Category: Domestik

  • 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia, Saksi Bisu Masa Kolonial-Kemerdekaan



    Jakarta

    Indonesia ternyata punya banyak penginapan atau hotel yang bernilai sejarah, terutama terkait masa Kolonial dan Kemerdekaan. Berikut 5 di antaranya:

    Bangunan bersejarah tidak hanya gedung-gedung pemerintahan, hotel-hotel atau penginapan juga banyak yang dibangun sejak ratusan tahun silam. Buktinya ada di beberapa hotel berikut ini.

    Hotel-hotel ini tersebar di berbagai kota di Indonesia. Masing-masing punya kisah dan perannya sendiri dalam sejarah.


    Berikut 5 Penginapan Bersejarah di Indonesia:

    1. Hotel Majapahit

    Teatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit SurabayaTeatrikal Perobekan Bendera di Hotel Majapahit Surabaya Foto: Aprilia Devi

    Menyebut hotel atau penginapan bersejarah, tentu tidak bisa dilepaskan dari Hotel Majapahit di Surabaya. Hotel ini sudah ada sejak tahun 1910 dan dibangun oleh Lucas Martin Sarkies.

    Awalnya, hotel ini bernama Oranje Hotel. Ketika Indonesia dikuasai Jepang, hotel ini berubah nama menjadi Yamato Hoteru atau Hotel Yamato.

    Hotel ini pun menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu perobekan bendera Belanda yang berwarna Merah-Putih-Biru menjadi Merah-Putih saja.

    Kala itu, tepatnya pada 19 September 1945, Mastiff Carbolic mengibarkan bendera Belanda di puncak hotel ini. Namun, hal itu malah memicu kemarahan Arek-arek Suroboyo. Dengan gagah berani, mereka memanjat tiang bendera di hotel ini dan merobek bendera Belanda itu hingga menjadi bendera merah putih.

    2. Hotel Savoy Homann

    Hotel Savoy HomannHotel Savoy Homann Foto: (Siti Fatimah/detikcom)

    Beranjak ke Bandung, ada hotel Savoy Homann yang tak kalah bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu peristiwa sejarah, yaitu Konferensi Asia Afrika.

    Pada tahun 1955, hotel ini menjadi tempat peristirahatan Presiden Sukarno dan kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika lainnya.

    Hotel Savoy Homann dibangun pada tahun 1937 oleh arsitek A.F Albers. Namun bangunan hotel sebenarnya sudah ada sejak tahun 1871. Hotel ini dibangun dengan gaya art deco dan menghadap langsung ke Jalan Asia Afrika Bandung.

    3. Hotel Indonesia Kempinski

    Meski tidak setua hotel-hotel lainnya, tapi Hotel Indonesia Kempinski layak untuk disebut bersejarah. Keberadaan hotel ini awalnya diprakarsai langsung oleh Presiden Sukarno.

    Presiden Sukarno bahkan sangat menyukai restoran Signatures yang ada di hotel ini. Hotel Indonesia pertama kali diresmikan pada tahun 1962 untuk menyambut ajang Asian Games IV.

    Pada tahun 2004, hotel ini dikelola oleh Kempinski Group, sehingga namanya menjadi Hotel Indonesia Kempinski. Hotel ini pun menjadi tempat menginap favorit pejabat tinggi negara dan tamu-tamu penting kenegaraan lainnya.

    4. Hotel Salak The Heritage, Bogor

    Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor.Napak tilas jejak Eduard Douwes Dekker di Hotel Salak, Bogor. Foto: Sudrajat/detikcom

    Di Bogor, juga ada hotel bersejarah, yaitu Hotel Salak the Heritage. Hotel yang usianya sudah ratusan tahun ini dibangun pada tahun 1856 pada masa kolonial Belanda.

    Awalnya, hotel ini bernama Bellevue-Dibbets Hotel milik keluarga Gubernur Jenderal VOC kala itu. Hotel ini pun digunakan sebagai tempat menginap pejabat-pejabat VOC kala itu.

    Saat Indonesia diduduki Jepang, bangunan hotel ini difungsikan sebagai markas militer. Setelah Indonesia merdeka, baru hotel ini berubah nama menjadi Salak the Heritage.

    5. Hotel Hermitage

    Terakhir, ada hotel Hermitage di Jakarta yang bangunannya juga bersejarah. Hotel ini menjadi saksi bisu masa kolonial Belanda karena sudah dibangun pada tahun 1920-an.

    Awalnya, bangunan hotel ini merupakan kantor pusat telekomunikasi pemerintah Hindia Belanda. Namun pada tahun 2008, bangunan itu akhirnya diubah menjadi The Hermitage Hotel dan difungsikan sebagai tempat menginap.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hati-hati di Tanjakan Cisarakan



    Sukabumi

    Traveler harap hati-hati jika melintas di tanjakan Cisarakan, Sukabumi. Bukan soal mistis, tapi ada banyak monyet-monyet yang bikin kaget.

    Suara rem yang ditarik mendadak memecah keheningan siang. Ban berdecit, helm pengendara motor di depan kami sedikit terhuyung. Di depan motor, ada seekor monyet duduk tepat di garis putih tengah jalan.

    Ekornya melingkar di aspal, matanya menatap tajam kendaraan yang mendekat tatapan yang entah menantang atau sekadar penasaran. Dari pagar besi di sisi kiri jalan, beberapa ekor monyet lain mengamati.


    Ada monyet ekor panjang yang menguap, ada yang sibuk memeriksa bulu kawannya, ada juga yang tampak siap melompat ke badan jalan kapan saja.

    Seperti itulah kira-kira situasi di Tanjakan Cisarakan yang berada di desa Buniwangi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hutan tropis di kiri dan tebing batu berlumut di kanan menjadi latar alami yang kontras dengan aspal hitam yang panas tersorot matahari.

    Dari pantauan di lokasi, kawanan monyet tersebut tidak terburu-buru. Mereka menyeberang jalan dengan santai. Bahkan kadang berhenti di tengah tanjakan atau turunan, seolah paham bahwa manusia akan mengalah.

    Ada yang duduk diam sambil memegang potongan ranting, ada yang mengais sisa makanan dari plastik yang terbuang di pinggir jalan.

    “Kalau sore lebih ramai lagi, suka tiba-tiba nyebrang. Makanya kalau lewat sini, gas jangan terlalu dalam,” kata I Supendi, seorang pengendara motor yang kami temui.

    Ia mengaku sudah hafal kebiasaan kawanan ini, sehingga selalu menurunkan kecepatan saat melintas.

    “Kalau yang saya takutin monyet ini tiba-tiba melompat. Kadang suka takut juga ya karena kondisi jalan raya langsung berdekatan dengan kawanan hewan liar itu. Namun sejauh ini hal itu belum terjadi,” ujarnya.

    Warga menyebut perilaku berani monyet Cisarakan makin sering terjadi. Sebagian percaya, kebiasaan pengendara dan wisatawan memberi makan membuat mereka betah di jalur lalu lintas.

    Serupa dengan kawasan Gunung Tangkil, di mana monyet liar sering terlihat di tepian hutan hingga bergelantungan di kabel listrik, di Cisarakan kawanan ini juga seolah menguasai jalur, menjadikan jalanan aspal seperti panggung harian untuk bertemu manusia.

    Jalur yang Berbahaya

    Jalan ini sendiri bukan sembarang jalan, tanjakan dan turunan curamnya adalah penghubung Cikidang – Palabuhanratu, kerap dilalui mobil wisata, truk barang, dan motor yang melaju kencang.

    Kombinasi kelokan tajam dan satwa liar yang menyeberang tiba-tiba adalah resep berbahaya jika pengendara tidak waspada.

    Dari balik kaca mobil, pemandangan ini memang mengundang rasa kagum seperti potongan film dokumenter yang diambil di hutan liar. Namun bedanya, ini adalah ruang yang dibagi antara mesin dan alam. Dan di sini, batas antara keduanya tipis sekali.

    Peringatan untuk pengendara, kurangi kecepatan, jaga jarak, dan jangan memberi makan monyet di lokasi ini. Selain demi keselamatan di jalan, langkah itu juga penting untuk menjaga perilaku alami mereka di habitatnya.

    Warga setempat berharap pemerintah atau pihak terkait memasang papan peringatan khusus di titik-titik rawan kemunculan monyet.

    Dengan begitu, pengendara dari luar daerah akan siap mengantisipasi sejak awal, bukan kaget lalu mengerem mendadak di tengah tanjakan atau turunan.

    “Kalau ada papan peringatan, kan pengendara dari luar daerah juga bisa siap-siap. Jangan sampai ngerem mendadak karena kaget,” tutur seorang warga.

    Dengan sedikit kewaspadaan dan tanda peringatan yang jelas, pertemuan antara manusia dan satwa liar di jalur ini bisa tetap aman tanpa harus mengorbankan keselamatan ataupun merusak kebiasaan alami para monyet penghuni hutan Cisarakan.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Staycation di The Trans Luxury Hotel, Nikmati Kemewahan dengan Harga Spesial!



    Bandung

    Ingin liburan singkat tanpa harus jauh-jauh keluar kota? Staycation di The Trans Luxury Hotel Bandung bisa jadi pilihan terbaik untuk kamu yang mendambakan kenyamanan maksimal, fasilitas premium, dan pengalaman tak terlupakan.

    Kini, pembaca detikcom bisa mendapatkan penawaran harga spesial dengan melakukan pemesanan langsung di transhotelgroup.com/detik.

    Ikon Hotel Mewah di Jantung Kota Bandung

    Terletak di pusat Kota Bandung, The Trans Luxury Hotel dikenal sebagai salah satu hotel bintang 5 terbaik dengan pelayanan kelas dunia.


    Dari kamar elegan dengan pemandangan spektakuler, kolam renang berpasir putih yang ikonik, hingga akses langsung ke Trans Studio Bandung dan Trans Studio Mall, semua dirancang untuk menciptakan pengalaman liburan tak terlupakan bagi keluarga, pasangan, maupun pelancong bisnis.

    Fasilitas Lengkap untuk Liburan Keluarga dan Pasangan

    • Sebagai hotel ramah keluarga, The Trans Luxury Hotel menawarkan berbagai fasilitas unggulan:
    • White Sandy Beach Pool, kolam renang dengan pasir putih, serasa bermain di pantai sungguhan.
    • Heated Pool & Jacuzzi, tetap nyaman berenang di udara sejuk Bandung.
    • The Spa, relaksasi total dengan sentuhan terapis profesional dari Bali.

    Tak hanya itu, kamu bisa memulai hari dengan sarapan lezat di The Restaurant, berbelanja di Trans Studio Mall, seru-seruan di Trans Studio Bandung, hingga menutup hari dengan makan malam romantis di The 18th Restaurant and Lounge yang menyajikan panorama cahaya kota Bandung dari ketinggian.

    Promo Spesial untuk Pembaca detikcom

    The Trans Luxury Hotel bukan sekadar tempat menginap, tapi destinasi untuk menciptakan kenangan berharga. Cocok untuk liburan keluarga, perjalanan romantis, maupun urusan bisnis.

    Kabar baiknya, ada tactical rate khusus untuk pembaca detikcom mulai dari Rp1.373.000 net per malam. Segera pesan sekarang juga dan nikmati kombinasi sempurna antara kenyamanan, kemewahan, dan harga hemat di transhotelgroup.com/detik!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Promo Spesial HUT RI, Main ke Trans Studio Cibubur Cuma 95 Ribuan!



    Depok

    Seluruh rakyat Indonesia baru saja merayakan HUT Republik Indonesia yang ke-80. Walaupun sudah lewat dari hari H, semangat kemerdekaan masih terasa kental di Trans Studio Cibubur.

    Lewat promo spesial Merdeka Deals, kamu masih bisa bersenang-senang di indoor theme park ini dengan harga yang hemat di kantong. Promo ini menawarkan diskon potongan harga hingga 62% untuk setiap pembelian tiket dengan rincian sebagai berikut:

    • Weekday: Rp 95.000 per orang dari harga normal Rp 250.000
    • Weekend: Rp 175.000 per orang dari harga normal Rp 325.000

    Jangan sampai kelewatan karena promo ini hanya berlaku mulai tanggal 19 – 23 Agustus 2025. Segera amankan tiketmu di sini. Jangan lupa ajak teman dan keluarga biar lebih seru!


    Wahana Favorit Trans Studio Cibubur

    Sebagai indoor theme park kesayangan warga Jabodetabek, Trans Studio Cibubur memiliki banyak wahana favorit yang wajib kamu jajal, beberapa di antaranya adalah:

    • Alien Taxi: Mengajak kamu menyusuri lintasan gelap nan ekstrim dengan pemandangan seperti terbang di antara bintang-bintang di luar angkasa.
    • Boomerang Hyper Coaster: Melesat kencang di wahana roller coaster yang terletak di atas gedung. Favoritnya para adrenaline junkie.
    • Formula Kart: Serasa jadi pembalap sungguhan di atas trek meliuk-liuk yang menguji keberanian dan ketangkasan dalam mengemudi.

    Di samping wahana-wahana di atas, masih banyak wahana lainnya yang ramah anak seperti Rock In Tug, Carousel, Magic Ball, dan sebagainya.

    Tidak perlu khawatir, semua wahana yang ada bisa kamu mainkan sepuasnya tanpa penambahan biaya, kecuali untuk wahana iFly Indoor Skydiving.

    Pertunjukan Kelas Dunia

    Liburanmu ke Trans Studio Cibubur tidak akan sempurna bila tidak menyaksikan berbagai pertunjukan kelas dunia yang diadakan rutin setiap hari, antara lain:

    • Jurassic Live Show: Pertunjukan bertema ilmu pengetahuan ini mengajakmu untuk berkenalan dan berinteraksi dengan hewan purba yang telah punah dari zaman dinosaurus.
    • Alivia and The Dark Evil: Pertunjukan dengan tema fantasi berteknologi tinggi yang membawamu menyelam ke negeri dongeng yang memukau.
    • SWAT vs Clown Craze: Saksikan serunya perseteruan antara tim SWAT dengan geng badut jahat yang ingin menguasai kota.

    Di samping ketiga pertunjukan di atas, terdapat juga Welcoming Dance dan Parade Of World Imagination yang masing-masing diadakan saat pembukaan dan penutupan operasional theme park.

    Seperti wahana, seluruh pertunjukan di Trans Studio Cibubur dapat disaksikan secara gratis tanpa penambahan biaya. Yuk, rasakan seluruh keseruannya dengan membeli tiket di sini. Manfaatkan promo Merdeka Deals sebelum tanggal 23 Agustus biar lebih hemat 61%!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Istana Cipanas Bung Karno Menikah hingga Memotong Nilai Rupiah



    Cianjur

    “Ibu-ibu, Bapak-bapak ada yang masih ingat apa itu sanering?,” tanya Lena, pemandu wisata sejarah Istana Cipanas, Rabu (20/8/2025) lalu. Para ibu dan bapak anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor sebagian menggelengkan kepala dan saling pandang kebingungan.

    Namun ada juga yang dengan lantang menyebut sanering sebagai pemotongan rupiah. Lena membenarkan dan hadirin pun bertepuk tangan.

    Semula ia menjelaskan riwayat bangunan yang kini dikenal sebagai Istana Cipanas. Bangunan utama di kompleks tersebut dibangun di masa pemerintahan kolonialis Belanda Gustav W. Baron Van Imhoff pada 1740 sebagai tempat peristirahatan. Oleh Sukarno kemudian ditetapkan menjadi salah satu Istana Kepresidenan.


    Salah satu koleksi yang kerap membuat penasaran para pengunjung Istana Cipanas adalah lukisan bertajuk ‘Jalan Seribu Pandang’. Lukisan karya Soejono D.S. pada 1958 itu menggambarkan pohon yang di tengahnya terdapat jalanan lurus. Berbeda dengan lukisan lainnya, jalan tersebut tetap terlihat lurus seolah mengikuti arah dimana kita melihatnya jika dilihat dari berbagai arah.

    Lukisan yang bernama lain ‘Lukisan Menuju Kaliurang’ itu merupakan salah satu dari 10 lukisan favorit Presiden Joko Widodo pada saat dipamerkan di Pameran Lukisan Galeri Nasional pada Agustus 2016. Namun dalam kunjungan di Istana Cipanas Rabu kemarin kami harus cukup puas mengintipnya dari teras.

    Kembali ke soal sanering, pada 13 Desember 1965 Presiden Sukarno memimpin sidang cabinet bidang ekonomi di Istana Cipanas. Salah satu keputusan yang dibuat adalah menetapkan perubahan nilai mata uang rupiah dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 atau dikenal dengan istilah sanering.

    Jauh sebelum itu, tepatnya pada 7 Juli 1953, Sukarno menikah dengan Hartini secara sederhana dan tertutup di Istana Cipanas. Akibatnya, tak cuma menerima kecaman dari berbagai kelompok masyarakat dan media massa kala itu, Sukarno pun harus kehilangan ‘Ibu Negara’ Fatmawati. Ibunda dari Megawati itu memilih pergi dari Istana Merdeka karena tak sudi dimadu lalu tinggal di rumah pribadinya di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

    Sementara Hartini oleh Sukarno ditempatkan di salah satu pavilion Istana Bogor. Di sana Hartini ikut mendampingi berbagai acara kenegaraan Presiden Soekarno, seperti menerima kunjungan Presiden Vietnam Utara Ho Chi Minh, Norodom Sihanouk (Kamboja) dan Kaisar Hirohito dari Jepang.

    Khusus Ho Chi Minh, Sukarno pernah menerimanya secara khusus di Gedung Bentol pada Maret 1959. Gedung tempat dia tetirah itu dibangun pada 1954. Di sana masih terdapat meja kerja berbentuk L, kursi, dan tempat tidur kecil. Di atas meja terpajang beberapa bingkai foto antara lain Sukarno bersama Fatmawati, dan seorang bidan. Juga foto Ho Chi Minh dan Sukarno.

    Kenapa dinamai gedung bentol? Menurut Kepala Subbagian Protokol dan Layanan Cecep Koswara penamaan itu karena di sekitar dinding bangunan terpasang batu-batu yang sengaja dibuat menonjol seperti bentol di kulit.

    Di bangunan karya arsitek kenamaan F. Silaban itu, kata Cecep, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah beberapa kali memanfaatkannya untuk membuat lagu dan lukisan.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Hotel Tarif Rp 3 Jutaan per Malam, Dapat Fasilitas Apa Saja?


    Jakarta

    Dengan tarif hotel Rp 3 juta per malam, tamu bisa memperoleh layanan bintang 5 yang bersifat private dan personal. Apa saja ya fasilitas yang bakal didapatkan para tamu yang menginap di kamar itu?

    Hotel menyediakan berbagai fasilitas dan layanan bagi pengunjung sesuai keperluannya. Semakin kompleks kebutuhannya maka service yang tersedia juga makin lengkap yang dibuktikan dengan banyaknya bintang. Salah satu bintang paling tinggi dan umum dalam pelayanan hotel adalah bintang lima.

    Tentunya semakin banyak jumlah bintang yang dimiliki hotel, berdampak pada tarif per malam. Apalagi untuk memenuhi standar bintang lima, hotel harus memenuhi syarat lokasi, jumlah kamar, dan layanan lengkap, personal, dan responsif 24 jam.


    Hotel Tarif Rp 3 Jutaan per Malam di Jakarta

    Tidak semua hotel bisa memenuhi syarat bintang lima dengan tarif per malam mencapai Rp 3 juta. Dikutip dari situs hotel terkait dan layanan traveling, berikut di antaranya

    1. Hotel Indonesia Kempinski

    situs Hotel Indonesia KempinskiHotel Indonesia Kempinski (dok. situs Hotel Indonesia Kempinski)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,4 juta
    • Lokasi: Jl. MH Thamrin Nomor 1, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat
    • Fasilitas: resepsionis 24 jam, room service 24 jam, gym dan parkir gratis kecuali valet, serta mesin kopi di tiap kamar.

    Kualitas layanan Hotel Indonesia Kempinski memang tak perlu diragukan, yang terbukti lewat hasil review di Google. Salah satunya dari akun ReHarD 79 yang sempat merasakan langsung service quality hotel ini. Akun tersebut tak segan menyebut staf hotel yang memberikan pelayanan luar biasa.

    “Pelayanannya okey banget mulai dari penyambutan sampai panyajian. Penghormatan terhadap tamu luar biasa dari mba a*** dan mas j****. Dan tentunya semua staf hotel yang sangat luar biasa responsif dan cekatan,” ujarnya.

    2. Mandarin Oriental Jakarta

    hotelMandarin Oriental Jakarta (dok. mandarinoriental.com)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,01 juta
    • Lokasi: Jl. MH Thamrin, Kecamatan Menteng, Jakarta
    • Fasilitas: resepsionis 24 jam, room service 24 jam, gym dan parkir gratis, dokter panggilan, dan pengawas kolam renang.

    Layanan hotel yang tak jauh dari Bundaran HI, pusat perbelanjaan mewah Grand Indonesia, dan Plaza Indonesia ini selalu berkualitas. Dengan suasana full private, tamu bisa leluasa bersantai atau menyelesaikan pekerjaannya. Tamu dengan agenda tertentu juga bisa menuntaskannya tanpa halangan.

    “Salah satu hotel bintang 5 di pusat Jakarta dengan akses mudah, pelayanan ramah, super nyaman dan aman. Sangat wajar dapat bintang lima dan banyak acara penting sering diadakan di hotel ini. Mantap sukses selalu,” tulis akun google Ahmad Kurniawan.

    3. Grand Hyatt Jakarta

    Kamar hotel Grand Hyatt JakartaKamar hotel Grand Hyatt Jakarta (dok. situs Grand Hyatt Jakarta)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,98 juta
    • Lokasi: Jl. MH Thamrin Nomor Kavling 28-30, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta
    • Fasilitas: resepsionis 24 jam, room service 24 jam, gratis gym dan mesin kopi, dapur plus lemari es di beberapa kamar, serta layanan parkir berbayar.

    Grand Hyatt menyediakan kamar dan suite berkelas di hotel mewah dengan restoran, fasilitas kesehatan, dan kolam renang bergaya laguna. Sebagai hotel bintang 5, layanan yang tersedia lengkap dan sangat memuaskan para tamu.

    “Dari zaman 30 tahun lalu sampai sekarang, baru sempet nulis review. Stafnya udah pasti super ramah dan profesional. Kamarnya model lama jadi vibenya vintage, tentu tetap suka desainnya. Hotelnya mewah, bedroom dan kamar mandinya bersih wangi,” tulis akun Harso dalam hasil reviewnya.

    4. Fairmont Jakarta

    Fairmont Hotel JakartaFairmont Hotel Jakarta (dok. Fairmont Jakarta)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,39 juta
    • Lokasi: Jl. Asia Afrika Nomor 8, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta
    • Fasilitas: room service 24 jam, layanan concierge, dekat detinasi wisata utama Jakarta

    Hotel mewah di pusat Jakarta ini berjarak 12 menit dengan berjalan kaki dari gerai belanja mewah di Plaza Senayan. Buat para tamu yang ingin piknik ke destinasi wisata utama Jakarta juga tak perlu khawatir, hotel mewah di kawasan bisnis ini berjarak 8 km dari Museum Nasional Indonesia.

    “Buat yang cari pengalaman menginap mewah dan berkelas di Jakarta, Fairmont wajib dipertimbangkan. Beberapa kali nginep di sini, selalu terkesan dengan layanan serta fasilitasnya yang luar biasa. Proses check-in-nya cepat dan efisien, jadi kita bisa langsung menikmati kamar tanpa perlu nunggu lama,” tulis akun Yohana dalam reviewnya.

    5. The St. Regis Jakarta

    The St. Regis JakartaThe St. Regis Jakarta Foto: The St. Regis Jakarta
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,04 juta
    • Lokasi: Rajawali Place, Jl. HR Rasuna Said Kavling B/4, Setiabudi, Jakarta Selatan
    • Fasiltas: Parkir, layanan pribadi, dan antar jemput dengan biaya tambahan bergantung jarak

    Kamar-kamar mewah khas bintang 5 tersedia lengkap dengan WiFi, TV, balkon, lampu gantung, kulkas mini, serta fasilitas pembuat teh dan kopi. Untuk kamar suite dilengkapi dapur dan ruang makan dengan layanan kamar tersedia 24 jam setiap hari. Pelayanan di hotel St. Regis tentu tak perlu diragukan kualitasnya.

    “Overall puas dan senang bisa menginap di sini. Dimulai dari lobi yang megah serta proses check-in yang ramah dan cepat. Selanjutnya, kami diantar ke kamar bersama seorang butler dan ditawari minuman gratis dari restoran. Kamarnya bersih, klasik, sangat elegan dengan amenities lengkap. Kami dapet banyak handuk dan ada shaver juga, nggak nyesel pilih St. Regis,” kata akun Wicak Sono dalam reviewnya.

    6. The Langham Jakarta

    Hotel The Langham JakartaHotel The Langham Jakarta (dok. Femi Diah/detikcom)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,69 juta
    • Lokasi: Sudirman Central Business District (SCBD) 8 Lot.28, Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
    • Fasilitas: gym, spa, room service dan resepsionis 24 jam, lemari es di beberapa kamar (suite)

    Tamu yang pernah nginep di The Langham pastinya kangen bisa berkunjung lagi, salah satunya karena fasilitas gym arena dan indoor pool warm yang sangat diminati. Kamar bintang 5 The Langham menawarkan city view Jakarta dan lampunya yang bener-bener enak dilihat.

    “Pengalaman paling menakjubkan menginap di sini dengan city view tiada duanya. Nginep di The Langham Jakarta bener-bener bikin betah. Lokasinya strategis di SCBD, kamar luas, mewah, plus ada bathtub samping jendela dengan view city lights yang cakep parah. Pelayanannya ramah semua sampai nawarin bantu fotoin aku,” tulis Damayanti dalam reviewnya.

    7. JW Marriott Hotel Jakarta

    Sailendra Restaurant di JW Marriot JakartaSailendra Restaurant di JW Marriot Jakarta (dok. JW Marriott Jakarta)
    • Tarif per malam: mulai Rp 3,7 juta dengan akses executive lounge
    • Lokasi: Jl. DR Ide Anak Agung Gde Agung Nomor 1&2 Kavling E 1.2, Kuningan, Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta
    • Fasilitas: sarapan gratis, parkir, layanan pribadi selama bertamu di JW Marriot

    JW Marriott menawarkan kamar glamor berperabot mewah dilengkapi dengan WiFi gratis, TV layar datar, dan alat pembuat kopi. Beberapa kamar menawarkan city view dan akses ke lounge dengan sarapan gratis, camilan, dan minuman ringan. Suite memiliki tambahan ruang keluarga dan ruang makan terpisah dengan room service tersedia setiap saat.

    “Pelayanannya ramah dan profesional sejak check-in hingga check-out. Kamar bersih, rapi, dan nyaman dengan fasilitas lengkap yaitu AC dingin, WiFi, dan tempat tidur sangat empuk.
    Lokasinya juga strategis dan menu sarapannya enak plus beragam. Recommended banget lah pokoknya,” tulis akun Nurul Hanifah dalam reviewnya.

    8. The Westin Jakarta

    The Westin Jakarta dikenal sebagai hotel tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 285,5 meter. Hotel memiliki 255 kamar dengan pemandangan kota indah.The Westin Jakarta (dok. The Westin Jakarta)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,15 juta
    • Lokasi: Jl. HR Rasuna Said Kavling C-22 A, Jakarta
    • Fasilitas: city view, WiFi kenceng, dan layanan room service 24 jam

    The Westin menyediakan jendela tinggi hingga langit-langit menghadap kota, dengan kamar berdesain modern. Tiap kamar dilengkapi dengan WiFi gratis, TV layar datar, pembuat kopi, serta pancuran bergaya siraman hujan dan dok iPod. Room service tersedia 24 jam siap dipanggil tiap saat.

    Di The Westin tersedia pilihan bersantap meliputi restoran kontemporer, restoran, dan bar masakan perpaduan Jepang-Peru di atap. Para tamu juga bisa mengakses toko makanan dan lounge di lobi. Selain itu, ada pusat kebugaran 24 jam dan kolam renang indoor berpemanas di lantai 50.

    9. Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel

    Anigre RestaurantAnigre Restaurant di Sheraton Grand Jakarta (dok. Instagram @anigrejakarta)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,13 juta dengan kamar lebih besar
    • Lokasi: Jl. Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
    • Fasilitas: kamar mewah dan bikin betah, room service 24 jam, internet kecepatan tinggi

    Para tamu di Sheraton Grand bisa menikmati kamar mewah dengan dekorasi modern dan city view Jakarta. Di tiap kamar tersedia TV layar datar, meja, dan internet gratis berkecepatan tinggi. Layanan room service tersedia 24 jam sehingga bisa diakses setiap saat.

    Pengunjung yang memilih suite punya tambahan ruang keluarga tergabung atau terpisah dengan kamar tidur. Tamu juga bisa mengakses klub, lounge pribadi, yang menyajikan sarapan dan minuman gratis.

    10. The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan

    The Ritz-Carlton Mega KuninganThe Ritz-Carlton Mega Kuningan (dok. Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
    • Tarif per malam: mulai dari Rp 3,67 juta
    • Lokasi: Jl. DR Ide Anak Agung Gde Agung Nomor 1 Kavling E, Kuningan, Mega Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta
    • Fasilitas: dekat kawasan bisnis strategis. lokasi private dengan tingkat keamanan tinggi, dilengkapi teknologi terkini, staf hotel ramah dan profesional

    Hotel mewah ini terletak di kawasan bisnis Mega Kuningan yang ada di jantung Jakarta. Tamu akan menikmati kamar mewah dan hangat dengan jendela setinggi langit-langit, TV layar datar 55 inci, WiFi gratis, dan kulkas mini. Room service dan resepsionis siap 24 jam memenuhi kebutuhan para tamu.

    Untuk kamar suite memiliki area tempat duduk dan kamar mandi marmer, dengan bak mandi whirlpool, serta pelayan pribadi 24 jam. Kamar jenis ini juga mendapat layanan limo gratis, serta akses ke lounge klub dengan sarapan, makanan ringan, dan koktail.

    Dengan tarif menginap Rp 3 juta per malam, keamanan dan kenyamanan tamu tak perlu diragukan. Detikers yang ingin mencoba menginap di hotel bintang 5 ini bisa update lebih dulu, untuk memperoleh informasi tarif dan layanan terbaru.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ketika Sofi Menentramkan Berahi Sandalwood



    Cianjur

    Bila di Istana Bogor selama ini dikenal dengan koleksi ratusan rusa, plus domba-domba milik Presiden Jokowi, lain lagi dengan di Istana Cipanas. Di sana ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.

    Dari peta silsilah keluarga kuda yang terpasang di sekitar istal, pejantan pertama bernama Obos kelahiran 2007. Dia sudah tak menghuni Istana Cipanas karena dihibahkan ke Yayasan Rumah Perubahan pimpinan pakar manajemen Prof Rhenald Kasali.

    Semua kuda di sana memiliki nama seperti nama manusia. Ada Sari yang lahir pada 2005, Euis (2006), Poppy (2014), Moris dan Steven (2010 dan 2005, sudah mati karena sakit), Boyke (2012), Clado (2018), dan lainnya. Kuda tertua bernama Lisa yang lahir pada 1997, dan termuda dinamai Danov (Kuda November) yang lahir pada November 2021.


    Di Istana Cipanas ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.Silsilah kuda di di Istana Cipanas. Ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu. Foto: Sudrajat

    Di Istana Bogor, menurut Kepala Subbagian Protokol dan Layanan Istana Cipanas, Cecep Koswara, sebetulnya juga ada kuda. Cikal bakalnya adalah dua kuda Sandelwood pemberian masyarakat Nusa Tenggara Timur kepada Presiden Jokowi pada Juli 2017. Kedua kuda itu harganya ditaksir senilai Rp 70 juta.

    “Pak Jokowi kemudian melaporkan hadiah tersebut ke KPK. Oleh KPK kemudian dititipkan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat dan kemudian ditetapkan sebagai aset negara,” kata Cecep kepada rombongan Komunitas Jalan Pagi Sejarah (Japas) Bogor, Rabu (20/8/2025). Komunitas ini dipimpin ‘Kuncen Bogor’ Johnny Pinot dan Abdullah Abubakar Batarfie.

    Di Istana Cipanas ada 24 ekor kuda yang menempati beberapa istal di bagian belakang istana yang dirimbuni koloni pepohonan bambu.Kuda November (Danov) Foto: Sudrajat

    Suatu hari, Cecep melanjutkan, salah satu kuda Sandelwood mengamuk. Istal yang terbuat dari kayu nan kokoh pun jebol dibuatnya. Tak lama setelah itu dia tiba-tiba ambruk. Selama tiga hari tak dapat berdiri, dan harus ditopang dengan penyangga.

    Tim dokter hewan dari IPB didatangkan. Mereka memberikan cairan infus, dan selama tiga hari menemani kuda tersebut untuk mempelajari apa gerangan yang membuat kondisi si Sandelwood seperti itu.

    “Tim dokter menyimpulkan bahwa kuda tersebut ternyata ingin kawin. Libidonya meningkat drastis nyaris tak terkendali sehingga dia bertingkah liar,” tutur Cecep disambut tawa hadirin.

    Beberapa dari mereka ada yang nyeletuk kecewa. Mereka semula menduga ada unsur mistis atau horor dari cerita Cecep. Ternyata soal berahi.

    Akhirnya, kata Cecep melanjutkan, didatangkanlah Sofi dari Istana Cipanas. Temperamen si Sandalwood pun praktis terkendali. Setelah beberapa waktu Sofi pun menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

    Untuk perawatan, sejak 2019 Istana Cipanas melibatkan para mahasiswa kedokteran hewan IPB. Untuk mengendalikan populasi, para mahasiswa kedokteran hewan IPB melakukan katrasi (pengangkatan testis) kepada beberapa kuda jantan, antara lain Birma (6 tahun) dan Junior (3). Pejantan yang menjalani kastrasi biasanya akan kehilangan kemampuan reproduksi.

    (jat/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berproduksi Selama 140 Tahun, Cap Meong Jadi Legenda Tauco Cianjur



    Jakarta

    Kelezatan tauco Cap Meong bertahan sejak 1880 hingga sekarang. Dirintis suami – istri asal Tionghoa, usaha ini dikelola generasi kelima.

    Saat traveler pelesiran ke Cianjur, Jawa Barat tak afdol kiranya bila tak menjadikan tauco sebagai oleh-oleh. Sebab, di kota inilah bumbu masak berbahan dasar fermentasi kacang kedelai ini pertama kali diproduksi, yakni sejak 1880.

    Tak heran bila pemerintah daerah setempat sampai membuatkan tugu khusus berupa empat botol tauco berukuran jumbo di persimpangan Jalan Dr Muwardi dan Jalan HOS Cokroaminoto.

    Orang yang pertama kali memperkenalkan tauco adalah pasangan imigran asal tionghoa, Tan Kei Hian (Babah Tasma) dan Tjoa Kim Nio. Suami istri itu memulai usaha tauconya dari industri rumahan.


    Nah, setelah masyarakat mulai menggemari, barulah produksi diperbanyak. Uniknya, Tan dan Tjoa membuat tauco dengan rasa berbeda. Kalau Babah Tasma rasa tauconya cenderung manis, Ny. Tasma lebih menyerap selera lokal, menyuguhkan rasa asin.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    “Saat mereka bercerai, Babah Tasma memberi label produksi tauconya Cap Gedong, sedangkan Nyonya Tasma menggunakan Cap Meong,” tutur Rachmat Fajar saat memandu 50 anggota Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Bogor yang berkunjung ke toko tauco Cap Meong di Jalan HOS Cokroaminoto No 160 Cianjur, Rabu (20/8/2025).

    Sejak bertahun lalu, Cap Gedong sudah jarang ditemui di pasaran. Mungkin sudah tak diproduksi lagi. Begitu juga dengan tauco merek lain seperti Biruang, Badak, dan Harimau. yang meredup sejak beroperasinya jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) pada 2005.

    Bentuk bangunan toko Cap Meong tampak sederhana, khas rumah toko milik orang Tionghoa tempo dulu. Di depannya terpampang papan nama bertuliskan ‘Tauco No. 1 buatan Nyonya Tasma Cap Meong’. Penggunaan kata dan gambar Meong menurut cerita turun-temurun warga sekitar, kata Fajar, karena pada suatu hari di kediaman Babah dan Nyonya Tasma terdapat bekas tapak hewan tersebut.

    “Meong itu sebetulnya bukan kucing, dia ukurannya lebih besar tapi juga tidak sebesar macan atau harimau,” kata Fajar yang merupakan cucu buyut Bupati Cianjur ke-10, RA Aria Prawiradiredja.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    Terkait asal usul tauco di Nusantara, Darma Ismayanto menuliskannya dalam Majalah Historia No. 11 Tahun I yang terbit pada 2013. Ia antara lain merujuk ‘History of Miso and Soybean Chiang’ karya William Shurtleff and Akiko Aoyagi. Di Nusantara, referensi pertama mengenai tauco dapat dirunut dari tulisan seorang ilmuwan Belanda, Prinsen Geerligs pada 1895-1896. Geerligs menyebutnya tao tsioe dalam artikel Belanda pada 1895 dan tao tjiung dalam artikel Jermannya pada 1896.

    Dalam tulisannya, Shurtleff and Aoyagi juga mengatakan kalau tauco masih berhubungan dengan jiang, bumbu masak asal Tiongkok. Diperkirakan berasal sebelum Dinasti Chou (722-481 SM), jiang diklaim sebagai bumbu tertua yang diketahui manusia. Awalnya dikembangkan sebagai cara melestarikan makanan kaya protein hewani untuk digunakan sebagai bumbu.

    Dari situ, bangsa-bangsa Asia Timur juga menemukan bahwa ketika seafoods dan daging (kemudian kedelai) yang asin atau direndam dalam campuran garam dan anggur beras (atau air), protein mereka dipecah oleh enzim menjadi asam amino, yang pada gilirannya dapat merangsang selera makan manusia, serta dapat digunakan sebagai penambah rasa makanan lain.

    Cap Meong, legenda Tauco CianjuCap Meong, legenda Tauco Cianjur (Sudrajat/detikcom)

    Saat ini manajemen pengelolaan tauco Cap Meong sudah oleh generasi kelima. Namanya Stefany Tasma, putri Harun Tasma (generasi keempat) yang lebih banyak tinggal di Tangerang. “Tapi dia lebih sering tinggal di Tangerang,” kata Abdul Raup, yang mengaku telah 35 tahun bekerja di Nyonya Tasma.

    Sebagai generasi penerus berlatar pendidikan manajemen perguruan tinggi, Stefany disebut memberikan sentuhan kekinian dalam pemasaran, seperti kemasan yang berwarna, desain label yang lebih modern, diversifikasi produk olahan berbahan tauco, membuka outlet baru yang lebih luas dan strategis di Gn Lanjung Km 5, Cugenang, memperkenalkan sistem penjualan online, hingga mempromosikan seluk belum tauco lewat media sosial seperti Instagram.

    (jat/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menikmati Sunset dan Joging Sore Gratis di Taman Kota Bekasi 2025


    Jakarta

    Kota Bekasi punya landmark tempat warganya bisa menikmati sunset gratis, sambil joging atau jajan. Bisa nge-charge HP atau laptop juga karena di sini ada stopkontak.

    Adalah Plaza Patriot Chandrabhaga, spot di pinggir jalan arteri dan diresmikan pada Maret 2025, yang jadi tempat warga Bekasi untuk menikmati sunset gratis itu. Saat detiktravel berkunjung pada Sabtu (23/8/2025) sore, ratusan warga menikmati sore dengan berbagai aktivitas, mulai dari joging di dalam arena landmark, main skate, hingga sekadar jalan santai menikmati langit sore.

    Plaza Patriot Chandrabhaga memang tidak terlalu luas, ukurannya hanya sekitar 7.000 m², namun masyarakat tampak sangat antusias kongkow di sana. Apalagi, di sekeliling fasilitas umum ini ada tempat duduk yang dilengkapi stopkontak.


    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (dok. Rosmha Widiyani/detikcom)

    Plaza Patriot Candrabhaga cocok didatangi pagi atau sore, sebab tidak ada pohon rindang layaknya hutan atau taman kota. Akibatnya, terik matahari langsung menggigit kulit jika datang di waktu yang salah. Bisa dibayangkan panasnya tempat ini bila dikunjungi pada siang hari ketika matahari ada di atas kepala.

    Memilih waktu sore hari, traveler bisa melihat matahari tenggelam secara dramatis ke balik atap Stadion Candrabhaga. Makin asyik lagi jika menyaksikan matahari terbenam itu dengan menikmati beragam camilan yang ditawarkan pedagang kaki lima di sana.

    Yang bikin asyik, pemerintah kota Bekasi menyediakan dua spot air minum gratis bagi pengunjung. Traveler cukup bawa tumbler lalu diisi air putih yang akan diminum selama beraktivitas. Namun, warga tampaknya lebih suka beli air kemasan dari pedagang di sekitar, atau bawa sendiri dari rumah.

    Apapun pilihannya tak mengurangi antusiasme warga Kita Bekasi bersenang-senang di ruang terbuka. Ada yang datang bersama keluarga, teman, atau belahan hatinya untuk cari keringat, relaksasi, atau sekadar ambil foto di tempat yang dianggap Instagramabel.

    Spot Ikonik di Taman Kota Bekasi

    Arena yang sering disebut sebagai taman kotanya Bekasi ini punya dua spot ikonik. Spot ini adalah sebuah monumen dengan lima tugu bertuliskan Bekasi Kota Patriot, yang mirip simbol kota ini. Tugu dengan warna putih dan tulisan hijau ini terletak menghadap Stadion Candrabhaga.

    Plaza Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Spot lainnya adalah tribun tempat duduk lima tingkat untuk pengunjung. Di arena ini ada 12 menara yang menjadi simbol 12 kecamatan di Kota Bekasi. Arena ini sebetulnya cukup nyaman, namun tidak ada naungan sehingga sinar matahari langsung kontak dengan kulit tanpa ada penghalang.

    Plaza  Patriot CandrabhagaPlaza Patriot Candrabhaga (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Plaza Patriot Candrabhaga yang berada tepat di samping stadion ini bisa jadi tempat pilihan menghabiskan sore hari bersama orang-orang terdekat. Apalagi tempat ini berada Jl. Jend Ahmad Yani tak jauh dari jalan layang Summarecon Bekasi, yang merupakan salah satu spot strategis di kota ini.

    Plaza Patriot Candrabhaga terbuka setiap saat bagi semua pengunjung. Bagi yang membawa kendaraan pribadi, pastikan tidak parkir di pinggir jalan dengan rambu Dilarang Parkir. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di arena sekitar plaza yang dikelola penduduk sekitar. Selama beraktivitas di area ini, pastikan selalu jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Napas Segar, Sejuk, dan Teduh di Hutan Kota Patriot Bina Bangsa Bekasi


    Jakarta

    Kota Bekasi tak selamanya identik dengan polusi, asap kendaraan, dan suhu panas yang bikin otak mencair. Di sini ada Hutan Kota Patriot Bina Bangsa atau kadang disebut Taman Hutan Kota Patriot yang punya kurang lebih 7.653 pohon. Tak heran jika napas terasa lebih lega di pabrik oksigen ini.

    Arena seluas kurang lebih 3 hektare ini dulu adalah Bumi Perkemahan Bina Bangsa yang kerap digunakan berbagai kegiatan sekolah atau masyarakat umum. Sejak 2012, wilayah ini diserahkan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi untuk dikelola menjadi hutan kota.

    Hutan Kota Patriot Bina BangsaHutan Kota Patriot Bina Bangsa (dok. Rosmha Widiyani/detikcom)

    Saat detiktravel mengunjungi hutan kota ini di sore hari, hutan kota ramai dikunjungi masyarakat yang sedang berolahraga. Ada yang sedang joging, main bola, atau sekadar jalan santai di arena yang sangat luas dengan lantai konblok. Lantai ini meliputi seluruh area hutan kota hingga ke sela-sela pohon.


    Di sini tersedia fasilitas kamar mandi dan musholla, yang dulu digunakan selama masih menjadi bumi perkemahan. Karena itu, kita wajib mengeceknya lebih dulu sebelum digunakan untuk memastikan fungsinya masih baik. Apalagi di beberapa bagian area tersebut sedang dilakukan pembangunan dan peremajaan.

    Sebagai tambahan, area hutan kota ini minim spot jajan kuliner meski ada lapak yang disediakan. Jajanan yang tersedia lebih banyak air mineral dan minuman kemasan, bukan camilan atau jenis snack lain. Pilihan jajanan lebih banyak tersedia di area luar hutan kota.

    Namun pesona hutan kota tak pupus sebagai pilihan tempat yang sejuk, rindang, cocok untuk joging atau sekadar duduk santai. Hutan kota ini punya dua taman yang punya fasilitas buat para pengunjung. Tentunya semua fasilitas berada di spot adem yang cocok dinikmati sendiri, bareng teman, atau keluarga.

    Taman Bermain Bijak Plastik Hutan Kota Bekasi

    Spot ini terdapat di sepanjang area samping hutan kota yang dilengkapi jalan setapak dengan flooring kayu. Jalan ini tidak setara tanah, namun seperti anjungan setinggi 300-500 meter dilengkapi jala pengaman di pinggirnya. Jalan setapak juga ada menara pandang yang memungkinkan kita melihat seluruh hutan kota.

    Area flooring kayu Taman Bermain Bijak Plastik Hutan Kota BekasiArea flooring kayu Taman Bermain Bijak Plastik Hutan Kota Bekasi (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Sesuai namanya, taman ini dibangun agar kita bisa main bersama keluarga atau melakukan aktivitas lain tanpa terganggu sampah plastik. Area ini memang bebas sampah plastik, namun tampak kotor dengan flooring kayu kurang terawat. Bilah kayu di beberapa spot hilang meninggalkan lubang menganga, yang berisiko bikin pengunjung kejeblos.

    Selain itu, bilah kayu terlihat rapuh bila dipijak banyak orang atau digunakan untuk tempat lari-lari. Karena itu, pengunjung sebaiknya jangan naik ke menara pandang karena berisiko jatuh. Area flooring juga tidak dicat lagi sehingga tampak lusuh dan tidak terawat.

    Taman Kehayati Hutan Kota Bekasi

    Bagian taman ini berada di area belakang hutan kota dengan banyak tempat duduk dan alat gym sederhana. Di sini juga ada lapak yang sepertinya untuk pedagang, namun urung ditempati. Di sini, kita bisa duduk tenang menikmati limpahan oksigen sebelum keluar area hutan kota dan kembali menghirup polusi.

    Area tempat duduk Taman Kehayati Hutan Kota BekasiArea tempat duduk Taman Kehayati Hutan Kota Bekasi (Rosmha Widiyani/detikcom)

    Taman Kehayati ini sebetulnya sangat menyenangkan untuk tempat ngobrol, curhat, atau sekadar menghirup napas usai olahraga di area depan hutan kota. Area ini bisa dicat ulang atau sering dibersihkan sehingg terlihat lebih bersih. Lapak yang tidak digunakan bisa dibongkar, sehingga area bisa lebih lega.

    Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Hutan Kota Patriot Bina Bangsa Bekasi cocok jadi alternatif melewatkan libur bersama keluarga tanpa harus keluar banyak uang dan lebih sehat. Warga Kota Bekasi tidak harus ke mal untuk melewatkan waktu libur bersama orang-orang terdekatnya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com