Category: Wisata

  • Bikin Konten Lompat dari Jembatan, 2 Remaja Berakhir Tewas Tenggelam

    Bikin Konten Lompat dari Jembatan, 2 Remaja Berakhir Tewas Tenggelam



    Tegal

    Niat hati ingin membuat konten lompat ke sungai dari atas jembatan supaya viral. Apa daya, dua remaja di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berakhir tewas tenggelam.

    Satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan satu lainnya masih dicari. Aksi nekat ini dilakukan keduanya pada Kamis (17/10) sore pukul 17.00 WIB.

    Lokasi mereka membuat konten diketahui berada di atas jembatan Sungai Gung, masuk Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.


    Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, menyebut kedua korban bersama tiga rekannya hendak membuat konten lompat dari atas jembatan. Namun yang melompat hanya dua orang dan tiga lainnya merekam aksi di tepi sungai bawah jembatan.

    Namun nahas ternyata dua remaja yang terjun itu belum bisa berenang dan tenggelam. Dua korban tersebut yakni SWR (16) warga Tegal Barat dan NQH (16) warga Tegal Timur.

    “Kesaksian rekan korban yang selamat, awalnya mereka lima orang hendak membuat video konten melompat dari jembatan. Dua orang melompat ke sungai, lainnya berada di tepi sambil merekam. Ternyata yang terjun itu belum bisa berenang dan tenggelam,” ungkap Budiono, Jumat (17/10) pagi.

    Melihat kedua remaja ini tidak bisa berenang dan akan tenggelam, ketiganya langsung panik. Tiga rekan korban ini pun tidak berani menolong, karena mereka sendiri juga belum mahir berenang. Mereka lalu mencari pertolongan ke warga.

    “Pukul 17.45 WIB kami menerima laporan dan langsung mengirim tim pencarian. Satu tim dari USS Pemalang dilengkapi peralatan selam dan juga aqua eye untuk melakukan pencarian di bawah air,” lanjutnya.

    Tiba di lokasi, Basarnas dan tim SAR gabungan segera melakukan penyelaman untuk mencari korban. Tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi titik terjun korban yang berkedalaman 4 meter.

    Namun hingga pukul 22.00 WIB, usaha tim SAR belum juga membuahkan hasil. Mereka pun menghentikan pencarian pada Jumat pagi.

    “Tim penyelam sudah melakukan penyapuan di dasar sungai dengan sebaran 15 meter dari lokasi, tapi masih nihil. Tim terkendala dengan banyaknya palung dan juga penerangan yang minim,” imbuh Budiono.

    Humas SAR Semarang Zulhawary Agustianto menyebut, pagi ini salah satu korban bernama SWR ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

    Jasad remaja ini ditemukan sekitar 10 meter arah utara dari lokasi terjun. Sedangkan satu korban lain masih hilang.

    “Tim SAR menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi sekitar 10 meter utara lokasi kejadian. Kemudian korban langsung dibawa ke rumah keluarga. Tim selanjutnya terus melakukan pencarian satu korban lagi yang masih hilang,” kata Zulhawary.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berkat Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli Makin Terkoneksi

    Berkat Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli Makin Terkoneksi



    Tolitoli

    Berkat rute baru dari maskapai Wings Air, Bandara Sultan Bantilan di Tolitoli (TLI) kini makin terkoneksi dengan Bandara Mutiara SIS Al Jufrie di Palu (PLW).

    Dari pesisir barat Sulawesi Tengah, kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Tolitoli dan sekitarnya. Kini perjalanan udara semakin mudah, cepat, dan nyaman usai maskapai Wings Air resmi mengudara kembali dari Tolitoli ke Palu.

    Menurut Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, rute baru ini akan membuka kembali jalur penting untuk konektivitas intra Sulawesi Tengah dan keterhubungan dengan berbagai kota besar di Indonesia.


    “Melalui Palu sebagai penghubung utama, masyarakat kini dapat melanjutkan penerbangan menuju Luwuk, Morowali, Balikpapan, Makassar, Surabaya, dan Jakarta di hari yang sama atau pada jadwal berikutnya, sesuai kebutuhan perjalanan,” jelas Danang dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).

    “Rute ini bukan sekadar layanan udara, melainkan penghubung kehidupan dan peluang di pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tolitoli dan wilayah sekitarnya,” imbuh Danang.

    Traveler dapat menikmati kemudahan dengan memesan tiket dan check-in online rute ini melalui aplikasi BookCabin. Traveler juga bisa memesan akomodasi (hotel/penginapan) secara praktis dalam satu platform, serta menjadi anggota CabinClub untuk memperoleh penawaran spesial dan reward menarik lainnya.

    “Beberapa manfaat langsung yang dapat dirasakan dari rute baru ini antara lain, mempermudah akses wisatawan dan pelaku usaha yang ingin berkunjung atau berinvestasi di Tolitoli hingga Distribusi barang, hasil pertanian, dan perikanan menjadi lebih cepat ke berbagai kota besar,” kata Danang.

    Wings Air Terbangi Rute Tolitoli PaluWings Air Terbangi Rute Tolitoli Palu Foto: (dok. Wings Air)

    Untuk penerbangan Tolitoli-Palu, Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang dirancang ideal untuk rute jarak pendek dan sesuai dengan infrastruktur Bandara Sultan Bantilan.

    “Wings Air menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tolitoli, pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, stakeholders penerbangan, serta seluruh mitra kerja dan masyarakat yang terus berperan aktif dalam memajukan konektivitas udara di Sulawesi Tengah,” tutup dia.

    Berikut Jadwal Penerbangan Wings Air Tolitoli-Palu:

    1. Palu (PLW) – Toli Toli (TLI) IW-1154: Terbang 10.35 WITA, Tiba 11.30 WITA

    2. Toli Toli (TLI) – Palu (PLW) IW-1155: Terbang 12.05 WITA, Tiba 13.00 WITA

    (wsw/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Duh! Banyak Turis Lolos Masuk Parangtritis Tanpa Bayar Karcis

    Duh! Banyak Turis Lolos Masuk Parangtritis Tanpa Bayar Karcis



    Bantul

    Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mengeluh soal banyaknya turis yang lolos masuk ke pantai Parangtritis tanpa membayar karcis.

    Itu karena tempat pemungutan retribusi (TPR) Parangtritis yang baru kurang ideal. Hal tersebut membuat beberapa wisatawan lolos dari pungutan TPR, karena melaju dengan kecepatan tinggi.

    “Semua TPR kita belum ideal, baik yang Parangtritis maupun yang lain itu semua belum ideal,” katanya kepada wartawan di Bantul, Jumat (17/10/2025).


    Saryadi mencontohkan, TPR Parangtritis yang baru berupa bangunan permanen namun belum representatif. Mengingat ukurannya yang kecil dan tidak ada tempat untuk berteduh khususnya saat hujan.

    “Kondisi itu membuat tingkat optimalnya penjaringan terhadap wisatawan yang melintas juga tidak optimal seperti di TPR yang utara (lama),” ujarnya.

    “Karena ibaratnya itu hanya nyegat di jalan dan bangunannya tidak ada fungsi untuk menjaring, hanya betul-betul bangunan untuk semacam kantor,” lanjut Saryadi.

    Kedua, lanjut Saryadi, lokasi untuk mencegat wisatawan berada di jalan berstatus jalan nasional. Hal tersebut membuat Pemkab tidak boleh membangun TPR yang melintang di jalan seperti di TPR lama.

    “Sebenarnya kalau dari sisi efektivitas, efektif yang utara itu, ada bangunan yang melintang di jalan yang menjadi pembatas lajur-lajur di jalan. Jadi efektif untuk bisa menjaring wisatawan yang lewat,” ucapnya.

    Sedangkan TPR Parangtritis yang baru tidak terlihat dari kejauhan dan tidak terdapat pembatas jalan seperti di TPR lama. Menurutnya, hal tersebut menjadi risiko tersendiri untuk petugas yang berjaga.

    “TPR Parangtritis yang baru tidak terlihat dari jauh dan tidak ada pembatas, sehingga kecepatan lalu lintas kan tinggi. Jadi kalau teman-teman menghentikan kendaraan mendadak malah jadi risiko,” katanya.

    Karena itu, Saryadi mengaku saat ini masih banyak wisatawan yang lolos alias tidak membayar retribusi saat berkunjung ke kawasan Pantai Parangtritis. Namun Saryadi memakluminya karena mengutamakan keselamatan petugas TPR.

    “Karena itu ya kadang-kadang demi keamanan banyak yang lepas karena kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Jadi kasihan juga teman-teman pelaksana, mereka kehujanan, kepanasan di tengah jalan dan itu bisa melemahkan semangat teman-teman,” ujarnya.

    Oleh sebab itu, Saryadi ke depannya akan melakukan evaluasi. Selain itu berkoordinasi dengan pihak terkait agar Jalan Parangtritis bisa berstatus Jalan Kabupaten.

    “Kalau mau ideal itu Pemkab harus cari tanah yang memadai, kemudian ke depan status jalan yang selatan perempatan JJLS diturunkan jadi Jalan Kabupaten. Kenapa harus jadi Jalan Kabupaten agar bisa dibuat TPR yang representatif, ada lajur-lajurnya seperti TPR di utara,” ucapnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!

    Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Kembali Terbakar!



    Lombok Timur

    Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Tim pengendalian kebakaran hutan (dalkarhut) langsung dikerahkan.

    Hutan di TNGR yang terbakar itu berada di dalam kawasan hutan Gelogor Paok, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim yang diterjunkan sedang berjibaku untuk mencegah meluasnya kobaran api di kawasan hutan tersebut.

    Kepala Balai TNGR, Yarman, menjelaskan informasi kebakaran dilaporkan warga pada Kamis (16/10/2025) sore. Setelah menerima laporan tersebut, tim dalkarhut langsung bergerak menuju titik kebakaran di kawasan hutan Gelogor Paok.


    “Laporan dari masyarakat kami terima tadi sore sekitar pukul 15.45 Wita, lokasi kejadiannya di kawasan hutan Gelogor Paok. Itu masuk dalam kawasan TNGR,” ujar Yarman saat dikonfirmasi, Kamis (16/10) malam.

    Yarman mengungkapkan tim Dalkarhut TNGR Resor Sembalun saat ini masih berada di titik lokasi kebakaran. Ia menyebut api telah berhasil dipadamkan setelah beberapa jam berjibaku menjinakkan si jago merah.

    “Informasi terbaru dari tim di lapangan, bahwa api sudah berhasil dipadamkan tadi sekitar pukul 19.00 Wita,” ujarnya.

    Yarman belum bisa memberikan keterangan detail terkait luas dan penyebab kebakaran. Ia berjanji segera memberi informasi lengkap setelah pendataan rampung.

    “Nanti kami sampaikan lebih rinci setelah dapat info detail dari lapangan, karena tim masih di lokasi,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis

    Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis



    Reykjavik

    Islandia mencatat 1,8 juta kunjungan internasional dalam 9 bulan pertama di tahun 2025. Melihat ini, Islandia mau kenakan pajak turis.

    Islandia merupakan salah satu destinasi terbaik untuk melihat Nothern Lights dan midnight sun di musim panasnya. Terkenal sebagai tanah api dan es, negara nordik ini punya wisata alam luar biasa seperti mata air panas geotermal, gletser dan air terjun.

    Dikutip dari Euronews pada Jumat (17/10), data statistik Islandia menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebesar 2,2 persen dari tahun 2023 hingga 2024, sementara 12 bulan terakhir hingga September 2025 mengalami lonjakan tambahan sebesar 3,5 persen.


    Dari Januari hingga September tahun ini, Islandia telah menyambut 1,792 juta wisatawan mancanegara, meningkat dari tahun 2024 (1,743 juta) dan lonjakan signifikan dari tahun 2019 (1,597 juta).

    Delapan bulan pertama tahun 2025 juga mencatat jumlah pesanan kamar hotel dan B&B tertinggi sejauh ini, sementara omzet di sektor terkait pariwisata sangat tinggi dari tahun 2023 hingga 2025.

    Ledakan pariwisata ini tetap terlihat meskipun negara ini sempat tutup karena letusan gunung api. Bahkan, makin banyak yang penasaran.

    Menurut European Travel Information and Authorisation System (EITIAS), Islandia memberlakukan kembali pajak akomodasi bagi wisatawan pada 1 Januari 2024, untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata.

    Hotel dan wisma kini mengenakan biaya tambahan ISK 600 (Rp 82 ribu) per kamar, sementara perkemahan dan rumah mobil mengenakan setengah harga.

    Terdapat juga pajak sebesar ISK 1.000 (Rp 137 ribu) bagi penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan Islandia.

    Jóhann Viðar Ívarsson, seorang analis di Badan Pariwisata Islandia Ferðamálastofa, mengatakan bahwa pajak itu tidak memberikan pemasukan yang besar bagi kas pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa hubungan antara perpajakan dan kontribusi terhadap keberlanjutan pariwisata bisa jadi sulit karena pajak tersebut masuk ke dalam anggaran pemerintah secara keseluruhan.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini berencana untuk mengusulkan pajak pariwisata yang jauh lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Momen Mengerikan! Bahan Bakar Pesawat Tumpah Saat Lagi Diisi

    Momen Mengerikan! Bahan Bakar Pesawat Tumpah Saat Lagi Diisi



    Dallas

    Sebuah video menunjukkan momen mengerikan di Bandara Dallas-Fort Worth. Seorang petugas yang mengisi bahan bakar membuat kesalahan fatal!

    Dalam video itu, sebuah selang bahan bakar terlepas dari tangan petugas bandara. Selang itu berputar kencang di bawah pesawat dan menyemburkan avtur selama lebih dari satu menit, sementara si petugas terlihat shock dan segera pergi dari sana.

    Dikutip dari Independent UK pada Jumat (17/10), insiden itu terjadi pada Sabtu saat sedang mengisi bahan bakar pesawat American Eagle yang diparkir di gerbang Terminal E bandara tersebut.


    American Airlines mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah pernyataan kepada The New York Post.

    “Kami sedang menyelidiki insiden tersebut dengan Bandara DFW dan kontraktor pengisian bahan bakar bandara, Menzies, dan bekerja sama dalam pembersihan sesuai prosedur,” menurut pernyataan tersebut.

    Seorang juru bicara Bandara Dallas-Fort Worth mengatakan kepada The Post bahwa tumpahan tersebut dengan cepat diatasi oleh sistem keselamatan bandara dan permukaannya dibersihkan.

    Tumpahnya bahan bakar merupakan insiden yang sangat berbahaya karena terbakar dan melalap pesawat dan bandara.

    Jumlah pasti bahan bakar yang tumpah belum dapat dipastikan.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Korsel Larang Warganya Liburan ke Kamboja, Korean Air Gratiskan Pembatalan

    Korsel Larang Warganya Liburan ke Kamboja, Korean Air Gratiskan Pembatalan



    Seoul

    Korean Air mendukung penuh travel warning yang dikeluarkan Korea Selatan pada Kamboja. Penumpang boleh membatalkan penerbangan, gratis.

    Dikutip dari Korea JoonAng Daily pada Jumat (17/10/2025), maskapai itu mengumumkan bahwa pembatalan untuk semua penerbangan dari Korea ke Kamboja berlaku hingga akhir tahun. Kebijakan ini diambil seiring degan meningkatnya kekhawatiran terkait penipuan daring di Kamboja.

    Korean Air saat ini mengoperasikan penerbangan langsung harian dari Incheon menuju Takhmao di Kamboja dengan menggunakan pesawat A330-300 miliknya yang dapat menampung hingga 272 penumpang.


    Maskapai penerbangan tersebut menyatakan bahwa mereka sedang melakukan inspeksi keselamatan, memberikan peringatan kepada staf dan awak lokal yang bertugas di Kamboja, dan menjaga protokol komunikasi darurat.

    Korea Times melaporkan Kementerian Luar Negeri Korea menetapkan Gunung Bokor di Provinsi Kampot, bersama dengan kota Bavet dan Poipet, sebagai zona larangan perjalanan mulai tengah malam pada Kamis.

    Sebelumnya pemerintah Korea Selatan telah memberikan larangan perjalanan ke Kamboja, karena salah satu target penipuan itu adalah warga Korea. Korbannya adalah seorang mahasiswa Korea Selatan yang dibujuk untuk bekerja di pusat penipuan di Kamboja dengan janji gaji yang besar.

    Namun, ia meninggal dengan dugaan penyiksaan oleh geng kriminal di Kamboja.

    Menurut catatan AFP, sebanyak 330 warga Korea Selatan yang dilaporkan hilang atau diculik setelah memasuki Kamboja sejak bulan Januari sampai Agustus 2025.

    Organisasi Pariwisata Korea melaporkan jumlah warga Korea Selatan yang mengunjungi Kamboja dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 106.686, turun 9% dari 2024.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mitos yang Menyelamatkan Warga Kampung Gepolo dari Bencana Alam Dahsyat

    Mitos yang Menyelamatkan Warga Kampung Gepolo dari Bencana Alam Dahsyat



    Sleman

    Bencana alam dahsyat melanda sebuah perkampungan di sisi selatan Candi Prambanan, 70 tahun silam. Namun warga di sana selamat berkat mitos. Apa mitosnya?

    Bencana tanah longsor menelan Kampung Gepolo yang luasnya sekitar 1,5 hektar di Sleman, DIY. Ajaibnya, 20 keluarga yang tinggal di kampung tersebut semuanya selamat dari petaka.

    Konon, mitos yang diceritakan secara turun temurun oleh para leluhur itu menjadi kunci, sehingga warga berhasil menyelamatkan diri dari bencana dahsyat.


    Kampung Gepolo diduga merupakan permukiman kuno. Sekitar abad ke-9 kampung itu menjadi bengkel arca untuk pembangunan candi di sekitar Prambanan.

    Hal itu membuat sejumlah arca raksasa banyak ditemukan di kampung itu saat masih dihuni warga. Bahkan, hingga kini, masih ada beberapa arca yang tersisa di bekas permukiman tersebut.

    “Namanya Gepolo, dulu kampungnya dari sana, dekat bukit yang dibelah untuk jalan itu. Di sini (sekitar situs arca gupolo) dulu juga ada beberapa rumah,” kata Carik Kalurahan Sambirejo, Mujimin saat berbincang, Rabu (17/9) lalu.

    Mujimin yang juga merupakan salah satu tokoh masyarakat di Kalurahan Sambirejo menceritakan, Kampung Gepolo secara administratif merupakan bagian dari Padukuhan Gunungsari. Dulu Gepolo masuk wilayah RT 2 Gunungsari.

    Kampung ini berada di area perbukitan. Dekat dengan Tebing Breksi, di bawah Candi Ijo serta di atas Situs Tinjon. Dengan ujung menghadap bibir jurang.

    Haryanta, salah satu tokoh masyarakat Padukuhan Gunungsari menceritakan cuaca buruk menimpa Kampung Gepolo di 1955. Hujan lebat melanda berhari-hari.

    “Itu hujan selama tiga hari. Ini tanahnya ikut bergerak menuju ke tebing ini,” kata Haryanta.

    Arca Ganesha Itu Jatuh ke Tebing

    Pada awalnya, penduduk Kampung Gepolo yang terdiri dari 20 keluarga masih mencoba bertahan. Hingga akhirnya sebuah arca berbentuk Ganesha yang ada di kampung tersebut terseret jatuh ke tebing.

    Peristiwa itu menjadi perhatian oleh seisi kampung. Sebuah mitos turun temurun menyebut jika arca Ganesha itu runtuh maka kampung itu akan dilanda bencana. Jatuhnya arca itu ke tebing membuat warga berbondong-bondong mengungsi.

    “Ada cerita yang melegenda dari orang tua ke anak keturunannya. Itu ceritanya bahwa suatu saat apabila nanti Ganesha itu jatuh ke jurang itu kampung akan ikut,” kata Haryanta.

    Benar saja. Tak lama setelah warga mengungsi, permukiman itu akhirnya terbawa longsor.

    “Jadi menurut Mbah Jaimin (tetua kampung) itu ada hujan selama tiga hari itu terus ternyata betul, Ganesha yang gede itu jatuh. Selang beberapa hari ini (menunjuk bekas Kampung Gepolo) ikut jalan, tanahnya bergerak,” ujar dia.

    Bencana yang melanda di 1955 itu memang melenyapkan Kampung Gepolo. Namun semua penghuninya selamat.

    Kini, warga Kampung Gepolo yang waktu itu terdampak telah berpindah dan menetap di tempat lain. Haryanta bilang selain di Glundeng, mereka bergeser ke RT lain di Padukuhan Gunungsari.

    “Ada juga yang ke Sumatera,” tandas dia.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJogja.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Desa Pemuteran di Bali Raih Desa Wisata Dunia Terbaik 2025 dari PBB

    Desa Pemuteran di Bali Raih Desa Wisata Dunia Terbaik 2025 dari PBB



    Jakarta

    Desa wisata Pemuteran di Bali berhasil meraih Best Tourism Village 2025 dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB UN Tourism. Penghargaan diberikan dalam momen Best Tourism Villages by UN Tourism-2025 Ceremony & Third Annual Network Meeting yang digelar di Huzhou, China, Jumat (17/10/2025).

    Prestasi itu disambut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dengan rasa positif dan bangga. Penghargaan internasional ini adalah pengakuan pada pengelolaan desa wisata di Buleleng, Bali, hingga berhasil meningkatkan kesejahteraan warga di wilayahnya.

    “Saya sangat bangga dan optimistis. Penghargaan ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di seluruh Indonesia agar terus mengoptimalkan potensi alam, warisan budaya, ujar Widiyanti dalam rilis yang diterima detikTravel pada Sabtu (18/10).


    Widiyanti berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata inklusif dan berkelanjutan. Best Tourism Villages (BTV) adalah inisiatif UN Tourism untuk peluang promosi wisata berkelanjutan untuk mendorong kemajuan ekonomi, sambil tetap menjaga keseimbangan lingkungan di pedesaan.

    Desa Pemuteran memikat wisatawan dengan keindahan alamnya, kekayaan warisan budaya, serta komitmen terhadap sustainability tourism. Desa ini telah menjalankan berbagai program untuk melestarikan ekosistem laut, mengembangkan ekowisata, dan menjaga kearifan lokal budaya Bali.

    Program di Desa Pemuteran berbasis komunitas, serta dilakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta lembaga swadaya masyarakat. Pemuteran berupaya menciptakan keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan, serta menjadikannya destinasi unik dan menarik bagi wisatawan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngulik Seni dan Desain di Tengah Kawasan Keren, Yuk Main ke ICAD 2025

    Ngulik Seni dan Desain di Tengah Kawasan Keren, Yuk Main ke ICAD 2025



    Jakarta

    Indonesian Contemporary Art and Design (ICAD) kembali digelar pada 10 Oktober-9 November 2025 di Kemang, Jakarta Selatan. Di gelaran yang ke-15 ini, detikTravel sempat berkunjung pada Jumat (17/10/2025) untuk menjelajahi dunia seni kontemporer dan kreatif yang menawarkan ide segar.

    Vibe nyeni sudah terasa ketika memasuki lobi pelaksanaan acara di Grand Kemang, yang penuh instalasi seni. Beragam warna dan bentuk seperti menarik perhatian pengunjung untuk sekadar melihat, menyentuh, atau tenggelam bersama pemikiran para senimannya.


    ICAD 2025 ini bukan hanya memamerkan karya seni keren, tetapi juga ikut merasakan atmosfer kreatif tepat di jantung Kemang. Saat ini, Kemang adalah kawasan yang baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu kawasan terkeren di dunia.

    Sejak dimulai pada tahun 2009, ICAD telah menjadi wadah bagi para seniman, desainer, dan profesional industri kreatif untuk berkolaborasi. Melalui program Kemang 12730 yang dimulai pada tahun 2021, ICAD juga bermitra dengan pelaku industri lokal, mulai dari kuliner, fashion, hingga gaya hidup, untuk menampilkan sisi Kemang yang lebih semarak dan berwarna.

    Banyak ide fresh yang ditawarkan dalam ICAD 2025 seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Saking freshnya ide kreatif para seniman, ada saja yang meluangkan waktu untuk nonton tiap tahun.

    “Saya selalu datang ke ICAD setiap tahun, jadi ini seperti acara yang wajib diikuti dan tidak perlu registrasi, cukup pakai gelang ini,” kata Richard.

    Saat memasuki area pameran, detikers akan menemukan beragam karya seni yang unik dan interaktif. Salah satunya terbuat dari barang-barang daur ulang yang disulap menjadi karya seni futuristik.

    “Keren banget, banyak banget karya seni unik yang terbuat dari barang bekas di sini. Aku datang untuk jalan-jalan juga. Suasananya sangat menyenangkan dan ada banyak kafe dan toko lokal yang bisa dikunjungi,” ujar Emely, seorang pengunjung yang mengetahui ICAD 2025 melalui media sosial.

    Di Kemang, lokasi pelaksanaan ICAD 2025, suasana urban berpadu dengan sentuhan artistik menjadikan agenda dan kawasan ini ideal bagi detikers yang ingin menikmati pengalaman kreatif. Kalau detikers mencari inspirasi artistik atau sekadar ingin menyaksikan pameran seni, Kemang dan ICAD 2025 wajib detikers kunjungi tahun ini.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com