. GERD atau asam lambung merupakan penyakit yang menyerang bagian pencernaan tubuh seseorang. Ketika asam lambung sedang naik, terasa nyeri di area sekitar perut yang didahului dengan gejala sensasi terbakar di dada serta tenggorokan. Melansir dari BBC, ada berapa makanan dan minuman yang dapat menjadi pemicu dari asam lambung. Di antaranya adalah mengonsumsi makanan pedas, asam, berlemak, dan berminyak. Minum alkohol dan kafein terlalu banyak juga dapat memicu asam lambung.
Agar asam lambung cepat mereda, ada beberapa makanan yang baik dikonsumsi. Makanan itu adalah buah pisang, sayuran hijau, oatmeal, hingga jahe yang dapat meredakan asam lambung, seperti dilansir dari Medical News Today (26/3/2025). Berikut 5 makanan yang ampuh meredakan asam lambung:1. Oatmeal
Salah satu makanan yang dapat menyembuhkan asam lambung harus hang mengandung serat tinggi. Karena, kandungan serat dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Makanan yang mengandung serat tinggi berasal dari biji-bijian. Makanan ini dapat ditemui pada oatmeal, roti, dan nasi merah. Kamu bisa mengonsumsinya secara rutin agar asam lambung tak kambuh. Oatmeal diketahui makanan yang mengandung serat tinggi. Diketahui bahwa dalam 100 gram oatmeal mengandung 10,4 gram serat yang dibutuhkan oleh tubuh. 2. PisangBuah-buahan juga diketahui baik untuk meredakan gejala asam lambung. Namun, jangan asal memilih jenis buah yang akan dikonsumsi. Sebaiknya pilih buah pisang yang mengandung serat tinggi. Menurut sebuah studi 2023, pisang disebut dapat menetralkan asam lambung. Ini karena buah berwarna kuning tersebut juga bersifat basa dan mengandung serat. Satu pisang matang (100 gram) mengandung sekitar 2,6 gram serat. Makanan yang dapat meredakan asam lambung lainnya cek di halaman berikut… 3. SayuranSayuran memang makanan yang sehat dengan kandungan nutrisi tinggi. Terutama jika rutin mengonsumsi sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan lainnya. Sayuran hijau ini dapat membantu menurunkan asam lambung, yang membantu refluks asam. Beberapa sayuran itu rendah lemak dan gula yang dapat memicu gejala asam lambung. Contohnya, brokoli diketahui mengandung serat yang cukup tinggi, per 100 gram mengandung 2,6 gram serat. Untuk bayam per 100 gram mengandung 2,2 gram serat. 4. Jahe
Jahe merupakan rempah yang biasa digunakan untuk pengobatan alami karena mengandung gingerol. Rempah satu ini memiliki rasa yang agak pedas dan sensasi hangat. Di dalamnya juga banyak mengandung zat anti-inflamasi alami yang membantu dalam menyembuhkan asam lambung. Biasanya jahe ini diracik menjadi minuman ketika sakit perut dan pencernaan terganggu. Sebuah studi 2023 meneliti efek dari mengonsumsi jahe pada gejala dispepsia fungsional. Seperti rasa nyeri ulu hati hingga terbakar di perut. Gejala asam lambung ini akan mereda setelah mengonsumsinya selama 4 minggu. 5. Lidah BuayaLidah buaya juga termasuk yang dapat meredakan gejala asam lambung. Para penderita asam lambung atau GERD bisa mencoba menjadikan daging buahnya sebagai jelly atau sirupnya untuk minuman. Hal ini telah dijelaskan dalam studi 2022, ada penelitian yang menunjukkan sirup lidah buaya dapat meredakan gejala GERD. Efektivitas manfaat lidah buah ini karena adanya kandungan zat antioksidan dan anti-inflamasi. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Kombinasi Makanan Sehat Ini Bisa Kurangi Khasiatnya Jakarta – Menyampurkan makanan dianggap menjadi cara untuk mendapatkan khasiat ganda. Faktanya ada beberapa makanan sehat yang jika dicampur justru kurangi manfaatnya. Setiap jenis makanan seperti susu, buah-buahan, dan sayuran memiliki kandungan nutrisinya sendiri. Mengonsumsinya juga dipercaya dapat memberikan khasiat tertentu bagi kesehatan tubuh. Tetapi banyak juga yang mencoba menggabungkan dua jenis makanan dengan harapan untuk membuat rasanya lebih enak maupun khasiatnya secara ganda. Logika bahwa nutrisi dapat saling melengkapi dipegang erat banyak orang yang diterapkan dalam kesehariannya.
Tetapi ahli gizi yang lebih profesional justru tak setuju dengan praktik tersebut. Dikatakan ada beberapa makanan sehat yang jika digabungkan malah mengurangi khasiatnya. Baca juga: Dripper V60 vs Corong Kuning, Mana yang Hasilnya Lebih Enak? Berikut ini 5 kombinasi makanan sehat yang bisa jadi tak menyehatkan seperti dilansir Times of India:
1. Susu dan CitrusKetika sarapan, terutama di restoran atau buffet hotel biasanya tersedia berbagai racikan minuman segar. Salah satunya ialah perpaduan susu dengan buah-buahan citrus atau yang mengandung kadar asam tinggi. Ternyata menurut pandangan ahli perpaduan susu dan buah citrus tidak disarankan apalagi dikonsumsi saat sarapan. Perpaduan keduanya dapat menimbulkan gangguan pada perut seperti kembung dan gangguan pencernaan lain. Alasannya terdapat pada kandungan asam alami dari buah yang dapat membuat susu menggumpal. Efeknya pencernaan akan melambat dan peradangan pada kulit. 2. Teh dan Makanan RinganMenikmati teh yang hangat akan lebih komplet jika dipadukan dengan camilan. Seperti kue yang manis atau gorengan yang asin, renyah, dan masih hangat. Tetapi kebiasaan memadukan teh dengan makanan ringan yang asin justru dikhawatirkan ahli gizi. Ada efek ketidak seimbangan mineral yang dapat terjadi pada tubuh jika memadukan dua kombinasi tersebut. Teh memiliki kandungan tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Sementara makanan asin dapat memicu diuretik yang jika dipadukan, keduanya dapat menyebabkan dehidrasi. Kombinasi makanan sehat yang tak disarankan lainnya berlanjut di halaman berikutnya.3. Yogurt dan DagingPada hidangan bergaya Timur Tengah seringkali makanan yang disajikan dipadukan dengan yogurt. Salah satunya beberapa sajian kebab yang masih menggunakan gaya otentik dari Timur Tengah. Namun secara Ayurveda kedua makanan tersebut tidak bisa dipadukan secara bersamaan. Alasannya merujuk pada efek yang dihasilkan oleh kedua makanan tersebut setelah dicerna dalam tubuh. Olahan susu seperti yogurt atau curd akan memberikan efek untuk mendinginkan tubuh. Sementara daging, terutama daging merah, memberikan efek meningkatkan suhu tubuh sehingga tidak ideal untuk digabungkan. 4. Buah Setelah Makan
Hampir pada berbagai situasi buah akan menjadi pilihan utama sebagai sumber asupan makanan sehat. Termasuk ketika memikirkan makanan penutup, sebagian orang akan memilih mengonsumsi buah setelah makan. Faktanya konsumsi buah setelah makan bukanlah cara yang tepat untuk dilakukan. Buah dicerna lebih cepat oleh tubuh daripada makanan utama yang lebih berat. Konsumsi buah setelah makan akan menyebabkan proses mencerna yang lebih lama sehingga memicu kembung dan rasa tak nyaman pada perut. Urutan yang tepat untuk menikmati buah segar ialah sebelum makanan utama. 5. Susu dan PisangMemadukan susu dan pisang sekilas akan terlihat menyehatkan dan mengenyangkan. Bahkan banyak produk yang memadukan antara susu dengan pisang untuk dikonsumsi pada waktu yang bersamaan. Ahli gizi memiliki pendapat yang berbeda bahkan melarang memadukan pisang dan susu. Kombinasi kedua makanan ini dianggap terlalu memberatkan perut sehingga butuh tenaga ekstra untuk mencernanya. Susu memiliki sifat yang berat dan menyejukkan sementara pisang memiliki karakter yang manis namun padat. Jika tetap ingin memilih memadukan keduanya, sebaiknya menambahkan kayu manis atau cengkeh untuk membantu kerja pencernaan menyerapnya. (dfl/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Salah Kaprah! 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Bikin Diet Gagal Total Jakarta – Pola makan sangat berperan penting jika ingin menurunkan berat badan. Hindari kebiasaan makan ini, karena bisa membuat diet gagal total. Adalah impian banyak orang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Selain membuat percaya diri, juga dapat memberikan efek positif pada kesehatan tubuh. Saat menjalani diet, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi, sebab banyak orang yang salah kaprah tentang pola makan yang dijalani. Kebiasaan buruk justru dilakukan karena ketidakpahaman.
“Orang-orang punya niat baik dengan memulai diet, tetapi terkadang mereka tidak memiliki banyak informasi yang cukup tentang gizi dan pola makan,” ujar ahli gizi McManus. Dikutip dari Health.Harvard (19/04/21) berikut 5 kebiasaan makan yang bisa menggagalkan diet.1. Diet terlalu ketat
Banyak orang yang nekat diet ketat demi mendapatkan hasil yang cepat. Padahal, diet ketat justru bisa berbahaya dan menggagalkan proses penurunan berat badan. Misalnya kamu menghindari makan nasi. Padahal faktanya, tubuh masih membutuhkan asupan karbohidrat untuk dorongan energi. “Memotong asupan karbohidrat secara total sangat berbahaya,” ujar ahli diet McManus. McManus menyarankan agar membuat rencana pola makan yang lebih bijak dan berkelanjutan. Kuncinya adalah mempertimbangkan asupan kalori harian, jadi masih boleh makan tetapi porsinya dibatasi. 2. Menghindari makanan yang salahTak jarang orang melakukan diet tanpa pengetahuan dasar. Alhasil mereka justru menghindari makanan yang seharusnya dikonsumsi saat sedang berdiet. Misalnya pada asupan lemak, lemak ada dua jenis, yakni lemak sehat dan lemak tidak sehat. Jenis lemak yang tidak sehat adalah lemak trans yang biasa ada pada makanan yang digoreng dan tinggi garam. Sedangkan, lemak sehat contohnya adalah lemak omega-3 yang terkandung pada alpukat, salmon, minyak zaitun, dan kacang-kacangan. Lemak ini berperan menurunkan kolesterol. Pola makan yang bisa menggagalkan diet ada di halaman berikutnya.3. Kebanyakan ngemil
Demi menghindari makan besar, tak sedikit pelaku diet yang lebih memiliki ngemil. Justru kebanyakan ngemil dapat menaikkan berat badan, apalagi pilihan menunya tidak sehat. “Lebih banyak makan besar tapi porsi dibatasi, daripada ngemil karena dianggap kecil tapi sering. Akan lebih bahaya jika ngemil makanan manis dan goreng-gorengan,” tutur McManus. McManus menyarankan untuk menghindari stok camilan yang tidak sehat, seperti es krim, permen, kue, atau gorengan cepat saji. Jika ingin ngemil, pilihlah kacang-kacangan yang lebih aman. 4. Makan malamKebiasan makan malam dapat menimbulkan masalah. Misalnya, makan atau ngemil sambil menonton TV. Hal ini bisa menyebabkan makan berlebihan. Dengan begitu akan menyimpan banyak kalori. Dalam hal ini, McManus menyarankan agar makan cukup di siang hari, sehingga malam hari tidak terasa lapar. Jika memang masih lapar, disarankan agar makan 3 jam sebelum tidur, karena tubuh butuh waktu untuk memproses makanan. Untuk menunya bisa dipilih yang tidak terlalu berat agar tidak menyebabkan mules. 5. Tidak mencatat asupan makanan
Mencatat asupan makanan memudahkan kamu untuk memilih jenis makanan. Dengan begitu, kamu juga dapat memperkirakan berapa banyak asupan kalori, sehingga bisa membatasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mencatat asupan makanan mereka, dapat memudahkan proses untuk menurunkan berat badan. “Ini membuat kamu teratur tentang apa yang dimakan dan berapa banyak porsi yang dikonsumsi. Jika sudah cukup, maka kamu bisa membatasi agar tidak berlebihan,” tutur McManus. (raf/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
6 Makanan dan Minuman Ini Perlu Dihindari Pengidap Kanker
Jakarta – Bagi pengidap kanker, penting untuk memilih pola makan yang seimbang. Pasalnya, beberapa makanan tertentu bisa meningkatkan risiko kanker. Di sisi lain makanan yang tepat akan membantu tubuh tetap kuat, melawan infeksi, membantu menjaga kadar energi, dan kesehatan. Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Pengidap KankerDilansir Healthline, berikut adalah daftar makanan dan minuman yang sebaiknya dikurangi atau dihindari bagi seseorang dengan kanker:
1. Daging OlahanHasil tinjauan pustaka tahun 2018 oleh Maryam S. Farvid, dkk, menyebut bahwa dari 18 penelitian telah mengaitkan asupan daging olahan dengan risiko kanker payudara sebesar 9%. Maka dari itu, karena bisa meningkatkan risiko kanker payudara pengidap kanker tidak boleh makan daging olahan. Jika mau tetap konsumsi, maka perlu dibatasi. Adapun yang termasuk daging olahan meliputi:
2. Makanan Tinggi GulaPola makan yang banyak mengkonsumsi makanan dengan gula tambahan bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Pasalnya, gula akan meningkatkan peradangan dan ekspresi enzim tertentu yang terkait dengan pertumbuhan dan penyebaran kanker. 3. Daging MerahDilansir laman Young Lives vs Cancer, meskipun daging merah seperti sapi, domba, babi, dan kambing termasuk sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik, daging merah bisa jadi penyebab ‘mungkin’ kanker. Jadi, sebaiknya pengidap kanker perlu membatasi konsumsi daging ini. Sebaiknya batasi jumlahnya hingga 500g atau kurang (berat matang) per minggu. 4. Makanan Goreng-gorenganPenelitian tahun 2019 yang dipublikasi laman Epidemiology and Health, .menunjukkan bahwa pola makan yang mengandung makanan goreng bisa meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Bahkan, dalam penelitian yang melibatkan 620 wanita Iran berusia di bawah 50 tahun, asupan makanan yang digoreng jadi faktor risiko terbesar untuk perkembangan kanker payudara. 5. Makanan Cepat Saji (Fast Food)Pengidap kanker perlu menghindari makanan fast food. Karena makan makanan cepat saji secara rurin punya banyak dampak negatif. Di antaranya bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker payudara. 6. AlkoholKonsumsi alkohol (terutama minuman beralkohol berat) perlu dihindari pengidap kanker. Pasalnya, alkohol bisa meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. (khq/fds) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|
























