Category: Wisata

  • Untuk Pertama Kalinya, Aksi Bayi Dugong Terekam di Pantai Alor

    Untuk Pertama Kalinya, Aksi Bayi Dugong Terekam di Pantai Alor



    Alor

    Untuk pertama kalinya, aksi bayi dugong terekam kamera sedang bermain di dekat kapal nelayan di pantai Mali, Alor, NTT.

    Mawar, dugong (Dugong dugon) berkelamin jantan yang dikenal sebagai penghuni perairan Pantai Mali, Alor, terekam kamera sedang bermain dengan satu individu bayi dugong.

    Penampakan langka ini berhasil diamati oleh Engky Bain, anggota Forum Komunikasi Nelayan Kabola, yang melihat bayi dugong tersebut berenang bersama Mawar dan Melati (dugong betina).


    Dalam video pendek berdurasi kurang dari satu menit itu, Mawar tampak menggendong bayi dugong di punggungnya, lalu berenang kembali bersama satu dugong dewasa lainnya, seperti sedang bermain.

    Penemuan ini dikonfirmasi oleh Ketua Forum Komunikasi Nelayan Kabola, Onesimus La’a atau yang biasa disapa Pak One.

    “Saya sudah sempat melihat bayi dugong itu, namun seringnya dia dan dugong Melati menghindari kapal, tidak seperti Mawar. Akhirnya kemarin anggota Forum berhasil mendokumentasikan kemunculan ketiga ekor dugong tersebut bermain di dekat kapal. Jadi kami ingin pastikan lamunnya cukup untuk tiga ekor dugong, Mawar itu kan selalu berada di wilayah ini karena makanannya melimpah. Kalau perlu dilakukan rehabilitasi lamun, kelompok kami siap membantu,” ujar Pak One dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).

    Ranny R. Yuneni, Koordinator Nasional Program Spesies Laut Dilindungi dan Terancam Punah, Yayasan WWF-Indonesia mengatakan Kehadiran dua individu dugong lain selain Mawar membuktikan bahwa bahwa ekosistem lamun di Pantai Mali, Alor memiliki kualitas ekologis yang mampu menyediakan ruang hidup dan sumber pakan bagi dugong.

    “Sebagai langkah lanjutan, WWF-Indonesia bersama mitra pemerintah dan masyarakat berencana melaksanakan survei mamalia laut di Alor pada tahun ini, mencakup pemantauan populasi dugong, lumba-lumba, dan paus di perairan Alor. Survei ini akan memperkuat dasar ilmiah pengelolaan habitat mamalia laut di Alor, dengan mengaitkan data populasi dan perilaku dugong serta mamalia laut lainnya dengan kondisi padang lamun sebagai habitat utamanya,” imbuh dia.

    Upaya konservasi lamun di Alor telah dilakukan oleh WWF-Indonesia bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Taman Perairan Kepulauan Alor dan Laut Sekitarnya yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

    Tahun 2024, WWF-Indonesia telah melaksanakan survei awal untuk mendukung program rehabilitasi lamun di perairan Pantai Mali. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi padang lamun di kawasan ini termasuk dalam kategori padat hingga sangat padat (kategori kaya/sehat) dengan tutupan 73-76%.

    Sebanyak delapan jenis lamun dari dua famili teramati, termasuk jenis makanan favorit Mawar, Halophila ovalis. Peningkatan aktivitas wisata di sekitar habitat dugong pun perlu diimbangi dengan penerapan kode etik wisata secara ketat untuk mencegah gangguan terhadap perilaku alami spesies tersebut.

    “Keseimbangan antara konservasi dan pariwisata menjadi kunci. Wisata berbasis konservasi harus memastikan bahwa interaksi dengan dugong tetap aman, berjarak, dan tidak mengubah pola makan atau migrasinya. Termasuk pengaturan jumlah kapal, kecepatan, serta etika pengamatan harus diterapkan dengan disiplin,” ujar Ranny.

    Kemunculan bayi dugong ini menjadi simbol keberhasilan konservasi berbasis masyarakat di Alor. Hal ini menunjukkan bahwa manusia dan satwa laut dapat hidup berdampingan secara harmonis bila habitatnya dijaga bersama.

    “Dugong merupakan biota perairan dilindungi nasional dengan status Vulnerable menurut daftar merah IUCN. Adanya dua individu baru dugong di Alor adalah bukti nyata bahwa upaya menjaga ekosistem laut, khususnya padang lamun, membuahkan hasil. KKP terus berkomitmen untuk memperkuat konservasi dugong melalui pengelolaan kawasan konservasi perairan, pemantauan populasi dan pengawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Kami juga memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat, mitra, dan lembaga yang selama ini konsisten menjaga laut Alor, sehingga dugong dapat tetap hidup dan berkembang biak di habitat alaminya,” ujar Sarmintohadi, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tok! Pemandian Air Panas Cikundul Bakal Dilelang ke Swasta

    Tok! Pemandian Air Panas Cikundul Bakal Dilelang ke Swasta



    Sukabumi

    Pemerintah Kota Sukabumi bakal melelang pengelolaan Pemandian Air Panas (PAP) Cikundul kepada pihak swasta.

    Langkah tersebut diambil untuk memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang selama ini dinilai belum tergarap optimal.

    Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Iskandar mengatakan skema lelang akan menggunakan sistem beauty contest, di mana calon investor diseleksi berdasarkan kualitas dan profesionalisme, bukan semata tawaran harga tertinggi.


    “Kami ingin mitra yang benar-benar kompeten dan punya visi jangka panjang dalam mengembangkan PAP Cikundul. Proses seleksi akan transparan, objektif, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ujar Rahmat kepada awak media, Selasa (7/10).

    Ia menjelaskan, beauty contest berbeda dari lelang aset biasa. Pemerintah ingin memastikan investor yang terpilih mampu meningkatkan standar pengelolaan wisata sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi.

    “Targetnya jelas, PAD meningkat, tapi kualitas pelayanan wisata juga naik,” tegasnya.

    Disporapar Sukabumi sudah mulai menyusun sejumlah tahapan penting, mulai dari Detail Engineering Design (DED) dan master plan, penilaian aset, penyusunan dokumen administrasi, hingga koordinasi lintas instansi. Menurut Rahmat, tahapan ini penting agar mekanisme beauty contest berjalan sesuai regulasi.

    Selain untuk memperkuat pengelolaan wisata, strategi ini juga diharapkan bisa menarik minat investor swasta maupun asing (Foreign Direct Investment/FDI) agar pembangunan infrastruktur pariwisata di Sukabumi bisa lebih cepat tanpa membebani APBD.

    “PAP Cikundul punya potensi besar untuk jadi ikon wisata kota. Kalau dikelola secara profesional, dampaknya bisa besar yaitu penyerapan tenaga kerja meningkat, ekonomi lokal bergerak, dan PAD ikut terdongkrak,” jelasnya.

    Rahmat menilai, saat ini momen yang tepat untuk menggandeng dunia usaha, terutama di tengah ketatnya persaingan antar destinasi wisata.

    “Kalau dibiarkan dengan pola lama, aset bisa stagnan bahkan terbengkalai. Dengan beauty contest, pemerintah dapat PAD, masyarakat dapat manfaat ekonomi, dan wisatawan mendapat layanan terbaik,” katanya.

    Ia pun mengajak pelaku usaha untuk bersiap mengikuti proses seleksi ini. “Yang kami cari bukan hanya investor yang untung besar, tapi yang juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan wisatawan,” tutupnya.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Goa Purba di Pulau Kunti dan Mitos Anti Jomlo

    Goa Purba di Pulau Kunti dan Mitos Anti Jomlo



    Sukabumi

    Di Pulau Kunti, Geopark Ciletuh ada sebuah goa yang dipercaya bisa mendatangkan jodoh. Goa ini memang sudah lama lekat dengan mitos anti jomlo.

    Ombak sore itu datang berulang, memukul sisi perahu kayu yang perlahan mendekati tebing. Anginnya membawa aroma asin dan suara serak burung laut yang melintas rendah.

    Dari jauh, tampak rongga hitam di dinding batu mulut gua yang terbuka menghadap laut. Orang-orang di sini menyebutnya Gua Anti Jomblo.


    Saman, pemandu wisata lokal yang mengantar ke lokasi tersebut, berdiri di haluan sambil menunjuk ke arah tebing.

    “Nah, ke sebelah sananya lagi, ada namanya gua purba Pulau Kunti,” ujarnya, suaranya setengah tenggelam oleh deru ombak, Minggu (5/10).

    “Usianya 60 juta tahun, terbentuk dari gunung bibir pantai yang dihantam terus sama gelombang laut, akhirnya ada proposal ke dalam 15 meter, tingginya 9 meter,” katanya menambahkan, matanya tak lepas dari dinding batu di kejauhan.

    Ia diam sebentar sebelum menambahkan. “Di dalam gua itu tidak ditemukan batuan selektif atau salak mid karena gua kering, cuman di sini ada mitos siapa aja yang masuk ke gua purba Pulau Kunti, pulangnya suka cepat dapat jodoh katanya,” tuturnya pelan, lalu tertawa kecil. “ini baru mitos,” lirihnya.

    Angin sore menampar lembut wajah, sementara sinar matahari jatuh miring ke mulut gua yang tampak keemasan di bawah cahaya senja.

    Saman tersenyum kecil sebelum melanjutkan penjelasannya, tangannya menepuk haluan perahu yang basah oleh percikan air.

    “Ya setahu saya itu kalau misalkan punten dalam artian yang punya keyakinan, kayaknya saya sering mengantar yang seperti itu, mungkin keyakinannya seperti itu” ujarnya pelan, berhati-hati memberikan penjelasan.

    “Cuman kalau yang lain biasanya dia hanya berdoa tapi bukan minta ke batu atau ke gua tapi mintanya ke pemilik batu atau gua, yang setahu saya, memang kalau uang meyakini memang seperti itu, dilaksanakan ritual di sana,” katanya menutup penjelasan.

    Cerita soal Gua Anti Jomblo kemudian diperkaya oleh Piat Supriatna, petugas Balawista yang juga Geopark Ranger dari Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

    “Ok saya ceritakan dari awal dulu prosesnya, takutnya ada sedikit ini mispersepsi juga dari masyarakat, khususnya pengunjung,” ujarnya membuka percakapan.

    Goa Itu Sudah Berusia Jutaan Tahun

    “Sebenarnya ini ada gua Pulau Kunti, gua tersebut itu sebetulnya secara ilmiah terbentuknya oleh abrasi laut selama jutaan tahun. Sebenarnya ini kan daratan yang terangkai di dasar samudra ke permukaan nih, dan itu kan ketika terbentuk ke permukaan bebatuan tersebut atau bukit itu belum terbentuk gua sebelumnya dulunya,” tuturnya.

    Piat berbicara sambil menatap jauh ke laut, suaranya tenang.

    “Nah, selama jutaan tahun tergerus oleh abrasi laut, sehingga terkikis, terbentuklah gua. Makanya gua tersebut disebut Pulau Kunti karena ketika dihantam gelombang setinggi lima meter atau musim badai menggema seperti orang tertawa maka dibilanglah Pulau Kunti,” kisahnya.

    Mitos Anti Jomlo

    Ia lalu tersenyum kecil, soal gua yang kemudian dikenal dengan nama Gua Anti Jomblo.

    “Nah ada cerita dari masyarakat sekitar sini, Pulau Kunti ini banyak yang cerita bahwa bisa dikatakan nih gua jomblo, bisa dikatakan dalam arti jika masuk ke sana katanya bisa punya, dapat pasangan,” katanya sambil mengangkat bahu.

    Piat sempat terdiam, menatap ke laut yang mulai memantulkan warna keemasan sore.

    “Sebenernya kalau sekarang banyak orang lebih ke modernisasi, tapi ada saja, sampai saat ini,” ujarnya pelan,

    “Tapi itu dulu saya sempat ke sana, banyak ditemukan orang simpan sesajen itu kan, ada seperti dupa itu menemukan, tapi sampai saat ini, walaupun karena sudah modernisasi masih ada orang percaya akan hal itu,” katanya menutup pembicaraan.

    ——-

    Artikel ini telah naik detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sedih, Penumpang Pesawat Qatar Airways Meninggal Akibat Tersedak Daging

    Sedih, Penumpang Pesawat Qatar Airways Meninggal Akibat Tersedak Daging



    Jakarta

    Seorang penumpang maskapai Qatar Airways meninggal akibat tersedak daging dalam penerbangan Los Angeles-Colombo. Penumpang bernama Dr Asoka Jayaweera tersebut sudah memesan makanan berbasis tanaman (vegan) dalam penerbangan selama 15,5 jam ini.

    Namun permintaan Jayaweera dicuekin maskapai, sehingga pria 85 tahun itu terpaksa makan menu reguler dengan daging. Pramugari maskapai malah menyuruhnya memakan makanan yang ada, karena menu yang diminta Jayaweera mahal. Saat sedang makan inilah, tragedi terjadi pada pensiunan dokter jantung ini.

    “Saat makan, Jayaweera mulai tersedak hingga kehilangan kesadaran. Kru penerbangan mencoba menolong dan berkonsultasi dengan dokter secara remote. Namun kondisi Jayaweera makin buruk hingga penerbangan harus berhenti mendadak di Edinburg,” tulis NDTV dikutip detikTravel pada Sabtu (11/10/2025).


    Sementara dilansir dari Independent, Jumat (10/10/22025) insiden ini terjadi pada tanggal 1 Agustus 2023. Dalam pengaduan keluarga di pengadilan, disebutkan bahwa Asoka telah meminta makanan vegetarian kepada pramugari. Pramugari mengatakan makanan khusus tersebut telah habis dan tersisa yang mengandung daging saja. Lalu pramugari memberinya makanan biasa dengan daging dan menginstruksikannya untuk ‘memakan sekitar’ daging tersebut.

    “Saat mencoba ‘memakan sekitar’ daging dalam makanan yang disediakan, Asoka Jayaweera mulai tersedak tak lama kemudian,” demikian bunyi pengaduan tanpa merinci apa sebenarnya yang menyebabkan dia tersedak.

    Awak kabin melakukan penyelamatan pertama dan menghubungi MedAire melalui telepon, yang memiliki dokter UGD terlatih yang siap memandu staf maskapai dari jarak jauh melalui keadaan darurat medis dalam penerbangan.

    “Sekitar pukul 02:46 UTC, Asoka Jayaweera dipantau dengan tingkat saturasi oksigen 69 persen,” kata pengaduan tersebut.

    Tingkat saturasi oksigen di bawah 88 persen dan dianggap berbahaya. Meskipun pesawat saat itu sedang melewati Wisconsin, awak pesawat memberi tahu rekan seperjalanan Jayaweera, bahwa kapten tidak dapat mengalihkan penerbangan karena mereka sudah berada di atas Lingkaran Arktik dan akan menyeberangi Samudra Arktik.

    Awak kabin memberikan oksigen kepada Asoka, tetapi tidak berhasil dan tingkat saturasinya tidak pernah lagi melebihi 85 persen. Kemudian Asoka kehilangan kesadaran sekitar pukul 07:30 dan diberi obat-obatan. Dia kehilangan kesadaran selama 3,5 jam hingga pesawat mendarat di Edinburgh.

    “Baru sekitar pukul 11.00 UTC pesawat itu turun di Edinburgh, Inggris, dan Asoka Jayaweera dibawa ke rumah sakit. Asoka Jayaweera meninggal dunia di Edinburgh pada 3 Agustus 2023, akibat pneumonia aspirasi yaitu infeksi yang disebabkan oleh menghirup makanan atau cairan ke dalam paru-paru, alih-alih menelannya,” tulis gugatan.

    Atas kejadian tersebut, anak Jayaweera melayangkan gugatan pada Qatar Airways karena pengabaian layanan makan dan keterlambatan respons medis. Dalam tuntutannya, maskapai dinilai gagal menyediakan pesanan menu vegetarian dan kegawatdaruratan yang dialami Jayaweera.

    Insiden ini mempertanyakan tanggung jawab maskapai pada layanan pesan makanan. Bukan kali pertama maskapai besar cuek pada kebutuhan makanan penumpangnya. Pengabaian ini tidak hanya merugikan penumpang tapi juga mempertaruhkan profesionalisme dan nama besar maskapai.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pelni Gratiskan Tiket Kapal Rede Wisata ke Pulau Kera, NTT Setiap Sabtu

    Pelni Gratiskan Tiket Kapal Rede Wisata ke Pulau Kera, NTT Setiap Sabtu



    Kupang

    PT Pelni (Persero) Cabang Kupang mengoperasikan kapal rede KM Gandha Nusantara 10 secara gratis setiap Sabtu pagi untuk masyarakat yang ingin berwisata ke Pulau Kera dan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Kepala Cabang Pelni Kupang Selamat Yanuardi mengatakan kapal rede KM Gandha Nusantara 10 telah beroperasi di wilayah Kupang sejak Juli 2024.

    “Kehadiran kapal ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut yang aman, nyaman, dan tanpa biaya,” katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (11/10/2025).


    Dia menjelaskan, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Rakyat Nunbaun Sabu, Kota Kupang, pada pukul 07.00 WITA dan kembali dari Sulamu pukul 14.00 WITA.

    Layanan ini menjadi alternatif transportasi laut yang diminati warga, khususnya untuk berlibur di akhir pekan.

    “Pemerintah menugaskan Pelni mengoperasikan kapal rede guna memberikan akses transportasi yang terjangkau, bahkan gratis, untuk meningkatkan aktivitas perekonomian dan pariwisata di pulau-pulau kecil,” ujar dia.

    KM Gandha Nusantara 10 merupakan kapal tipe cargo passenger dengan kapasitas angkut 56 penumpang dan dua unit kendaraan.

    Biasanya kapal rede berfungsi sebagai feeder untuk kapal penumpang besar Pelni yang tidak bisa bersandar di pelabuhan kecil karena keterbatasan infrastruktur.

    Khusus di Kota Kupang, kapal tersebut difokuskan melayani rute pendek antarpulau yang potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari, seperti Pulau Kera yang dikenal dengan keindahan pantai pasir putih dan kehidupan masyarakat nelayan tradisionalnya.

    “Gratis, tidak ada tiket yang perlu dibayar. Masyarakat cukup datang ke pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan. Namun kami selalu mengingatkan agar penumpang memperhatikan imbauan keselamatan dari awak kapal,” kata Selamat.

    Selain memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, layanan kapal rede juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga di sekitar Pulau Kera dan Sulamu, baik melalui penjualan hasil laut maupun usaha kuliner dan jasa wisata.

    Program kapal rede merupakan bagian dari komitmen Pelni sebagai perusahaan pelat merah dalam memperluas konektivitas transportasi laut di daerah 3TP (terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan).

    Hingga kini, Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dan menyinggahi 74 pelabuhan di seluruh Indonesia.

    Selain kapal penumpang, Pelni juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas, 18 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek kapal ternak.

    Seluruhnya menjadi bagian dari dukungan Pelni terhadap pemerataan akses transportasi dan pertumbuhan ekonomi maritim nasional.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kafe Unik Konsep Jepang di Bandung Bikin Netizen Penasaran

    Kafe Unik Konsep Jepang di Bandung Bikin Netizen Penasaran

    Bandung

    Tempat nongkrong yang asyik di Bandung seakan tak ada habisnya. Ada satu tempat yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi perbincangan, terutama di media sosial.

    Namanya Hahakohi, sebuah kafe kecil di kawasan Cilengkrang yang menawarkan konsep unik dan berbeda dari kafe lain pada umumnya. Berlokasi di tikungan jalan, Hahakohi justru memiliki daya tarik tersendiri.

    Nuansanya yang adem, terutama di pagi dan sore hari, membuat pengunjung betah berlama-lama. Menurut salah satu pengunjung, Gilang, tempat ini sangat cocok untuk bersantai.


    “Senang sih, nuansanya. Suasananya, meskipun di pinggir jalan di tikungan,” ujarnya.

    Hahakohi tidak hanya viral di media sosial. Banyak pengunjung yang datang kembali karena suka dengan menu dan suasana yang ditawarkan. Daya tarik utama kafe ini adalah konsepnya yang kental dengan nuansa jalanan Jepang.

    Hal ini terlihat dari dekorasi yang tidak biasa, seperti ornamen kaca cembung layaknya di setiap sudut jalanan Jepang dan mesin penjual otomatis (vending machine) yang otentik.

    Lutfi alias Adit, pemilik Hahakohi, menjelaskan bahwa konsep ini terinspirasi dari pengalamannya saat sering bolak-balik ke Jepang. Ia ingin membawa “vibe” urban street di sana ke Bandung.

    “Jadi, saya coba gambar, coba desain seperti ini. Nama Hahakohi sendiri punya makna yang tak kalah unik. Haha diambil dari bahasa Jepang yang artinya ibu, sementara kohi adalah kopi. Jadi, Hahakohi berarti kopi buatan ibu. Sederhananya, itu saja,” kata Adit sambil tertawa.

    Meskipun baru berusia empat bulan, kafe yang berdiri sejak Juni 2025 ini berhasil menarik berbagai kalangan, tidak hanya Gen Z yang menjadi target awal mereka. Millenial bahkan generasi Alpha pun ikut penasaran. Menurut Adit, hal ini tidak lepas dari peran media sosial. Berkat konten digital marketing yang kuat, Hahakohi bisa viral di luar ekspektasi.

    “Tantangan terbesar yang dihadapi Hahakohi adalah menyesuaikan selera rasa Jepang yang tidak terlalu manis dengan lidah orang Indonesia yang umumnya menyukai rasa manis. Namun, seiring berjalannya waktu, para pengunjung mulai memahami esensi rasa dari menu-menu yang disajikan,” jelas Adit.

    —-

    Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel. Anda bisa mengirim cerita perjalanan Anda melalui tautan ini



    Sumber : travel.detik.com

  • Semua Pesawat Tak Laik Terbang, Izin Operasional Dicabut

    Semua Pesawat Tak Laik Terbang, Izin Operasional Dicabut



    Jakarta

    Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA) secara resmi mencabut izin operasional maskapai Serene Air. Maskapai itu tidak memiliki pesawat yang laik terbang.

    “Serene Air tidak memiliki pesawat yang laik beroperasi untuk penerbangan, sehingga tidak mampu memenuhi kapasitas operasional yang diperlukan dalam menjalankan penerbangan yang aman sesuai dengan aturan dan regulasi PCAA yang berlaku,” bunyi keterangan surat resmi PCAA.

    “Oleh karena itu, Air Operator Certificate (AOC) yang diterbitkan untuk Serene Air resmi ditangguhkan segera,” keterangan ditambahkan.


    Serene Air merupakan maskapai swasta yang mulai beroperasi pada 2017. Maskapai itu awalnya hanya melayani rute domestik kemudian memperluas layanannya ke penerbangan internasional menuju China, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Saat ini Serene Air memiliki tujuh pesawat, yang terdiri dari tiga Airbus A330-200 dan empat Boeing 737-800.

    Laporan situs aviasi One Mile At A Time mengungkapkan bahwa dari tiga Airbus A330 milik Serene Air, satu pesawat tidak beroperasi selama lebih dari setahun, satu lainnya terakhir terbang ke Karachi (KHI) pada 26 September, dan satu lagi ke Jeddah (JED) pada 29 September.

    Sementara itu, untuk pesawat-pesawat Boeing 737, tiga di antaranya juga tidak aktif selama lebih dari setahun dan satu pesawat terakhir terbang ke Tianjin (TSN) pada 27 September lalu.

    Salah satu pesawat dilaporkan tidak dapat beroperasi setelah mengalami insiden bird strike di Arab Saudi. Maskapai itu berjanji untuk memulangkan penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket Serene Air.

    Artikel tentang maskapai yang dicabut izin operasionalnya ini menjadi artikel terpopuler, Jumat (10/10/2025). Baca selengkapnya di sini.

    Simak pula artikel terpopuler lainnya di bawah ini:

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Masinis Shinkansen Melamun, Perusahaan Langsung Minta Maaf

    Masinis Shinkansen Melamun, Perusahaan Langsung Minta Maaf



    Jakarta

    Kereta peluru Jepang Shinkansen yang melaju cepat tiba-tiba mengalami penurunan kecepatan. Penurunan kecepatan ini disebabkan oleh masinis yang tak fokus, alias melamun.

    Walau kereta tetap sampai tepat waktu dan tidak ada penumpang yang terluka, Shinkansen Jepang tetap meminta maaf kepada publik. Ini sebagai bentuk komitmen mereka betapa pentingnya fokus dalam bekerja.

    Dilansir dari SoraNews, Sabtu (11/10/2025) insiden tersebut terjadi pada 30 September di Shinkansen Hokkaido. Sekitar pukul 23.00 waktu setempat, Shinkansen kelas Hayabusa yang melaju dari Tokyo menuju Stasiun Shin Hakodate Hokuto memasuki Terowongan Seikan, jalur bawah laut yang melintasi Selat Tsugaru yang memisahkan Hokkaido dan pulau utama Jepang, Honshu.


    Terowongan semakin dalam seiring rel mendekati titik tengahnya, dan kereta akan melambat saat menuruni terowongan. Namun, kereta seharusnya kembali menambah kecepatan saat menanjak menuju pintu keluar, dan meskipun Shinkansen dapat melaju dengan aman hingga kecepatan 160 kilometer (99,4 mil) per jam, Hayabusa pada malam tanggal 30 hanya menanjak dengan kecepatan 36 kilometer (22,4 mil) per jam.

    Awalnya penurunan kecepatan ini diprediksi karena adanya masalah teknis, ternyata penyebab masalah ini adalah masinisnya melamun.

    Saat Shinkansen memasuki Terowongan Seikan, masinis mengerem untuk menurunkan kecepatan kereta ke kecepatan aman untuk menuruni terowongan. Setelah kereta mencapai dasar, rem otomatis terlepas, tetapi masinis lupa mempercepat kereta setelahnya karena kurang konsentrasi.

    Seorang awak kereta lainnya menyadari bahwa mereka tidak melaju secepat biasanya dan memberi tahu masinis yang kemudian menambah kecepatan kereta. Kereta tetap tiba tepat waktu di pemberhentian terakhirnya di Shin Hakodate Hokuto dan perpindahan kecepatan yang cukup mulus sehingga tidak ada penumpang yang terluka.

    Meskipun demikian, penyimpangan dari prosedur operasi normal karena seorang masinis tidak fokus bukanlah hal sepele. JR Hokkaido telah meminta maaf atas insiden tersebut dan mengatakan akan mengambil tindakan untuk mencegah hal seperti itu terulang kembali.

    (sym/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • AS Larang Maskapai China Lewat Langit Rusia!

    AS Larang Maskapai China Lewat Langit Rusia!



    Washington

    Pemerintahan Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump mengusulkan pelarangan bagi maskapai China untuk terbang di atas wilayah udara Rusia. Pelarangan ini khusus untuk rute ke dan dari AS.

    Langkah ini disebut sebagai upaya menciptakan “persaingan yang adil” bagi maskapai penerbangan Amerika yang dirugikan oleh keuntungan waktu dan biaya yang dinikmati pesaing asal China.

    “Situasi saat ini tidak adil dan telah menimbulkan dampak persaingan yang sangat merugikan bagi maskapai penerbangan AS,” demikian pernyataan resmi Departemen Perhubungan AS (DOT) yang dirilis Kamis waktu setempat.


    Rencana tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi antara Washington dan Beijing, yang belakangan juga memperketat kontrol ekspor logam tanah jarang, bahan penting bagi sejumlah industri AS. Usulan itu disebut sebagai eskalasi baru dalam “perang dagang jilid dua” antara dua ekonomi terbesar dunia.

    Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, Moskow telah menutup wilayah udaranya untuk maskapai AS dan sekutu Barat sebagai bentuk balasan atas sanksi penerbangan yang dijatuhkan Washington. Namun maskapai China tidak terkena larangan serupa, memungkinkan mereka memangkas waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar, sehingga lebih efisien dibandingkan maskapai AS.

    “Maskapai China jelas diuntungkan oleh akses udara Rusia yang tidak bisa kami miliki,” kata seorang eksekutif industri penerbangan AS yang enggan disebut namanya. “Tanpa akses itu, rute langsung dari Pantai Timur ke China sulit dijalankan secara ekonomis,” ujarnya seperti dilansir CNBCIndonesia.com.

    Langkah DOT diperkirakan akan berdampak pada maskapai besar seperti Air China, China Eastern, Xiamen Airlines, dan China Southern. Saham ketiga maskapai yang terdaftar di bursa China daratan kompak melemah pada Jumat (turun antara 0,3% hingga 1,8%) menyusul kabar tersebut.

    Pemerintah AS memberikan waktu dua hari bagi maskapai China untuk menanggapi proposal tersebut. Jika disetujui, aturan baru ini dapat berlaku mulai November mendatang.

    Sementara itu, Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Korea Selatan (Korsel) pada akhir Oktober untuk membahas sejumlah isu. Termasuk hubungan dagang dan kerja sama penerbangan.

    Di sisi lain, produsen pesawat AS, Boeing, disebut tengah berupaya menembus kembali pasar China dengan potensi penjualan hingga 500 unit jet. Upaya ini dinilai sebagai peluang strategis di tengah ketegangan yang kian memanas antara kedua negara.

    Baca artikel CNBC Indonesia “Trump Larang Maskapai China Terbang di Langit Negara Ini” selengkapnya di sini:

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kucing Oyen di Depan FX Jadi Wisata Baru, Sandiaga pun Kepincut

    Kucing Oyen di Depan FX Jadi Wisata Baru, Sandiaga pun Kepincut



    Jakarta

    Seekor kucing oren alias Oyen yang biasa nongkrong di depan mal FX Sudirman, Jakarta, kini tengah menjadi sensasi baru di dunia maya. Bukan tanpa alasan, kucing jalanan ini kini terdaftar sebagai “tourist attraction” di Google Maps lengkap dengan rating sempurna bintang lima!

    Bahkan kucing oren ini juga sudah terdaftar sebagai ‘Tujuan Wisata’ atau Tourist Attraction di Google Maps. Sampai-sampai Mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno juga ikut komentar di akun Instagramnya.

    “Lari bareng Pak @triawanmunaf mampir ke spot wisata baru kesukaan warga jakarta ada kucing oyen nongkrong depan FX Sudirman. Team yang udah pernah foto bareng oyen mana suaranya?” tulis Sandiaga menyertakan foto dirinya bareng si oren bersama mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.


    Postingan Sandiaga ini otomatis langsung diserbu catlovers, termasuk Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. “Gemssshhh si Oyeennn,” tulisnya.

    “Aaaa keduluan om @sandiuno ketemu si Oyen 🤣” tulis Putri Habibie.

    [Gambas:Instagram]

    Di Google Maps, kucing oranye ini sempat diberi rating sempurna alias bintang 5. Travelers pun banyak yang akhirnya mencari si oren di tempat nongkrongnya. Seperti cerita salah satu warga asal Bekasi yang satu ini nih yang sengaja ke kawasan FX Sudirman buat ketemu si oren.

    “Lumayan kepo si oyen ini gimana, iya (sengaja nyari) karena viral waktu itu di twitter pada nyariin, apalagi pas demo kemarin langsung pada khawatir,” ujar Karin yang juga catlovers ini.

    Namun

    (ddn/bnl)





    Sumber : travel.detik.com