Category: Wisata

  • Wisata Pulau Dewata yang Komplet, dari Kuliner sampai Budaya Ada

    Wisata Pulau Dewata yang Komplet, dari Kuliner sampai Budaya Ada

    Badung

    Wisata pulau Dewata bisa dibilang sangat komplet. Mulai dari wisata kuliner sampai budaya semuanya ada di Bali.

    Bali adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak pada bagian barat Kepulauan Nusa Tenggara, bagian timur dari pulau Jawa, serta beribu kota di Kota Denpasar.

    Pulau Bali memiliki beberapa julukan, di antaranya Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Selain itu, Bali juga terkenal dengan wisata dan kulinernya. Berikut beberapa di antaranya:


    1. Babi Guling

    Babi yang dimasak dengan bara api sambil diputar dan perut babi diisi dengan rempah biasanya dimakan dengan nasi, kerupuk kulit, sate babi, dan lain sebagainya.

    2. Ayam Betutu

    Ayam khas Bali yang sangat berempah biasanya dimakan dengan nasi putih hangat.

    3. Nasi Jinggo

    Nasi yang dibungkus daun pisang dengan porsi sedikit biasanya berisi nasi, mie tumis, sambal, ayam suir pedas, tempe balado, dan sebagainya.

    4. Sate Babi Bawah Pohon

    Sate babi yang sangat enak memiliki rasa yang gurih dan manis.

    5. Seafood Jimbaran

    Tempat makan seafood di pinggir pantai, jadi kalian bisa makan sambil menikmati pemandangan sunset pantai yang indah

    Tempat Wisata

    1. Tanah Lot

    Pantai dengan pemandangan batu karang menakjubkan yang berlubang di tengahnya.

    2. Pura Ulun Danu Beratan Bedugul

    Sebuah pura cantik di atas danau. Pemandangan pura ini begitu ikonik.

    3. Pura Uluwatu

    Uluwatu terkenal dengan keindahannya dan pertunjukan tari tradisional tari kecak.

    Sejarah Pura Uluwatu

    Uluwatu berasal dari dua kata: “ulu” yang berarti ujung dan “watu” yang berarti batu. Selain keindahannya Uluwatu juga ada pertunjukan tari kecak pada jam sesi pertama pukul 18.00-19.00, dan sesi kedua pukul 19.00-20.00 WITA.

    Selain wisatanya, Bali juga terkenal dengan tari tradisionalnya, yaitu tari kecak dan tari barong.



    Sumber : travel.detik.com

  • Jakarta Terasa Panas padahal Matahari Seperti Menjauh, Kok Bisa?

    Jakarta Terasa Panas padahal Matahari Seperti Menjauh, Kok Bisa?



    Jakarta

    Jakarta dan sekitarnya belakangan terasa seperti “disembur naga”, begitu keluhan banyak warganet di media sosial. Suhu mencapai 37,6°C, apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang mesti dilakukan agar tetap aman saat jalan-jalan?

    Belakangan, beraktivitas di luar ruangan pun terasa seperti di panggang matahari. Tapi, tenang dulu, traveler itu ternyata bukan pertanda aneh atau darurat iklim baru, melainkan peristiwa tahunan yang terjadi akibat pergerakan semu matahari di langit selatan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa saat ini posisi semu matahari sedang bergerak ke belahan bumi selatan. Akibatnya, wilayah Indonesia yang berada di sekitar ekuator terasa lebih panas dari biasanya.


    Meskipun matahari tampak makin jauh, sinar matahari justru jatuh lebih tegak di beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Kondisi itu membuat suhu udara terasa lebih terik meski sebenarnya jarak Bumi dan Matahari tidak berubah.

    Fenomena itu terjadi karena Bumi mengelilingi Matahari dalam posisi miring sekitar 23,5 derajat. Kemiringan itulah yang membuat matahari terlihat seolah berpindah dari utara ke selatan sepanjang tahun, fenomena yang dikenal sebagai pergerakan semu matahari. Saat matahari “berada” di wilayah selatan seperti sekarang, sinar matahari mengenai permukaan Bumi lebih langsung, sehingga udara terasa lebih panas dari biasanya.

    Selain Jabodetabek, BMKG mencatat beberapa area yang juga merasakan suhu panas. Kondisi itu terjadi pada wilayah Indonesia di bagian tengah dan selatan.

    “Wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan misal Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua, menerima penyinaran matahari yang lebih intens sehingga cuaca terasa lebih panas,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam rilisnya dilihat detikTravel dikutip Kamis (16/10/2025).

    Suhu panas diprakirakan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Selain pergerakan semu matahari, kondisi itu juga dipengaruhi penguatan angin timuran atau Monsun Australia. Angin membawa massa udara kering hangat, sehingga pembentukan awan minim dan radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.

    Kendati begitu, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal masih bisa terjadi pada sore hingga malam hari. Hujan kemungkinan terjadi di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Dengan dinamika cuaca itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.

    Dokter spesialis paru Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, FISR. Prof Tjandra menyarankan agar traveler selalu berada di tempat teduh dan jangan terkena sinar matahari langsung. Apalagi, ketika tengah hari atau suhu sedang sangat panas.

    “Wajib sekali banyak minum kalau bisa lebih dari 8 gelas sehari. Selain itu jangan bikin tambah panas dengan paparan mesin dam asap di ruang tertutup. Apalagi, ada juga potensi keracunan gas dan jangan menambah panas dengan berbagai tindakan, misal membakar sampah,” kata Prof Tjandra dalam pesan pendek kepada detikTravel.

    Prof Tjandra juga mengingatkan agar traveler segera berkonsultasi pada petugas kesehatan jika merasa pusing, lemah, atau terjadi gangguan kesehatan. Apalagi, pada traveler lansia dan warga lain dengan daya tahan tubuh rendah, atau pasien dengan gangguan imunitas. Konsultasi memungkinkan gangguan bisa segera diatasi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ekspektasi vs Realita Tak Sama, Turis Kecewa Destinasi Viral Kotor-Banyak Sampah

    Ekspektasi vs Realita Tak Sama, Turis Kecewa Destinasi Viral Kotor-Banyak Sampah



    Jakarta

    Video seorang kreator konten asal Inggris menyoroti masalah sampah di salah satu destinasi wisata populer Benggala Barat, India. Unggahannya itu memicu perdebatan tentang pengelolaan sampah dan pentingnya pariwisata yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.

    Dalam unggahan di Instagram @alexwandersyt, kreator bernama Alex Wanders memperlihatkan tumpukan sampah di Lovers’ Viewpoint, lokasi indah di antara rute perjalanan dari Darjeeling ke Kalimpong.

    Mengutip India Today, Rabu (15/10/2025) tempat terkenal dengan pemandangan dua sungai yang bertemu namun tidak langsung bercampur itu menciptakan panorama alam yang memukau. Sayangnya, keindahan tersebut tercemar oleh banyaknya sampah yang berserakan.


    “Ini membuat saya frustrasi karena banyak yang bilang, ‘Datanglah ke Pegunungan India, di sanalah keindahan sejati.’ Tapi nyatanya di sini sama saja, perlakuan terhadap alam tetap buruk,” kata Alex berkata dalam videonya.

    Ia juga menggambarkan kondisi di lokasi itu dengan nada kesal, “Saat ini saya sedang bepergian antara Darjeeling dan Kalimpong di Benggala Barat. Dan seperti banyak tempat di India, di mana ada keramaian dan objek wisata populer pasti selalu saja ada sampah,” ujar dia.

    Dalam videonya itu, Alex juga menunjukkan tumpukan sampah yang hanya beberapa meter dari tempat sampah yang sudah disediakan.

    Turis asal Inggris kecewa setelah berkunjung ke objek wisata hits di wilayah Benggala Barat, India karena banyak sampah.Turis asal Inggris kecewa setelah berkunjung ke objek wisata hits di wilayah Benggala Barat, India karena banyak sampah. (Tangkapan layar)

    “Saya yakin tempat sampahnya ada di dekat sini. Tapi siapa yang peduli dengan alam, planet, dan lingkungan?” kata dia.

    Alex juga menyinggung soal tanggung jawab wisatawan lokal. Ia menyatakan karena tak adanya wisatawan asing, maka mereka lah yang harusnya bertanggungjawab atas situasi ini.

    Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 81 ribu kali di Instagram dan menuai beragam reaksi. Banyak netizen yang sepakat bahwa perilaku membuang sampah sembarangan merusak keindahan alam India.

    “Sungguh menyedihkan, alamnya indah tapi perilaku manusianya merusak. Semoga pola pikir ini bisa berubah,” tulis salah satu netizen.

    “Terima kasih sudah menyoroti masalah ini. Setiap hari, kondisinya semakin parah,” tulis netizen lainnya.

    Video tersebut memicu diskusi tentang pariwisata yang bertanggung jawab, menyoroti perlunya kesadaran dan rasa hormat terhadap lingkungan. Beberapa penonton bahkan menyerukan penegakan hukum yang lebih tegas dan peningkatan edukasi lingkungan, agar destinasi wisata tidak berubah menjadi tempat pembuangan sampah, melainkan tetap menjadi warisan alam yang patut dijaga.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Turis Arab, Cara Hotel Bintang Lima Ini Bertahan

    Turis Arab, Cara Hotel Bintang Lima Ini Bertahan



    Jakarta

    Grand Aston Puncak mempunyai cara unik bertahan dan memperluas pasar di industri hotel. Penginapan bintang lima itu tahu persis konsumennya dan berusaha memenuhi kebutuhan para tamu. Hotel di Kabupaten Cianjur ini ternyata jadi tujuan wisata para turis Arab.

    “Memang Grand Aston Puncak ini jadi destinasi turis Arab. Kalau lihat dari tujuannya, mereka mencari yang di sana nggak ada misal cuaca sejuk, pemandangan gunung, dan kawasan Puncak memang jadi destinasi Arab,” ujar General Manager Grand Aston Puncak Andi Grinaldi Mattinetta pada detikTravel, Rabu (15/10/2025).


    Sejumlah layanan disediakan Grand Aston Puncak yang bikin para turis Arab datang ke hotel. Layanan ini meliputi ketersediaan nasi biryani, kecepatan reservasi kamar, dan kamar mandi yang menyediakan bidet sesuai permintaan para tamu. Tentunya, hotel juga menyediakan kamar mandi nonbidet bagi yang memerlukannya

    Layanan juga mencakup kemampuan komunikasi dalam Bahasa Arab untuk seluruh kru. Terutama kru front liner, driver, dan kitchen yang berkomunikasi langsung dengan turis Arab. Hotel juga menyediakan les bahasa Arab satu kali dalam seminggu yang dimulai pada 2025.

    “Kita ada training bahasa Arab dan yang ngajarin dari kru yang memang bisa. Training ini mengajari komunikasi dasar yang biasa digunakan dengan para tamu. Misal angka dan perhitungan, mengucapkan salam (greeting), menginformasikan lift naik atau turun, dan restoran,” ujar Andi.

    Saat ini di tiap departemen minimal ada satu orang yang bisa bahasa Arab. Inovasi ini terbukti mampu menarik pasar turis Arab (Arabian market) ke Grand Aston Hotel. Per 2025, hotel ini berhasil memenuhi target pasar turis Arab sebesar 40 persen.

    Tentunya Grand Aston Hotel tidak hanya mengandalkan pasar turis Arab untuk bertahan di zaman serba efisiensi ini. Hotel terus berusaha menjalin relasi dengan pemerintah dan perusahaan sekitar untuk memperluas jangkauan pasar.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jin BTS Raih Predikat Idol Paling Berkontribusi Dalam Promosi Wisata

    Jin BTS Raih Predikat Idol Paling Berkontribusi Dalam Promosi Wisata



    Jakarta

    Anggota grup BTS, Jin, jadi bintang buat pariwisata Korea Selatan. Dia dipilih sebagai bintang K-pop yang berkontribusi paling besar dalam promosi pariwisata Korea.

    Dilansir Antara Korea Joongang Daily, Kamis (16/10/2025), predikat itu diberikan oleh platform voting penggemar Picnic. Poling itu dilakukan mulai 15-29 Agustus dengan partisipasi penggemar di 175 negara, Jin mengumpulkan 481.740 suara, atau 33,4 persen dari total suara.

    Di peringkat kedua ditempati oleh rekan satu grupnya, V, yang menerima 451.012 suara (30,2 persen) dan Hoshi dari boy band Seventeen, yang menerima 438.541 suara (28,4 persen).


    Polling itu mengevaluasi artis yang dikenal karena keterlibatan mereka dalam promosi pariwisata Korea atau kegiatan terkaitnya, dan mengumpulkan sekitar dua juta suara.

    Menurut siaran pers platform voting tersebut, Jin telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan promosi dan pariwisata. Artis tersebut telah muncul di berbagai poster dan video promosi sebagai bagian dari kampanye “Feel Soul Good” dari Organisasi Pariwisata Seoul, yang diluncurkan tahun lalu.

    Jin akan menutup tur konser penggemarnya dengan dua penampilan encore dari tur #Runseokjin di Stadion Incheon Munhak pada 31 Oktober dan 1 November.

    Bekerja sama dengan Korea JoongAng Daily, platform pemungutan suara bertema K-pop, Picnic, mengadakan pemungutan suara interaktif tentang berbagai topik setiap dua minggu.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pengumuman, Indonesia Berencana Bangun 6 Pusat Perawatan Pesawat

    Pengumuman, Indonesia Berencana Bangun 6 Pusat Perawatan Pesawat



    Jakarta

    Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sokhib Al Rokhman membeberkan rencana pembangunan enam pusat perawatan pesawat udara terpadu atau Approved Maintenance Organization (AMO). Pembangunan AMO itu dilakukan di enam wilayah yang tersebar dari barat hingga timur Indonesia.

    Sokhib mengatakan pembangunan AMO itu bertujuan memperkuat industri perawatan pesawat nasional agar bersaing dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Enam wilayah yang dipilih itu adalah Batam, Kertajati, dan Bandara Budiarto Curug untuk kawasan barat, Makassar (kawasan tengah), serta Timika dan Sentani (kawasan timur Indonesia).

    “Kita ingin membangun itu (industri AMO) kurang lebih ada di enam lokasi yang ingin kita bangun,” kata Sokhib seusai menghadiri forum Indonesia Maintenance, Repair and Overhaul Summit (IMROS) 2025 di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).


    Rencana pembangunan itu merupakan bagian dari grand design Kemenhub dalam menciptakan pusat perawatan pesawat terintegrasi yang dapat mempercepat transformasi industri penerbangan nasional menuju kemandirian dan efisiensi operasional.

    Sokhib menegaskan penguatan industri AMO menjadi langkah utama yang terus diupayakan pemerintah dengan menyiapkan kawasan khusus yang disebut AMO Center atau Pusat Perawatan Pesawat Udara Indonesia.

    Dia berharap kawasan itu mampu menjadi pusat kegiatan industri perawatan pesawat sekelas Seletar di Singapura, Subang Aerospace Park di Malaysia, Don Mueang di Thailand dan U-Tapao di Vietnam.

    Dia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menyaingi negara-negara tersebut, terutama karena letak geografis yang strategis dan tingginya kebutuhan layanan perawatan pesawat di wilayah domestik.

    Sokhib mengatakan pemerintah akan mencontoh model pengembangan kawasan perawatan pesawat seperti di Malaysia, yakni dengan Subang Airport ditetapkan langsung oleh Perdana Menteri sebagai kawasan ekonomi khusus.

    Langkah serupa, lanjutnya, akan didorong untuk diterapkan di Kertajati dan Budiarto Curug agar Indonesia memiliki kawasan perawatan, perbaikan, dan overhaul (maintenance, repair, and overhaul/MRO) unggulan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

    Dia menambahkan pembangunan kawasan di Batam sudah berjalan dengan adanya investasi dari Lion Group melalui Batam Aero Technic (BAT). Dia berharap Garuda Maintenance Facility (GMF) menyusul dengan memperluas operasinya di sana.

    Kemenhub juga memastikan ketersediaan lahan tidak menjadi kendala, karena Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pengembangan kawasan MRO di Kertajati dan Budiarto.

    Sokhib menegaskan pula pembangunan AMO Center akan diarahkan sebagai investasi non-APBN dengan skema kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri perawatan pesawat udara nasional maupun internasional.

    Pemerintah menyediakan lahan dan infrastruktur dasar, sementara investasi pembangunan fasilitas perawatan akan dilakukan oleh pihak swasta melalui kemitraan dan skema joint venture dengan produsen global.

    Dia mengatakan bentuk kolaborasi itu akan membuka peluang kerja sama strategis, seperti Boeing dengan GMF atau Airbus dengan mitra lokal, sebagaimana praktik yang telah diterapkan di Singapura dan Thailand.

    Adapun, kawasan AMO di Timika dan Sentani akan difokuskan pada dukungan operasional pesawat kecil seperti Cessna Caravan dan Pilatus yang banyak beroperasi di wilayah timur Indonesia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Grand Aston Puncak, Hotel Full Pemandangan Gunung Lobi-Kamar

    Pesona Grand Aston Puncak, Hotel Full Pemandangan Gunung Lobi-Kamar



    Jakarta

    Kawasan Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tak pernah kehilangan pesonanya menarik perhatian wisatawan. Termasuk deretan hotel pengisi area yang terkenal dengan hawa sejuk, pemandangan serba hijau, dan rasa nyaman maksimal cocok untuk liburan atau healing.

    Grand Aston Puncak menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan saat traveler ingin menginap di Puncak. Berlokasi di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), hotel bintang lima ini adalah pilihan tepat untuk detikers yang ingin staycation sendiri atau liburan bareng keluarga.

    “Hotel Grand Aston Puncak adalah tempat menginap dengan pengalaman lengkap paduan keindahan alam, kemajuan teknologi, dan pelayanan profesional. Kami menghadirkan fitur Google Nest di tiap kamar agar tamu makin mudah mengakses layanan,” ujar Andi Grinaldi Mattinetta selaku General Manager Grand Aston Puncak.


    Grand Aston PuncakKamar Grand Aston Puncak (dok. situs Grand Aston Puncak)

    detikTravel sempat mengunjungi hotel yang berada tepat di pinggir Jalan Raya Puncak, Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur pada Rabu (15/10/2025). Sejuknya area hotel dan kawasan Puncak sangat kontras dengan panas dan bisingnya area Jakarta.

    Grand Aston PuncakLobi Grand Aston Puncak (dok. situs Grand Aston Puncak)

    Ketika menginjakkan kaki di lobi, pandangan langsung dimanjakan dengan panorama bunga dan tanaman hijau. Gunung Beser yang berada tepat di belakang bangunan jadi poin plus buat hotel yang menyediakan 205 kamar dengan 11 tipe ini.

    Para tamu bebas mengakses pemandangan yang langsung bikin mata rileks ini, apalagi hotel memasang banyak jendela di berbagai area. Sehingga, tiap pengunjung bisa dengan bebas melempar pandangan ke gunung menikmati keindahan pemandangan area Puncak.

    Terkait fasilitas, tentunya pengunjung tak perlu khawatir. Di sini ada infinity pool, yaitu kolam renang yang didesain seperti tidak ada pinggirnya. Kolam ini tidak ditempatkan di lantai dasar, sehingga para tamu bisa menatap langsung Gunung Beser yang jadi view utama Grand Aston Puncak.

    Grand Aston PuncakKolam renang infinity pool Grand Aston Puncak (dok. situs Grand Aston Puncak)

    Infinity pool menyediakan kolam air hangat yang jadi poin tambahan lain untuk salah satu hotel paling terpercaya di Indonesia ini. Fasilitas ini memungkinkan tamu yang takut dingin bisa tetap berenang. Area kolam renang dilengkapi shower dan ruang ganti baju yang nyaman.

    Buat pengunjung yang membawa anak selama menginap tak perlu khawatir. Hotel menyediakan kids area yang menyediakan area permainan plus kelinci yang dipelihara pihak hotel. Selain itu, hotel bekerja sama dengan Kebun Raya Cibodas di berbagai program edukatif untuk anak.

    Pengunjung yang ingin menikmati aneka hidangan terbaik bisa berkunjung ke Altius atau Plum Grill & Bar. Grand Aston Puncak menyediakan pilihan menu berbeda bagi tamu yang ingin menikmati sarapan, makan siang, atau dinner bersama keluarga dan kolega.

    Grand Aston PuncakRestoran Altius Grand Aston Puncak (dok. situs Grand Aston Puncak)

    Bagi pengunjung yang memilih hidangan Nusantara, bisa datang ke restoran Altius. Di sini ada layanan breakfast in the sky, yaitu sarapan di ruang terbuka dengan pemandangan bebas ke gunung, langit, dan area sekitar hotel. Layanan tersedia maksimal untuk 10 orang dengan harga Rp 250 ribu per packs.

    Grand Aston PuncakPlum Grill & Bar di Grand Aston Puncak Foto: situs Grand Aston Puncak

    Pengunjung yang memilih menu internasional bisa datang ke Plum Grill & Bar. Resto yang dirancang dengan gaya modern kontemporer ini cocok untuk makan malam spesial dengan orang terkasih atau jamuan formal bersama rekan bisnis. Resto menyediakan beragam menu makanan dan minuman yang pastinya berkualitas serta menggugah selera.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Malaysia Juara Pariwisata ASEAN, kemudian Ternoda Ulasan Punya Kota Terkotor Asia

    Malaysia Juara Pariwisata ASEAN, kemudian Ternoda Ulasan Punya Kota Terkotor Asia



    Jakarta

    Malaysia menyambut 28,2 juta wisatawan mancanegara sejak Januari hingga Agustus 2025 dan menjadi yang tertinggi di ASEAN. Namun, torehan itu ternoda ulasan turis yang menyebut salah satu kota di negeri jiran sebagai kota terkotor di dunia.

    Angka kedatangan turis asing ke Malaysia itu menunjukkan peningkatan sebesar 14,5 persen dari tahun ke tahun. “Itu mencerminkan pertumbuhan positif dalam kedatangan turis asing di Malaysia,” bunyi pernyataan Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, dikutip dari The Star.

    Kementerian itu menambahkan bahwa data itu juga mencerminkan momentum yang kuat dan berkelanjutan pada periode pascapandemi. Sepanjang 2024, Malaysia menerima 38 juta wisatawan mancanegara, naik 31,1 persen dari tahun 2023 dan 8,3 persen lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019.


    Para pengamat industri pariwisata mengatakan kebijakan visa yang lebih longgar, peningkatan infrastruktur, dan kampanye promosi pariwisata yang masif telah mendorong Malaysia ke puncak sebagai juara pariwisata Asia Tenggara.

    Pemerintah Malaysia memang memperpanjang kebijakan bebas visa bagi turis China untuk lima tahun tambahan. Bahkan, ada kemungkinan kebijakan itu diperpanjang hingga 2036.

    Sementara itu, Thailand menerima 21,8 juta turis asing dalam delapan bulan pertama 2025 atau turun 7 persen. Adapun, Indonesia menyambut 10,04 juta orang. Angka itu masih kalah dari Malaysia dan Thailand, namun menjadi rekor tertinggi sejak pandemi.

    Namun, kebanggaan Malaysia ternoda oleh ulasan seorang travel vlogger asal Inggris dengan nama akun Backpacker Ben. Ulasannya tentang Sempora, Sabah viral di media sosial.

    Dalam video itu dia menobatkan Semporna sebagai salah satu dari lima tempat paling kotor yang pernah dikunjunginya di Asia.

    Dalam video berdurasi satu menit berjudul “Kota Paling Jorok di Asia!” vlogger bernama Backpacker Ben terlihat berjalan melewati dermaga yang dipenuhi sampah.

    “Andai saja Anda bisa mencium apa yang saya cium. Persis seperti yang Anda bayangkan,” katanya dalam video itu.

    “Ya ampun, tempat macam apa ini. Lima tempat paling kotor yang pernah saya kunjungi,” kata dia lagi.

    “Apa yang lucu? Saya dan pasangan saya, Cat, sudah berjalan membawa botol kosong ini selama sekitar satu jam sekarang, karena kami tidak tega membuang sampah sembarangan. Tapi, benarkah ada gunanya? Tinggalkan saja di lantai seperti orang lain?” ujar Ben.

    Dalam penelusuran detikTravel, media lokal seperti Free Malaysia Today dan The Star melaporkan bahwa pemerintah daerah Sabah sudah menurunkan petugas kebersihan dan menggelar kampanye “Semporna Bersih” setelah kejadian itu. Pihak Majlis Daerah Semporna menyebut sebagian besar sampah berasal dari limbah rumah tangga dan aktivitas nelayan yang menumpuk akibat arus laut.

    Kritik soal kebersihan juga bukan hal baru bagi Malaysia. Tahun sebelumnya, kolumnis The Star menulis bahwa kota Klang pernah dijuluki “dirty town” karena masalah pengelolaan sampah dan kebersihan publik yang belum tertangani optimal. Bahkan, menurut laporan Bernama, sekitar 20 persen dari lebih dari 26 ribu toilet umum di Malaysia masih mendapat peringkat dua bintang ke bawah dalam penilaian kebersihan nasional.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mengapa Turis Arab Lebih Memilih Hotel dengan Bidet di Kamar Mandi?

    Mengapa Turis Arab Lebih Memilih Hotel dengan Bidet di Kamar Mandi?



    Jakarta

    Adanya bidet di kamar mandi menjadi salah satu pertimbangan penting bagi wisatawan Arab Saudi dalam memilih hotel. Kebiasaan itu dijelaskan General Manager Grand Aston Puncak Andi Grinaldi Mattinetta yang kerap menjamu turis asal Arab yang hendak liburan bersama pasangan dan keluarga.

    “Untuk kamar mandi, mereka spesifik minta pakai bidet yang bisa kita sediakan,” ujar Andi pada detikTravel dalam kunjungan ke Grand Aston Puncak, Rabu (15/10/2025).

    Menurut Andi, kebiasaan menggunakan bidet mungkin terkait dengan budaya di tanah Arab. Membersihkan diri dengan bidet yang mengalirkan air usai buang air dianggap lebih sesuai dengan ajaran dan kebiasaan turis Arab dengan kebanyakan beragama Islam.


    Penyediaan bidet jadi salah satu ‘jurus’ Grand Aston Puncak menjaring para turis Arab yang berwisata ke Puncak. Cara itu terbukti efektif karena di 2025, hotel ini berhasil memenuhi target pasar dari kalangan turis Arab sebesar 40%. Selain bidet, ada jurus lain yang diterapkan hotel untuk menarik minat tamu Arab.

    Jurus tersebut adalah peningkatan kemampuan berbahasa Arab di seluruh departemen hotel. Terutama front liner, driver, dan kitchen yang sering berkomunikasi dengan tamu. Andi mengatakan saat ini tiap departemen di hotelnya punya satu orang yang bisa bahasa Arab.

    Ya, Grand Aston Puncak memang menyasar turis asal Saudi sebagai salah satu pelanggan. Hotel bintang lima itu tahu persis konsumennya dan berusaha memenuhi kebutuhan para tamu asal Saudi.

    “Memang Grand Aston Puncak ini jadi destinasi turis Arab. Kalau lihat dari tujuannya, mereka mencari yang di sana nggak ada misal cuaca sejuk, pemandangan gunung, dan kawasan Puncak memang jadi destinasi Arab,” ujar Andi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan

    Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



    Jakarta

    Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

    Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

    Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


    Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

    Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

    “Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

    Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

    Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

    Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

    Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

    Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

    Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

    Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

    “Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

    Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

    Lokasi dan Akses ke Cikini 82

    Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

    Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

    Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

    Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com