Category: Wisata

  • Wisata Sejarah ke Rumah lawas Cikini 82, Simak Rute dan Harga Sewanya di Sini

    Wisata Sejarah ke Rumah lawas Cikini 82, Simak Rute dan Harga Sewanya di Sini



    Jakarta

    Bekas rumah Achmad Soebardjo di Cikini menjadi destinasi menarik buat pecinta sejarah dan arsitektur klasik. Simak rute menuju lokasi serta info lengkapnya di sini.

    Bangunan bersejarah ini dulunya merupakan kediaman Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia, Achmad Soebardjo. Kini, rumah bergaya kolonial itu disulap jadi ruang seni dan pameran yang bisa dikunjungi umum untuk wisata sejarah sekaligus menikmati suasana heritage khas Cikini, Jakarta Pusat.

    Dikutip dari Instagram resmi @cikini_82, rumah ini biasa digunakan untuk acara pernikahan, tunangan, bahkan pameran. Rumah ini terbuka untuk umum yang ingin mengadakan event. Bagi detikers yang ingin menyewa vanue di rumah Achmad Soebardjo, detikers bisa langsung mengunjungi laman Instagram resminya dengan klik link yang ada di bio Instagram @cikini_82 atau WhatsApp (0811-1010-5800), di dalamnya termuat mengenai harga sewa dan fasilitas yang didapat.


    Traveler bisa menyewa salah satu bangunan rumah Achmad Soebardjo yang terdiri dari 3 bangunan, dengan rincian sebagai berikut:
    1. East Pavilion (mulai dari Rp 1,5 juta).
    2. Paket Photoshoot (mulai dari Rp 7,5 juta hingga Rp 17,5 juta).
    3. Tempat pernikahan (mulai dari Rp 43 juta hingga Rp 53 juta).
    4. Tempat event, (mulai dari Rp 25 juta).

    Rute Menuju Rumah Achmad Soebardjo, Cikini 82

    Lokasi rumah Achmad Soebardjo terbilang strategis dan mudah di jangkau menggunakan transportasi umum. Kawasan ini dekat dengan Stasiun Kereta Api Cikini, juga dilewati berbagai moda transportasi umum.

    Bus TransJakarta: Naik bus koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus), lalu turun di bus stop Perguruan Cikini.

    KRL: Ambil KRL jurusan Jakarta Kota, turun di Stasiun Cikini, lalu jalan kaki sekitar 350 meter.

    Jaklingko: JakLingko yang melewati rumah Achmad Soebardjo adalah JakLingko nomor 10A (Gondangdia – Cikini via Salemba Raya), detikers bisa turun di Perguruan Cikini, yang berjarak 70 meter.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Selain Bayar Royalti, Pemerintah Minta Pengelola Hotel Sultan Kosongkan Lahan



    Jakarta

    Selain menuntut pembayaran royalti senilai US$ 45,3 juta atau setara Rp 742 Miliar, pemerintah juga menuntut pengelola Hotel Sultan buat mengosongkan lahan.

    Dalam sidang lanjutan perkara perdata Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst antara PT Indobuildco melawan Menteri Sekretaris Negara, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Menteri Agraria, Menteri Keuangan, dan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat, pihak pemerintah menyampaikan gugatan mereka.

    Mensesneg dan PPKGBK menuntut PT Indobuildco untuk membayar royalti, bunga dan denda sebesar US$45,3 juta atau setara dengan Rp751,6 miliar (kurs Rp16.571 per dolar AS) untuk penggunaan sebagian tanah HPL No.1/Gelora dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2023.


    “Semuanya sudah dihitung dengan prinsip kehati-hatian dengan meminta bantuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) disertai dengan landasan hukum dan fakta-fakta yang sudah ada sebelumnya,” ungkap Kharis Sucipto, kuasa hukum penggugat usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/10), seperti dikutip dari Antara.

    Selain itu, PT Indobuildco dinilai melakukan perbuatan melawan hukum karena pengelola Hotel Sultan itu masih menguasai, menempati, dan mengomersialisasi tanah Eks HGB No.26/Gelora dan Eks HGB No.27/Gelora meskipun haknya telah berakhir.

    “PT Indobuildco dituntut untuk mengosongkan dan mengembalikan bidang tanah Eks HGB No.26/Gelora dan Eks HGB No.27/Gelora berikut seluruh bangunan yang melekat di atasnya kepada Menteri Sekretaris Negara dan PPKGBK selaku pemegang HPL No.1/Gelora,” demikian bunyi gugatan itu.

    Sebagai saksi ahli di persidangan, Prof Dr Anwar Borahima Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin menyatakan setelah HGB suatu badan hukum berakhir, maka badan hukum tersebut tidak lagi memiliki hubungan hukum dengan bidang tanah eks HGB.

    “Sehingga, badan hukum dimaksud tidak lagi berhak untuk melakukan perbuatan hukum apa pun di atas tanah eks HGB, baik itu menguasai, menempati, mengambil keuntungan, dan lain-lain,” ungkap Prof Anwar Borahima.

    “Apabila badan hukum tersebut masih melakukan perbuatan hukum di atas tanah eks HGB, maka badan hukum dimaksud telah melakukan perbuatan melanggar hukum karena perbuatan tersebut melanggar hak orang lain, bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, bahkan dapat merugikan orang lain dalam hal ini pemegang HPL,” imbuh dia.

    Seperti diketahui, HGB yang dipegang oleh PT Indobuildco selaku pengelola Hotel Sultan telah berakhir per 2023. Mereka pun ingin memperpanjang HGB tersebut selama 30 tahun lagi.

    Namun permohonan pembaruan HGB No.26/Gelora dan HGB No.27/Gelora yang diajukan oleh PT Indobuildco telah ditolak dan tidak dapat ditindaklanjuti oleh Kantor Pertanahan Jakarta Pusat karena tidak memperoleh rekomendasi tertulis dari Mensesneg Cq. PPKGBK sebagai pemegang HPL.

    PT Indobuildco kemudian melawan di pengadilan. Perusahaan milik Pontjo Sutowo itu bahkan meminta ganti rugi kepada pemerintah senilai Rp 28,292 triliun sebagai ganti rugi untuk melepas penguasaan atas Hotel Sultan, serta kerugian akibat penutupan akses menuju hotel hingga sekarang.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kampung Bamboo, Hidden Gem yang Cocok buat Outbound di Bandung

    Kampung Bamboo, Hidden Gem yang Cocok buat Outbound di Bandung

    Bandung

    Bandung selalu punya cara untuk bikin orang betah berlama-lama. Entah lewat udara sejuk, pemandangan hijau, atau tempat-tempat yang rasanya cocok buat siapa pun yang ingin sejenak lepas dari bising kota.

    Salah satunya ada di kawasan Cimenyan yaitu Kampung Bamboo, tempat wisata yang sering dijadikan lokasi outbound, gathering, hingga kegiatan alam dan edukasi lingkungan.

    Perjalanan menuju Kampung Bamboo dari pusat kota Bandung nggak terlalu jauh, sekitar 30-40 menit. Begitu mobil mulai menanjak ke arah Cimenyan, suasana kota perlahan berganti jadi rindang dan tenang.


    Dari luar, pintu masuk Kampung Bamboo tampak sederhana, tapi begitu melangkah ke dalam, suasananya langsung berubah menjadi sejuk, hijau, dan damai. Di area seluas delapan hektar ini, pengunjung disuguhi pemandangan hijau dari hutan bambu alami.

    Di sela-selanya, ada area terbuka luas buat berbagai kegiatan outbound, mulai dari permainan kelompok, flying fox, sampai panahan. Tak heran, banyak instansi, sekolah, hingga komunitas memilih Kampung Bamboo untuk kegiatan team building atau sekadar acara kumpul tahunan.

    Meski konsepnya sederhana, fasilitas di sini terbilang lengkap. Ada lapangan besar yang sering dipakai untuk permainan kelompok, jembatan gantung, flying fox, arena panahan, hingga mini rafting di aliran sungai kecil di sisi area.

    Di bagian tengah ada masjid, beberapa gazebo, serta ruang pertemuan semi terbuka yang bisa dipakai untuk acara formal seperti pelatihan atau seminar singkat.

    Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berada di alam lebih lama, Kampung Bamboo juga menyediakan area perkemahan dan penginapan. Salah satu pengunjung yakni Rizki datang bersama rombongan sekolah untuk kegiatan camp dan LDKS.

    Ia mengaku senang dengan atmosfer tempat ini yang membuat semua orang lebih rileks berada di tengah alam yang terbuka.

    “Udara di sini emang adem banget, terus tempatnya juga luas, jadi nggak sumpek meskipun rame. Permainannya seru, bisa ketawa bareng teman-teman. Rasanya kayak hilang semua rasa penat dan capek yang ada,” ujar Rizki.

    Selain buat outbound, Kampung Bamboo juga sering dipakai untuk kegiatan edukasi lingkungan. Di sini, pengunjung bisa belajar tentang berbagai jenis bambu dan pentingnya menjaga kelestarian alam.

    Ada area khusus yang menampilkan beragam jenis bambu dan cara menanamnya, sangat cocok buat anak sekolah atau komunitas pecinta alam. Akses ke Kampung Bamboo juga termasuk mudah dijangkau.

    Meskipun letaknya di dataran tinggi, aksesnya masih bersahabat untuk mobil pribadi maupun bus besar. Hal ini juga yang membuat tempat ini sering menjadi destinasi favorit warga Bandung dan sekitarnya untuk menikmati alam terbuka.

    Buat kamu yang pengin healing santai, cari tempat buat gathering, atau sekadar ingin menghirup udara segar sambil menikmati suasana alam tanpa jauh-jauh dari pusat kota, Kampung Bamboo bisa jadi destinasi wisata alam pilihan yang pas.



    Sumber : travel.detik.com

  • Nasib Tragis Turis Prancis Tewas Terseret Ombak Nusa Penida

    Nasib Tragis Turis Prancis Tewas Terseret Ombak Nusa Penida



    Denpasar

    Nasib tragis dialami oleh turis Prancis. Ia tewas terseret ombak ganas di pantai Kelingking, Nusa Penida.

    Seorang turis asal Prancis bernama Alena Andreeva Oparina (32) tewas setelah terseret ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Rabu (15/10).

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.40 Wita dari Babinsa Desa Bunga Mekar.


    “Laporan yang kami terima dari Bapak Ketut Suantara selaku Babinsa Desa Bunga Mekar menyebutkan korban yang terseret arus sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibutuhkan bantuan evakuasi membawa naik ke atas tebing,” jelas Sidakarya dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut informasi, Alena diketahui berenang sekitar pukul 13.00 Wita. Tak lama kemudian, dia terseret ombak kuat. Sejumlah orang di lokasi sempat berupaya menolongnya, namun gagal.

    “Tim SAR gabungan cukup kelelahan membawa korban naik tangga yang sempit dan curam,” tambah Sidakarya.

    Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Alena dibawa ke Klinik Nusa Medika menggunakan ambulans.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ragam Batik dan Wastra Nusantara Dipamerkan di Cikini 82

    Ragam Batik dan Wastra Nusantara Dipamerkan di Cikini 82



    Jakarta

    Cikini 82, rumah Menteri Luar Negeri RI pertama, Ahmad Soebarjo kini bertransformasi jadi ruang pameran. Mari lihat pameran batik dan wastra Nusantara di sini:

    Ketika detikTravel berkunjung ke Cikini 82, Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo itu sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

    Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.


    Quoriena Ginting adalah seorang kolektor wastra Nusantara. Ini adalah pameran koleksi kainnya yang ke-10 dengan tema Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara.

    Pameran bertajuk Nusawastra Silang Budaya ini menampilkan kekayaan wastra dari berbagai daerah di Indonesia. Quoriena Ginting pun menceritakan perjalanannya menjadi kolektor wastra yang dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu. Semua berawal dari ketertarikannya pada sehelai kain company tua.

    “Saya memulai koleksi saya sekitar 20 tahun yang lalu. Awalnya saya tidak terlalu tertarik soal kain, tapi suatu ketika ada tukang antik menawarkan kain company yang kondisinya robek-robek. Dari situ saya mulai belajar, kenapa kain seperti ini dikoleksi,” ujar Quoriena, dikutip Kamis (16/10/2025).

    Pameran Wastra di Cikini 82Pameran Wastra di Cikini 82 Foto: (dok. Istimewa)

    Pameran ini pun bisa jadi seperti museum berjalan agar masyarakat dapat melihat langsung dan mengapresiasi keindahan wastra Nusantara.

    “Ini adalah salah satu cara saya supaya orang juga bisa melihat betapa luar biasanya Indonesia dan saya juga bisa sharing passion saya. Saya ingin supaya kesenangan saya, kecintaan saya, pengetahuan saya itu tidak berhenti di saya, tapi saya bisa sharing-kan ke banyak orang,” jelas dia.

    Pameran Wastra di Cikini 82Pameran Wastra di Cikini 82 Foto: (dok. Istimewa)

    Tema pameran kali ini, Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara terinspirasi dari keindahan motif buketan atau rangkaian bunga yang banyak terdapat pada koleksi kainnya, termasuk batik lawas karya Eliza van Zuylen yang diperkirakan dibuat sejak tahun 1800-an.

    Kecintaannya terhadap wastra Nusantara juga mendorong dia untuk membuat buku Nusawastra Silang Budaya yang terbit dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris. Proses pembuatan buku ini memakan waktu tiga tahun.

    Selama 3 tahun, Quoriena aktif berkeliling Indonesia untuk bertemu dengan para seniman wastra di daerah-daerah seperti Padang, Pekalongan, dan Bangkalan.

    “Suami saya [Danil Ginting] bilang, ‘Bagusnya kamu buat buku, supaya yang bisa menikmati kain kamu bukan hanya teman-teman kita. Kalau kita buat buku kan semua orang bisa lihat’,” kenang Quoriena.

    Buku yang terbit tahun 2016 ini memuat 245 kain pilihan dan sengaja dibuat dengan narasi yang mudah dibaca agar lebih menarik bagi pembaca Indonesia.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pangeran Mohammed bin Salman Perluas Masjidil Haram, Bangun King Salman Gates

    Pangeran Mohammed bin Salman Perluas Masjidil Haram, Bangun King Salman Gates



    Makkah

    Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS) memperluas kawasan Masjidil Haram. Ia membangun King Salman Gates.

    Pangeran MbS sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi resmi meluncurkan proyek pengembangan kawasan Masjidil Haram dengan nama King Salman Gates yang akan terdiri dari bangunan multiguna di dekat Masjidil Haram, dilengkapi dengan hunian, perhotelan, kawasan komersil, dan kebudayaan.

    Kawasan itu juga akan dilengkapi dengan sekitar 900.000 ruang salat di dalam dan luar ruangan. Penamaan proyek ini juga sama dengan nama raja Saudi saat ini, yakni Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.


    Media pemerintah Saudi Press Agency menyebut transformasi itu akan menjadi tonggak penting pengembangan Makkah, sebagai tolok ukur perencanaan kota modern.

    “Pengembangan perkotaan dan transformasi infrastruktur King Salman Gates (Gerbang Raja Salman) akan berkontribusi pada peningkatan akses ke Masjidil Haram, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkaya pengalaman perjalanan setiap pengunjung, sejalan dengan tujuan Program Pengalaman Ziarah,” demikian laporan kantor berita resmi Saudi Press Agency.

    Dengan akses yang mudah ke jaringan transportasi umum, kehadiran kawasan “Gerbang Raja Salman” akan memastikan pengunjung merasa lebih nyaman.

    King Salman Gates juga sebagai bentuk penghormatan kepada identitas Makkah, dengan memadukan warisan arsitektur modern kelas dunia dan menciptakan pengalaman unik.

    Proyek tersebut juga akan memulihkan dan mengembangkan sekitar 19.000 meter persegi situs warisan, melestarikan warisan budaya dan sejarah Makkah untuk memperkaya perjalanan setiap pengunjung.

    Tak cuma itu, proyek tersebut berkontribusi terhadap transformasi ekonomi Saudi Vision 2030 dengan menciptakan lebih dari 300.000 lapangan kerja pada 2036.

    Gerbang Raja Salman tengah dikembangkan Perusahaan Dana Investasi Publik RUA Al Haram AlMakki Company. Mereka ingin memajukan pembangunan perkotaan di sekitar Masjidil Haram sehingga Makkah sebagai tolok ukur global untuk pengembangan real estat.

    Proyek ini akan mencakup luas lantai hingga 12 juta meter persegi. Pihak perusahaan pun berkomitmen untuk pengelolaan sumber daya berkelanjutan melalui solusi inovatif yang menciptakan dampak positif pada penduduk, peziarah dan pengunjung sambil melestarikan jalinan budaya Makkah.

    ——-

    Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Palma yang Indah di Spanyol Itu Makin Perketat Aturan buat Turis Asing



    Palma

    Destinasi wisata populer di Spanyol, Palma memutuskan untuk memperketat aturannya menjelang liburan pergantian tahun. Ini sebagai langkah mereka memerangi over tourism yang tak berkesudahan.

    Dilansir dari Daily Mail, Kamis (16/10/2025) Palma, ibu kota Mallorca, telah memberlakukan larangan penyewaan yacht dan penyewaan akomodasi. Wali Kota Jaime Martinez mengumumkan aturan tersebut pada 14 Oktober.

    Teruntuk larangan tambahan ini akan segera berlaku efektif. Larangan ini akan berlaku selama tiga bulan sehingga tidak ada ruang baru yang disetujui. Sebelumnya kota ini hanya melarang penyewaan rumah keluarga saja yang diiklankan di Airbnb.


    Namun kini penyewaan rumah tunggal juga masuk ke dalam larangan. Pemerintah juga melarang pembukaan hostel baru dan mendorong hostel yang ada untuk berubah menjadi hotel atau perumahan.

    Sementara itu, sebanyak 639 penyewaan legal di Palma akan tetap ada dan diizinkan beroperasi. Namun jika mereka memutuskan tutup, pemerintah tak akan memberikan ganti rugi.

    Terkait penyewaan yacht, pemerintah sedang bekerjasama dengan otorita pelabuhan, menyusun bagaimana aturan yang efektif diberlakukan.

    Kebijakan ini diambil setelah banyak keluhan warga menyuarakan kekhawatiran mereka tentang wisatawan yang tertarik dengan perahu-perahu di musim panas. Martinez mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen dewan kota terhadap kualitas destinasi dan mengekang pariwisata ilegal.

    Tak hanya Palma yang menolak turis. Warga di seluruh daratan Spanyol, Kepulauan Balearic, dan Kepulauan Canary telah melakukan demo anti turis saking mereka merasa sesak.

    Puluhan ribu orang berbaris di Palma pada bulan Juli lalu, memegang spanduk bertuliskan ‘Kemewahan Anda, kesengsaraan kami’ dan menuntut pembatasan jumlah wisatawan, kapal pesiar, dan penyewaan jangka pendek. Bisnis lokal menjadi sasaran stiker, sementara demonstran memblokir jalan dan mengganggu rencana wisatawan.

    Tahun lalu, Spanyol mencatat rekor jumlah wisatawan, dengan lebih dari 15 juta pengunjung berbondong-bondong ke Pulau Majorca saja. Menanggapi hal ini, para pengunjuk rasa turun ke jalan di seluruh negeri, membuat banyak pengunjung geram setelah membayar ratusan poundsterling untuk menikmati liburan mereka di luar negeri.

    Bahkan dalam satu kejadian, terhitung 50.000 penduduk lokal turun ke jalan di Palma. Sementara itu di Barcelona, sekitar 2.800 orang berbaris di sepanjang distrik tepi laut Barcelona untuk menuntut model ekonomi baru yang akan mengurangi jutaan wisatawan yang berkunjung setiap tahun.

    Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan ‘Barcelona tidak untuk dijual,’ dan, ‘Turis pulanglah,’ sebelum beberapa orang menggunakan pistol air untuk menyerang wisatawan yang sedang makan di luar ruangan di restoran-restoran di tempat-tempat wisata populer.

    Seruan ‘turis keluar dari lingkungan kami’ terdengar saat beberapa orang berhenti di depan pintu masuk hotel.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kasihan, Penyu Hijau Penuh Parasit Ditemukan di Pantai Pangandaran

    Kasihan, Penyu Hijau Penuh Parasit Ditemukan di Pantai Pangandaran



    Pangandaran

    Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang tubuhnya penuh dengan parasit dan kerang ditemukan nelayan di Pantai Timur Pangandaran. Sungguh kasihan penyu ini.

    Satwa yang dilindungi itu ditemukan pada Kamis (13/10/2025) pagi pukul 09.00 WIB. Saat dievakuasi, tubuhnya sangat kotor.

    Penyu hijau dengan berat 5 kilogram dan panjang 45 sentimeter itu berenang sangat lamban seperti dalam kondisi sakit. Itu karena tubuhnya dipenuhi parasit.


    Pegiat Lingkungan Laut Pangandaran Hediat Kelsaba atau Encek mengatakan penyu tersebut ditemukan dalam kondisi hidup, hanya saja karena kondisinya mengkhawatirkan dievakuasi oleh nelayan.

    “Saat ini sudah kami bawa dan akan dirawat dibersihkan, pasalnya kondisi tempurungnya banyak parasit dan kerang laut nempel,” ucap Encek, Kamis (16/10/2025).

    Saat ini, penyu tersebut sedang dalam upaya pembersihan dari virus yang ada dalam tubuhnya. “Untuk penyebab sakitnya penyu ini tentu banyak faktor,” katanya.

    Menurutnya penyu itu sepertinya muncul karena kondisi cuaca yang tak menentu. “Iklim laut panas dan kemudian hujan turun dan setiap harinya tidak tentu cuacanya,” ucapnya.

    Pantai Pangandaran sebenarnya bukan lokasi bagi mereka tinggal, tetapi penyu hijau ini bisa sampai ke sini, artinya ada yang tidak beres.

    “Karena di sini untuk tempat penyu berada di Pantai Batuhiu dan Legokjawa Madasari,” katanya.

    Ia mengimbau apabila menemukan penyu yang terdampar segera melaporkan kepada BKSDA atau komunitas lingkungan.

    “Biar kami bisa segera menangani dan tidak dijual,” ucapnya.

    Ia menambahkan, kondisi penyu ini memperlihatkan bahwa kondisi alam laut sudah tidak baik-baik saja.

    “Apakah karena kotor maupun kondisi iklim,” kata dia menutup obrolan.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kabar Gembira, Wings Air Kembali Terbang di Langit Tana Toraja

    Kabar Gembira, Wings Air Kembali Terbang di Langit Tana Toraja



    Tana Toraja

    Wings Air resmi melayani kembali rute penerbangan dari Bandara Tana Toraja (TRT) menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).

    Traveler sekarang bisa menikmati pemandangan dataran tinggi yang terkenal dengan keindahan alam dan budaya yang mendunia di Tana Toraja. Kin, masyarakat Tana Toraja dan sekitarnya juga jadi semakin mudah menjangkau berbagai kota besar di Indonesia melalui Makassar.

    Penerbangan ini dapat ditempuh dengan durasi waktu hanya sekitar 1 jam penerbangan. Dari Makassar, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju lebih dari 20 kota tujuan di seluruh Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.


    “Rute ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat bepergian lebih nyaman,” ungkap Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).

    Traveler dapat memesan tiket penerbangan rute ini dan melakukan check-in online melalui aplikasi BookCabin, sekaligus menikmati penawaran eksklusif dengan menjadi anggota CabinClub.

    Wings Air akan mengoperasikan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang dirancang ideal untuk penerbangan jarak pendek antarwilayah untuk penerbangan ini.

    Pesawat jenis tersebut terbukti mampu beroperasi di landasan pacu pendek seperti di Tana Toraja, menjadikannya solusi yang tepat untuk menjangkau daerah yang memiliki potensi, baik ekonomi maupun pariwisata.

    “Penerbangan ini bukan sekadar rute udara, melainkan jembatan konektivitas yang menghubungkan kehidupan masyarakat Tana Toraja dengan dunia luar dengan harapan mempercepat mobilitas ekonomi, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong promosi pariwisata daerah,” imbuh Danang.

    “Wings Air mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan yang telah berperan aktif menghadirkan konektivitas udara yang lebih baik bagi masyarakat Tana Toraja dan Indonesia bagian timur,” tutup dia.

    Penerbangan Tana Toraja-Makassar ini resmi terbang perdana pada 15 Oktober 2025. Pesawat rute itu akan terbang 2 kali seminggu, setiap hari Rabu dan Jumat.

    Berikut Jadwal Penerbangan Wings Air Tana Toraja-Makassar:

    1. Makassar (UPG) – Tana Toraja (TRT) IW-1330: Terbang 11.00 WITA, Tiba 11.55 WITA

    2. Tana Toraja (TRT) – Makassar (UPG) IW-1331: Terbang 12.15 WITA, Tiba 13.05 WITA

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tega, Keindahan Hutan Bambu Kyoto Dirusak Turis Nakal

    Tega, Keindahan Hutan Bambu Kyoto Dirusak Turis Nakal



    Kyoto

    Pejabat kota Kyoto berencana untuk memberantas turis-turis nakal. Mereka bikin hutan bambu Arashiyama rusak.

    Dikutip Asahi Shimbun, Jumat (17/10/2025), ratusan batang bambu di hutan yang menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Kyoto, tepatnya di utara kuil Tenryuji itu dirusak dengan grafiti. Bukan hanya 100-150, namun 350 batang bambu yang dirusak.

    Bambu-bambu di situs Warisan Dunia UNESCO itu dicoret-coret dengan huruf Romawi. Selain itu, ada juga beberapa grafiti Jepang dan Mandarin serta Hangul.


    “Kerusakan tersebut terjadi selama pemulihan jumlah wisatawan setelah pandemi COVID-19,” kata pejabat kota.

    Menurut pejabat kota, separuh hutan tersebut adalah milik pemerintah kota dan diperkirakan memiliki 7.000 batang bambu yang tumbuh di lahan seluas 2,3 hektar.

    Para pejabat memperingatkan bahwa goresan yang dalam dapat mematikan tanaman dan menyebabkan bambu tumbang. Para ahli di Kebun Raya Kyoto mencatat bahwa mengukir bambu dapat menyebabkan kerusakan permanen.

    Melihat batang bambu yang rusak, pemerintah mempertimbangkan untuk menebang batang bambu dan di saat bersamaan mengimbau wisatawan untuk berperilaku lebih bertanggung jawab.

    Komunitas pariwisata setempat merespons dengan menutup grafiti tersebut dengan pita hijau, sebuah solusi darurat yang mengorbankan keindahan alam hutan.

    Graffiti juga menjadi isu besar pada 2018 yang mendorong anggota komunitas pariwisata setempat dan para biksu dari Kuil Tenryuji untuk meluncurkan kampanye anti-defacement publik.

    Menurunnya jumlah wisatawan selama pandemi berarti berkurangnya insiden. Namun, jumlah grafiti meningkat pesat sejak musim semi ini, terutama selama bulan-bulan musim panas.

    “Kami berharap para pengunjung akan mengukir kenangan mereka tentang Arashiyama di dalam hati mereka, bukan di bambunya,” kata Keisuke Ishikawa, yang memimpin sekelompok pemilik toko setempat.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com