Category: Domestik

  • Pesona Gunung Geulis di Sumedang, Cantik Sekaligus Berisiko Gempa


    Jakarta

    Gunung Geulis di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini seperti menyimpan pesona dua mata pedang. Terletak di area hutan perbatasan Kecamatan Jatinangor, Cimanggung, dan Tanjungsari, hutan di Gunung Geulis sangat layak untuk dicicipi para pendaki. Tentunya dengan panduan dari pendaki yang punya kompetensi.

    Gunung Geulis Sumedang sisi barat tahun 2021Gunung Geulis Sumedang sisi barat tahun 2021 (dok. Irvan Ary Maulana/wikimedia commons)

    Berada di ketinggian 1.282 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Geulis punya hutan yang sangat rimbun dengan vegetasi beragam. Seperti namanya, Gunung Geulis punya alam yang sangat cantik dan kaya biodiversitas bahkan menjadi sarana pendidikan ITB Kampus Jatinangor serta diharapkan menjadi hutan pendidikan universitas ini.

    Gunung Geulis juga punya fungsi penting bagi keseimbangan alam dan lingkungan di wilayah Jatinangor. Kawasan ini adalah hutan lindung dengan peran utama sebagai penyangga kehidupan yang mengatur tata air. Peran hutan lindung ini bisa mencegah banjir, mengendalikan erosi, dan memelihara kesuburan tanah. Keberadaan hutan Gunung Geulis sangat penting bagi kelangsungan kehidupan masyarakat setempat.


    Pesona Gunung Geulis di Sumedang, Jawa Barat

    Keindahan Gunung Geulis telah lama diolah masyarakat lokal menjadi destinasi wisata. Awalnya pada tahun 2022, pemerintah Desa Jatiroke membangun Teras Gunung Geulis di kawasan lembahnya. Pembangunan flying fox, kolam renang, tempat wisata, dan spot Instagramabel ini melibatkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

    Teras Gunung Geulis Sumedang.Teras Gunung Geulis Sumedang (dok. Nur Azis)

    Area tempat wisata di kaki gunung ini awalnya adalah lahan bekas galian yang ditinggalkan begitu saja. Teras Gunung Geulis menawarkan pemandangan kota yang sangat mempesona ketika disaksikan malam hari. Lampu-lampu kota bikin wilayah sekitar Gunung Geulis terlihat sangat mempesona dan jangan sampai dilewatkan.

    Di tempat yang tidak jauh dari Teras Gunung Geulis berdiri kafe Teras Kopi Geulis. Tempat nongkrong dan ngobrol bareng teman atau keluarga ini menawarkan suasana tenang dan hangat dilengkapi dengan alunan musik. Kafe dengan konsep alam dan outdoor ini menyediakan cukup banyak meja dan kursi, serta saung untuk lesehan.

    Sesar Gunung Geulis

    Di balik pesonanya yang serba hijau dan rimbun, Gunung Geulis menyimpan risiko terjadinya bencana tektonik. Wilayah ini memiliki sesar atau patahan dengan ukuran normal, yang ditemukan di daerah Tanjungkerta dengan nama Sesar Gunung Geulis. Patahan ini aktif bergerak, meski saat ini belum terjadi gempa dengan kekuatan cukup berbahaya.

    Sesar Gunung Geulis terletak memanjang di sekitar puncak Gunung Geulis. Patahan Gunung Geulis ini adalah sesar normal dengan lokasi retakan terdapat pada satu blok dinding batuan. Gerakan batuan berlawanan dengan blok di bawahnya yang berada tepat di bawahnya. Pergerakan sesar Gunung Geulis disebabkan tegangan akibat kerak bumi yang makin panjang.

    Dengan kondisi ini, warga sekitar Gunung Geulis dan wisatawan harus punya pengetahuan terkait mitigasi bencana. Warga wajib menjaga keseimbangan lingkungan dan tahu langkah yang diambil jika terjadi bencana. Mitigasi wajib diketahui untuk menekan jumlah korban dan kerugian.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Prosesi Jejak Banon Keraton Yogya, saat Sri Sultan Menjadi Lambang Hijrah



    Jakarta

    Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan Jejak Banon yang sakral dan sangat langka pada Kamis (4/9/2025) malam. Prosesi yang dilaksanakan 8 tahun sekali ini adalah bagian dari tradisi Sekaten memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Jejak Banon punya makna sangat dalam.

    “Prosesi Jejak Banon atau Jejak Beteng adalah tradisi sarat makna yang diwariskan turun-temurun. Tradisi ini melambangkan keberanian menapaki perubahan hidup berlandaskan ajaran Islam dan lahirnya tatanan masyarakat baru,” tulis Portal Pemerintah Daerah DI Yogyakarta dalam situsnya.


    Jejak Banon artinya adalah menjejak atau menghancurkan tumpukan bata dalam bahasa Indonesia. Prosesi ini dilakukan di sisi selatan Masjid Gedhe, yang berada di kompleks Alun-alun utara Kasultanan Yogyakarta. Sri Sultan melangkahkan kaki di atas tumpukan batu batu ketika sudah dihancurkan.

    Prosesi Jejak Banon saat Hajad Dalem Sekaten, Kamis (4/9/2025) malam. Prosesi ini dilakukan setiap delapan tahun atau sewindu sekali.Prosesi Jejak Banon pada Kamis (4/9/2025) malam Foto: dok. Humas Pemda DIY

    Menurut Koordinator Rangkaian Prosesi Garebeg Mulud Dal 1959, KRT Kusumonegoro, Jejak Banon atau Jejak Beteng adalah simbol keberanian dan spiritualisme. Ketika itu, para leluhur berani menghadapi perubahan tanpa meninggalkan akar budaya yang dilanjutkan Sri Sultan sebagai pemimpin keraton saat ini.

    Jejak Banon juga memiliki arti penting sebagai pengingat sejarah panjang dakwah Islam di Tanah Jawa. Penyebaran Islam dilakukan dengan cara damai dan bijaksana, sehingga ajaran bisa diterima seluruh lapisan masyarakat. Tidak heran ajaran Islam dan prosesi Jejak Banon masih lestari di Yogya.

    Seluruh prosesi Jejak Banon dilakukan dalam suasana khidmat, tanpa mengurangi rasa penasaran masyarakat yang menyaksikan. Sri Sultan hadir dengan balutan baju takwa biru bermotif bunga di Kompleks Masjid Gedhe tepat saat Jejak Banon hendak dimulai. Sri Sultan yang juga Gubernur DI Yogyakarta ini hadir bersama para kerabat keraton.

    Jejak Banon diawali dengan pembagian udhik-udhik berisi bunga, uang koin, dan biji-bijian. Masyarakat tampak antusias menerima bingkisan yang dipercaya membawa keberuntungan dan berkah ini. Setelah itu, Sri Sultan memasuki teras masjid untuk mengikuti tradisi pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW.

    Riwayat yang dibacakan dalam bahasa Jawa ini dipimpin Kiai Penghulu Keraton. Tentunya, proses yang diyakini bertepatan dengan momen kelahiran Nabi Muhammad SAW ini dilakukan dengan khidmat dan hening penuh penghayatan.

    Setelah Jejak Banon, gamelan Sekati Kanjeng Kiai Gunturmadu dan Kiai Nagawilaga yang mengiringi proses dikembalikan ke keraton melalui prosesi Kondur Gangsa. Tahapan ini menandai berakhirnya perayaan Sekaten, sekaligus pengantar menuju puncak Garebeg Mulud Tahun Dal.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pulau Merak Kecil, Permata Tersembunyi di Ujung Barat Banten


    Jakarta

    Terletak tak jauh dari riuhnya kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Merak, Pulau Merak Kecil hadir sebagai oase tersembunyi untuk liburan singkat.

    Dalam beberapa tahun terakhir, pulau ini kian dilirik sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin sejenak melepaskan penat dari rutinitas kota.

    Pulau mungil itu memanjakan mata dengan pasir putih yang lembut, air laut jernih kebiruan, serta gugusan karang kecil yang menjadi latar menarik untuk berfoto. Panorama tersebut menjadikan tempat ini sebagai spot yang Instagramable, terutama bagi pemburu foto estetik di alam terbuka.


    Tak hanya indah di siang hari, Pulau Merak Kecil juga menawarkan pengalaman menyaksikan matahari terbenam yang dramatis. Saat cuaca cerah, khususnya di awal tahun pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset point yang memukau dari bibir pantai.

    Liburan Seru, Dompet Tetap Aman

    Bagi traveler yang ingin menikmati liburan dengan aktivitas menyenangkan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, Pulau Merak Kecil bisa jadi pilihan tepat. Suara debur ombak yang tenang dan semilir angin laut menjadi teman ideal untuk bersantai, berenang, atau sekadar duduk menikmati suasana.

    Traveler yang ingin menyelami keindahan bawah laut, tersedia paket snorkeling dengan biaya sekitar Rp 420.000 per grup berisi lima orang. Sementara itu, pecinta adrenalin bisa mencoba wahana permainan air seperti banana boat, donat boat, dan speedboat keliling pulau, dengan tarif mulai dari Rp 30.000 per orang.

    Tak hanya aktivitas siang hari, traveler juga diperbolehkan berkemah di pulau tersebut. Tarif camping bervariasi, mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 125.000 per orang, tergantung fasilitas yang digunakan. Malam hari di pulau ini menawarkan pengalaman yang jarang didapat: tidur beratapkan langit penuh bintang, dengan suara ombak sebagai pengantar.

    Suasana Tenang untuk Liburan Singkat

    Meski mulai ramai dikunjungi, suasana Pulau Merak Kecil tetap terjaga tenangnya, terutama di hari kerja. Perpaduan pasir putih, laut biru, serta siluet kapal feri di kejauhan menciptakan pemandangan bak lukisan hidup.

    Pulau Merak Kecil ini bukan sekadar titik kecil di peta, melainkan tempat sempurna untuk short escape tanpa harus bepergian jauh dari ibu kota. Dengan biaya terjangkau dan akses yang mudah, Pulau Merak Kecil menjadi pilihan menarik bagi siapa pun yang mendambakan ketenangan, keindahan alam, dan pengalaman berbeda.

    (upd/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pasar Malam Pertamina, Pondok Ranji, Pusat Kuliner Berawal dari Protes Warga


    Jakarta

    Pasar malam Pertamina di Pondok Ranji menjadi alternatif wisata kuliner yang terjangkau bagi warga sekitar dan mudah diakses. Disebut pasar malam karena hanya tersedia ketika matahari sudah terbenam dan makin ramai seiring gelap yang kian pekat.

    Berbeda dengan pasar malam yang menyediakan banyak wahana dan permainan ketangkasan, Pasar Malam Pertamina hanya menyediakan aneka kuliner dengan harga terjangkau. Spot wisata ini tersedia tepat di gerbang Komplek Pertamina Pondok Ranji, sehingga pengunjung yang baru datang bisa mudah menemukannya.

    Pasar Malam Pondok Ranji juga berada di pinggir jalan besar, sehingga lalu lintas masih berjalan dengan lancar meski sangat ramai karena banyak pedagang. Detikers yang mau icip-icip kuliner di Pasar Malam Pondok ranji bisa datang mulai sore hari, meski belum banyak tenan yang buka.


    Berawal dari Protes Warga

    Pasar malam Pertamina di Pondok RanjiPasar malam Pertamina di Pondok Ranji (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun detik travel, area pasar malam awalnya adalah bazar. Namun bazar bubar karena mendapat penolakan dari wara yang tinggal di dalam kompleks. Beberapa pedagang ada yang berinisiatif membuka kembali dagangannya, namun kembali ditolak warga.

    Kendati begitu, pada pedagang perlahan kembali dan mulai kembali berjualan. Para pedagang akhirnya makin banyak hingga menjadi yang kini ditemui. Lokasi ini pun berkembang menjadi pusat kuliner malam yang ramai pengunjung. Mulai dari protes warga kompleks hingga sekarang, Pasar Malam Pondok Ranji telah berusia sekitar 10 tahun.

    Variasi Jajanan Lengkap dan Murah

    Di sini pengunjung bisa menemukan berbagai jenis kuliner mulai dari camilan hingga makanan berat. Contoh jajanan ringan yang tersedia antara lain dimsum, kebab, telur gulung, papeda, hingga sempol. Sedangkan untuk makanan berat adalah mie ayam, sate, nasi goreng, dan aneka soto.

    Umumnya, pedagang di sini mulai membuka lapak sejak pukul 16.00 WIB hingga 24.00 WIB. Pembeli di pasar malam terdiri dari berbagai lapisan masyarakat karena lokasinya yang dekat pemukiman warga dan perkantoran. Tak heran lokasi ini tak pernah sepi pembeli, dengan aneka jajanan baru yang menarik untuk dicoba.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harmoni Sejarah, Budaya, dan Transportasi Modern



    Jakarta

    Di tengah hiruk pikuk pergerakan penumpang, Stasiun Yogyakarta tetap anggun dengan sentuhan arsitektur bersejarahnya. Kini, stasiun ini tak hanya jadi saksi perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi pusat integrasi transportasi yang menyatukan masa lalu dan masa depan mobilitas.

    Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan beautifikasi ini tidak hanya mengusung fungsi modern yang menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan customer tapi juga tetap menghargai nilai historis dan budaya kota khas Yogyakarta.

    “Stasiun Yogyakarta kini identik dengan visual dan esetetikanya sehingga menjadi ruang publik yang mengundang interaksi lebih luas dari masyarakat, baik dari penumpang KA maupun dari masyarakat yang mampir atau singgah ke depan Stasiun Yogyakarta sekadar untuk mengabadikan gambar diri bersama stasiun ikonik ini,” ujar Feni dalam rillis yang diterima detiktravel, Senin (8/9/2025).


    Stasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasiStasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasi (Dok. KAI Properti)

    Feni mengatakan Stasiun Yogyakarta adalah salah satu pintu masuk masyarakat dari berbagai kota. Dia pun menyadari bahwa Stasiun Yogyakarta adalah wajah atau kesan pertama yang akan dikenang dari para wisatawan yang menginjakkan kakinya di kota gudeg itu, sehingga kenyamanan diprioritaskan.

    Stasiun Yogyakarta kini tampil dengan visual dan estetikanya yang cantik dan fungsinya sebagai simpul transportasi antarmoda. Seperti yang diketahui bahwa Stasiun Yogyakarta melayani tak hanya kereta api jarak jauh atau antar kota tapi juga kereta lokal, KRL Commuterline, dan KA Bandara YIA.

    Fasilitas di Stasiun Yogyakarta juga dibuat agar membuat traveler lebih nyaman. Mulai dari ruang tunggu, loket tiket, ATM, dan toilet, serta fasilitas tambahan seperti penitipan barang (locker), shower, dan akses lift dan eskalator untuk kenyamanan penumpang.

    Stasiun YogyakartaStasiun Yogyakarta (dok. PT KAI)

    Selain itu, Stasiun Yogyakarta bakal bersolek dan menunjukkan wajah berbeda pada momen khusus tertentu. Misalnya, Ramadhan tampil dengan tematik kubah masjid, liburan sekolah dengan tematik ikon karakter Jumbo dan keceriaan khas liburan sekolah, dan HUT RI dengan tematik merah putihnya.

    “KAI Daop 6 memastikan bahwa Stasiun Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang transit dan pintu masuk tapi juga turut membangun citra kota yang khas dengan nilai sejarah dan budaya serta menciptakan pengalaman perjalanan yang berkesan,” kata Feni.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Selo, Gerbang Pendakian ke Gunung Merapi



    Boyolali

    Selo di Boyolali dikenal sebagai pintu gerbang pendakian ke gunung Merapi. Mari mengenal lebih dekat jalur pendakian ini:

    Selo adalah nama salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bagi para pendaki, Selo adalah pintu gerbang pendakian ke beberapa gunung sekaligus, mulai dari gunung Merbabu hingga Merapi.

    Di Selo, ada basecamp yang kerap disambangi para pendaki sebelum mulai mendaki gunung Merapi. Meski saat ini pendakian gunung Merapi masih ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tapi tidak ada salahnya mengenal jalur pendakian Selo.


    Jalur pendakian gunung Merapi via Selo dikenal memiliki lintasan terpendek. Trek awal yang harus pendaki lalui adalah jalan aspal yang tidak begitu panjang, tapi cukup menguras tenaga.

    Setelah melewati gardu pandang New Selo, para pendaki akan memasuki jalur pendakian yang didominasi oleh ladang penduduk. Saat sampai batas ladang, kalian akan disambut oleh gerbang pendakian gunung Merapi.

    Traveler harus melanjutkan perjalanan sampai ke Patok 1 atau Pos 1 Merapi. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Pos Joglo II di atas desa Plalangan.

    Jalur ini punya medan yang terus menanjak dan hanya dapat dilalui oleh satu orang pendaki saja. Di pos 2, para pendaki bisa mendirikan tenda untuk beristirahat.

    Selepas pos 2, para pendaki akan sampai di batas vegetasi. Artinya, kalian tidak bisa menjumpai pepohonan, yang ada hanya bebatuan besar. Itu tandanya kalian sudah dekat dengan pos berikutnya yaitu Pasar Bubrah.

    Di Pasar Bubrah, para pendaki bisa melihat Puncak Gunung Merapi yang menjulang tinggi. Di pos inilah batas aman pendakian Gunung Merapi. Setelah pasar Bubrah, pendaki akan mendaki sampai ke puncak.

    Pendakian ke puncak gunung Merapi saat ini masih dilarang untuk dilakukan. Gunung Merapi sampai saat ini adalah siaga (level III).

    Pada level ini, potensi bahayanya antara lain guguran lava dan awan panas, meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km; Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km; Sungai Woro maksimal 3 km; dan Sungai Gendol 5 km.

    Di samping itu, lontaran material vulkanik dapat menjangkau sejauh 3 km dari puncak jika ada letusan eksplosif.

    Pihak Taman Nasional Gunung Merapi pun sudah memasang papan larangan pendakian di pintu masuk pendakian Selo, serta mengecek berkala jalur pendakian.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bianglala Raksasa The Wheel Bali



    Badung

    Di Canggu, ada wahana wisata baru berupa bianglala raksasa bernama The Wheel Bali. Seperti apa penampakannya?

    Bianglala berukuran jumbo hadir di Canggu. Lokasi tepatnya berada di Gang Sri Kahyangan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

    Bianglala bernama The Wheel Bali itu menawarkan pengalaman menikmati ketinggian dengan kenyamanan dan keamanan lengkap, ditambah panorama alam yang menawan.


    Bianglala ini memiliki tinggi 42,5 meter atau setara gedung 10-14 lantai. Rasa deg-degan tentu muncul ketika mencapai puncaknya, namun pengelola memastikan keamanan terjamin.

    Setiap kabin di bianglala ini dilengkapi dengan penangkal petir, alat pengukur kecepatan angin, genset cadangan, hingga teknologi canggih untuk menjaga keselamatan wisatawan yang naik ke dalamnya.

    Putaran mesin penggerak bianglala diatur pelan dengan mekanisme rotasi yang membuat kabin tetap stabil. Kabin juga dilengkapi pendingin ruangan, kaca riben, dan kursi empuk yang menambah kenyamanan.

    Total ada 20 kabin dengan kapasitas 4-6 orang, baik dewasa maupun anak-anak. Pengunjung tidak perlu menunggu lama, karena begitu membeli tiket, kalian langsung bisa naik wahana itu.

    Melihat Panorama Bali dari Atas Ketinggian

    Durasi sekali naik bianglala berlangsung 10-12 menit atau sekitar dua kali putaran. Dari atas bianglala ini, wisatawan bisa melihat hamparan sawah khas Canggu nan hijau.

    Traveler juga bisa memandangi garis pantai di pesisir barat Bali, hingga patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berjarak 25 km. Saat cuaca cerah, Gunung Agung juga tampak dari kejauhan.

    Tri Sutrisno (28) dan Alifa Rara (24), wisatawan asal Makassar, mengaku puas setelah mencoba wahana bianglala raksasa ini.

    The Wheel Bali, wahana bianglala yang menawarkan keindahan Bali dari ketinggian di Canggu, Badung.The Wheel Bali, wahana bianglala baru di Canggu Foto: I Nyoman Adhisthaya Sawitra/detikBali

    “Seru, asyik sih, ini pertama kali mencoba bianglala berukuran besar seperti ini,” ungkap Tri, Jumat (5/9/2025).

    Meski sempat takut karena kabin sedikit bergoyang saat berpindah posisi, keduanya tetap menikmati pengalaman.

    “Untuk putarannya tidak terasa, tiba-tiba sudah di posisi sebaliknya. Untuk viewnya cakep sih, karena kita langsung lihat sunset gitu, worth it pokoknya,” tambahnya.

    Hal senada disampaikan Gita Julianti (20), wisatawan asal Denpasar. Ia datang bertiga bersama pacar dan temannya.

    “Seru banget apalagi setelah bertahun-tahun tidak pernah naik bianglala, terutama dari pemandangannya kita bisa lihat hampir sekeliling Bali, bahkan GWK yang di Jimbaran kelihatan, bagus banget deh,” ujarnya.

    Pengunjung perlu memperhatikan kondisi cuaca. Jika angin kencang, hujan, atau gerimis, wahana bianglala ini tidak beroperasi dengan alasan keamanan.

    Waktu terbaik menikmati The Wheel Bali adalah sore menjelang matahari terbenam pukul 17.00-18.30 Wita atau malam hari sekitar pukul 19.00 hingga tutup.

    Harga Tiket The Wheel Bali

    Harga tiket promosi saat ini Rp 55 ribu untuk anak-anak dan Rp 110 ribu untuk dewasa sekali naik. Bagi pengunjung yang hanya ingin berfoto atau membuat video di sekitar area bianglala, pengelola tidak memungut biaya alias gratis.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampung Muara Sunda, Restoran Bernuansa Bali yang Pernah Disinggahi Jokowi



    Garut

    Bagi warga Jawa Barat yang belum sempat bertandang ke Bali, khususnya kawasan Ubud, singgah ke Kampung Muara Sunda (KMS) dapat menjadi alternatif.

    Sebab meski berkategori rumah makan sunda, khusus Sabtu – Minggu dan libur panjang restoran di Jalan Raya Bayongbong Km3, Muara Sanding – Garut Kota ini menyajikan full nuansa Bali.

    Sebetulnya sentuhan Bali sudah mulai terlihat sejak di bagian teras restoran. Di situ selain ada dua patung domba garut dengan tanduk baplang di kiri-kanan teras seolah menyambut para tamu, juga ada dua Tedung (payung) bermotif kotak-kotak hitam-putih khas Bali.


    Nuansa Bali kian terasa dominan dan kental dengan arsitektur dan desain interior anyaman bambu yang megah dan artistik. Tak kalah dengan dengan Bamboo Dome di The Apuva Kempinski Hotel, Nusa Dua Bali yang pernah dipakai untuk jamuan makan siang para kepala negara dunia di acara KTT G-20 pada November 2022.

    Restoran bergaya Ubud di GarutRestoran bergaya Ubud di Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Belum lagi alunan instrumental rindik (gamelan bambu) berpadu dengan irama suling yang mendayu-dayu, menghanyutkan. Juga busana khas Bali yang dikenakan para pelayan pria dan wanita.

    “Untuk desain arsitektur resto ini semuanya dikonsep Pak Tedi (Golsom) Aristiadi,” kata Manajer Pemasaran KMS Nur Bintang Insani kepada detikTravel, Sabtu (6/9/2025) malam.

    Tedi adalah pemilik KMS yang juga dikenal sebagai pengusaha di bidang akomodasi dan otomotif di Kota Garut.
    Tedi mengaku sengaja membuat desain rumah makan bernuansa Bali agar berbeda dengan desain restoran sunda pada umumnya.

    Sekalipun demikian aneka material utama seperti bamboo tetap berasal dari Garut. Demikian juga dengan makanan yang disajikan dominan menu sunda.

    “Saya mencoba out of the box, dengan mengambil vibes Bali biar orang-orang yang belum bisa ke Bali cukup ke Kampung Muara Sunda. Saya boleh sebut ini sebagai Ubudnya Garut,” papar Tedi yang tengah berada di Makassar melalui chat WA.

    Tak berlebihan bila Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Garut, 2025-2030, itu mengklaim demikian. Restoran ini memang memiliki area makan yang luas dengan suasana yang nyaman dan asri.

    Selain dikeliling area persawahan dan kebun sayuran yang hijau, sambil bersantap para pengunjung dapat memandang lepas ke tiga gunung utama di Garut, yakni Gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray.

    Restoran bergaya Ubud di GarutRestoran bergaya Ubud di Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Selain itu, di lahan seluas 5000 m2 restoran ini juga menyediakan area bermain untuk anak-anak, sehingga sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Juga tersedia ruang makan khusus untuk para sopir atau staf dengan bangunan yang dindingnya dipasangi batu-batu hitam yang tak kalah artistik.

    Dengan sekitar 200 menu khas Sunda yang otentik, fasilitas yang memadai, dan suasana yang nyaman, restoran ini menjadi tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

    “Gak akan nyesel pokoknya menjadikan Kampung Muara Sunda sebagai destinasi kuliner yang wajib dikunjungi di Garut,” kata Bintang.

    Selain nyaman untuk bersama keluarga, Sarjana Akuntansi dari sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu melanjutkan, KMS juga menyediakan layanan private dinner maupun lunch dengan sentuhan romantis.

    Selain para pejabat daerah baik sipil maupun militer, serta para pengusaha dan selebritas kenamaan di tanah air, Presiden Joko Widodo juga sempat singgah untuk makan siang di KMS.

    Restoran bergaya Ubud di GarutFoto mantan presiden Jokowi sedang makan di KMS Garut Foto: Sudrajat/detikTravel

    Hal itu terjadi sebelum dia membuka Rapat Koordinasi Nasional Pondok Pesantren Muhammadiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Garut, pada 17 Oktober 2017.

    Foto Jokowi bersama Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono terpamang di dinding dekat kasir. Kepada pers kala itu, Tedi mengaku diberi tahu panitia sehari sebelum acara. Menu yang dipesan antara lain goreng ayam kampung, tumis kikil, dan karedok.

    (jat/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Peta Lengkap Pulau Sumatera untuk Traveler



    Jakarta

    Traveler yang ingin menjelajahi keindahan Sumatera, harus baca peta wisata ini. Banyak tempat menarik yang bisa kamu temukan, mulai dari keindahan laut, kuliner hingga kekayaan budaya di Pulau Sumatera.

    1. Aceh

    Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)Masjid Baiturrahman Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

    Tak lengkap rasanya bila tak mencicipi mie aceh dan teh tarik saat wisata ke Provinsi Aceh. Kekayaan kuliner dengan rempah yang khas membuat masakan Aceh juga selalu menjadi incaran pecinta kuliner.

    Selain itu, Aceh juga banyak punya potensi wisata seperti Pulau Weh (Sabang) Pantai Iboih, Kilometer Nol, destinasi alam dan sejarah. Jelajahi juga megahnya Masjid Baiturrahman yang berdiri megah di Banda Aceh.


    2. Sumatera utara

    UNESCO menyepakati Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark dalam Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO hari Selasa 7 Juli  2020.Kaldera Toba (KBRI Paris)

    Adapun wisata yang bisa kamu kunjungi di Sumatera Utara diantaranya Danau Toba, Pulau Samosir, Air Terjun Sipiso-piso, Bukit lawang dan Istana Maimun & Rumah Tjong A Fie.

    Traveler pecinta alam harus banget nih datang ke Bukit Lawang yang menjadi gerbang utama ke Taman Nasional Gunung Leuser dan habitat orangutan Sumatera.

    Teruntuk kamu yang mencari kuliner, harus banget menikmati Bika Ambon (kue Medan bertekstur berongga dan manis), Sasagun (snack Batak dari tepung ketan dan gula, simbol ikatan keluarga), Sambal Andaliman, Ikan Arsik, serta Soto Medan dan masakan Batak.

    3. Sumatera Barat

    Siapa yang tak kenal Jam Gadang? Ikon Bukittinggi, Sumatera Barat ini hampir 100 tahun berdiri kokoh meski tanpa besi penyangga dan semen. Jam Gadang di Bukittinggi, Sumatera Barat (Rifkianto Nugroho)

    Sumatera Barat dikenal dengan kekayaan kulinernya yang beragam. Datang ke Ranah Minang harus banget makan rendang, sate, dan aneka jajanan pasarnya yang unik di berbagai daerah.

    Destinasi wisata yang iknoik dengan Sumbar diantaranya Jam Gadang ( Bukittinggi), Ngarai Sianok, Lembah Harau (Payakumbuh), Sawahlunto dan lainnya. Bagi kamu yang ingin menikmati keindahan laut Sumbar, bisa datang ke kawasan Mandeh di Pesisir Selatan.

    4. Riau

    Koleksi Museum Sang Nila Utama (Foto: Raja Adil/detikcom)Koleksi Museum Sang Nila Utama (Raja Adil/detikcom)

    Wisata ke Riau, kamu bisa datang ke Museum Sang Nila Utama (Pekanbaru). Nikmati juga olahan gulai belacan dan gulai ikan patin yang otentik.

    5. Jambi

    Foto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi, Minggu (2/7/2023). Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Muaro Jambi mencatat, jumlah rata-rata kunjungan wisatawan selama libur Lebaran Idul Adha di kawasan pendidikan tertua di Indonesia dan terluas di Asia yang berdiri sejak abad 7 hingga 12 Masehi itu mencapai seribu pengunjung per hari. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/YUFoto udara sejumlah pengunjung berada di halaman Candi Tinggi, Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi, Muaro Jambi, Jambi (Wahdi Septiawan/Antara)

    Beberapa tempat wisata yang bisa kamu datangi di Jambi yaitu Candi Muara Jambi, Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, dan Bukit Khayangan. kamu harus tahu nih bahwa Candi Muara Jambi merupakan salah satu komplek candi terbesar di Asia Tenggara lho.

    6. Sumatera Selatan

    Bersantai menikmati sore di Jembatan Ampera atau tepian Sungai Musi bisa nih kamu lakukan saat menikmati keindahan Sumatera Selatan. Selain itu kunjungi juga Danau Ranau, Air Terjun Bidadari, dan Taman Sriwijaya.

    Nikmati juga kuliner khas di sana yaitu pempek, lenggang, martabak kuah kari, kopi tradisional dan pindang yang menggugah selera.

    7. Bengkulu

    Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu, Bengkulu, Selasa (15/10/2024). Pengecatan tersebut dilakukan untuk merawat dan menjaga situs cagar budaya dalam kondisi baik saat dikunjungi para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/Muhammad Izfaldi/rwa.Pekerja mengecat bagian dalam situs cagar budaya Benteng Marlborough di Kota Bengkulu (Muhammad Izfaldi/rwa/Antara)

    Bila datang ke Bengkulu, sempatkan berkunjung ke Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Saat di sana, cobalah pendap, hidangan ikan seperti bagar hiu dan ikan pais.

    8. Lampung

    Pulau Pahawang LampungPulau Pahawang Lampung (Instagram @pahawang.island.lampung)

    Lampung dikenal dengan kekayaan lautnya yang selalu menjadi tujuan open trip kaula muda. Seperti berkunjung ke Way Kambas, Pantai Gigi Hiu, Puncak Mas dan Pulau Pahawang.

    9. Bangka Belitung

    Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. Objek wisata ini pernah digunakan untuk lokasi pembuatan film Laskar Pelangi.Replika Sekolah Laskar Pelangi merupakan objek wisata populer di Belitung Timur. (Fakhri Hermansyah/Antara)

    Manjakan lidah traveler dengan mie Bangka, lempah kuning dan otak-otak khas Bangka yang ‘ikan banget’. Kunjungi juga pesona alamnya yang memukau seperti Pantai Tanjung Tinggi dan Danau Kaolin

    Kamu yang membaca novel Andrea Hirata ‘Laskar Pelangi’ juga bisa berkunjung ke resplika SD Muhammadiyah Gantong yang berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Liburan di Bandung Makin Hemat, Golden Ticket Trans Studio Hanya Rp 200 Ribuan



    Bandung

    Bandung merayakan hari jadinya yang ke-215 pada September 2025 ini, dan ada cara spesial bagi warga Bandung Raya untuk ikut merayakannya.

    Trans Studio Bandung menghadirkan promo Golden Ticket, sebuah kesempatan emas untuk menikmati wahana kelas dunia dengan harga super hemat. Promo ini khusus diberikan bagi warga Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang yang berlaku mulai 10 hingga 24 September 2025.

    Hanya dengan menunjukkan KTP daerah tersebut, kamu bisa mendapatkan harga spesial yang jarang ada. Untuk weekdays (Senin-Jumat), cukup membayar Rp215.000 saja, kamu langsung mendapatkan tiga tiket masuk.


    Sedangkan di weekend (Sabtu-Minggu), dengan harga yang sama Rp 215.000, kamu bisa membawa pulang dua tiket masuk.

    Jika dihitung, promo ini memberikan potongan harga hingga 64 persen dari harga normal. Artinya, kamu bisa mengajak keluarga, sahabat, atau pasangan liburan bareng tanpa perlu khawatir kantong jebol.

    Promo Trans Studio BandungPromo Trans Studio Bandung menyambut HUT ke-215 Kota Bandung Foto: Trans Entertainment

    Trans Studio Bandung memang selalu jadi destinasi favorit untuk liburan semua usia dan kalangan. Buat anak-anak, ada banyak wahana ramah keluarga yang penuh keceriaan. Untuk remaja dan pecinta tantangan, wahana ekstrim seperti Vertigo, Yamaha Racing Coaster, atau Giant Swing siap memacu adrenalin.

    Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa menikmati beragam pertunjukan spektakuler yang dikemas dengan konsep internasional, menghadirkan hiburan yang memukau dan cocok dinikmati bersama siapa pun.

    Selain wahana dan show, ada satu hal lain yang bikin Trans Studio Bandung semakin spesial seperti spot-spot foto yang instagramable. Hampir setiap sudut bisa jadi latar foto kece, sehingga kamu bisa mengabadikan momen liburan sekaligus berbagi keseruan di media sosial.

    Ditambah lagi, lokasinya yang strategis di kawasan Trans Studio Mall Bandung membuat pengalaman liburan jadi lengkap karena kamu bisa lanjut kulineran atau belanja setelah puas bermain.

    Untuk mendapatkan promo Golden Ticket ini, caranya sangat mudah.

    Cukup datang langsung ke loket Trans Studio Bandung pada periode promo, tunjukkan KTP asli Bandung Raya, lalu beli tiket dengan harga spesial Rp 215.000 sesuai ketentuan weekday atau weekend.

    Promo berlaku hanya untuk pembelian di tempat, satu KTP berlaku untuk satu kali transaksi per hari, dan tiket hanya berlaku untuk hari pembelian.

    Momen ulang tahun Bandung ke-215 ini pantas dirayakan dengan cara yang lebih seru dan berkesan. Jadi jangan sampai terlewatkan kesempatan ini, karena promo hanya berlaku dari 10 hingga 24 September 2025.

    Rayakan ulang tahun kota tercinta dengan cara paling fun, berkesan, dan hemat di Trans Studio Bandung.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com