Category: Domestik

  • Goa Purba di Pulau Kunti dan Mitos Anti Jomlo



    Sukabumi

    Di Pulau Kunti, Geopark Ciletuh ada sebuah goa yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh. Goa ini memang sudah lama lekat dengan mitos anti jomlo.

    Ombak sore itu datang berulang, memukul sisi perahu kayu yang perlahan mendekati tebing. Anginnya membawa aroma asin dan suara serak burung laut yang melintas rendah.

    Dari jauh, tampak rongga hitam di dinding batu mulut gua yang terbuka menghadap laut. Orang-orang di sini menyebutnya Gua Anti Jomblo.


    Saman, pemandu wisata lokal yang mengantar ke lokasi tersebut, berdiri di haluan sambil menunjuk ke arah tebing.

    “Nah, ke sebelah sananya lagi, ada namanya gua purba Pulau Kunti,” ujarnya, suaranya setengah tenggelam oleh deru ombak, Minggu (5/10).

    “Usianya 60 juta tahun, terbentuk dari gunung bibir pantai yang dihantam terus sama gelombang laut, akhirnya ada proposal ke dalam 15 meter, tingginya 9 meter,” katanya menambahkan, matanya tak lepas dari dinding batu di kejauhan.

    Ia diam sebentar sebelum menambahkan. “Di dalam gua itu tidak ditemukan batuan selektif atau salak mid karena gua kering, cuman di sini ada mitos siapa aja yang masuk ke gua purba Pulau Kunti, pulangnya suka cepat dapat jodoh katanya,” tuturnya pelan, lalu tertawa kecil. “ini baru mitos,” lirihnya.

    Angin sore menampar lembut wajah, sementara sinar matahari jatuh miring ke mulut gua yang tampak keemasan di bawah cahaya senja.

    Saman tersenyum kecil sebelum melanjutkan penjelasannya, tangannya menepuk haluan perahu yang basah oleh percikan air.

    “Ya setahu saya itu kalau misalkan punten dalam artian yang punya keyakinan, kayaknya saya sering mengantar yang seperti itu, mungkin keyakinannya seperti itu” ujarnya pelan, berhati-hati memberikan penjelasan.

    “Cuman kalau yang lain biasanya dia hanya berdoa tapi bukan minta ke batu atau ke gua tapi mintanya ke pemilik batu atau gua, yang setahu saya, memang kalau uang meyakini memang seperti itu, dilaksanakan ritual di sana,” katanya menutup penjelasan.

    Cerita soal Gua Anti Jomblo kemudian diperkaya oleh Piat Supriatna, petugas Balawista yang juga Geopark Ranger dari Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

    “Ok saya ceritakan dari awal dulu prosesnya, takutnya ada sedikit ini mispersepsi juga dari masyarakat, khususnya pengunjung,” ujarnya membuka percakapan.

    Goa Itu Sudah Berusia Jutaan Tahun

    “Sebenarnya ini ada gua Pulau Kunti, gua tersebut itu sebetulnya secara ilmiah terbentuknya oleh abrasi laut selama jutaan tahun. Sebenarnya ini kan daratan yang terangkai di dasar samudra ke permukaan nih, dan itu kan ketika terbentuk ke permukaan bebatuan tersebut atau bukit itu belum terbentuk gua sebelumnya dulunya,” tuturnya.

    Piat berbicara sambil menatap jauh ke laut, suaranya tenang.

    “Nah, selama jutaan tahun tergerus oleh abrasi laut, sehingga terkikis, terbentuklah gua. Makanya gua tersebut disebut Pulau Kunti karena ketika dihantam gelombang setinggi lima meter atau musim badai menggema seperti orang tertawa maka dibilanglah Pulau Kunti,” kisahnya.

    Mitos Anti Jomlo

    Ia lalu tersenyum kecil, soal gua yang kemudian dikenal dengan nama Gua Anti Jomblo.

    “Nah ada cerita dari masyarakat sekitar sini, Pulau Kunti ini banyak yang cerita bahwa bisa dikatakan nih gua jomblo, bisa dikatakan dalam arti jika masuk ke sana katanya bisa punya, dapat pasangan,” katanya sambil mengangkat bahu.

    Piat sempat terdiam, menatap ke laut yang mulai memantulkan warna keemasan sore.

    “Sebenernya kalau sekarang banyak orang lebih ke modernisasi, tapi ada saja, sampai saat ini,” ujarnya pelan,

    “Tapi itu dulu saya sempat ke sana, banyak ditemukan orang simpan sesajen itu kan, ada seperti dupa itu menemukan, tapi sampai saat ini, walaupun karena sudah modernisasi masih ada orang percaya akan hal itu,” katanya menutup pembicaraan.

    ——-

    Artikel ini telah naik detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cara Beli Tiket Open Top Tour of Jakarta, Cek Langkah-langkahnya


    Jakarta

    Open Top Tour of Jakarta jadi alternatif healing masyarakat urban yang murah dan mudah diakses. Tiket open top tour of Jakarta secara online dapat dilakukan melalui aplikasi TJ: Transjakarta.

    Wisata open top tour biasa beroperasi mulai sore hingga malam hari pukul 16.00-20.30. Bagi traveler yang ingin berwisata keliling Kota Jakarta, berikut langkah-langkah membeli tiketnya secara online.


    Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Cara Beli Tiket Open Top Tour of Jakarta Online

    1. Sebelum membeli tiket, pastikan traveler sudah mengunduh aplikasi TJ: Tranjakarta. Berikut langkah selanjutnya
    2. Buat akun TJ: Transjakarta
    3. Masuk/Login apabila sudah memiliki akun
    4. Kemudian, klik menu ‘Tiket’ lalu klik ‘Open Top Tour of Jakarta’
    5. Pilih jenis tur yang diinginkan
    6. Isi identitas: nama, email, nomor handphone dan isi jumlah tiket yang akan dibeli
    7. Jika sudah benar, centang kotak persetujuan, lalu klik
    8. Pilih metode pembayaran
    9. Pembayaran dapat dilakukan melalui: TJPay, AstraPay, Gopay, Kredivo, blu by BCA Digital
    10. Setelah pembayaran berhasil, e-tiket akan diterbitkan dan tersedia di fitur MyTicket dalam aplikasi.

    Pada hari keberangkatan tur, traveler wajib melakukan check-in di lounge Open Top Tour of Jakarta yang berlokasi di Pos Bloc atau Gedung Filateli Jakarta. Pastikan traveler datang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dipilih, mengingat bus hanya berangkat empat kali dalam sehari dan tiket dapat habis dengan cepat.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Baru Open Top Tour Jakarta, Jalan Sore Lewat Situs Bersejarah


    Jakarta

    Open Top Tour Jakarta menyediakan rute baru bernama Jakarta Heritage bagi penikmat jalan-jalan sore. Rute yang baru diresmikan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno ini melewati seluruh tempat-tempat bersejarah. Tur tersedia pada sore dan malam hari ketika matahari tak lagi bersinar terik.

    Detik travel berkesempatan ikut tur dengan bus tingkat yang terbuka di bagian atapnya ini pada Selasa (7/10/2025). Sunset Heritage Tour ini menggunakan bus setinggi 4,1 meter yang dipadati pengunjung. Para pengunjung langsung menuju bagian atas bus yang terbuka.

    Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Tepat ketika bus berangkat, kita merasakan angin sore berhembus sejuk di sekitar tempat duduk. Sinar matahari tidak lagi bersinar terik, sehingga cuaca terasa lebih bersahabat. Sunset Heritage Tour adalah pilihan tepat bagi yang ingin healing murah dan nyaman.


    “Kebetulan cuacanya lagi adem dan ada angin. Overall seru bisa keliling Jakarta lihat-lihat gedung bersejarah dan ingin memenuhi rasa penasaran,” ujar Gina salah satu pengunjung dari Jakarta Selatan saat ditemui detik travel usai Open Top Tour of Jakarta seri Jakarta Heritage.

    Selama Open Top Tour, kita bisa menikmati suasana sore Jakarta dan berkeliling melewati gedung yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Lokasi yang dikunjungi antara lain Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara.

    Saat detiktravel mencoba Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage, bus ini melewati rute Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, dan Lapangan Banteng. Menurut pemandu Nadi Hidayat, kondisi ini dikarenakan adanya aksi masa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (7/10/2025).

    Peserta Open Top Tour of Jakarta akan memperoleh silent headphones, sticker pack, buku panduan, dan akses ruang tunggu. Perlengkapan ini diharapkan bisa memaksimalkan pengalaman selama naik bus dengan atap terbuka menikmati suasana sore Jakarta.

    Jam Buka dan Harga Tiket Open Top Tour of Jakarta

    Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Jadwal Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage dilaksanakan pada jam berikut:

    • Sunset Heritage Tour pukul 16.00
    • Sunset Heritage Tour pukul 17.30
    • Night Heritage Tour pukul 19.00
    • Night Heritage Tour pukul 20.30

    Pemberangkatan awal berada di Pos Bloc atau Gedung Filateli Jakarta sejauh 400 meter dari Stasiun Juanda. Tiket bisa diperoleh dengan harga Rp 50 ribu yang dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan di aplikasi TJ:Transjakarta atau Tije.

    Menurut Nadi, pengunjung pada hari kerja di Night Heritage pukul 19.00 cenderung lebih ramai. Pengunjung tidak hanya menikmati langit Jakarta, lampu, dan night view, tapi juga mengabadikannya dalam foto dan video.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nikmati Promo Spesial Spooktober! Liburan Hemat di Trans Studio Bali



    Denpasar

    Bulan Oktober selalu identik dengan keseruan dan suasana seram khas Halloween. Nah, buat kamu yang ingin menikmati momen ini dengan cara yang seru dan berbeda, saatnya mampir ke Trans Studio Theme Park Bali!

    Taman hiburan indoor terbesar di Bali ini menghadirkan pengalaman tak terlupakan lewat berbagai wahana, atraksi, dan pertunjukan spektakuler yang bisa kamu nikmati bersama teman maupun keluarga.


    Sebagai bagian dari Trans Entertainment, jaringan hiburan ternama di Indonesia yang juga menaungi Trans Studio Bandung dan Trans Studio Cibubur, Trans Studio Theme Park Bali menawarkan pengalaman kelas dunia yang penuh keseruan di setiap sudutnya.

    Kabar baiknya, sepanjang tanggal 4 sampai 15 Oktober 2025, kamu bisa menikmati semua keseruan di sini lewat promo Spooktober Deals! Promo ini cocok banget buat kamu yang ingin seru-seruan di awal bulan tanpa bikin kantong kering. Tiket masuknya dibanderol super terjangkau:

    • Rp100.000/orang (weekday) dan Rp125.000/orang (weekend) untuk pemegang KTP Bali
    • Rp175.000/orang (weekday) dan Rp200.000/orang (weekend) untuk wisatawan domestik (KTP Nasional)

    Dengan harga spesial ini, kamu bisa menikmati berbagai wahana sepuasnya, termasuk yang paling cocok untuk suasana Halloween, City of Dead! Wahana ini siap memacu adrenalinmu lewat efek visual dan audio yang realistis, mulai dari jeritan zombie, efek cahaya yang dramatis, hingga suasana mencekam yang bikin bulu kuduk berdiri!

    Selain itu, jangan lewatkan juga Temple Raider Show, pertunjukan aksi spektakuler yang menampilkan atraksi geng motor dan fire show menegangkan. Paduan aksi, api, dan musiknya dijamin bikin kamu terpukau dan jadi salah satu pengalaman yang paling berkesan di Trans Studio Theme Park Bali.

    Biar makin gampang, kamu bisa langsung beli tiketnya secara online di www.transstudiobali.com. Taman hiburan ini buka setiap hari pukul 11.00-18.00 WITA (weekday) dan 11.00-19.00 WITA (weekend). Jangan lupa juga untuk follow akun Instagram resmi @transstudio.bali biar kamu nggak ketinggalan promo dan event seru lainnya.

    Yuk, rayakan bulan Oktober dengan penuh keseruan! Nikmati sensasi Halloween versi kamu di Trans Studio Theme Park Bali!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Taman Bugar Favorit Warga Jakbar, Ini 5 Fasilitas Unggulannya


    Jakarta

    Pemprov DKI Jakarta meresmikan Taman Bugar di Jakarta Barat pada akhir September 2025 yang langsung menjadi favorit warga. Di sini ada banyak fasilitas yang membantu masyarakat menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Taman Bugar tentunya ramah lansia dan bisa dikunjungi segala usia. Tak heran Taman Bugar selalu ramai sepanjang hari, apalagi di libur weekend. Warga Jakbar dan sekitarnya ramai-rami datang ke taman di Kelurahan Duri Kepa ini.

    5 Fasilitas Unggulan Taman Bugar

    Berikut wahana dan fasilitas favorit warga di Taman Bugar, Jakbar, saat detikTravel mengunjunginya pada Sabtu (4/10/2025)


    1. Lapangan Serbaguna

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Di lapangan serbaguna traveler bisa menjajal permainan sepak bola, voli, dan bulu tangkis. Lapangan ini dikelilingi pagar pembatas yang tinggi dan dilengkapi gawang serta tiang ring atau net.

    2. Wahana Bermain Anak

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Fasilitas di sebelah kanan dari arah pintu masuk taman, area ini menjadi tempat bermain anak yang asyik. Di sini ada berbagai wahana permainan misal perosotan, panjat tali, dan monkey bar untuk anak usia 3-12 tahun dengan pengawasan orang tua.

    3. Outdoor Fitness Equipment

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Area outdoor fitness equipment berada di sebelah kiri dari pintu masuk taman. Alat fitness di Taman Bugar terdiri dari 2 cross trainer yang berfungsi melatih otot kaki dan paha, serta monkey bar untuk training otot lengan bagi orang dewasa.

    4. Banyak Tempat Duduk Unik

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Selain fasilitas untuk kegiatan fisik, Taman Bugar menyediakan banyak tempat duduk bagi pengunjung. Tempat duduk ini berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran dari batu bata, yang diberi hiasan pot bunga beserta tanamannya.

    5. Guiding Block

    Taman Bugar sangat ramah penyandang disabilitas dengan menyediakan guiding block. Konblok ini berwarna kuning bertekstur khusus yang bisa dimanfaatkan pengunjung dengan disabilitas tertentu. Taman Bugar juga tidak menggunakan anak tangga di pintu masuk, demi kenyamanan penyandang disabilitas.

    @detiktravel Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Taman Bugar di Duri Kepa. Berbagai fasilitas taman bermain anak-anak hingga fasilitas olahraga yang di sediakan di Taman Bugar ini. Nah kita intip yuk gimana sih fasilitas yang ada di taman yang digadang-gadang sebagai ruang interaksi. Creator: Ikhda Nisrina Nabila – 20DETIK #tamanbugar #wisatajakarta #jakarta ♬ suara asli – detikTravel

    (row/ddn)





    Sumber : travel.detik.com

  • Baru Diresmikan Pramono Anung, Ini Kondisi Taman Bugar Sekarang


    Jakarta

    Gubernur Provinsi Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat pada Selasa (30/9/2025). Taman dilengkapi banyak wahana dan sarana untuk kegiatan fisik segala usia serta ramah disabilitas.

    detikTravel berkesempatan mengunjungi Taman Bugar pada Sabtu (4/10/2025) sore ketika sudah tidak terlalu terik. Area seluas 2.150 meter2 tersebut dipadati anak-anak yang bermain dan berlari ke seluruh penjuru taman.

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Fasilitas favorit anak-anak adalah lapangan serbaguna yang bisa digunakan untuk futsal, voli, dan bulu tangkis. Sebagian asyik main bola, sedangkan yang lain istirahat atau sekadar ngobrol bersama teman.


    “Suasana tamannya asyik, kita senang bisa main bola, balap lari, bulu tangkis di sini,” kata Alfi yang sedang duduk di pinggir lapangan sebelum melanjutkan permainan bersama teman-temannya.

    Selain lapangan, wahana lain juga dipenuhi anak-anak yang aktif bermain bersama orang tua atau teman sebaya. Beberapa wahana yang dipadati anak-anak berusia 3-12 tahun ini adalah perosotan, panjat tali, dan monkey bar.

    Menurut Dar, salah satu pengunjung yang sedang menemani anaknya bermain, kehadiran Taman Bugar disambut positif dang sangat bermain. Tempat ini menjadi arena bermain, rekreasi, dan interaksi anak dari segala usia serta orang dewasa.

    “Saya disini ngawasin anak lagi main. Pertama kali ke sini liat tamannya bagus, luas, banyak tempat bermainnya, dan anak-anak bisa berinteraksi sama teman-temannya,” kata Dar.

    Menurut Cutet, kontraktor sekaligus penjaga kebersihan Taman Bugar, pengunjung Taman Bugar berbeda sepanjang hari. Anak-anak biasanya memenuhi taman di sore hari, sedangkan orang dewasa datang selepas jam kantor.

    “Ramainya mulai dari pagi sampai sore, tapi biasanya ada warga yang ke sini malam. Kalau hari biasa, anak-anak bermain di taman itu setelah pulang sekolah,” kata Cutet.

    Sedangkan saat libur akhir pekan, Taman Bugar bisa ramai sepanjang hari. Aktivitas sedikit menurun di siang hari saat matahari bersinar makin terik. Di sore hari, warga setempat atau dari area lain sekitar Jakarta kembali meramaikan Taman Bugar.

    Jam Buka Taman Bugar dan Kebersihannya

    Taman Bugar di Duri Kepa, Jakarta BaratTaman Bugar di Duri Kepa, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Terkait jadwal buka Taman Bugar, Cutet mengatakan belum ada jadwal pasti dari pemerintah provinsi. Taman Bugar bisa diakses setiap saat, asal jangan terlalu malam atau dini hari.

    “Sementara belum ada ketentuan jam operasional dari dinas terkait dan pemprov. Warga masih bebas keluar masuk taman. Paling kalau sudah malam ada warga, ditegur aja,” kata Cutet.

    Cutet yang juga bertanggung jawab pada kebersihan taman mengatakan, saat ini dia bertugas menyiram dan melakukan pembersihan rutin. Tugas ini dia jalankan, sampai ada penunjukan petugas baru dari pemprov atau pihak terkait.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mesin Ketik dan Keris Usia Ratusan, Ini Harta Karun Pasar Loak Jatinegara


    Jakarta

    Bagi pecinta barang antik, Pasar Loak Jatinegara adalah surga tersembunyi. Di sini ada berbagai koleksi jadul mulai dari mesin tik tua, uang lama, keramik lawas, hingga keris berusia 200 tahun. Tak hanya itu, ponsel jadul yang pernah hits juga masih dijual dengan harga terjangkau.

    Deretan Harta Karun Pasar Loak Jatinegara

    Detik travel sempat mengunjungi Pasar Loak Jatinegara pada Jumat (3/10/2025), berikut ‘harta karun’ yang berhasil ditemukan

    1. Mesin Ketik Tua

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Perangkat yang sangat terkenal di era 1980-an ini masih bisa kita temukan dalam kondisi cukup baik. Harganya mulai dari Rp 350 ribu dan bisa lebih murah atau mahal, bergantung dari kemampuan tawar menawar calon pembeli.


    “Mesin ketik ini sudah ada sejak tahun 80-an. Kondisinya masih bagus, tintanya juga masih ada,” kata Fikri, seorang penjual di Pasar Loak Jatinegara.

    Ada mesin ketik yang masih lengkap dan terlihat kuat, tetapi ada juga yang beberapa tombol atau hurufnya sudah lepas. Meski begitu, daya tariknya tetap kuat, terutama bagi kolektor atau penggemar barang antik.

    2. Uang Kuno

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu tertata rapi di lapak pasar. Harga yang ditawarkan juga cukup murah, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

    “Kalau uang kuno seperti ini, biasanya dicari untuk dijadikan koleksi,” kata Bapak Tami, pemilik lapak uang kuno Pasar Loak Jatinegara.

    Uang kuno ini ada yang dibuat tahun 1955, 1959, 1973, 1978, hingga 1996. Tidak hanya uang Indonesia ada juga koin dari berbagai negara lain seperti Jepang, Malaysia, Perancis, India, hingga Turki.

    3. Keramik Lawas

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Pasar Loak ini juga menyediakan aneka produk keramik lawas misal piring, asbak, gelas, dan patung. Deretan produk yang tertata rapi ini menunggu calon pembeli untuk melihat, bertanya, dan membelinya.

    “Kalau keramik, biasanya yang paling dicari itu adalah patung. Biasanya orang-orang dijadikan pajangan di rumah atau di ruangan,” jelas Fikri.

    Menurut Fikri, patung keramik adalah barang yang paling sering dicari oleh pembeli. Alasannya, patung keramik bisa menjadi hiasan rumah atau ruangan yang bisa menambah kesan antik dan klasik.

    4. Keris Antik

    Pasar Loak JatinegaraKeris antik di Pasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Bagi penyuka benda pusaka, Pasar Loak Jatinegara menyediakan keris berusia ratusan tahun. Menurut Fikri, benda ini diperoleh dari kolektor yang mempercayakan padanya untuk dijual. Keris ini termasuk koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

    “Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

    5. Ponsel Lawas

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Jika detikers tertarik dengan ponsel lawas, Pasar Loak Jatinegara adalah tempat terbaik. Di sini ada ponsel dengan tombol fisik hingga layar sentuh dengan kondisi yang cukup baik, meski punya berbagai kekurangan.

    “Masalahnya adalah karena sudah pernah dipakai, jadi ada beberapa goresan kecil. Tapi masih berfungsi dengan baik,” kata Efendi pemilik lapak ponsel.

    Selain punya goresan, ponsel lawas ini dalam kondisi retak atau terkelupas. Ponsel lama tersebut dijual dengan harga mulai dari Rp 400 ribu. Untuk mendapatkan harga terbaik, calon pembeli masih dapat mencoba tawar menawar dengan pemilik lapak.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyusuri Pulau Onrust, Jejak Kelam VOC yang Kini Jadi Museum Arkeologi



    Jakarta

    Pulau Onrust di Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

    Kini, pulau ini dikenal sebagai Museum Arkeologi Onrust, tempat wisata sejarah yang menyimpan banyak kisah kelam dan peninggalan bersejarah dari abad ke-17 hingga abad ke-20.

    Dari Galangan Kapal hingga Benteng Pertahanan

    Pada abad ke-17, Pulau Onrust menjadi pusat galangan kapal sebelum Tanjung Priok berdiri. Karena aktivitas kapalnya yang padat, pulau ini dijuluki Pulau Kapal.


    VOC membangun benteng pertahanan setinggi sembilan meter dengan bastion yang menjorok keluar sebagai menara pengintai. Di masa itu, Onrust menjadi salah satu pulau tersibuk di Teluk Jakarta.

    Bangunan yang ada saat ini sebagian besar berasal dari masa sekitar tahun 1850, dibangun untuk mempertahankan aktivitas pelabuhan kapal-kapal Belanda.

    Hasil ekskavasi arkeologi menunjukkan sisa benteng utama dan kincir angin yang dulu digunakan untuk memotong kayu kapal.

    Pusat Karantina Haji dan Rumah Sakit Modern di Zamannya

    Pada tahun 1911, Pulau Onrust berubah fungsi menjadi rumah sakit karantina bagi para pendatang dari luar negeri, termasuk jemaah haji asal Indonesia sebelum memasuki Batavia.

    Rumah sakit ini memiliki luas sekitar 12 hektar dan mampu menampung hingga 3.500 orang. Pulau Onrust menjadi tempat penampungan barang-barang jamaah haji yang berjumlah 35 barang dan 1 barang isinya 100 orang.

    “Penampungan barang-barang di Pulau Onrust ada 35 barang penampungan haji, 1 barang isi 100 orang,” ujar Gindo, pemandu wisata Kepulauan Seribu yang menemani detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta.

    Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

    Fasilitasnya cukup lengkap, termasuk asrama berukuran 6×30 meter yang bisa menampung 100 orang. Di masa itu, Pulau Onrust juga memiliki penjara dan bunker pertahanan. Jamaah haji yang sehat diobservasi selama lima hari di Onrust, sementara yang sakit dirawat di Pulau Cipir.

    Sayangnya, sejarah karantina ini juga meninggalkan kisah kelam. Dulu, penyakit menular seperti leptospirosis (penyakit kencing tikus) sering menyerang akibat buruknya kondisi kapal yang membawa tikus dari luar negeri.

    Tragedi, Penjarahan, dan Masa Suram Pulau Onrust

    Nama “Onrust” berasal dari bahasa Inggris unrest, yang berarti “tidak istirahat”. Pulau ini menyimpan banyak kisah kelam, termasuk cerita tentang seorang noni Belanda bernama Maria van de Veldes yang meninggal karena depresi dan dimakamkan di sini. Di makamnya ditemukan puisi cinta yang menyentuh hati.

    “Pulau Onrust memiliki kisah kelam, diantaranya pulau ini banyak tawanan-tawanan perang yang dipenjarakan di pulau ini, dan pada 1968 pulau ini pernah dijarah batuan dari bangunan disana yang akhirnya hanya sisa beberapa puing,” cerita Gindo.

    Pada masa revolusi, Onrust dijadikan tempat pembuangan tahanan politik, termasuk anggota DI/TII. Memasuki tahun 1968, pulau ini dijarah besar-besaran, batu-batu bangunannya diambil sehingga kini hanya tersisa puing-puing.

    Pulau Onrust Kini: Situs Arkeologi dan Wisata Edukasi

    Setelah lama terbengkalai, pada tahun 1972 pemerintah menetapkan Onrust sebagai Taman Arkeologi Onrust, dan sejak 2024 statusnya resmi menjadi Museum Arkeologi Tipe A.

    Di sini, wisatawan bisa menemukan sisa bunker yang telah berisi air payau, reruntuhan bangunan VOC, serta sekitar 50 makam Belanda.

    Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

    Salah satu daya tarik utama pulau ini adalah bunker pendingin amunisi dengan delapan ruangan terpisah. Saat ini bunker ini telah dipenuhi air payau karena kerapuhan dinding bunker yang membuat air laut masuk ke dalam yang kedalamannya sekitar 1,3 meter.

    “Bunker ini isinya air payau karena dindingnya pecah jadi airnya masuk. Di dalamnya ada 8 ruangan itu nggak nyambung, masing-masing per 4 ruangan,” kata Rosyadi, pemandu lokal Pulau Onrust.

    Pulau ini juga menyimpan berbagai peninggalan dari abad ke-18, seperti batu bata kuno yang semakin kuat ketika terkena air laut. Di sekitarnya tumbuh pohon keben, tumbuhan khas pesisir yang menjadi bagian dari ekosistem alami Onrust.

    Cara Menuju ke Pulau Onrust

    Akses menuju Pulau Onrust bisa ditempuh dari Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal wisata. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja.

    Listrik di pulau ini masih menggunakan genset dan hanya menyala pada jam-jam tertentu, karena pasokan utama difokuskan ke pulau yang berpenghuni.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


    Jakarta

    Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

    Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

    Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


    Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

    Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

    “Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

    Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

    Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

    Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

    Wihara Dharma Bakti

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

    Wihara Dharma Jaya Toasebio

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

    Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok


    Jakarta

    Kawasan wisata budaya dan kuliner Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat bisa diakses dengan kendaraan umum. Simak di sini informasinya.

    Akhir pekan belum mempunyai rencana liburan? Petak Sembilan di kawasan Pecinan Glodok bisa jadi pilihan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner khas Tionghoa, lengkap dengan suasana pasar yang dipenuhi toko China.

    Bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, Petak Sembilan juga menawarkan pengalaman berjalan di antara gang sempit dengan aroma dupa, jajanan tradisional, hingga toko Cina yang legendaris. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


    Masih bingung soal transportasi umum menuju ke sana? detikTravel sudah merangkum beberapa cara mudah menuju Petak Sembilan.

    Naik TransJakarta

    Perjalanan bisa dimulai dengan naik TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di Halte Glodok. Setelah itu, lanjutkan berjalan kaki sekitar 250 meter menuju kawasan Pecinan Jakarta atau dikenal juga sebagai Chinatown.

    Setelah melewati gapura khas Tionghoa di pintu masuk, lanjutkan berjalan sekitar 50 meter hingga menemukan Gang Petak 9 di sisi kanan jalan. Bagi yang baru pertama kali datang, disarankan bertanya kepada warga sekitar, karena gang ini tidak memiliki papan nama resmi yang menandai sebagai Petak Sembilan.

    Naik KRL

    Alternatif lain adalah menggunakan KRL. Naik kereta menuju arah Kampung Bandan dan turun di Stasiun Duri. Dari sana, berjalan sekitar 100 meter ke Jalan Duri Utama 1, kemudian naik mikrolet M41. Turun di Jalan Kemenangan 1 dan lanjutkan berjalan sekitar 200 meter menuju kawasan Petak Sembilan.

    Naik MRT

    Moda transportasi modern ini juga bisa jadi pilihan. Turun di Stasiun Bundaran HI, lalu lanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok. Selanjutnya, cukup berjalan kaki menuju kawasan Pecinan untuk menemukan Petak Sembilan.

    Petak Sembilan bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang masih terjaga di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jadi, siapkan kamera dan selera makan terbaikmu, karena setiap sudutnya siap memanjakan mata dan perut!

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com