Category: Wisata

  • Apakah Harimau dan Macan Sama?

    Apakah Harimau dan Macan Sama?


    Jakarta

    Harimau kerap diidentikkan dengan macan karena bentukan fisik dan karakter yang mirip. Keduanya juga berasal dari satu genus yaitu Panthera sp yang artinya harimau dan macan memiliki beberapa kesamaan.

    Namun, harimau dan macan kenyataannya berbeda meski keduanya nyaris sama. Dikutip dari Nature Safari India, berikut perbedaan harimau dan macan

    Beda Harimau dan Macan

    Berikut beberapa perbedaan fisik pada dua hewan pemuncak rantai makanan ini


    1. Nama ilmiah

    Harimau: Panthera tigris

    Macan: Panthera pardus

    2. Corak

    Harimau: belang kombinasi oranye dan hitam, ada yang putih tapi sangat jarang

    Kenapa Harimau Takut sama Kucing? Simak FaktanyaKenapa Harimau Takut sama Kucing? Simak Faktanya (dok. A G/Unsplash)

    Macan: tutul-tutul dengan kombinasi keemasan, coklat, dan hitam

    Evakuasi macan tutul di Sukasari, Kota Bandung.Evakuasi macan tutul di Sukasari, Kota Bandung (dok. Wisma Putra/detikJabar)

    3. Ukuran dan berat tubuh

    Harimau: dengan bobot bisa mencapai 300 kg adalah yang terbesar di genus Panthera sp

    Macan: bobot maksimal adalah 90 kg adalah yang terkecil di genus Panthera sp namun sangat lincah

    4. Jenis

    Harimau: tipe hewan ini terdiri dari Harimau Siberia, Bengal, Kaspia, Cina Selatan, Indochina, Malaya, Jawa, Bali dan Sumatra

    Macan: tipenya terdiri dari Macan Tutul Afrika, India, Jawa, Arab, Persia, Indochina, dan Sri Lanka

    5. Habitat

    Harimau: Asia Timur dan Selatan dalam hutan yang lebat

    Macan: Sub-Sahara Afrika, semenanjung Arab, Turki barat daya dan timur, kaki bukit Himalaya dan Asia Selatan di hutan, pegunungan, hingga gurun.

    Harimau dan tiger sama-sama kerap disebut tiger walaupun keduanya jelas berbeda. Meski begitu, keduanya sama-sama masuk kelompok hewan langka dan dilindungi karena nyaris punah.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Lokasi Lembah Tengkorak, Tempat Ayah dan Anak Hilang Saat Trekking Bareng

    Lokasi Lembah Tengkorak, Tempat Ayah dan Anak Hilang Saat Trekking Bareng


    Jakarta

    Lembah Tengkorak kembali jadi lokasi orang hilang pada Kamis (16/10/2025), setelah trekking ke wilayah tersebut pada Rabu (15/10/2025). Kali ini terjadi pada Deden Yudi (42) serta Zaizafan Dhiya (19), pasangan ayah dan anak yang liburan di wilayah hutan tersebut.

    Menurut penjaga basecamp, keduanya berencana turun dan sampai di basecamp pada Kamis (16/10/2025). Penanggung jawab basecamp akhirnya menghubungi Tim SAR Gabungan untuk mengawali proses evakuasi. Keduanya akhirnya ditemukan dengan selamat pada Jumat (17/10/2025) dan dilarikan ke Puskesmas untuk penanganan secepatnya.


    Sebelum pasangan Deden Yudi (42) serta Zaizafan Dhiya (19), Lembah Tengkorak menjadi lokasi hilangnya 8 siswa SMK Negeri 1 Cisarua pada Senin 13 Februari 2023. Para pelajar tersebut berangkat ke Lembah Tengkorak bersama alumni. Mereka ditemukan dengan selamat di tengah hutan.

    Di Mana Lokasi Lembah Tengkorak?

    Dikutip dari laporan detikJabar, Lembah Tengkorak adalah wilayah dengan danau alami di tengah hutan yang diapit dua gunung. Dengan visual ini, Lembah Tengkoran seperti Sungai Amazon yang membelah hutan hujan tropis alami di Brazil meski danau Lembah Tengkorak jelas lebih kecil.

    Lembah Tengkorak sebetulnya masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sumedang, tepatnya Kecamatan Tanjungsari. Namun wilayah ini berbatasan langsung dengan Palintang, Kabupaten Bandung serta Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

    Menurut Asep Wahono yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Desa Suntenjaya, Lembah Tengkorak seperti wilayah tak bertuan. Kawasan ini naik daun sebagai lokasi trekking dan offroad, sehingga jalannya banyak rusak. Kendato begitu masih banyak yang datang untuk jalan-jalan atau berkemah.

    Terkait nama wilayah yang terkesan angker, Asep mengatakan tidak ada sejarah atau area tertentu yang menjurus pada tengkorak. Belakangan, makin banyak wisatawan yang penasaran dengan rute menantang menuju Lembah Tengkorak. Apalagi para wisatawan juga memburu pesona Lembah Tengkorak.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Indonesia Resmi Membeli Jet China Chengdu J-10, Ini Arti Kata Chengdu

    Indonesia Resmi Membeli Jet China Chengdu J-10, Ini Arti Kata Chengdu



    Jakarta

    Pemerintah Indonesia resmi membeli jet China Chengdu J-10 dengan total dana USD 9 miliar atau sekitar Rp 148 triliun. Pembelian ini diharapkan bisa memperkuat kekuatan udara militer Indonesia untuk melindungi bangsa, negara, dan masyarakat, termasuk di dunia internasional.

    Chengdu dalam nama pesawat jet dari China tersebut merujuk pada pabrik yang pertama kali memproduksi sarana militer ini, yaitu Chengdu Aircraft Corporation pada 1996-2024. Saat ini Chengdu J-10 diproduksi Guizhou Aircraft Corporation mulai 2024.


    Dikutip dari China Discovery, Chengdu artinya adalah menjadi metropolis yang mencerminkan perjalanan kawasan hingga menjadi salah satu kota terpenting bagi negara. Chengdu juga punya beberapa sebutan yang dilatari kondisi kota tersebut. Sebutan ini adalah:

    • Tanah yang kaya: sebutan merujuk pada dataran Chengdu yang punya lahan pertanian produktif dan subur.
    • Kota brokat: Chengdu dikenal dengan produksi kain brokat sutra berkualitas tinggi selama Dinasti Han berkuasa.
    • Kota kembang sepatu: sebutan ini muncul akibat aturan raja terdahulu yang mewajibkan seluruh kota ditanami kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis).

    Chengdu adalah ibu kota provinsi Sichuan yang terletak di sebelah barat raya China dan berbatasan langsung dengn Tibet. Berikut pesona Chengdu:

    • Rumahnya panda raksasa
    • Terkenal dengan makanan pedas
    • Punya sistem irigasi dan pertanian paling kompleks, sekaligus lahan paling subur
    • Salah satu kawasan paling penting karena punya gedung pemerintahan
    • Opera Sichuan adalah kekayaan budaya China yang dikagumi dunia internasional
    • Dekat dengan salah patung Buddha batu terbesar di dunia.

    Terlepas dari posisi Chengdu sebagai produsen pertama pesawat jet Chengdu J-10, kota ini menjadi cermin keseimbangan. Chengdu tidak melalukan alih fungsi lahan sembarangan, sehingga pertanian dan pembangunan gedung jalan beriringan. Warga Chengdu juga tidak kehilangan identitas meski menjadi kota metropolis.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Super Air Jet Sediakan Rute Berau-Balikpapan, Akses ke Kota Lain Makin Mudah

    Super Air Jet Sediakan Rute Berau-Balikpapan, Akses ke Kota Lain Makin Mudah


    Jakarta

    Maskapai Super Air Jet membuka rute Berau-Balikpapan yang memudahkan akses ke kota lain di Indonesia. Pesawat rute ini menggunakan Airbus 320 dengan kapasitas 180 kursi sekonomi. Rute baru ini tentu bisa memperluas jangkauan masyarakat Berau dari semua kalangan untuk di berbagai hal.

    Tentunya perjalanan udara ini dilakukan dengan cepat, nyaman, dan mudah diakses bagi seluruh warga Berau. Berikut jadwal lengkap penerbangan rute Berau-Balikpapan (pp) mulai Jumat (17/10/2025):


    1. Berau (BEJ)-Balikpapan (BPN) IU-581

    • Jadwal berangkat: 15.10 WITA
    • Jadwal tiba: 16.10 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    2. Berau (BEJ)-Balikpapan (BPN) IU-579

    • Jadwal berangkat: 07.00 WITA
    • Jadwal tiba: 08.00 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    3. Balikpapan (BPN)-Berau (BEJ) IU-578

    • Jadwal berangkat: 13.30 WITA
    • Jadwal tiba: 14.30 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    4. Balikpapan (BPN)-Berau (BEJ) IU-580

    • Jadwal berangkat: 18.30 WITA
    • Jadwal tiba: 19.30 WITA
    • Frekuensi: setiap hari.

    Melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman-Balikpapan (BPN), masyarakat Berau bisa melanjutkan perjalanan menuju banya kota besar di Indonesia. Selanjutnya masyarakat Berau bisa mengakses pendidikan lebih luas, memperluas kegiatan ekonomi, atau sekadar liburan.

    Tentunya rute perjalanan Berau-Balikpapan dan kota lain di Indonesia mudah diakses, cepat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Bagi warga yang ingin mengakses perjalanan menuju kota lain di Indonesia, berikut waktu tempuh yang diperlukan:

    Kalimantan

    • Malinau (LNU) sekitar 2 jam 20 menit
    • Melak atau Kutai Barat (GHS) sekitar 2 jam
    • Tarakan (TRK) sekitar 2 jam 30 menit
    • Palangkaraya (PKY) sekitar 3 jam
    • Banjarmasin (BDJ) sekitar 2 jam 45 menit

    Jawa dan Bali

    • Jakarta (CGK) sekitar 3 jam 45 menit
    • Yogyakarta (YIA) sekitar 4 jam
    • Semarang (SRG) sekitar 3 jam 30 menit
    • Surabaya (SUB) sekitar 3 jam 30 menit
    • Bali (DPS) sekitar 4 jam 15 menit

    Sulawesi

    • Makassar (UPG) sekitar 3 jam
    • Mamuju (MJU) sekitar 3 jam 20 menit.

    Selain kemudahan mengakses tiket, check-in online, hingga menikmati perjalanan yang nyaman, masyarakat juga bisa bergabung dengan program CabinClub untuk menikmati penawaran menarik dari aplikasi, BookCabin.

    Kemudahan akses diharapkan juga bisa mendorong pertumbuhan UMKM lokal dan memberikan peluang baru untuk memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Komoditas khas Berau seperti hasil laut olahan, batik daerah, dan produk kreatif kini dapat menjangkau konsumen di Yogyakarta, Makassar, dan kota-kota lainnya dengan lebih cepat dan efisien.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut

    Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut


    Jakarta

    Seorang pramugari Eva Air meninggal diduga akibat kelelahan bekerja, dikutip dari Aviation dan BBC. Pramugari bermarga Sun yang berusia 34 tahun tersebut dilaporkan sudah mengeluh sakit, namun tidak bisa istirahat karena manajer kabin memintanya terus bekerja.

    Penyidikan terus berlangsung untuk mengetahui penyebab kematian pramugari yang bergabung dengan Eva Air sejak 2016 ini. Tuntutan diadakannya penyidikan berasal dari Serikat Pramugari Taoyuan yang merasa Eva Air telah melakukan kesalahan sistemik dan melanggar hak pekerja.

    Kematian Sun telah memancing amarah para pekerja, khususnya di industri penerbangan. Selain abai pada kondisi pekerja, staf Eva Air masih menghubungi Sun agar mengirim surat izin cuti. Pesan dari Eva Air ini dibalas pihak keluarga Sun dengan mengirim surat keterangan kematian.


    Laporan Sementara Kronologi Kematian Pramugari Eva Air

    Dikutip dari Focus Taiwan, berikut kronologi sementara kematian Sun

    Rabu (24/9/2025): Sun merasa tidak enak badan dalam perjalanan pulang dari tugasnya di penerbangan BR 95 rute Milan-Taoyuan Taipei (TPE)

    Kamis (25/9/2025): Sun yang sudah mendarat di Bandara Internasional Taoyuan memeriksakan diri pada klinik terdekat lalu pulang ke rumahnya

    Jumat (26/9/2025): Kondisi Sun makin buruk hingga harus menjalani perawatan di Linkou Chang Gung Memorial Hospital

    Rabu (8/10/2025): Kesehatan Sun tidak mengalami perbaikan hingga dirujuk ke China Medical University Hospital di Taichung

    Jumat (10/10/2025): Sun dilaporkan meninggal dunia.

    Selain tidak bisa beristirahat karena sakit, dalam penerbangan 13 jam tersebut Sun tidak bisa melakukan konsultasi media pada layanan yang biasa digunakan maskapai. Selain itu, maskapai tidak mengantar Sun yang sedang sakit menuju klinik.

    Catatan penerbangan Sun selama 6 bulan terakhir sebetulnya tidak menunjukkan keanehan. Sun telah terbang rata-rata 75 jam per bulan, yang masih dalam batas regulasi. Sun telah bergabung selama 19 tahun dan ikut dalam berbagai rute penerbangan, termasuk yang memerlukan waktu hingga belasan jam.

    Menurut laporan media lokal, PYOK, kejadian yang menimpa Sun bukan kecelakaan. Kejadian tersebut adalah konsekuensi sikap abai selama beberapa tahun pada kondisi kesehatan awak kabin dan hak cuti. Dampak sikap abai ini sesungguhnya sudah bisa diprediksi, apalagi tanpa ada perbaikan sistem.

    Sebuah laporan menyatakan Eva Air tidak memiliki sistem cuti yang baik. Hak cuti memengaruhi kinerja, bonus, jadwal dan kru penerbangan lain. Mereka yang cuti seolah menambah beban kolega satu tim, yang seharusnya tak perlu terjadi. Sehingga cuti bisa diambil tiap saat bergantung kebutuhan, setelah berkoordinasi dengan rekan satu tim.

    Sikap Eva Air

    Para pejabat Eva Air menyatakan permintaan maaf atas tragedi yang menimpa Sun. Mereka mengatakan staf tersebut bersalah dan tidak terbiasa dengan tugasnya, sehingga meminta Sun mengirim surat izin cuti.

    Pejabat Eva Air juga mengklaim tidak ada yang salah dengan sistem cuti perusahaan. Menurut mereka, pekerja bisa menggunakan hak tersebut setiap saat bila ada keperluan. Kendati begitu, Eva Air mengatakan akan melakukan penyidikan internal perusahaan.

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Pulau Nusakambangan, Tempat Penjahat Kelas Kakap Ditahan

    Sejarah Pulau Nusakambangan, Tempat Penjahat Kelas Kakap Ditahan



    Cilacap

    Nama Pulau Nusakambangan terdengar kembali setelah pesinetron Ammar Zoni dijebloskan ke sana gegara narkoba. Bagaimana sejarah penjara ‘angker’ ini?

    Nama Nusakambangan memang sudah tersohor ‘angker’ bagi penjahat kelas kakap. Lokasinya yang terpencil dan terisolir di lepas pantai selatan Cilacap, Jawa Tengah membuatnya jadi lokasi yang sempurna bagi tempat untuk memenjarakan tahanan kelas berat.

    Mulai dari bandar narkoba, teroris, hingga terpidana mati akan dipenjara di pulau Nusakambangan. Yang terbaru adalah Ammar Zoni, pesinetron yang diduga ikut terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba.


    Ammar Zoni sempat ditahan di Lapas Kelas 1 Cipinang pada Juni 2025. Namun setelah dilakukan evaluasi dan mempertimbangkan risiko, Ditjen Pemasyarakatan memutuskan memindahkan Ammar Zoni dan 5 orang lainnya ke Lapas Nusakambangan.

    Sejarah Pulau Nusakambangan

    Di balik citra angkernya, Nusakambangan menyimpan jejak sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Pulau yang kini dikenal sebagai ‘Alcatraz-nya Indonesia’ ini dulunya bukan penjara sama sekali.

    Dahulu, Nusakambangan sempat ditetapkan sebagai monumen alam oleh pemerintah Hindia Belanda, sebelum akhirnya berubah fungsi menjadi penjara.

    Berdasarkan artikel ilmiah Perkembangan Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Kabupaten Cilacap oleh Muchamad Sulton dkk, serta Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Cilacap 1998-2015 oleh Ratri Radhitya Ningrum dkk, berikut sejarah pulau Nusakambangan:

    Sebelum dikenal sebagai pulau penjara, Nusakambangan awalnya ditetapkan sebagai ‘monumen alam’ oleh Pemerintah Hindia Belanda. Penetapan itu tercantum dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie tahun 1923 No. 382, yang menyebutkan batas wilayahnya mulai dari Teluk Penyu di utara hingga Samudra Hindia di timur.

    Kawasan ini semula dijaga karena dianggap memiliki nilai alam yang penting dan menjadi wilayah tertutup bagi kepentingan umum. Namun, status tersebut ternyata tidak bertahan lama.

    Pemerintah Hindia Belanda kemudian mengubah peruntukannya setelah melakukan kajian ulang terhadap potensi pulau ini. Pada 24 Juli 1922, Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengeluarkan keputusan baru yang dimuat dalam Berita Negara Hindia Belanda tahun 1928 No. 381.

    Dalam keputusan itu disebutkan bahwa seluruh wilayah Pulau Nusakambangan ditetapkan sebagai tempat penghukuman bagi orang-orang yang dijatuhi pidana. Sejak itu, berakhirlah statusnya sebagai monumen alam dan awal dari fungsi barunya sebagai pulau bui atau penal colony.

    Menurut Unggul Wibowo dalam bukunya Nusakambangan dari Poelaoe Boei Menuju Pulau Wisata, keberadaan narapidana di Nusakambangan bermula pada tahun 1861, ketika Pemerintah Hindia Belanda memanfaatkan tenaga napi untuk membangun benteng pertahanan di wilayah pulau.

    Lokasinya Terpencil dan Punya Potensi Agraris

    Dari proyek itu, pemerintah kolonial menyadari bahwa kondisi pulau yang terpencil sangat mendukung pengawasan dan pengamanan terhadap para tahanan. Keberhasilan tersebut menjadi dasar bagi Belanda untuk menetapkan Nusakambangan sebagai tempat penampungan tetap bagi orang-orang hukuman atau penal colony.

    Selain karena faktor keamanan, tanah Nusakambangan yang subur juga dinilai potensial untuk kegiatan agraris. Pemerintah kolonial kemudian menjadikan para narapidana sebagai tenaga kerja di perkebunan karet, membuka hutan, serta membangun infrastruktur pendukung.

    Untuk mendukung sistem itu, Belanda menerapkan pola open gesticht atau penjara terbuka. Para napi dilatih keterampilan agraris dan dipekerjakan dari pagi hingga sore di luar sel. Tujuannya bukan hanya sebagai hukuman, tetapi juga agar mereka memiliki keterampilan praktis yang bisa berguna setelah masa hukuman berakhir.

    Mulai 1908 Ditetapkan Sebagai Pulau Penjara

    Sebelum menetapkan Nusakambangan sebagai pulau penjara, Pemerintah Hindia Belanda melakukan penelitian terhadap beberapa pulau lain yang dipertimbangkan, seperti Pulau Nusa Barung di Jawa Timur, Prinsen Eiland di Ujung Kulon, dan Krakatau di Selat Sunda.

    Setelah melalui kajian, pilihan akhirnya jatuh pada Nusakambangan karena dinilai paling memenuhi syarat sebagai lokasi pembuangan narapidana. Pada tahun 1908, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan Nusakambangan sebagai bijzonderestraf gevangenis atau penjara khusus.

    Seluruh pengawasan administratif kemudian diserahkan kepada Raad van Justitie (Departemen Kehakiman). Berdasarkan Ordonansi Staatsblad Nomor 25 tahun 1912 dan Nomor 34 tahun 1937, wilayah ini secara resmi menjadi zona tertutup dan area penjara nasional.

    Seiring penetapan itu, sebagian besar penduduk asli Nusakambangan dipindahkan ke daerah Kampung Laut, Jojok, dan Cilacap. Hanya sebagian kecil yang bertahan, dan mereka bekerja membantu pembangunan benteng dan fasilitas kolonial. Setelah penduduk dipindahkan, seluruh pulau secara resmi dianggap sebagai wilayah penghukuman bagi para narapidana.

    Setelah Indonesia merdeka, fungsi Nusakambangan sebagai tempat pemasyarakatan tetap dipertahankan. Pada 1983, Menteri Kehakiman Ismail Saleh menetapkan Nusakambangan sebagai tempat pembinaan bagi narapidana yang sulit dibina di lapas lain. Sejak saat itu, pulau ini dikenal luas sebagai lokasi penahanan bagi terpidana kasus berat, termasuk korupsi besar, terorisme, dan hukuman mati.

    Wisata ke Pulau Nusakambangan

    Meski berstatus sebagai pulau penjara, tapi Nusakambangan ternyata bisa dikunjungi untuk wisata. Kunjungan ke Nusakambangan dibuka pada 1975.

    “Baru dibuka tahun 1975-an, sebelumnya pulau tertutup,” ujar Kartum, pemandu dari komunitas Jelajah Budaya yang menemani detikTravel ke Nusakambangan pada 2020 silam.

    Hanya, cara ke Nusakambangan memang sedikit berbeda. Ada dua akses menuju Pulau Nusakambangan. Yang pertama adalah melalui Dermaga Cilacap yang diperuntukkan untuk para napi, dan yang kedua adalah melalui Pantai Teluk Penyu yang terbuka untuk umum.

    Liburan ke Nusakambangan, Alcatraznya IndonesiaLiburan ke Nusakambangan, Alcatraznya Indonesia Foto: Johanes Randy

    Di pantai Teluk Penyu, ada sejumlah nelayan yang menawarkan paket ke Nusakambangan dengan harga terjangkau. Butuh waktu 15 menit naik kapal untuk menyeberang ke Nusakambangan

    “Rp 30 ribu sekali jalan dan Rp 50 ribu untuk keliling pulau,” ujar salah satu pemandu wisata yang menyewakan kapal cadik.

    Liburan ke Nusakambangan, Alcatraznya IndonesiaLiburan ke Nusakambangan, Alcatraznya Indonesia Foto: Johanes Randy

    Apabila berangkat dari Pantai Teluk Penyu, biasanya traveler akan diajak singgah ke kawasan Cagar Alam Nusakambangan Timur. Di sana dapat dijumpai sejumlah objek wisata sejarah berupa benteng peninggalan penjajah hingga pantai buat menikmati sunset.

    Sementara itu, untuk lembaga pemasyarakatan Nusakambangan, memang tidak terbuka untuk umum. Diperlukan izin khusus dari pihak terkait untuk dapat masuk ke dalamnya.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Air Terjun Ini Ada Batu Purba yang ‘Menjaga’ Laut Selatan

    Di Air Terjun Ini Ada Batu Purba yang ‘Menjaga’ Laut Selatan



    Sukabumi

    Di tengah air terjun yang mengalir dengan derasnya di geopark Ciletuh, ada sebuah batu yang konon ‘menjaga’ Laut Selatan pulau Jawa. Bagaimana kisahnya?

    Di lembah hijau Geopark Ciletuh, dua aliran air terjun kembar jatuh berdampingan dari tebing purba. Di antara gemuruhnya, berdiri sebongkah batu besar yang tak pernah bergeser.

    Bagi warga, batu itu bukan sekadar batuan karang tua, tapi “penjaga” yang dipercaya memberi tanda sebelum laut selatan murka.


    Siang itu, matahari menembus sela-sela pepohonan di tebing Curug Sodong. Suara air jatuh menggema ke seluruh lembah, memantul di dinding batu yang licin dan berlumut.

    Dari bawah, bongkahan batu itu tampak menonjol di tepi tebing seolah menggantung di udara. Tak ada penyangga yang jelas, tapi batu itu tetap kokoh di tempatnya, menantang waktu dan arus.

    “Dari dulu orang sini percaya, kalau batu itu sampai jatuh, laut bakal naik ke darat,” kata Anwar, warga Desa Ciwaru yang akhir pekan lalu sedang duduk di bebatuan pinggir curug.

    “Makanya kami anggap itu bukan batu sembarangan. Tapi ya, bukan buat ditakuti juga. Itu cuma tanda alam,” sambungnya.

    Cerita Anwar hidup turun-temurun di kampung ini. Warga menyebut batu itu batu penjaga, penanda yang dipercaya bisa memberi isyarat ketika laut selatan mulai bergolak.

    Mitos itu bahkan diakui secara resmi oleh pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Di area pandang Curug Sodong, sebuah papan besar bertuliskan #GeoMyth berdiri tak jauh dari lokasi air terjun.

    Dalam papan itu dijelaskan bahwa kepercayaan tersebut bukan sekadar tahayul, tetapi bisa dibaca melalui sudut pandang geologi.

    Mitos Batu Curug Sodong

    Dikutip dari panel informasi Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, tertulis bahwa jika arus sungai sederas apa pun tak mampu menjatuhkan bongkah batu tersebut, maka hal lain yang bisa menggoyahkannya adalah guncangan besar atau gempa bumi.

    Gempa di laut selatan, tulis panel itu, berpotensi menghasilkan tsunami. Dengan kata lain, mitos tentang batu yang akan jatuh sebelum laut naik bukan hanya legenda, melainkan bentuk kearifan lokal yang memuat pengetahuan alam.

    “Batu itu sudah ada sejak zaman kakek buyut saya,” lanjut Anwar. Ia menunjuk ke arah tebing di atas.

    Curug Sodong di Kabupaten Sukabumi.Batuan di Curug Sodong Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

    “Dari dulu ya begitu saja, nggak pernah bergeser. Jadi banyak yang percaya kalau itu memang batu penjaga,” sambungnya.

    Warga Ciletuh pun seakan-akan punya ‘batu penjaga’ sebagai simbol kewaspadaan terhadap perubahan bumi.

    Bagi pengelola Geopark Ciletuh, kisah semacam ini bukan sesuatu yang harus disangkal. Sebaliknya, ia dijaga dan dipakai sebagai alat edukasi. Cerita rakyat semacam itu dikenal dengan istilah geomyth legenda lokal yang ternyata menyimpan catatan geologi masa lalu.

    Cara Menuju ke Curug Sodong

    Curug Sodong sendiri berada di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sekitar 45 kilometer dari Pelabuhanratu.

    Air terjun ini termasuk destinasi utama dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang sudah diakui UNESCO. Tiket masuknya tergolong murah, hanya Rp12.000 per orang, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap hari.

    Dari area parkir, Curug Sodong terlihat utuh. Dua tirai air jatuh sejajar dari tebing setinggi hampir dua puluh meter, mengalir deras ke kolam alami di bawahnya.

    Di sisi kiri curug, jalan kecil dari tanah basah membawa pengunjung ke tepi air. Dari sana, batu besar di atas tebing tampak lebih jelas: menonjol, sedikit miring, tapi seolah ditahan oleh kekuatan tak terlihat.

    Kabut air membentuk pelangi kecil di sela dua aliran curug. Di latar belakang, batu “penjaga” itu tampak sendirian di tepi jurang.

    Di bawahnya, pengunjung sibuk berfoto, sementara beberapa orang berdiri diam, menatap ke arah batu itu antara kagum dan waspada.

    “Kalau dilihat lama-lama, memang kayak ada yang jaga,” kata Anwar sambil tersenyum. “Tapi kalau buat saya, itu cuma cara alam ngasih tahu kita supaya jangan sombong,” ucapnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Asyik! Purbaya Kasih Diskon PPN Tiket Pesawat Selama Libur Nataru

    Asyik! Purbaya Kasih Diskon PPN Tiket Pesawat Selama Libur Nataru



    Jakarta

    Kabar baik di akhir tahun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memberikan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat selama libur Nataru.

    Diskon PPN sebesar 6% itu bisa dimanfaatkan traveler untuk pembelian tiket pesawat selama periode liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.

    Kebijakan itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2025 tentang Pajak Penambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Ekonomi Pada Periode Libur Natal dan Tahun Baru yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026.


    Dalam aturan yang diteken 15 Oktober 2025 itu, diterangkan bahwa diskon PPN yang ditanggung pemerintah ini berlaku bagi penerbangan domestik saja.

    Diskon PPN jasa angkutan udara kelas ekonomi yang ditanggung pemerintah untuk tahun anggaran 2026 hanya sebesar 6 persen.

    “Penggantian sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) meliputi tarif dasar (base fare), fuel surcharge, dan biaya-biaya lain yang dibayar oleh penerima jasa yang merupakan objek PPN dan merupakan jasa yang diberikan oleh Badan Usaha Angkutan Udara,” tulis pasal 2 ayat 5 dikutip dari aturan tersebut, Sabtu (18/10/2025).

    Sedangkan PPN yang terutang atas penyerahan jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi yang ditanggung oleh penerima jasa sebesar 5%.

    Lebih lanjut, diskon PPN hanya diberikan pada periode-periode tertentu. Diskon PPN tiket pesawat hanya berlaku untuk periode pembelian tiket dan penerbangan yang dilakukan sejak tanggal 22 Oktober 2025 sampai dengan tanggal 10 Januari 2026.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikFinance.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Mau Keliling Dunia, Cukup ke The Great Asia Africa Saja

    Mau Keliling Dunia, Cukup ke The Great Asia Africa Saja

    Bandung

    Mau keliling dunia tidak perlu susah sekarang, tinggal liburan ke The Great Asia Africa di Bandung sudah bisa.

    Seperti nama tempatnya sendiri, tempat wisata ini mencakup negara di Asia dan Afrika. Di antaranya adalah negara kita yaitu Indonesia, diikuti oleh India, Thailand, Turki, Afrika, Jepang, dan yang terakhir Korea.

    Tempat ini memiliki suasana yang tenang, namun terasa ramai dikarenakan tempat ini tidak hanya memiliki bangunan-bangunan yang mewakilkan negaranya, tetapi tempat ini juga meliputi keindahan alam.


    Selain sebagai tempat wisata yang menyenangkan, tempat ini juga menjadi tempat wisata yang dapat mengedukasi pengunjungnya, dengan berbagai pengalaman kultural dari berbagai negara, seperti budaya, hingga kuliner.

    Tempat wisata ini berlokasi di Jl. Raya Lembang Bandung No.71, Gudangkahuripan, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, 40391.

    Karena di area Lembang suasananya cukup dingin, sehingga kamu tidak perlu begitu khawatir akan hawa yang panas. Tempat wisata ini juga dapat kita kunjungi setiap hari, baik hari kerja maupun hari libur, dari jam 09.00-18.00 WIB untuk weekday, dan 08.00-19.00 WIB untuk hari weekend.

    Harga tiket sendiri cuma Rp50.000 per orang. Anak yang berusia di bawah 2 tahun tidak akan dikenakan biaya masuk.

    Dari gerbang masuk dan berjalan lurus, kamu dapat menemukan foodcourt yang meliputi berbagai kuliner yang cukup beragam. Pada saat membeli tiket kamu akan mendapat sebuah voucher untuk mendapat 1 minuman gratis per tiket yang kamu beli. Voucher ini dapat kamu tukarkan di area foodcourt.

    Korea

    Ketika masuk dan mengikuti jalan, kamu akan disambut oleh negara Korea. Di kanan akan ada sebuah booth di mana kamu dapat menyewa baju tradisional Korea dan kamu juga dapat memasuki rumah tradisionalnya.

    Dengan turun ke bawah kamu dapat melihat cara proses fermentasi sebuah makanan yang sempat terkenal di Indonesia, yaitu kimchi. Selain dapat melihat proses pembuatan kimchi kamu juga dapat melihat jenis-jenis kimchi lainnya.

    Thailand

    Dengan turun mengikuti jalan ke bawah kamu dapat melihat area Thailand. Bagian ini hanya berfokus pada arsitektur di dinding yang mencerminkan arsitektur Thailand. Jika kamu mengikuti jalan lagi kamu akan menelusuri jembatan yang menuju ke bawah.

    Untuk yang memiliki kebutuhan khusus, seperti orang yang menggunakan kursi roda atau ibu hamil, lansia, kalian dapat menggunakan lift gondola yang berada di atas untuk turun ke bawah. Dengan gondola sendiri kamu dapat melihat pemandangan area bawah The Great Asia Africa secara menyeluruh.

    Turki dan India

    Saat menuju ke bawah kamu akan melihat sebuah gedung berwarna-warni yang cukup mencolok, yaitu gedung miniatur khas Turki yang sangat berwarna. Tempat ini cocok sekali jika ingin berfoto-foto dan kamu juga dapat menyewa kostum.

    Saat melanjutkan perjalanan dan sampai ke bawah kamu akan melihat India. Tempat ini mencangkup replika bangunan dari Jaipur yang dikenal sebagai The Pink City. Selain dapat berfoto di bangunan ini, kamu juga dapat menyewa baju tradisional India.

    Di dekat area ini kamu dapat menemukan wahana sky ride, dengan konsep yang cukup unik. Wahana ini mengharuskan kita mengayuh pedal untuk berjalan di rel yang berada di langit-langit dan mengelilingi area yang telah disediakan.

    Jepang

    Tidak jauh dari sana kamu dapat berkunjung ke negara Jepang dengan melewati sebuah jalan dari India. Disini kamu dapat menyaksikan arsitektur bangunan Jepang dan sebuah kolam ikan koi dengan jembatan merah di tengah yang menyambungkan satu sisi dengan sisi yang lainnya.

    Di area ini kamu dapat melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan. Terdapat area terapi ikan, memberi makan ikan, bumper boat, face painting, sewa baju tradisional Jepang, booth souvenir dan kamu juga dapat membuat sebuah permohonan dengan menulisnya dan menggantungkannya atau membawanya pulang.

    Afrika

    Lalu terdapat area Afrika yang meliputi patung, mural, dan rumah-rumah tradisional Afrika. Di area ini juga kamu dapat berfoto dengan hewan-hewan reptil seperti iguana dan yang lain-lainnya.

    Indonesia

    Setelah menelusuri negara yang banyak sekali, tentu kita pasti akan lelah. Karena itu terdapat foodcourt yang berfokus pada Indonesia. Di sini kamu dapat menemukan jajanan luar seperti tanghulu, es krim, dan cheese koin.

    Ketika mengikuti jalan melewati sebelah sungai kamu dapat menemukan makanan seperti batagor, bakso, dan makanan khas yang ada di area Bandung yaitu mie tek tek dan tahu susu Lembang.

    Di dekat sana juga terdapat wahana river train, dimana kita dapat menaiki sebuah kereta kecil dan mengelilingi sungai. Tempat ini juga menyediakan fasilitas yang bervariatif. Seperti toilet yang sudah disediakan di berbagai titik, ada mushola bagi umat muslim, juga playground dan tempat bersantai gazebo.

    The Great Asia Africa adalah tempat yang cocok untuk kamu yang mungkin tertarik mempelajari negara-negara dengan cara yang fun dan juga untuk berlibur dengan keluarga. Tempat ini menyediakan berbagai tempat menarik yang belum pernah dilihat sebelumnya dengan menggabungkan aspek wisata alam dengan wisata kekinian.

    Bisa diketahui jika kamu tidak harus mengelilingi tempat secara berurutan seperti urutan yang ada di pembahasan ini. Kamu dapat menembus dari satu negara ke negara yang lainnya, kecuali untuk negara Korea yang dipastikan akan ditemui paling pertama.

    Hal ini membuat tempat ini cukup fleksibel untuk dijelajah. Tetapi disarankan kamu menjelajahi Negara India dan Turki paling terakhir supaya menjadi mudah jika kamu benar-benar ingin menjelajahi melewati jalan awal hingga akhir.



    Sumber : travel.detik.com

  • Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar

    Maskapai yang Aneh, Penumpang Mau Rebahkan Kursi Malah Disuruh Bayar



    Vancouver

    Maskapai penerbangan WestJet akan segera mengumumkan kebijakan baru. Penumpang yang merebahkan kursi akan kena biaya tambahan!

    Maskapai penerbangan asal Kanada ini akan melakukan perombakan kabin besar-besaran di seluruh armadanya. Kalau sebelumnya hanya punya kelas ekonomi, maskapai ini akan mempromosikan kelas premium.

    Inovasi ini punya efek samping pada kelas ekonomi, kursi yang biasanya bisa direbahkan tidak akan tersedia lagi pada Boeing 737-8 MAX dan 737-800.


    Renovasi ini akan menghadirkan 43 pesawat dengan desain kabin baru. Pesawat pertama yang dikonfigurasi ulang diperkirakan akan mulai beroperasi bulan ini, sementara sisanya akan selesai awal tahun depan, dikurip dari USA Today, Jumat (17/10).

    Maskapai terbesar kedua di Kanada itu mengatakan bahwa desain ‘sandaran tetap’ membantu menjaga ruang pribadi penumpang kelas ekonomi. Nantinya, perbaikan kursi juga akan mencakup sandaran kepala, bantalan kursi, dan penyangga punggung.

    “Sepanjang pengujian pengguna oleh tamu kami, separuhnya menyatakan bahwa mereka lebih menyukai sandaran tetap untuk menghindari rasa terganggu oleh penumpang lain yang mengganggu ruang mereka,” kata maskapai tersebut.

    Kursi yang dapat direbahkan akan tetap ditawarkan bagi penumpang di kabin premium baru dan kursi nyaman yang diperluas, yang harganya lebih mahal.

    Tak hanya kursi penumpang, fasilitas seperti kamar mandi dan dapur juga akan diperbarui. Seluruh armada WestJet juga akan menerima Wi-Fi berkecepatan tinggi yang ditingkatkan, yang gratis bagi anggota WestJet Rewards. Peningkatan Wi-Fi diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2025.

    “Kabin ini telah dirancang dengan cermat untuk menawarkan layanan WestJet yang ramah di setiap anggaran,” kata Samantha Taylor, wakil presiden eksekutif dan kepala bagian pengalaman WestJet.

    “Hal ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan setiap aspek pengalaman perjalanan dan memenuhi permintaan tamu akan penawaran produk yang lebih beragam.”

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com