Jakarta –
Banyak orang takut makan gorengan karena kandungan kalori dari minyaknya. Namun, gorengan bisa dibuat lebih sehat dengan 5 hal ini.
Gorengan selalu menjadi hidangan favorit, karena rasanya gurih ezat. Untuk menghasilkan tekstur yang sangat renyah, biasanya diolah dalam minyak yang sangat panas.
Sayangnya, gorengan tak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Hal ini karena gorengan mengandung minyak tinggi yang merupakan sumber lemak trans.
Mengutip World Health Organization (WHO), lemak trans sangat membahayakan tubuh, karena dapat menyumbat pembuluh darag arteri yang bsa memicu serangan jantung dan kematian. Kelebihan lemak trans juga dapat mengakibatkan obesitas.
Dilansir dari Times of India (26/3), gorengan dapat diracik menjadi lebih sehat. Beberapa tips berikut penting diperhatikan agar gorengan tidak menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.
Berikut tips membuat gorengan menjadi lebih sehat:
1. Gunakan Wajan yang Pas
Penggunaan wajan yang tepat ternyata dapat membuat gorengan jauh lebih sehat. Setidaknya, setiap rumah tangga harus memiliki 3 jenis wajan, yaitu berukuran kecil, sedang, dan besar.
Ketiga jenis wajan itu dapat mengukur seberapa banyak minyak yang digunakan. Misalnya, jika hanya menggoreng makanan dalam jumlah kecil, sebaiknya jangan menggunakan wajan yang besar.
Penggunaan wajan yang besar berpotensi menggunakan banyak minyak goreng. Tentunya hal tersebut dapat menyebabkan gorengan menyerap minyak lebih banyak.
2. Jumlah Minyak yang Tepat
tips mengonsumsi gorengan yang lebih sehat Foto: Getty Images/iStockphoto |
Gorengan memang menggunakan minyak dalam jumlah anyak untuk menggoreng agar tekstur yang dihasilkan garing renyah. Minyak tersebut harus merendam semua permukaan gorengan. Penggunaan minyak yang banyak ini juga harus disesuaikan dengan jumlah gorengannya.
Ketika menggoreng juga perhatikan masing-masing sisi permukaannya. Jika satu sisi telah kecokelatan, langsung balik gorengan tersebut agar tidak menyerap minyak berlebih.
Tips berikutnya bisa cek di sini…
3. Perhatikan Konsumsinya
Konsumsi gorengan juga ada batasannya meski rasanya sangat lezat. Ketika sudah merasa cukup, hentikan konsumsinya.
Jika mengonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terlalu sering, hal tersebut juga tak baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, selalu ingat untuk makan sesuai yang dibutuhkan tubuh.
4. Pilih Minyak Goreng yang Tepat
tips mengonsumsi gorengan yang lebih sehat Foto: Getty Images/iStockphoto |
Minyak goreng banyak jenisnya dan biasanya terbuat dari tumbuhan. Di Indonesia, minyak goreng dari kelapa sawit yang umum digunakan.
Pilihan lainnya ada yang menggoreng dengan minyak kelapa. Minyak kelapa dianggap lebih menyehatkan untuk tubuh, selain itu rasa dan aroma masakan juga terasa lebih nikmat.
Untuk minyak kelapa juga bisa dibuat sendiri di rumah dan kualitasnya lebih bersih. Minyak kelapa dianggap lebih sehat, karena mengandung asam lemak baik yaitu asam laurat dan medium-chain triglycerides (MCT).
5. Jangan Gunakan Minyak Berkali-kali
Minyak yang telah digunakan berulang kali disebut sebagai minyak jelantah. Sebaiknya, jangan gunakan lagi minyak jelantah yang warnanya sudah cokelat pekat atau kehitaman.
Idealnya minyak goreng hanya bisa digunakan sebanyak 2 kali untuk menggoreng. Penggunaan minyak goreng berulang kali juga dapat mengubah rasa dan kualitas makanan. Bahkan, efek buruk bagi kesehatan.
(yms/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Asupan Makanan untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Jakarta – Tak hanya secara alami, luka juga dapat dipercepat kesembuhannya. Mengonsumsi beberapa asupan tepat ini membantu luka menutup rapat dan pulih lebih cepat. Luka gores akibat insiden kecelakan menjadi tugas besar yang harus dirawat dengan baik. Apalagi lukanya terjadi pada permukaan kulit dalam kondisi berupa sayatan besar yang menganga. Jika tak ditangani kebersihan atau dipercepat kesembuhannya, risiko infeksi dapat terjadi. Ketika akhirnya luka mengalami infeksi kemungkinan terburuknya luka akan terus menyebar dan mengganggu permukaan kulit lainnya.
Selain dibantu dengan obat dan pola hidup yang sehat, asupan makanan juga penting untuk menyembuhkan luka. Ada beberapa jenis makanan yang disarankan untuk mempercepat penutupan dan pemulihan luka. Berikut ini 5 makanan untuk mempercepat penyembuhan luka melansir Times of India:
1. ProteinProtein termasuk sebagai nutrisi makro yang kebutuhannya sangat diperlukan oleh tubuh. Konsumsi protein dapat membantu membangun dan memperbaiki lapisan kulit lebih cepat. Ketika tubuh terluka, asupan protein yang cukup diperlukan guna membantu sel-sel baru dan kolagen. Komponen ini nantinya akan menutup rapat luka secara perlahan dari waktu ke waktu. Ada beberapa asupan protein yang sangat disarankan ahli untuk menyembuhkan luka dengan cepat. Seperti ikan, daging minim lemak, telur, hingga biji-bijian dalam bentuk protein nabati. 2. Vitamin CBukan rahasia lagi jika vitamin C memang memiliki fungsi yang baik untuk tubuh. Selain melindungi imunitas, vitamin C juga dibutuhkan untuk membentuk produksi kolagen pada kulit. Produksi kolagen yang maksimal dapat mempercepat penyembuhan luka dan menjaga kesehatan kulit. Selain itu, konsumsi vitamin C dalam fungsinya meningkatkan imunitas dapat mencegah terjadinya infeksi. Adapun beberapa sumber vitamin C yang disarankan seperti jeruk, lemon, dan buah-buahan lain. Sementara untuk sayur-sayuran yang tinggi vitamin C disebutkan berupa paprika, brokoli, bayam, dan masih banyak jenis sayuran lainnya. Makanan lainnya untuk menyembuhkan luka berlanjut di halaman berikutnya.3. Bawang putih dan bombayWalaupun tak berperan banyak pada pembentukan lapisan tisu pada kulit, bawang-bawangan punya sifat antibakteri. Bawang putih dan bombay dinobatkan sebagai jenis bawang dengan kandungan antibakteri yang paling baik. Komponen ini dibutuhkan guna meminimalisir terjadinya infeksi terutama pada luka yang terbuka. Ketika infeksi minim terjadi, maka luka akan mengering dan sembuh lebih cepat. Secara tak langsung konsumsi bawang putih dan bawang bombay juga dapat merangsang produksi kolagen. Cara konsumsinya cukup menambahkan kedua jenis bawang ini sebagai bumbu utama dalam masakan sehari-hari. 4. Air mineral
Mencukupi kebutuhan hidrasi punya fungsi yang sangat banyak untuk tubuh. Termasuk mengantarkan nutrisi yang didapat dari makanan ke seluruh tubuh yang membutuhkannya. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, proses penyembuhan luka akan terhambat. Kulit dapat menjadi kering yang justru akan memperparah kondisi luka. Air mineral tetap menjadi yang diandalkan dalam mencukupi kebutuhan hidrasi. Tetapi beberapa asupan pendukung juga bisa didapatkan melalui timun, semangka, hingga seledri yang tinggi akan kandungan airnya. 5. Asupan vitamin AVitamin A hanya dikenal sebagai asupan nutrisi yang dibutuh oleh mata. Jauh lebih kompleks, vitamin A juga berperan dalam tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan sistem imun. Dua fungsi tersebut memiliki peran vital dalam penyembuhan luka yang lebih cepat. Vitamin A mampu memperbaiki lapisan tisu dan menjaga kekenyalan kulit sehingga lapisan kulit yang terbentuk akan menjadi lebih kuat. Vitamin A tak hanya bisa didapatkan pada tomat atau wortel saja. Beberapa asupan lain yang tinggi vitamin A juga bisa rutin dikonsumsi seperti ubi, bayam, dan sayuran berdaun hijau lainnya. (dfl/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Lakukan 4 Cara Praktis Ini Agar Tak Mudah Haus saat Puasa Jakarta – Rasa haus saat puasa tak dapat dihindari. Terutama jika beraktivitas di luar ruangan dan cuaca panas. Lakukan cara praktis ini agar tak mudah haus saat puasa. Agar tubuh tidak gampang dehidrasi dan kuat sampai waktu berbuka tiba, ketahui cara agar tidak mudah haus saat puasa Ramadan. Saat puasa, tubuh memang jadi lebih gampang mengalami dehidrasi. Sebab orang yang berpuasa akan cenderung minum lebih sedikit air dibandingkan hari biasanya.
Cara mencegah rasa haus berlebih saat puasa bisa dilakukan dengan mengubah pola kebiasaan sehari-hari selama Ramadan. Berikut cara agar tidak cepat haus saat berpuasa, seperti dikutip dari CNN Indonesia (10/4): 1. Perbanyak minum air putih
Pastikan cukup minum air putih saat berbuka puasa dan sahur. Minum setidaknya delapan gelas sehari dengan membagi asupan air, misalnya sejak sahur, berbuka, dan malam setelah salat tarawih. Namun jangan mengonsumsinya air sekaligus dalam jumlah banyak, sebab tubuh justru akan kesulitan menyerap air. 2. Konsumsi buah dan sayurCara lain untuk mendapatkan asupan cairan yakni dengan mengonsumsi banyak buah dan sayur. Selain punya kandungan air yang tinggi, buah dan sayur juga kaya vitamin dan mineral yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Buah yang banyak mengandung air seperti semangka, anggur, belimbing, apel, jeruk, kiwi, dan jeruk. Kamu juga dapat memilih sayuran yang mengandung banyak air seperti sayuran berdaun hijau, mentimun, tomat, seledri, dan kubis untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tips agar tidak cepat haus saat puasa ada di halaman berikutnya.3. Kurangi makanan terlalu asin, manis, dan pedas
Makanan yang terlalu asin, manis, dan pedas dapat menyebabkan rasa haus setelah dikonsumsi. Rasa haus yang ditimbulkan ini merupakan sinyal untuk memberi tahu bahwa tubuh membutuhkan cairan. Makan camilan asin, manis, atau makan pedas boleh saja, asalkan jangan terlalu sering dan porsinya banyak. Imbangi dengan banyak minum air putih setelah makan supaya tubuh dapat menyeimbangkan kadar natrium atau gula dengan air. 4. Hindari minum kopiCara agar tidak mudah haus saat puasa adalah menghindari minum kopi, teh, soda, atau minuman yang mengandung kafein lainnya sementara waktu. Minuman kopi maupun teh sendiri memang tidak menyebabkan dehidrasi. Akan tetapi minuman berkafein tersebut memiliki efek diuretik yang merangsang tubuh kehilangan air dengan cepat melalui urine, sehingga membuatmu lebih sering buang air kecil. (raf/odi) |
![]() |
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Begini Cara Mengatasi Gula Darah Turun Drastis Saat Mudik Jakarta – Menempuh perjalanan jauh saat mudik bisa memicu kondisi kadar gula darah turun drastis atau disebut hipoglikemia. Begini cara mengatasinya. Mudik merupakan tradisi Lebaran yang populer di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga. Jarak yang ditempuh saat mudik tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan hingga ribuan kilometer. Akibatnya seseorang berisiko merasa lapar, linglung, dan bahkan gemetar.
Kondisi ini bisa terjadi saat tubuh lelah karena melakukan perjalanan saat berpuasa, yang menyebabkan gula darah menurun drastis. “Namanya hipoglikemia. Ini kondisi rendahnya gula darah dalam tubuh. Penyebab utamanya bisa kurang makan atau bagi penyandang diabetes karena konsumsi obat diabetes berlebihan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4). Gejala hipoglikemia memang bisa mengganggu perjalanan mudik. Pasalnya, gejala yang timbul bisa membuat tubuh benar-benar tidak sehat. Gejala-gejala itu misalnya: – Gelisah Bagaimana cara mencegahnya?Cara mengatasinya menurut Rudy sebenarnya cukup mudah. Hipoglikemia itu berkaitan erat dengan menurunnya tekanan gula darah. Karena itu cara paling mudah adalah dengan meningkatkan kembali kadar gula di tubuh. “Konsumsilah makanan dan minuman manis. Jika gejalanya sudah parah sebaiknya berbuka sesegera mungkin, meskipun belum saatnya berbuka,” kata Rudy. Untuk lebih jelasnya, berikut dua cara yang bisa dilakukan jika Anda mengalami kondisi linglung hingga gemetar tanda terjadinya hipoglikemia saat di perjalanan mudik: 1. Cukup makan “Pilih juga makanan kaya nutrisi, hindari makanan cepat saji,” katanya. 2. Langsung makan dan minum manis ketika muncul gejala “Anda bisa pilih jus atau teh manis untuk menaikan kadar gula yang turun. Namun pastikan jumlahnya tidak berlebihan. Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes yang akan mudik,” katanya. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ini Cara Mengatasi Hipoglikemia saat Mudik, Anti Lapar dan Gemetar” (yms/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Ubi Ungu vs Ubi Kuning, Mana yang Lebih Bagus Buat Diet? Jakarta – Ubi ungu dan ubi kuning merupakan jenis ubi populer yang dikonsumsi di Indonesia. Untuk diet menurunkan berat badan, lebih baik konsumsi ubi ungu atau ubi kuning? Ubi jalar merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang dipercaya menyehatkan. Ubi juga kerap jadi makanan favorit mereka yang sedang berdiet. Mengutip Healthline, ubi kaya akan antioksidan yang disebut beta-karoten. Kandungan ini efektif untuk meningkatkan kadar vitamin A dalam darah, utamanya pada anak.
Ubi juga dikenal akan seratnya. Tak heran jika ubi kerap muncul dalam banyak menu diet. Ubi jalar hadir dengan banyak warna daging. Perbedaan warna umumnya akan membedakan komposisi nutrisi yang ada di dalamnya. Ubi ungu vs ubi kuningMengutip Times of India, perbedaan di antara keduanya dapat dilihat dari profil nutrisinya. Baik ubi ungu dan kuning pada dasarnya sama-sama mengandung senyawa antioksidan yang memberikan warna pada daging. Pada ubi kuning, ada beta-karoten yang bisa diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Sementara pada ubi ungu ada antosianin, senyawa antioksidan kuat yang dipercaya bisa melawan peradangan dan kanker. Selain itu, ubi ungu dan kuning juga kaya akan vitamin dan mineral. Namun manfaat keduanya bisa bervariasi. Berikut manfaat ubi kuning:
1. Menjaga kesehatan mata Ubi kuning mengandung beta-karoten dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi degenerasi makula. 2. Meningkatkan daya tahan tubuh Beta-karoten membuat sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik melalui perannya sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas. 3. Sumber vitamin C tinggi Ubi kuning juga kaya akan vitamin C yang berfungsi meningkatkan produksi kolagen dan penyerapan zat besi. Berikut manfaat ubi ungu:
1. Melawan peradangan Antosianin pada ubi ungu bersifat anti-inflamasi. Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan, antosianin dapat menghambat peradangan. 2. Bersifat antikanker Senyawa antioksidan kuat pada ubi ungu dapat melindungi tubuh dari risiko kanker tertentu dengan melawan radikal bebas. Mana yang lebih bagus untuk diet?Sebagaimana telah dijelaskan di atas, ubi hampir selalu masuk dalam menu diet banyak orang. Namun, mana yang lebih baik untuk diet di antara keduanya? Pada dasarnya, kedua varietas ubi tersebut sama-sama mengandung serat. Serat sendiri dikenal dapat membuat pencernaan memproses lebih lama hingga bisa mempertahankan rasa kenyang. Namun, faktanya ubi ungu cenderung lebih padat serat dibandingkan kuning. Serat yang lebih padat dapat memastikan pergerakan usus yang baik hingga akhirnya bisa berkontribusi pada proses penurunan berat badan. Selain itu, indeks glikemik ubi ungu juga cenderung lebih rendah dibandingkan ubi kuning. Dengan begitu, ubi ungu disebut lebih aman untuk orang dengan kadar gula darah tinggi. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ubi Ungu vs Ubi Kuning, Mana yang Lebih Bermanfaat buat Diet?” (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Makan Buah Ini Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak di Malam Hari Jakarta – Sulit tidur di malam hari bisa berdampak pada kesehatan seseorang. Ada buah yang disebut bisa membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Insomnia atau kondisi sulit tidur nyenyak memang jadi permasalahan kesehatan yang cukup serius. Insomnia bisa dipicu karena jadwal tidur yang berantakan, terlalu banyak konsumsi kafein sampai kondisi kedehatan tertentu. Dilansir dari Mirror UK (23/03), baru-baru ini ahli kesehatan banyak menyarankan orang yang sulit tidur untuk mengonsumsi satu jenis buah ini. Buah ini dipercaya dapat membantu orang tidur lebih nyenyak, hingga bangun tidur dalam kondisi yang segar dan otak dapat berkonsentrasi.
Ditambah kurangnya waktu tidur seseorang bisa menjadi salah satu pemicu tingginya tekenan darah, kesehatan mental dalam jangka panjang hingga resiko tinggi terkena diabetes tipe dua. Karenanya para ahli kesehatan dari situs BedKingdom, menyarankan buah kiwi untuk membantu permasalahan ini.
“Buah kiwi sering dimasukkan ke dalam rutinitas orang-orang sebelum mereka pergi tidur. Ada banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa buah kiwi memang berguna untuk membantu orang yang sulit tidur,” jelas para ahli. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah kiwi bisa meningkatkan kualitas tidur seseorang, waktu tidur sampai efisiensi jadwal tidur seseorang. Caranya hanya dengan rutin makan buah kiwi sebelum tidur. “Buah kiwi ini mengandung serotonin dan antioksidan yang cukup tinggi. Termasuk kandungan vitamin seperti folate dan Vitamin B, yang berguna membantu gangguan tidur. Termasuk membantu seseorang memperbaiki jadwal tidur mereka,” ungkap para ahli lebih lanjut. Tentunya kebiasaan makan buah kiwi ini memiliki beberapa aturan. Salah satunya adalah larangan meminum kopi atau kandungan kafein di malam hari, apalagi menjelang waktu tidur. Karena kafein ini butuh sekitar sepuluh jam untuk hilang di aliran darah pada tubuh.
“Selain itu olahraga di malam hari sebelum tidur juga bisa menganggu kualitas tidur seseorang. Seperti penelitian di tahun 2015 oleh Yamanaka. Mereka menemukan bahwa olahraga sebelum tidur bisa mengganggu ritme tubuh seseorang dan membuat mereka sulit tidur,” lanjut para ahli. Buah kiwi tak hanya dinilai bagus untuk membantu orang tidur lebih nyenyak. Tapi beberapa waktu lalu, ahli diet bernama Mickala Parsley, menjelaskan tips makan buah kiwi. Salah satunya dengan memakan buah kiwi bersama kulitnya. Karena kulit atau cangkang kiwi bisa menambah serat serta vitamin tambahan untuk tubuh.
“Tahukah Anda bahwa kulit kiwi bisa dikonsumsi? Anda harus mencobanya, karena buah kiwi sendiri merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Ada kandungan vitamin K, vitamin C, vitamin E, folat, kalium dan kalsium,” jelas Parsley. “Sehingga ketika Anda mengonsumsi kulit kiwi, secara siginifikan itu akan meningkatkan asupan nutrisi untuk tubuh. Selain itu bisa menambah nutrisi seerat, folat, vitamin E dan meningkatkan kandungan serat sampai 50%,” lanjut Parsley. Parsley menyarankan buah ini bagus untuk orang-orang yang kekurangan serat. (sob/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Rutin Konsumsi 7 Makanan Ini Bikin Otak Makin Tajam Jakarta – Semakin bertambahnya usia, kapasitas memori umumnya semakin berkurang. Tapi tentu kamu tak ingin mulai pikun di usia muda. Memori sendiri merupakan salah satu fungsi otak. Menjaga memori tetap kuat sama dengan menjaga fungsi otak tetap stabil. Otak merupakan organ yang menggunakan banyak energi atau sekitar 20 persen dari kalori tubuh. Tak heran jika otak membutuhkan banyak bahan bakar untuk berkonsentrasi sepanjang hari.
Otak membutuhkan nutrisi tertentu agar fungsinya terus berjalan dengan baik, salah satunya terkait memori. Berikut beberapa makanan yang bikin otak tajam, merangkum berbagai sumber seperti dilansir CNN Indonesia (21/3): 1. Ikan sarden
Ikan sarden merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3. Nutrisi ini membantu membangun membran di setiap sel tubuh, termasuk sel otak. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan struktur sel-sel otak yang disebut neuron. Melansir Medical News Today, sebuah studi menemukan, kadar omega-3 yang tinggi dapat menjaga kemampuan kognitif dan kemampuan berpikir yang lebih baik. Selain sarden, kamu juga bisa mengonsumsi ikan salmon, ikan kembung, atau ikan tuna. 2. Dark chocolateKakao dalam dark chocolate mengandung senyawa antioksidan bernama flavonoid. Antioksidan sendiri berperan penting untuk kesehatan otak. Sebuah penelitian menemukan, flavonoid dapat mendorong pertumbuhan neuron dan pembuluh darah di bagian otak yang terkait memori. Beberapa penelitian juga menemukan, komponen flavonoid dapat mengatasi masalah ingatan pada siput. Namun, para ilmuwan belum mengujinya pada manusia. 3. Buah beriSama seperti dark chocolate, buah beri juga mengandung flavonoid. Buah beri menjadi salah satu makanan terbaik untuk otak. Sebuah ulasan menemukan, buah beri memberikan banyak efek positif terhadap otak. Di antaranya meningkatkan komunikasi antar-sel otak, mengurangi peradangan, meningkatkan plastisitas yang membantu meningkatkan pembelajaran dan memori, dan mencegah penyakit neurodegeneratif terkait usia. Makanan yang bikin otak makin tajam ada di halaman selanjutnya… 4. Kacang almond
Kacang almond dikenal akan asam lemak omega-3 dan vitamin E. Keduanya punya manfaat untuk otak. Sebuah ulasan menemukan, vitamin E berkontribusi pada peningkatan kognitif seseorang. Selain kacang almond, Anda juga bisa mengonsumsi biji bunga matahari. 5. Biji-bijian utuhMengonsumsi biji-bijian utuh adalah cara lain mendapatkan asupan vitamin E yang bermanfaat untuk otak. Anda bisa coba mengonsumsi beras merah dan gandum. 6. KopiTak lain tak bukan, kopi menjadi salah satu minuman yang bikin otak semakin tajam. Kopi dikenal sebagai alat bantu konsentrasi. Banyak orang meminumnya untuk meningkatkan fokus. Sebuah studi menemukan, kafein-seperti yang ditemukan pada kopi-dapat meningkatkan kapasitas otak untuk memproses informasi. 7. AlpukatAlpukat merupakan salah satu sumber lemak sehat yang bisa mendukung otak. Alpukat bisa jadi makanan yang bikin otak tajam. Selain alpukat, ada juga kacang almond, biji chia, minyak kedelai, dan ikan yang menjadi sumber lemak tak jenuh. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Kenali 5 Tanda Tubuh Telalu Banyak Mengasup Lemak Jakarta – Makanan yang dikonsumsi saat buka dan sahur bisa saja berupa makanan gorengan atau bersantan. Tubuhpun mengasup banyak lemak. Kenali ciri-cirinya! Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, termasuk masalah pencernaan dan kualitas tidur. Makanan berlemak banyak ditemukan dalam daging dan produk sampingan hewani, seperti keju dan susu. Ada beberapa tanda utama yang menunjukkan bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh.
Ahli jantung dan pendiri Step One Foods, Dr. Elizabeth Klodas, MD, FACC, merinci beberapa tanda peringatan tersebut dan menjelaskan beberapa efek jangka panjang dari mengonsumsi terlalu banyak lemak yang dapat diderita tubuh. Berikut paparannya seperti dilansir dari Eat This Not That.1. Berat badan bertambahLemak memasok kalori dua kali lebih banyak daripada karbohidrat atau protein. Hal ini membuat berat badan Anda bertambah. Sebagai konteks, lemak menyediakan sembilan kalori per satu gram, sedangkan karbohidrat dan protein sama-sama menyediakan empat kalori per gram. 2. Kadar kolesterol meningkat
Orang yang mengonsumsi lemak jenuh dalam jumlah berlebihan cenderung menunjukkan peningkatan kadar kolesterol LDL. Kolesterol LDL juga dikenal sebagai jenis kolesterol jahat. Mereka yang mengikuti diet keto sangat rentan memiliki kadar LDL yang lebih tinggi dari normal karena mereka mengonsumsi lemak. 3. Napas akan berbau tidak sedap“Jika kamu menggunakan lemak sebagai sumber energi utama, Anda memproduksi keton, yang menyebabkan kamu mengeluarkan bau napas yang tidak sedap,” kata Klodas. Banyak orang yang menjalani diet tinggi lemak dan sangat mengurangi asupan karbohidrat perlu menggosok gigi beberapa kali sehari untuk mengurangi efek samping ini. 4. Alami ketidaknyamanan gastrointestinalJika makanan kamu tinggi lemak, kemungkinan besar kamu tidak mengonsumsi banyak sayuran, buah, atau biji-bijian utuh, yang semuanya merupakan sumber serat yang baik. Diet rendah serat dapat menyebabkan sembelit dan masalah pencernaan lainnya. Ini juga merupakan efek samping umum bagi mereka yang makan terlalu banyak daging. 5. Sering kembung
Klodas mengatakan bahwa lemak jenuh dan lemak trans sama-sama diketahui menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat membuat kamu merasa kembung dan lesu, di antara hal-hal lainnya. Efek samping dalam jangka panjangJika kamu lebih suka mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti daging, jenis ikan tertentu, dan bahkan kacang-kacangan daripada mengonsumsi berbagai jenis makanan yang seimbang seperti sayuran berdaun hijau, buah, dan biji-bijian utuh, kamu bisa kekurangan beberapa vitamin dan mineral penting. Hal lain yang diperingatkan Klodas adalah perubahan biokimia bawaan tubuh. Jika kamu secara teratur mengonsumsi makanan padat kalori atau makanan yang tinggi lemak dan menyadari bahwa berat badan bertambah dan dapat meningkatkan risiko terkena resistensi insulin. Hal itu dapat menyebabkan diabetes tipe 2, penyakit hati berlemak, dan hipertensi. Selain itu, mengonsumsi terlalu banyak makanan lemak secara terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. “Studi yang mengamati kebiasaan makan berbagai populasi dan metrik kesehatan menunjukkan hubungan yang konsisten antara asupan lemak tinggi dan tingkat kanker keseluruhan yang tinggi,” ungkapnya. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Tips Berbuka Puasa Tanpa Lonjakan Gula Darah, Puasa Lebih Sehat! Jakarta – Saat berbuka puasa ada cara dan aturannya agar gula darah tidak melonjak. Menerapkan beberapa tips ini akan membuat berbuka puasa jadi lebih menyehatkan. Tujuan utama menjalankan ibadah puasa tak hanya mencari pahala dan keberkahan. Berpuasa juga memiliki dampak besar pada kesehatan tubuh. Namun banyak kesalahan yang masih dilakukan ketika sahur maupun berbuka. Merasa akan tak makan dan minum seharian, momen sahur dan berbuka menjadi ajang untuk makan dengan kalap.
Padahal ketika berbuka puasa ada aturannya agar gula darah yang melonjak secara mengejutkan. Beberapa tips sederhana diberikan oleh ahli untuk menjaga kestabilan gula darah saat berbuka puasa. Baca juga: Tak Sekadar Makanan, Ketupat Punya Banyak Makna Berikut ini 5 tips berbuka puasa sehat tanpa melonjakkan gula darah mengutip The Healthy Muslim:
1. Mulai dengan air mineralMasih banyak orang yang berbuka puasa dengan takjil berupa minuman manis. Es sirup, es campur, dan berbagai es dengan campuran sirup atau pemanis yang banyak dianggap sebagai menu ideal untuk membatalkan puasa. Padahal saat membatalkan puasa pertama kali, dianjurkan untuk mengonsumsi air mineral saja. Konsumsi minuman dengan pemanis memang terdengar menyegarkan tetapi tak cukup sehat untuk gula darah. Ahli gizi menyarankan beberapa tips untuk mengubah air mineral menjadi lebih menyegarkan tanpa pemanis buatan. Yaitu dengan membuatnya sebagai infuse water menggunakan irisan lemon, daun mint, atau buah-buahan segar. 2. Makan secara perlahanRasulullah SAW bersabda, “ketika kamu hendak berbuka puasa, batalkan dengan kurma karena itu berkah. Jika tidak ada kurma, batalkan dengan air karena itu murni.” (H.R Tirmidzi 695). Artinya saat berbuka puasa wajib mengonsumsi makanan secara perlahan. Jangan karena lapar mata rasanya ingin melahap banyak makanan secepat mungkin. Pertama-tama mulai dengan air mineral, kurma, dan atau buah segar. Lanjutkan dengan menunaikan ibadah solat maghrib, baru menyambut makan malam yang lebih mengenyangkan. Tips berbuka puasa dengan sehat berlanjut di halaman berikutnya.3. Hindari gorenganSalah satu takjil yang paling populer di Indonesia selain kolak adalah gorengan. Rasanya yang gurih serta teksturnya yang renyah seolah memanjakan mulut yang tidak mengunyah makanan seharian penuh. Tetapi gorengan menjadi takjil yang tak pernah disarankan oleh ahli. Jika tetap ingin makanan yang renyah, solusinya dapat mengonsumsi makanan yang dipanggang hingga agar kering. Konsumsi lemak dan kalori yang tinggi dari makanan termasuk salah satu yang memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Salah satu alternatifnya dapat mengandalkan air fryer untuk menggoreng dengan rendah minyak. 4. Batasi asupan makan
Ketika berbuka puasa, anjuran paling utama yang disarankan adalah makan secukupnya. Tubuh membutuhkan waktu untuk merilis gula darah secara perlahan dan akan berbahaya jika merilisnya dalam jumlah banyak di waktu yang singkat. Gula darah tidak hanya datang dari asupan makanan manis. Makan secara berlebihan dengan porsi yang tak terkendali juga berdampak pada pelepasan gula ke dalam aliran darah. Apalagi ketika mendatangi undangan buka puasa bersama, biasanya lebih sulit mengendalikan nafsu makan. Pastikan untuk tidak mengisi perut berlebih atau setidaknya memberi jeda pada setiap makan. 5. Perbanyak proteinJika ingin mendapatkan khasiat kesehatan yang maksimal dari berpuasa, mempertimbangkan konsumsi protein sebagai asupan dominan perlu dilakukan. Protein memberikan rasa kenyang yang lebih lama, artinya penyerapan gula darahnya juga dilepaskan secara perlahan ke dalam darah. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk mengembalikan fungsi organ tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak saat berpuasa. Biasanya di dalam protein juga terdapat kandungan nutrisi lain. Seperti asam lemak omega-3, lemak baik, hingga serat. Protein juga tak melulu berasal dari hewani, kacang-kacangan dan biji-bijian termasuk protein nabati yang tak kalah dianjurkan. (dfl/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Ini Alasan Orang Masih Ngidam Makanan Manis Meski Sudah Kenyang Jakarta – Sekalipun perut sudah kenyang usai makan utama, banyak orang masih mendambakan makan makanan manis. Bentuk ngidam makanan ini ternyata bisa dijawab secara ilmiah. Begini penjelasannya. Bagi sebagian besar orang, rasanya belum lengkap jika makan utama tapi tak ‘ditutup’ dengan konsumsi makanan manis. Karenanya mereka kerap mencari makanan manis meski perut sebenarnya sudah kenyang. Kondisi ini rupanya tak terjadi begitu saja. Peneliti menemukan jawaban ilmiah di baliknya. Mengutip Food & Wine (8/3/2025), pada Februari 2025, peneliti dari Institut Max Planck untuk Penelitian Metabolisme di Cologne, Jerman, menerbitkan laporan baru di jurnal Science yang meneliti efek konsumsi gula setelah seseorang merasa kenyang.
Mereka menemukan bahwa neuron hipotalamus pro-opiomelanokortin (POMC) di hipotalamus bertanggung jawab atas efek ini. Hipotalamus sendiri merupakan bagian otak yang mengatur hormon dan menciptakan rasa lapar, haus, mengantuk, dan rasa kenyang setelah makan. Hormon POMC pendorong keinginan makan manis
“Kami menemukan bahwa neuron POMC tidak hanya meningkatkan rasa kenyang dalam kondisi setelah makan, tetapi secara bersamaan mengaktifkan keinginan mengonsumsi gula, yang mendorong konsumsi berlebih,” jelas para peneliti. Secara sederhana, tim peneliti menjelaskan bahwa sel-sel saraf yang sama dengan yang membuat kita merasa kenyang, ternyata juga memicu keinginan kita untuk makan makanan manis setelahnya. Peneliti bahkan mengungkap bahwa hanya dengan mempersepsikan makan makanan manis, otak melepaskan ß-endorfin yang bersifat candu. Kondisi ini masuk akal secara evolusi karena gula memberikan energi cepat. Hal ini berlaku pada tikus dan manusia. Baca halaman selanjutnya untuk tahu jawaban peneliti soal ‘dessert stomach’. Penelitian temukan jawaban ‘dessert stomach’Kondisi ngidam makanan manis usai makan utama juga disebut ‘dessert stomach’. Peneliti coba menemukan alasan di balik kondisi ini melalui penelitian terhadap tikus. Mereka menyelidiki reaksi tikus terhadap gula setelah mereka kenyang. Peneliti menemukan bahwa tikus masih ingin makan makanan manis usai makan malam. Awalnya peneliti memberikan akses 90 menit bagi tikus untuk mengonsumsi makanan biasa. Kemudian ada tambahan 30 menit untuk mereka memilih makan makanan yang sama atau makanan tinggi gula. Peneliti mengamati tikus hanya sedikit mengonsumsi makanan biasa pada waktu tersebut. Namun ketika mereka ditawari “dessert”, asupan kalorinya meningkat lebih dari 6 kali lipat. “Stimulasi kuat terhadap konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi ini konsisten pada semua tikus,” ujar peneliti. Mereka menambahkan, saat tikus kenyang dan memakan gula, sel-sel saraf ini tidak hanya melepaskan molekul sinyal yang merangsang rasa kenyang, tetapi juga salah satu zat adiktif yang diproduksi tubuh bernama ß-endorfin. “Hal ini bekerja pada sel saraf lain dengan reseptor opiat dan memicu perasaan puas yang menyebabkan tikus mengonsumsi gula bahkan hingga melebihi rasa kenyang,” ujar peneliti. Mereka mengatakan, jalur opioid spesifik ini diaktifkan hanya saat tikus mengonsumsi gula tambahan, bukan saat mereka mengonsumsi makanan biasa atau berlemak. Peneliti juga menemukan kondisi serupa ketika mereka melakukan penelitian pada manusia sebagai partisipannya. “Dari sudut pandang evolusi, ini masuk akal. Gula jarang ditemukan di alam tetapi menyediakan energi dengan cepat. Otak diprogram untuk mengendalikan asupan gula setiap kali gula tersedia,” ungkap Henning Fenselau, pemimpin kelompok penelitian di Max Planck Institute for Metabolism Research. Dampak penelitian untuk obesitas
Penelitian ini harapannya tak sekadar menjawab fenomena ‘dessert stomach’, tapi juga berguna dalam perawatan obesitas. “Sudah ada obat yang memblokir reseptor opiat di otak, tetapi penurunan berat badannya lebih sedikit dibandingkan dengan suntikan penekan nafsu makan,” kata Fenselau. “Kami yakin bahwa kombinasi dengan obat-obatan tersebut atau dengan terapi lain bisa sangat bermanfaat. Namun, kami perlu menyelidiki hal ini lebih lanjut,” tutupnya. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|



















