Jakarta –
Karbohidrat utama yang dikonsumsi orang Asia, termasuk Indonesia adalah nasi. Namun, banyak isu menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Apa benar?
Nasi merupakan salah satu karbohidrat utama masyarakat di negara Asia. Makanan pokok ini seringkali dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk.
Banyak orang merasa puas ketika makan besar dengan menu utama nasi. Nasi memang mengenyangkan dan bisa menjadi sumber energi utama bagi tubuh manusia.
Pasalnya, nasi putih merupakan karbohidrat kompleks yang akan diubah tubuh menjadi glukosa secara perlahan, kemudian menjadi bahan bakar tubuh.
Namun, takarannya perlu diperhatikan. Terlalu banyak makan nasi putih sering dikaitkan dengan masalah peningkatan gula darah, mencegah penyerapan vitamin dan mineral, hingga memengaruhi metabolisme glukosa dalam tubuh.
Selain itu, banyak juga perdebatan yang menyebut makan nasi bisa menyebabkan batuk. Namun, apakah benar nasi bisa berpengaruh terhadap penyakit flu dan batuk?
Dr. Jamal A.Khan, seorang spesialis terapi sel dendritik di India, memberi penjelasan terkait hubungan antara nasi dan penyakit batuk.
Untuk mengetahui apakah benar ada pengaruhnya atau tidak, simak penjelasannya seperti dilansir dari indianexpress.com (26/06/2024).
1. Benarkah makan nasi bikin batuk?
Ada gagasan menyebut makan nasi bisa bikin batuk. Apakah benar? Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku |
Selain air dingin atau es, banyak orang menghindari konsumsi nasi. Mereka menganggap sumber karbohidrat penambah energi ini menyebabkan mereka terserang flu dan batuk.
Namun, Dr. Jamal A.Khan mengungkap jika nasi tidak menyebabkan atau memperparah batuk. Hal ini tidak seperti yang diyakini sebagian orang.
Menurutnya nasi adalah bahan makanan yang menyehatkan. Tidak akan menyebabkan batuk dan alergi apapun. Beda dari gandum yang bisa menyebabkan alergi gluten pada sebagian orang.
2. Apa hubungan nasi dan batuk?
Banyak perdebatan terkait hubungan makan nasi dan batuk ini. Foto: Getty Images/PonyWang |
Dr. Shweta Bansal, konsultan senior pulmonologi dan pengobatan tidur dari Rumah Sakit Narayana juga menyebut kalau nasi tidak menyebabkan batuk.
Namun, dalam beberapa kasus, batuk dapat disebabkan oleh alasan tertentu. Misalnya, jika nasi tidak dimasak dengan benar atau mengandung kontaminan. Hal itu berpotensi mengiritasi tenggorokan.
Menghirup partikel nasi halus saat makan atau memasak juga bisa memicu batuk.
Dr. Bansal juga menyatakan perlunya memperhatikan kebiasaan makan. Hindari makan nasi terlalu cepat karena bisa tersangkut di tenggorokan, dan dapat menyebabkan batuk.
Namun, kejadian seperti ini jarang terjadi sehingga nasi pun dianggap sebagai makanan yang aman bagi kebanyakan orang.
Sependapat dengan itu, Dr. Neeti Sharma, kepala ahli gizi Rumah Sakit Marengo Asia Faridabad menekankan pentingnya mengunyah secara perlahan.
Dr. Neeti Sharma menyebut tidak ada hubungannya nasi dengan pilek dan batuk.
“Jika sudah batuk, Anda perlu berkumur dengan baik dan membersihkan tenggorokan. Nasi tidak dapat menyebabkan batuk,” ujarnya.
Hal yang harus diperhatikan saat makan nasi bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Hal yang perlu diperhatikan
Nasi tergolong makanan yang lembut dan mudah ditelan.
Oleh karena itu, Dr Sharma menunjukkan kondisi ketika seseorang sakit dan menikmati makanan hangat lembut, seperti nasi, maka hal itu tidak akan membuat tenggorokan sakit. Sebab, nasi mudah ditelan dan memberikan nutrisi yang menenangkan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah cara makannya. Disarankan makan nasi secara perlahan dan mengunyahnya dengan benar. Jangan ditelan begitu saja.
Gagasan makan nasi menyebabkan batuk tidak didukung oleh penelitian ilmiah. Meskipun batuk dapat dipicu dari berbagai faktor, termasuk alergi dan infeksi pernapasan, tetapi tidak ada bukti menunjukkan konsumsi nasi secara langsung menyebabkan batuk.
Namun, kepekaan dan alergi masing-masing individu harus selalu dipertimbangkan. Jika mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah makan nasi, sebaiknya konsultasi dengan ahli kesehatan untuk evakuasi dan mendapat panduan tepat.
(aqr/adr)
![]() |
Source : unsplash.com / Lily Banse
7 Manfaat Minum Teh Serai bagi Kesehatan dan Resep untuk Membuatnya
Jakarta – Serai atau sereh adalah salah satu tumbuhan yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Teh serai memang dikenal menawarkan berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan. Selain itu, aroma khas dan rasa segarnya teh ini juga menjadi pilihan minuman yang menenangkan. Simak berbagai manfaat minum teh serai berikut ini. Manfaat Teh Serai bagi KesehatanSaat ini, kita bisa dengan mudah menemukan kantong teh serai untuk diseduh. Lebih baik lagi, kalau kamu membuatnya sendiri di rumah dengan serai yang segar.
Berikut merupakan berbagai khasiat minum rebusan air sereh: 1. AntioksidanPada penelitian tahun 2005 oleh José Cheel, dkk. yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, mengungkapkan bahwa serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh. Dalam hal ini, antioksidan yang perlu diperhatikan yaitu asam klorogenat, isoorientin, dan swertiajaponin. Antioksidan tersebut bermanfaat membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner. 2. Membantu Penurunan Berat BadanSalah satu, manfaat minum teh serai yaitu bisa membantu menurunkan berat badan dan memulai metabolisme. Dalam hal ini, teh srai berperan sebagai teh detoks. Namun, sebagian besar penelitian mengenai serai dan penurunan berat badan sifatnya anekdot (bukan ilmiah). Pasalnya serai merupakan diuretik alami, jika seseorang meminumnya dalam jumlah cukup, kemungkinan berat badan akan turun. Umumnya, dengan mengganti minuman ringan/ manis lainnya dalam diet dengan teh herbal seperti teh serai bisa mencapai tujuan penurunan berat badan. Tapi perlu dicatat, jangan minum teh serai secara eksklusif. Hal ini bisa meningkatkan risiko efek samping. Teh serai mungkin bermanfaat sebagai obat alami untuk kram haid, kembung, maupun hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Memang, tidak ada penelitian khusus mengenai serai dan PMS. Namun jika dilihat secara teori, khasiat serai yang menenangkan perut dan antiradang bisa membantu. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Advanced Pharmaceutical Technology & Research Trusted Source, minyak serai punya manfaat untuk membantu mendinginkan tubuh. 4. Membantu Mengatur KolesterolKolesterol tinggi bisa meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung. Teh serai di sini bisa berfungsi sebagai Sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh Gagan Shah, dkk. menunjukkan bahwa ekstrak minyak serai berguna dalam membantu menurunkan kolesterol pada hewan. Namun, penurunan kolesterol bergantung pada dosisnya. Pada tahun 2011, penelitian lebih lanjut pada tikus mengkonfirmasi bahwa keamanan jangka panjang hingga 100 mg minyak esensial serai setiap hari. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah teh serai memiliki efek yang sama seperti minyak serai. 5. Mendorong Kesehatan PencernaanSecangkir teh serai adalah pengobatan alternatif dalam mengatasi sakit perut, kram perut, dan masalah pencernaan lainnya. Sebuah studi pada hewan pengerat tahun 2012 dalam National Institutes of Health, menunjukkan bahwa serai juga efektif melawan tukak lambung. Hasil studi menemukan bahwa minyak esensial dari daun serai, membantu melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol. 6. Mengurangi Risiko KankerKandungan citral dalam serai dianggap mempunyai kemampuan antikanker, terhadap beberapa jenis sel kanker. Beberapa komponen serai bermanfaat untuk membantu melawan kanker. Terkadang, teh serai digunakan sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi. Namun, hal ini hanya boleh digunakan di bawah bimbingan seorang onkolog (dokter yang fokus pada penyakit kanker). 7. Membantu Mengobati Infeksi Mulut dan Gigi BerlubangMinum air serai memiliki manfaat untuk mengobati penyakit mulut, karena sifat antimikrobanya. Penelitian lebih lanjut tahun 2015 oleh Aijaz Ahmad dan Alvaro Viljoen dalam National Institutes of Health, menemukan bahwa minyak serai dan ion perak mampu bekerja sama melawan beberapa jenis bakteri dan jamur secara in vitro (sebutan kultur suatu sel/jaringan/organ tertentu). Cara Membuat Air Rebusan SeraiDilansir laman Healthline, berikut merupakan resep untuk membuat teh serai:
Efek Samping SeraiSecara umum, serai dianggap aman untuk dimasak. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek samping seperti dikutip dari laman Pharmeasy:
Apakah Boleh Minum Air Rebusan Serai Setiap Hari?Teh serai boleh diminum secukupnya saja. Tidak ada penelitian yang cukup tentang teh serai untuk merekomendasikan berapa aturan minum rebusan serai standar untuk kondisi apa pun. Untuk membatasi risiko efek samping, mulailah dengan minum satu cangkir teh serai setiap hari. Pada dasarnya, teh serai hanyalah minuman yang membantu menunjang kesehatan tubuh. Maka, sebaiknya tidak boleh digunakan secara berlebihan dan dianggap mampu menyembuhkan beberapa penyakit. Untuk rekomendasi dosis, konsultasikanlah dengan dokter atau praktisi kesehatan alami yang berkualifikasi. Sebelum mengkonsumsi teh serai atau herba lain untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, disarankan untuk konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya. (khq/fds) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Kebiasaan Makan Sehat di Berbagai Negara, Malaysia hingga Swedia Jakarta – Masyarakat di setiap negara dunia rupanya punya kebiasaan makan sehat yang berbeda-beda. Makanan sehatnya tidak hanya sayuran, tetapi pilihannya lebih banyak. Seiring berjalannya waktu, tren diet makan sehat pun semakin banyak bentuknya. Masyarakat dunia mungkin mudah terhanyut oleh tren diet dan kebiasaan makan terkini. Sayangnya, tidak semua tren diet masa kini baik diikuti. Sebab, banyak program diet yang justru membuat frustasi jika diikuti.
Namun, jika kamu melihat kebiasaan makan sehat dari berbagai negara dunia, mungkin kamu bisa menemukan beberapa tips mudah dan lebih sehat untuk dimasukkan ke dalam rutinitas. Baik menikmati makanan secara perlahan seperti orang Prancis, atau menambahkan kunyit seperti orang Malaysia. Ada juga negara yang tidak hanya berfokus pada asupan sayuran. Banyak kebiasaan makan sehat ini yang bisa dijadikan inspirasi. Melansir starisinsinsider.com (31/07/24), berikut 5 kebiasaan makan sehat di berbagai negara. 1. Yunani
Kebiasaan makan sehat masyarakat Yunani merujuk pada diet Mediterania yang sudah banyak diketahui. Metode diet ini memperbolehkan konsumsi sumber protein dan lemak, seperti ikan, daging putih, daging merah, dan telur, tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Begitupun dengan masyarakat Yunani yang juga mengonsumsi makanan-makanan seperti itu. Meskipun hidangannya mengandung beberapa bahan berkalori tinggi, seperti keju dan daging, semuanya tetap dimakan dalam jumlah sedang. Mereka juga punya fokus lebih tinggi pada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. 2. Swedia
Masyarakat Swedia rupanya tidak fokus pada sayuran maupun buah-buahan. Dengan iklim Nordik yang dingin, sayuran tidak berperan penting dalam masakan Swedia. Sebaliknya, orang Swedia memiliki tradisi besar terhadap roti gandum hitam, terutama jenis yang renyah. Dengan banyaknya serat, roti jenis ini akan membuat orang kenyang lebih lama dibandingkan makan roti gandum biasa. Kebiasaan makan sehat masyarakat Malaysia hingga Ghana bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Malaysia
Masakan orang Malaysia hampir mirip dengan orang Indonesia yang banyak menggunakan rempah-rempahan atau herbal. Tidak hanya sebagai penambah aroma dan rasa pada masakan, tetapi penambahan rempah-rempah itu termasuk bagian dari kebiasaan makan sehat. Salah satu jenis rempah yang sering dipakai orang Malaysia adalah kunyit. Kunyit tumbuh di hutan Malaysia dan mengandung kurkumin, bahan kimia alami dengan sifat yang mampu melawan lemak. Kunyit inilah yang akan ditambahkan ke berbagai makanan, seperti sup, kari, dan sayuran panggang. 4. RusiaOrang Rusia punya kebiasaan makan sehat dengan memerhatikan proses menyiapkan makanannya. Mereka lebih sering memanggang dan merebus makannya dibandingkan menggoreng. Banyak juga orang Rusia yang menanam buah-buahan dan sayuran mereka sendiri di kebun rumah masing-masing. Oleh karena itu, makanan yang mereka masak dan konsumsi dijamin sehat dan organik. 5. GhanaBagi masyarakat Ghana, makan siang atau makan malam dengan gizi seimbang merupakan hal standar. Mereka memahami cara memadukan piring mereka dengan sempurna, yaitu memadukan karbohidrat, seperti nasi, ubi, pisamg, atau singkong. Mereka juga menikmati sup atau rebusan yang terbuat dari sayuran dan protein, dan salad segar atau sayuran rebus sebagai pendamping. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
5 Sayuran Hijau yang Tak Ideal Dikonsumsi Mentah Menurut Dokter Jakarta – Meskipun menawarkan manfaat untuk kesehatan, sayuran hijau sebaiknya tidak dimakan mentah. Seorang dokter pun mengungkap sejumlah alasannya. Sayuran hijau dikenal sebagai makanan terbaik selama melakukan diet penurunan berat badan. Pasalnya, sayuran hijau rendah kalori, lemak, tetapi tinggi akan vitamin, mineral, dan serat. Banyak orang pun memilih untuk makan sayuran hijau atau salad dalam keadaan mentah. Sebab, dapat membantu mengurangi konsumsi kalori dan mendorong pola makan sehat. Sayur mentah juga dikenal lebih kaya akan antioksidan yang bisa membantu melawan radikal bebas.
Namun, apakah sayuran hijau mentah ini benar-benar menawarkan manfaat seperti yang dipikirkan? Jawabannya tidak. Sayuran mentah justru bisa membahayakan kondisi tubuh. Dokter Ayuverda, Varalakshmi Yanamandra membagikannya di Instagram terkait bahaya mengonsumsi sayuran hijau mentah. Ia mengungkap, daun merupakan bagian paling terbuka dari tanaman. Menjadikannya sebagai target utama hama. Untuk melindungi diri mereka sendiri, tanaman melepaskan bahan kimia, fitotoksin. Racun ini ditemukan dalam jumlah lebih tinggi dalam daun, daripada bagian tanaman lain. Lantas,sayuran hijau mana yang mengandung fitotoksin dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang yang mengonsumsinya? Dokter Ayuverda ini pun menunjukkan beberapa sayuran hijau yang sebenarnya berbahaya jika dimakan dalam keadaan mentah. Melansir food.ndtv.com (30/07/2024 ), berikut daftar 5 sayurnya. 1. Bayam
Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Pasalnya, sayuran ini tinggi zat besi dan serat. Sayangnya, bayam juga tinggi oksalat, berupa senyawa yang berikatan dengan kalsium dan dapat memengaruhi penyerapannya. Jika dikonsumsi, dapat menyebabkan penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memakan bayam dalam keadaan matang. Sebab, memasak bayam akan mengurangi kadar oksalatnya. 2. Kale
Kale akhir-akhir ini sedang banyak digemari. Sayuran ini dapat digolongkan ke keluarga kubis, sama seperti brokoli dan kembang kol. Sayuran ini juga disukai karena manfaatnya, mulai dari mengurangi risiko kanker hingga mencegah diabetes. Meskipun begitu, lebih disarankan makan kale dalam keadaan sudah dimasak. Kale mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid. Mengukus atau memasak kale dengan ringan mampu men-nonaktifkan senyawa ini. Jenis sayuran hijau lain yang bahaya dimakan mentah bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Daun kelor
Daun kelor atau moringa adalah tanaman tropis yang mengandung sejumlah nutrisi, mulai dari kalori, protein, karbohidrat, magnesium, kalium, dan masih banyak lagi. Sayuran ini juga tinggi akan vitamin, seperti vitamin A, B, dan C. Daun kelor terkenal dapat memperlancar ASI para ibu, sekaligus bisa membantu menangkal radikal bebas. Namun, daun tersebut juga mengandung fitat yang dapat menghambat penyerapan air dan mineral. Dengan memasaknya terlebih dahulu, kamu bisa mengurangi efek bahaya. 4. Rhubarb
Rhubarb mungkin masih jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, manfaatnya begitu banyak bagi kesehatan tubuh. Tanaman yang sudah lama digunakan masyarakat China hingga Yunani ini ternyata sejak dulu dipakai sebagai obat. Namun, daun rhubarb tidak mengandung manfaat serupa. Daunnya mengandung racun dan asam oksalat dalam jumlah tinggi. Mengonsumsi daunnya dapat berisiko menyebabkan kesehatan penyakit, termasuk penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, lebih baik menghilangkan daunnya terlebih dahulu sebelum memasak dan memakannya. 5. Swiss CardSama seperti rhubarb, swiss card juga sebenarnya tidak banyak terdengar di telinga orang Indonesia. Sayuran ini unik karena memiliki tangkai dan urat daun warna warni. Sayangnya, sayuran ini tinggi kandungan oksalat yang mampu memengaruhi penyerapan kalsium dan mineral. Merebusnya dengan baik dapat mengurangi dampak dari senyawa ini. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apakah Sehat Makan Menu yang Sama Setiap Hari? Jakarta – Beberapa orang memilih makan makanan yang sama setiap hari. Apakah hal ini bagus untuk kesehatan, termasuk jika makanan yang dipilih bernutrisi? Ini kata ahli. Tak sedikit orang yang malas berpikir hendak makan apa setiap harinya sehingga mereka melahap makanan yang sama dari hari ke hari. Terlebih jika makanan itu enak, mudah disiapkan, dan bernutrisi. Misalnya seseorang yang terbiasa sarapan yogurt, roti tawar, atau telur rebus. Lalu untuk makan malamnya kerap memilih menu serupa seperti tumisan sayur dan dada ayam panggang yang praktis.
Dari segi pilihan menu memang terlihat menyehatkan. Namun apakah tak masalah mengonsumsi makanan yang sama seperti itu setiap hari? Waspada gangguan makan
Mengutip HuffPost (25/7/2024), ahli gizi di Seattle, Katherine Metzelaar mengatakan ada titik di mana seseorang perlu menaruh perhatian pada kebiasaan makan makanan yang sama setiap hari. Sebab ada kemungkinan mereka mengalami gangguan asupan makanan menghindar/membatasi atau kerap disebut ARFID (avoidant/restrictive food intake disorder). “Hal pertama yang terpikir oleh saya adalah kenapa seseorang melakukan itu?” kata ahli gizi di Austin, Emily Van Heck. Ia mengatakan akan bertanya pada orang yang makan makanan sama setiap hari. “Karena mereka mungkin terlalu terpaku pada sesuatu,” katanya. Bahkan jika seseorang memiliki neurodivergen dan perlu mengonsumsi makanan yang sama sepanjang waktu, Metzelaar tetap menganjurkan adanya variasi. Ia mengatakan, makan makanan yang sama setiap hari dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan kesehatan usus yang buruk. Akibatnya seseorang dapat alami kembung dan sembelit. Metzelaar menambahkan, “Manusia tidak mendapat manfaat dari mengonsumsi makanan yang sama persis setiap hari. Tubuh manusia benar-benar mendapatkan manfaat dari mengonsumsi berbagai jenis makanan sepanjang hari, sepanjang minggu, dan dari waktu ke waktu.” Makanan bervariasi disebut yang terbaik oleh ahli kesehatan. Baca halaman selanjutnya. Variasi adalah kunciAlih-alih makan makanan yang sama setiap hari, mengonsumsi makanan yang bervariasi jauh lebih baik. Van Eck pun menyarankan konsumsi beragam jenis bijian, sayuran, sumber protein, serat, adan lainnya. “Menurut saya, kita tidak perlu mengatur variasi makanan secara mendetail, tetapi mengubahnya secara umum. Itu juga membantu meningkatkan kenikmatan dan kepuasan saat makan. Anda akan bosan makan makanan yang sama setiap hari,” kata Van eck. Ia mengatakan mengonsumsi makanan yang bervariasi memungkinkan asupan nutrisi yang beragam pula. Hal ini lebih bagus untuk kesehatan. “Anda tidak akan mendapatkan banyak vitamin dan mineral (jika makan makanan yang sama setiap hari), jadi itu benar-benar tergantung pada apa yang Anda makan,” lanjutnya. Namun menurut menurut Van Eck, tidak apa-apa juga untuk menyiapkan makanan yang sama selama seminggu asalkan Anda menggantinya pada minggu berikutnya. “Itu cara yang bagus untuk efisiensi,” katanya. Efek makan makanan yang sama setiap hari
Metzelaar menambahkan, membatasi pilihan makanan juga dapat meningkatkan kecemasan terhadap makanan. “Makanan merupakan bagian kehidupan yang menyenangkan dan menggembirakan, sehingga dapat memengaruhi kesehatan mental orang juga,” katanya. Kekhawatiran lain tentang memakan makanan yang sama adalah dapat mengakibatkan keinginan yang kuat atau terpaku pada makanan yang tidak Anda makan. Kondisi ini kerap terjadi pada atlet yang harus menjalani pola makan ketat. Tak jarang mereka terbangun tengah malam dalam kondisi mengidamkan makanan yang tak dapat dimakan. Intinya, mengonsumsi makanan bervariasi dan memperoleh nutrisi yang cukup setiap hari sangat ideal untuk gaya hidup sehat. “Tidak terlalu memikirkan pilihan makanan kita itu penting, dan terlalu menekankan makanan tidak selalu ada gunanya,” ujar Van Eck. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Bapak-bapak! Ini 5 Pola Makan Buruk yang Turunkan Kualitas Sperma Jakarta – Asupan makanan dapat mempengaruhi kesuburan pada organ reproduksi pria. Agar tak keliru, hindari pola makan yang dapat menurunkan kualitas sperma ini. Asupan nutrisi terbesar datang dari pola makan dan kebiasaan makan yang dilakukan setiap hari. Ketika memberikan asupan yang tepat ke dalam tubuh nutrisinya akan berubah menjadi vitamin dan mineral untuk membantu kinerja organ tubuh. Begitu pula sebaliknya. Asupan makanan dan nutrisi yang salah dapat berdampak negatif dan menimbulkan gangguan. Termasuk pada organ reproduksi orang dewasa yang begitu dipengaruhi dengan asupan makanan.
Untuk pria dewasa, ternyata ada beberapa pola makan yang harus dihindari jika tidak ingin kesuburannya terganggu. Kesalahan kebiasaan makan yang buruk diungkapkan oleh ahli gizi dapat menurunkan kualitas sperma untuk membuahi sel telur. Baca juga: Kocak! YouTuber Bikin Restoran Ramen Palsu Berujung Viral Berikut ini 5 pola makan yang salah bagi pria melansir UChichago Medicine:
1. Konsumsi daging olahanDaging olahan menjadi produk yang paling laris di supermarket. Rasanya yang enak dan pengolahannya yang tidak membutuhkan cara rumit sering menjadi pilihan konsumen. Sayangnya di balik kepraktisannya, produk daging olahan memiliki efek samping yang tidak selezat rasanya. Daging olahan dikaitkan oleh ahli dengan beberapa gejala penyakit yang berpotensi membahayakan organ tubuh. Melalui beberapa penelitian, konsumsi daging olahan dapat mengurangi konsentrasi sperma. Daging olahan yang dimaksud seperti hot dog, salami, bacon, dan produk lainnya. 2. Kurang sayur dan buah-buahanSebuah penelitian terhadap 250 orang dewasa berusaha menganalisa sperma partisipan pria. Ditemukan bahwa pria yang mengonsumsi banyak buah dan sayuran cenderung memiliki kekentalan sperma yang lebih baik. Penemuan ini juga terlihat dari perbedaan kualitas sperma para pelaku vegetarian dibandingkan pelaku diet lainnya. Sayuran, terutama yang berdaun hijau, memiliki serat untuk meningkatkan ketahanan sperma. Setidaknya ada beberapa asupan nutrisi yang harus dipenuhi melalui asupan sayur dan buah, yaitu co-enzyme Q10, vitamin C dan likopen. Sayur dan buah juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat mencegah rusaknya sperma gegara radikal bebas. Makanan tinggi lemak dan yang terpapar pestisida juga tak disarankan di halaman berikutnya.3. Konsumsi pemanisBanyak penelitian dilakukan oleh ahli memperkuat bukti bahwa konsumsi gula dan pemanis tidak sebaik rasanya. Pada penelitian yang dilakukan tahun 2014 minuman manis dapat berdampak buruk pada sperma. Penelitian ini melihat bahwa pria yang mengonsumsi 1 gelas, atau 1 botol, dan atau satu kaleng minuman manis memiliki kualitas sperma yang buruk. Sel sperma dari konsumen minuman manis cenderung tidak aktif bergerak untuk membuahi sel telur. Selain itu asupan manis juga dapat meningkatkan insulin yang dampaknya memicu inflamasi pada sperma. Meminimalisir atau menghindari minuman manis akan jauh lebih baik untuk perkembangan sel sperma. 4. Pestisida dan Bisphenol A (BPA)
Mengubah pilihan dengan mengonsumsi makanan organik atau memilih wadah minuman non plastik adalah awal yang bagus. Tanpa disadari banyak konsumen yang menelan pestisida melalui sayuran dan buah-buahan yang dibeli di supermarket dan pasaran. Begitu pula dengan ikan dan daging yang terpapar pestisida melalui airnya. ahli gizi dan urology juga tidak menyarankan mengonsumsi air minum kemasan atau menggunakan secara berulang botol plastik sekali pakai. Alasannya ada kandungan bisphenol A (BPA) dan pestisida memiliki kandungan kimia yang dapat meniru estrogen. Bagi pria masuknya kandungan estrogen akan memicu lemahnya sperma. 5. Produk susu tinggi lemakPada berbagai pernyataan susu diartikan sebagai asupan yang sehat dan baik untuk tubuh. Tetapi jika kamu merasa tubuhmu mengandung sperma, sebaiknya lebih selektif untuk memilih produk susu yang dikonsumsi. Beberapa susu diproduksi dengan kandungan lemak yang tinggi dan sebagian lainnya sudah direkayasa untuk mengurangi kadar lemaknya. The Rochester Young Men melakukan sebuah analisa yang menemukan hubungan kebiasaan minum susu dengan kualitas sperma. Pria berusia 18-22 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi susu dengan kadar lemak yang tinggi. Alasannya susu jenis ini dapat menurunkan jumlah dan kelincahan sperma sehingga tidak akan baik ketika membuahi sel telur. Baca juga: Duh! Pesan Makanan hingga Rp 3,2 Juta, Pria Ini Ogah Patungan (dfl/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Sukses Diet Sederhana Wanita Ini Turun BB Hampir 30 Kg Jakarta – Obesitas sejak kecil, wanita ini berupaya mengubah nasibnya. Lakukan diet sederhana bahkan tanpa pergi ke gym, ia berhasil turun berat badan 30 kilogram dalam 1,5 tahun. Obesitas masih menjadi momok menakutkan yang sulit untuk diatasi. Butuh komitmen dan pendirian yang kuat untuk mulai mengambil langkah awal melawan berat badan yang berlebih. Apalagi jika telah mengalami obesitas bawaan yang terjadi sejak kecil. Kebanyakan para penderitanya akan menyerah dan merasa tak akan pernah keluar dari kondisinya.
Tetapi ada seorang wanita yang berhasil mematahkan mitos obesitas bawaan takkan bisa diatasi. Hanya dengan diet sederhana tanpa pergi ke pusta kebugaran ia berhasil membuat perubahan penampilan yang signifikan. Baca juga: Waduh! Burger Pesanan Pelanggan Ini Tercampur Darah Pekerja Restoran
Melansir Times of India (29/7) seorang wanita bernama Anagha menceritakan kiat suksesnya menjalani diet. Sejak kecil ia mengaku sudah mengalami obesitas hingga akhirnya tumbuh dewasa dengan ukuran baju yang mencapai XXL. Berat badannya menyentuh angka 95 kilogram hingga akhirnya ia merasa ada yang harus diubah pada dirinya. Kesadarannya ini muncul ketika 2020 saat lockdown karena pandemi ia mempelajari metode diet yang tepat untuk dirinya. Cara diet yang dilakukannya diawali dengan menentukan jenis asupan makanan yang tepat. Ada beberapa jenis makanan yang dihindari dan beberapa nutrisi yang diperbaiki konsumsinya. Inspirasinya mengambil konsep dari defisit kalori yang cukup populer pada era modern. Bahkan agar hitungannya lebih presisi ia juga mengunduh aplikasi khusus untuk membantu menghitung kalori pada makanan. Baca juga: Pamer Bikin Burger, Salt Bae Dihujat Tak Bisa Masak
Setiap hari ia hanya makan 500-600 kalori. Setelah mencobanya selama satu pekan secara konsisten tampak penurunan berat badan instan mencapai hampir 500 gram. Anagha hanya fokus mengatur asupan makanan dengan olahraga sederhana di sekeliling tempat tinggalnya saja. Ia tak pernah berlangganan pusat kebugaran atau membayar mahal untuk dokter gizi guna mengatur asupan makanannya secara khusus. Kunci utama dari konsistensinya makan makanan sehat adalah mengonsumsi masakan rumahan. Setiap hari menu demi menu yang disantapnya dipertimbamngkan baik bahan, cara memasak, hingga total kalori secara keseluruhan. Tak disangka cara tersebut membutuhkan waktu selama 1 tahun 6 bulan dalam memangkas berat badannya secara besar-besaran. Kini berat badan Anagha terendah yang pernah dicapainya adalah 63 kilogram. (dfl/odi) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Ini 5 Makanan Terburuk Untuk Kesehatan Usus, Batasi Konsumsinya! Jakarta – Kesehatan usus perlu dijaga karena organ itu membantu menyerap nutrisi makanan. Oleh karena itu, jangan sampai merusaknya dengan sering konsumsi 5 makanan ini. Usus merupakan organ yang penting untuk dijaga karena jika tidak, dapat memengaruhi berbagai fungsi pencernaan, penyerapan nutrisi. dan dukungan terhadap sistem kekebalan tubuh. Di sisi lain, usus yang sehat juga dapat menjaga ekosistem bakteri baik di dalam saluran pencernaan yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan usus, yaitu dengan memperhatikan makanan yang perlu dikonsumsi dan dihindari. Pasalnya, sejumlah makanan ada yang memengaruhi usus secara kurang baik. Akhirnya, bisa menyebabkan risiko penyakit serius. Oleh karena itu, selain mengonsumsi makanan yang baik untuk usus, kamu juga perlu menghindari makanan terburuk untuk usus. Melansir bbc.co.uk, berikut 5 makanan terburuk yang perlu dihindari. 1. Makanan olahan
Makanan olahan atau UPF (Ultra-Processed Food) adalah makanan yang diproduksi dengan bahan-bahan buatan, seperti ada tambahan pengemulsi dan zat aditif. Contoh makannya, seperti daging ham, smoked beef, sosis, hingga sejumlah camilan. Salah satu studi terkini yang disebut BBC UK menemukan, UPF berpotensi menyebabkan 32 masalah kesehatan. Makanan olahan ini dapat menciptakan perubahan pada mikrobioma usus dan meningkatkan peradangan. Pada gilirannya menyebabkan banyak masalah kesehatan. Penelitian tersebut juga menunjukkan beberapa zat aditif dan pengemulsi yang digunakan dalam makanan ini mampu menyebabkan peradangan, sembelit, hingga masalah kesehatan lain. Menghindari konsumsi makanan olahan sepenuhnya mungkin sangat sulit. Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk mengikuti aturan 80/20, dimana kamu bisa mengonsumsi makanan sehat 80% dan membiarkan tubuh mendapat asupan kudapan ringan 20% dari makanan ini. 2. Gorengan
Gorengan juga tidak baik untuk menjaga kesehatan usus. Makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sulit dicerna dan memengaruhi mikrobioma usus. Mengonsumsi makanan yang ditumis merupakan alternatif terbaik, karena akan mengurangi konsumsi lemak dan membuat usus lebih mudah mencerna makanan. Jika suka makanan yang digoreng, kamu tidak harus benar-benar menghindarinya. Para ahli sekali lagi menyarankan untuk mengikuti aturan 80/20. Makanan terburuk bagi usus lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Makanan tinggi gula
Makanan manis, seperti sereal, es krim, dan kue umumnya mengandung gula rafinasi tinggi yang dapat membahayakan usus. Terutama ketika makanan-makanan ini terlalu sering dikonsumsi. Gula dapat menyebabkan peradangan di usus yang dapat merusak lapisan lendir pelindungnya. Akhirnya membahayakan bakteri baik yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Makanan mengandung gula tinggi tidak hanya mencakup permen, kue, es krim, tetapi jus buah, yogurt, saus, dan sup, semuanya bisa mengandung gula dalam jumlah mengejutkan. Oleh karena itu, sebelum dikonsumsi sebaiknya selalu periksa label. NHS (National Health Service) dari Inggris merekomendasikan orang dewasa tidak mengonsumsi lebih dari 30 gram gula, yang didefinisikan sebagai gula tambahan. 4. Pemanis buatanPemanis buatan juga bukanlah pilihan yang tepat karena dampaknya cukup buruk terhadap kesehatan usus. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Molecules, ditemukan enam pemanis buatan yang peredarannya disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration), serta 10 suplemen olahraga berpemanis buatan, bisa meracuni mikroba usus pencernaan. Menurut penelitian, sistem mikroba usus memainkan peran dalam metabolisme manusia. Sistem mikroba usus berperan penting dalam metabolisme manusia, dan pemanis buatan ini dapat memengaruhi induk kesehatan, seperti menimbulkan intoleransi glukosa. 5. Alkohol
Seorang ahli gizi, Rohini Bajekal menyebut alkohol dapat menjadi salah satu pilihan gaya hidup terburuk bagi kesehatan usus. Kandungan gula tinggi di dalamnya dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik dan jahat dalam usus, dan meningkatkan permeabilitas usus. Salah satu studi tahun 2017 yang meneliti efek alkohol pada sistem pencernaan dan kekebalan tubuh juga menemukan, alkohol dapat memicu peradangan usus melalui serangkaian mekanisme. Kemudian alkohol menyebabkan peradangan dan disfungsi organ seluruh tubuh, khususnya di hati dan otak. Meskipun minum alkohol dalam jumlah sedang tidak akan menimbulkan kerusakan, tetapi lebih baik menghindarinya. (aqr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Lily Banse
|
























