Jakarta –
Susu dianggap sebagai sumber nutrisi yang ideal diminum setiap hari. Namun, apakah minum susu dalam kondisi perut kosong baik untuk kesehatan? Ini penjelasannya!
Susu merupakan salah satu minuman yang penting bagi kesehatan karena menawarkan beragam nutrisi, mulai dari kalsium, protein, vitamin, dan mineral penting. Nutrisi tersebut dapat membantu organ-organ tubuh berfungsi dengan baik dan terlindungi dari zat atau kuman penyakit.
Meskipun baik untuk kesehatan, tetapi setiap individu juga perlu memerhatikan waktu yang tepat untuk minum susu. Susu kerap dikonsumsi sebagai minuman sarapan pagi ketika perut masih kosong.
Namun, apakah mengonsumsi susu saat perut kosong bagus untuk kesehatan? Dr. Sonali Gautam, Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani menekankan nilai gizi susu.
Ia menyoroti peran susu pada kesehatan tulang, mendukung kesejahteraan secara keseluruhan, dan berkontribusi pada diet seimbang. Ia juga menunjukkan beberapa pertimbangan ketika mengonsumsi susu.
Berikut penjelasannya seperti dilansir dari indianaexpress.com (02/09/2024).
1. Manfaat minum susu
Susu menjadi sumber minuman bernutrisi bagi kesehatan tubuh. Foto: Thinkstock |
Susu menjadi sumber nutrisi kalsium, folat, dan protein yang baik dan penting untuk membangun dan menjaga tulang dan gigi. Susu juga menyediakan keseimbangan karbohidrat dan lemak yang baik.
Dr.Gautam juga menjelaskan bahwa susu mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin D, vitamin B12, dan magnesium, yang berkontribusi pada berbagai fungsi tubuh.
2. Efek minum susu saat perut kosong
Perhatikan waktu ketika minum susu, jangan minum susu saat perut kosong. Foto: iStock |
Menurut Dr. Gautam, anggapan susu berbahaya jika diminum saat perut kosong sebagian besar tidak berdasar.
Meskipun beberapa orang mungkin mengalami ketidaknyamanan pencernaan akibat intoleransi laktosa, penelitian lain belum menunjukkan adanya efek samping dari mengonsumsi susu saat perut kosong pada masyarakat umum.
Bahkan, Dr. Gautam mencatat bahwa susu berprotein tinggi yang dikonsumsi saat sarapan justru dikaitkan dengan kontrol gula darah lebih baik bagi pada penderita diabetes.
Namun, hal ini tidak disarankan untuk mereka yang punya masalah lambung.
Menurut dr. Rupali, susu tidak masalah dikonsumsi saat perut kosong kecuali seseorang memiliki pencernaan buruk, seperti masalah lambung atau tidak toleran laktosa.
Konsultan gizi Ayurveda juga menyampaikan, boleh tidaknya seseorang mengonsumsi susu dalam keadaan perut kosong akan tergantung pada reaksi tubuh masing-masing.
Jika rentan terkena alergi, lebih baik menghindari minum susu saat perut kosong. Sebab, dapat membuat mereka mual ketika beraktivitas.
Hal yang harus dipertimbangkan saat minum susu pagi hari bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Hal yang harus dipertimbangkan
Terdapat pertimbangan lain yang harus diperhatikan sebelum minum susu. Foto: Thinkstock |
Banyak orang memiliki masalah intoleransi laktosa tanpa menyadarinya.
Intoleransi laktosa merupakan kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan mencerna laktosa. Dapat menyebabkan gejala pencernaan, seperti kembung, gas, dan diare.
Jika kamu memiliki masalah seperti ini, Dr. Gautam menyarankan konsultasi dengan profesional kesehatan untuk diagnosis dan modifikasi pola makan yang tepat.
Alternatif lain yaitu dengan mengganti susu hewani ke susu nabati, seperti susu almond atau susu kedelai.
Susu merupakan komponen penting dari diet seimbang, yang menawarkan berbagai nutrisi penting.
Jika kamu tidak memiliki masalah intoleransi laktosa, umumnya aman mengonsumsi susu saat perut kosong. Bahkan, susu dapat berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan.
Kandungan vitamin A dan vitamin B12 dalam susu dapat berperan terhadap fungsi sistem kekebalan tubuh dan otak. Kandungan zat besi di dalamnya juga berperan besar terhadap kesehatan dan fungsi otak.
(aqr/adr)
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Dijamin Kencang dan Awet Muda! Ini 7 Makanan Terbaik untuk Kulit Jakarta – Memiliki kulit sehat, kencang, dan awet muda adalah dambaan setiap orang. Kondisi ini bisa diraih dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengasup makanan terbaik untuk kulit berikut ini. Mendapatkan kulit yang terawat tak hanya dari perawatan luar saja, seperti menggunakan krim atau perawatan dengan dokter kulit. Ada langkah lain yang tak kalah penting dan sifatnya alami. Langkah itu adalah mencukupi hidrasi tubuh dan mengonsumsi makanan sehat. Ahli gizi Carolina Schneider mengatakan, makanan yang kaya akan kandungan zinc mampu mendukung kesehatan kulit dengan mengatur produksi minyak dan mengurangi peradangan.
Makanan kaya zinc seperti biji-bijian dapat sangat membantu untuk mengatasi hormon yang tidak seimbang, yang cenderung mengiritasi kulit. “Zinc berperan dalam mengendalikan produksi minyak, karena menurunkan jumlah hormon pria (androgen) yang dapat menyebabkan jerawat dan kulit berminyak,” kata Carolina mengutip Real Simple. Selain itu, makanan yang tinggi antioksidan, protein, dan vitamin C juga bagus untuk kesehatan kulit. Berikut ini makanan terbaik agar kulit sehat, kencang, dan awet muda: 1. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon dan sarden kaya akan bahan anti-peradangan, menurut ahli gizi Holiday Durham. “Omega-3 berperan dalam menjaga lapisan lipid kulit, yang mungkin penting untuk hidrasi dan perlindungan terhadap kerusakan lingkungan,” jelasnya. 2. TomatKandungan likopen di dalam tomat terbukti meningkatkan tekstur kulit dan memelihara kualitasnya. Likopen berperan mengurangi efek samping fisik dari stres oksidatif dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. 3. Kacang walnut
Kacang walnut juga termasuk makanan terbaik yang bisa dikonsumsi agar kulit sehat dan glowing karena tinggi kandungan asam lemak omega 3 dan zinc. “Omega-3 dapat membantu menjaga kelembapan kulit, sementara seng penting untuk penyembuhan kulit,” kata Durham. 4. StroberiMenukil Health, stroberi kaya akan zat-zat yang meningkatkan kesehatan kulit, seperti vitamin C, antosianin, asam fenolik, dan flavonoid. Vitamin C sangat penting untuk kesehatan kulit, karena melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif dan penting untuk produksi kolagen, protein utama dalam tubuh yang menyumbang 75 persen dari berat kering kulit. 5. Kimchi
Selain bagus untuk kesehatan usus, kimchi juga merupakan makanan yang baik untuk kesehatan kulit. Disbiosis, istilah medis untuk usus yang tidak seimbang, dikaitkan dengan sejumlah kondisi kulit, seperti jerawat dan psoriasis, dan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan kulit dan usus saling terkait erat. Mengonsumsi makanan yang kaya akan probiotik dan serat adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung kesehatan usus dan kulit. 6. Kaldu tulangKaldu tulang yang direbus lama akan menghasilkan gelatin. Ini adalah zat yang berasal dari kolagen yang kaya akan asam amino glisin, prolin, dan lisin, yang penting untuk sintesis kolagen. Menyeruput secangkir kaldu tulang dapat membantu menghidrasi dan memberi kulit asam amino yang dibutuhkannya untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-selnya. 7. Semangka
Semangka mengandung lebih dari 90 persen air. Minum banyak air dan mengonsumsi makanan yang menghidrasi, seperti semangka, dapat membantu menjaga kulit tampak awet muda karena hidrasi membantu mengurangi munculnya kerutan dan kerutan. Semangka juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan yang baik untuk kulit seperti likopen dan beta-karoten. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Makanan Terbaik agar Kulit Sehat dan Glowing, Bikin Awet Muda“ (adr/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Ini 5 Manfaat Sehat yang Didapat Jika Berhenti Minum Kopi Jakarta – Kopi dikenal sebagai minuman untuk menambah energi dan segudang kelebihan lainnya. Ternyata jika berhenti minum kopi, ada sejumlah manfaat sehat yang didapat. Sudah bukan rahasia lagi kalau kopi memiliki banyak manfaat positif bagi tubuh. Bahkan, rutin kebiasaan minum kopi kerap dikaitkan dengan penurunan risiko terkena berbagai macam penyakit. Manfaat kopi berasal dari zat-zat yang terkandung di dalamnya. Salah satu yang paling utama adalah kafein. Dalam jumlah wajar, kafein dapat membantu menambah energi, meningkatkan konsentrasi, memperbaiki suasana hati, menurunkan tingkat stres dan kecemasan, hingga menstimulasi fungsi otak.
Kopi juga mengandung nutrisi penting lain, seperti kalium, magnesium, dan antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun, jika berhenti minum kopi ada sejumlah manfaat sehat yang didapat. Dilansir dari Real Simple (12/09), menurut beberapa ahli kesehatan ada beberapa manfaat kesehatan potensial yang bisa didapatkan jika berhenti minum kopi. Berikut penjelasannya: 1. Memperbaiki Kualitas Tidur
Kandungan kafein di dalam kopi dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang. Studi menunjukkan bahwa asupan kopi setiap hari dapat mengubah siklus tidur, menyebabkan tidur gelisah dan kantuk di siang hari. Hal ini terutama terjadi jika seseorang mengonsumsi kafein kurang dari enam jam sebelum tidur. Karena kafein pada kopi bisa menghambat reseptor adenosis, dan adenosis ini lah yang berfungsi meningkatkan kualitas tidur. “Kaafein itu memblokir reseptor ednosis, dan adenosis ini berfungsi membuat tidur lebih baik. Sehingga dengan berhenti minum kopi bisa membuat kualitas tidur meningkat,” jelas Edwina Clark, RD selaku ahli gizi dari San Francisco, Amerika. 2. Mengurangi Rasa Cemas
Tak bisa dipungkiri lagi bahwa meminum kopi dapat memberikan energi di pagi hari sebelum aktivitas. Akan tetapi, energi tersebut juga dapat merangsang hormon yang menyebabkan peningkatan kecemasan, kegugupan, jantung berdebar-debar, bahkan serangan panik. “Kecemasan dapat disertai dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kesehatan jantung yang buruk, tekanan darah tinggi, hingga siklus tidur yang tidak teratur. Dengan menghindari kafein dalam kopi, kita juga dapat menghindari, atau setidaknya mengurangi, tingkat kecemasan kita,” ungkap Edwina. Mereka yang rentan terhadap stres dan kecemasan saat konsumsi kafein bisa membuat gejalanya jauh lebih buruk. 3. Melancarkan Sistem PencernaanJika selama mengonsumsi kopi membuat saluran pencernaan jadi banyak masalah hingga tak lancar, beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk berhenti minum kopi agar sistem pencernaan kembali ke normal. Hal ini dikarenakan kandungan kafein pada kopi bisa membuat iritasi lapisan lambung dan meningkatkan produksi asam. Efek ini bisa dialami oleh orang-orang yang rentang dengan masalah lambung atau perut. 4. Melindungi Kesehatan Gigi
Kopi dan teh dapat menodai gigi. Dilansir dari Healthline, ada alasan mengapa kopi bisa membuat gigi menjadi kuning. Karena kopi mengandung senyawa tannins, yang merupakan polifenol yang terurai dalam air. Tannins juga bisa ditemukan di minuman lain seperti wine dan teh. Tannins ini bisa menyebabkan munculnya komponen warna yang membekas di gigi. Ketika komponen warna ini tertinggal di gigi, tentunya perlahan akan muncul warna kuning pada gigi. Bahkan hanya butuh secangkir kopi sehari untuk membuat gigi menjadi kuning. Sehingga dengan berhenti minum kopi bisa menghindari gigi menjadi berwarna kuning karena konsumsi kopi. 5. Menjaga Gairah SeksualBerbagai penelitian telah membuktikan bahwa dalam dosis rendah kafein pada kopi dapat menguntungkan dan bermanfaat untuk kesehatan. Sementara efek sebaliknya akan terjadi bila seseorang meminumnya dalam dosis yang berlebihan. Memang ketika diminum dalam dosis sedang, kafein juga dapat mengobati disfungsi ereksi sementara pada pria. Namun bila dikonsumsi dalam jumlah besar, kafein dapat berdampak negatif terhadap kehidupan seksual. Kebanyakan kafein akan membanjiri otak dan tubuh dengan hormon stress, yang akan mempengaruhi kinerja dan menurunkan dorongan seksual. Kafein tingkat tinggi juga dapat menyebabkan iritabilitas, depresi dan kegelisahan, yang semuanya merupakan faktor yang dapat menurunkan libido seksual. Hal ini bisa membuat libido atau gairah seksual pria menurun. (sob/odi) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Setelah Makan Nanas Lidah Kok Gatal Ya? Ternyata Ini Penyebabnya Jakarta – Nanas diketahui memiliki rasa asam manis yang menyegarkan. Meski begitu ada juga efek sampingnya, yaitu membuat lidah terasa gatal setelah mengunyahnya. Ternyata karena hal ini. Nanas merupakan buah tropis yang memiliki rasa asam manis dengan sensasi menyegarkan. Hal ini dikarenakan buah nanas menyimpan banyak air, mengandung gula dan serat. Dilansir dari The Sun (11/9), buah nanas diketahui mengandung banyak manfaat untuk tubuh karena adanya kandungan vitamin C. Namun, menyantap buah nanas juga bisa meninggalkan efek kurang nyaman.
Salah satu efek samping dari mengonsumsi nanas adalah lidah terasa gatal. Bahkan, untuk sebagian orang ini terasa menyakitkan.
Dalam sebuah unggahan di TikTok, penggemar sains dari SF Microscopy menjelaskan apa yang ada di balik perasaan tak nyaman itu. Mereka melakukan penelitian dengan meletakkan nanas di bawah mikroskop. “Itu karena kita ditusuk oleh ribuan ‘jarum kecil’ yang disebut sebagai raphides,” penjelasan dalam video tersebut. Jarum kecil yang dimaksud oleh sang kreator konten itu dapat menimbulkan sensasi tertusuk di dalam mulut. Tentu saja, karena ‘jarum’ ini sangat kecil maka bisa menimbulkan efek iritasi. “Kristal kalsium oksalat ini melubangi membran sel dan menyebabkan iritasi,” ungkap kreator konten dalam videonya. Sebuah studi dari McGill University menjelaskan bahwa ‘jarum’ itu adalah raphida yang mengandung kristal tidak larut. Raphida itu adalah mekanisme pertahanan herbivora yang akan menyerang balik jika tanaman tersebut rusak. Jadi, getah pada buah itu akan memicu adanya kristal dan menusuk predatornya, kebetulan adalah manusia. Tusukan-tusukan kecil inilah yang menyebabkan gatal dan perih di sekitar area lidah. Mengutip Delish, hal ini juga dapat disebabkan kandungan enzim bromelain pada nanas. Bromelain ini memiliki kemampuan memecah protein yang dapat membuat mulut terasa perih dan terluka saat mengonsumsi nanas. (yms/odi) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() 5 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Usai Sikat Gigi Pagi Hari Jakarta – Sikat gigi sebelum sarapan merupakan hal yang penting dilakukan. Namun, setelah sikat gigi, sebaiknya hindari mengonsumsi 5 makanan ini yang bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi. Menyikat gigi sebelum sarapan sangat dianjurkan demi menjaga kebersihan mulut optimal. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan plak dental yang tertimbun sejak malam, sehingga meminimalisir respon asidogenik dari bakteri. Namun, makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sarapan setelah sikat gigi perlu diperhatikan. Sebab, ada yang berdampak besar pada kesehatan gigi.
Dr, Andrej Bozic, ahli bedah mulut di Dentum menjelaskan, “Tepat setelah menyikat gigi, email gigi Anda lebih rentan, dan apa yang Anda makan atau minum dapat melindungi atau merusak gigi.” Untuk memastikan gigi setiap individu sehat, dokter ini mencantumkan daftar makanan dan minuman yang harus dihindari. Melansir dailyrecord.co.uk (11/09/2024), berikut daftarnya! 1. Jus jeruk
Beberapa orang mungkin senang minum jus jeruk di pagi hari karena rasanya yang manis asam dan menyegarkan. Namun, minuman ini perlu dihindari karena sifatnya sangat asam. Jus jeruk dapat mengikis email gigi setelah menyikat gigi. Dr. Bozic juga menjelaskan bagaimana jus jeruk yang diminum pada waktu tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi. Jika memang ingin tetap minum jus jeruk. ahli bedah mulut ini menyarankan untuk setidaknya menunggu 30 menit atau minum air putih dulu. 2. Roti putih
Makanan bertepung olahan, seperti roti putih diubah menjadi gula yang dapat menempel pada gigi dan memberi makan bakteri. Ahli bedah mulut itu menjelaskan bahwa tepung dapat bertahan lama dan menyebabkan penumpukan plak jika dimakan usai menyikat gigi. Pilihan terbaik yaitu menggantinya ke roti gandum. Selain itu, disarankan juga untuk berkumur setelah makan roti-rotian ini. 3. Makanan berbahan dasar tomat
Sarapan jus tomat, sup tomat, atau spaghetti dengan saus berbahan dasar tomat perlu diwaspadai. Meskipun tomat menawarkan manfaat bagi tubuh, tetapi tidak baik untuk gigi. Tomat asam dapat merusak email gigi yang telah dilunakkan ketika menyikat gigi. Terutama jika kamu mengonsumsinya dalam bentuk saus atau jus, hal ini dapat mengikis email gigi. Dr. Bozic menyarankan untuk mengonsumsi makanan ini di waktu nanti misalnya makan siang, atau bisa dipadukan dengan sesuatu yang menetralkan, seperti susu. Makanan lain yang sebaiknya dihindari usai sikat gigi saat sarapan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!4. Sereal manis
Sereal menjadi salah satu menu sarapan yang digemari banyak orang. Sereal biasanya terbuat dari gandum olahan atau biji-bijian lainnya. Namun, kebanyakan sereal ditambah dengan bahan lain, seperti gula, cokelat, dan air. Sereal yang manis ini bisa berbahaya. Menurut Dr. Bozic, gula yang terkandung dalam sereal bisa menempel di gigi dan memberi makan bakteri di mulut. Disarankan untuk memilih sereal kaya serat dan rendah gula. 5. Buah jeruk
Selain jus jeruk, buah jeruk juga seringkali dimakan sebagai menu sarapan. Namun, sebaiknya buah ini dihindari dimakan setelah menyikat gigi karena kandungan asam di dalamnya dapat melemahkan email gigi. Sebagai gantinya, cobalah untuk makan apel atau pisang untuk sarapan. Dr.Bozic mengungkap, “Buah jeruk memang bergizi tetapi dapat merusak email gigi, yang menyebabkan sensitivitas.” Sarapan yang ideal Lantas, sarapan apa yang ideal? Ahli gigi ini menyarankan untuk sarapan yang seimbang dan menyehatkan gigi. Bisa mengonsumsi telur, yogurt tawar, roti gandum utuh, maupun buah-buahan rendah asam, seperti pisang. Makanan tertentu bisa menetralkan asam dan memperkuat gigi. Jika tidak ingin gigi rusak, Dr. Bozic juga menyarankan untuk menunggu 30 menit setelah sikat gigi sebelum mulai makan. Hal ini ditujukan untuk membuat email gigi mengeras kembali dan membantunya menahan makanan asam lebih efektif. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Kebiasaan Ngopi di Pagi Hari Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Sebabnya! Jakarta – Minum kopi di pagi hari dipercaya dapat memberikan dorongan energi. Namun, pakar tidur justru menyebutkan bahwa kebiasaan itu bisa membahayakan kesehatan. Banyak orang yang mengalami pagi hari dengan meneguk secangkir kopi. Kandungan kafein pada kopi diyakini dapat memberikan banyak manfaat untuk menjalani aktivitas dalam seharian penuh. Mulai dari dorongan energi hingga membuat seseorang menjadi lebih fokus. Namun, belakangan seorang pakar tidur mengungkap bahwa kebiasaan minum kopi di pagi hari bisa berbahaya bagi kesehatan.
Dikutip dari News 24 (19/02/24) berikut faktanya!1. Penjelasan pakar tidur
Pakar tidur di Get Laid Beds bernama Dr Deborah Lee mengatakan bahwa minum kopi di pagi hari bukan ide terbaik. Ia menyebutkan kandungan kafeinnya tidak akan berfungsi. “Saat kamu bangun, kadar hormon stres kortisol berada di puncaknya. Itu merupakan hormon yang meningkatkan kewaspadaan dan fokus serta mengatur metabolisme,” tutur Dr Deborah Lee. Lebih lanjut, Dr Deborah juga menjelaskan bahwa hormon tersebut dapat mengatur respon sistem kekebalan tubuh. 2. Berdampak pada sistem kekebalan tubuhSementara itu, peningkatan kadar kortisol akibat minum kopi di pagi hari dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi inilah yang berbahaya. “Jika sudah mencapai puncaknya saat bangun tidur, kemudian langsung minum kopi itu lebih berbahaya dan membuat kamu kebal terhadap kafein dalam jangka waktu lama,” ungkar Dr Deborah. Lantas, apakah harus menghentikan kebiasaan minum kopi di pagi hari yang sudah menjadi gaya hidup sejak lama? Tentu tidak. Kamu hanya perlu menunggu waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk minum kopi ada di halaman selanjutnya.3. Waktu tepat minum kopi di pagi hari
Hormon kortisol mengikuti ritme yang spesifik pada siklus tidur. Hormon tersebut mencapai puncaknya dalam waktu setengah jam hingga 45 menit setelah bangun tidur. Kemudian, perlahan-lahan akan menurun sepanjang hari. Dengan mempertimbangkan ritme kamu sendiri, waktu terbaik untuk mengonsumsi kafein adalah paling cepat, 45 menit setelah bangun tidur. Waktu tersebut waktu yang tepat karena ritme kortisol akan mulai turun. “Di pagi hari ketika kortisol kamu jauh lebih rendah, dan kamu mulai merasakan penurunan energi,” tuturnya. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Terlalu Banyak Minum Air Putih Picu Risiko Kematian, Berapa Batasnya? Jakarta – Konsumsi air putih yang cukup setiap hari memang sangat dianjurkan. Namun, takarannya juga tidak boleh berlebihan. Sebab, efeknya bisa mengancam jiwa. Lantas, berapa batasannya? Air putih menjadi salah satu minuman yang setiap hari wajib dikonsumsi oleh setiap orang. Minuman menyehatkan ini tidak hanya berperan menghilangkan rasa haus, tetapi juga memberi manfaat sehat lainnya. Jika dikonsumsi rutin setiap hari dengan takaran yang cukup, air putih bisa menurunkan risiko penyakit, seperti batu ginjal, infeksi salurah kemih hingga penyakit jantung.
Minum air putih yang cukup juga dapat membuat sendi dan otot lebih sehat, membantu penurunan berat badan, hingga membuat kulit lebih bersinar. Meskipun baik dan menyehatkan, tetapi konsumsinya juga tidak boleh berlebihan. Terdapat batasan yang tidak boleh dilewatkan karena berisiko membahayakan diri sendiri. Lantas, berapa batasan minum air putih yang tidak boleh dilewatkan? Berikut informasinya seperti dilansir dari unilad.com (05/09/2024). 1. Takaran air terlalu berlebihan
Batasan berapa banyak air yang harus dikonsumsi setiap hari bervariasi. Beberapa mengungkap 2 sampai 3 liter, tetapi tidak ada ukuran yang tepat untuk setiap orang. Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat menetapkan asupan cairan harian yang memadai sekitar 15,5 cangkir atau sekitar 3,7 liter untuk pria dan 11,5 cangkir atau 2,7 cangkir cairan sehari untuk wanita. Namun, menurut Healthline, yang terpenting bukan jumlah total air yang dikonsumsi, tetapi lebih pada seberapa banyak yang diminum dalam jam tertentu. Ginjal orang dewasa yang sehat mampu membuang 20 hingga 28 liter air setiap hari, tetapi hanya mampu membuang sekitar satu liter setiap jam. Oleh karena itu, ketika minum lebih dari satu liter per jam, ginjal akan kesulitan mengimbanginya. Jika berolahraga atau berada di cuaca panas dan lembab, kamu mungkin perlu minum lebih banyak air. Namun, lagi-lagi, tidak boleh berlebihan. Jika melihat urin berwarna kuning muda, tandanya tingkat hidrasi cukup. Minum terlalu banyak air putih perlu dihindari karena sempat ada kasus dimana seseorang meninggal dunia karena terlalu banyak minum air putih. 2. Efek minum air berlebihan
Efek minum air putih berlebihan sempat dirasakan oleh wanita berusia 28 tahun yang meninggal dunia pada tahun 2007. Pada tahun itu, wanita ini sempat berkompetisi dalam konteks minum air, dengan minum lebih dari enam liter air hanya dalam waktu tiga jam, lapor Scientific American. Terlalu banyak minum air memang bisa menyebabkan keracunan air, atau disebut hiperhidrasi, toksemia air, atau keracunan air. Mayo Clinic menjelaskan jika ginjal tidak bisa membuang kelebihan air yang masuk. Kandungan natrium dalam darah menjadi encer dan menyebabkan hiponatremia (menurunnya kadar garam dalam tubuh) hingga mengancam jiwa. Penumpukan cairan dalam tubuh juga bisa menyebabkan sel-sel mulai membengkak, termasuk sel otak. Ingin tahu gejala jika terlalu banyak minum air? Simak penjelasannya pada halaman selanjutnya!3. Gejala terlalu banyak minumGejala konsumsi air berlebihan antara lain, sakit kepala, kejang, atau kelemahan pada otot. Seseorang juga bisa jadi mengalami mual, muntah, kantuk, dan merasa lelah. Ketika air berlebihan sudah menyebabkan pembengkakan otak, seseorang juga bisa mengalami gejala kejang hingga kehilangan kesadaran. Namun, minum terlalu banyak air putih sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Bagi banyak orang dewasa yang sehat dan bergizi, minum banyak air putih bukan menjadi masalah. Bahkan, para atlet yang aktif terkadang memang minum lebih banyak air untuk mencegah dehidrasi selama masa latihan yang lama dan intens. Jadi, minumlah sekitar delapan gelas berukuran 230 ml atau lebih dalam sehari. Hal penting lainnya yaitu dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih setiap kali merasa haus. Selain air putih, cairan dalam tubuh juga bisa didapat dari mengonsumsi makanan. Makanan bisa memberikan asupan cairan sebesar 20%. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Hati-Hati! Oven Microwave Mengandung 100 Bakteri Berbahaya Jakarta – Oven microwave kerap diandalkan untuk memanggang hingga memanaskan makanan. Namun, alat masak ini bisa berbahaya karena di dalamnya mungkin mengandung lebih dari 100 bakteri! Selain oven biasa, ada juga oven microwave yang menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memanaskan makanan. Biasanya oven microwave ini memiliki frekuensi 2,450 MHz dan panjang gelombang sekitar 12,24 cm. Saat microwave dinyalakan, gelombang ini akan menyebar dan dipantulkan ke berbagai sisi oleh lempengan logam pada bagian dalam microwave. Berbagai macam molekul air, gula, dan lemak dalam makanan bisa menyerap gelombang mikro tersebut.
Oven microwave terkenal dengan berbagai macam manfaat, mulai dari menghangatkan makanan, melelehkan makanan, memanggang makanan, hingga membuat makanan alot menjadi renyah kembali. Meskipun bermanfaat dan memudahkan proses memasak di dapur, tetapi oven microwave disebut-sebut bisa menyebabkan penyakit parah yang ditularkan oleh bakteri. Menurut studi yang diterbitkan dalam Jurnal Frontiers In Microbiology, oven microwave menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri. Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini telah mengidentifikasi lebih dari 100 bakteri ditemukan dalam beberapa titik di dalam microwave, lapor Times of India (05/09/2024).
Laporan dari Science News juga menyebut ini adalah pertama kalinya para ilmuwan mendokumentasikan komunitas mikroba yang hidup dalam oven microwave Para ilmuwan mengambil sampel dari bagian dalam oven microwave, termasuk dinding dalam dan piring putar dari 10 dapur, 10 laboratorium, dan 10 tempat yang memiliki oven microwave, seperti kafetaria. Selama penelitian, sampel yang diambil dipindahkan ke cawan laboratorium dan semuanya terlihat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang signifikan. Selama analisis DNA bakteri, ditunjukkan bahwa bakteri tersebut didominasi oleh jenis bakteri Proteobacteria, Firmicutes, Actinobacteria, dan Bacteroidetes. Hal yang membuat para peneliti terkejut karena bakteri tersebut umumnya ditemukan pada kulit manusia dan permukaan yang sering disentuh. Terlepas dari hal tersebut, bakteri ini cukup membahayakan. Bakteri di dalam oven microwave, seperti bakteri Klebsiella dan Brevundimonas dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Laporan tersebut juga menyatakan beberapa di antara bakteri bersifat patogen. Artinya, bisa menyebabkan penyakit pada organisme lain.
Oleh karena itu, setiap individu yang memiliki atau sering bekerja dengan oven microwave perlu membersihkannya secara rutin dan seksama, seperti membersihkan permukaan di dapur. Sebab, beberapa ahli mencatat, mikroorganisme yang ditemukan dalam oven microwave juga biasa ditemukan di permukaan dapur. Meski belum jelas bagaimana cara bakteri ini bertahan hidup dalam oven microwave, para ahli telah menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menelusuri masalah ini. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() 5 Makanan Penguat Imunitas, Cocok untuk Cegah Monkeypox Jakarta – Maraknya isu penyebaran virus monkeypox (Mpox) membuat banyak orang ketakutan. Beberapa asupan makanan ini dapat menguatkan imunitas dan cegah infeksinya. Penyebaran virus monkeypox (mpox) atau cacar monyet menimbulkan momok yang menyeramkan. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kasus monkeypox di Indonesia pada 2022 yang menjangkit seorang pria dengan riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis. Hingga 2024 Portal Informasi Indonesia membenarkan adanya 59 kasus yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, hingga kepulauan Riau. Salah satu cara paling efektif mencegahnya adalah dengan menguatkan imunitas melalui asupan makanan bernutrisi tepat.
Deepti Lokeshappa selaku ahli pangan dan nutrisi dari Bengaluru, India menyebut ada beberapa alternatif asupan makanan untuk menguatkan imunitas. Bahan-bahan makanan yang direkomendasikan juga mudah didapatkan di pasaran maupun disajikan di rumah. Berikut ini 5 makanan penguat imun untuk cegah monkeypox melansir Healthsots:
1. Makanan tinggi proteinKonsumsi protein tidak hanya memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Asupan protein dapat membantu membangun benteng pelindung di dalam tubuh untuk mencegah paparan virus dan bakteri. Jika ingin meningkatkan kekebalan imunitas, sebaiknya konsumsi lebih banyak protein. Protein yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh yang telah rusak dengan sel yang baru. Adapun beberapa makanan tinggi protein yang direkomendasikan secara khusus, didominasi oleh makanan vegetarian. Seperti kacang kedelai, tauge, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga keju cottage dan yogurt. 2. TelurMenjadi sumber asupan protein dan berbagai vitamin yang lebih terjangkau, telur diandalkan untuk menguatkan imunitas. Di dalam sebutir telur terdapat vitamin A, D, E, kolin, zat besi, hingga folat yang bermanfaat. Nutrisi tersebut dibutuhkan untuk membangun massa otot, produksi energi, hingga memperkuat sistem imunitas. Ditambah lagi kandungan selenium di dalam telur yang ternyata dapat melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif dan infeksi. Telur mudah ditemukan di pasar, toko-toko, bahkan hingga warung kecil sekitar rumah. Adapun penyajian telur yang direkomendasikan seperti telur rebus sehingga tidak memberi tambahan lemak jenuh dan kolesterol melalui minyak. Vitamin C hingga probiotik yang direkomendasikan ada di halaman selanjutnya.3. Buah tinggi vitamin CBukan rahasia lagi jika vitamin C menjadi andalan ketika tubuh mulai melemah. Vitamin C tergolong ke dalam antioksidan yang kuat dengan kinerja meningkatkan produksi sel darah putih. Ketika sel darah putih meningkat maka perlindungan terhadap infeksi akan lebih buat. Dampaknya imunitas tak akan mudah terganggu dengan virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Lokeshappa merekomendasikan buah tinggi vitamin C seperti lemon, jeruk, kiwi, strawberry, pepaya, cherry, dan banyak buah lain. Buah-buahan tersebut boleh dikonsumsi sebagai buah potong segar atau menjadi jus dan smoothie yang tak kalah enak. 4. Daun mint
Distribusi daun mint di Indonesia umumnya ditemukan pada supermarket atau toko-toko sayuran yang menjual bahan makanan dengan lengkap. Daun mint awamnya hanya digunakan dalam campuran minuman, ternyata manfaatnya lebih komplet daripada itu. Di dalam daun minta yang ukurannya tak besar memiliki kandungan antioksidan, vitamin C, E, A serta diperkaya dengan banyak mineral lain. Konsumsi daun mint secara rutin dapat membantu meminimalisir kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Selain itu adanya kandungan methanol membantu merelaksasi toto dan saluran pencernaan. Daun minta yang dinikmati sebagai teh atau campuran minuman hangat bahkan terbukti dapat mengatasi infeksi virus seperti pada flu, ashma, dan lainnya. 5. ProbiotikBanyak ahli yang menyebut bahwa usus adalah otak kedua di dalam tubuh manusia. Karenanya penting untuk memerhatikan asupan probiotik guna membuat lingkungan usus tetap sehat. Begitu pula jika hendak memperkuat imunitas dan melawan virus serta bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Makanan tinggi probiotik sendiri mudah untuk didapatkan dan diolah menjadi menu yang enak. Seperti yogurt atau dadih yang dihasilkan dari proses pengolahan susu sapi. Pada bahan nabati, bawang putih, bawang bombay, dan pisang juga dapat diandalkan. Mengonsumsi asupan ini secara rutin menjadi cara mudah untuk menguatkan imunitas. (dfl/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Perut Kembung Setelah Minum Kopi? Ini Penyebabnya Jakarta – Bagi sebagian orang minum kopi dapat menyebabkan perut kembung dan membuat tidak nyaman. Timbulnya kembung ini bisa dipicu oleh beberapa hal. Bagi penikmat kopi, tak lengkap rasanya jika belum menikmati secangkir kopi dalam sehari. Jika kopi diminum secara rutin dapat memasok energi. Karenanya kopi biasa dikonsumsi di pagi hari sebelum beraktivitas. Dilansir dari Kin Fertility (17/7), kopi diketahui sebagai minuman yang sehat, tetapi juga bisa memberikan efek negatif bagi beberapa orang. Salah satu efek sampingnya adalah perut kembung.
Lalu mengapa minum kopi dapat menyebabkan perut kembung?Campuran Susu
Sebenarnya kopi yang sehat adalah racikan kopi hitam. Namun, banyak orang lebih menyukai minum kopi dengan tambahan susu. Ternyata, campuran susu inilah yang kerap membuat perut menjadi kembung setelah mengonsumsi kopi. Faktanya, sekitar 44% orang Australia mengalami intoleransi laktosa menurut sebuah studi tahun 2017. Jadi, buat yang intoleransi laktosa lebih baik menggunakan susu nabati sebagai alternatif. Seperti susu kedelai, susu gandum atau susu almond. Tambahan Pemanis BuatanSelain susu, bahan campuran kopi yang dapat membuat perut kembung adalah pemanis buatan. Pemanis buatan itu termasuk sorbitol dan aspartam (pengganti gula). Pemanis buatan itu dapat menyebabkan kembung seperti ketika kopi dicampurkan susu. Namun, masih memerlukan banyak penelitian lanjutan tentang efeknya pada saluran pencernaan. Jadi, mengapa kopi menyebabkan kembung?
Kafein yang ada di dalam kopi dapat merangsang pelepasan gastrin dan sekresi asam lambung (termasuk asam klorida). Hal ini dapat menyebabkan refluks asam dan mulas. Sebuah studi tahun 2001 menemukan bahwa kopi menyebabkan perut kembung lebih besar daripada jumlah air yang sama. Hal tersebut mengakibatkan rasa kenyang atau kembung. Kafein juga meningkatkan aktivitas otak dan sistem saraf. Toleransi kafein berbeda untuk setiap orang, tetapi kopi dapat menyebabkan peningkatan kadar kortisol dan adrenalin dalam tubuh. Penelitian telah menetapkan bahwa peningkatan kadar kortisol sebagai akibat dari kelebihan kafein ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal. Peningkatan kortisol pada tubuh juga dapat memengaruhi pria dan wanita secara berbeda. Sebaiknya jenis kopi apa yang baik?Kopi dengan tingkat keasaman yang rendah dianggap baik untuk mengatasi kembung. Biasanya berasal dari biji kopi yang ditanam di dataran rendah, profil rasanya juga lebih lembut karena tanaman menerima lebih banyak oksigen. Kopi decaf juga disebut baik untuk mengatasi perut kembung. Kopi satu ini tidak mengandung kafein, jadi cocok untuk orang dengan perut sensitif. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse
|


































