Jakarta –
Perut buncit pastinya dihindari setiap orang. Agar tak terjadi penumpukan lemak di perut ini, waspadai cara makan tak sehat yang memicu kemunculannya.
Perut buncit bisa diatasi dengan mengatur pola makan, seperti membatasi asupan kalori harian dan menghindari makanan berlemak. Namun, Tak hanya jenis makanannya, cara makan juga memengaruhi kemunculan perut buncit.
Hindari makan dengan distraksi, makan tidak tepat waktu, hingga menambahkan banyak bahan tinggi kalori. Berikut 7 cara makan yang memicu perut buncit:
1. Makan sambil main ponsel
Siapa yang sering makan sembari ditemani ponsel? Tayangan video, buka media sosial, dan aktivitas lain lewat ponsel kerap menemani bersantap.
Akibatnya, perhatian Anda tidak sepenuhnya tertuju pada makanan dan berisiko makan berlebihan.
2. Makan terlalu cepat
Foto: istock |
Sebagian orang melihat makan dengan cepat adalah suatu kemampuan yang perlu dikuasai.
Untuk situasi tertentu, Anda memang perlu makan agak cepat dari biasanya. Tapi, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan.
Otak perlu waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang. Makan terlalu cepat membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan.
Sebaiknya turunkan kecepatan makan dan nikmati makanan sembari otak menangkap sinyal kenyang dari perut.
3. Makan larut malam
Jam tidur sebaiknya tidak digunakan untuk makan. Mengutip dari WebMD, Anda perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan makan lebih awal.
Semakin larut Anda bersantap, semakin sedikit waktu yang dimiliki tubuh untuk menggunakannya.
4. Melewatkan waktu makan
Foto: Getty Images/Sasithorn Phuapankasemsuk |
Orang menganggap tidak makan sama dengan menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, justru usaha ini menimbulkan hasil sebaliknya.
Kebiasaan tidak sarapan bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan Anda makan berlebihan saat kelaparan.
5. Pakai piring besar
Penggunaan alat makan memengaruhi lemak perut. Kebiasaan memakai piring besar membuat Anda cenderung mengambil makan dalam porsi besar karena terlihat lebih memuaskan.
Sebaiknya pakai piring kecil sehingga porsi makan juga kecil, tapi tetap terlihat memuaskan.
6. Santap selama pesta
Foto: Getty Images/ Edwin Tan |
Bersantap dalam acara pesta atau kumpul-kumpul, cenderung membuat orang makan tanpa perhitungan. Alhasil asupan makan berlebih dan bisa memicu perut buncit.
7. Terlalu banyak kondimen
Beberapa menu makanan memang bakal lebih nikmat dengan kondimen seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Menukil laman Orlando Health, satu sendok kondimen saja bisa menaikkan kalori pada suatu makanan.
Gunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak makin buncit.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ternyata, 7 Cara Makan Seperti Ini Bisa Bikin Perut Buncit”
(adr/adr)
![]() |
|
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Minum Kopi Saat Diet ‘Intermittent Fasting’ Ini Saran Ahli Jakarta – Minum kopi secara rutin disebut dapat menurunkan berat badan. Namun, apakah aman ketika dikonsumsi pelaku diet intermittent? Berikut fakta yang diberikan ahli. Intermittent fasting atau puasa intermitten merupakan metode diet yang populer belakangan ini. Pola diet yang dilakukan dalam bentuk puasa sebagai jendela makan. Mereka yang menjadi metode diet ini akan mengatur waktu makan dalam kurun waktu tertentu. Umumnya berpuasa selama 16 jam dan bebas makan selama 8 jam. Meski dibebaskan, tentu saja harus diimbangi dengan makanan bergizi.
Dilansir dari Woman’s World (12/8/2024), minuman yang banyak dipertanyakan ketika diet intermittent adalah kopi. Cesar Lara, selaku ahli diet akan menjelaskan terkait diet intermittent dan kopi. Jadi, apakah minum kopi aman saat diet intermittent? Dr. Lara mengungkapkan bahwa kopi bukan hal yang membahayakan untuk metode diet itu. Mengutip Very Well Fit, kopi hitam bebas kalori, ada juga sedikit protein dan mineral lainnya, seperti kalium, magnesium, fosfor, mangan, folat, dan kolin. Diketahui juga kopi mengandung kafein yang tinggi. Menurut Medical News Today, dalam 237 ml kopi (1 cangkir) terdiri atas 80-100 mg kafein. “Jika minum kopi, kopi itu harus yang hitam. Tak boleh dicampur bahan lain yang mengandung kalori,” ungkap Dr. Lara.
Ia juga menjelaskan bahwa kopi hitam pada dasarnya adalah minuman bebas kalori dan tak memicu reaksi insulin. Insulin merupakan hormon yang membantu tubuh dalam menyimpan glukosa untuk energi. Saat menghindari makanan dan minuman yang merangsang produksi insulin akan membantu dalam pembakaran lemak tubuh. Tentunya akan bermanfaat untuk diet intermittent. Selain membakar lemak, apa manfaat lain dari mengonsumsi kopi? “Kopi merupakan stimulan yang dapat membantu fungsi otak, memberi sedikit energi (semangat),” kata Dr. Lara. Kafein yang merupakan senyawa aktif dalam kopi dapat meningkatkan fokus seseorang. Ini juga membantu dalam menekan nafsu makan sementara waktu. Lantas, apakah mencampurkan bahan lain ke dalam secangkir kopi dapat menghalangi diet intermittent? Dr. Lara menjelaskan, “Jika menambahkan krim dalam secangkir kopi atau memasukkan zat lain, itu akan menghalangi diet intermittent.” Hal ini karena susu, krim, gula, atau sirup perasa lain dapat menambahkan kalori pada secangkir kopi. Pemanis buatan yang ditambahkan juga dapat merangsang pelepasan insulin pada beberapa orang, sehingga gula darah tak mengalami penurunan. Padahal, cara kerja dari diet intermittent adalah mengurangi glukosa yang kemudian menurunkan insulin. Namun, jika kopi hitam dirasa terlalu pahit bisa menambahkan sedikit kayu manis untuk menyeimbangkan rasa tanpa menambahkan kalori. Asupan kopi hitam saat diet intermittent juga jangan berlebihan. Dr. Lara memperingatkan bahwa konsumsi berlebihan dapat menimbulkan efek samping, seperti stres yang membuat tubuh memproduksi gula sendiri. (yms/yms) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Miranda Kerr Rutin Konsumsi Jus Ini Saat Perut Kosong Jakarta – Rahasia tubuh bugar ala Miranda Kerr ternyata cukup sederhana. Setiap pagi ia rutin mengonsumsi satu racikan jus sederhana saat perut masih kosong. Miranda Kerr dikenal sebagai model asal Australia yang masuk ke dunia Hollywood. Ia adalah model Australia pertama yang menjadi model untuk Victoria’s Secret. Tubuh langsing dan bugarnya Miranda Kerr menjadi idaman banyak wanita. Tentunya dijaga dengan pola makan yang sehat bergizi.
Dilansir dari Hindustan Times (15/1/2025), Miranda Kerr mengungkapkan pola makan sehat yang rutin dilakukannya setiap hari. Hal pertama yang dikonsumsi oleh Miranda adalah air lemon untuk melancarkan pencernaannya.
Selain itu, Miranda juga rutin mengonsumsi hampir 1 liter jus seledri saat perut kosong. Ritual ini dilakukannya secara rutin selama bertahun-tahun. “Saat bangun pagi, saya minum sekitar (0,9 liter) air bersuhu ruangan, 1 lemon yang diperas untuk membuang semua sisa-sisa tidur di malam hari. Lalu, saya juga minum (0,9 liter) jus seledri dingin,” ungkap Miranda Kerr dalam sebuah wawancara. “Seledri benar-benar membuat tubuh menjadi alkali, ini juga meningkatkan kadar energi dan membantu pencernaan. Saya sangat menyukainya (jus seledri),” lanjutnya. Mengutip Health Line, jus seledri banyak dipilih sebagai asupan sehat, karena kandungan nutrisi penting. Di antaranya karbohidrat, protein, gula, kalsium, potassium, hingga vitamin C. Kandungan inilah yang berperan sebagai zat antioksidan. Selain zat antioksidan, jus seledri juga mengandung zat anti-inflamasi. Fungsinya mengurangi peradangan pada tubuh. Jus seledri juga bisa jadi salah satu minuman yang dapat dikonsumsi secara rutin selama diet. Karena jus seledri juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
Minuman lain yang dinikmati oleh Miranda Kerr adalah smoothies. Variasinya terbuat dari blueberry, pisang, barley, spirulina, jus jeruk, rumput laut tawar, dan daun ketumbar. “Itu (smoothies) membantu detoksifikasi tubuh,” jelas Miranda. Miranda juga menjelaskan mengenai kebiasaan makan sehatnya. Model yang gemar yoga dan treadmill ini menyukai makanan utuh dan bergizi. “Saya suka ikan dan saya akan makan daging merah, terutama di sekitar waktu menstruasi. Saya biasanya makan malam lebih awal bersama anak-anak dan akan makan sup di malam hari, terkadang ikan panggang,” jelasnya. (yms/odi) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Ini Trik Agar Anak Doyan Sayuran Hijau dari Ilmuwan Jakarta – Salah satu tantangan besar seorang ibu adalah membuat anaknya doyan makan sayuran. Terdapat trik khusus menurut seorang ilmuwan yang dapat dipraktekkan. Sayuran hijau merupakan superfood yang patut menjadi asupan harian. Di antaranya adalah bayam, brokoli, dan jenis lainnya yang diketahui tinggi serat, vitamin, dan mineral. Sayangnya, tak semua orang menyukai sayuran hijau, termasuk pada anak-anak. Mereka menganggap bahwa sayuran memiliki rasa yang tak enak meskipun kandungan nutrisinya sangat tinggi.
Berbagai trik dilakukan ibu agar anak-anaknya makan sayuran. Mulai dari mencampurkan sayuran dengan makanan yang mereka suka, menyajikan sayuran dengan tampilan menarik, dan lainnya. Dilansir dari Daily Mail (19/1/2025), ada cara lain yang dapat dicoba oleh ibu di rumah. Trik yang diungkapkan seorang ilmuwan ini cukup mudah dilakukan dan terbukti dapat membantu.
Caranya dengan membaca dongeng yang menampilkan buah dan sayuran selama 20 menit. Cara ini ajaib membuat anak-anak doyan menikmati makanan sehat. Werner Sommer, seorang psikolog asal Jerman dan rekan-rekannya ingin merancang cara baru untuk mengatasi epidemi obesitas pada anak-anak. Para ahli ini mengamati pada 80 anak laki-laki dan perempuan berusia 4- 6 tahun dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Pada kelompok pertama, mereka mendengarkan dongeng tentang seorang pelukis yang menyegarkan warna-warna kota setiap malam, tapi tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah jatuh sakit karena mengonsumsi makanan cepat saji. Kekuatannya kemudian pulih dengan mengonsumsi sayuran ajaib. Kelompok kedua juga mendengar dongeng yang serupa tanpa referensi makanan apapun. Kemudian, setiap hari selama 2 minggu, anak-anak itu ditawari pilihan untuk mengemil buah, sayuran, kue, atau biskuit yang disajikan dalam piring sama. Mereka yang mendengar cerita pertama makan lebih banyak buah dan sayur. Seminggu sebelumnya, konsumsi mereka jauh lebih sedikit. Pada kelompok kedua tidak ada perubahan yang terjadi ketika mereka mendengar dongeng dengan cerita kedua. Sommer mengatakan, “Dengan satu contoh cerita yang berlangsung hanya 20 menit, kami memperoleh perubahan yang kuat dari preferensi untuk makanan ringan yang tidak sehat menjadi preferensi untuk buah atau sayur yang sehat.” Psikolog itu juga menjelaskan cara tersebut bisa berhasil karena narasi yang mirip dengan dongeng. Pada minggu pertama setelah percobaan, 90 persen anak-anak dalam kelompok pertama memilih buah daripada permen dan biskuit. Setelah tiga minggu, 80 persen anak-anak masih memilih yang lebih sehat. Jumlah persentase ini tetap sama ketika piring isi buah diganti dengan sayuran mentah, seperti wortel dan paprika. Sebelum mendengar dongeng, hanya 1 dari 10 orang akan memilih camilan sayur. “Hal ini menunjukkan efek kuat dari narasi yang mirip dengan dongeng untuk mengubah preferensi makanan pada anak usia dini,” tambah Sommer. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Cara Detoks Efektif Usai Makan Banyak Saat Imlek Jakarta – Menikmati hidangan Imlek memang menyenangkan, tetapi penting juga untuk memerhatikan kesehatan tubuh. Usai makan banyak, sebaiknya detoks tubuh dengan 5 cara ini! Perayaan tahun baru Imlek juga erat kaitannya dengan menikmati berbagai macam hidangan spesial. Memulai hari dengan melakukan tradisi yee sang, dilanjut dengan menikmati mie panjang umur, olahan ayam atau bebek spesial, dan ditutup dengan menikmati camilan manis kue keranjang hingga onde-onde.
Hidangan-hidangan tersebut memang enak dan memuaskan perut. Namun, penting juga untuk selalu memerhatikan kesehatan tubuh. Usai makan besar di hari raya, penting untuk melakukan detoksifikasi. Pasalnya konsumsi makanan yang terlalu banyak tidak sehat dan bukan jadi pilihan tepat untuk mengisi bahan bakar tubuh. Akibatnya, tubuh justru kekurangan nutrisi tertentu untuk meningkatkan kemampuan dalam memproses racun. Karenanya, diperlukan detoksifikasi. Detoksifikasi merupakan kemampuan tubuh membuang zat-zat sisa racun dalam tubuh. Selain membuang racun, detoksifikasi juga membantu menurunkan berat badan. Proses ini dilakukan alamiah oleh tubuh, tapi bisa dibantu dari luar lewat konsumsi makanan yang tepat. Sebagai panduan untuk melakukan detoksifikasi alami dan efektif, berikut informasinya seperti dari superlife.co. 1. Konsumsi protein lebih banyak
Asupan protein yang lebih besar dibutuhkan tubuh dalam melakukan detoksifikasi. Pasalnya, asam amino merupakan bahan pembangun protein yang penting dalam membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Agar detoksifikasi berjalan efektif, pilihlah protein organik berkualitas tinggi. Jangan mengonsumsi protein olahan, seperti protein shake atau protein pill. Protein alami tersebut bisa didapat dari makanan nabati, seperti sayuran, jeruk, buah berry, tahu, tempe, hingga teh hijau. 2. Banyak minum air putih
Air merupakan salah satu kunci penting dalam membantu mendetoksifikasi tubuh. Minum air putih yang cukup bisa membantu membuang racun berlebihan dalam tubuh. Sebab, air mudah diserap dengan cepat oleh tubuh. Setelah diserap, air murni membantu ginjal bekerja optimal dalam membuang zat-zat berbahaya dari tubuh dan membantu mengurangi dampak negatif dari konsumsi makanan maupun minuman manis yang tinggi gula dan pewarna. 3. Konsumsi lemak alami
Lemak mungkin berkonotasi negatif. Memang benar jika lemak yang dimaksud adalah lemak trans atau lemak jahat yang konsumsinya buruk untuk kesehatan. Bagaimana dengan lemak alami? jenis lemak ini justru diperlukan untuk membantu detoksifikasi. Lemak alami bisa didapat dari minyak kelapa, alpukat, minyak zaitun, atau camilan, seperti dark chocolate. Mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak alami ini bisa membantu tubuh meningkatkan metabolisme. Cara efektif untuk detoksifikasi tubuh lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!4. Manfaatkan kunyit
Selain dipakai sebagai bahan penambah aroma dan rasa herbal pada masakan, kunyit juga baik untuk kesehatan. Kunyit memiliki efek anti peradangan yang baik, terutama pada hati. Sebab, didalamnya terkandung kurkumin yang memiliki kemampuan antioksidan dan dukungan nutrisi signifikan. Kunyit bisa ditambahkan ke berbagai masakan. 5. Ngemil kacang almondKacang almond juga menjadi solusi untuk detoksifikasi lebih efektif. Segenggam kecil kacang almond mengandung vitamin yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat serta membantu membersihkan endapannya. Namun, disarankan untuk mengonsumsi kacang almond yang sudah diaktivasi atau yang sudah melalui proses perendaman. Proses ini membantu menghilangkan asam fitat yang bisa menghambat penyerapan nutrisi. Mengonsumsi kacang almond ini dapat membantu menghilangkan fitokimia sehingga tubuh dapat mencerna sepenuhnya dan memperoleh manfaat nutrisi yang banyak. (aqr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Hati-hati! Konsumsi 5 Makanan Ini Bikin Batuk Pilek Makin Parah Jakarta – Konsumsi beberapa makanan bisa menjadi obat batuk pilek alami. Namun, ada juga makanan yang perlu dihindari karena justru membuat batuk pilek semakin parah. Penyakit batuk dan pilek bisa sangat mengganggu. Solusi selain minum obat-obatan yaitu dengan memperkaya asupan buah-buahan mengandung vitamin C. Selain itu fokus terhadap makanan yang bernutrisi, penting juga menghindari makanan-makanan yang bisa membuat batuk pilek semakin parah.
Saat batuk atau pilek, tubuh membutuhkan semua kekuatan untuk melawan infeksi. Namun, makanan dan buah-buahan tertentu bisa memperburuk gejala atau memperlambat pemulihannya. Oleh karena itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari selama menderita penyakit ini perlu diperhatikan. Jika tidak mau batuk semakin parah, sebaiknya hindari konsumsi 5 makanan ini, seperti dilansir dari truemede.in (16/01/2023). 1. Jeruk
Buah citrus, seperti lemon atau jeruk memang kaya akan vitamin C yang bisa membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh. Sayangnya, kandungan asam nitrat di dalam buah ini bisa mengiritasi tenggorokan yang sudah sakit dan menyebabkan rasa tidak nyaman di tenggorokan dan batuk semakin parah. Sifat asam dari buah jeruk juga memproduksi dahak berlebihan di saluran pernapasan. Meskipun vitamin C bisa mendukung kekebalan tubuh, sebaiknya batasi konsumsi jeruk saat flu dan batuk. Pertimbangkan untuk konsumsi buah-buahan lainnya seperti pisang atau apel yang lebih nyaman di tenggorokan. 2. Makanan manis
Makanan manis yang mengandung banyak gula juga sebaiknya dihindari untuk sementara waktu. Gula yang berlebihan mampu melemahkan kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit. Pola makan kaya gula memicu peradangan dan dapat menyebabkan peningkatan produksi lendir dan memperburuk gejala pernapasan. Konsumsi gula berlebihan juga bisa mengubah kadar gula darah dalam tubuh, yang akhirnya dapat memengaruhi respons tubuh terhadap peradangan. Makanan manis juga mengandung kalori kosong tanpa nutrisi penting. Oleh karena itu, saat batuk pilek lebih baik fokus pada makanan padat nutrisi yang mendukung penyembuhan. Makanan lain yang perlu dihindari bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Makanan pedas
Efek konsumsi makanan pedas memang bisa membersihkan saluran hidung untuk sementara, tetapi makanan pedas juga bisa mengiritasi tenggorokan dan memperparah batuk. Makanan pedas, seperti cabai dapat meningkatkan peradangan dan ketidaknyamanan, terutama jika tenggorokan sudah sakit. Bagi banyak orang, makanan pedas juga bisa memicu refleks batuk, sehingga memperburuk gejalanya. Dalam kondisi batuk, lebih baik pilih makanan yang lebih ringan dan menenangkan supaya tenggorokan juga nyaman dan lega. 4. Gorengan dan makanan berlemak
Makanan, seperti keripik, ayam goreng, dan burger sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung atau rasa tidak nyaman di perut. Selain itu, makanan tersebut bisa memicu peradangan tubuh. Saat tubuh melawan penyakit, sebaiknya pilih makanan yang lebih ringan, seperti sayuran kukus, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Makanan seperti ini lebih mudah dicerna dan bisa membantu tubuh mendapat nutrisi terbaik yang diperlukan untuk pemilihan. 5. Produk olahan susuProduk olahan susu, seperti keju dan es krim dapat mengentalkan lendir dan justru memperparah hidung tersumbat. Membuat napas jadi lebih sulit. Meskipun beberapa orang dapat mentoleransi produk susu tanpa masalah, tetapi banyak juga yang merasa bahwa produk ini bisa memperparah gejala batuk dan pilek. Selain itu, terkadang tekstur cairan susu bisa berubah jadi padat, kental, dan sulit bercampur dengan air liur di mulut. Membuat susu lebih susah ditelan dan menempel di sekitar tenggorokan. Akibatnya, dahak di tenggorokan lebih banyak. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Hanya Makan Buah 30 Hari, Wanita Ini Rasakan Efek Positif dan Negatif Jakarta – Seorang wanita membagikan pengalaman makan buah saja selama 30 hari. Wanita ini pun merasakan efek positif dan negatif pada tubuhnya. Banyak pola diet untuk menurunkan berat badan yang bisa dilakukan. Namun, jenis diet tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan preferensi individu yang menjalaninya. Salah satu jenis diet yang cukup terkenal, makan buah. Hal ini mengharuskan mereka makan buah sebagai asupan utama.
Diet makan buah kerap dijalani karena kandungan nutrisi dan kalori rendah pada buah bisa membantu perut kenyang lebih lama sekaligus mengurangi asupan kalori lebih banyak. Lantas, apakah diet ini efektif dan tidak menimbulkan efek samping? Seorang wanita yang menjalaninya membagikan pengalaman ketika melakukan diet ini selama 30 hari. Shade Martin memilih melakukan diet ini usai menderita nyeri bahu. Terapi fisik dan obat-obatan pun gagal menyembuhkan penyakitnya. Suatu hari, ia membaca kalau buah-buahan dengan kandungan alkali tinggi, seperti nanas, beri, pisang, dan mangga mengandung sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri di tubuhnya, lapor dailymail.co.uk (16/01/2025).
Martin lantas menjalani diet buah secara perlahan. Diawali dengan hanya makan semangka di minggu pertama. Lalu dilanjut makan anggur pada enam hari berikutnya. Sampai akhirnya ia mengonsumsi semangkuk buah-buahan sepanjang diet tersebut. Memang makanan yang ia konsumsi hanya sebatas buah-buahan, tetapi Shade Martin merasakan perbedaan. Ia merasa tubuhnya lebih berenergi daripada biasanya karena pelepasan gula alami yang membuatnya juga bisa berpikir lebih jernih. Menurut salah satu penelitian dari Harvard Medical School, konsumsi buah-buahan memang dapat meningkatkan fungsi otak. Dari studi tersebut menemukan bahwa wanita yang makan satu sampai dua sajian stroberi dan bluberi setiap minggunya, dapat menunda penurunan memori hingga dua setengah tahun. Efek samping lainnya yang didapatkan oleh Shade Martin yaitu dirinya tidak pernah mengalami kram perut saat menstruasi dan berat badannya turun 4,5 kilogram. Buah-buahan yang mengandung banyak serat juga membuat wanita ini memiliki pencernaan yang lancar dan lebih banyak, sesuai dengan harapannya. Para ahli mengungkap bahwa peningkatan pergerakan usus ini merupakan perubahan positif, karena dapat membersihkan sistem pencernaan dan membuang kotoran yang bisa berkontribusi pada kesejahteraan secara keseluruhan. Menjalani diet makan buah membuat Shade lebih banyak mendapatkan manfaat dibandingkan efek negatifnya. Namun, ia juga menyadari bahwa diet ini tidak cocok dilakukan oleh semua orang.
Shade dulunya memang sudah menjadi seorang vegan, dan sering mengonsumsi buah-buahan. Jadi, tubuhnya sudah terbiasa, tetapi mungkin diet ini cukup sulit dilakukan oleh orang lain. Seorang ahli gizi dan profesor di The University of Georgia, Dr Tracey Brigman mengungkap kepada Daily Mail bahwa tidak ada nasehat ekstrem yang akan dia berikan. Menurutnya, buah-buahan memang menjadi makanan sempurna, tetapi buah tidak memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Ahli gizi ini mengungkap bahwa sebagian besar buah mengandung hanya sedikit kalori yang bisa menyebabkan kurangnya asupan kalori dan kelelahan. Oleh karenanya, diet makan buah ini mengarah kepada kondisi malnutrisi. Pola makan buah ini memang membawa segelintir efek baik, tetapi bukan berarti tidak ada efek buruknya. Shade Martin juga mengakui bahwa pola makan buah-buahan ini memang tidak memberikan efek yang terlalu besar. Ketika Shade hanya makan anggur, ia justru mulai batuk berdahak dan mengeluarkan dahak yang cukup banyak. Ahli gizi Dr Brigman mengungkap bahwa secara keseluruhan, mengonsumsi buah-buahan dikaitkan dengan pengurangan produksi lendir. Namun, ada juga beberapa buah yang menyebabkan peningkatan produksi lendir. “Ini terjadi terutama pada individu dengan sensitivitas atau intoleransi histamin,” jelasnya.
Beberapa contoh buah-buahan yang dapat memproduksi lendir termasuk anggur, jeruk, pisang, dan stroberi. Jadi, wajar sja jika setelah makan anggur, wanita ini malah batuk berdahak. Dalam sesi tanya jawab dengan influencer kesehatan Gillian Berry, wanita ini mengungkap bahwa siklus menstruasinya sangat lancar dan ia tidak merasakan sakit sama sekali. Sayangnya, siklus menstruasi Shade berlangsung lebih lama dari biasanya. Dr Vinni Makin pun merekomendasikannya untuk meningkatkan asupan kalori. Tentu efek positif juga memengaruhi kulitnya. Ia kini memiliki kulit yang sangat cerah, sekalipun awalnya ada beberapa jerawat muncul, tetapi hasil akhirnya kulit tampak lebih baik. Dalam hari dietnya, wanita ini memulai hari dengan minum segelas besar air lemon atau air jeruk nipis. Sekitar 20 menit, dia akan membuat smoothie dengan beberapa buah favoritnya, seperti pisang, kurma, blueberry, dan cherry. Sepanjang hari, ia akan ngemil potongan buah. Bagian tersulit ketika ia harus menyaksikan suami dan putrinya menyantap makanan normal. Ia harus mengalihkan perhatiannya. Secara keseluruhan, ia telah kehilangan 4,5 kilogram selama 30 hari menjalani diet. Tampaknya ini bukan masalah, karena memang tujuan utama diet ini bukan untuk menurunkan berat badannya, tetapi untuk mengurangi nyeri di tubuhnya. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|
































