Category: Wisata

  • Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar

    Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar



    Bangkok

    Sepertinya Thailand harus kerja keras untuk meningkatkan citra pariwisatanya. Memasuki ujung tahun 2025, catatan kunjungan turis mengalami penurunan.

    Thailand telah menyambut 25.096.346 wisatawan asing dari 1 Januari hingga 12 Oktober 2025. Menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga, angka ini turun 7,54% dibandingkan periode sebelumnya pada tahun lalu, seperti dikutip dari Nation Thailand pada Rabu (15/10/2025).


    Negara yang paling banyak menyumbang turis adalah Malaysia dengan total 3.608.943 pengunjung. Kemudian disusul oleh Tiongkok dengan 3.582.322 pengunjung.

    Dari lima negara teratas, ternyata tak ada nama Indonesia. Urutan ketiga adalah India dengan 1.850.318 pengunjung, keempat Rusia dengan 1.319.164 pengunjung dan Korea Selatan dengan 1.205.556 pengunjung.

    Natreeya Taweewong, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, menyatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan lebih dari 25 juta pengunjung internasional memasuki Thailand antara 1 Januari dan 12 Oktober 2025, menghasilkan pendapatan belanja sekitar 1,159 triliun baht.

    Selama 6-12 Oktober 2025, jumlah pengunjung melambat di semua segmen pasar, baik jarak pendek maupun jarak jauh, menyusul berakhirnya masa liburan berturut-turut di beberapa negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan India. Tren ini dianggap umum untuk periode tersebut.

    Akibatnya, total kedatangan internasional selama seminggu mencapai 522.169, turun 82.429 pengunjung atau 13,63% dari minggu sebelumnya, dengan rata-rata 74.596 pengunjung per hari.

    Lima negara teratas untuk minggu ini adalah sebagai berikut:

    • Malaysia: 74.915 pengunjung (naik 7,31% dari minggu sebelumnya)
    • Tiongkok: 70.069 pengunjung (turun 46,93%)
    • India: 39.481 pengunjung (turun 25,67%)
    • Korea Selatan: 31.019 pengunjung (turun 30,01%)
    • Rusia: 25.570 pengunjung (turun 8,38%)

    Untuk minggu mendatang, kedatangan internasional diperkirakan akan tetap stabil, didukung oleh beberapa insentif perjalanan seperti liburan festival Diwali untuk target liburan terdekat, dimulainya musim pariwisata yang ramai bagi wisatawan jarak jauh, dan langkah-langkah Kemudahan Perjalanan pemerintah, termasuk penghapusan Formulir Imigrasi TM6 dan inisiatif untuk mendorong maskapai penerbangan meningkatkan frekuensi penerbangan ke Thailand.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Indonesia dan Malaysia, Cek Harga Tiket dan Tarif Transportasi Umum

    Wisata Indonesia dan Malaysia, Cek Harga Tiket dan Tarif Transportasi Umum


    Jakarta

    Pariwisata di Indonesia dan Malaysia disorot setelah data statistik menunjukkan jumlah kedatangan turis asing yang timpang. Jumlah turis asing yang datang ke Malaysia melonjak jauh melampaui Indonesia dengan penilaian destinasi wisatanya mudah dijangkau dengan transportasi umum, pelayanannya ramah terhadap kebutuhan turis, dan promosi internasionalnya gencar di mana-mana. Betulkah?

    Untuk melihat perbedaannya lebih dekat, detikTravel membandingkan harga tiket dan tarif kendaraan umum menuju berbagai destinasi wisata di dua ibu kota, Jakarta dan Kuala Lumpur. Keduanya sama-sama punya jaringan transportasi publik yang luas dan terjangkau, sekaligus citra positif di mata wisatawan dunia.

    Destinasi Wisata di Jakarta, Indonesia

    Tiga destinasi wisata berikut menyimpan kekayaan sejarah dan pesona keindahan alam Indonesia.


    1. Monas

    Langit ibu kota tampak semarak pada Minggu (5/10/2025) ketika atraksi udara spektakuler digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kawasan Silang Monas, Jakarta. Suara deru mesin pesawat yang menggelegar membelah langit, mengundang decak kagum ribuan warga yang memadati area upacara.Puncak Monas dalam HUT TNI ke-80 (dok. Ari Saputra/detikcom)

    Monumen Nasional (Monas) di Lapangan Merdeka, Jakarta Pusat menyimpan sejarah kemerdekaan dan peristiwa lain yang terjadi di Indonesia. Destinasi wisata ini menerapkan harga tiket yang sama untuk WNI dan WNA.

    Tiket Monas-Pelataran Puncak

    Akses untuk tiket ini mencakup museum, ruang kemerdekaan, dan pelataran puncak.

    • Dewasa: Rp 24.000
    • Mahasiswa: Rp 13.000
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 6.000

    Tiket Monas-Museum

    Pengunjung dengan tiket ini bisa mengakses ruang museum, ruang kemerdekaan, dan pelataran cawan.

    • Dewasa: Rp 8.000
    • Mahasiswa: Rp 5.000
    • Anak-anak/Pelajar: Rp 3.000.

    Akses Monas

    Jaringan transportasi publik yang tersedia menuju Monas adalah:

    • Transjakarta tujuan Halte Monas, Balai Kota, Perpustakaan Nasional, Gambir atau IRTI dengan tarif Rp 2.000 hingga Rp 3.500
    • MRT tujuan Stasiun Bundaran HI dengan tarif Rp 14-25 ribu.

    2. Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk

    Taman mangrove di KapukTWA mangrove di Kapuk (dok. Wahyu Setyo)

    Destinasi wisata alam berupa hutan mangrove ini menunjukkan pentingnya menjaga ekosistem bakau untuk mencegah erosi pesisir (abrasi). Hutan mangrove juga menjaga keseimbangan lingkungan untuk hidup hewan lain, misal aneka burung.

    Tiket masuk untuk WNA

    • Rp 120 ribu per orang pada hari biasa
    • Rp 125 ribu per orang pada hari libur

    Harga tiket masuk tidak mencakup paket wisata di TWA Mangrove Angke Kapuk. Contohnya sewa sampan, kano, atau menanam mangrove.

    Akses TWA Mangrove Angke Kapuk

    • KRL tujuan Stasiun Jakarta Kota, Rawa Buaya, atau Duri dengan tarif Rp 3.000 hingga Rp 12 ribu
    • Transjakarta tujuan Halte Buddha Tzu Chi dengan tarif Rp 2.000 hingga Rp 3.500.

    3. Seaworld Ancol

    Keindahan kehidupan dasar laut menarik minat warga untuk mengunjungi Seaworld. Tak hanya itu, Seaworld juga menjadi tempat wisata edukasi bagi anak-anak.Seaworld (dok. Pradita Utama/detikcom)

    Pesona bawah laut bisa disaksikan di sini yang dikenal punya salah satu akuarium terbesar se-Asia Tenggara. Selain pesona alam dan penghuninya, pengunjung bisa memperluas wawasan seputar kehidupan bawah laut.

    Tiket masuk untuk WNA

    • Hari biasa Rp 120 ribu
    • Jumat Rp 135 ribu
    • Sabtu dan Minggu Rp 165 ribu.

    Harga tiket Seaworld belum termasuk karcis masuk Kompleks Taman Impian Jaya Ancol dan biaya parkir

    Akses Seaworld Ancol

    • KRL tujuan Stasiun Ancol atau Kampung Bandan dengan tarif Rp 3.000 hingga Rp 12 ribu
    • Transjakarta tujuan Halte Transjakarta Ancol dengan tiket Rp 2.000 hingga Rp 3.500.

    Perjalanan dilanjutkan dengan bis untuk tiap destinasi wisata di kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

    Destinasi Wisata di Kuala Lumpur, Malaysia

    Berikut adalah destinasi wisata yang identik dengan pesona Kuala Lumpur, Malaysia yang terdiri dari

    1. Menara Kembar Petronas

    Menara Kembar Petronas di MalaysiaMenara Kembar Petronas di Malaysia (dok. Vega Kurnianto/d’Traveler)

    Berdiri tegak setinggi 451,9 meter, Menara Kembar Petronas dengan 88 lantai ini adalah permata mahkota Kuala Lumpur. Destinasi wisata yang sempat jadi salah satu gedung tertinggi di Asia ini diresmikan tahun 1998.

    Tiket masuk untuk WNA

    Berikut adalah harga tiket yang memungkinkan pengunjung mengakses jembatan penghubung di lantai 41 dan observation deck di lantai 86.

    Hari biasa:

    • Bayi dan balita usia kurang dari 2 tahun: gratis
    • Anak usia 3-12 tahun RM 65 (Rp 255.418)
    • Dewasa usia 13-60 RM 127 (Rp 499.047)
    • Lansia usia lebih dari 61 tahun RM 88 (Rp 345.800)

    Hari libur:

    • Bayi dan balita usia kurang dari 2 tahun: gratis
    • Anak usia 3-12 tahun RM 69 (Rp 271.136)
    • Remaja usia 13-60 tahun RM 137 (Rp 538.343)
    • Lansia usia lebih dari 61 tahun RM 96 (Rp 377.233)

    Akses Menara Kembar Petronas

    • Kereta: RM 2-5 (Rp 7.900 hingga Rp 19.700)
    • Bus: RM 1-3 (Rp 3.930 hingga Rp 11.800).

    2. Batu Caves

    Batu Caves, Selangor, MalaysiaBatu Caves, Selangor, Malaysia (dok. bloodua/Getty Images)

    Gua di Kuala Lumpur ini penuh patung dewa dan simbol dalam agama Hindu. Kondisi tersebut menjadi pesona Gua Batu yang ternyata sangat Instagrammable karena gua ini penuh warna, hingga terkesan ceria.

    Tiket masuk untuk WNA

    • Area Utama dan Gua Kuil Utama: Gratis
    • Cave Villa: RM 15 (Rp 59.000)
    • Ramayana Cave: RM 5 (Rp 19.650)
    • Dark Cave: RM 35 (Rp 138.000)

    Akses Batu Caves

    • Kereta: RM 5-7 (Rp 19.700-Rp 27.600)
    • Bus lanjut kereta: RM 5-16 (Rp 19.700-Rp 62.900).

    3. Aquaria KLCC

    Divers perform an underwater lion dance at the KLCC Aquaria ahead of Chinese Lunar New Year celebrations in Kuala Lumpur, Malaysia Sunday, Feb. 4, 2024. The Chinese Lunar New Year falls on Feb. 10 this year, marking the start of the Year of the Dragon, according to the Chinese zodiac. (AP Photo/Vincent Thian)Pertunjukan di Aquaria KLCC (dok. Vincent Thian/AP)

    Di sini, pengunjung bisa menyaksikan akuarium air asin terbesar di Malaysia lengkap dengan kehidupan di dalamnya. Destinasi ini bisa diakses Warga Negara Asing (WNA) atau non-Malaysian dengan tarif berikut

    Tiket masuk untuk WNA

    Hari biasa:

    • Anak usia 3-12 tahun RM 65 (Rp 255.418)
    • Dewasa usia 13-59 tahun RM 75 (Rp 295.000)
    • Lansia usia 60-99 tahun RM 65 (Rp 255.418)

    Hari libur:

    • Anak usia 3-12 tahun RM 69 (Rp 271.136)
    • Dewasa usia 13-59 tahun RM 79 (Rp 310.500)
    • Lansia usia 60-99 tahun RM 69 (Rp 271.136)

    Akses Aquaria Kuala Lumpur City Centre (KLCC)

    • GOKL Bus: gratis
    • MRT: RM 1-2 (Rp 3.930-Rp 7.900)
    • Bus: RM 1-5 (Rp 3.930-Rp 19.700).

    Konversi ringgit ke rupiah dihitung dengan nilai tukar RM 1= Rp 3.930. Informasi yang diperoleh merupakan gambaran umum, sehingga detikers wajib update informasi untuk memperoleh gambaran jelas kondisi tempat wisata, beserta cara aksesnya

    Dengan informasi ini, detikers bisa menyusun anggaran jika ingin berlibur di area Jakarta atau Kuala Lumpur. Pengunjung bisa menyiapkan dana yang bisa diakses online dan offline, serta itinerary lain agar liburan makin berkesan.

    Selain itu, sejumlah survei menunjukkan Malaysia mampu menunjukkan sebagai posisi teratas negara dengan jalur pendakian gunung terbaik di Asia Tenggara. Survei dilakukan oleh Exoticca yang menganalisis 11 negara ASEAN berdasarkan data All trails. Indikator yang digunakan adalah jumlah pendaki dan ulasan positif.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dear Bu Menpar, Bukan Cuma Destinasi Indah, Wisata RI Butuh Akses Mudah

    Dear Bu Menpar, Bukan Cuma Destinasi Indah, Wisata RI Butuh Akses Mudah



    Jakarta

    Destinasi boleh memesona, tapi tanpa transportasi publik yang terhubung, wisatawan bisa enggan datang. Itulah yang disoroti Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Digital di Pasuruan, Jawa Timur.

    Bambang menyampaikan pernyataan itu saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Pemasaran Pariwisata Digital yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komisi VII DPR RI di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/10/2025). Menurut Bambang Haryo, transportasi publik yang efisien menjadi salah satu faktor penting agar wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia.

    “Destinasi wisata kita sangat butuh akses transportasi publik yang terintegrasi. Turis asing sering enggan datang karena negara tetangga sudah punya sistem transportasi yang memadai, langsung terkoneksi dengan destinasi wisata,” ujarnya.


    Dia mencontohkan kondisi di Bali yang kini mengalami kepadatan dan ketidaknyamanan akibat minimnya transportasi umum.

    “Bali sekarang overload karena semua wisatawan, baik domestik maupun asing, harus memakai kendaraan pribadi. Ini harus segera dibenahi,” ujarnya.

    Ia optimistis Indonesia mampu bersaing secara global jika pemerintah serius memperbaiki fasilitas publik penunjang pariwisata.

    “Potensi kita luar biasa, ada ribuan destinasi wisata alam dan budaya. Negara lain bisa menargetkan puluhan juta turis, masa kita kalah dengan potensi sebesar ini,” ujarnya.

    Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat promosi wisata dengan menyarankan supaya hotel, restoran dan pelaku ekonomi kreatif di daerah aktif menjadi corong promosi destinasi lokal.

    “Kita punya 300 ribu restoran dan ratusan ribu hotel yang bisa jadi corong promosi. Bahkan tenaga kerja Indonesia (TKI) pun bisa berperan, satu TKI menargetkan dua wisatawan saja, kita sudah bisa datangkan jutaan turis,” ujar dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini 2 Kunci yang Bikin Jumlah Pendaki Terjebak Darurat di Gunung Fuji Turun Drastis

    Ini 2 Kunci yang Bikin Jumlah Pendaki Terjebak Darurat di Gunung Fuji Turun Drastis



    Jakarta

    Jumlah pendaki yang mengalami kejadian darurat saat mendaki Gunung Fuji dari sisi Prefektur Shizuoka tercatat menurun tajam pada musim pendakian 2025. Itu setelah pemerintah setempat menerapkan aturan ketat.

    Melansir Kyodo News, Rabu (15/10/2025) sepanjang musim pendakian dari Juli hingga September 2025, sekitar 84.000 orang mendaki Gunung Fuji melalui jalur Shizuoka. Meski jumlahnya masih tinggi, hanya 36 pendaki yang membutuhkan bantuan penyelamatan.

    Polisi setempat mencatat penurunan sebesar 44% dibanding tahun sebelumnya, tanpa adanya korban jiwa yang dilaporkan.


    Angka tersebut turun signifikan dari tahun 2024 yang mencatat 64 kasus, termasuk enam pendaki yang meninggal dunia. Gunung Fuji, yang merupakan gunung tertinggi di Jepang dengan ketinggian 3.776 meter dan terletak di barat daya Tokyo, sempat menghadapi berbagai persoalan terkait keselamatan pendaki.

    Salah satunya adalah fenomena pendaki nekat menempuh jalur menuju puncak semalaman tanpa mementingkan keselamatan. Banyak pendaki juga ditemukan mendaki dengan persiapan minim, berpakaian seadanya seperti mengenakan kaus, celana pendek, bahkan sandal.

    Sebagai respons terhadap tren tersebut, Prefektur Shizuoka menggandakan biaya masuk menjadi 4.000 yen (Rp 420 ribu) pada musim ini. Selain itu, pendakian pada pukul 14.00 hingga 03.00 dini hari dilarang bagi yang tidak memiliki reservasi penginapan di pondok gunung.

    Langkah serupa telah lebih dulu diterapkan di Prefektur Yamanashi yang mengelola salah satu dari empat rute resmi pendakian Gunung Fuji. Tiga rute lainnya berada di wilayah Shizuoka.

    Upaya tersebut terbukti efektif dengan Yamanashi juga melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah penyelamatan pendaki sejak kebijakan diberlakukan tahun lalu. Namun demikian, kecelakaan tetap terjadi di luar musim resmi pendakian.

    Menurut otoritas setempat, banyak kasus melibatkan wisatawan asing yang datang saat jalur pendakian ditutup, maupun penduduk lokal yang mendaki secara impulsif tanpa persiapan matang. Pada Juni 2024, tiga pria asal Jepang berusia antara 30 hingga 50 tahun ditemukan tewas di dekat kawah.

    Sementara itu, seorang warga negara Amerika berusia 60-an berhasil diselamatkan setelah mengalami hipotermia saat Gunung Fuji masih ditutup.

    Kasus lain terjadi pada April 2025, ketika seorang mahasiswa asal China harus dievakuasi menggunakan helikopter setelah jatuh sakit di dekat puncak. Empat hari kemudian, ia kembali harus diselamatkan karena kesehatannya menurun saat mencoba naik lagi untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.

    Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Prefektur Shizuoka tengah mempertimbangkan untuk mengenakan denda serta biaya evakuasi helikopter bagi pendaki yang dinilai melakukan pendakian secara gegabah.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Paspor Singapura Masih yang Terkuat di Dunia, Bagaimana Indonesia?

    Paspor Singapura Masih yang Terkuat di Dunia, Bagaimana Indonesia?



    Jakarta

    Untuk kedua kalinya paspor Singapura menjadi yang paling kuat di dunia. Para traveler pemegang paspor Singapura ‘bebas’ melenggang ke mana pun.

    Data itu diungkapkan oleh Indeks Paspor Henley pada tanggal 14 Oktober 2025. Dari data terbaru, untuk pertama kalinya paspor AS tak berada di 10 besar paspor terkuat di dunia.

    Dilihat dari situs resminya, Rabu (15/10/2025) Indeks Paspor Henley membandingkan akses bebas visa dari 199 paspor berbeda ke 227 tujuan wisata. Jika tidak memerlukan visa, maka skor dengan nilai 1 dibuat untuk paspor tersebut. Skor yang sama berlaku jika traveler dapat memperoleh visa saat kedatangan (VOA), izin kunjungan, atau otorisasi perjalanan elektronik (ETA) saat memasuki tujuan wisata.


    Jika visa diperlukan atau jika pemegang paspor harus mendapatkan visa elektronik (e-Visa) sebelum keberangkatan, skor dengan nilai 0 diberikan. Hal ini juga berlaku jika memerlukan persetujuan pemerintah sebelum keberangkatan untuk visa saat kedatangan. Skor total untuk setiap paspor sama dengan jumlah destinasi yang tidak memerlukan visa.

    Pada tahun 2025, paspor Singapura memperoleh skor 91,27 dari 100 pada indeks lain, yaitu indeks paspor VisaGuide 2025. Singapura memiliki akses bebas visa ke 193 destinasi dari 227 destinasi di seluruh dunia.

    Posisi ini menjadikan Singapura berada tiga negara teratas di Asia, termasuk Korea Selatan dan Jepang, yang memiliki akses bebas visa ke destinasi terbanyak. Korea Selatan yang berada di peringkat kedua bisa akses bebas visa ke 190 destinasi.

    Sedangkan Jepang berada di peringkat ketiga dengan akses bebas visa ke 189 destinasi.

    Paspor terkuat tahun 2025

    1. Singapura (193 destinasi)
    2. Korea Selatan (190)
    3. Jepang (189)
    4. Jerman, Italia, Luksemburg, Spanyol, Swiss (188)
    5. Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Irlandia, Belanda (187)
    6. Yunani, Hongaria, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Swedia (186)
    7. Australia, Republik Ceko, Malta, Polandia (185)
    8. Kroasia, Estonia, Slowakia, Slovenia, Uni Emirat Arab, Inggris Raya (184)
    9. Kanada (183)
    10. Latvia, Liechtenstein (182)
    11. Islandia, Lituania (181)
    12. AS, Malaysia (180)

    Kenapa paspor AS loyo?

    Di tahun ini, paspor AS berada di rangking 12 (tahun 2025 di rangking 7) dan memiliki akses bebas visa ke 180 destinasi, yang setara dengan paspor Malaysia. Penurunan itu disebabkan oleh serangkaian perubahan akses, termasuk hilangnya akses bebas visa ke Brasil pada April 2025 karena kurangnya timbal balik.

    China, Myanmar, Papua Nugini, dan Vietnam juga tidak memasukkan AS dalam daftar bebas visa mereka. AS hanya mengizinkan 46 negara lain untuk masuk tanpa visa.

    Bagaimana dengan paspor Indonesia?

    Pada 2024, paspor Indonesia berada di urutan ke-66. Dan tahun 2025 Indonesia turun ke posisi 70. Pemegang paspor Indonesia bisa melenggang ke 73 destinasi di dunia.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Batasi Turis-Turis Nakal, Palma Larang Perahu Pesta-Sewa Hunian Jangka Pendek



    Jakarta

    Pemerintah Kota Palma di Spanyol mengambil langkah tegas untuk mengendalikan perilaku wisatawan yang dianggap meresahkan. Aturan baru itu diterapkan mulai musim depan, termasuk melarang perahu pesta beroperasi di sepanjang pesisir kota.

    Dikutip dari The Sun, Rabu (15/10/2025) kebijakan baru itu diumumkan Wali Kota Palma, Jaime Martínez Llabres, pada tengah pekan lalu. Larangan tersebut menyasar aktivitas perahu pesta yang kerap menjadi sumber keluhan warga lokal.

    Martinez menegaskan bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan Otoritas Pelabuhan Balearic (APB) untuk memastikan penerapan larangan ini berjalan efektif.


    “Kami berkomitmen menjaga kualitas Palma sebagai destinasi wisata. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman, baik bagi penduduk maupun wisatawan,” ujar Martinez.

    Selain melarang perahu pesta, Pemkot Pama juga menghentikan sementara penerbitan izin baru untuk rumah liburan. Langkah itu ditujukan untuk menekan angka overtourism yang dinilai berdampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan dan ketersediaan hunian lokal.

    Sebelumnya, penyewaan jangka pendek sudah dilarang di gedung-gedung hunian bertingkat. Namun kini, larangan tersebut diperluas mencakup rumah tinggal satu keluarga dan kamar sewa yang banyak ditawarkan melalui platform seperti Airbnb.

    Saat ini, tercatat hanya ada 639 izin penyewaan wisata yang sah di Palma. Martinez menegaskan izin tersebut tetap berlaku tetapi jika dicabut atau tidak diperpanjang, pemerintah tidak akan menerbitkan izin baru sebagai penggantinya.

    “Kami ingin memastikan hunian yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga lokal atau dialihkan ke skema sewa jangka panjang,” kata dia.

    Dalam paket kebijakan yang sama, Pemkot Palma juga menghentikan pendirian hostel baru di wilayah mereka. Adapun hostel yang sudah beroperasi akan diarahkan untuk beralih fungsi menjadi hotel atau hunian permanen, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengelolaan ruang kota.

    Kebijakan itu muncul di tengah gelombang regulasi ketat yang mulai diberlakukan di berbagai kota wisata di Spanyol sepanjang musim panas 2025. Wilayah seperti Palma, Magaluf, dan Llucmajor, kini memberlakukan larangan konsumsi alkohol di ruang publik.

    Penjualan minuman beralkohol juga dibatasi yakni tidak diperbolehkan antara pukul 21.30 hingga 08.00 waktu setempat. Pelanggaran atas aturan ini dapat dikenakan denda hingga 3.000 euro atau sekitar Rp 51 juta.

    Kebijakan tersebut berlaku di berbagai area umum seperti taman, jalan, dan pantai. Dengan langkah-langkah baru ini, Pemerintah Palma berharap dapat menyeimbangkan kembali ekosistem pariwisata dan kehidupan warga lokal, serta memperkuat citra kota sebagai destinasi berkualitas dan ramah penduduk.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Heboh Pantai Tanjung Benoa Disewakan Rp 1,3 M, Bupati Tepis Tanda Tangan

    Heboh Pantai Tanjung Benoa Disewakan Rp 1,3 M, Bupati Tepis Tanda Tangan



    Badung

    Heboh pantai Tanjung Benoa di Bali disewakan ke pihak resor dengan nilai Rp 1,3 Miliar untuk 5 tahun. Bupati Badung menepis ia yang tanda tangan kerja sama itu.

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung buka suara terkait polemik pemanfaatan lahan pantai dan penanaman pohon kelapa di pantai kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan.

    Pemkab Badung menegaskan kawasan pantai tersebut adalah aset daerah yang tercatatkan dan disewakan secara sah kepada The Sakala Resort Bali untuk kegiatan komersial.


    Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan area pantai di Tanjung Benoa merupakan salah satu aset yang tercatat dalam aset daerah Badung. Oleh karena itu, Adi menegaskan pemanfaatannya wajib dikenakan biaya sewa.

    Ketentuan itu juga diatur dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. “Apa yang ada di Tanjung Benoa itu adalah merupakan aset yang tercatat dalam aset daerah. Sehingga terhadap pemanfaatan aset daerah sesuai dengan Permendagri 19 Tahun 2016 itu harus disewakan, tidak boleh gratis, ya disewakan,” kata Adi Arnawa ditemui di Puspem Badung, Selasa (14/10/2025).

    Adi juga mengklarifikasi bukan dia yang meneken perjanjian sewa itu, melainkan Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba yang dalam posisinya sebagai kuasa pengelola aset daerah.

    “Yang menandatangani perjanjian itu bukan saya. Bukan saya, ingat. Itu salah besar itu. Yang menandatangani adalah Sekda, bukan saya. Tentunya Sekda sekarang, Pak Surya Suamba,” tegasnya.

    Pantai Tanjung Benoa Disewakan demi Optimalisasi Aset Daerah

    Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Badung, I Kadek Oka Parmadi, menjelaskan perjanjian sewa ini dilakukan dalam rangka optimalisasi aset milik daerah Badung.

    Dijelaskan dia, setiap bentuk pemanfaatan pantai oleh pihak-pihak yang bersifat profit atau komersial harus dilakukan dengan pemerintah daerah.

    “Dalam hal ini, hasil sewa pemanfaatan lahan sepenuhnya masuk ke kas daerah melalui mekanisme transfer nontunai. Semua pembayaran cashless, secara elektronik demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah,” jelas Kadek Oka Parmadi.

    Pantai Tanjung Benoa Disewa Selama 5 Tahun, Biayanya Rp 1,3 Miliar

    Oka memaparkan perjanjian sewa lahan seluas 2.600 meter persegi di pantai posisi P122 Kuta Selatan tersebut berlaku selama 5 tahun dan diteken sejak 30 September 2025. Total nilai sewanya mencapai Rp 1,3 miliar dan sudah disetor seluruhnya di awal ke kas daerah.

    “Seluruh hasil sewa tersebut akan menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu tercatat dalam APBD Kabupaten Badung,” sambung dia.

    Oka menjamin pemanfaatan kawasan itu tidak boleh menutup akses publik, terutama kepentingan masyarakat setempat. Dalam ketentuan sewa itu, berlaku untuk pemanfaatan pantai yang bersifat profit atau komersial dan tidak menutup kepentingan umum.

    Penyewa hanya memanfaatkan view dan ruang pantai untuk kegiatan ekonomi yang dilakukan penyewa dan sifatnya nonpermanen. Seperti pemasangan atau penyewaan daybed, kursi payung, atau fasilitas nonpermanen lainnya.

    “Penyewa nggak boleh menutup akses publik ke pantai. Sedangkan masyarakat umum yang hanya duduk-duduk atau main bola, itu ya gratis lah ini. Kami tidak pungut. Yang kami punguti adalah yang bersifat profitnya,” jelasnya.

    Terkait penanaman pohon kelapa, Oka Parmadi memandang hal tersebut sebagai bentuk kewajiban penyewa menjaga keasrian lingkungan sekitar. Ia memastikan tidak ada ruang privat yang ditimbulkan atas penanaman pohon itu.

    “Mereka menanam pohon. Ya, menanam pohon ini kami maknai juga sebagai kewajiban dari pengelola untuk memelihara lingkungan, untuk istilahnya supaya asri,” tutup Oka Parmadi.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pengalaman Lihat Pameran Unik di Bangunan Rumah yang Belum Jadi

    Pengalaman Lihat Pameran Unik di Bangunan Rumah yang Belum Jadi

    Bintaro

    Buat kamu yang suka dengan desain dan dunia arsitektur, sepertinya mesti mampir ke pameran unik yang satu ini.

    Pameran yang digelar di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan ini menampilkan karya arsitektur dari Atelier Riri atau Riri Yakub, arsitek ternama yang namanya juga populer di media sosial.

    Selama ini, kita hanya bisa mengagumi karya-karya ciptaan Riri hanya dari layar kaca saja. Tapi dengan datang ke pameran ini, kita bisa secara langsung melihat bagaimana wujud karya dia dan juga mengintip proses kreatif di baliknya.


    Oh iya, pameran dengan judul A Life Less Ordinary ini juga menandai 15 tahun Atelier Riri berkarya di dunia desain dan arsitektur. Sudah cukup lama juga ya dia berkecimpung di dunia tersebut.

    Yang lebih uniknya lagi, pameran itu digelar di Kiri House 2.2, rumah pribadi kedua Riri Yakub yang masih dalam tahap pembangunan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

    Di dalam bangunan yang belum jadi itu, kita bisa mengintip galeri sementara dari karya-karya Riri, berupa maket dari karton rumah-rumah yang pernah dia desain.

    Dalam pameran itu, kita juga bisa melihat proses, kemungkinan, dan pertumbuhan dari desain-desain Riri yang belum berhenti berevolusi. Saya dan teman yang datang ke pameran ini cukup terkagum-kagum dengan karya desain Riri yang unik dan khas.

    Sudah lama saya jadi pengagum hasil rancangan Riri. Kebetulan di akhir pekan ada waktu kosong untuk nonton pameran ini. Jadilah saya dan teman berangkat ke lokasi. Total ada 15 bagian kurasi yang mewakili tonggak penting dalam perjalanan studio Riri.

    Para pengunjung akan diajak buat menyelami latar belakang serta proses kreatif di balik berbagai karya Riri melalui gambar, maket, potongan instalasi multisensori, serta panduan audio yang akan memperkaya pengalaman siapapun yang datang.

    “A Life Less Ordinary adalah cara kami merayakan proses, perjalanan yang penuh pembelajaran, keberanian, dan rasa syukur,” tulis Riri Yakub di pameran itu.

    Pameran dibuka untuk umum dari 10 Oktober hingga 22 November 2025 mendatang. Traveler yang mau mampir bisa melakukan reservasi terlebih dulu. Tinggal pilih tanggal dan sesi waktu yang tersedia melalui sistem booking online, kalian sudah bisa melihat pameran ini.



    Sumber : travel.detik.com

  • Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya

    Tugu Muda Ikon Semarang Ternyata Pernah Dipindahkan, Begini Kisahnya



    Semarang

    Tugu Muda, ikonnya kota Semarang ternyata pernah dipindahkan. Lokasinya yang sekarang bukanlah lokasi pertama monumen tersebut. Bagaimana kisahnya?

    Tugu Muda merupakan sebuah monumen untuk memeringati Pertempuran Lima Hari Semarang. Saat ini, Tugu Muda berdiri di tengah persimpangan lima jalan utama di Semarang. Lokasinya berada di depan bangunan bersejarah Museum Mandala Bhakti.

    Namun tahukah kamu, ternyata Tugu Muda aslinya pertama kali dibangun di lokasi yang kini dikenal sebagai Alun-alun Kota Semarang. Namun pemerintah saat itu kemudian memutuskan untuk memindahkan lokasi tugu itu.


    Pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko, mengatakan lokasi Tugu Muda saat ini memang lebih memiliki landasan sejarah dibandingkan dengan titik pembangunan awal. Menurutnya, di sekitar Kawasan Tugu Muda itu lah pertempuran hebat terjadi.

    “Kalau kemudian berbicara Pertempuran Lima Hari di Semarang, Tempat yang sekarang itu memang lebih relevan karena pertempuran hebat terjadi sepanjang Jalan Kalisari sampai Jalan Pemuda,” kata Kesit saat ditemui di Rumah Po Han, Minggu (13/10).

    “Kemudian mulai Jepang merebut kembali Gedung Markas Kempetai yang hari ini menjadi Museum Mandala Bhakti, terus kemudian merebut Lawang Sewu dari tangan pemuda itu korbannya banyak,” tambahnya.

    Mulanya, pada 28 Oktober 1945, Tugu Muda sempat dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang. Namun hanya berjalan tiga minggu, pertempuran kembali meletus dan proyek ini terhenti.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” jelas dia.

    Tugu Muda Dipindahkan Pada 1951

    Usai pertempuran melawan sekutu mereda, pembangunan Tugu Muda kembali dilanjutkan pada 1951. Namun, pemerintah memutuskan untuk memindahkan lokasi pembangunannya.

    “Pada tahun 1951 oleh Wali Kota Semarang waktu itu, Hadisoebeno Sosrowerdojo, Tugu Muda diboyong ke lokasi yang sekarang dan mulai dibangun lagi,” ungkap Kesit.

    Kesit menerangkan lokasi baru Tugu Muda awalnya merupakan ruang terbuka hijau. Kawasan ini juga dikatakannya sempat dinamai Taman Merdeka.

    “Persimpangan yang kita kenal sekarang tempat berdirinya Tugu Muda, dulu namanya wilhelminaplein. Sebuah ruang terbuka hijau berbentuk bundar, berumput-rumput,” ujar Kesit.

    “Menurut beberapa jejak digital, sempat ada penamaan Taman Merdeka sebelum akhirnya jadi Taman Tugu Muda,” sambungnya.

    Pembangunan Tugu Muda berlangsung sekitar dua tahun. Pada 20 Mei 1953, tugu ini diresmikan oleh Presiden Soekarno.

    “Langsung diresmikan Bung Karno. Di situ juga turut hadir Gubernur Wongsonegoro dan Wali Kota Hadisoebeno serta disaksikan masyarakat Kota Semarang,” jelas Kesit.

    Diberitakan sebelumnya, awal mula rencana pembangunan Tugu Muda sempat disiarkan melalui sebuah koran. Berita itu mengabarkan jika Tugu Muda akan dibangun di tempat yang kini dikenal sebagai Alun-Alun Masjid Agung Kota Semarang.

    “Lokasinya di Alun-Alun Semarang. Hari ini (alun-alun itu berada) di sekitar wilayah antara Pasar Johar dan Masjid Kauman,” kata pegiat sejarah di Kota Semarang, Kesit Widjanarko saat ditemui detikJateng, Minggu (12/10).

    “Dari arsip berita Warta Indonesia tanggal 27 Oktober 1945 itu beritanya ada. Bahwa untuk memperingati para pejuang-pejuang yang telah gugur, maka akan di bangun sebuah monumen bernama Tugu Muda,” tambah Kesit.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Turis Inggris Ikut Nelayan Bali Mancing, eh Perahunya Terbalik Dihantam Angin

    Turis Inggris Ikut Nelayan Bali Mancing, eh Perahunya Terbalik Dihantam Angin



    Karangasem

    Seorang turis Inggris ikut nelayan Bali mancing naik kapal jukung. Nahas, perahu itu terbalik dihantam angin kencang. Beruntung si turis selamat.

    Akibat dihantam angin kencang, sebuah jukung atau perahu milik I Nyoman Juliantara (33) terbalik saat memancing di perairan Bunutan di Kecamatan Abang, Karangasem pada Selasa (14/10/2025).

    Beruntung, pemancing tersebut cepat ditemukan oleh rekannya sehingga nyawanya berhasil diselamatkan. Ternyata, di kapal itu Nyoman Juliantara tidak sendiri.


    Perbekel Desa Bunutan, I Made Suparwata, mengatakan bahwa kejadian nyaris fatal tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Saat itu, Nyoman Juliantara membawa seorang turis asing asal Inggris bernama Anah Inogen Joned (47) untuk ikut memancing di laut.

    “Saat berada di tengah laut, tiba-tiba angin berhembus kencang hingga membuat jukungnya terbalik karena kebetulan jukung tersebut memakai layar,” kata Suparwata, Selasa (14/10/2025).

    Saat jukung tersebut terbalik, pemancing dan turis Inggris yang dibawa Nyoman cepat menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas jukung yang terbalik. Beruntung, di dekat lokasi kejadian ada seorang pemancing yang kebetulan lewat yang juga sedang membawa jukung.

    “Rekannya kemudian melakukan siaran langsung di media sosial sehingga beberapa nelayan juga ikut menuju ke lokasi kejadian untuk membantu,” ucap Suparwata.

    Pemancing bersama turis Inggris serta jukung yang terbalik kemudian langsung dibawa ke bibir pantai. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menyebabkan adanya korban luka.

    “Proses evakuasi terhadap korban berlangsung sekitar tiga jam. Korban sampai ke tepi pantai dalam keadaan selamat,” ujar Suparwata.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com