Category: Wisata

  • Pengumuman, Tiket Pesawat Murah buat Nataru Bisa Dibeli Mulai 22 Oktober

    Pengumuman, Tiket Pesawat Murah buat Nataru Bisa Dibeli Mulai 22 Oktober



    Jakarta

    Traveler yang berencana liburan saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 bisa mulai berburu tiket pesawat murah mulai 22 Oktober. Cek informasinya di sini.

    Tarif tiket pesawat murah untuk penerbangan Nataru itu merupakan program pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan menekan harga yang melonjak.

    Dikutip dari Instagram Kemenhub, Senin (20/10/2025), pembelian tiket murah itu dibuka mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026. Sementara itu, diskon tiket pesawat pada periode Nataru berlaku untuk penerbangan mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.


    Diskon harga tiket pesawat untuk liburan Nataru itu diperkirakan dapat diberikan kepada sekitar 3.598.590 orang dengan penurunan tiket sebesar 13-14%.

    Penurunan tiket pesawat pada periode Nataru itu dilakukan dengan beberapa cara, pertama lewat penurunan biaya tambahan bahan bakar penerbangan alias fuel surcharge dan kedua diskon pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian tiket pesawat.

    Selain dua kebijakan tersebut, penurunan harga tiket pesawat rencananya juga dilakukan dengan pemotongan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) yang dipungut operator bandara sebesar 50% dan penurunan harga avtur senilai 10% pada 37 bandara.

    Selain itu, Kemenhub bakal memberikan pelayanan ekstra di bandara saat Nataru. Yakni, jam operasional bandara lebih panjang, hingga 24 jam.

    Buat traveler yang melakukan perjalanan saat Nataru dengan kereta api, tarif promo juga diberikan pada 22 Desember 2-25-10 Januari 2026. Yakni, berupa potongan harga 30% dari harga tiket normal buat 1.509.080 penumpang.

    Angkutan laut juga menyiapkan tarif promo, yakni potongan harga 20% dan tarif dasar untuk 405.881 penumpang. Sementara itu, angkutan penyeberangan akan ada penghapusan jasa pelayanan pelabuhan pada kelas reguler dan penurunan harga tiket eksklusif menjadi harga tiket reguler pada periode 10 Desember 2025 hingga 10 Januari 2025.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gemas & Bikin Lapar! Pameran Rajutan Tema Makanan di Kemang, Jajan Pasar Sampai Bento

    Gemas & Bikin Lapar! Pameran Rajutan Tema Makanan di Kemang, Jajan Pasar Sampai Bento



    Jakarta

    Pameran seni unik tersaji Kemang, Jakarta Selatan. Berbagai ‘makanan’ disuguhkan, padahal dari rajutan tapi sukses menipu mata sampai bikin lapar.

    Kalau biasanya traveler ke Kemang buat ngopi atau berburu kuliner, kali ini bisa menemukan alasan baru buat jalan-jalan ke tempat yang dinobatkan sebagai salah satu kawasan paling keren di dunia 2025 versi TimeOut. Ini sebuah pameran seni yang bakal bikin detikers ‘ngiler’, meskipun bukan makanan sungguhan.

    Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta SelatanPlayful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan (Qonita Hamidah/detikcom)

    Namanya Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan. Pameran dibuka Senin-Jumat pukul 11.00-20.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-20.00.


    Tiket masuk pameran ini gratis bagi pengunjung yang ingin merasakan nuansa nyeni di Kemang. Di sini, semua makanan bukan untuk dimakan, tapi untuk dikagumi, karena semuanya terbuat dari benang rajutan.

    Makan Jadi Seni, Seni Jadi Mainan

    Saat masuk ke ruangan pameran, traveler akan disambut oleh tumpukan jajanan pasar yang bukan terbuat dari tepung melainkan dari benang berwarna warni, seperti onde-onde, pastel, kue lumpur, tumpeng, hingga bento Jepang dan makanan Korea yang semuanya dijahit dengan detail yang akan membuat detikers takjub. Seniman asal Bandung, Mulyana, menciptakan karya ini sebagai bagian dari proyeknya yang disebut Food Monster Project.

    Dari kejauhan, bentuk dan warnanya mengecoh mata. Mengundang rasa lapar.

    Setelah didekati, baru deh ketahuan itu bukan makanan sungguhan tetapi dari rajutan. Sudah begitu makanan-makanan itu memiliki ekspresi masing-masing, ada yang lucu, marah, aneh, bahkan ada yang sedikit menyeramkan.

    Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta SelatanPengunjung menikmati koleksi di Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan (Qonita Hamidah/detikcom)

    Pameran itu bertujuan sebagai upaya memperluas jangkauan imajinasi ke gaya hidup dan fashion.

    “Tahun 2025, food monster kali ini diadakan di ruang kolaborasi, seperti Dia.Lo.Gue di Kemang ini, sebagai upaya memperluas jangkauan imajinasi ke gaya hidup dan fashion,” kata Ami, salah satu petugas di Pameran Food Monster.

    Spot Foto Baru di Kemang yang Instagramable

    Bukan cuma lihat-lihat, detikers juga bisa berinteraksi langsung di area “Modula Monster.” Di sini, traveler bisa main dengan kaca dan properti makanan rajutan. Pas difoto, pantulan cermin akan membuatmu terlihat seperti monster makanan yang hasilnya super unik dan cocok banget buat konten Instagram.

    Kalau mau hasil yang lebih keren, detikers bisa ambil foto dengan biaya Rp 50 ribu. Selain itu, traveler bisa mencoba bikin karya food monster versi sendiri.

    Lewat playful bites, Mulyana ingin menunjukkan bahwa makanan bukan cuma soal rasa, tapi juga tentang kebersamaan dan kenangan di meja makan. Setiap rajutan dibuat dari ribuan simpul kecil yang melambangkan bagaimana manusia saling terhubung dengan sederhana tapi penuh makna.

    Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta SelatanSalah satu ‘hidangan’ di Playful Bites-A Solo Exhibition by Mulyana, berlangsung dari 1 Oktober hingga 31 Desember 2025 tempatnya di Dia.Lo.Gue Artspace, Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan (Qonita Hamidah/detikcom)

    Salah satu pengunjung, Dera, terkesan dengan pameran itu. Dia tidak menyangka rajutan bisa begitu menggemaskan di mata.

    “Pameran ini bikin kita lihat makanan dari sisi yang seru dan imajinatif. Ada kue basah, ada sushi, semua dibuat jadi monster lucu. Lucu banget buat difoto,” kata dia.

    Kemang, Dari Tempat Nongkrong ke Destinasi Seni Dunia

    Kawasan Kemang baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu kawasan paling keren di dunia versi Timeout 2025. Pameran seperti ini menjadi bukti bahwa Kemang bukan cuma tentang kafe dan bar, tapi juga tempat di mana seni, gaya hidup, dan kreativitas bertemu.

    Ada baiknya, sebelum tahun berganti, detikers sempatkan mampir dan rasakan pengalaman nyeni tapi playful di jantungnya Kemang. Nah, salah satu destinasi yang wajib dikunjungi adalah pameran ini.

    Ya, playful bites Kemang menyuguhkan pameran yang unik dan gratis, juga spot foto yang instagramable banget, bisa buat karya rajutan sendiri, dan cocok buat healing, ngonten, dan nambah inspirasi seni.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Jadi Area Paling Keren, Kampung Kemang Kini Sepi dan Terlupakan

    Dulu Jadi Area Paling Keren, Kampung Kemang Kini Sepi dan Terlupakan



    Jakarta

    Kawasan Kemang di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terpilih sebagai salah satu area paling keren di dunia 2025. Deretan pertokoan elite berjajar sepanjang jalan yang hidup sepanjang malam. Gaya hidup urban berpadu dengan kesederhanaan dan kehangatan khas Jakarta.

    Di balik gemerlap Kemang, terselip area yang sempat hype namun kini seolah terlupakan. Dulu Kampung Kemang sempat ramai disebut sebagai salah satu spot kuliner kekinian. Jejak kejayaannya masih bisa disaksikan di media sosial dan berbagai unggahan di internet.

    Namun kenyataannya sangat berbeda ketika detikTravel mengunjungi Kampung Kemang pada Minggu (19/10/2025). suasana di kawasan food court yang berlokasi di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan itu tampak sepi. Alih-alih dipenuhi pengunjung, hanya terlihat dua orang di bagian depan.


    Kampung Kemang yang sepi di 2025.Kampung Kemang yang sepi di 2025 (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Kayu pagar pintu masuk sudah mulai usang dan kursi kayu yang dulu jadi spot favorit pengunjung tampak mengeropos. Kendati tak lagi ramai seperti dulu, Kampung Kemang masih dibersihkan dan dirawat sehingga masih terlihat rapi walau nyaris tak ada kehidupan.

    “Untuk perawatannya kami hanya membersihkan biasa, tidak ada perawatan khusus, dibersihkan dan disapu,” kata Rizki yang bertindak sebagai Supervisor Kampung Kemang.

    Hanya 5 tenant yang terlihat buka sore itu, dari total 12 lokasi dengan 7 di bagian depan dan 5 di belakang area. Selebihnya tutup dan sebagian bahkan dijadikan tempat penyimpanan meja serta kursi. Beberapa ruangan tampak seperti ruang rapat kosong.

    “Tempat yang tutup itu terkendala dengan harga, harga sewa tenant food court dihitungnya per tahun,” jelas Rizki.

    Saat sedang ramai, sekitar 50 pengunjung bisa keluar masuk Kampung Kemang. Jumlah ini jelas berbeda dengan ketika Kampung Kemang baru buka di tahun 2023. Nuansa Kampung Kemang yang dulu jadi tempat nongkrong, paling update, dan punya banyak pilihan kuliner perlu sentuhan baru agar bisa kembali ramai dikunjungi.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Siap Ungkap Misteri Gunung Padang, Peneliti: “Nanti Akhir Oktober”

    Siap Ungkap Misteri Gunung Padang, Peneliti: “Nanti Akhir Oktober”



    Jakarta

    Peneliti Gunung Padang bersiap mengungkap misteri dan hasil penggalian situs megalitikum tersebut. Pengungkapan fakta dilakukan usai proses penelitian dan pemugaran tahap awal. Riset ini tidak hanya dilakukan di bawah permukaan situs, tapi juga pada bagian permukaan.

    “Nanti di akhir Oktober 2025 kami akan sampaikan hasilnya. Yang jelas ada beberapa temuan baru,” kata Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar, Senin (20/10/2025), dikutip dari detikJabar.


    Temuan yang terdiri dari berbagai bahan karbon ini akan diteliti untuk mengetahui usia Situs Megalitikum Gunung Padang. Selain usia, uji karbon juga untuk mengetahui berbagai jejak di seputar situs Gunung Padang. Info ini tentunya bisa diakses masyarakat luas.

    Sebagai informasi, titik penggalian berada di teras pertama, ketiga, keempat, dan kelima. Titik penggalian paling besar berada di teras keempat. Penelitian dan pemugaran lanjutan Situs Gunung Padang dilakukan pada Agustus-Oktober 2025 dengan melibatkan 100 orang ahli dari berbagai bidang keilmuan.

    Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sempat datang ke Situs Megalitikum Gunung Padang pada Selasa (7/10/2025) tengah malam. Kedatangannya tidak hanya untuk memeriksa proses pemugaran dan penelitian, tetapi juga menyimpan makna serta harapan tersendiri untuk situs yang lebih tua dari Piramida Giza di Mesir tersebut.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Thailand Kasih Privileges buat Turis, Apa Itu?

    Thailand Kasih Privileges buat Turis, Apa Itu?



    Jakarta

    Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) meluncurkan promosi wisata terbaru bertajuk Amazing Thailand Passport Privileges 2025. Program ini menawarkan diskon eksklusif, aneka privilege, dan suvenir bagi turis seperti dikutip dari TAT News pada Sabtu (18/10/2025).

    Program Amazing Thailand Passport Privileges 2025 ini akan berlangsung pada 1 November-15 Desember, dengan harapan bisa mengenalkan wisata negara ini seluas-luasnya. Dengan langkah promosi yang tepat, target pariwisata yang ditetapkan pemerintah bisa tercapai.

    “Kampanye Amazing Thailand Passport Privileges 2025 merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong perjalanan dan belanja wisatawan internasional, memastikan pemulihan sektor pariwisata di jalur menuju target yang ditetapkan pada kuartal terakhir tahun ini,” tulis TAT News.


    Program ini mempromosikan beragam produk dan layanan perjalanan yang terhubung dengan lima pengalaman wajib di Thailand. Pengalaman ini terdiri dari mencoba kuliner, muay thai, fashion dan tekstil, beragam destinasi dan pengalamannya, serta nonton aneka festival budaya.

    Untuk mengikuti kampanye ini, turis cukup menunjukkan paspor mereka di Bandara Internasional Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket untuk mendapatkan amazing bag. Tas ini berisi suvenir buatan komunitas dan kesempatan memenangkan voucher perjalanan senilai lebih dari 1.000.000 baht.

    Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengunjung, menarik lebih banyak wisatawan internasional, dan mendorong kunjungan berulang ke Thailand. TAT memperkirakan kampanye Amazing Thailand Passport Privileges 2025 bisa menghasilkan pendapatan 400 juta baht, sehingga memperkuat ekonomi pariwisata Thailand, memperluas distribusi pendapatan lintas sektor, dan memperkuat citra negara sebagai pusat pariwisata regional.

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Strategi Baru Bandara Kertajati Melawan Sepinya Penerbangan

    Strategi Baru Bandara Kertajati Melawan Sepinya Penerbangan



    Jakarta

    Pengelola Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, berencana menerapkan cara baru untuk mengatasi minimnya aktivitas dan revenue fasilitas tersebut. Pengelola akan fokus pada pelayanan kargo dan MRO.

    “Kami fokus dulu di kargo dan MRO (maintenance, repair, and overhaul),” ucap Senior Executive Vice President BIJB, Ronald Sinaga dalam pertemuan dengan Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan (APJAPI), Senin (20/10/2025) di BIJB.

    Namun, bukan berarti pengelola Kertajati mengesampingkan penerbangan komersial. Dalam paparannya, ke depan Bandara Kertajati juga sudah melakukan pembicaraan dengan pihak maskapai Garuda untuk penerbangan umrah.


    Pertmuan Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan (APJAPI) dan pihak Bandara Internasional Jawa Barat, di Kabupaten Majalengka, Senin (20/10/2025).Pertmuan Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan (APJAPI) dan pihak Bandara Internasional Jawa Barat, di Kabupaten Majalengka, Senin (20/10/2025) (dok. Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    “Jadi kita itu harus kreatif, mana dulu nih? Yang penting kita jangan sampai nggak punya duit kan, kita dikasih duit tapi revenue nggak ada. Jadi kita mencari cara bagaimana kita bisa dapat revenue,” ungkap Ronald.

    Ronald yakin untuk keberlangsungan Bandara Kertajati, pihaknya harus kreatif dalam melihat situasi yang terjadi. Dengan proyeksi dan strategi yang diterapkan, Ronald berharap potensi mendapatkan revenue dari non penerbangan komersialnya bisa terjadi.

    “Dengan adanya layanan non komersial, revenue akan ada karena pesawat take off dan landing. Kalau misalnya in-line maintenance-nya di sini, pesawat datang misalnya sekalian bawa penumpang, supaya nggak rugi kan airlines,” jelas Ronald.

    Kabar terbaru, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat sepakat untuk penyertaan modal daerah (PMD) dengan besar Rp 150 miliar untuk BIJB. Ronald mengatakan dana tersebut dipakai untuk operasional perawatan bandara.

    “Itu kan bukan biaya tiba-tiba, itu biaya memang seperti untuk biaya listrik, air, kemudian biaya perawatan bandara. Ini udah delapan tahun loh, makin sini makin banyak nih, misalkan runway terkelupas kan harus diperbaiki,” jelas Ronald.

    Sepinya Bandara Kertajati memang seperti momok yang terus menghantui pemerintahan pusat dan daerah sejak berdiri pada 2018. Saat ini aktivitas penerbangan yang dilakukan dari Bandara Kertajati hanya diisi maskapai Scoot dengan rute Kertajati-Singapura, dua kali dalam seminggu.

    (upd/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Biaya Tiket Masuk Gunung Rinjani, Resmi Naik pada 3 November 2025

    Biaya Tiket Masuk Gunung Rinjani, Resmi Naik pada 3 November 2025


    Jakarta

    Tarif masuk Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi naik yang mulai diterapkan pada Senin (3/11/2025). Menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) World Class Mountaineering Balai TNGR, Budi Soesmardi, saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi.

    “Jadi tanggal 3 November 2025 mulai berlaku. Saat ini masih sosialisasi untuk mendengar masukan para pelaku wisata lingkar Rinjani,” kata Budi dikutip dari detikBali pada Selasa (21/10/2025)

    Tiket Masuk Gunung Rinjani

    Berikut besaran tarif masuk TNGR seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang jenis dan tarif PNBP di lingkungan Kementerian Kehutanan.


    Tiket Masuk Gunung Rinjani Pendakian Kelas I

    • Wisatawan mancanegara: Rp 250 ribu per hari
    • Wisatawan domestik: Rp 50 ribu per hari
    • Pelajar dan mahasiswa domestik: Rp 25 ribu per hari

    Tiket Masuk Gunung Rinjani Pendakian Kelas II

    • Wisatawan mancanegara: Rp 200 ribu per hari
    • Wisatawan domestik: Rp 20 ribu per hari

    Tiket Masuk Gunung Rinjani Non-Pendakian

    • Wisatawan mancanegara: Rp 150 ribu per hari
    • Wisatawan domestik: Rp 10 ribu per hari
    • Pelajar dan mahasiswa domestik: Rp 25 ribu per hari

    Sementara untuk porter, tarif jasa tidak dijelaskan dalam aturan ini. Total biaya porter adalah kesepakatan penyewa dan penyedia layanan.

    Sebagai perbandingan, ini tarif masuk Gunung Rinjani sebelumnya:

    • Wisatawan mancanegara: Rp 150 ribu per hari ditambah Rp 200 ribu untuk asuransi
    • Wisatawan domestik: Rp 10 ribu per hari ditambah Rp 15 ribu untuk asuransi
    • Porter: Rp 175-250 ribu sesuai kesepakatan dengan pendaki.

    Status Gunung Rinjani kini masuk kategori kelas I dalam pembagian kelas tiket masuk wisata alam di taman nasional. Seiring dengan kenaikan kelas, besaran tiket masuk juga berubah untuk memperbaiki layanan dan memastikan keselamatan pendaki.

    “Semula Gunung Rinjani di kelas II, sekarang jadi kelas I sehingga harga tiket masuk naik. Kumlah kenaikan ini masih kita sosialisasikan, kita tunggu info selanjutnya karena belum final,” kata Kepala Balai TNGR Yarman Waru.

    Selain memperbaiki layanan, kenaikan harga tiket diharapkan bisa meningkatkan fasilitas bagi para pendaki. Misalnya pembangunan shelter di beberapa titik dan pengadaan peralatan evakuasi pendaki. Harapan lain adalah peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kawasan Rinjani, yang pada 2024 mencapai Rp 22,5 miliar.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Harimau Vs Kucing, Siapa yang Menang?

    Harimau Vs Kucing, Siapa yang Menang?


    Jakarta

    Jika ada harimau melawan kucing, maka pemenangnya bisa dipertimbangkan dari ukuran tubuh. Harimau bisa menang seperti dikutip dari situs PetCareRx, karena badan yang lebih besar dan kuat. Harimau juga punya kemampuan berburu lebih baik sebagai predator puncak.

    Kendati begitu, peluang kucing sama sekali tidak bisa diremehkan. Kucing mungkin tidak lantas mengalahkan harimau, atau bikin raja hutan tewas. Namun kucing dengan ketajaman insting dan kemampuan berburu berpeluang selamat dari terkaman harimau.

    Kucing juga fleksibel dengan ukuran tubuh lebih kecil dan sangat lincah. Dia bisa berlari dan berkelit dari terkaman harimau dengan semua kekuatannya. Setelah bebas, kucing bisa berlari dengan cepat mencari selamat dari serangan harimau.


    Pada kenyataannya, kucing memang bisa sangat berani pada harimau. Induk kucing tak segan mengeluarkan suara ancaman, menegakkan bulu, memamerkan taring dan cakar jika ada harimau yang hendak mengganggu anak atau kandangnya. Perbedaan tubuh tidak jadi soal bagi seekor induk kucing.

    Apakah Harimau Takut Kucing?

    Sebetulnya, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan harimau takut kucing. Dengan tampilan yang lebih superior, harimau lebih unggul daripada kucing. Dikutip dari buku Mengenal Nama 100 Ikan Air Tawar & Air Laut karya Aifa Syah, tinggi harimau dewasa bisa mencapai 3 meter.

    Bobot tubuh harimau bisa mencapai ratusan kilogram dengan kecepatan lari 60 km/jam. Artinya, harimau bisa dengan tepat dan cepat memburu mangsanya. Selain itu, harimau punya kemampuan yang tidak ada di kucing. Misal, mampu berenang di danau hanya untuk bermain-main.

    Dikutip dari NDTV, harimau bisa takut pada beberapa hewan yang lebih agresif dan punya tubuh lebih besar. Misal jaguar, luwak madu, gorila, kuda nil, dan buaya. Hewan-hewan ini memiliki kemampuan berburu lebih baik dari kebanyakan serta insting melawan dan melindungi kawanan yang tidak bisa diremehkan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Belajar dari Changi, Kawasan Sekitar Bandara Kertajati Juga Harus Dihidupkan



    Jakarta

    Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka kini sangat sepi. Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan (APJAPI) menyebut perlu adanya kerja sama lintas sektor untuk mengembangkan potensi di sekitar bandara itu, termasuk pariwisata.

    Ketua APJAPI, Alvin Lie, menilai investasi besar dari pembangunan Bandara Kertajati belum mencerminkan hasil yang positif sampai saat ini.

    “Investasinya besar tapi kalau dihitung secara bisnis belum memenuhi harapan, masih jauh dari memenuhi harapan. Tentunya masih banyak potensi-potensi ini yang perlu dibangkitkan untuk menarik partisipasi perusahaan-perusahaan untuk bisnis,” kata Alvin dalam kunjunganya ke BIJB, Senin (20/10/2025).


    Alvin mengatakan, yang bisa memberi dampak positif bagi ekosistem Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati bukan hanya bandara itu sendiri, tetapi juga kawasan di sekitarnya. Dia mencontohkan Bandara Changi di Singapura sebagai contoh bandara yang berkembang bersama lingkungannya.

    “Karena yang bisa dijual dalam tanda kutip mendatangkan baik itu investor, tamu pengunjung, turis, itu adalah potensi dari kawasan ini, bukan bandaranya. Seperti juga Changi di Singapura, nggak ada orang datang ke Singapura hanya untuk ke Changi saja, Changi itu hanya bonus,” kata Alvin.

    Dalam kesempatan yang sama, Senior Executive Vice President BIJB, Ronald Sinaga, sebelumnya menjelaskan master plan kawasan yang dimiliki oleh pihaknya. Salah satunya ekosistem yang masuk dalam bagian Bandara Kertajati adalah pariwisata.

    Ronald mengutarakan hal ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk wilayah tersebut. Karena masih kurangnya inisiatif dari lintas pihak dalam mengembangkan potensi yang ada.

    “Di belakang ini itu ekosistemnya yang pertama adalah amenities, yaitu hotel, restoran, dan lain-lain, juga destinasi wisata. Itu harus menjadi PR bagi yang di belakang kita,” kata Ronald.

    Ia menjelaskan bahwa sebetulnya potensi pariwisata di sekitar Bandara Kertajati sangat bagus. Namun, sayangnya masih terdapat beberapa hal yang tidak mendukung potensi tersebut.

    Sebagai contoh misalnya infrastruktur, Ronald mengatakan jalan menuju destinasi yang tidak terurus ataupun banyak kerusakan.

    “Kalau kita lihat surrounding kita ini bagus-bagus daerah-daerahnya. Ini tempat-tempat tourism destination cukup baik di daerah, cuma itu tadi pr-nya masih banyak tourism-nya bagus tapi jalannya jelek itu,” kata Ronald yang punya latar belakang sebagai bankir.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Agar Tak Terlacak, Permata Curian dari Museum Louvre Kemungkinan Dilebur

    Agar Tak Terlacak, Permata Curian dari Museum Louvre Kemungkinan Dilebur



    Paris

    Perhiasan warisan kerjaan Prancis yang dicuri dari Museum Louvre pada Minggu (19/10/2025) diyakini sulit ditemukan. Muncul dugaan benda-benda itu tak utuh lagi.

    Perampokan itu menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi pengelola museum dan kota Paris, tetapi juga bagi Prancis secara keseluruhan. Keamanan museum pun kini dipertanyakan. Presiden Emmanuel Macron bahkan bersumpah untuk menemukannya kembali.

    Christopher A. Marinello, pakar terkemuka dalam pemulihan karya seni curian, membuka suara terkait insiden itu. Dia mengkritik sistem keamanan di Museum Louvre sekaligus menduga pergerakan barang curian itu.


    Dikutip dari The Guardian pada Selasa (21/10), Marinello menjelaskan bahwa pencurian karya seni biasanya didorong oleh nilai uang dari benda yang dicuri.

    “Polanya sederhana: ambil, hancurkan, dan lebur secepat mungkin,” ujar dia.

    Nah, dengan perhiasan yang mudah dikenali, seperti benda-benda yang dirampok dari Museum Louvre, si perampok akan kesulitan menemukan pembeli.

    “Tidak mungkin menjual barang seperti permata Louvre di pasar resmi karena terlalu mudah dikenali,” kata Lynda Albertson dari Asosiasi Penelitian Kejahatan terhadap Seni, organisasi yang memantau kasus pencurian dan vandalisme di museum.

    Menurut Albertson, barang-barang itu akan langsung dikenali karena Kementerian Kebudayaan telah merilis foto-foto karya tersebut. Kolektor pribadi atau balai lelang seperti Sotheby’s atau Christie’s juga bakal meminta dokumen yang membuktikan kepemilikan yang sah sebelum menyentuh karya-karya yang mencolok seperti itu.

    Dulu, museum sering kali enggan mengumumkan hilangnya karya seni terkenal dan memilih diam karena malu. Saat ini, pencurian karya seni semakin dipublikasi agar penyimpanan dan penjualan karya seni curian menjadi bisnis yang berisiko bagi penjahat mana pun.

    “Jika Anda mencuri sebuah lukisan Picasso, lukisan itu harus tetap utuh atau tidak akan berharga lagi, dan Anda harus memikirkan cara untuk menyembunyikannya, mungkin dengan mengedarkannya kepada pelaku kriminal kelas kakap,” kata Marinello.

    “Dan Anda terus-menerus terpapar risiko kaki tangan yang minta uang tebusan,” dia menambahkan.

    Untuk alasan serupa, detektif di bidang seni Arthur Brand mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan pencurian itu dilakukan atas perintah, seperti yang dilaporkan media Belanda.

    “Dicuri atas perintah adalah sesuatu dari film-film Hollywood,” katanya.

    “Tidak akan ada pembeli. Lukisan ini ada di seluruh dunia dan di semua surat kabar. Jika Anda membeli ini, jika Anda tertangkap, Anda akan berakhir di penjara. Anda tidak dapat menunjukkannya kepada teman-teman Anda, Anda tidak dapat mewariskannya kepada anak-anak Anda,” ujar dia lagi.

    Mengubah karya yang dicuri dengan melebur atau memotong ulang akan mengurangi nilainya. Jika itu berlian maka akan ada risiko besar karena teknik pemotongan kontemporer membuat batu tersebut memiliki permukaan yang lebih besar dan ringan, dan batu yang dipotong secara antik akan menarik perhatian yang tidak diinginkan atau menawar harga untuk menutupinya.

    Meski berisiko, namun peleburan atau pemotongan ulang akan menghilangkan bukti kejahatan.

    “Dugaan saya, para pencuri Louvre akan mencoba membawa barang curian ke tempat-tempat yang memiliki keahlian berlian seperti Israel, India, atau bahkan yang terdekat seperti Antwerpen, dan mereka akan mencari seseorang untuk memotong permata-permata itu,” kata Marinello.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com