Category: Domestik

  • Wisata Aek Sipitu Dai, Pesona Air 7 Rasa Pusuk Buhit Tempat Mandi Raja

    Jakarta
    Aek Sipitu Dai adalah mata air sakral di Kecamatan Sianjur Mula Mula, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. Mata air berusia ribuan tahun ini dulu digunakan para raja untuk mandi sebelum semedi untuk mengambil keputusan, berharap diberi kesehatan, dan rizki untuk warga serta keturunannya.

    Hingga saat ini, mata air di kaki Pusuk Buhit ini masih terus mengeluarkan air meski lingkungan sekitar kering atau musim kemarau. Dengan airnya yang bersih dan bening, Aek Sipitu Dai memberi berkah pada lingkungan sekitar dan pengunjung yang datang.

    “Masyarakat percaya keajaiban dari tujuh pancuran mata air Aek Sipitu Dai. Jika mandi dengan hati yang bersih bisa meningkatkan semangat dan motivasi diri, serta menghilangkan penyakit yang tak bisa diobati secara medis,” tulis Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dalam situsnya mengutip keterangan pemandu Aek Sipitu Dai Pasogit Limbong.

    1. Punya 7 rasa

    Pancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Siputu Dai
    Pancuran dan batu berlubang untuk menumbuk kelapa dan jeruk nipis pada masa lalu di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)

    Air di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.

    Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.

    2. Tiap mata air punya nama dan khasiat

    Pancuran Pangulu Raja di Aek Siputu Dai
    Pancuran Passur Pangulu Raja di Aek Sipitu Dai (dok. BOPDT)

    Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:

    • Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat
    • Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh
    • Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan
    • Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar
    • Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya
    • Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki
    • Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.

    3. Air boleh dibawa pulang

    Aek Sipitu Dai
    Aek Siputu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

    Pengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.

    Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

    4. Boleh ziarah atau sekadar wisata

    Aek Sipitu Dai
    Aek Sipitu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

    Menurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.

    Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.

    5. Posisi 7 mata air

    Aek Sipitu Dai
    Aek Siputu Dai (dok. Bonauli/detikcom)

    Posisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.

    6. Aturan selama di Aek Sipitu Dai

    Mata air 7 rasa di Samosir
    Aek Sipitu Dai (dok. Sumper EH Simanjuntak/d’Traveler)

    Tidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.

    Halaman 2 dari 7

    Air di Aek Sipitu Dai sempat dicoba detikTravel yang ternyata memang punya rasa berbeda. Rasa air di mata air pertama cenderung agak asin, sementara yang kedua sedikit bersoda. Beranjak ke mata air ketiga, ada rasa sedikit pahit yang bikin alis berkerut saat mencicipi.

    Di mata air keempat rasanya agak bersoda mirip dengan mata air kedua dan keena,. Selanjutnya adalah mata air kelima yang tanpa rasa alias tawar, sedangkan mata air ketujuh rasanya pahit. Seluruh mata air diberi sekat karena kegunaannya sebagai pemandian sakral.

    Ketujuh nama mata air Aek Sipiti Dai serta khasiatnya adalah:

    • Pancuran Poso-poso: pancuran untuk kesembuhan bayi yang kurang sehat
    • Pancuran Nasohaguguan: pancuran untuk anak gadis yang belum mendapatkan jodh
    • Pancuran Sait Ladang: pancuran untuk keluarga yang belum dikaruniai keturunan
    • Pancuran Sibaso Bolon: pancuran untuk ibu hamil agar persalinan berjalan lancar
    • Pancuran Passur Pangulu Raja: pancuran untuk pemimpin agar selalu ingat untuk mengayomi masyarakatnya
    • Pancuran Passur guru Tatea Bulan: pancuran untuk keturunan Guru Tatea Bulan agar memperoleh kesehatan dan rezeki
    • Pancuran Pasur Hela: untuk kelompok yang lahir dari marga Sumba untuk memohon banyak rezeki dan berkomunikasi dengan leluhur.

    Pengunjung bebas membawa pulang air dari Aek Sipitu Dai sesuai keperluannya. Jika tidak membawa botol minum sendiri, pengunjung bisa membeli jeriken dari warung sekitar. Di warung tersedia jeriken plastik berkapasitas 5 liter dengan jarha Rp 10-15 ribu.

    Namun air jangan sampai dilangkahi atau diletakkan di lantai tanpa alas. Perlakuan ini dipercaya bisa mengurangi khasiat air. Sebaiknya air diambil dari 7 mata air dan dicampur saat hendak diminum. Air Aek Sipitu Dai kemudian dicampur air biasa dan dikonsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Menurut Pasogit, pengunjung bisa berwisata atau melakukan ziarah seperti para pendahulu. Namun wisatawan dan peziarah akan masuk lewat pintu berbeda. Wisatawan bisa masuk lewat pintu dan mata air yang mana saja.

    Sedangkan untuk peziarah masuk lewat gerbang inti yang letaknya di pancuran paling tinggi. Peziarah berdoa lebih dulu dengan membawa persembahan di gerbang terletak di pojok dalam. Mereka yang ziarah biasanya mengenakan ulos dan dipandu selama di pancuran.

    Posisi tujuh mata air di Aek Sipitu Dai berada di ruang laki-laki dan perempuan. Empat pancuran di ruang perempuan sementara sisanya di tempat khusus laki-laki. Namun pengunjung bisa melihat ketujuh sumur dengan mengucapkan permisi lebih dulu. Pengucapan izin adalah antisipasi jika ada yang sedang mandi.

    Tidak ada aturan durasi bagi pengunjung selama berada di Aek Sipitu Dai. Namun, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak boleh mencuci. Semua sampah harus dibersihkan dan tidak meninggalkan jejak. Jeriken wajib dibeli sesuai kebutuhan dan dibawa pulang.

    (row/fem)

    Simak Video “Video: Pria Dianiaya hingga Tewas saat Tidur di Masjid Sibolga Sumut
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Fasilitas dan Harga Main Ice Skating Taman Anggrek



    Jakarta

    Seru-seruan bermain ice skating di Taman Anggrek atau Skyrink Jakarta bisa nih untuk mengisi kegiatan akhir pekan. Cek dulu yuk fasilitas hingga harga bermain di sana.

    Ice skating Taman Anggrek atau Skyrink Jakarta merupakan salah satu arena ice skating terpanjang di asia tenggara. Panjang arenanya mencapai 1,248 m2.

    detikTravel telah merangkum, Sabtu (9/8/2025) informasi lengkap tentang harga hingga fasilitas yang disediakan Skyrink Jakarta yang bisa kamu nikmati.


    1. Lokasi Ice Skating Taman Anggrek

    Ice Skating Taman Anggrek berlokasi di lantai 3 Mall Taman Anggrek RT.12/RW.1, Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470.

    2. Harga Main (Tiket) Ice Skating Taman Anggrek

    Mengutip laman Instagram Skyrink Jakarta, harga tiket di Ice Skating Taman Anggrek Senin-Jumat Rp 110.000 per sesi dan weekend dan tanggal merah Rp 145 ribu per sesi. Dengan waktu main maksimal 2 jam.

    Untuk perlengkapan, harganya adalah sebagai berikut:

    • Kaos kaki: Rp 16.000
    • Sarung tangan: Rp 18.000
    • Loker: Rp 15.000
    • Pinguin: Rp 90.000 (maksimal 50 menit)
    • Snow Man: Rp 100.000 (maksimal 50 menit).
    • Ice skating ini juga menyediakan skating school (les) untuk pengunjung. Berikut daftar harganya.

    Private

    • Weekday Rp 870.000 (5×30 menit)
    • Weekend Rp 1.000.000 (5×30 menit).

    Semi Private

    • Weekday Rp 670.000 (5×30 menit)
    • Weekend Rp 760.000 (5×30 menit).

    Walk in

    • Weekday Rp 225.000 (1×30 menit)
    • Weekend Rp 255.000 (1×30 menit).

    3. Jam Operasional Ice Skating Taman Anggrek

    Jam operasional Ice Skating Taman Anggrek yaitu mulai pukul 09.30-22.00 WIB. Penjualan tiket dimulai dari jam 09.30. Adapun sesi bermainnya yaitu:

    • Sesi 1: 10.00-12.00 WIB
    • Sesi 2: 12.30-14.30 WIB
    • Sesi 3: 15.00-17.00 WIB
    • Sesi 4: 17.30-19.30 WIB
    • Sesi 5: 20.00-22.00 WIB.

    4. Syarat dan Ketentuan bermain

    Sebelum bermain, kamu harus mengetahui beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Berikut di antaranya:

    1. Wajib memakai kaos kaki dan sarung tangan
    2. Hanya pemegang tiket yang diizinkan masuk
    3. Minimal usia pengunjung 5 tahun
    4. Setiap pergantian sesi, semua pengunjung keluar dari wahana
    5. Risiko kecelakaan bermain ditanggung skater.

    5. Fasilitas Ice Skating Taman Anggrek

    Ice skating Taman Anggrek memiliki beberapa fasilitas untuk pengunjung. Berikut di antaranya:

    • Loker
    • Skating school
    • Rental skates
    • Area ruang tunggu

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari yang Legendaris Hingga Kekinian


    Jakarta

    Kota Bogor tak hanya dikenal dengan pesona wisata alamnya, tetapi juga menawarkan beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda. Mulai dari sajian legendaris hingga makanan kekinian yang sedang tren, semua bisa ditemukan di kota yang dijuluki Kota Hujan ini.

    Bagi para traveler yang berencana menjelajahi kuliner di Bogor, berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan legendaris hingga kekinian yang layak dicoba.

    Kuliner Legendaris yang Tetap Eksis

    Toge Goreng H. Gebro

    Telah hadir sejak tahun 1967, Toge Goreng H. Gebro menjadi salah satu kuliner khas Bogor yang melegenda. Hidangan ini terdiri dari lontong, mie kuning, tahu, taoge, dan oncom merah, disiram dengan bumbu tauco yang khas dan gurih. Seporsi toge goreng ini dapat dinikmati mulai dari harga Rp 15.000 di Pasar Anyar, Blok B2, Jalan Dewi Sartika.


    Soto Kuning Pak Salam

    Mulai berjualan sejak era 1980-an, Soto Kuning Pak Salam dikenal berkat kuah santan kuningnya yang kaya rempah. Menunya terdiri dari aneka isian seperti daging, paru goreng, dan berbagai jenis jeroan. Lokasinya berada di Jalan Suryakencana, Sukasari, dengan harga mulai dari Rp 11.000.

    Martabak Encek

    Martabak Encek yang telah berdiri sejak tahun 1975 menyajikan martabak manis berukuran besar yang dimasak menggunakan arang. Tekstur martabaknya yang lembut dan rasanya yang khas membuatnya tetap menjadi pilihan favorit hingga kini.

    5 Martabak Enak di Bogor yang Kelezatannya Teruji Puluhan TahunIlustrasi martabak. (Istimewa)

    Nasi Uduk Kaum 58

    Sudah ada sejak tahun 1890, Nasi Uduk Kaum 58 menawarkan cita rasa nasi uduk beraroma rempah khas, lengkap dengan lauk tradisional seperti ayam goreng, tongkol, hingga jengkol. Lokasinya berada di Jalan Masjid 1, kawasan Empang, Bogor Selatan.

    Kuliner Kekinian yang Instagramable

    Two Stories Cafe

    Terletak di Jalan Pajajaran Indah V, Two Stories Cafe menyuguhkan suasana rooftop yang nyaman dengan desain interior yang menarik untuk berswafoto. Menu yang ditawarkan antara lain pasta, rice bowl, hingga burger cocok sebagai tempat hangout bersama teman.

    Kopi Daong

    Menikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong BogorMenikmati secangkir kopi di tengah rimbunnya pepohonan Kopi Daong Bogor. (Luthfi Hafidz/detikcom)

    Berlokasi di kawasan Puncak Dua, Pancawati, Kabupaten Bogor, Kopi Daong menghadirkan pengalaman ngopi di tengah hutan pinus yang sejuk dan asri. Berbagai pilihan kopi dan camilan tersedia untuk dinikmati sambil meresapi keindahan alam sekitar.

    The Lake House

    Berlokasi di Pesona Alam Sedayu Resort & Spa, Puncak, The Lake House menawarkan area makan outdoor dengan pemandangan danau yang menenangkan. Menu yang disajikan beragam, mulai dari masakan lokal hingga hidangan Barat.

    Breve Hills

    Terletak di Jalan Raya Puncak No. 81, Desa Leuwimalang, Cisarua, Breve Hills menyajikan panorama pegunungan yang memukau. Dengan suasana yang tenang dan menyegarkan, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai sambil menikmati hidangan dan pemandangan alam yang indah.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Obyek Wisata di Selo, Boyolali



    Boyolali

    Terletak di antara gunung Merapi dan Merbabu membuat daerah Selo di Boyolali dianugerahi beberapa tempat wisata menarik. Ini daftar obyek wisata di Selo:

    Lokasi yang strategis, diapit oleh dua gunung membuat kecamatan Selo di Boyolali, Jawa Tengah dikenal memiliki pemandangan alam mempesona.

    Berikut daftar wisata Selo, Boyolali yang patut dikunjungi:


    1. Embung Manajar

    Embung Manajar adalah objek wisata waduk di Selo Boyolali. Tempat ini ramai dikunjungi lantaran menyuguhkan panorama pedesaan asri serta beberapa gunung seperti Gunung Merapi dan Merbabu.

    Lokasi Embung Manajar berada di dataran cukup tinggi, sekitar 1.700 mdpl. Menjadikannya spot terbaik untuk menyaksikan pemandangan sekeliling yang mempesona.

    Embung ManajarEmbung Manajar Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom

    Tempat wisata ini hanya bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua lantaran jalan yang sempit. Pastikan kondisi kendaraan fit untuk dibawa ke Embung Manajar. Atau traveler juga bisa menyewa ojek lokal untuk sampai ke lokasi.

    Lokasi: Dusun III, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    Jam buka: 24 jam.
    Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    Tarif parkir: Rp 3.000 (motor).

    2. Merapi Garden Selo

    Merapi Garden Selo menyuguhkan hamparan taman bunga cantik berwarna-warni dengan latar belakang Gunung Merapi. Di sini bisa ditemukan juga ornamen kincir angin, gazebo, dan ayunan.

    Taman bunga beragam jenis ini cocok banget dijadikan spot foto aesthetic. Traveler juga bisa singgah ke D’Garden Cafe kalau ingin menikmati panorama alam lebih lama sambil menyeruput kopi dan menyicipi hidangan lezat.

    Merapi Garden Selo, BoyolaliMerapi Garden Selo, Boyolali Foto: dok. Instagram @merapigardenselo

    Aktivitas lain yang bisa dilakukan wisatawan di sini seperti paralayang, hingga outbond. Naik mobil jeep wisata dapat pula direservasi di kafe tersebut.

    Lokasi: Dusun IV, Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    Jam buka: 09.00-18.00.
    Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    3. New Selo

    New Selo menawarkan pemandangan alami Gunung Merbabu yang menawan. Saat cuaca cerah, kalian dapat melihat puncak gunung Merbabu beserta hutan lerengnya yang asri cukup jelas.

    Ditambah lagi udara pegunungan yang menyejukkan membuat siapa saja yang datang ke sini merasa betah dan enggan untuk pulang.

    Objek wisata New Selo di BoyolaliObjek wisata New Selo di Boyolali Foto: Brigida Emi Lillia/dTraveler

    Traveler juga bisa memesan secangkir kopi dan makanan hangat di beberapa warung New Selo sambil nongkrong dan ngobrol bareng teman atau keluarga.

    Lokasi: Desa Samiran, Selo, Boyolali.
    Jam buka: 08.00-19.00.
    Harga tiket masuk: Rp 10.000 per orang.
    Tarif parkir: Rp 2.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    4. Bukit Gancik

    Bukit Gancik ini berada di kaki Gunung Merbabu. Objek wisata ini menawarkan panorama alam yang asri dari ketinggian.

    Traveler juga bisa berfoto di sejumlah spot Instagramable yang tersedia. Di sini juga bisa jadi spot untuk menyaksikan matahari terbit lho.

    Bukit Gancik di BoyolaliBukit Gancik di Boyolali Foto: (Retno Wardhana/d’Traveler)

    Akses jalan ke lokasi ini menanjak curam. Jika naik motor harap berhati-hati ya. Di samping itu, para pendaki yang akan mendaki Gunung Merbabu bisa melalui jalur Bukit Gancik ini.

    Lokasi: Dukuh Selo Nduwur, Dusun I, Selo, Boyolali
    Jam buka: 24 jam.
    Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.
    Tarif parkir: Rp 3.000 (motor) dan Rp 5.000 (mobil).

    5. Simpang Paku Buwono VI

    Terakhir ada Simpang Paku Buwono VI yang disebut juga oleh masyarakat setempat dengan Alun-Alun Selo. Lokasi ini tak kalah indah dari spot wisata lainnya.

    Traveler dapat menyaksikan view Gunung Merapi yang jelas dari spot ini jika cuaca sedang cerah. Di sekitar lokasi kamu dapat menyewa sepeda listrik untuk berkeliling, menunggang kuda, atau pun naik delman.

    Simpang PB VI di Selo, Boyolali.Simpang PB VI di Selo, Boyolali. Foto: Jarmaji/detikJateng

    Kalau perut keroncongan, banyak pedagang makanan yang menjajakan berbagai menu enak-enak lho. Tinggal dipilih saja mana yang sesuai dengan selera traveler

    Lokasi: Jl. Blabak-Boyolali, Desa Samiran, Boyolali
    Jam buka: 09.00-22.00.
    Hargga tiket masuk: gratis.
    Tarif parkir: gratis.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Kafe dan Resto di Kota Wisata Cibubur, Ada yang Halal Certified

    Jakarta
    Kota Wisata Cibubur jadi alternatif liburan akhir pekan warga Jabodetabek karena beragam pilihan aktivitas. Termasuk kafe dan resto dengan berbagai pilihan menu Asia, Nusantara, Barat, serta fusion. Sebagian kafe dan resto bahkan menyediakan space untuk keluarga, aktivitas, dan berbagai hidangan.

    Berikut daftar 10 kafe dan resto di Kota Wisata Cibubur yang bisa dikunjungi sendiri atau bareng lingkungan terdekat. Sebelum berkunjung, ada baiknya reservasi lebih dulu supaya kebagian tempat.

    1. CU@CAFE Kota Wisata

    CU@CAFE Kota Wisata Cibubur
    CU@CAFE Kota Wisata Cibubur (dok. Instagram cuatcafe)

    Jam buka: 08.00-22.00 setiap hari

    Lokasi: Jl. Wisata Utama Nomor 30 Blok I1, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 50-124 ribu bergantung jumlah pesanana dan harga bisa berubah tiap saat

    Resto ini mencantumkan keterangan smoked chicken halal di media sosialnya, sehingga sangat direkomendasikan bagi penikmat hidangan halal. Di sini tersedia musholla yang sangat bersih dan nyaman, meski resto dekat masjid sehingga memudahkan pengunjung yang harus beribadah tepat waktu.

    Tentunya CU@CAFE menyediakan makanan dan minuman yang super enak dengan ragam menu Nusantara hingga Western. Kafe dan resto ini cocok buat kamu yang pengen kulineran sendiri, atau bareng temen-temen segang. Kamu juga bisa meeting casual di sini atau sekadar hangout di hari libur.

    2. NOB Coffee & Eatery, Kota Wisata Cibubur

    NOB Coffee & Eatery, Kota Wisata Cibubur
    NOB Coffee & Eatery, Kota Wisata Cibubur (dok. Instagram nob.journal)

    Jam buka:

    • Minggu-Jumat: 08.00-22.00
    • Sabtu: 08.00-23.00

    Lokasi: Kantor Marketing Satelite-Marketing Gallery, Jl. Raya Ciangsana, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 32-145 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubah tiap saat

    Aneka roti dan pastry adalah hidangan spesial dari resto ini yang diolah sendiri dengan pilihan rasa manis hingga asin gurih. Enaknya olahan gandum ini langsung terasa di ujung lidah saat melihat displaynya di jendela resto. Tentunya tersedia juga menu lain yang tidak kalah lezat misal pasta, salad, dan aneka minuman.

    Resto ini sangat welcome bagi tamu yang ingin bertanya terkait bahan dan status halal hidangan. Sehingga kita bisa menikmati hidangan seutuhnya tanpa khawatir menu pesanan halal atau haram. Ragam menu plus ambiance resto yang modern sekaligus calm pas buat yang ingin menghabiskan waktu bareng orang-orang terdekat.

    3. Prompt Space

    Prompt Space Kota Wisata Cibubur
    Prompt Space (dok. Instagram prompt.space)

    Jam buka:

    • Senin-Jumat: 08.00-23.00
    • Sabtu-Minggu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Wisata Utama Boulevard Blok H1 Nomor 08, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 40-135 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubah tiap saat

    Resto ini menyajikan menu Nusantara hingga Western yang super cocok dengan lidah pengunjung. Ragam hidangan dengan paduan rasa gurih, asam manis segar, dan hint pedas lada ini berpadu dengan minuman berbasis kopi dan non kopi. Kualitas menu yang nggak ecek-ecek ini tentunya bisa diperoleh dengan harga super affordable.

    Selain variasi hidangan, resto ini juga menyelenggarakan BSB alias Backyard Sale Bazaar dengan waktu pelaksanaan bergantung kebijakan pengelola resto. Even ini melibatkan berbagai clothing line dan produknya dengan harga sangat bersahabat hanya untuk pengunjung Prompt Space.

    4. Main Street Dining & Coffee

    Main Street Dining & Coffee
    Main Street Dining & Coffee (dok. Instagram mainstreet.id)

    Jam buka:

    • Senin-Kamis: 10.00-23.00
    • Jumat: 10.00-00.00
    • Minggu: 07.00-00.00

    Lokasi: Jl. Boulevard Kota Wisata Blok H1 Nomor 29, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 58-135 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubag bisa tiap saat

    Resto ini sudah halal certified jadi nggak perlu ragu lagi buat hangout, meeting, atau sekadar healing menyantap aneka hidangan enak banget di sini. Pilihan menu tersedia mulai dari Asian hingga Western plus fusion yang bisa memperuas wawasan kuliner.

    Selain kualitas hidangan, ulasan google menjelaskan pelayanan restoran yang benar-benar berkualitas. Khususnya di WC wanita yang menyediakan pembalut, kunciran, dan jarum pentul yang sangat-sangat berdampak bagi kenyamanan. Plus fee air putih 1 liter bagi pengunjung dengan syarat dan ketentuan berlaku.

    5. Teras Rumah Nenek

    Teras Rumah Nenek
    Teras Rumah Nenek (dok. Instagram terasrumahnenek)

    Jam buka: setiap hari 10.00-23.00

    Lokasi: Jl. Abdulrahman Nomor 46, RT 12/RW 5, Cibubur, Kecamatan Ciracas

    Tarif menu: Rp 35-85 ribu dan tersedia paket WFC di harga Rp 50-75 ribu bergantung kebijakan pengelola resto

    Ambiance plus menu di Teras Rumah Nenek benar-benar sesuai dengan namanya. Ulasan goole review menyatakan, resto ini berada di dalam gang bukan di posisi strategis layaknya kafe populer. Namun perjuangan masuk gang dari jalan besar benar-benar terasa ketika masuk resto dengan ambiance yang simpel dan homey.

    Di sini tersedia area dalam dan ruang ruangan yang cocok untuk aneka acara, asal menghubungi pengelola lebih dulu untuk reservasi. Piihan menu sangat affordable dan beragam dengan jenis hidangan Nusantara dan fusion western, plus aneka camilan serta dessert. Di sini, kamu benar-benar merasa sedang berkunjung ke rumah saudara dengan sajian variasi menu Indonesia lengkap dengan minumnya.

    6. Platinum Resto & Cafe-Living World Kota Wisata Cibubur

    Platinum Resto & Cafe-Living World Kota Wisata Cibubur
    Platinum Resto & Cafe-Living World Kota Wisata Cibubur (dok. Instagram platinumresto)

    Jam buka: setiap hari 10.00-22.00

    Lokasi: Living World Kota Wisata Cibubur, Jl. Boulevard Kota Wisata Lantai Lower Ground (LG), Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 50-90 ribu berganntung pesanan dan kebijakan pengelola resto

    Satu lagi resto halal certified dengan rasa yang akrab dengan kebanyakan orang Indonesia. Sesuai dengan motto comfort food for everyone, tiap menu di sini pastinya enak dan lezat plus sangat bisa dinikmati hingga habis. Dengan menu Indonesia dan Chinese, pilihan menu cocok di berbagai rentang usia.

    Selain menu halal berkualitas, pelayanan juga jadi sorotan google reviewer. Service dilakukan dengan cepat, tepat, dan efektif sehingga cocok buat yang sudah sangat lapar. Sambi nunggu, kita bisa ngemil kerupuk gratis dalam wadah buat para pengunjung.

    7. Kopi Nako Kota Wisata

    Kopi Nako Kota Wisata
    Kopi Nako Kota Wisata (dok. Instagram kopinako.kotawisata)

    Jam buka:

    • Minggu-Kamis: 07.00-22.00
    • Jumat-Sabtu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Kota Wisata D1 Nomor 11, Nagrak, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 19-34 ribu

    Resto plus kafe populer ini memiliki konsep tenang, teduh, dan aesthetic di seluruh cabangnya. Dengan bangunan tinggi plus pohon-pohon rindang, vibe Kopi Nako sangat cocok buat kamu yang ingin me time atau ngobrol santai sama temen-temen. Bisa juga foto-foto di tiap jengkalnya yang sangat Instagramabel.

    8. Luna Coffee & eatery

    Luna Coffee & Eatery Kota Wisata Cibubur
    Luna Coffee & Eatery (dok. Instagram theluna_id)

    Jam buka:

    • Senin-Kamis: 08.00-22.00
    • Jumat: 07.00-22.00
    • Sabtu-Minggu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Raya Kota Wisata Blok D1 RW.18 Nomor 9, Nagrak, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 32-85 ribu bergantung pesanan dan kebijakan pengelola resto

    Kafe dan resto ini menyediakan suasana yang sangat tenang cocok untuk berbagai keperluan misal Work From Cafe (WFC), meeting dengan kolega dengan suasana serius tapi santai, atau ngobrol ngalor ngidul sama temen-temen. Tentunya beragam cemilan, dessert, beverage, dan makanan berat siap menemani aktivitas.

    Khusus weekend ada live music untuk menghibur pengunjung yang datang sendiri atau berombongan. Meski begitu, kafe dan resto ini tetep cocok buat yang harus bekerja atau meeting di akhir minggu dengan memilih tempat agak sepi.

    9. Whiley

    Whiley Kota Wisata Cibubur
    Whiley Kota Wisata Cibubur (dok. Instagram whiley.id)

    Jam buka:

    • Senin: 08.30-22.00
    • Selasa-Kamis: 08.00-22.00
    • Jumat-Minggu: 07.00-22.00

    Lokasi: Cluster Amsterdam, Jl. Raya Kota Wisata Nomor 5 Blok i, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 40-100 ribu

    Ulasan google menyebut coffee shop ini sebagai must visit buat kamu yang sedang berada di area Cibubur dan Kota Wisata. Selain atmosfer tenang, nyaman, plus modern, makanan dan minuman di sini nggak kaleng-kaleng. Apalagi signature drinksnya yang berbasis kopi dan karamel.

    Tentunya di sini tersedia spot-spot aesthetic untuk bahan upload medsos bareng temen-teman. Selain itu ada mushola yang nyaman dan wangi sehingga pengunjung bisa sholat tepat waktu tanpa harus ketinggalan peluang nongkrong bersama circlenya.

    10. Malacca Toast Cibubur

    Malacca Toast Cibubur di Kota Wisata
    Malacca Toast Cibubur di Kota Wisata (dok. Instagram malaccatoastcibubur)

    Jam buka: setiap hari 07.00-22.30

    Lokasi: Ruko Kota Wisata Commpark, Jl. Canadian Broadway Blok D Nomor 49 dan 50, Limus Nunggal, Cileungsi

    Tarif menu: Rp 50-100 ribu

    Menu andalan di resto keluarga ini adalah roti bakar dengan isian manis hingga savory atau mix sesuai pesanan. Namun menu makanan berat, camilan, dan aneka beveraga sangat worth to try, apalagi bagi penyukan hidangan Asia dan Indonesia yang kaya rempah. Makan di sini dipastikan semua orang bakal puas.

    Para orang tua nggal perlu repot menjaga anak sambil menunggu pesanan datang, karena ada kertas bergambar yang bisa diwarnai. Kegiatan ini bisa jadi bahan family time sambil kulineran bareng orang-orang terkasih. Nilai plus lainnya, resto berada di pinggir jalan besar yang strategi sehingga nggak repot menemukan lokasinya.

    Halaman 2 dari 11

    Jam buka: 08.00-22.00 setiap hari

    Lokasi: Jl. Wisata Utama Nomor 30 Blok I1, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 50-124 ribu bergantung jumlah pesanana dan harga bisa berubah tiap saat

    Resto ini mencantumkan keterangan smoked chicken halal di media sosialnya, sehingga sangat direkomendasikan bagi penikmat hidangan halal. Di sini tersedia musholla yang sangat bersih dan nyaman, meski resto dekat masjid sehingga memudahkan pengunjung yang harus beribadah tepat waktu.

    Tentunya CU@CAFE menyediakan makanan dan minuman yang super enak dengan ragam menu Nusantara hingga Western. Kafe dan resto ini cocok buat kamu yang pengen kulineran sendiri, atau bareng temen-temen segang. Kamu juga bisa meeting casual di sini atau sekadar hangout di hari libur.

    Jam buka:

    • Minggu-Jumat: 08.00-22.00
    • Sabtu: 08.00-23.00

    Lokasi: Kantor Marketing Satelite-Marketing Gallery, Jl. Raya Ciangsana, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 32-145 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubah tiap saat

    Aneka roti dan pastry adalah hidangan spesial dari resto ini yang diolah sendiri dengan pilihan rasa manis hingga asin gurih. Enaknya olahan gandum ini langsung terasa di ujung lidah saat melihat displaynya di jendela resto. Tentunya tersedia juga menu lain yang tidak kalah lezat misal pasta, salad, dan aneka minuman.

    Resto ini sangat welcome bagi tamu yang ingin bertanya terkait bahan dan status halal hidangan. Sehingga kita bisa menikmati hidangan seutuhnya tanpa khawatir menu pesanan halal atau haram. Ragam menu plus ambiance resto yang modern sekaligus calm pas buat yang ingin menghabiskan waktu bareng orang-orang terdekat.

    Jam buka:

    • Senin-Jumat: 08.00-23.00
    • Sabtu-Minggu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Wisata Utama Boulevard Blok H1 Nomor 08, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 40-135 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubah tiap saat

    Resto ini menyajikan menu Nusantara hingga Western yang super cocok dengan lidah pengunjung. Ragam hidangan dengan paduan rasa gurih, asam manis segar, dan hint pedas lada ini berpadu dengan minuman berbasis kopi dan non kopi. Kualitas menu yang nggak ecek-ecek ini tentunya bisa diperoleh dengan harga super affordable.

    Selain variasi hidangan, resto ini juga menyelenggarakan BSB alias Backyard Sale Bazaar dengan waktu pelaksanaan bergantung kebijakan pengelola resto. Even ini melibatkan berbagai clothing line dan produknya dengan harga sangat bersahabat hanya untuk pengunjung Prompt Space.

    Jam buka:

    • Senin-Kamis: 10.00-23.00
    • Jumat: 10.00-00.00
    • Minggu: 07.00-00.00

    Lokasi: Jl. Boulevard Kota Wisata Blok H1 Nomor 29, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 58-135 ribu bergantung pesanan dan harga bisa berubag bisa tiap saat

    Resto ini sudah halal certified jadi nggak perlu ragu lagi buat hangout, meeting, atau sekadar healing menyantap aneka hidangan enak banget di sini. Pilihan menu tersedia mulai dari Asian hingga Western plus fusion yang bisa memperuas wawasan kuliner.

    Selain kualitas hidangan, ulasan google menjelaskan pelayanan restoran yang benar-benar berkualitas. Khususnya di WC wanita yang menyediakan pembalut, kunciran, dan jarum pentul yang sangat-sangat berdampak bagi kenyamanan. Plus fee air putih 1 liter bagi pengunjung dengan syarat dan ketentuan berlaku.

    Jam buka: setiap hari 10.00-23.00

    Lokasi: Jl. Abdulrahman Nomor 46, RT 12/RW 5, Cibubur, Kecamatan Ciracas

    Tarif menu: Rp 35-85 ribu dan tersedia paket WFC di harga Rp 50-75 ribu bergantung kebijakan pengelola resto

    Ambiance plus menu di Teras Rumah Nenek benar-benar sesuai dengan namanya. Ulasan goole review menyatakan, resto ini berada di dalam gang bukan di posisi strategis layaknya kafe populer. Namun perjuangan masuk gang dari jalan besar benar-benar terasa ketika masuk resto dengan ambiance yang simpel dan homey.

    Di sini tersedia area dalam dan ruang ruangan yang cocok untuk aneka acara, asal menghubungi pengelola lebih dulu untuk reservasi. Piihan menu sangat affordable dan beragam dengan jenis hidangan Nusantara dan fusion western, plus aneka camilan serta dessert. Di sini, kamu benar-benar merasa sedang berkunjung ke rumah saudara dengan sajian variasi menu Indonesia lengkap dengan minumnya.

    Jam buka: setiap hari 10.00-22.00

    Lokasi: Living World Kota Wisata Cibubur, Jl. Boulevard Kota Wisata Lantai Lower Ground (LG), Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 50-90 ribu berganntung pesanan dan kebijakan pengelola resto

    Satu lagi resto halal certified dengan rasa yang akrab dengan kebanyakan orang Indonesia. Sesuai dengan motto comfort food for everyone, tiap menu di sini pastinya enak dan lezat plus sangat bisa dinikmati hingga habis. Dengan menu Indonesia dan Chinese, pilihan menu cocok di berbagai rentang usia.

    Selain menu halal berkualitas, pelayanan juga jadi sorotan google reviewer. Service dilakukan dengan cepat, tepat, dan efektif sehingga cocok buat yang sudah sangat lapar. Sambi nunggu, kita bisa ngemil kerupuk gratis dalam wadah buat para pengunjung.

    Jam buka:

    • Minggu-Kamis: 07.00-22.00
    • Jumat-Sabtu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Kota Wisata D1 Nomor 11, Nagrak, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 19-34 ribu

    Resto plus kafe populer ini memiliki konsep tenang, teduh, dan aesthetic di seluruh cabangnya. Dengan bangunan tinggi plus pohon-pohon rindang, vibe Kopi Nako sangat cocok buat kamu yang ingin me time atau ngobrol santai sama temen-temen. Bisa juga foto-foto di tiap jengkalnya yang sangat Instagramabel.

    Jam buka:

    • Senin-Kamis: 08.00-22.00
    • Jumat: 07.00-22.00
    • Sabtu-Minggu: 07.00-23.00

    Lokasi: Jl. Raya Kota Wisata Blok D1 RW.18 Nomor 9, Nagrak, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 32-85 ribu bergantung pesanan dan kebijakan pengelola resto

    Kafe dan resto ini menyediakan suasana yang sangat tenang cocok untuk berbagai keperluan misal Work From Cafe (WFC), meeting dengan kolega dengan suasana serius tapi santai, atau ngobrol ngalor ngidul sama temen-temen. Tentunya beragam cemilan, dessert, beverage, dan makanan berat siap menemani aktivitas.

    Khusus weekend ada live music untuk menghibur pengunjung yang datang sendiri atau berombongan. Meski begitu, kafe dan resto ini tetep cocok buat yang harus bekerja atau meeting di akhir minggu dengan memilih tempat agak sepi.

    Jam buka:

    • Senin: 08.30-22.00
    • Selasa-Kamis: 08.00-22.00
    • Jumat-Minggu: 07.00-22.00

    Lokasi: Cluster Amsterdam, Jl. Raya Kota Wisata Nomor 5 Blok i, Ciangsana, Gunung Putri

    Tarif menu: Rp 40-100 ribu

    Ulasan google menyebut coffee shop ini sebagai must visit buat kamu yang sedang berada di area Cibubur dan Kota Wisata. Selain atmosfer tenang, nyaman, plus modern, makanan dan minuman di sini nggak kaleng-kaleng. Apalagi signature drinksnya yang berbasis kopi dan karamel.

    Tentunya di sini tersedia spot-spot aesthetic untuk bahan upload medsos bareng temen-teman. Selain itu ada mushola yang nyaman dan wangi sehingga pengunjung bisa sholat tepat waktu tanpa harus ketinggalan peluang nongkrong bersama circlenya.

    Jam buka: setiap hari 07.00-22.30

    Lokasi: Ruko Kota Wisata Commpark, Jl. Canadian Broadway Blok D Nomor 49 dan 50, Limus Nunggal, Cileungsi

    Tarif menu: Rp 50-100 ribu

    Menu andalan di resto keluarga ini adalah roti bakar dengan isian manis hingga savory atau mix sesuai pesanan. Namun menu makanan berat, camilan, dan aneka beveraga sangat worth to try, apalagi bagi penyukan hidangan Asia dan Indonesia yang kaya rempah. Makan di sini dipastikan semua orang bakal puas.

    Para orang tua nggal perlu repot menjaga anak sambil menunggu pesanan datang, karena ada kertas bergambar yang bisa diwarnai. Kegiatan ini bisa jadi bahan family time sambil kulineran bareng orang-orang terkasih. Nilai plus lainnya, resto berada di pinggir jalan besar yang strategi sehingga nggak repot menemukan lokasinya.

    (row/fem)

    Simak Video “Video: Sensasi Ikut Race Lari di dalam Mall
    [Gambas:Video 20detik]








    Sumber : travel.detik.com

  • Penampakan Sawah Seribu Bendera di Kulon Progo



    Kulon Progo

    Menyambut HUT RI ke-80, warga Kulon Progo mengibarkan seribu bendera sang merah putih di area persawahan. Sawah Seribu Bendera itu pun menyita perhatian warga.

    Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan ke-80 RI. Salah satunya menciptakan Sawah seribu bendera di Kulon Progo.

    Area persawahan yang dipenuhi dengan ribuan bendera merah putih itu terletak di Dusun Dobangsan, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulon Progo.


    Julukan ini muncul karena banyaknya bendera merah putih yang berkibar di lokasi tersebut. Bendera itu terpasang rapi di sepanjang jalan kampung yang membelah persawahan dari Jalan Pahlawan menuju permukiman penduduk Dobangsan.

    Saat melintasi jalan sepanjang 500 meter ini menggunakan kendaraan bermotor, kita seakan berada di dalam lorong yang sekelilingnya terbungkus warna merah dan putih.

    Ilusi ini terjadi karena pemasangan bendera berdekatan dengan jarak antar tiang kurang dari 1,5 meter. Hal ini membuat area persawahan Dobangsan jadi daya tarik wisata baru.

    Setiap sore hari, area persawahan ini ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin mengabadikan gambar. Mereka asyik foto-foto dengan latar Sawah Seribu Bendera.

    Suasana area sawah yang terpasang ribuan bendera merah putih di Dobangsan, Giripeni, Wates, Kulon Progo, Kamis (7/8/2025)Sawah Seribu Bendera di Kulon Progo Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja

    Dukuh Dobangsan, Teguh Supriyono, mengatakan pemasangan bendera di area persawahan Dobangsan merupakan program rutin yang diinisiasi oleh warganya sendiri. Program yang diberi nama memasang 1.000 bendera ini sudah dilakukan sejak awal Agustus 2025 lalu.

    “Untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 80 di Dobangsan, rutinitas tiap tahun itu ada program memasang 1.000 bendera, utamanya di jalan turi (lokasi pemasangan bendera),” ucapnya saat ditemui wartawan di lokasi, Kamis (7/8).

    Tujuan Membuat Sawah Seribu Bendera

    Teguh mengatakan program 1.000 bendera di Dobangsan bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Di samping itu juga jadi ajang penguat nasionalisme dan solidaritas antarwarga.

    “Tujuan pertama buat mengenang jasa pahlawan yang telah membela dan membuat bangsa Indonesia merdeka. Sekaligus menanamkan cinta nasionalisme kepada semua warga yang ada di Dobangsan. Dengan menanamkan rasa nasionalisme itu nantinya untuk kegotongroyongan dan kerukunan warga di Dobangsan terjaga, jadi program apa pun yang akan dilakukan di Dobangsan warga akan mendukung,” ujarnya.

    Teguh mengatakan anggaran pemasangan 1.000 bendera mencapai lebih dari Rp 5 juta. Uang tersebut diperoleh dari swadaya masyarakat dan iuran rutin setiap RT.

    “Anggarannya dari swadaya masyarakat. Jadi setiap tahunnya di Dobangsan, per RT menyetorkan uang. Kemudian untuk bendera dan lain-lainnya itu bisa sampai Rp 5-7 jutaan. Sedangkan bambu swadaya dari warga,” jelasnya.

    Selain memasang bendera, warga Dobangsan khususnya yang tinggal di wilayah RT 20 juga punya kreativitas lain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI tahun ini. Mereka memasang sejumlah maskot bergambar tokoh pahlawan di sepanjang jalan kampung.

    “Kalau di sepanjang jalan RT 20 sudah terpasang 100 bendera disertai dengan tokoh-tokoh pahlawan yang telah berjuang menegakkan kemerdekaan RI, ada Sukarno, Hatta, Imam Bonjol yang dipasang di sepanjang jalan,” ucap Ketua RT 20 Dobangsan, Ariyanton.

    Ariyanton berharap kegiatan ini bisa memacu jiwa nasionalisme masyarakat terutama bagi warga Dobangsan. Di samping itu juga jadi media pemersatu warga karena proses pemasangannya dilakukan secara gotong royong.

    “Dengan cara ini kami ingin agar jiwa nasionalisme warga semakin kuat sehingga momen kemerdekaan bisa benar-benar terasa,” ujarnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Patung Rp 53 Miliar di Baubau, Sulawesi Tenggara Ini Faktanya!


    Jakarta

    Media sosial TikTok belakangan ramai dengan unggahan patung seharga Rp 53 miliar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sosok berkharisma yang diabadikan dalam patung ini ternyata adalah Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi seorang Pahlawan Nasional. Pemberian gelar secara resmi tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 120/TK/2019.

    Dikutip dari Antara, bangunan ini disebut Patung Oputa Yii Koo yang merupakan gelar bagi Sulton Buton ke-20 dan ke-23. Total biaya ini memang sangat fantastis, bahkan situs Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara menyebut ongkos pembangunan mencapai Rp 60 miliar. Pembangunan dimulai sejak 2022 dengan APBD Provinsi Sultra.

    Fakta Patung Oputa Yii Koo Rp 53 Miliar

    Patung yang digadang-gadang menjadi ikon wisata terbaru di Baubau ini sudah selesai dibangun dan bisa dilihat secara utuh. Berikut beberapa fakta patung yang terlihat gagah ini


    1. Apakah Rp 53 miliar terlalu mahal?

    Pembangunan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sulawesi TenggaraPembangunan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sulawesi Tenggara (dok google maps September 2022)

    Anggaran Rp 53 miliar memang sangat besar, namun patung ini diharapkan bisa memberi dampak positif bagi masyarakat Sultra. Area terbuka sekitar patung dapat digunakan untuk kegiatan sosial, menambah ruang publik baru bagi masyarakat, sekaligus menarik kunjungan wisata ke Baubau.

    2. Lokasi patung di tepi pantai

    Patung Oputa Yii Koo berlokasi di Kotamara, Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau. Bangunan patung berada di tepi pantai menjorok ke laut berpadu dengan warna air laut biru hijau. Hasilnya, patung terlihat sangat indah dan sangat eyecatching serta Instagramable.

    3. Patung terbuat dari perunggu dan tembaga

    Penampakan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sualwesi TenggaraPenampakan Patung Oputa Yii Koo di Baubau, Sualwesi Tenggara Foto: google maps Juli 2024

    Bahan penyusun Patung Oputa Yii Koo adalah perunggu dan tembaga, sehingga menghasilkan warna merah orange yang khas. Patung dibangun setinggi 22-23 meter dengan pose jari telunjuk kanan menunjuk ke arah matahari terbenam di sebelah barat. Saat sunset, patung terlihat sangat indah dan epik sebagai latar foto.

    4. Area patung nyaris mencapai satu hektare

    Patung Oputa Yii Koo berdiri di layan seluas 8.897 m² atau 0,89 hektare. Pembangunan patung dilakukan dalam dua tahap dengan total dana Rp 17 miliar dan Rp 36 miliar. Tahap pertama fokus pada pembangunan pondasi di dalam laut, pemasangan plat, sekalian dengan dudukan patungnya. Selanjutnya adalah pembangunan patung hingga selesai.

    5. Patung belum diresmikan

    Bangunan Patung Oputa Yii Koo sudah selesai dibangun, namun belum diresmikan pemerintah setempat. Patung rencananya diresmikan pada 2024, namun belum dilaksanakan hingga kini. Selain menjadi ikon wisata, komplek Patung Oputa Yii Koo direncanakan punya museum dan ruang kantor.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 978 Warung di Ciater Dibongkar, Jalur Wisata Kini Gelap dan Rawan Kriminalitas



    Bandung Barat

    Jalan Raya Subang, tepatnya daerah Ciater yang berbatasan dengan kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini terlihat gelap setelah ratusan warung di sana dibongkar.

    Selasa (12/8/2025) malam, detikJabar menyusuri jalanan berhawa sejuk itu. Perjalanan ditempuh dari Kota Cimahi dengan jarak sekitar 19 kilometer. Membutuhkan waktu 1 jam 12 menit menggunakan mobil. Kini tak ada lagi terang dari warung-warung jagung di sepanjang Jalan Raya Subang. Tak lagi terlihat barisan kendaraan yang terparkir melepas lelah sekejap.


    Hilang juga rasa aman terutama buat mereka pemotor yang datang dari arah Subang menuju Lembang maupun sebaliknya. Berganti jadi kelam dan seram di tengah luas pelukan kebun teh tak produktif dan tegak Gunung Tangkuban Parahu yang sewaktu-waktu bisa bangun dari tidurnya.

    Warung-warung milik ‘orang kecil’ itu dianggap ilegal, sebab berdiri di atas lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Beberapa hari lalu, alat berat Satpol PP Jabar dan Kabupaten Subang meruntuhkan konstruksi bangunan semi permanen tersebut.

    Puing-puing bangunan yang telah memberi kenangan banyak orang sejak puluhan tahun lalu itu masih berserakan. Sementara orang yang dulu menggantungkan hidup dari warung itu kini entah kemana rimbanya.

    “Ya jadi seram lewat sini, soalnya biasa ada warung 24 jam sekarang sudah dibongkar. Jadinya kan gelap,” kata Rizaldi, pengendara asal Cimahi, Selasa (12/8/2025).

    Sebagai pengendara motor, keberadaan warung-warung itu serupa juru selamat. Jika hujan, maka menjadi tempat berteduh. Jika lelah, juga menjadi tempat merebahkan badan.

    “Kadang sengaja juga dari rumah sama keluarga kesini cuma mau makan mie, karena kan suasananya sejuk, lihat kebun teh, liburan murah lah istilahnya. Sekarang enggak bisa lagi,” kata Rizaldi.

    Buat Deni, warga Subang, hilangnya warung-warung itu menjadi kerugian besar. Risiko tindak kriminal di malam hari kian meningkat gegara tak ada sumber penerangan dan kehadiran orang-orang.

    “Jelas takut nanti lewat sini, risiko ada begal semakin besar. Kemudian kecelakaan, waktu warung ada saja kan sering ada kecelakaan, apalagi sekarang kalau malam hari jalan sepi terus gelap. Makanya enggak kebayang sama kami,” kata Deni.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (sud/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Wisata Sejarah di Bandung, Jejak Peninggalan Perjuangan Kemerdekaan



    Jakarta

    Kota Bandung tidak hanya memiliki wisata kuliner dan wisata alam. Kota kembang juga memiliki wisata sejarah saat memperjuangkan merebut kemerdekaan.

    Perayaan hari ulang tahun ke-80 RI menjadi momentum untuk mengenang jasa pahlawan. Kota Bandung memiliki jejak perjuangan mereka, mulai dari Gedung Sate yang ikonik hingga Taman Sejarah.

    Rekomendasi 8 Tempat Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bandung

    1. Gedung Sate


    Gedung Sate.Gedung Sate. (Bima Bagaskara/detikJabar)

    Alamat: Jalan Diponegoro nomor 22, Bandung

    Gedung Sate amat lekat sebagai identitas Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat. Nama Gedung Sate berasal dari suara warga, bahkan bermula dari bentuk protes yang bernuansa satire.

    Adalah desain bangunan berupa ornamen menyerupai tusuk sate di bagian puncaknya, sebuah struktur menara kecil berbentuk tumpeng bertingkat dengan hiasan enam bola di ujungnya, yang menjadikan gedung itu dinamai dengan Gedung Sate. Menara itu penangkal petir.

    Gedung megah bergaya Indo-Eropa itu mulai dibangun pada 1920 sebagai Departement Verkeer en Waterstaat atau Gedung Departemen Pekerjaan Umum. Arsiteknya berasal dari Belanda Ir. J. Gerber, yang menggabungkan unsur klasik Eropa dengan sentuhan arsitektur lokal Nusantara.

    Penamaan Gedung Sate itu karena warga kesulitan menyebut nama bangunan tersebut, yakni Departement Verkeer en Waterstaat. Saat pembangunan rampung, warga Bandung yang melihat bentuk gedung ini punya reaksi unik. Alih-alih menyebut nama resminya yang panjang dan rumit dalam bahasa Belanda, masyarakat lebih nyaman menyebutnya Gedung Sate.

    Protes yang dibungkus dengan guyonan ini pun menyebar cepat. Dari warung kopi hingga pasar, orang-orang menyebut bangunan megah itu dengan nama Gedung Sate hingga akhirnya nama itu bertahan hingga sekarang.

    2. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

    Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Japati, Kota Bandung, Jawa Barat, tengah direvitalisasi. Revitalisasi monumen bersejarah ini terus dikebut.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat di Jalan Japati, Kota Bandung, Jawa Barat, tengah direvitalisasi. Revitalisasi monumen bersejarah ini terus dikebut. (Wisma Putra)

    Alamat: Jalan Dipatiukur nomor 58

    Dikutip dari detikjabar, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berhadapan dengan Gedung Sate dan di depan Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung. Monumen berdiri di atas tanah seluas ± 72.040 m² dan luas bangunan ± 2.143 m².

    Monumen itu berbentuk bambu runcing yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern. Monumen diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, R. Nuriana pada tanggal 23 Agustus 1995.

    Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat memiliki koleksi hanya berupa tujuh diorama pada ruang pameran tetap. Ada pun koleksi diorama pada ruang pameran tetap tersebut adalah:

    1. Diorama Perjuangan Sultan Agung Tirtayasa Bersama Rakyat Menentang Kolonial Belanda Tahun 1658
    2. Diorama Partisipasi Rakyat Dalam Pembangunan Jalan di Sumedang
    3. Diorama Perundingan Linggarjati 1946
    4. Diorama Bandung Lautan Api 24 Maret 1946
    5. Diorama Long Mach Siliwangi Januari 1949
    6. Diorama Konfrensi Asia Afrika di Bandung 1955
    7. Diorama Operasi Pagar Betis (Operasi Brata Yuda) 1962.

    3. Goa Belanda dan Goa Jepang

    Monumen Patung Taman Hutan Raya DjuandaMonumen Patung Taman Hutan Raya Djuanda (detik)

    Alamat: Kompleks Tahura Juanda, Jalan Ir.H.Juanda nomor 99

    Goa Belanda dan Goa Jepang terletak di kompleks Taman Hutan Raya (Tahura) Juanda. Traveler hanya perlu berjalan sekitar 500 meter dari pintu masuk utama.

    Sementara itu, Hutan Raya Ir. H. Juanda, adalah hutan lindung seluas 590 ha dibangun Hindia Belanda pada 1912. Hutan lindung dengan nama Hutan Lindung Pulosari, dibangun bersamaan dengan terowongan penyadap air Sungai Cikapundung atau Gua Belanda diresmikan pada 1922.

    Sejak Indonesia merdeka, kawasan Hutan Lindung Pulosari menjadi aset pemerintah Republik Indonesia dan dikelola oleh Djawatan Kehutanan. Pada 1960, ketika Mashudi menjabat Gubenur Jawa Barat, digagas Pembangunan Taman Hutan Wisata Alam sekaligus berfungsi sebagai Kebun Raya.

    Saat ini, Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dan warga Bandung.

    4. Museum Pos Indonesia

    MuseumMuseum Pos Indonesia (Satria Nandha/detikTravel)

    Alamat: Jalan Cilaki nomor 73

    Museum ini terletak di dalam kompleks Gedung Sate Bandung. Dikutip dari situs resmi pos indonesia, Museum Pos Indonesia sudah ada sejak masa Hindia Belanda dengan nama Museum PTT (Pos Telegrap dan Telepon), tepatnya pada 1931.

    Museum itu memiliki koleksi prangko, baik dalam maupun luar negeri. Sayangnya, akibat peristiwa Perang Dunia ke II Museum itu kurang terurus, bahkan nyaris terlupakan.

    Hingga kemudian, muncul gagasan untuk mendirikan Museum Pos dan Giro yang koleksinya tidak hanya terdiri dari prangko-prangko tetapi juga benda-benda lainnya berupa foto-foto, peralatan pos dan lain sebagainya yang bernilai sejarah.

    Untuk mewujudkan gagasan yang sudah lama ada ini maka pada tanggal 18 Desember 1980 oleh Direksi Perum Pos dan Giro telah dibentuk sebuah panitia dengan nama Panitia Persiapan Pendirian Museum Pos dan Giro dengan tugas utama melakukan inventarisasi dan mengumpulkan benda-benda bersejarah yang layak dijadikan isi museum.

    Pada 27 September 1982 dilakukan peresmian penerapan Sistem Kode Pos Indonesia untuk keperluan intern Perum Pos dan Giro oleh Direktur Utama Perum Pos dan Giro di ruangan lantai bawah gedung Kantor Pusat Perum Pos dan Giro. Dan setahun kemudian pada 27 September 1983 bertepatan dengan Hari Bakti Postel ke 38 ruangan lantai bawah tersebut oleh Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, Achmad Tahir telah diresmikan sebagai museum dengan nama Museum Pos dan Giro.

    Kemudian, seiring perkembangan perusahaan pos, mulai 20 juni 1995 nama dan status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum Pos dan Giro menjadi PT. Pos Indonesia (persero) maka nama museum juga diubah menjadi Museum Pos Indonesia.

    5. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

    Museum Mandala Wangsit Bandung.Museum Mandala Wangsit Bandung. (Elia Amaliana)

    Alamat: JalanLembong nomor 38

    Dikutip dari situs Kemdikbud, Museum Mandala Wangsit merupakan museum khusus yang diresmikan pada 23 Mei 1996 oleh Panglima Divisi Siliwangi, yakni Kolonel Ibrahim Adjie. Nama Mandala Wangsit diartikan sebagai tempat untuk menyimpan amanat dan nasihat. Adapun, Siliwangi merupakan nama Kodam TNI-AD di Jawa Barat dan Banten yang diambil dari nama Raja Kerajaan Sunda.

    Museum ini menjadi institusi sejarah yang berperan penting dalam melestarikan warisan dari divisi Siliwangi. Sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kontribusi dan pengorbanan TNI dalam mempertahankan Indonesia.

    Ruangan dalam museum dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kejadian-kejadian yang ada di masa lampau. Seperti ruangan koleksi penumpasan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), Operasi Seroja Timor Timur, Pemberontakan DI/TII, Palagan Bandung, dan peristiwa lainnya yang terjadi di masa pergerakan Indonesia.

    Sejumlah koleksi senjata tajam yang pernah digunakan di masa pergerakan seperti Kujang Pajajaran, keris, golok, pedang, bambu runcing, panah juga tersusun rapih di dalam etalase. Di setiap ruangan juga memajang diorama dan lukisan realis yang menggambarkan kondisi pada saat itu.

    6. Gedung Merdeka

    Gedung MerdekaGedung Merdeka Bandung (detikcom)

    Alamat: Jalan Asia Afrika nomor 65

    Gedung Merdeka adalah gedung bersejarah yang terletak tak jauh dari Alun-alun Kota Bandung. Gedung ini pernah digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Aisa Afrika di tahun 1955, sekaligus gedung tempat kelahiran Dasasila Bandung.

    Dikutip dari bandung.go.id, bangunan itu dirancang pada 1926 oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Mereka adalah Guru Besar pada Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH Bandoeng, yang kemudian menjadi Institut Teknologi Bandung atau ITB).

    Gedung itu kental sekali dengan nuansa art deco dan gedung megah ini terlihat dari lantainya yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap, ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout, sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Gedung ini menempati areal seluas 7.500 m2.11.

    7. Taman Sejarah Bandung

    Taman Sejarah BandungTaman Sejarah Bandung (Fitroh Rara Azzahro)

    Alamat: Jalan Aceh nomor 53

    Taman yang terletak di area belakang Balai Kota Bandung ini didesain untuk mengenang para pemimpin daerah sejak awal berdirinya Kota Bandung. Di area taman ini juga sempat ada wahana kolam air yang kerap digunakan warga untuk bermain air. Areanya cukup luas, cocok digunakan untuk duduk bersantai.

    8. Penjara Banceuy Soekarno

    Warga berduyun-duyun mengunjungi Situs Penjara Banceuy yang ada di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6/2022) pagi. Kunjungan warga ini memperingati Hari Kelahiran Pancasila.Situs Penjara Banceuy yang ada di Jalan ABC, Kota Bandung, Jawa Barat (Wisma Putra)

    Alamat: Jalan Banceuy

    Penjara Banceuy menjadi salah satu saksi bisu perjalanan perjuangan Soekarno. Di penjara ini, Soekarno pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930 sebelum diadili di Gedung Indonesia Menggugat.

    Kini, bangunan bekas sel Soekarno masih dilestarikan dan bisa dikunjungi oleh masyarakat. Di dalamnya terdapat sel tahanan yang masih mempertahankan bentuk aslinya, lengkap dengan tiruan perabot yang digunakan Bung Karno selama ditahan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • dari Bawah Laut Hingga Puncak Gunung



    Jakarta

    Hari Kemerdekaan RI ke-80 akan segera tiba. Upacara bendera untuk merayakannya tak selalu di lapangan, banyak juga tempat unik untuk melakukannya.

    Masyarakat Indonesia memiliki beberapa tradisi upacara bendera yang unik. Entah siapa dalangnya, tapi upacara kemerdekaan HUT RI pernah dilakukan di tempat-tempat yang tidak biasa, bahkan ekstrem.

    Tak hanya darat, di dalam laut pun pernah dilakukan. Berikut lima upacara bendera paling untuk di Indonesia.


    Upacara Unik HUT RI

    1. Upacara di Puncak Gunung

    Bendera Merah Putih 1.000 Meter Hiasi Puncak Gunung PenanggunganBendera Merah Putih 1.000 Meter Hiasi Puncak Gunung Penanggungan (Istimewa)

    Upacara di puncak gunung sering dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat. Kebanyakan gunung di Indonesia biasanya juga dipenuhi pendaki saat HUT RI. Mereka biasa naik pada 16 Agustus dan menjalankan upacara pada 17 Agustus pagi.

    Gunung-gunung yang biasanya menjadi tujuan adalah Gunung Prau, Gunung Batur, Gunung Sindoro, Gunung Merbabu, hingga Gunung Papandayan.

    2. Upacara di bawah laut

    Upacara di KRI Siwar dan penanaman terumbu karang (Bahtiar/detikcom) dan pengibaran bendera di bawah laut (istimewa).Upacara di KRI Siwar dan penanaman terumbu karang (Bahtiar/detikcom) dan pengibaran bendera di bawah laut (istimewa).

    Upacara di bawah laut juga sering diberitakan. Salah satunya di Pulau Sangiang, Banten yang diikuti oleh ratusan penyelam. Upacara pada HUT ke-74 Kemerdekaan RI itu dipimpin oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten Letkol Laut (P) Golkariansyah.

    Upacara seperti ini sangat menarik dilakukan di berbagai daerah yang memiliki keindahan bawah laut, misalnya Pulau Derawan, Bunaken, Raja Ampat, dan Karimunjawa.

    3. Upacara di Sungai

    Puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) Kali Ngrowo Tulungagung gelar upacara bendera peringatan HUT RI. Upacara berlangsung di tengah sungai.Puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) Kali Ngrowo Tulungagung gelar upacara bendera peringatan HUT RI. Upacara berlangsung di tengah sungai. (Adhar Muttaqin)

    Puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) Kali Ngrowo Tulungagung menggelar upacara bendera peringatan HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021. Upacara ini berlangsung di tengah sungai yang berlokasi di Kelurahan Tertek, Tulungagung ini.

    Baik petugas maupun peserta upacara menceburkan diri dan rela berbasah-basahan demi mengikuti upacara ini. Meskipun setengah bagian tubuhnya terendam air, tetapi upacara tetap berjalan lancar dan khidmat.

    4. Upacara di dalam Goa

    PurbalinggaGoa Lawa, Purbalingga (Vandi Romadhon/detikcom)

    Tak habis-habis kekayaan alam Indonesia untuk dijadikan sebagai tempat upacara. Memperingati HUT RI ke-76, objek wisata Goa Lava di Purbalingga mengadakan acara upacara bendera anti mainstream. Di dalam goa dilakukan pengibaran bendera merah putih pada tiang yang sebelumnya sudah disiapkan.

    Layaknya upacara pada umumnya, dalam kegiatan ini juga ada petugas dan peserta upacara yang terdiri dari karyawan dan pengelola Goa Lava. Sebanyak 30 orang mengikuti upacara di dalam goa ini. Penerangan berupa lampu juga ikut dipasang di dalam goa.

    5. Upacara di Sawah/Kebun

    Petani juga bisa ikut merayakan upacara di kebun atau sawah mereka. Seperti yang dilakukan anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kegiatan upacara kemerdekaan ini dilakukan rutin setiap tahun.

    Mereka mengibarkan bendera dengan memakai pakaian kerja mereka sehari-hari. Selain Tani Sumber Rejeki, ada pula Tani Lewu Taheta yang juga melakukan upacara kemerdekaan setiap tahunnya.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com