Category: Domestik

  • Keajaiban Jembatan Kaca Transparan Pemisah Kebun Teh dan Langit



    Jakarta

    Jembatan kaca Kemuning Sky Hills di Karanganyar, Jawa Tengah menawarkan keajaiban arsitektur dan keindahan alam khas perkebunan teh. Jembatan sepanjang 65 meter dengan komponen utama kaca transparan ini memungkinkan pengunjung melihat langsung di ketinggian 60 meter.

    Selain menawarkan sensasi memandang hamparan perkebunan dari ketinggian, jembatan ini menawarkan keunikan view transparan antara alam dan langit. Pada pagi hari, jembatan dibasahi embun yang menempel di permukaan kaca. Embun dan jembatan kaca memantulkan cahaya matahari menghasilkan bias sinar serta kilauan memukau.

    jembatan kaca Kemuning Sky Hills.Jembatan kaca Kemuning Sky Hills (dok. Instagram @kemuningskyhills)

    Pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran ini berlanjut ke siang hari, ketika matahari mulai naik bersinar terik. Pemandangan sekitar terlihat makin jelas dengan detail yang memikat. Panasnya sinar matahari ternyata tidak menghalangi keinginan untuk menikmati keindahan Kemuning Sky Hills.


    Beranjak senja saat langit menjadi jingga, permukaan jembatan kaca seperti berganti warna seiring perubahan langit. Jingga dipantulkan menjadi aneka warna, misal ungu dan kuning, yang membentuk lukisan alam. Pergantian momen inilah yang bikin kunjungan ke Kemuning Sky Hills tidak terlupakan

    Mengunjungi jembatan kaca Kemuning Sky Hills, setiap orang seperti diajak berhenti sejenak dan menikmati alam. Kemuning Sky Hills telah menjadi magnet bagi fotografer, seniman, dan para petualang yang mencari inspirasi perpaduan kemegahan pemandangan alam dan kecanggihan arsitektur serta teknologinya.

    Kemuning Sky Hills sesungguhnya tidak hanya menawarkan keindahan dan layanan khas spot wisata. Destinasi ini mengajak wisatawan benar-benar menikmati alam, sambil berkreasi bikin konten yang menarik. Jika ada waktu luang, Kemuning Sky Hills sangat wajar masuk dalam wish list tempat wisata yang wajib dikunjungi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rayakan Semarak Kemerdekaan 17 Agustus di Enchanting Valley Puncak Bogor



    Jakarta

    Liburan kemerdekaan menjadi momen yang ditunggu untuk melepas penat dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Tahun ini, Enchanting Valley, destinasi wisata penuh pesona di kawasan Puncak Bogor, menghadirkan beragam aktivitas seru dan promo spesial selama bulan Agustus.

    Mengusung tema ‘Semarak Kemerdekaan di Enchanting Valley’, taman wisata ini menyuguhkan pengalaman menyenangkan di tengah alam yang sejuk dan asri. Menyambut Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, pengunjung bernama ‘Agus’ bisa masuk gratis pada 17 – 18 Agustus 2025, khusus untuk 100 orang pertama setiap harinya. Jangan lewatkan juga beragam promo kejutan lainnya yang sayang untuk dilewatkan!

    Di Enchanting Valley, setiap sudut menghadirkan keajaiban dan petualangan. Wahana seru seperti Super Wheels dan River Zipline cocok untuk pecinta adrenalin. Sementara itu anak-anak bisa bermain bebas di Tree of Life, Petting Zoo, The Playground, dan Pelican Island. Ada pula Tree Top Trail, Nets Play, dan zona interaktif Plaza Carnival yang cocok untuk segala usia.


    Enchanting ValleyLila & The Magical Forest Show Foto: dok. Enchanting Valley

    Tak hanya itu, berbagai pertunjukan juga siap menghibur, mulai dari Animal Education Show, Angklung Show, hingga atraksi andalan Lila and The Magical Forest yang penuh warna dan edukatif.

    “Kami ingin menjadikan momen kemerdekaan ini penuh semangat dan keceriaan, sekaligus menghadirkan pengalaman liburan yang tak terlupakan,” ujar General Manager Enchanting Valley Puncak, Allison Williams dalam keterangan tertulis, Kamis (14/8/2025).

    Ia menambahkan, mulai 17 hingga 31 Agustus, akan ada beragam permainan tematik kemerdekaan di titik-titik tertentu serta pertunjukan spesial bertema Indonesia. Agar liburan ke Enchanting Valley Puncak Bogor semakin nyaman dan menyenangkan, berikut beberapa tips:

    • Siapkan payung atau jas hujan, karena cuaca di Puncak sering berubah.
    • Cek jadwal pertunjukan melalui Instagram @enchantingvalley.bogor agar tidak ketinggalan momen seru.
    • Bawa tumbler sendiri untuk tetap terhidrasi selama menjelajah area outdoor.
    • Jangan lupa mengenakan outfit instagramable karena banyak spot foto menarik di Enchanting Valley!

    Jadi tunggu apa lagi? Yuk ajak keluarga dan sahabat menjelajah keindahan Enchanting Valley di Puncak Bogor, tempat sempurna untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh keceriaan, edukasi, dan petualangan!

    Informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi situs resmi www.enchanting-valley.com atau media sosial Instagram/TikTok @enchantingvalley.bogor.

    (prf/ega)



    Sumber : travel.detik.com

  • 17 Destinasi Wisata dengan Nama Pahlawan Nasional, Ada yang Tersembunyi

    Destinasi wisata ini memiliki ombak tenang, angin sejuk, dan pasir halus yang bikin pengunjung betah main bersama di pesisirnya. Kita juga bisa berkunjung ke Kura-kura Ocean Park berupa akuarium besar, main Spoor Mini, atau naik perahu ke Pulau Panjang.

    Berdiri sebagai oase seni dan kebudayaan di Jakarta, TIM kini menjadi tempat hype yang dikunjungi masyarakat urban. Di sini ada perpustakaan yang Instagramabel, tenang, dan buka 24 jam. Belakangan, komplek TIM jadi spot wisata yang wajib dikunjungi para gen Z di Jakarta dan sekitarnya.

    Pulau di Banda Neira, Maluku ini adalah tempat pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir. Di sini, kita bisa menikmati pemandangan bawah laut yang pastinya mempesona lewat diving atau snorkeling. Tentunya, kita juga bisa sekadar jalan-jalan menikmati keindahan Pulau Hatta.

    Destinasi wisata pendidikan ini menyimpan berbagai jejak perjuangan RA Kartini dalam bidang pendidikan dan emansipasi. Kita bisa melihat langsung ruang kerjanya yang terdiri dari satu set meja dan kursi tamu, kotak surat, anyaman sulam dan mesin jahit kuno.

    Lokasi tak hanya menyimpan jejak sejarah, tapi juga keindahan dan keunikan bangunan khas Sumatra Barat. Di lantai satu ada barang pribadi Tuanku Imam Bonjol misal senjata yang digunakan dalam pertempuran, lukisan, dan silsilah keluarga. Sementara di lantai dua ada barang-barang kuno seperti peralatan dapur, uang kuno, dan keramik antik.

    Spot di Gunung Soemantri ini terletak di bagian barat Barisan Sudirman setinggi 4.870 meter. Puncak dengan salju abadi ini mungkin jadi sala satu impian para pendaki gunung. Namun hanya yang benar-benar kompeten dan punya perlengkapan memadai bisa menjajal Puncak Soemantri.

    Lokasi Puncak Soekarno atau Puncak Jaya di Gunung Carstensz bukan destinasi untuk semua orang. Terletak setinggi 4.884 meter, Puncak Soekarno adalah salah satu spot tertinggi dunia dengan salju abadi di atasnya. Pendaki yang ingin menjajal atap dunia ini harus punya kualifikasi khusus dan dibekali perlengkapan memadai serta rencana perjalanan yang matang.

    Wilayah yang tergabung dengan Kabupaten Merauke ini punya beberapa nama lain yaitu Pulau Kolepom, Pulau Dolok, atau Pulau Kimaam sesuai dengan nama suku yang menghuni. Warga di sini punya tradisi Ndambu atau bersaing sehat saat masa panen tiba. Penduduk memperlihatkan hasil panen yang paling banyak atau besar untuk ditentukan sebagai pemenang.

    Patung salah satu pahlawan nasional ini terletak di bagian barat kawasan Monumen Nasional (Monas). Sosok MH Thamrin semasa hidup dikenal sebagai orang Betawi yang aktif dalam pergerakan nasional bidang politik dan sosial. Dia adalah anggota volksraad (Dewan Rakyat Hindia Belanda), pendiri Perkoempoelan Kaoem Betawi, dan Partai Indonesia Raya (Panindra).

    Destinasi wisata sejarah dengan nama lain Museum Dewantara Kirti Griyaini menyimpan koleksi yang berkaitan dengan hidup Ki Hajar Dewantara. Di sini ada perabot rumah tangga, naskah, foto, koran, buku, majalah, surat-surat, dan benda-benda lainnya. Museum juga menjadi saksi bisu lahirnya Sumpah Pemuda.

    Kawasan ruang terbuka hijau ini dulunya adalah Monumen Van Heutsz yang didedikasikan untuk Letnan Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz dari Belanda. Dia adalah tokoh militer yang berperan penting dalam penaklukan Aceh. Monumen ini dihancurkan tahun 1953 dan menjadi salah satu taman dan ruang terbuka hijau populer di Jakarta.

    Spot wisata ini dibuat untuk menghormati Si Jalak Harupat yang diculik dan dibunuh pada 1945. Warga Bandung dan sekitar bisa olahraga bersama, jalan-jalan, atau sekadar duduk santai. Di sekitar taman ini ada sejarah dan informasi terkait kehidupan pahlawan yang kerap disapa Otista ini.

    Monumen ini berada di dalam Taman Dewi Sartika yang merupakan bagian dari Balai Kota Bandung. Dewi Sartika adalah sosok pahlawan yang aktif dalam bidang pendidikan khususnya untuk perempuan. Patung Dewi Sartika mengingatkan pentingnya nilai perjuangan dan pendidikan untuk masyarakat Indonesia.

    Wisata sejarah ini adalah penghormatan atas jasa dan perjuangan Pahlawan Nasional Panglima Besar Jenderal Sudirman. Museum terdiri dari dua lantai dengan bagian bawah berisi diorama, foto-foto perjuangan, dan duplikat peninggalan Jenderal Soedirman. Sedangkan bagian atas menampilkan relief sejarah perang kemerdekaan 1945, perjuangan Jenderal Soedirman dalam merebut Yogyakarta, dan patung Jenderal Soedirman di atas kuda.

    Di dalam ruangan museum ini ada barang-barang yang dulunya dipakai Pangeran Diponegoro. Barang tersebut antara lain satu meja, empat kursi, meja lainnya untuk perundingan, serta tempat salat. Koleksi lainnya adalah Al-Quran, Kitab Taqrib yang berisi siasat perang, serta lukisan dari Daud Yusuf dan Raden Saleh tentang Pangeran Diponegoro.

    Destinasi ini sebetulnya adalah Grha Bung Karno yang dibangun Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Gedung ini dibuka untuk publik dengan fasilitas lengkap berupa area VVIP, ruang rapat, family room, ruang rias di belakang, katering, dan fasilitas pendukung lainnya.

    Museum ini adalah cagar budaya milik Roekiyem Soepratijah, kakak WR Supratman, sekaligus tempat pencipta Indonesia Raya ini menghembuskan napas. Dalam rumah ini hanya terdapat dua kamar tidur di sisi kanan dan ruang tamu di sisi kiri. Di ruang tamu terpampang foto-foto WR Soepratman bersama keluarga dan teman dekat.

    Simak Video “Video Purwacaraka Soroti Biaya Sewa TIM: Sejak Kapan BUMD Ambil Profit?
    [Gambas:Video 20detik]



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata di Kota Pahlawan, 10 Jejak Sejarah Kemerdekaan Indonesia di Surabaya

    Lokasi: Jl. Pemuda Nomor 39, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

    Mulai dibuka untuk umum pada 1998, Monkasel adalah bukti sejarah dahsyatnya perang laut yang dihadapi Indonesia untuk mempertahakankan kedaulatan. Monumen ini sebelumnya adalah kapal selam KRI Pasopati yang mulai diistirahatkan pada 26 Januari 1990.

    Sebelumnya, KRI Pasopati 410 berpartisipasi dalam Operasi Trikora untuk mengembalikan Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi. Tugas utamanya adalah mengangkut senjata dan personel militer ke garis tempur tanpa diketahui musuh. KRI juga bertugas memberikan serangan balik, melindungi konvoi kapal, dan menjalankan misi rahasia. Setelah 28 tahun bertugas sejak 1962 dan mengalami kerusakan parah, KRI Pasopati 410 dipensiunkan.

    Lokasi: Jl. Pahlawan, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jawa Timur

    Monumen setinggi 41,15 meter ini adalah bentuk penghargaan dan menghormati jasa Arek-arek Surabaya saat perang 10 November 1945. Perang usai proklamasi kemerdekaan tersebut melawan sekutu dan Belanda yang ingin menaklukkan Indonesia.

    Perang ini menewaskan 20 ribu pejuang Indonesia, serta korban luka dan hilang yang tidak terdata. Selama dua minggu berperang, rakyat Surabaya menunjukkan keberanian dan semangat meski dengan perlengkapan minim. Dipimpin Bung Tomo, Komandan BKR Mayjen Sungkono, dan KH Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan resolusi jihad, para pejuang mengangkat senjata serta melakukan taktik gerilya hingga sekutu menyerah.

    Lokasi: Jl. Jembatan Merah, Krembangan Selatan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, Jawa Timur

    Jembatan Merah adalah spot penting dalam Pertempuran Surabaya 10 November. Komandan tentara sekutu Jenderal AWS Mallaby tewas dekat Jembatan Merah yang kemudian memicu perang. Jembatan Merah juga menjadi titik pertempuran pejuang Surabaya melawan sekutu dan Belanda.

    Fisik jembatan yang memang berwarna merah ini dibangun VOC sekitar tahun 1809 untuk mempermudah jalur perdagangan di Sungai Kalimas. Jembatan awalnya berbahan kayu yang terus diperbaiki hingga menggunakan besi, sesuai kebutuhan sekarang. Hingga saat ini, Jembatan Merah di Kota Lama Surabaya masih digunakan masyarakat.

    Lokasi: Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur

    Bangunan ini adalah saksi bisu kejamnya era kolonialisme terhadap kehidupan rakyat Indonesia. Sejumlah Pahlawan Nasional pernah merasakan dindingnya yang dingin dan kejamnya neraka di atas bumi tersebut. Mereka adalah WR Soepratman, HOS Tjokroaminoto, dan dr Mustopo dari BKR.

    Para napi Penjara Kalisosok dirantai dengan bandul bola besi di pergelangan kaki dan memperoleh stempel G (Gevangene=napi) pada tangan. Tekanan fisik, mental, dan penyebaran penyakit kolera serta pes mengakibatkan para tahanan mati lalu dikubur di Makam Peresan.

    Lokasi: Jl. Pahlawan 120, Krembangan Selatan, Krembangan

    Bangunan cagar budaya ini dulunya adalah perusahaan NV Lindetes Stokvis yang menguasai bisnis, jasa, industri, dan perdagangan. Gedung yang dibangun pada 1913 ini sempat digunakan sebagai bengkel kendaraan perang dan gudang senjata semasa pendudukan Jepang. Gedung ini menjadi Kitahama Butai karena luas dan pernah jadi pabrik konstruksi baja.

    Selanjutnya, bangunan beberapa kali beralih fungsi di era usai kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1993, gedung pernah digunakan untuk operasional Bank Niaga dan Bank Dagang Negara (BDN). Sejak tahun 2001, gedung digunakan Bank Mandiri Cabang Surabaya Pahlawan hingga kini. Bangunan ini menjadi landmark Surabaya karena unik dan terletak di posisi strategis.

    Lokasi: Jl. Tunjungan Nomor 1, Genteng, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

    Dulu, Gedung Siola adalah adalah bangunan toserba asal Inggris bernama Whiteaway Laidlaw di bawah perusahaan Whiteaway Laidlaw & Co. Di tahun 1900an, Whiteaway menjadi pusat pertokoan terbesar di Hindia Belanda dan bikin pengunjung yang sempat datang sangat terkesan.

    Selepas proklamasi, gedung ini sempat jadi area bertahan Arek-arek Surabaya saat perang 10 November 1945. Seiring waktu, gedung berubah fungsi hingga mendapatkan namanya sebagai Siola. Nama tersebut adalah kependekan dari tiga nama Soemitro, Ing Wibisono, Ong Liem Ang yang membuat gedung ini sebagai landmark Jalan Tunjungan. Gedung Siola sempat jadi mall pelayanan publik sebelum jadi Museum Surabaya yang berisi koleksi terkait sosial budaya Kota Surabaya.

    Lokasi: Jl. Jayengrono, dekat Jembatan Merah Plaza, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur

    Gedung dengan nama lengkap Internationale Crediten Handelvereeninging dulunya adalah perusahaan investasi dan pengelolaan perdagangan untuk menarik pebisnis Hindia Belanda. Bangunan yang mulai berdiri tahun 1927 dan selesai pada 1931 ini menjadi saksi awal meletusnya Pertempuran 10 November.

    Ketika sekutu datang pada 25 Oktober 1945, Gedung Internatio menjadi markas pasukan sekutu yang dipimpin Mayor V Gopal. Bangunan ini menjadi saksi tewasnya Mallaby dalam keadaan chaos di halaman Gedung Internatio. Ketika itu, warga Surabaya tidak yakin dengan komitmen sekutu yang mengklaim datang tidak untuk perang. Apalagi, tiba-tiba meletus tembakan yang mengarah pada kerumunan warga Surabaya yang dilanjutkan dengan lemparan granat pada mobil Mallaby.

    Lokasi: Jl. Tunjungan Nomor 65, Genteng, Kecamaatn Genteng, Surabaya, Jawa Timur

    Hotel bintang lima yang berdiri sejak tahun 1942 ini masih aktif hingga sekarang. Berdiri sejak 1942, hotel ini menyaksikan sendiri era pendudukan Belanda, Jepang, hingga berhasil merdeka. Di tahun-tahun pertama berdiri, hotel ini bernama Oranje yang dikelola Sarkies Family.

    Selanjutnya, hotel ini berganti nama menjadi Yamato yang menjadi hotel sekaligus headporter atau base camp saat pertempuran. Hotel ganti nama menjadi Merdeka selepas proklamasi, lalu Majapahit sekitar tahun 1969 hingga kini. Kendati melewati berbagai era, pengelola mempertahankan tampilan fisik dan keramik yang menjadi ciri khasnya sebagai bangunan Belanda.

    Lokasi: Jl. Rajawali Nomor 7, Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur

    Seperti namanya, gedung ini punya menara yang mirip cerutu saat dibakar. Awalnya, gedung ini adalah kantor perusahaan gula NV Maatschappij Tot Exploitatie van Het Bureau Gebroeders Knaud. Selanjutnya, bangunan yang berlokasi depan Gedung Internatio ini sempat jadi kantor Said bin Oemar Bagil dan Bank Bumi Daya. Sejak tahun 2009, gedung menjadi cagar budaya hingga kini.

    Lokasi: Jl. Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

    Tempat bersejarah di Surabaya ini menyimpan cerita perundingan antara Ir Soekarno dengan Jenderal DC Hawthorn dari sekutu. Presiden pertama RI ini berusaha mendorong sekutu berdamai dan menghentikan gencatan senjata. Gedung ini berdiri sejak 1975 dengan gaya Romawi.

    Simak Video “Video: Melihat Teatrikal Parade Surabaya Juang Peringati Hari Pahlawan
    [Gambas:Video 20detik]



    Sumber : travel.detik.com

  • Ulasan Destinasi Bersejarah di Jogja, dari Benteng Vredeburg-Monjali



    Yogyakarta

    Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), seperti namanya kota ini begitu istimewa dan selalu punya cerita. Yogyakarta juga punya andil besar dalam kemerdekaan RI dengan bukti tinggalan sejarahnya.

    Berbagai situs bersejarah terkait perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah masih terawat. Bahkan, kini ada museum untuk mengenang perjuangan itu.

    Bangunan atau tempat bersejarah bahkan dibuka sebagai tempat wisata. Mulai dari peninggalan keraton sampai penjajahan Belanda, wisata sejarah Jogja punya banyak pilihan.


    5 Wisata Sejarah Jogja

    1. Museum Benteng Vredeburg

    Museum Benteng Vredeburg, Jogja. Foto diunggah pada Selasa (10/10/2023).Museum Benteng Vredeburg, Jogja. (Anandio Januar-Novi Vianita/detikJogja)

    Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari Selasa – Minggu (08.00 WIB – 15.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Rp 2.000 (anak), Rp 3.000 (dewasa), dan Rp 10.000 (turis asing)

    Museum Benteng Vredeburg dibangun pada 1765 oleh pemerintah Belanda. Museum ini awalnya adalah benteng pertahanan dari serangan Kraton Yogyakarta.

    Di dalam museum ini, kamu akan menemukan sejumlah koleksi, seperti diorama yang menceritakan perjuangan rakyat pra-proklamasi, bangunan-bangunan peninggalan Belanda, serta benda-benda bersejarah lainnya yang sangat khas dengan budaya masa lalu.

    2. Situs Warungboto

    Situs Warungboto Jogja. Foto diambil Senin (3/9/2023).Situs Warungboto Jogja. (Anandio Januar/detikJogja)

    Lokasi: Jalan Veteran No. 77, Kalurahan Warungboto, Kêmantrèn Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

    Buka: Setiap hari (08.00 WIB – 17.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Gratis

    Situs Warungboto merupakan wisata sejarah yang memiliki banyak nama lain, yakni Umbul Warungboto, Pesanggrahan Warungboto, dan Pesanggrahan Rejowinangun. Banyaknya nama ini bisa jadi karena situs ini berada di dua kalurahan yang berbeda.

    Dikutip dari website resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, situs bersejarah ini dulunya dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono II ketika beliau sedang menjadi putra mahkota pada periode 1765-1792. Selain menjadi tempat beristirahat, Pesanggrahan Rejowinangun juga merupakan sebuah benteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

    Pesanggrahan ini juga dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun di sisi timur. Sementara, di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dan dua kolam pemandian.

    3. Keraton Yogyakarta

    Keraton YogyakartaKeraton Yogyakarta (Pradita Utama/detikTravel)

    Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari (08.30 WIB – 14.00 WIB)

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 5.000 – Rp 15.000 per orang.

    Salah satu wisata sejarah di Jogja yang wajib kamu kunjungi tentu saja Keraton Yogyakarta. Tempat wisata sekaligus salah satu ikon kota ini memiliki nama asli Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hingga kini, istana ini masih dihuni oleh para keturunan raja-raja Yogyakarta.

    Tidak hanya melihat bangunan bersejarah saja, kamu juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan atau upacara adat yang masih sering dilakukan oleh pihak keraton. Jika masuk ke dalam, kamu juga akan menemukan barang-barang pusaka peninggalan zaman dulu.

    Barang-barang pusaka tersebut misalnya seperti kereta kencana, keris, tombak, ampilan, panji-panji, pelana kuda, dan regalia. Tak heran, lokasi ini juga sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia.

    4. Taman Sari Keraton Yogyakarta

    Wisatawan berfoto di halaman Tamansari Yogyakarta, Sabtu (26/6/2021). Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X menutup sementara wisata milik Keraton Yogyakarta antara lain Museum Kereta Keraton, Kompleks Pagelaran, Keben/Kompleks Kedhaton (Museum Keraton), Tamansari, serta Puralaya Imogiri dan Kotagede selama satu pekan mulai Sabtu (26/6) hingga Jumat (2/7) untuk menekan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.Wisatawan berfoto di halaman Tamansari Yogyakarta, Sabtu (26/6/2021). (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

    Lokasi: Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

    Buka: Setiap hari (09.00 WIB – 15.00 WIB)

    Harga tiket masuk: Rp 5.000 per orang.

    Wisata sejarah di Jogja lainnya yang wajib kamu kunjungi adalah Kampung Wisata Taman Sari. Bangunan yang sudah ada sejak abad ke-17 ini dibangun pada masa kesultanan Hamengkubuwono I dengan lama waktu pengerjaan sekitar 9 tahun (1758 hingga 1765).

    Dulunya, bangunan ini memiliki luas awal 10 hektar dengan 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks kolam pemandian, pulau buatan, danau buatan, jembatan gantung, taman, lorong bawah tanah, kanal air, serta beberapa gedung dengan beragam arsitektur.

    Kini, salah satu bangunan yang masih tersisa dan bisa kamu nikmati adalah masjid bawah tanah. Masjid yang sangat populer di kalangan wisatawan ini sukses menjadi spot favorit untuk mengabadikan momen liburan yang menyenangkan.

    5. Monumen Yogya Kembali

    Pemasangan bendera raksasa di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Rabu 29 Juni 2016Pemasangan bendera raksasa di Monumen Yogya Kembali (Monjali), Rabu 29 Juni 2016 (Sukma Indah P/detikcom)

    Lokasi: Jl. Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman

    Buka: Setiap hari Selasa – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB.

    Harga tiket masuk: mulai dari Rp 10.000 – Rp 15.000 per orang.

    Museum ini mulai dibangun pada 29 Juni 1985 dan diresmikan pada 6 Juli 1989 oleh Presiden Soeharto.

    Museum ini didirikan dengan tujuan untuk memperingati peristiwa sejarah ditariknya tentara kolonial Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta pada 29 Juni 1949, yang sekaligus juga menjadi penanda berfungsinya kembali Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia yang direbut dari penjajah Belanda.

    Gagasan awal pendirian Museum Monjali disampaikan oleh Kolonel Sugiarto dalam peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan pada 29 Juni 1983.

    Keunikan Museum Monjali terletak pada struktur bangunannya. Bangunan Monjali berbentuk kerucut yang terdiri dari 3 lantai. Bentuk bangunan yang unik ini sangat ikonik dan telah menjadi ciri khas dari Museum Monjali.

    Selain itu, keunikan lain dari Museum Monjali adalah bangunan induk museum yang dikelilingi oleh kolam ikan.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Unik Pantai Duduk, Ternyata Berasal dari Upeti Kerajaan Lombok



    Lombok Barat

    Lombok tak hanya punya pantai Kuta Mandalika, ada juga pantai Duduk yang punya sejarah unik tentang upeti zaman kerajaan. Bagaimana kisahnya?

    Pantai yang hanya berjarak 20 menit dari Kota Mataram ini terletak di Dusun Duduk, Desa Batu Layar Barat, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi tepatnya berada setelah tikungan Batu Layar di depan Crystal Cafe.

    Pantai Duduk memadukan wisata pantai yang penuh dengan ketenangan, keindahan alam, kuliner dan aktivitas wisata yang seru. Dengan segala keunggulan itu, pantai Duduk patut masuk daftar kunjungan jika liburan ke Lombok.


    Sejarah Pantai Duduk

    Banyak orang mengira bahwa pemberian nama ‘duduk,’ berkaitan dengan tersedianya banyak tempat duduk oleh warung atau lapak yang berjualan di Pantai Duduk.

    Namun siapa sangka, nama ‘duduk’ sendiri berasal dari kata ‘dudukan,’ yang bagi warga lokal diartikan sebagai ‘pungutan’ dalam bahasa Indonesia.

    Kasirim, salah satu warga lokal, mengatakan bahwa kata ‘Dudukan’ tersebut merujuk pada tindakan kerajaan pada masa lampau.

    Pada zaman itu, orang-orang selalu mengambil pungutan terhadap warga yang memasuki kawasan Pantai Duduk setiap kali mereka akan beraktivitas.

    “Dudukan itu bagi kami adalah pungutan, ya semacam upeti lah yang dipungut oleh pihak kerajaan pada zaman dulu ke nenek moyang kita yang memasuki kawasan ini, karena ini dulu hutan sebenarnya. Makanya disebut Dusun Duduk, Pantai Duduk Sekarang,” jelas pria berusia sekitar 70 tahun tersebut, Minggu (10/8).

    Mantan Kepala Dusun Duduk periode 2003-2018 itu mengatakan, bahwa sejarah penamaan tersebut merupakan cerita yang sudah turun temurun diwariskan dari orang tua zaman dahulu di wilayah itu.

    Daya Tarik Wisata Pantai Duduk

    1. Sunset dengan View Gunung Agung

    Pantai Duduk tidak hanya memberi ruang bagi siapa pun untuk sekadar duduk, menarik napas panjang, dan membiarkan alam bercerita lewat sisiran ombak, pasir, dan langit biru.

    Pantai ini menawarkan panorama alam yang memukau. Pesona utamanya adalah pemandangan matahari terbenam yang indah, berpadu dengan siluet megah Gunung Agung di Bali yang terlihat jelas dari bibir pantai.

    2. Bisa Sewa Kuda

    Jika bosan dengan aktivitas duduk dan hanya menatap senja, tenang! Karena pantai ini juga menyediakan aktivitas lain yang tak kalah serunya.

    Pantai duduk sendiri menyediakan tempat penyewaan kuda bagi siapapun yang hendak menjajaki bibir pantai sembari menikmati angin laut. Fasilitas penyewaan ini juga sudah didampingi profesional, sehingga pengunjung tak perlu khawatir jika masih tergolong pemula dalam hal menunggangi kuda.

    3. Wisata Kuliner

    Kurang afdal rasanya jika hanya duduk dan sekedar menatap senja. Sebab, Pantai Duduk juga menyediakan berbagai macam kuliner yang bisa disantap sembari menikmati suasana.

    Mulai dari hidangan laut bakar, kelapa muda segar, kopi hingga jajanan ringan lainnya, siap memanjakan lidah pengunjung.

    4. Bisa Kemah di Pantai Duduk

    Pantai Duduk sangat dikenal dengan kebersihan lingkungannya, sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.

    Pantai ini juga menyediakan area perkemahan yang dapat digunakan oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana hingga malam hari di tepi pantai.

    Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Duduk

    Dengan kombinasi panorama yang memanjakan mata, aktivitas seru, kuliner yang beragam, dan kebersihan yang terjaga. Pantai Duduk layak menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan.

    Suasana pantainya tenang, namun tetap menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Tak seperti pantai Kuta Mandalika yang sudah mainstream, pantai Duduk layak disebut hidden gem.

    Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 10.000 per mobil dan Rp 5.000 per motor, pengunjung sudah bisa memasuki kawasan pantai ini.

    Pantai ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 Wita sampai 21.00 Wita. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari ketika udara masih sejuk dan sore hari menjelang matahari terbenam.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Staycation Mewah di Bandung dengan Harga Hemat, Cek Promonya di Sini!



    Bandung

    Kalau kamu mencari liburan singkat yang nyaman, mewah, dan penuh pengalaman seru, The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik.

    Berlokasi strategis di jantung Kota Bandung, hotel bintang lima ini dikenal sebagai ikon kemewahan dengan pelayanan personal kelas dunia.

    Kini, detikcom menghadirkan penawaran spesial bagi kamu yang memesan melalui transhotelgroup.com/detik.


    The Trans Luxury Hotel menawarkan kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang unik, dan akses langsung ke kawasan hiburan terpopuler seperti Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall.

    Sebagai destinasi ramah keluarga, hotel ini juga memiliki White Sandy Beach Pool yang memungkinkan anak-anak bermain pasir layaknya di pantai, heated pool yang nyaman untuk berenang di udara sejuk Bandung, serta jacuzzi yang siap memanjakan tubuh.

    Bagi yang ingin relaksasi menyeluruh, The Spa menawarkan perawatan dengan terapis profesional yang didatangkan langsung dari Bali.

    Menginap di sini, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, lalu bersantai di tepi kolam sambil menikmati udara segar Bandung.

    Siang hari, lanjutkan keseruan dengan berbelanja di Trans Studio Mall atau mencoba wahana di Trans Studio Bandung.

    Untuk penutup yang romantis, nikmati makan malam istimewa di The 18th Restaurant and Lounge sambil memandangi indahnya city lights Bandung.

    The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, melainkan destinasi untuk menciptakan momen berkesan bersama keluarga, pasangan, atau rekan bisnis.

    Segera pesan sekarang melalui transhotelgroup.com/detik dan nikmati perpaduan sempurna antara kemewahan, kenyamanan, dan harga hemat.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Merdeka Big Sale Sisa 2 Hari! Trans Snow Bintaro Cuma Rp 89.000



    Tangerang Selatan

    Trans Snow World Bintaro menghadirkan sensasi salju seru di tengah tropis tanpa harus keluar negeri.

    Terletak di Trans Park Mall Bintaro lantai 3, tempat ini menjadi pilihan favorit untuk liburan keluarga, teman, atau pasangan yang ingin merasakan suasana musim dingin tanpa meninggalkan Jakarta.

    Mulai tanggal 16–18 Agustus 2025, ada Merdeka Big Sale dengan harga hanya Rp 89.000 untuk setiap pembelian dua tiket.


    Harga ini sudah mencakup akses ke wahana Chair Lift dan penyewaan sepatu boots, praktis dan lengkap! Tiket dapat dibeli secara online melalui situs resmi di www.transentertainment.com.

    Wahana Favorit yang Wajib Dicoba Chair Lift Nikmati pemandangan salju dari atas dan sebagai alat transportasi dalam arena.

    Snow Playground

    Tempat seru untuk bikin snowman atau perang bola salju yang cocok untuk anak-anak.

    Snow Tubing

    Sensasi meluncur di salju dengan tube atau sled yang menegangkan.

    Zorb Ball

    Masuk bola raksasa dan berguling di atas salju, unik dan menyenangkan.

    Spot foto & salju buatan

    Banyak sudut Instagramable lengkap dengan salju buatan dan hiasan bertema alpine.

    Yuk segera beli tiketnya di www.transentertainment.com!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kenangan Masa Kolonial hingga Merdeka


    Jakarta

    Kompleks Kota Tua Jakarta adalah kawasan wisata sejarah dan budaya yang sangat populer sekaligus ikonik. Main ke Jakarta sangat sayang jika sampai melewatkan wisata ke Kota Tua Jakarta yang Instagramable dan selalu berbenah. Foto Kota Tua Jakarta cocok banget buat update status dan feed di medsos.

    5. Hidden Gem Kota Tua Jakarta

    Sejarah Kota Tua Jakarta berawal di tahun 1619 saat Jayakarta direbut Belanda dan diubah namanya menjadi Batavia. Kota Tua Jakarta adalah pusat pemerintahan dan kantor pusat perusahaan perdagangan Belanda VOC. Seiring waktu, Kota Tua Jakarta menjelma menjadi destinasi sejarah dan budaya populer.

    Beberapa spot di Kota Tua dikenal sebagai hidden gem, meski bukan sepenuhnya tersembunyi. Spot ini cocok untuk dieksplor lebih jauh untuk memperoleh konten medsos atau bahan obrolan baru.


    1. Lighting Art Kota Tua Jakarta

    Pengunjung berpose saat foto di Lighting Art Kota Tua, Jakarta, Kamis (3/4/2025).Lighting Art Kota Tua, Jakarta (dok. Grandyos Zafna)
    • Jam buka: setiap hari 10.00-21.00
    • Harga tiket: anak Rp 40 ribu, dewasa Rp 45 ribu hanya bisa dibeli on the spot alias offline
    • Lokasi: Gedung Dharma Niaga lantai 3 Jl. Kali Besar Timur 4, RT 7/RW 7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Wahana yang tersedia mulai Jumat (28/3/2025) ini menyediakan lebih dari 20 ruangan penuh cahaya, yang bikin foto makin estetik. Waktu kunjungan tak terbatas, sehingga kita bisa berlama-lama ambil foto super estetik di tiap spotnya. Kita sebaiknya datang lebih pagi supaya bisa mencoba lebih banyak ruang penuh cahaya.

    “Super aesthetic dan murah banget untuk destinasi sebagus ini. Antreannya saat weekend cukup panjang dan ada beberapa spot foto yang harus antri dengan durasi waktu. Kita bisa membawa tripod untuk pengambilan foto atau video. Ada staf juga yang bisa bantu,” tulis akun Bellia Magdhalena dalam google review.

    2. Magic Art 3D Museum

    Magic Art 3D MuseumMagic Art 3D Museum (dok. Tiara Rosana/detikcom)
    • Jam buka: Senin-Jumat: 10.00-18.00, Sabtu-Minggu: 10.00-19.00
    • Harga tiket: anak (0-16 tahun) Rp 60 ribu, dewasa Rp 80 ribu bisa diperoleh online dan offline
    • Lokasi: Gedung Kerta Niaga 1 Unit GF, Jl. Kali Besar Timur Nomor 9, Pinangsia, Kota Tua, Jakarta Barat

    Destinasi wisata ini punya 100 lukisan mural dengan ilusi optik tiga dimensi, yang sangat seru buat jadi spot foto. Lukisan 3D perlu treatment khusus selama pembuatan hingga perawatan agar dimensi panjang, lebar, tingginya terjaga dan bisa disaksikan pengunjung. Karena itu, pengunjung yang mau masuk zona lukisan 3D wajib lepas sepatu lebih dulu.

    “Tempat ini worth it buat cari hiburan seru dan spot foto kece. Masuk ke sini agak tersembunyi juga dan harus tanya-tanya security. Usahakan kali mau ke sini minimal ada teman untuk bantu foto-foto dan biar bisa ikut seru-seruan,” tulis akun Mutia Triana dalam akun google review.

    3. Kedai Seni Djakarte

    kedai seni djakarteKedai Seni Djakarte (dok. Devi S. Lestari/detikFood)
    • Jam buka: Senin tutup. Selasa 10.00-19.00 Rabu-Minggu 10.00-20.00
    • Tarif per orang: Rp 25-50 ribu bergantung jumlah dan harga pesanan
    • Lokasi: Pintu Besar Utara Jl. Taman Sari Raya Nomor 17 RT 4/RW 6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Kedai ini sebetulnya mudah terlihat saat masuk kompleks Kota Tua Jakarta, meski baru dikunjungi setelah lelah muter-muter. Di sini ada beragam menu Nusantara dan fusion plus art performance di sekitar resto dan di dalam. Kita bisa ngopi, ngemil, atau makan hidangan berat di sini.

    “Tempatnya estetik banyak ornamen antik dan suasananya nyeni banget, bener-bener pas dengan vibe Kota Tua. Harga makanan terjangkau untuk kafe di destinasi wisata. Staff ramah menyambut tamu. Ada ruang berAC juga cocok buat yang pengen ngadem,” tulis akun google Yanti Mandasari.

    4. Museum Wayang

    Museum Wayang dengan wajah baruMuseum Wayang dengan wajah baru (dok. Syanti Mustika/detikcom)
    • Jam buka: Senin tutup, Selasa-Minggu 09.00-15.00
    • Harga tiket: anak weekdays Rp 5 ribu dan weekend Rp 5 ribu, dewasa weekdays Rp 10 ribu dan weekend Rp 15 ribu
    • Lokasi: Kawasan Kota Tua Jl. Pintu Besar Utara Nomor 27, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat

    Museum wayang menyimpan 6.800 koleksi dari seluruh Indonesia dari berbagai bahan. Koleksi ini terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber, dan gamelan. Di sini juga ada ruang immersif tempat kita bisa menikmati game interaktif, foto, menikmati permainan bersama AI.

    “Baru sekali ke Museum Wayang, jujur bagus banget loh. Awalnya agak underestimate karena dari luas kaya bapuk, tapi pas masuk ternyata bagus dan wayangnya tersimpan dengan baik. Ruangannya bagus, bersih, adem, sama sekali nggak horor. Highly recommended, apalagi tiketnya murah dan bikin main pinter,” tulis akun google Caroline.

    5. Rumah Akar

    Rumah Akar BataviaRumah Akar Batavia (dok. Instagram akarbatavia)
    • Lokasi: Jl. Kali Besar Timur Nomor 19, Jakarta Barat

    Spot hidden gem ini tidak terbuka untuk umum, artinya hanya tersedia untuk yang reservasi lebih dulu. Biasanya, pemesan hendak melakukan sesi foto untuk pernikahan atau keperluan lain dan ingin latar yang dramatis. Seperti namanya, rumah akar berisi akar-akar tumbuhan yang menjuntai berukuran besar yang mungkin berusia ribuan tahun.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Terbatas! Main Salju di Trans Snow World Bekasi Cuma Rp 65.000!



    Bekasi

    Nikmati sensasi salju di Bekasi tanpa bikin dompet meringis.

    Mulai tanggal 16–18 Agustus 2025, Trans Snow World Bekasi menghadirkan promo menarik, beli 3 tiket, hanya bayar Rp 65.000 per orang.

    Ajak keluarga atau teman, dan pesta salju bisa mulai! Periode promo terbatas, buruan cek dan booking di situs resmi Trans Entertainment.


    Info Lengkap & Faktual dari Trans Snow World Bekasi

    Lokasi & Akses

    Trans Snow World Bekasi berada di Jalan Cut Mutia Nomor 180, Bekasi, Jawa Barat.

    Jam Operasional

    Weekdays (Senin–Jumat): 11.00–19.00 WIB Akhir Pekan & Libur: 10.00–20.00 WIB

    Jadi, pas banget kalau kamu pengin main makin puas atau hindari antrian, datang pagi atau menjelang tutup.

    Wahana & Fasilitas Seru di Dalam Dunia Salju

    Trans Snow World Bekasi adalah taman salju indoor terbesar di Indonesia, dibuka sejak Maret 2019, mencakup area bermain seluas ±6.500 m² dengan salju buatan nyata. Berikut atraksi yang bisa kamu coba:

    • Snow Tubing: seluncuran seru dengan ban tiup
    • Ski & Snowboarding: lengkap dengan peralatan dan pelatih pemula
    • Chairlift: gondola ringan untuk pemandangan area salju–gratis, sudah termasuk tiket
    • Snow Playground: bangun boneka salju, lempar bola salju, foto kece
    • Hujan Salju Buatan: beberapa kali setiap hari jadi momen magis Tropis–Salju

    Fasilitas pendukung seperti toilet, mushola, restoran/food court, area parkir, ATM, wifi, bahkan merchandise seperti jaket, tumbler, souvenir tersedia lengkap.

    Segera amankan tiketnya sekarang di www.transentertainment.com!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com