Category: Tips Otomotif

  • Biaya Servis Kaki-kaki Mobil, Manfaat, dan Komponennya


    Jakarta

    Kaki-kaki mobil memiliki peran yang penting untuk menunjang kinerja kendaraan. Jika tak ada komponen ini, mobil tidak bisa berjalan dengan baik dan stabil.

    Fungsi kaki-kaki mobil adalah menopang seluruh beban kendaraan dan membantu mengontrol pergerakan mobil saat melaju. Jadi, penting untuk servis teratur kaki-kaki mobil.

    Servis tersebut dilakukan untuk menjaga performa mobil tetap optimal dan mencegah adanya kerusakan. Berapa biayanya?


    Biaya Servis Kaki-kaki Mobil

    Komponen kaki-kaki mobil memiliki banyak fungsi yang semuanya harus diservis teratur. Kerusakan salah satu bagiannya dapat berdampak buruk pada performa mobil.

    Mengutip laman Wuling serta penyedia jasa inspeksi dan garansi mobil bekas Otospector, berikut kisaran biaya servis kaki-kaki mobil:

    • Tie rod: Rp 300.000-Rp 340.000
    • Bushing arm: Rp 300.000-Rp 350.000
    • Ball joint: Rp 90.000-Rp 150.000
    • Link stabilizer: Rp 40.000-Rp 45.000
    • Bearing depan: Rp 150.000-Rp 160.000
    • Bearing belakang: Rp 80.000 – Rp 90.000
    • Shock breaker depan: Rp 1,1 juta-2,2 juta (termasuk bongkar pasang)
    • Shock breaker belakang: Rp 900.000-Rp 1.800.000 (termasuk bongkar pasang)
    • Ganti ban: Rp 520.000-840.000 per roda (termasuk biaya pasang, balancing, dan nitrogen).

    Manfaat Service Kaki-kaki Mobil

    Servis atau perawatan pada kaki-kaki mobil tentunya memiliki banyak manfaat penting. Mengutip laman Astra Daihatsu, beriku beberapa manfaatnya.

    1. Memberi Keamanan Saat Mengemudi

    Servis kaki-kaki mobil meliputi pemeriksaan dan perawatan suspensi, rem, serta sistem kemudi. Jadi, service ini akan memastikan semua komponen berfungsi dengan baik.

    2. Menjaga Keseimbangan Mobil

    Cek rutin kaki-kaki mobil dapat memberi stabilitas dan pengendalian yang lebih baik ketika berkendara, terutama menjaga keseimbangan mobil. Selain itu juga mengurangi getaran dan guncangan saat melintasi jalanan yang tidak rata.

    3. Komponen-komponen Terawat dengan Baik

    Servis kaki-kaki secara teratur juga membuat komponen seperti peredam kejut, per, dan sistem rem terawat dengan baik. Hal ini membantu mencegah kerusakan atau keausan, sehingga umur pakai mobil panjang.

    4. Efisiensi Bahan Bakar yang Lebih Baik

    Suspensi yang optimal membantu menjaga kontak ban dengan jalan yang tepat. Jadi, bisa mengurangi gesekan dan hambatan saat berkendara. Hal ini bisa mengurangi beban pada mesin dan meningkatkan efisiensi bahan bakar mobil.

    Komponen Kaki-kaki Mobil

    Kaki-kaki mobil mempunyai banyak komponen dengan fungsi yang berbeda tapi tetap saling berhubungan. Apa saja komponen-komponen tersebut?

    1. Kaki-kaki Bushing Arm

    Kaki-kaki Bushing Arm berguna sebagai titik tumpu roda dan pencengkram. Adapun fungsi lainnya adalah sebagai peredam getaran sambungan komponen suspensi. Apabila ada masalah pada bushing arm, maka kendaraan terasa tidak stabil saat melaju.

    2. Kaki-kaki Suspensi

    Suspensi mobil berguna untuk memaksimalkan akselerasi, terutama jika melewati medan berlubang. Terbuat dari baja anti karat, suspensi memiliki daya tahan yang kuat. Ketika kendaraan mengalami penurunan daya tahan suspensi, kendaran menjadi limbung ketika dipacu.

    3. Tie Rod

    Tie Rod merupakan komponen yang langsung terhubung dengan stir. Jika ada masalah, laju mobil cenderung melenceng ke samping.

    4. Shockbreaker

    Shockbreaker adalah bagian kaki-kaki mobil yang berperan dalam meredam getaran. Adanya shockbreaker membuat pengendara tidak merasakan guncangan. Komponen ini dianggap rusak jika terasa sekali goncangan ketika melaju.

    5. Roda dan Ban Mobil

    Roda dan ban mobil adalah komponen yang mempunyai fungsi vital. Fungsi utamanya adalah penahan bobot kendaraan dan bantalan. Selain itu, komponen ini juga berguna sebagai banalakan agar tidak langsung bersentuhan dengan aspal; dan menjaga keseimbangan kendaraan.

    6. Ball Joint

    Ball joint adalah komponen yang berfungsi untuk mengikat sumbu lower arm saat mobil berbelok. Komponen ini berkaitan erat dengan roda dan membantu kendaraan bergerak stabil.

    7. Kaki-kaki Per

    Kaki-kaki terdeteksi rusak jika ada ulir per keongnya patah. Kondisi ini bisa juga dilihat dari bagaimana kondisi bushing atau bantalnya.

    8. Kaki-kaki Bearing

    Bearing berfungsi sebagai bantalan roda yang memastikan putaran stabil saat melaju. Kerusakannya bisa diketahui dengan cara didongkrak. Jika terdengar suara bising, maka secepatnya perlu diperbaiki.

    Jangan lupa untuk mengecek kaki-kaki mobil agar jika terjadi kerusakan dapat cepat diperbaiki. Sebelumnya, jangan lupa cek dulu biaya servis kaki-kaki mobil untuk informasi terbaru.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Anti Loyo dan Kantuk, Ini Cara Berkendara di Bulan Puasa



    Jakarta

    Pola tidur yang berbeda selama bulan puasa bisa jadi salah satu faktor yang membuat tubuh kita loyo dan mudah mengantuk. Tak hanya itu, bisa lebih berbahaya bila saat berkendara mengalami penurunan konsentrasi.

    Selama berpuasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makan dan minuman, ini menyebabkan perubahan kadar gula darah pada tubuh. Ini juga yang bisa menjadikan risiko berbahaya saat berkendara.

    Jadi apa yang harus dilakukan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa? Dilansir dari ANTARA dan disampaikan Instruktur Keselamatan Berkendara Sony Harisno, dijelaskan pastikan terlebih dahulu fisik dalam keadaan istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan.


    Selain istirahat yang cukup, mental juga sebisa mungkin harus terjaga. Sony mengatakan penting untuk seseorang yang akan berkendara agar mempersiapkan diri terlebih dahulu, terlebih pada saat sedang berpuasa.

    “Permasalahan puasa biasanya merasa lemas dan emosi, namun hal ini terjadi akibat kurangnya persiapan diri sebelum mengemudi. Saat puasa melakukan aktivitas sehari-hari saja terkadang berat, apalagi yang harus mengemudi dengan tingkat kewaspadaan dan konsentrasi tinggi,” katanya Sony.

    Kemudian, Sony juga mengimbau kepada pengendara untuk sebisa mungkin menghindari jam-jam tubuh penurunan ketika akan berkendara.

    Otographics mengusir kantuk saat nyetirOtographics mengusir kantuk saat nyetir Foto: Mindra Purnomo

    “Hindari mengemudi di jam-jam tubuh drop, antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Mengemudilah dengan tenang dan tidak terburu-buru sehingga mengemudi akan datar dan terkontrol,” ungkapnya.

    Bulan puasa memberikan perubahan kebiasaan dalam keseharian kita, ini lah yang patut diperhatikan dan tak boleh anggap sebelah mata. Karena kewaspadaan berkendara sangatlah penting menyangkut diri sendiri yang orang disekeliling.

    Adapun Head of Safety Riding Promotion Wahana Sejati (WMS) Agus Sani mengatakan agar terhindar dari rasa kantuk saat berkendara di bulan puasa adalah dengan melakukan stretching. Ia menyebut dengan stretching bisa mengurangi risiko kecelakaan.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Merawat Rem Motor, Jangan Melakukan Ini Secara Bersamaan



    Jakarta

    Menjaga performa motor menjadi kewajiban para penggunanya dengan cara rutin melakukan perawatan. Apalagi mendekati musim libur lebaran, para pengendara motor akan mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan jarak jauh.

    Dalam upaya untuk memastikan perjalanan menyenangkan dan aman, penting bagi para pengendara buat melakukan pengecekan beberapa komponen sepeda motor sebelum memulai perjalanan.

    Salah satunya adalah pengecekan kampas rem sebagai komponen esensial yang berhubungan langsung dengan keselamatan berkendara dengan mengatur laju kendaraan, baik memperlambat maupun menghentikan putaran roda.


    Pengecekan rutin sistem pengereman seperti kampas rem, merupakan hal yang sangat penting menunjang kenyamanan serta keselamatan berkendara. Berikut beberapa tips perawatan komponen sistem pengereman sepeda motor yang dapat dilakukan oleh para konsumen:

    1. Gaya Berkendara Dan Pembersihan Kampas Rem

    Saat mengendarai motor, pengendara disarankan menghindari kebiasaan menarik gas dan tuas rem secara bersamaan. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus, kampas rem dapat menjadi lebih cepat aus atau menipis.

    Selain memperhatikan gaya berkendara, penting juga membersihkan kampas rem secara rutin menggunakan sikat kawat atau cairan pembersih rem. Hal ini dilakukan supaya kampas rem terhindar dari tumpukan kotoran seperti pasir atau debu halus yang dapat mengganggu kinerja rem secara keseluruhan.

    2. Pengecekan dan Penggantian Minyak Rem

    Agar fungsi rem cakram motor tetap optimal, konsumen perlu memperhatikan kondisi minyak rem. Pastikan volume minyak rem di dalam master rem berada dalam batas normal, jernih, dan bebas dari kotoran. Ketika minyak rem dalam kondisi baik, maka kinerja rem cakram juga akan lebih optimal. Sesuai buku petunjuk penggunaan, konsumen juga perlu melakukan penggantian minyak rem setiap 24.000 km atau 2 tahun sekali dalam kondisi penggunaan normal.

    3. Penggunaan Spare Part Asli

    Penggunaan spare part asli juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Setiap kampas rem asli pabrikan pastinya telah dirancang khusus sesuai dengan setiap model sepeda motor, sehingga kinerja dan daya tahannya optimal. Selain itu, minyak rem asli juga telah teruji kemampuannya dalam menahan suhu tinggi yang dihasilkan oleh proses pengereman.

    “Melakukan perawatan sepeda motor menjadi kewajiban para pengendaranya, hal ini untuk menjaga berbagai fungsi pada sepeda motor tetap optimal. Salah satunya fungsi pengereman yang sangat penting untuk selalu diperhatikan khususnya bagi para pengendara aktif. Maka dari itu kami sebagai produsen sepeda motor berupaya mengingatkan dengan berbagi tips perawatan fungsi pengereman sepeda motor untuk menunjang pengalaman berkendara konsumen tetap menyenangkan,” jelas Frengky Rusli, Asst. General Manager Aftersales Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ganti Oli Motor Berapa Km? Ini Jarak dan Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Salah satu cara merawat sepeda motor yakni dengan mengganti oli. Oli penting untuk diganti secara berkala karena berperan besar bagi kendaraan, yaitu sebagai pelumas, pendingin, serta pembersih mesin.

    Namun, masih ada pengguna motor yang bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli, apakah pelumas mesti diganti rutin tiap bulannya atau tergantung kilometer (km) jarak yang sudah motor tempuh.

    Daripada makin penasaran, cari tahu jawabannya pada uraian berikut.


    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Ganti Oli Motor?

    Untuk menunjang kinerja sepeda motor, oli mesin dibutuhkan. Oli sangat penting lantaran berguna sebagai pelumas dan pendingin agar menjaga mesin dan komponen-komponen tetap sehat, mampu menahan gesekan, serta terlindungi dari kerusakan.

    Nah, agar oli bekerja optimal sehingga berkendara lancar dan terhindar masalah maka penggantian oli perlu dilakukan secara rutin. Lantas, ganti oli berapa km atau berapa bulan sekali?

    Agung Prabowo selaku Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, menjelaskan bahwa pabrikan motor biasanya menyarankan untuk ganti oli setiap 2.000-3.000 km atau 2-3 bulan sekali, tergantung yang lebih dulu dicapai.

    “Jika kilometernya tidak tercapai, biasanya bengkel menyarankan datang lagi misalnya motor 2-3 bulan suruh ke bengkel lagi untuk ganti oli, padahal kilometernya belum tercapai,” kata Agung, dikutip dari catatan detikOto.

    Pemakaian sepeda motor juga menjadi faktor yang mesti diperhatikan dalam mengganti oli. Apabila motor sering digunakan, oli perlu diganti lebih cepat. Misalnya, tiap bulan ganti oli.

    “Kalau sering dipakai apalagi di Jakarta yang kebanyakan stop and go, itu diharuskan tiap bulan ganti oli. Jangan menunda apalagi tunggu hitam. Karena sewaktu-waktu, walau dipakainya sudah lama oli bisa jadi bening lagi, loh. Tidak hitam,” ujar Adrian Baskoro, Vice President Director MPM Lubricants, dalam arsip detikOto.

    Ini direkomendasikan agar mesin sehat dan kendaraan tetap awet. Lain hal jika motor dipakai lebih sering, seperti untuk ngojek online. Menurut Adrian, setidaknya oli diganti 2-3 minggu sekali.

    “Kalau sudah dipakai ojek online, ini mending dua minggu atau tiga minggu sekali deh ganti oli,” katanya.

    Tidak seperti motor manual, motor matic memerlukan pelumas tambahan selain oli mesin, yaitu oli gardan atau oli transmisi matic. Adapun penggantian oli gardan lebih lama dibandingkan oli mesin. Meski begitu, oli transmisi ini juga harus diganti secara berkala.

    Menurut Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants, oli gardan sebaiknya diganti tiap 12.000 km atau 12 bulan sekali untuk penggunaan motor yang normal.

    Jika pemakaian berat atau motor kerap digunakan untuk jarak jauh, durasi penggantian oli lebih bagus dipercepat.

    “Coba ganti dengan perbandingan 2:1. Penggantian oli transmisi dilakukan setelah dua kali ganti oli mesin,” ucap Brahma.

    Risiko Jarang Ganti Oli Motor

    Oli motor mesti diganti berkala, sekalipun motor jarang dipakai. Tapi, kalau kamu tidak rutin mengganti oli, terutama oli mesin, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.

    1. Oli Cepat Berwarna Hitam

    Wahyu Budhi selaku Training Analyst Wahana Makmur Sejati (WMS), dikutip dari catatan detikOto, memaparkan bahwa warna hitam pada oli disebabkan oleh kerak sisa pembakaran yang bercampur oli. Bentuk cairan ini akan encer sehingga tidak layak untuk digunakan.

    Jika sudah begini, pelumas perlu lebih sering diganti agar tidak merusak mesin kendaraan.

    2. Komponen Lebih Cepat Rusak

    Penggantian oli secara berkala bisa membuat mesin tetap terjaga. Dengan begitu, usia komponen akan awet.

    Di sisi lain, kekentalan oli akan menurun jika tidak diganti terlalu lama. Ini dapat membuat proses pelumasan menjadi tidak optimal sehingga gesekan antar komponen bisa terjadi. Demikian mesin motor nantinya akan lebih cepat rusak.

    3. Mesin Panas Berlebih

    Salah satu fungsi oli untuk bantu mendinginkan mesin motor. Apabila oli jarang diganti maka fungsi pendinginan akan berkurang, sehingga panas berlebih bisa terjadi di mesin.

    “Ini yang turut memicu panas berlebih dari mesin,” kata Wahyu.

    4. Motor Tidak Nyaman

    Motor yang jarang ganti oli akan lebih terasa getarannya. Karena itu, pengendara mungkin bisa merasa tidak nyaman saat mengendarai motor.

    5. Boros BBM

    Volume oli akan berkurang seiring pemakaian motor. Selain itu, gesekan antar komponen bisa makin keras. Kalau sudah begini, performa mesin jadi lebih berat.

    Kondisi yang demikian memerlukan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak supaya sejumlah komponennya bisa bekerja. Alhasil, bahan bakar jadi lebih boros.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk mengganti oli motor. Jadi, kamu jangan sampai terlewat untuk ganti oli ya.

    (azn/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Komponen Mobil yang Perlu Diperiksa Sebelum Diajak Mudik



    Jakarta

    Musim mudik lebaran 2024 bakal segera tiba. Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan ke kampung halaman menggunakan mobil pribadi, jangan lupa memeriksa beberapa komponen penting pada mobil. Hal ini perlu dilakukan demi kelancaran perjalanan Anda sekeluarga.

    Dijelaskan Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, berikut 7 tips perawatan mobil untuk mudik supaya perjalanan lebih aman, nyaman, serta menyenangkan.

    1. Ganti Oli Mobil


    Sebagai pelumas penting komponen dalam mesin, periksa dan ganti oli mesin bila diperlukan sebelum pergi mudik, mulai oli mesin, oli gardan, oli rem, oli power steering, dan lain-lain. Pastikan pilih oli terbaik sesuai dengan spesifikasi mesin.

    2. Cek Kondisi Ban

    Sebagai penggerak utama mobil, kondisi ban wajib diperhatikan secara berkala. Selain mengukur tekanan ban, spooring dan balancing sangat penting dilakukan untuk
    menyeimbangkan kembali sudut-sudut roda supaya bisa berputar dengan seimbang. Terlebih, komponen penting ini memiliki peran besar dalam keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.

    3. Periksa Komponen Rem

    Periksa sistem pengereman dan pastikan dalam keadaan baik, mulai dari kualitas minyak (oli) rem, kondisi kampas rem, dan piston rem.

    4. Ganti Air Radiator

    Air radiator meredam panas pada dinding silinder ketika terjadi pembakaran dari kerja mesin. Oleh karena itu, mobil berkompresi tinggi dihimbau untuk menggunakan air radiator khusus agar kinerja pendingin mesin lebih optimal dan mampu mencegah karat pada sela mesin.

    5. Periksa Aki dan Sistem Kelistrikan Mobil

    Aki mobil adalah sumber daya utama kelistrikan pada mobil. Aki yang bagus akan menjaga kinerja lampu, Audio, dan mesin berjalan dengan optimal. Sebaliknya, aki yang jarang dirawat atau bahkan tidak pernah di check dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan kinerja yang kurang maksimal atau mogok pada saat kendaraan akan digunakan.

    6. Lampu dan Wiper

    Komponen ini dapat dirawat melalui servis rutin sebelum mudik. Jika karet wiper fungsinya tidak bekerja dengan baik, segera lakukan ganti dengan yang baru agar dapat
    menyapu air dengan baik dan menjaga visibilitas ketika berkendara dalam kondisi hujan.

    7. Filter Pendingin dan AC

    Mobil dengan suhu yang dingin dan sejuk memberikan kenyamanan selama perjalanan. Lakukan pengecekan filter pendingin pada AC, termasuk pembersihan kondensor dan evaporator agar kinerja AC tetap optimal.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Motor Minum Bensin yang Kecampur Air, Ini Dampaknya ke Mesin



    Jakarta

    Puluhan kendaraan roda dua kedapatan mogok usai tidak sengaja mengisi bensin Pertalite tercampur air di SPBU Bekasi. Bensin dan air tidak bisa menyatu dan bakal memberi dampak buruk ke mesin motor.

    Viral di media sosial berita Pertalite tercampur air di salah satu SPBU kawasan Bekasi. Hal itu diketahui setelah beberapa kendaraan kedapatan mogok setelah mengisi Pertalite. Setelah ditelusuri, rupanya BBM RON 90 keluaran Pertamina itu sudah terkontaminasi dengan air.

    “Terjadi dugaan kontaminasi BBM jenis Pertalite dengan air di SPBU 34.17106 Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Kota Bekasi pada hari Senin tanggal 25 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, hal ini diketahui setelah adanya komplain disertai bukti sample BBM yang terkontaminasi air dari konsumen setelah mengisi BBM jenis Pertalite,” bilang Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional JBB Eko Kristiawan dalam keterangannya.


    Asst. General Manager Marketing – Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro menjelaskan, motor yang minum bahan bakar tercampur air, bakal terkena dampak negatif, salah satunya adalah mengalami masalah di ruang mesin.

    “Ada dong pasti (dampaknya). Karena air itu kan nggak bisa menyatu dengan bensin dan itu bisa membuat tangki berkarat. Nah karatnya itu bisa menyumbat filter. Jadi BBM itu sebelum masuk ke injektor itu ada filter, lama kelamaan kalau itu kotor atau berkarat bisa mempengaruhi proses pembakaran,” bilang Anton kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

    Tangki bensin yang kemasukan air dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penyaluran bahan bakar seperti pompa bensin, filter bensin, karburator, atau sistem injeksi. Hal ini yang mengakibatkan kendaraan mengalami mogok.

    Kalau pengendara motor mengalami kasus seperti itu, solusi pertama adalah menguras tangki bensin sampai tangki benar-benar kosong. Setelah itu bersihkan komponen pompa bensin, filter bensin, karburator maupun injektornya. Jika ditemui kerusakan, maka perlu diganti komponennya dengan yang baru.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Tekanan Ban Juga Wajib Dicek



    Jakarta

    Mobil listrik menjadi opsi baru untuk mudik Lebaran. Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tekanan ban.

    Mobil listrik makin populer. Dengan jarak tempuh yang makin jauh, mobil listrik juga menjadi opsi untuk dikendarai saat mudik Lebaran. Terlebih Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga jumlahnya makin banyak. Meski begitu, mudik pakai mobil listrik tetap butuh persiapan. Hal ini dilakukan supaya perjalanan mudik kamu tetap lancar.

    “Suhu lingkungan akan mempengaruhi jarak tempuh kendaraan listrik dan kinerja baterai. Jangkauan yang lebih luas dimungkinkan pada suhu lingkungan sedang. Sebaliknya, dalam cuaca yang sangat panas atau dingin, jangkauan mobil listrik akan berkurang,” ungkap Deputy Head of Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano dalam siaran persnya.


    Nah buat kamu yang berencana mudik pakai mobil listrik, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap lancar.

    1. Rencanakan Perjalanan

    Bila mudik menggunakan mobil berbahan bakar konvensional tentu akan memudahkan untuk mengisi bahan bakar. Sementara mobil listrik, meski jumlah SPKLU kian bertambah namun masih terbatas. Kalaupun tersedia di rest area, jumlahnya paling cukup untuk mengecas tiga mobil listrik. Untuk itu, diperlukan perhitungan matang jarak tempuh dan tentukan titik SPKLU sebelum melakukan perjalanan.

    2. Gaya Berkendara

    Gaya berkendara yang antisipatif, santai, dengan kecepatan stabil atau dikenal dengan Eco Driving, akan mengoptimalkan jangkauankendaraan. Sebaliknya, akselerasi yang agresif dan sering, kecepatan tinggi, yang disertai pengereman yang mendadak (hard braking) akan menghabiskan lebih banyak energi. Jika kondisi memungkinkan, gunakan cruise control untuk membantu kecepatan kendaraan yang konstan dan mengantisipasi kecepatan tinggi yang akan berdampak negatif terhadap jarak tempuh.

    3. Kondisi Jalan

    Pada kondisi jalan yang lebih datar, motor listrik pada kendaraan tidak perlu bekerja terlalu keras sehingga meminimalkan penggunaan energi baterai listrik. Sebaliknya, motor listrik akan bekerja lebih keras dalam kondisi jalan menanjak, sehingga membutuhkan daya listrik lebih besar. Hal ini tentunya terjadi pada semua kendaraan, terlepas dari jenis tenaga penggeraknya. Namun bagi pengguna mobil listrik, hal ini patut mendapat perhatian lebih, mengingat menghemat daya sangat penting karena masih terbatasnya SPKLU.

    4. Perhatikan Regenerative Braking

    Pada saat Anda melepaskan kaki dari pedal gas, sistem pengereman regeneratif yang cerdas akan memperlambat kendaraan dengan nyaman sekaligus mengubah tenaga yang dihasilkan untuk mengoptimalkan jangkauan baterai. Beberapa kendaraan listrik memiliki regeneratif pedal angkat yang dapat disesuaikan dan pengaturan maksimum biasanya memungkinkan mengemudi satu pedal.

    Perlu dicatat, meskipun menghemat baterai, praktik pengereman ini akan menimbulkan efek negatif pada ban, yang mana ban akan mendapatkan gesekan terhadap permukaan jalan yang lebih sehingga dapat menyebabkan umur ban lebih pendek karena aus tidak rata. Beberapa model kendaraan listrik memiliki fitur Eco Mode. Eco mode adalah cara sederhana untuk mengoptimalkan jangkauan Anda selama perjalanan, yang termasuk pengaturan termasuk suhu kabin dan resirkulasi udara untuk menghemat energi dan memaksimalkan jangkauan.

    5. Perhatikan Tekanan Ban

    Tekanan ban yang rendah meningkatkan konsumsi energi, karena hambatan gelinding (rolling resistance) yang lebih besar membutuhkan daya gerak yang lebih besar. Untuk kendaraan listrik dengan ban ketahanan gelinding rendah, ini sangat penting untuk memastikan tekanan angin ban cukup untuk mengurangi hambatan berlebihan. Bacalah rekomendasi ukuran tekanan ban pada kendaraan yang biasanya terdapat pada kusen pintu samping kiri depan), simpan pengukur tekanan ban di dalam laci, dan periksa tekanan ban secara teratur.

    Bila tidak memiliki pengukur tekanan ban, maka bisa melakukan pengecekan di bengkel. Kamu juga bisa mengunjungi Toko Model (TOMO) Bridgestone. Selain memeriksa tekanan angin, kondisi fisik ban juga akan diperiksa untuk memastikan ban Anda layak digunakan, khususnya untuk bepergian jauh.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mudik Pakai Mobil Listrik, Lakukan 5 Hal Ini



    Jakarta

    Mobil listrik bakal menjadi salah satu kendaraan yang meramaikan perjalanan mudik lebaran 2024. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik dari produsen ke distributor (wholesales) pada Januari 2024 melonjak sebesar 684% dibandingkan Januari 2023.

    Nah, bagi Anda para pengguna mobil listrik yang juga ingin melakukan perjalanan mudik lebaran 2024, perlu melakukan beberapa tips yang dibagikan produsen ban, Hankook, berikut ini:

    1. Merencanakan Perjalanan


    Sebelum mudik, pengguna mobil listrik harus mengetahui kapasitas baterai, jarak tempuh yang mampu dicapai saat kondisi baterai penuh, serta waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai. Pengemudi juga harus mengkalkulasikan jarak perjalanan yang akan ditempuh.

    Saat ini mobil listrik tersedia dalam varian standard range (100-300 km) dan long range (di atas 300-600 km), dengan kapasitas baterai di rentang 30-100 kWh. Langkah ini akan menyelamatkan pengendara dari range anxiety, yaitu kekhawatiran mobil tidak bisa mencapai jarak tertentu dengan sisa daya baterai yang tersimpan.

    Saat berkendara jarak jauh seperti mudik, pengendara juga disarankan untuk mengisi ulang baterai hingga 80%, ketimbang penuh 100%. Hal ini untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Ini juga akan lebih menghemat waktu, karena pengisian daya baterai 80%-100% relatif lebih lambat dibandingkan dengan 0%-80%.

    2. Memetakan Lokasi SPKLU

    Pemudik yang menggunakan mobil listrik, harus melakukan riset terlebih dahulu lokasi SPKLU pengisian baterai dengan jenis-jenis soket pengisi daya (port charging), seperti CHAdeMO, CCS, dan AC Charging. SPKLU umumnya terbagi menjadi empat kategori meliputi, slow charging (≥ 7 kW), medium charging (≥ 25 kW), fast charging (≥ 50 kW), dan ultrafast charging (≥100 kW).

    Baru-baru ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan 25 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sepanjang Tol Trans Jawa untuk mendukung kelancaran mudik lebaran tahun ini. Anda juga bisa mengetahui keberadaan lokasi SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile.

    3. Perhatikan Gaya Berkendara

    Perhatikan kecepatan dan gaya berkendara. Berbeda dengan mobil konvensional yang lebih boros energi saat melaju dengan kecepatan rendah di jalanan macet, mobil listrik justru lebih boros energi saat digunakan di kecepatan tinggi seperti di jalan tol. Sebab, mobil listrik mendapatkan torsi secara instan dengan semakin besarnya hambatan udara yang dihadapi kendaraan. Maka, hindari menyetir secara agresif dan jaga rata-rata kecepatan Anda secara stabil di rentang 60 hingga 80 km per jam. Selain untuk menghemat energi, juga senantiasa aman di jalan karena sesuai dengan anjuran rambu lalu lintas.

    4. Pakai Ban Khusus

    Gunakan ban khusus mobil listrik. Ban ini membantu performa mobil listrik secara optimal. Mobil listrik membutuhkan karakteristik ban khusus yang berbeda dengan ban mobil konvensional. Ban mobil listrik memiliki rolling resistance yang lebih baik ketimbang ban mobil konvensional. Selain itu, ban mobil listrik juga mampu bergulir lebih senyap dan didesain kuat untuk menahan beban mobil listrik yang cukup berat karena adanya baterai yang berukuran rata-rata 200-500 kg.

    5. Periksa Tekanan Angin Ban

    Hal ini perlu dilakukan sebelum berangkat untuk menjaga kinerja dan keamanan kendaraan. Tekanan angin ban mobil berbeda-beda bergantung jenis, dimensi mobil, dan bobot muatan. Pastikan untuk mengikuti rekomendasi tekanan angin yang diberikan oleh pabrikan. Pada umumnya tekanan angin ban yang direkomendasikan berkisar:

    • Mobil city car: (30-36) Psi
    • Mobil sedan: (30-33) Psi
    • Mobil MPV: (33-36) Psi
    • Mobil SUV: (35-40) Psi

    Jika membawa muatan lebih, maka tekanan angin ban belakang dapat ditambahkan sedikit. Pengendara disarankan periksa ban dalam kondisi dingin untuk hasil yang akurat, mengingat perjalanan jauh dapat meningkatkan tekanan angin secara alami.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Awas Bahaya Microsleep saat Mudik



    Jakarta

    Istilah microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Penjelasan tersebut memang terasa wajar terjadi, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa orang yang sedang mengemudi.

    Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik. Tapi microsleep juga bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

    Hal ini perlu dihindari saat kita mengemudi. Menjelang momen mudik lebaran ini perlu adanya pengetahuan tentang microsleep. Karena jika diabaikan dan dianggap remeh bisa-bisa momen lebaran yang seharusnya sukacita di kampung halaman berubah jadi dukacita, ngeri.


    Dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada beberapa tanda seseorang mengalami microsleep secara umum. Berikut ciri-cirinya:

    • Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
    • Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
    • Menguap terus-menerus
    • Kelopak mata sangat berat
    • Mata berkedip berlebihan
    • Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
    • Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
    • Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain
    • Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
    • Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
    • Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba

    Nah gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi pada pengemudi, terlebih saat mudik lebaran nanti. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara yang lain.

    Lalu apa yang menyebabkan microsleep bisa terjadi, selain karena kurangnya tidur? Terdapat beberapa penyebab lainnya, di antaranya: penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, efek samping obat, dan efek samping narkoba atau alkohol.

    Untuk terhindar dari microsleep saat berkendara, pastikan tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh tidak memungkinkan karena kurang istirahat. Alihkan rasa kantuk tersebut dengan mendengarkan musik bertempo cepat.

    Namun, langkah yang pasti adalah menepi dan cari tempat berhenti lalu istirahat lah. Atau tips lainnya bisa ikuti cara yang diutarakan Head of Safety Riding Promotion Wahana Timur Sejati (WMS) Agus Sani untuk menangani rasa kantuk saat berkendara.

    Salah satu caranya menurut Agus adalah dengan melakukan peregangan tubuh sebelum berkendara atau ketika merasa ngantuk. Dengan melakukan peregangan bisa meningkatkan kadar oksigen dan meningkatkan konsentrasi.

    “Gerakan-gerakan ringan seperti merenggangkan tangan dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah menuju ke otak, sehingga kita bisa lebih konsentrasi. Aliran darah pun makin lancar sehingga reflek saat berkendara lebih baik,” kata Agus.

    (rgr/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Komponen Ban yang Harus Diperiksa Sebelum Mobil Dibawa Mudik


    Jakarta

    Bagi detikers yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 bersama keluarga dengan mobil pribadi, tentu sudah bisa mulai mempersiapkan kendaraannya. Tak cuma mesin, kesiapan ban juga penting untuk dicek.

    Dijelaskan oleh Bridgestone Tire Indonesia, ada beberapa hal dari ban mobil yang perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh.

    1. Tekanan Angin Ban

    Tekanan angin ban sejatinya harus diperiksa sebelum memulai berkendara. Kita dapat menggunakan alat pengukur tekanan ban untuk memastikan kondisi anginnya sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan.


    Menurut Brigestone Tire Indonesia, ban dengan tekanan angin lebih rendah dari rekomendasi dapat membuat pengendalian mobil lebih sulit. Selain itu, diklaim membuat penggunaan bahan bakar lebih boros.

    2. Kondisi Permukaan Ban

    Masa pakai ban terbatas. Salah satu indikator yang dapat menjadi tanda bahwa ban mobil sudah harus diganti adalah dari kondisi permukaannya.

    Kondisi ban masih layak pakai adalah yang kedalaman tapaknya lebih dari 1,66 mm. detikers dapat menggunakan alat pengukur kedalaman ban atau melihat tread wear indicator (TWI) yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga.

    3. Kondisi Dinding Ban

    Selain memperhatikan kondisi permukaan ban, cek juga kondisi dindingnya. Kerap kali, ban yang sudah harus diganti mengalami masalah retak bagian dindingnya. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi berkendara yang kurang ideal seperti underinflasi, overloading, hingga abrasi.

    “Karet mungkin juga telah rusak oleh faktor lingkungan seperti paparan berlebihan terhadap panas atau ozon. Bila ini terjadi, ban Anda mungkin rentan terhadap kerusakan,” tulis Bridgestone Tire Indonesia.

    4. Cek Kondisi Pentil Ban

    Lantas bagian lain dari ban mobil yang harus dicek sebelum melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 adalah pentilnya. Meski terkesan sederhana, nyatanya pentil ini punya peran vital bagi kondisi tekanan angin pada ban.

    Menurut Bridgestone Tire Indonesia, cara mudah untuk mengecek kondisi pentil ban adalah membasuhnya dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara, maka terjadi kebocoran pada pentil. Tentu kondisi ini mengharuskan pemilik kendaraan untuk menggantinya dengan yang baru.

    (mhg/rgr)



    Sumber : oto.detik.com