Jakarta –
Menghangatkan makanan di microwave memang memudahkan, tapi jangan sembarangan pilih wadah makanan. Ahli ingatkan hindari pemakaian wadah plastik karena membahayakan kesehatan.
Penggunaan microwave membuat masak lebih praktis dan nyaman. Microwave beberapa fungsi, termasuk menghangatkan makanan dengan mudah.
Namun masih banyak orang keliru saat menghangatkan makanan di microwave. Mereka asal-asalan memilih wadah, seperti menggunakan wadah plastik untuk menaruh makanan.
Penggunaan wadah plastik saat menghangatkan makanan di microwave sangat tidak disarankan oleh pakar. Profesor bidang ilmu toksikologi, Phoebe Stapleton mengatakan panas dari microwave bakal membuat senyawa kimia dalam plastik terpapar ke makanan yang sedang dipanaskan.
Bahkan menurut toksikologis Kelly Johnson-Arbor, bahaya serupa bakal terjadi sekalipun seseorang menggunakan wadah plastik dengan label “microwave safe”. Sebab label itu hanya menunjukkan wadah plastik tidak akan mudah meleleh saat digunakan beberapa kali di microwave.
“Meskipun struktur kimia produk plastik stabil, tapi bahan kimia dapat larut dari plastik dalam kondisi tertentu, termasuk paparan suhu tinggi seperti yang terjadi selama pemanasan dengan microwave,” kata Johnson-Arbor.
Bahan kimia tersebut termasuk bisphenol-A (BPA) dan ftalat. Keduanya dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh dan dikaitkan dengan efek kesehatan yang negatif
“Pemanasan dengan microwave juga dapat meningkatkan pelepasan partikel plastik kecil yang disebut mikroplastik ke dalam makanan dan minuman,” kata Johnson-Arbor.
Wadah plastik bebas BPA atau microwave-safe tak berarti aman
Foto: Shutterstock/ |
Stapleton menegaskan menghangatkan makanan dengan wadah plastik apapun sebenarnya tidak ideal. Namun jika terpaksa harus menggunakannya, Johnson-Arbor menyarankan penggunaan wadah plastik dengan label “BPA-free”.
“Namun, wadah yang diberi label bebas BPA masih mungkin mengandung bahan kimia bisfenol yang berpotensi berbahaya lainnya,” Johnson-Arbor.
Stapleton pun setuju. Meski sebuah produk wadah plastik disebut aman untuk microwave, tapi tidak berarti aman untuk kesehatan manusia. Menurutnya, tidak ada produk plastik yang ‘aman’.
“Secara umum, orang harus menghindari memanaskan semua produk plastik dalam microwave, terlepas dari jenis plastik atau plastik yang digunakan untuk membuatnya,” kata Jordan Kuiper, Ph.D. epidemiologis dari George Washington University Milken Institute School of Public Health.
Lantas apa efeknya jika seseorang menghangatkan makanan di microwave pakai wadah plastik? Jika praktik ini dilakukan sekali atau dua kali saja, maka efeknya tak begitu terlihat. Beda halnya jika seseorang terbiasa melakukannya.
Baca halaman selanjutnya untuk tahu efek menghangatkan makanan di wadah plastik.
Efek menghangatkan makanan di wadah plastik
Foto: Getty Images/iStockphoto |
Stapleton menjelaskan, “Penggunaan wadah plastik terus menerus meningkatkan paparan dan dosis terhadap bahan kimia yang telah menunjukkan risiko penyakit termasuk kanker, gangguan endokrin dan masalah kesuburan, serta penyakit metabolik dan neurologis.”
Kuiper mengatakan bahwa para ilmuwan juga baru mulai memahami dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan dari paparan nanoplastik pada manusia. “Studi terbaru telah menemukan partikel plastik ini di jaringan manusia yang jelas-jelas tidak seharusnya, termasuk otak, jantung, plasenta, dan testis,” katanya.
Kuiper juga mengutip sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan di New England Journal of Medicine yang menemukan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian 4,5 kali lebih tinggi pada orang yang terdeteksi nanoplastik dalam sistem kardiovaskular mereka.
“Untuk bahan kimia yang digunakan sebagai plasticizer selama produksi produk plastik, mereka cenderung diklasifikasikan sebagai bahan kimia pengganggu endokrin, bahan kimia yang mampu mengganggu hormon dalam tubuh manusia,” kata Kuiper.
Secara keseluruhan, pakar sepakat sebaiknya hindari menggunakan wadah plastik saat menghangatkan makanan di microwave. “Jika memungkinkan, sangat disarankan untuk menggunakan produk yang terbuat dari kaca sebagai solusi,” tutup Kuiper.
(adr/odi)
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Tips Sarapan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Jantung Jakarta – Sarapan memang menjadi waktu terpenting untuk makan. Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sebaiknya diperhatikan. Jika ingin meningkatkan kesehatan jantung, coba 5 sarapan ini!. Sebagai waktu terpenting, sarapan berkualitas tentu diperlukan. Sarapan dapat membantu seseorang memperoleh zat gizi makro dan mikro yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan maksimal. Sarapan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2, dan sindrom metabolik.
Namun, jenis sarapan yang dikonsumsi sehari-hari juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang ingin menghindari penyakit jantung atau meningkatkan kesehatan jantung. Melansir eatingwell.com (31/08/2024), berikut 5 jenis sarapan yang sehat menurut ahli jantung. 1. Sarapan rendah atau tanpa gula
Roti tawar, donat, kue kering, atau sereal sering dijadikan menu sarapan karena praktis, enak, dan mengenyangkan. Namun, hati-hati, makanan seperti itu tinggi gula. Sergiu Darabant, MD, seorang ahli jantung mengungkap, sereal dan kue kering manis mengandung gula rafinasi tinggi yang dapat menambah berat badan, kadar gula darah, dan membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi makanan tinggi gula dan beralih ke makanan rendah atau tanpa gula. Misalnya, beralih ke roti gandum, bubur gandum, atau buah, ubi ungu, atau buah-buahan, seperti alpukat. 2. Protein rendah lemak
Protein memang penting dikonsumsi saat sarapan karena bisa membuat kamu kenyang sepanjang hari. Namun, ada beberapa pilihan protein yang sebaiknya dihindari. Jenis protein itu adalah daging olahan, seperti sosis dan bacon yang mengandung banyak lemak jenuh dan natrium. Kandungan di dalam makanan ini dapat bekrontribusi terhadap kolesterol tinggi dan hipertensi, yang merupakan faktor utama penyakit jantung. Alih-alih daging olahan, pilihlah sumber protein rendah lemak, seperti makanan laut, telur, daging sapi rendah lemak, susu rendah lemak atau tanpa lemak, hingga protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Daftar makanan lain untuk menyehatkan jantung dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Makanan tinggi serat
Makanan kaya serat meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian utuh, atau kacang-kacangan, telah dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, penurunan kolesterol, dan penurunan peradangan. Makanan ini dapat membantu manajemen berat badan lebih baik, yang juga dikaitkan dengan kesehatan jantung lebih baik. Colleen Wysocki, pemilik Zest Nutrition Service juga mengungkap pentingnya sarapan tinggi serat karena dapat membantu seseorang lebih kenyang sekaligus mengurangi asupan kalori. 4. Makanan mengandung asam lemak omega-3
Mascha Davis, penulis Eat Your Vitamins menjelaskan jika asam lemak omega-3 adalah lemak esensial yang memiliki sifat anti-inflamasi, dan dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi trigliserida. Konsumsi omega-3 secara teratur juga telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung karena menjaga tekanan darah sehat, mengurangi penumpukan plak di arteri, dan mendukung irama jantung yang tepat. Sumber asam lemak omega-3 bisa ditemui pada makanan, seperti ikan salmon, alpukat, kacang kenari, dan biji rami. 5. Makanan rendah garamSelain konsumsi makanan rendah gula, penting juga untuk mengonsumsi makanan rendah garam. Sarapan rendah garam dapat menjaga kesehatan jantung, karena asupan garam tinggi telah dikaitkan dengan tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko penyakit jantung. Memilih makanan rendah garam juga akan mendukung sirkulasi darah lebih baik, mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular, dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Oleh karena itu, hindari garam, dan lebih baik tambahkan rempah-rempahan alami ke dalam hidangan. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Jangan Lakukan 7 Hal Ini Usai Makan agar Pencernaan Tak Terganggu Jakarta – Usai makan, sebaiknya kamu tidak melakukan 7 hal ini agar pencernaan tak terganggu dan penyerapan nutrisi maksimal. Ini daftarnya. Terlihat sepele, tapi kebiasaan-kebiasaan ini sering dilakukan seseorang usai makan. Efeknya bisa mengganggu penyerapan nutrisi yang didapat dari makanan. Mulai dari rebahan usai makan hingga langsung olahraga, berikut beberapa kebiasaan setelah makan yang harus dihindari:
1. Makan buah
Melansir Healthshots, buah-buahan segar adalah makanan yang sehat. Namun, ketika dikonsumsi setelah makan, buah-buahan akan tercampur dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan masalah pencernaan dan mengubah nilai gizi makanan yang dikonsumsi. 2. MerokokUmumnya, para perokok akan sesegera mungkin membakar rokoknya setelah makan. Padahal, ini adalah kebiasaan yang salah. Rokok mengandung karsinogen yang bisa menyebabkan sindrom iritasi usus besar hingga bisa menyebabkan kolitis ulseratif. 3. Tidur atau rebahan
Tidur atau rebahan setelah makan juga jangan dibiasakan. Mengutip berbagai sumber, kebiasaan ini bisa membuat makanan sulit dicerna dan berbahaya buat pencernaan. 4. MandiMandi setelah makan juga bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Mandi membuat proses pencernaan bisa terganggu. 5. Minum kopi atau tehMinum teh atau kopi setelah makan sebaiknya dihindari. Beberapa senyawa fenolik yang terdapat dalam kopi atau teh bisa membatasi penyerapan zat besi dari makanan. 6. Langsung minum airSuka langsung minum air putih setelah makan? Tunggu dulu karena ternyata ini bukan pilihan yang tepat. Minum air putih langsung setelah makan bisa membuat sekresi enzim dan cairan di lambung berkurang. Akibatnya, perut bisa mengalami kembung. Sebaiknya, minum air putih setengah jam sebelum atau setelah makan. 7. Olahraga
Olahraga setelah makan bukan pilihan yang bagus. Pasalnya, olahraga bisa mengganggu proses pencernaan. Meski tidak semua orang mengalaminya, tapi olahraga setelah makan bisa menyebabkan mual, sakit perut, hingga kehilangan kesadaran. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Kebiasaan Ini Pantang Dilakukan Setelah Makan, Langsung Minum“ (adr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Catat! Ini 7 Makanan dan Minuman Penyebab Bau Ketiak Jakarta – Bau badan hingga bau ketiak tengah ramai jadi perbincangan. Agar tak mengganggu orang lain, hindari mengonsumsi beberapa makanan tertentu ini. Di jagat media sosial tengah heboh soal bau ketiak tak sedap. Kondisi itu muncul ketika kelenjar apokrin atau keringat bercampur dengan bakteri. Itulah sebabnya bau badan kerap muncul di area ketiak dan lipatan tubuh lainnya. Ada beberapa faktor penyebab keringat berbau, salah satunya karena pola makan. Sebab ada beberapa makanan yang mengandung zat tertentu yang menyebabkan keluarnya bakteri.
Dikutip dari Kaia Naturals dan beberapa sumber lainnya, berikut 7 makanan dan minuman penyebab bau ketiak:1. Seafood
Tanpa disadari seafood dapat menyebabkan bau badan tak sedap, terlebih di area ketiak. Ini bisa disebabkan karena aroma amis dari minyak yang dihasilkan dari ikan. Mengingat minyak ikan mengandung vitamin yang disebut kolin. Vitamin itulah yang menimbulkan bau amis dan dapat bertahan di tubuh satu hari setelahnya. Aroma ini bisa keluar melalui keringat. 2. Sayuran CruciferousSayuran cruciferous, seperti kubis, brokoli, dan kembang kol pun dapat menyebabkan bau badan. Itu karena terdapat kandungan sulfur yang akan menghasilkan bau menyengat setelah dicerna. Selain itu, juga mengandung belerang yang disebut glukosinolat penyebab bau. Bau tersebut akan keluar melalui keringat, sehingga membuat aroma tubuh khususnya di bagian ketika menjadi berbau tak sedap. Makanan dan minuman penyebab bau ketiak ada di halaman selanjutnya.3. Kopi dan TehKopi, teh, cokelat, serta makanan dan minuman yang mengandung kafein termasuk penyebab bau badan. Ini karena kafein memiliki sifat stimulan dan dapat mempercepat fungsi sistem saraf pusat. Hal ini bisa meningkatkan aktivitas kelenjar apokrin atau penyebab berkeringat, sehingga bisa menyebabkan peningkatan bau badan. 4. Tomat
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Medical Hypotheses menemukan bahwa tomat bisa menyebabkan bau ketiak. Ini karena tomat merupakan sumber utama terpen dalam makanan. Terpen adalah zat yang keluar dari kelenjar apokrin atau keringat. Zat tersebut menyebabkan aroma tak sedap pada ketiak. 5. Daging MerahDaging merah, seperti daging sapi dan kambing berdampak pada bau badan. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah studi di Universitas Liverpool pada 2006 lalu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging merah sangat berlemak, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk mencernanya dengan baik dan akibatnya meninggalkan risiko di saluran pencernaan. Residu tersebut akan berinteraksi dengan bakteri di saluran pencernaan sehingga menghasilkan asam lemak yang kemudian dikeluarkan melalui keringat atau gas. 6. Minuman Alkohol
Jangan terlalu sering minum minuman beralkohol, karena selain berisiko untuk kesehatan juga dapat menyebabkan aroma badan jadi tak sedap. Kandungan alkohol akan dimetabolisme menjadi asam asetat yang dikeluarkan lewat keringat. Saat itu, asam tersebut dimetabolisme oleh bakteri kulit, sehingga mengeluarkan aroma tak sedap. 7. Makanan berempah tinggiRempah-rempahan sangat berguna untuk meningkatkan rasa pada makanan. Namun, jika penggunaannya berlebihan bisa menyebabkan badan menjadi bau tak sedap. Khususnya pada rempah yang memiliki rasa pedas. Itu bisa membuat tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak, dan kemungkinan berbau kurang sedap. (raf/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hati-hati! 4 Kebiasaan Ngemil Ini Bisa Picu Risiko Diabetes Jakarta – Beberapa kebiasaan ngemil ternyata tidak menyehatkan dan justru membuat lonjakan gula darah. Seperti kurang asupan protein hingga kelebihan karbohidrat. Banyak orang tak bisa menghindari ngemil, apalagi ketika sedang bersantai. Agar tak mendapatkan masalah kesehatan, kamu bisa memiliki camilan yang sehat, seperti buah atau sayuran. Dilansir dari Food NDTV (22/8), penting untuk menghindari makanan manis saat ngemil. Karena, makanan manis yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat lonjakan gula darah yang memiliki risiko diabetes.
Selain makanan manis, kebiasaan ngemil lain juga bisa menjadi pemicu lonjakan gula darah. Seperti terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat hingga tidak menyertakan asupan protein. Berikut 4 kebiasan ngemil yang memicu diabetes:1. Terlalu Banyak KarbohidratBeragam jenis camilan juga banyak yang mengandung karbohidrat. Terlebih jika camilan itu terbuat dari campuran beras ketan, tepung, kentang, dan lainnya. Kandungan karbohidrat yang tinggi ini sebaiknya jangan terlalu banyak dikonsumsi, karena dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Lonjakan gula darah inipun bisa terjadi cepat. Hal ini diungkapkan oleh American Diabetes Association (ADA), bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan hiperglikemia. Sebaiknya hindari karbohidrat sederhana dan pilih karbohidrat kompleks sebagai gantinya. 2. Tidak Mengonsumsi Protein
Protein penting sekali dikonsumsi dalam asupan makanan harian. Apalagi ketika sedang diet, protein bisa membantu proses metabolisme yang dapat melunturkan lemak. Diet ramah diabetes juga harus mencakup protein yang cukup, dan ini berlaku juga untuk ngemil. Daripada menikmati makanan dengan kandungan minyak tinggi, lebih baik memiliki makanan berprotein tinggi. Camilan yang mengandung protein ini di antaranya ada tempe, tahu, hingga olahan beragam kacang. Bisa juga menikmati yogurt, puding biji chia atau telur rebus. 3. Waktu Ngemil Tidak TepatNgemil yang baik juga memiliki waktu tertentu. Penting untuk menetapkan waktu yang tepat untuk ngemil, sama seperti waktu makan yang biasa. Waktu terbaik untuk ngemil adalah malam hari saat keinginan makan memuncak. Namun, hindari waktu larut malam, karena penelitian menunjukkan hal ini dapat mengganggu kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe-2. 4. Tidak Mengontrol Porsi Camilan
Kebiasaan ngemil yang harus dihindari lainnya adalah tidak mengontrol porsi camilan. Meskipun camilan yang dikonsumsi sehat, harus tetap mengatur porsinya. Konsumsi camilan yang berlebihan justru bisa membuat rugi. Jadi, ambil camilan sesuai kebutuhan saja. Ingat, sedikit saja sudah cukup untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil. (yms/yms) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hati-hati! 7 Makanan Ini Tak Boleh Dipanaskan Ulang Jakarta – Tak semua makanan bisa dipanaskan ulang. Justru ada makanan yang jika dipanaskan ulang bisa memicu munculnya bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Banyak orang yang mengatasi sisa makanan dengan memanaskannya kembali. Cara itu dilakukan agar makanan bisa dimakan lagi, sehingga tak terbuang sia-sia. Namun harus waspada, pasalnya ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Khususnya makanan yang tinggi protein dan mengandung nitrat.
Proses pemanasan itu akan merusak nutrisi pada makanan dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi ini bisa berisiko bagi kesehatan. Dikutip dari Times of India (21/08/24) berikut 7 makanan yang tak boleh dipanaskan ulang:1. Nasi
Nasi menjadi makanan yang kerap dipanaskan berulang-ulang. Sebaiknya hentikan kebiasaan ini, pasalnya nasi yang dipanaskan lagi bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Khususnya bakteri yang disebut Bacillus cereus yang bisa bertahan di suhu panas. Bakteri itu akan mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan keracunan makanan. 2. BayamSayur bayam kaya akan nitrat. Jika sayur bayam dipanaskan kembali, kandungan nitratnya bisa berubah menjadi nitrit yang memiliki sifat karsinogenik. Karsinogenik merupakan zat yang berpotensi menyebabkan kanker. Sebagai alternatif, disarankan mengonsumsi bayam yang sudah dikukus atau mendinginkannya dengan cepat. Simpanlah dengan suhu di bawah 5 derajat Celcius untuk mencegah pembentukan nitrit. 3. Kentang
Kentang yang dipanaskan ulang bisa merangsang pertumbuhan bakteri botulisme yang langka. Pemanasan ulang tidak dapat membunuh bakteri tersebut. Justru, bakteri itu akan menghasilkan racun yang bisa menyebabkan mual dan keracunan makanan. Untuk menghindarinya segera simpan kentang yang sudah matang ke dalam kulkas. Kemudian boleh panaskan sekali saja, dan hindari meninggalkan kentang matang pada suhu ruangan untuk waktu yang lama. Berikut makanan yang bahaya jika dipanaskan berulang.4. TelurKandungan protein yang tinggi pada telur bisa rusak jika telur dipanaskan secara berulang-ulang. Selain itu, pemanasan ulang dengan suhu tinggi membuat telur jadi beracun. Jadi tak ada masalah jika kamu mengonsumsi olahan telur yang sudah dingin. Tips untuk memasak telur rebus sebaiknya menggunakan air hangat dalam panci, jangan menggunakan microwave agar tidak meledak. 5. Daging Ayam
Sama halnya dengan telur, daging ayam yang terus dipanaskan bisa mengubah komposisi protein dan menyebabkan masalah pencernaan jika dikonsumsi. Selain itu, jika ayam tidak disimpan dengan benar, dapat menimbulkan risiko penyakit bawaan makanan. Untuk menghindari dampak buruknya, simpanlah di kulkas. Jika ingin dipanaskan cukup sekali dengan porsi yang ingin dimakan saja. Pastikan suhu internal mencapai 74 derajat Celcius untuk membunuh potensi bakteri. 6. JamurJamur juga dikemas dengan protein, yang jika dipanaskan kembali bisa merusak proteinnya. Karenanya disarankan makan jamur dan menghabiskannya di hari yang sama setelah dimasak. Mengingat struktur jamur dapat berubah dan berpotensi membahayakan tubuh ketika dikonsumsi. Makan jamur yang dipanaskan ulang juga bisa meningkatkan risiko pencernaan dan masalah jantung. 7. PizzaMemanaskan ulang pizza dapat mengakibatkan kulit pizza menjadi lembek dan keju meleleh tidak merata. Selain itu, jika pizza tidak disimpan dengan benar bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Untuk menghindari risiko tersebut adalah dengan menyimpan sisa pizza di kulkas dan memanaskannya kembali di oven untuk menjaga teksturnya. Namun, hanya boleh sekali dipanaskan. (raf/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Mencuci Buah dengan Air Tak Bisa Hilangkan Pestisida, Ini Temuan Peneliti Jakarta – Ternyata mencuci buah-buahan dengan air sebelum dimakan tidak bisa menghilangkan kandungan pestisida. Hal ini diungkap oleh sebuah penelitian. Pestisida adalah zat kimia yang digunakan oleh para petani untuk melindungi perkebunannya dari serangan hama. Mulai dari beras, sayuran, hingga buah-buahan. Karenanya, sebelum hasil panen tersebut dikonsumsi, sebaiknya dicuci bersih menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kandungan pestisidanya.
Namun, hal mencengangkan ditemukan oleh seorang studi baru-baru ini. Para peneliti mengatakan bahwa dengan mencuci buah tidak bisa menghilangkan pestisida. 1. Temuan penelitian
Dikutip dari People.com (09/08/24) penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan teknologi Raman untuk melihat bagaimana pestisida mempengaruhi apel. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Chemical Society menemukan bahwa distribusi pestisida menembus lapisan kulit dan daging buah apel. “Oleh karena itu, risiko tertelannya pestisida dari buah-buahan tidak dapat dihindari hanya dengan mencuci,” ujar peneliti. Lebih lanjut, peneliti menegaskan bahwa mereka tidak ingin menakut-nakuti siapapun tentang kandungan pestisida dalam makanan. Justru, mereka ingin memberikan panduan cara menghindarinya. 2. Cara menghindari pestisida pada buahDongdong Ye, seorang profesor di Anhui Agricultural University mengatakan bahwa penelitiannya ini mencakup bidang keamanan pangan. Karenanya ia berupaya untuk memberikan panduan kesehatan kepada masyarakat luas. Cara yang paling efektif untuk menghindari pestisida pada buah adalah dengan mengupas kulitnya. “Mengupas secara efektif dapat menghilangkan hampir semua residu pestisida, dibandingkan dengan hanya mencuci di air mengalir seperti yang sering direkomendasikan,” tutur Dongdong Ye. Cara menghilangkan pestisida pada buah ada di halaman selanjutnya.3. Mencuci buah tidak bisa menghilangkan pestisida
Dongdong Ye juga menjelaskan bahwa mencuri buah secara tradisional tidak dapat sepenuhnya menghilangkan kandungan pestisida. Sementara itu, lapisan pulp yang hilang dari proses pengupasan jauh lebih besar, seperti yang telah teruji menggunakan mikroskop ‘ultra depth of field’. “Kami percaya bahwa mengupas buah dapat secara efektif menghindari bahaya pestisida pada bagian epidermis dan daging buah di dekat epidermis, sehingga mengurangi kemungkinan tertelannya pestisida,” tutur Dongdong Ye. 4. Batasan penggunaan pestisidaMenurut laporan tersebut dari U.S. Department of Agriculture, badan perlindungan lingkungan (EPA) telah menetapkan batasan berapa banyak pestisida yang boleh digunakan pada makanan. Khususnya selama proses penanaman, pengolahan, dan penyimpanannya. Laporan itu menemukan bahwa residu pestisida yang ditemukan pada makanan jumlahnya selalu melebihi batas toleransi. EPA sendiri secara rutin melakukan peninjauan tingkat toleransi yang diperbolehkan terhadap pestisida. Ini untuk memastikan bahwa toleransi terbuat secara akurat mencerminkan tingkat residu aktual. (raf/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse
|





























