Category: Domestik

  • Segar dan Menenangkan, Air Terjun Serbaraja Toll Park, Hidden Gem di BSD


    Jakarta

    Tangerang mempunyai destinasi ruang terbuka hijau dengan view air terjun kecil. Air terjun itu berada di Serbaraja Toll Park yang cocok untuk jogging pagi, me time sore, dan healing.

    Lokasi taman ada di dalam BSD area Kabupaten Tangerang. Dari sini, traveler bisa memandang Sungai Cisadane dengan air terjun mininya. Soal akses, kawasan ini mudah dijangkau dan terbuka untuk masyarakat umum.

    Serbaraja Toll Park The Breeze BSD TangerangAir terjun viral Serbaraja Toll Park The Breeze BSD Tangerang (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Air Terjun dan Keunikan Serbaraja Toll Park

    Serbaraja Toll Park ini unik karena lokasinya berada di bawah kolong jalan tol Serbaraja, tidak jauh dari pusat perbelanjaan The Breeze. Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga air terjun kecil dari aliran Sungai Cisadane.


    Saat detikTravel berkunjung sore hari, taman itu relatif ramai. Menurut informasi, taman itu memang paling ramai pada pagi dan sore hari, serta sepanjang waktu saat akhir pekan. Taman itu memang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan dibuka untuk umum 24 jam.

    “Biasanya ramai saat weekend atau tanggal merah. Jam 05.00 WIB sudah ada yang lari di sini,” kata Suhadi, petugas keamanan setempat kepada detikTravel pada Rabu (29/10/2025).

    Menariknya lagi, taman itu juga kerap digunakan sebagai spot pemotretan wisuda. Namun, pengunjung wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola agar tidak dikenakan biaya tambahan.

    “Taman ini bisa buat foto wisuda, tapi jangan dadakan ramai-ramai bawa kamera tanpa izin. Nanti kami petugas keamanan yang kena tegur. Yang ingin foto bisa minta izin ke pihak pengelola. Di sini ada CCTV, jadi kelihatan kalau ada keramaian,” ujar Suhadi.

    Menurut Suhadi, saat ini Serbaraja Toll Park masih dikelola pihak swasta sebagai developer utama. Pengelolaan ini meliputi perawatan, perizinan, dan penyiraman taman yang dilakukan dengan teratur.

    Vibe Serbaraja Toll Park

    Saat memasuki area taman, pengunjung akan disambut deretan tanaman hijau yang rindang dan asri dirawat setiap hari oleh petugas. Di dalamnya terdapat joging track yang bisa digunakan untuk berlari, berjalan santai, hingga bersantai menikmati udara segar.

    “Aku lagi jogging di sini. Jogging tracknya mulus, nggak berlubang, dan banyak tanaman hijaunya yang bikin pikiran fresh,” kata Mira, salah satu pengunjung.

    Di sepanjang jogging track, pengunjung juga disuguhi elemen estetis seperti batu-batuan kecil, jembatan, hingga lorong yang adem dan fotogenik. Menariknya, terdapat tiga pertigaan jembatan di area taman.

    Jika detikers berjalan lurus, jalur akan berlanjut ke track jogging berikutnya. Sementara itu, jika belok kiri, detikers akan keluar dari area taman. Selama berlari atau berjalan santai, pengunjung ditemani pemandangan sungai dengan suara gemericik air yang menenangkan.

    Bagi detikers yang ingin berkunjung, disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana yang teduh, adem, dan lebih ramai. Perpaduan suasana hijau, aliran sungai, dan jalur yang mulus membuat pengalaman jogging di taman ini terasa berbeda.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute Menuju Air Terjun Viral di Serbaraja Toll Park BSD, Bisa Naik KRL


    Jakarta

    Serbaraja Toll Park menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang menarik perhatian warga BSD City dan sekitarnya. Taman ini kerap menjadi healing gratis dengan pemandangan Sungai Cisadane dan air terjun kecil super adem. Lokasinya berada tepat di kawasan The Breeze BSD, Tangerang Selatan.

    Rute ke Serbaraja Toll Park Naik KRL

    Salah satu opsi transportasi yang paling mudah adalah menggunakan KRL Commuter Line jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung.

    • Naik KRL jurusan Tanah Abang-Rangkasbitung
    • Turun di Stasiun Rawa Buntu
    • Lanjut naik angkot 804 Cikokol-BSD
    • Turun di SGU BSD City
    • Lanjut naik bus BSD Link
    • Turun di The Breeze BSD.

    Perlu diketahui, akses transportasi umum di BSD cukup terbatas. Moda yang beroperasi hanya angkot dan bus BSD Link. Oleh karena itu, waktu kedatangan perlu menyesuaikan jadwal operasional kedua transportasi ini.


    1. Rute Angkot dari Ciputat ke BSD

    Bagi detikers yang berada di sekitar Ciputat, tersedia angkot D08 berwarna hijau. Angkot ini dapat mengantarkan hingga kawasan BSD sebelum melanjutkan perjalanan ke The Breeze. Setelah turun, detikers dapat berjalan kaki beberapa menit menuju Serbaraja Toll Park.

    Kendaraan pribadi akan menjadi opsi paling praktis. Dari arah Jakarta Selatan, perjalanan menuju BSD memakan waktu sekitar 1 jam dengan jarak kurang lebih 21 kilometer, tergantung kondisi lalu lintas. Setibanya di The Breeze:

    • Parkir motor tersedia tepat di depan Serbaraja Toll Park, sedangkan parkir mobil berada di depan The Breeze yang lumayan jauh dari Serbaraja Toll Park.
    • Jalur akses mudah ditempuh hanya dengan berjalan kaki beberapa meter.

    Area Parkir untuk Pengunjung Mobil dan Motor

    Buat detikers yang membawa mobil, area parkir disediakan di depan pusat perbelanjaan The Breeze. Pengunjung hanya perlu berjalan kaki sebentar untuk sampai ke taman. Parkir berada di kawasan yang aman dan dipantau CCTV. Bagi traveler yang membawa motor, bisa menitipkan kendaraan di area parkir depan Serbaraja Toll Park.

    Rekomendasi Waktu Berkunjung

    Saat weekend dan tanggal merah, area jogging akan lebih ramai oleh warga sekitar. Waktu terbaik datang ke Serbaraja Toll Park adalah:

    • Pagi hari (05.00-09.00 WIB), cuaca sejuk, cocok jogging
    • Sore hari (16.00-18.00 WIB), suasana adem untuk healing.

    Tips Berkunjung ke Serbaraja Toll Park

    Bagi detikers yang ingin mencoba pengalaman menikmati hidden gem gratis di kawasan BSD City, Serbaraja Toll Park, detikers ada baiknya untuk mempersiapkan hal berikut untuk pengalaman yang nyaman saat berolahraga ataupun healing di Serbaraja Toll Park.

    • Gunakan pakaian olahraga
    • Bawa botol minum pribadi
    • Gunakan sunscreen saat siang
    • Jaga kebersihan taman
    • Jangan mengambil foto komersial tanpa izin pengelola.

    Kenapa Harus ke Serbaraja Toll Park?

    Pasti detikers bertanya apasih yang membuat Serbaraja Toll Park ini harus dikunjungi, berikut daya tarik dari Serbaraja Toll Park BSD City.

    • Jogging track mulus dan bersih
    • Suasana asri dan rindang
    • Pemandangan Sungai Cisadane
    • Gratis dan terbuka 24 jam
    • Cocok untuk healing, foto, hingga quality time.

    Dengan akses yang cukup mudah, Serbaraja Toll Park menjadi hidden gem di kawasan BSD City. Pilihan transportasi umum tersedia, namun kendaraan pribadi tetap menjadi opsi tercepat. Taman ini menjadi ruang hijau favorit bagi warga yang ingin olahraga, bersantai, hingga mencari suasana hijau tanpa biaya.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jogging di Bawah Tol? Coba Saja di Serbaraja Toll Park, Tangsel


    Jakarta

    Tangerang Selatan mempunyai ruang terbuka hijau yang unik dan berbeda dari taman kebanyakan. Namanya Serbaraja Toll Park.

    Taman itu berada tepat di bawah kolong jalan tol Serbaraja serta berlokasi tak jauh dari pusat lifestyle The Breeze BSD, Tangerang Selatan.

    4 Keunikan Serbaraja Toll Park

    1. Akses Lewat Area The Breeze dan Pemeriksaan Ketat

    Berbeda dengan taman pada umumnya, untuk masuk ke Serbaraja Toll Park pengunjung harus melewati area The Breeze dan gerbang pemeriksaan yang dijaga ketat.


    Satpam akan memeriksa kendaraan, baik jok motor maupun bagasi mobil. Sistem keamanan ini membuat area taman terasa lebih aman dan terkontrol.

    2. Kolong Tol Disulap Jadi Ruang Hijau

    Keunikan paling mencolok dari Serbaraja Toll Park adalah pemanfaatan ruang kosong di bawah kolong tol. Biasanya area serupa identik dengan suasana kumuh dan terbengkalai. Namun di sini, ruang tersebut disulap menjadi taman hijau yang rapi dan bersih, lengkap dengan jalur jogging yang mulus dan deretan tanaman yang terasa menyegarkan.

    Berbeda dengan taman lain yang menekankan fasilitas seperti alat fitness atau taman bermain, taman ini fokus menghadirkan lanskap hijau sebagai ruang rekreasi, jogging, dan bersantai. Menariknya, taman ini juga sering menjadi lokasi pemotretan wisuda. Namun pengunjung wajib koordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola agar tidak dikenakan biaya tambahan.

    “Jangan dadakan ramai-ramai bawa kamera tanpa izin. Nanti kami petugas keamanan yang kena tegur,” kata Suhadi, petugas keamanan Serbaraja Toll Park kepada detikTravel, Rabu (29/10/2025).

    CCTV juga tersebar di area taman, membuat aktivitas di dalam area tetap terpantau.

    3. Dekat Tiga Air Terjun Sungai Cisadane

    Tak jauh dari area taman, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga air terjun kecil dari aliran Sungai Cisadane. Meski tidak tinggi, struktur air terjun bertingkat ini menjadi daya tarik visual yang jarang ditemukan di kawasan perkotaan. Tak heran, taman ini ramai dikunjungi pada pagi dan sore hari, terutama saat akhir pekan.

    4. Kelolaannya Bukan Pemerintah

    Keunikan lain yang membedakan adalah pengelolaannya. Hingga kini, Serbaraja Toll Park masih dikelola oleh pihak swasta.

    “Taman ini belum dikelola pemerintah, masih dikelola oleh pihak swasta. Mulai dari perawatan, perizinan, dan penyiraman taman semua petugasnya dari Sinarmas,” ujar Suhadi, petugas keamanan.

    Pengelolaannya mandiri, kondisi taman terjaga bersih dan aman sepanjang hari.

    Pengunjung dapat datang kapan saja. Sensasi jogging di bawah jalan tol yang teduh dengan angin sepoi-sepoi menjadi pengalaman unik tersendiri.

    “Jogging track-nya mulus, nggak berlubang, dan banyak tanaman hijaunya yang bikin pikiran fresh,” kata Mira, salah seorang pengunjung.

    Keunikan suasana di bawah kolong tol membuat Serbaraja Toll Park menjadi ruang hijau yang menarik untuk dikunjungi. Taman ini menawarkan pengalaman berbeda bagi siapa pun yang sedang berada di kawasan BSD, Tangerang dan sekitarnya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bayar Rp 200 Ribuan, Bisa ke 13 Destinasi dan Masuk Area Makam Raja Demak



    Demak

    Wisatawan yang ingin melakukan perjalanan religi di Kabupaten Demak mungkin bisa mencoba paket wisata yang ditawarkan Dinas Pariwisata (Dinparta) Kabupaten Demak.

    Dinparta Demak memiliki Paket Wisata Jawara (Jelajah Wisata Religi Demak). Dengan harga Rp 200 ribuan, detikers bisa seharian menjelajahi 13 tujuan wisata di pusat penyebaran Islam tertua di nusantara.

    Kepala Dinparta Demak, Endah Cahya Rini mengatakan, ada sejumlah eksklusivitas yang bisa didapatkan dari Paket Wisata Jawara. Wisatawan bisa masuk ke area khusus hingga mencicipi kuliner khas Demak.


    “Wisatawan bisa masuk ke area khusus, misalnya di makam Raja Demak itu biasanya kan di luar. Nah, kita bisa usahakan untuk masuk ke dalam,” kata Endah saat ditemui detikJateng.

    “Kita juga sajikan jamu coro, ada nasi-nasi makanan khas Demak itu tidak sembarangan bisa (dihidangkan),” tambahnya.

    Adapun 13 lokasi tujuan yang akan dijelajahi wisatawan dalam Paket Wisata Jawara yaitu:

    1. Sunrise Pantai Noer Bedono
    2. Makam Terapung Syekh Mudzakir
    3. Explore Desa Tenggelam
    4. Kampung Adat Kadilangu
    5. Pendopo Ndalem Notobratan
    6. Lumbung Padi Tertua se-Asean
    7. Ndalem Sesepuh Kadilangu
    8. Masjid Kadilangu
    9. Makam Sunan Kalijaga
    10. Masjid Agung Demak
    11. Museum Masjid Agung Demak
    12. Makam Raja/Sultan Demak
    13. Explore Arsitektur Demak Kuno

    Wisata ini dimulai pukul 04.00 WIB, di mana wisatawan akan memulai perjalanannya menuju Kawasan Makam Syekh Mudzakir yang berada di tengah laut Kecamatan Sayung menggunakan perahu.

    “Jam 04.00 WIB pagi, sebelum subuh, kita menuju ke wisata religi Syekh Mudzakir yang ada di tengah laut. Itu sensasinya luar biasa karena pagi-pagi kita harus bangun, kemudian harus naik perahu. Terus kita salat subuh di makam Syekh Mudzakir dan berziarah di sana,” ujar Endah.

    Endah menyebut wisatawan bisa mendapat akses khusus di beberapa lokasi tujuan. Tak hanya melihat-lihat, pemandu wisata juga akan menjelaskan seluk-beluk tempat yang sedang dikunjungi.

    Artikel ini sudah tayang di detikJateng. Baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cuma Rp 50 Ribu Saja! Bisa Seharian Menikmati Keindahan Desa Cibuntu



    Kuningan

    Berlibur ke tempat indah tak selalu harus mahal. Di Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Anda bisa menikmati keindahan alam, bermain air, hingga mencoba berbagai wahana seru hanya dengan Rp 50.000.

    Terletak di kaki Gunung Ciremai, Desa Cibuntu menawarkan udara sejuk dan panorama hijau yang menenangkan. Pengelola objek wisata Desa Cibuntu, Asep, mengatakan Rp 50.000 sudah cukup untuk menikmati semua daya tarik desa ini.

    Dengan tiket masuk Rp15.000, wisatawan sudah bisa berkeliling menikmati suasana desa, mengunjungi Air Terjun Gongseng setinggi 15 meter, bersantai di lapangan hijau yang dikelilingi hutan pinus, serta mencoba terapi ikan yang menenangkan.


    Masih tersisa Rp35.000? Gunakan Rp10.000 untuk masuk ke kolam renang alami yang airnya langsung mengalir dari mata air pegunungan. Suasana di kolam ini makin menenangkan berkat tebing batu, pepohonan rindang, dan fasilitas seperti gazebo, musala, hingga spot foto yang estetik.

    Masih ada sisa Rp25.000 dari bujet awal. Uang itu bisa digunakan untuk menyewa permainan ATV Rp15.000 dan panahan Rp10.000. Jika tak ingin bermain, sisa uang bisa digunakan untuk menikmati kuliner lokal di kantin desa.

    “Sisa uang Rp 25.000 bisa buat main ATV atau panahan, atau makan dan minum. Di sini harga makanan masih murah, Rp 25.000 sudah dapat makan besar sama minum,” kata Asep.

    Salah seorang pengunjung, Raihan, juga merasakan hal yang sama. Ia memilih membeli tiket all in Rp 25.000 yang sudah termasuk kolam renang, lalu sisanya Rp 25.000 digunakan untuk makan nasi lengko telur (Rp 17.000) dan minum air botol (Rp 8.000).

    “Rp 50.000 cukup banget buat seharian di sini, bisa main air, makan, dan menikmati udara segar,” ujarnya.

    —-

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Taman Nasional di Daftar Warisan Dunia UNESCO dan ASEAN



    Jakarta

    Indonesia memiliki cukup banyak taman nasional, dengan di antaranya mendapatkan pengakuan dunia. Lima taman nasional ini masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO dan taman warisan ASEAN.

    Julukan negeri megabiodiversitas, rumah bagi ribuan spesies langka yang tersebar dari puncak gunung tertinggi hingga dasar laut terdalam, sudah sejak lama disandang Indonesia. Tidak hanya flora, namun juga beragam fauna menjadi penghuni Tanah Air.

    Keunikannya, bahkan dibuktikan oleh penelitian Alfred Russel Wallace, naturalis sekaligus penjelajah, geografer, antropolog, biolog, dan ilustrator berkebangsaan Inggris. Dia memberikan garis hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia, bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia, di timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis itu dinamai garis Wallacea.


    Informasi mengenai taman-taman nasional itu dikutip dari laman resmi Instagram Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (@kemenparekraf.ri) dan sumber lain. Keindahan dan status spesial taman nasional itu diiringi pesan berapa pentingnya konservasi alam Indonesia di mata dunia.

    5 taman nasional di Indonesia masuk daftar warisan dunia UNESCO & taman warisan ASEAN

    1. Taman Nasional Lorentz, Papua

    taman nasional lorentzTaman Nasional Lorentz (iStock)

    Membentang seluas 2,35 juta hektar dari Puncak Jaya hingga pesisir Laut Arafura, Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki lanskap yang luar biasa dari gletser di puncak gunung, hutan hujan tropis lebat, hingga rawa dan pesisir pantai yang masih perawan.

    Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid yang berada di dalam kawasan ini termasuk dalam tujuh puncak tertinggi dunia (Seven Summits) dengan ketinggian 4.884 mdpl. Tak hanya megah secara alam, Lorentz juga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan Taman Warisan ASEAN.

    Keanekaragaman hayati taman nasionai ini amat menakjubkan. Di sini hidup burung cendrawasih elok, kanguru pohon, dan puyuh salju, sementara floranya meliputi sarang semut, nipah, dan bakau yang tumbuh alami di ekosistemnya yang luas.

    2. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh & Sumatera Utara

    Ilustrasi induk gajah di Desa Panton Beunot, Distrik Tiro, Aceh.Ilustrasi induk gajah di Desa Panton Beunot, Distrik Tiro, Aceh. (Getty Images/iStockphoto/Teuku Boyhaqie)

    Beralih ke barat Indonesia, Taman Nasional Gunung Leuser menjadi surga hutan hujan tropis yang membentang di Aceh dan Sumatera Utara. Dengan luas sekitar 838 ribu hektar, kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan ratusan satwa langka.

    Gunung Leuser diakui dunia sebagai Cagar Biosfer UNESCO, Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera, serta Taman Warisan ASEAN. Di sinilah hidup empat satwa ikonik Indonesia, yakni harimau sumatera, gajah sumatera, badak sumatera, dan orangutan sumatera.

    Selain fauna, Gunung Leuser juga menyimpan flora eksotis seperti titan arum yang tingginya bisa mencapai tiga meter saat mekar, serta Rafflesia arnoldii, bunga raksasa berdiameter hingga satu meter, keduanya menjadi simbol keajaiban hutan tropis Sumatera.

    3. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur

    Daya Tarik Taman Nasional BaluranDaya Tarik Taman Nasional Baluran (Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo)

    Disebut sebagai “Africa van Java”, Taman Nasional Baluran menawarkan panorama savana seluas 10 ribu hektar yang memikat. Terletak di antara Situbondo dan Banyuwangi, Baluran menyuguhkan lanskap khas Afrika, padang rumput luas dengan latar Gunung Baluran yang megah.

    Kawasan ini menjadi rumah bagi banteng jawa, rusa timor, merak hijau, hingga macan tutul jawa, serta ragam flora seperti widoro buko, mimba, dan pilang yang menghiasi savananya.

    Baluran juga telah mendapat pengakuan internasional sebagai bagian dari Cagar Biosfer Blambangan UNESCO, menjadikannya contoh nyata harmoni antara pelestarian alam dan pariwisata berkelanjutan di Pulau Jawa.

    4. Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

    Pulau Peucang TN Ujung KulonPulau Peucang TN Ujung Kulon (Aris Rivaldo/detikcom)

    Sebagai taman nasional tertua di Indonesia, Taman Nasional Ujung Kulon menyimpan sejarah panjang sejak letusan dahsyat Gunung Krakatau tahun 1883 yang membentuk ulang lanskap alamnya. Dengan luas sekitar 122 ribu hektar, kawasan ini menjadi satu-satunya habitat alami badak jawa (Rhinoceros sondaicus) yang tersisa di dunia.

    Selain itu, Ujung Kulon juga menjadi rumah bagi owa jawa, kubung sunda, dan manuk bueuk, serta beragam tumbuhan seperti cerlang laut, kokoleceran, dan merbau. Tak hanya diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Ujung Kulon juga menerima penghargaan Asia

    Environmental Enforcement Recognition of Excellence (AEEE) dari UN Environment Program atas komitmennya dalam konservasi satwa langka.

    5. Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara

    Warga menombak ikan saat atraksi Hekente di Desa Sombu, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/8/2025).  Hekente merupakan aktivitas mencari ikan secara tradisional yang dilakukan kaum perempuan Wakatobi saat air surut menggunakan alat tradisional guna membantu ekonomi keluarga sekaligus sebagai simbol kemandirian perempuan di wilayah itu. ANTARA FOTO/Andry DenisahWarga menombak ikan saat atraksi Hekente di Desa Sombu, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/8/2025). (Andry Denisah/Antara)

    Bagi pencinta laut, Taman Nasional Wakatobi adalah surga bawah laut sejati. Dengan luas mencapai 1,39 juta hektar, kawasan ini menyimpan 90% jenis karang dunia dan memiliki karang atol sepanjang 48 kilometer, salah satu yang terpanjang di dunia.

    Sebagai Cagar Biosfer UNESCO dan Taman Warisan ASEAN, Wakatobi menjadi destinasi favorit para penyelam internasional. Di sini, hidup penyu sisik, penyu hijau, ikan napoleon, lumba-lumba totol, hingga cerak melayu, sementara floranya meliputi lamun dan bakau sejati yang menjaga keseimbangan ekosistem laut.

    Dari pegunungan bersalju Lorentz hingga lautan biru Wakatobi, taman-taman nasional ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga penjaga keanekaragaman hayati dunia.

    Pengakuan dari UNESCO dan lembaga internasional lainnya menjadi pengingat bahwa keindahan alam Indonesia adalah warisan yang harus dijaga, bukan hanya dinikmati.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jembatan Juara Depok, Spot Ikonik Gratis di Danau Setu 7 Muara


    Jakarta

    Kota Depok terus berbenah dengan berbagai infrastruktur yang kini memberikan daya tarik tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Jembatan Juara. Jembatan gantung ini merupakan jembatan yang menghubungkan daerah Sawangan dan Bojongsari yang terbentang di atas Danau Setu 7 Muara.

    Lokasi dan Keindahan Jembatan Juara

    Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Jembatan Juara di Taman Alun-Alun dan Hutan Kota Depok (Albar) Foto: Rifkianto Nugroho

    Pembangunan jembatan ini didasari oleh pemerataan infrastruktur di Kota Depok dan memberikan destinasi liburan bagi warga Depok dan sekitarnya. Diresmikan pada 20 September 2024, Jembatan Juara di buka untuk umum setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Jembatan Juara berbobot 1,2 ton dengan panjang 168 meter dan lebar 1,6 meter. Jembatan ini bisa menampung sekitar 40-60 orang secara bersamaan. Pengunjung atau warga yang menyeberang jembatan tidak diperbolehkan berhenti terlalu lama di tengah jembatan.


    Jembatan berwarna oranye tersebut didesain sebagai jembatan bagi pejalan kaki, sehingga kendaraan seperti sepeda atau motor dilarang melintasi jalur jembatan. Biasanya, jembatan ditutup saat cuaca mendung untuk menghindari risiko tersambar petir dan hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.

    Alun-alun dan Hutan Kota

    Di salah satu sisi Jembatan Juara, terdapat alun-alun dan hutan kota yang dibangun pada tahun 2024. Alun-alun barat ini kemudian disebut warga setempat sebagai Albar. Kawasan Albar memiliki luas sebesar 2,1 hektar yang dibuat sebagai tempat berlibur bagi warga Depok.

    Albar difasilitasi oleh jogging trek yang mengelilingi taman dengan pemandangan kolam dan sungai. Selain itu, Albar memiliki Taman Ruang Bermain Rumah Anak (RBRA) yang difasilitasi banyak permainan seperti: perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan.

    Menariknya, Albar dilengkapi dengan kios-kios khusus UMKM. Lintang Yuniar mengungkap, kios-kios tersebut terdiri dari 12 unit dengan luas 3×3 meter yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan.

    Untuk masuk ke kawasan Albar pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 saja. Albar buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

    Danau Setu 7 Muara

    Selain Albar dan hutan kota, Danau Setu 7 Muara menjadi ikon paling menarik perhatian di kawasan Jembatan Juara. Danau ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tak heran pengunjung yang melintasi jalur Jembatan Juara terpukau oleh keindahan Danau Setu 7 Muara.

    Banyak warga sekitar yang menjadikan danau ini sebagai tempat bersantai, memancing, atau sekedar menikmati pemandangan matahari terbenam. Keberadaan Danau Setu 7 muara ini menjadi daya tarik di kawasan Bojongsari, apalagi bagi warga yang menyeberangi area Jembatan Juara.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Ledok Sambi, Sejuk dan Adem Cocok untuk Liburan Keluarga


    Jakarta

    Yogyakarta tak pernah kehabisan tempat yang menawarkan pengalaman menarik, salah satunya Ledok Sambi Ecopark. Tempat ini menawarkan suasana alam yang memanjakan mata, lengkap dengan berbagai aktivitas seru yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

    Ledok Sambi Ecopark atau lebih dikenal dengan Ledok Sambi menawarkan suasana hijau yang sejuk, asri, dan menenangkan. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

    Bagi yang mencari inspirasi wisata di Yogyakarta, Ledok Sambi menjadi tujuan yang wajib dikunjungi. Penasaran apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi Ecopark? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!


    Daya Tarik Ledok Sambi

    Ledok Sambi di Sleman, YogyakartaLedok Sambi di Sleman, Yogyakarta Foto: Lintia Elsi

    Ledok Sambi terkenal dengan daya tarik utamanya yaitu menawarkan suasana alam yang asri dan sejuk. Banyak pengunjung datang ke sini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

    Apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi? Mengutip laman Instagram resminya, ledoksambiecopark, berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan:

    1. Menikmati Suasana Alam

    Ledok Sambi dikelilingi pepohonan hijau dan aliran sungai yang jernih, menciptakan suasana yang tenang. Pengunjung bisa duduk santai di atas tikar, menikmati udara segar, atau bermain di sungai. Cocok banget buat kamu yang ingin rehat sejenak dari keramaian kota sembari menikmati alam terbuka.

    2. Berkemah

    Kalau ingin merasakan pengalaman lebih lama, kamu bisa berkemah di area yang sudah disediakan. Suasana malam yang damai ditemani gemericik air sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

    Berikut daftar harga untuk berkemah di Ledok Sambi:

    • Group Camping (Minimal 20 pax) : Rp. 175.000
    • Tenda Sedang (untuk 3 orang) : RP 200.000
    • Tenda Besar (untuk 5 orang) : RP 250.000
    • Paket Camping Ceria (untuk 2 orang) : Rp 475.000
    • Paket Camping Ceria (untuk 3 orang) : Rp 600.000
    • Paket Camping Ceria plus (untuk 5 orang) : Rp 900.000

    Paket Camping Ceria sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur. Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi pengunjung yang ingin menggunakan api unggun atu sewa alat BBQ, yaitu:

    • Api Unggun Kecil : Rp 75.000
    • Api Unggun Besar : Rp 100.000
    • Paket BBQ (2-3 orang) : Rp 150.000
    • Paket BBQ (4-6 orang) : Rp 275.000
    • Paket BBQ (7-10 orang) : Rp 400.000
    • Sewa Alat BBQ : Rp 50.000
    • Matras, Bantal, Selimut : Rp 50.000

    3. Bermain Outbound

    Ledok Sambi juga punya area outbound seru yang cocok untuk kegiatan kelompok atau keluarga. Ada berbagai permainan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sangat seru dimainkan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

    Terdapat beberapa paket outbound yang bisa pengunjung ikuti, berikut rinciannya:

    • Outbound Remaja (SMP/SMA) : Rp 175.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound Dewasa : Rp 200.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound Anak (TK/SD) : Rp 150.000 (minimal 20 pax)
    • Outbound dan Camping : Rp 325.000 (minimal 20 pax)

    Ledok Sambi juga menawarkan opsi tambahan seperti tambahan paintball war dengan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 per pax, dokumentasi foto dan video mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 1.250.000. Seluruh paket yang ditawarkan dilengkapi fasilitas pemandu aktvitas, makan siang, pendopo, dan paramedis.

    4. Aktivitas Menarik Lain

    Bagi pengunjung yang tidak mengambil paket outbound, jangan berkecil hati! Karena Ledok Sambi menyediakan berbagai jenis aktivitas lain yang bisa dilakukan. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga archery.

    Setiap wahana permainan dikenakan biaaya tiket masuk yang berbeda.

    • Archery : Rp 15.000
    • Flying Fox : Rp 25.000
    • Gel Gun : Rp 25.000
    • Kayak : Rp 25.000
    • Melukis : Rp 25.000
    • Scooter : Rp 25.000
    • Paintball : Rp 50.000

    5. Menikmati Kuliner

    Ledok Sambi juga menawarkan aneka kuliner ala rumahan yang bisa dinikmati setelah melakukan berbagai aktivitas. Namanya Warung Kopi Ledok.

    Warung ini menyediakan beragam kuliner lezat dengan harga yang ramah dikantong mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 22.000 saja pengunjung bisa memilih berbagai jenis makan ala rumahan yang lezat untuk mengisi perut setelah seharian beraktivitas.

    Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

    Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat.Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat. Foto: Lintia Elsi

    Bagi yang ingin berkunjung ke Ledok Sambi, tempat ini tidak memungut biaya tiket masuk untuk pengunjung. Mengutip informasi dari laman Instagram resminya, wisata ini gratis untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya parkir, mulai dari Rp 3.000 (untuk motor) hingga Rp 5.000 (untuk mobil).

    Selain pemandangan alam yang asri, Ledok Sambi juga menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk menaiki wahana-wahana menarik di sini. Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 saja, pengunjung juga bisa membeli tiket terusan seharga Rp 80.000, tiket ini berlaku untuk menikmati semua permainan di Ledok Sambi.

    Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

    Ledok Sambi berlokasi di Jl. Kaliurang KM 19,2 Area Sawah, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jaraknya hanya sekitar 20 hingga 22 km dari pusat Kota Yogyakarta. Jika ditempuh menggunakan mobil, perjalanan ke Ledok Sambi hanya memakan waktu sekiar 45 menit sampai 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

    Objek wisata alam ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah dengan suasana yang sejuk dan asri.

    Tips Sebelum Berkunjung

    Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke Ledok Sambi, agar liburanmu makin seru dan nyaman:

    • Bawa pakaian ganti dan handuk, karena akan banyak aktivitas air
    • Gunakan sunscreen, Ledok Sambi merupakan kawasan alam terbuka sehingga penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
    • Pakai sandal atau sepatu yang nyaman agar lebih mudah berjalan di area berbatu atau berumput
    • Datang lebih pagi untuk bisa menikmati suasana yang tenang dan udara yang segar.
    • Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen selama bermain di Ledok Sambi.

    Selamat liburan di Ledok Sambi detikers! Jangan lupa ajak teman dan keluarga kamu ya.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Anti Bom dan Tidak Bisa Dipindahkan, Ini ‘Kesaktian’ Batu Eon


    Jakarta

    Batu Eon dikenal punya banyak mitos dan legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi. Batu ini bahkan diyakini punya kesaktian gaib yang membuatnya awet hingga sekarang, bahkan bisa disaksikan langsung banyak orang.

    Saat ini Batu Eon berada di tengah Kolam Tandon Harian PLTA PT Indonesia Power. Tepatnya Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan. Ditemukan kali pertama pada 1527, Batu Eon terus berada di tempatnya melewati berbagai zaman tanpa ada pengurangan pada wujudnya.

    Seputar Batu Eon

    Beriut serba-serbi Batu Eon yang berhasil dirangkum detikTraveld arsip pemberitaan detikcom dan detikJabar


    1. Asal-usul nama dan sejarah

    Masyarakat Desa Lamajang mempercayai sebuah legenda mengenai batu ini. Menurut mitos yang berkembang, dulu pernah hidup seorang laki-laki bernama Eon atau lebih dikenal dengan Abah Eon. Konon, Abah Eon pernah berusaha mati-matian untuk memindahkan baru itu dari tempatnya.

    Berbagai cara telah dicoba Abah Eon, mulai dari menggunakan alat berat hingga meledakkannya dengan bahan peledak, namun hasilnya batu tersebut tetap tidak bisa dihancurkan atau rusak sedikit pun.

    Sejak kejadian itu, masyarakat setempat mulai menyebut batu misterius itu sebagai Batu Eon, merujuk pada nama Abah Eon yang pernah berusaha menyingkirkannya. Kisah ini kemudian berkembang dan diturunkan secara turun temurun oleh masyarakat setempat.

    2. Tak Bisa Dipindahkan dan Anti Bom

    Hingga saat ini, masyarakat setempat masih banyak yang mempercayai kekuatan gaib yang dimiliki Batu Eon. Akibatnya, batu tersebut tidak bisa dipindahkan dan tetap utuh walau dihancurkan dengan alat berat bahkan alat peledak.

    Ada juga yang mempercayai batu tersebut angker karena berasal dari tempat pemakaman. Menurut Pengelola Desa Wisata Lamajang, Ade Sukmana, banyak masyarakat yang mengeluh hewan ternak mereka mati secara tiba-tiba ketika digembalakan di kawasan Batu Eon.

    3. Tempat Bertapa

    Sebagian masyarakat juga ada yang mempercayai bahwa keberadaan Batu Eon dikaitkan dengan Mbah Balu Tunggal. Mbah Balu Tunggal merupakan salah satu tokoh legenda yang menyebarkan ajaran Islam di Lamajang dan sekitarnya pada abad ke-17. Konon, batu ini digunakan sebagai tempat pertapaan Mbah Balu Tunggal untuk mencari ketenangan batin sekaligus memperdalam ilmunya.

    Mitos-mitos ini diyakini dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi, inilah yang menyebabkan hingga saat ini masih banyak yang mempercayai legenda Batu Eon dan penasaran dengan kesaktian yang dimilikinya

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fakta Pasar Loak Jatinegara, Harta Karun di Tengah Tumpukan Barang Bekas


    Jakarta

    Pasar Loak Jatinegara menjadi salah satu destinasi di Jakarta yang tidak pernah ketinggalan zaman. Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern, Pasar Loak Jatinegara tetap eksis menawarkan suasana tradisional pasar yang klasik.

    “Biasanya ramai di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kadang-kadang Sabtu malam sudah penuh,” kata Fikri, salah satu penjual di Pasar Loak kepada detikTravel pada Jumat (3/10/2025).

    Berada di Jalan Bekasi Barat III, Jatinegara, Jakarta Timur, Pasar Loak Jatinegara dikenal juga sebagai Pasar Loak Jembatan Hitam. Pasar ini menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang antik hingga kebutuhan rumah tangga.


    Fakta Pasar Loak Jatinegara

    Tak hanya dikenal sebagai pasar legendaris, Pasar Loak Jatinegara memiliki beragam keunikan yang sulit ditemui di tempat lain, apa saja keunikannya? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!

    1. Menjual Barang-barang Bekas

    Pasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan ItemPasar Loak Jatinegara, Jakarta Timur atau Pasar Jembatan Item (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Sesuai namanya, Pasar Loak Jatingera dikenal sebagai surga barang-barang bekas. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, mainan, barang elektronik, hingga kebutuhan rumah tangga, semua dijual di tempat ini.

    Pasar ini menjual barang bekas yang masih memiliki nilai jual alias masih layak untuk dipakai kembali, tak jarang barang yang dijual memiliki nilai tersendiri bagi para kolektor. Barang-barang tersedia dengan harga terjangkau yang bisa diakses dengan uang tunai.

    2. Tempat Mencari Harta Karun

    Bagi penggemar barang antik, Pasar Loak Jatinegara bisa disebut sebagai ladang harta karun. Di antara banyaknya barang yang dijajakan, terdapat barang-barang antik seperti kamera analog, mesin ketik, uang kuno, keramik lawas, hingga keris.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Di antara barang antik di Pasar Loak Jatinegara, mesin ketik tua menjadi salah satu yang paling menarik. Barang ini sudah ada sejak 1980-an dan masih bisa ditemui di pasar ini. Harga mesin ketik tua di sini mulai dari Rp 350 ribu, tergantung tipe yang tersedia. Meski tidak dalam keadaan sempurna, mesin ketik tua ini masih bisa berfungsi dengan baik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar ini juga menjual berbagai jenis uang kertas dan koin zaman dulu. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp 5 ribu untuk setiap lembar atau koin. Koleksinya beragam mulai dari pecahan 50 sen, 100 sen, hingga Rp 5.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pengunjung bisa menemukan berbagai jenis keramik lawas. Koleksi keramik di pasar ini sangat banyak mulai dari teko, guci, gelas, hingga patung. Patung keramik menjadi koleksi yang paling banyak diincar oleh para pembeli, biasanya patung keramik ini dijadikan sebagai hiasan atau pajangan agar rumah terlihat lebih estetik.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Salah satu koleksi paling bersejarah di sini adalah sebuah keris antik yang usianya diperkirakan mencapai 200 tahun. Benda pusaka tersebut didapat dari seorang kolektor dan menjadi koleksi paling tua dan langka di Pasar Loak Jatinegara.

    “Ini barang tertua yang kami miliki. Sudah ada selama 200 tahun, dan kami mendapatkannya dari seorang kolektor yang meminta toko kami untuk menjualnya,” kata Fikri.

    Pasar Loak JatinegaraPasar Loak Jatinegara Foto: Qonita Hamidah/detik travel

    Pasar Loak Jatinegara juga menjual berbagai jenis ponsel lawas, bagi kolektor yang tertarik untuk mengoleksi barang-barang vintage, pasar ini menjadi tempat paling pas. Meski kondisi fisiknya tidak selalu sempurna, ponsel-ponsel ini tetap berfungsi dengan baik. Harganya cukup bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu tergantung pada kondisi dan tipe yang tersedia.

    Tentunya masih banyak lagi barang-barang antik yang diperjualbelikan di Pasar Loak Jatinegara, menurut pertanyaan penjual kepada detikcom, beberapa barang antik tersebut didapat dari pemulung barang bekas yang kemudian dijual ke pasar loak.

    3. Buka Selama 24 Jam

    Keunikan lain dari Pasar Loak Jatinegara adalah jam operasionalnya. Pasar ini buka selama 24 jam setiap hari. Hal ini membuat Pasar Loak Jatinegara tidak pernah tidur dan tetap hidup setiap saat.

    Menurut salah satu penjual, Epen, Pasar Loak dikelola setiap hari secara bergantian. Jadi ada beberapa toko yang buka saat pagi, siang, sore, dan malam. Sehingga pasar ini siap melayani pembeli setiap saat.

    Bagi yang tertarik berburu harta karun dan melihat keunikan Pasar Loak Jatinegara, ayo berkunjung dan rasakan keseruannya secara langsung.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com