Category: Wisata

  • Museum di Jepang Bolehkan Pengunjung Pegang-pegang… Koleksi

    Museum di Jepang Bolehkan Pengunjung Pegang-pegang… Koleksi



    Morioka

    Sebuah museum kecil di Kota Morioka, Prefektur Iwate, Jepang, menawarkan pengalaman tak biasa. Pengunjung diperbolehkan untuk menyentuh koleksi di sana.

    Berbeda dari museum pada umumnya yang melarang menyentuh koleksi, museum tersebut justru mendorong para tamu. Khususnya penyandang tunanetra untuk menjelajahi semua pameran lewat sentuhan.

    Dilansir dari Kyodo, Kamis (2/10/2025) museum yang dikelola secara pribadi tersebut menjadi tujuan istimewa bagi penyandang tunanetra dari berbagai penjuru Jepang. Di sana, imajinasi tidak hanya dibangun lewat cerita, tetapi diwujudkan melalui pengalaman langsung.


    “Tujuan saya adalah menciptakan tempat di mana pengunjung tunanetra dapat menemukan hal-hal baru, tidak peduli seberapa sering mereka datang,” ujar Direktur Museum, Wakana Kawamata.

    Museum unik itu menempati ruang seluas 165 meter persegi di lantai dua rumah keluarga Kawamata. Di dalamnya, terdapat berbagai koleksi patung hewan seperti singa, hiu, hingga burung merak yang tampak begitu realistis.

    Semua koleksi tersebut dapat disentuh bebas oleh para pengunjung. Kawamata secara pribadi memilih objek-objek yang dipamerkan sesuai dengan minat setiap tamu dan memberikan penjelasan secara langsung.

    Meski kunjungan hanya bisa dilakukan dengan reservasi dan maksimal dua kelompok per hari, museum tersebut tetap dikunjungi sekitar 450 orang setiap tahunnya. Pendekatan personal inilah yang menjadi nilai jual utamanya.

    Misalnya, pecinta sejarah bisa meraba shuriken dan alat tulis dari Zaman Edo, sementara penyuka arsitektur dapat mengeksplorasi miniatur bangunan warisan dunia.

    Museum ini pertama kali didirikan pada tahun 1981 oleh almarhum Masataro Sakurai, seorang guru tunanetra di sekolah luar biasa setempat. Ia membangunnya dengan dana pribadi sebagai bentuk dukungan terhadap keinginan belajar para penyandang tunanetra.

    Selama bertahun-tahun, Sakurai mengumpulkan dan bahkan membuat sendiri berbagai spesimen. Koleksinya kini mencapai sekitar 3.000 item. Namun pada 2010, museum sempat tutup karena kondisi kesehatannya yang menurun.

    Kala itu, Kawamata tengah bekerja di Tokyo. Namun setelah berkunjung ke museum, ia merasa terdorong untuk melanjutkan perjuangan Sakurai.

    “Tidak mungkin saya bisa meninggalkan tempat ini,” ungkap Kawamata.

    Ia pun memutuskan untuk mengambil alih dan kembali membuka museum pada 2011 di lokasi yang sekarang.

    Mayoritas pengunjung museum saat ini berusia antara 60 hingga 80 tahun. Kawamata menyadari bahwa meskipun banyak dari mereka memiliki pengetahuan luas, pengalaman langsung mereka terhadap benda-benda nyata sangat terbatas.

    Salah satu momen yang membekas adalah saat seorang pengunjung menyentuh berang-berang laut yang diawetkan dan berkata, ‘Saya selalu mengira itu ikan. Saya tidak percaya ia punya kaki’.

    Ada pula yang menganggap posisi ikan di kemasan supermarket mencerminkan cara berenangnya di alam.

    “Saat-saat seperti itu membuat saya menyadari bahwa mungkin ada lebih banyak orang dengan gangguan penglihatan yang telah menjalani hidup dengan menelan keraguan mereka daripada yang saya duga sebelumnya,” tutur Kawamata.

    Untuk memperkaya pengalaman tersebut, museum kini menata objek secara berdampingan seperti anjing rakun di sebelah rubah atau model gajah disandingkan dengan jerapah. Tujuannya agar pengunjung dapat membandingkan dan membentuk gambaran yang lebih akurat.

    “Saya ingin mereka memahami apa yang mereka pelajari di sini dengan sangat jelas, sehingga mereka bisa menjelaskannya kepada orang lain dengan kata-kata mereka sendiri,” tambahnya.

    Tak hanya soal koleksi, museum itu juga menjadi ruang yang aman untuk berdiskusi. Setiap kunjungan dimulai dengan percakapan ringan, termasuk menanyakan tingkat disabilitas pengunjung. Meski awalnya ragu, Kawamata kini melihat pendekatan ini justru disambut baik.

    “Saya diberi tahu bahwa tidak masalah untuk bertanya apa pun, selama saya berusaha memahami,” pungkasnya.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Filipina Diguncang Gempa! Puluhan Warga Meninggal dan Gereja Kuno Hancur

    Filipina Diguncang Gempa! Puluhan Warga Meninggal dan Gereja Kuno Hancur



    Cebu

    Pulau Cebu di Filipina diguncang gempa dahsyat pada hari Selasa (1/10) dengan kekuatan magnitudo 6,9. Gempa ini menyebabkan 72 warga meninggal dan bangunan-bangunan rata dengan tanah.

    Salah satu bangunan penting yang luluh lantak karena gempa Cebu ini yaitu Gereja Santa Rosa de Lima, sebuah gereja berusia berabad-abad yang terletak di Daanbantayan. Menurut media setempat, gereja mengalami keruntuhan sebagian. Meskipun mengalami kerusakan, Sakramen Mahakudus dan gambar Santa Rosa de Lima tetap utuh.

    Dilansir dari Asianews, Kamis (2/10/2025) Gereja Santo Petrus dan Paulus di Pulau Bantayan, salah satu gereja tertua di Visayas, juga runtuh. Beberapa bangunan di Bantayan, Medellin, Kota Bogo, dan San Remigio di Cebu juga mengalami kerusakan parah.


    Uskup Agung Cebu telah mengimbau umat untuk menjauh dari gereja, sambil menunggu penilaian struktural. Seruan ini penting karena Cebu adalah salah satu pulau pertama di Filipina yang dijajah Spanyol pada tahun 1500-an, dan memiliki banyak gereja tua.

    Dikutip dari BBC, gempa bumi ini terjadi hanya seminggu setelah negara itu dilanda topan beruntun yang menewaskan lebih dari 20 orang.

    Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang wilayah Filipina tengah, Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Provinsi Cebu dan menimbulkan kepanikan warga. Anadolu via Getty ImagesGempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter mengguncang wilayah Filipina tengah, Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat. Pusat gempa dilaporkan berada di sekitar Provinsi Cebu dan menimbulkan kepanikan warga. Anadolu via Getty Images Foto: Anadolu via Getty Images

    Sebagian besar korban gempa berasal dari Bogo, sebuah kota kecil di salah satu pulau terbesar di Kepulauan Visayas, wilayah tengah Filipina, tempat yang paling dekat dengan episentrum gempa.

    Gambar-gambar yang diambil dari Bogo menunjukkan kantong-kantong mayat berjejer di jalan dan ratusan orang dirawat di rumah sakit tenda. Para pejabat telah memperingatkan kerusakan besar yang disebabkan oleh gempa bumi.

    Pemerintah daerah telah meminta bantuan relawan yang berpengalaman di bidang medis untuk menangani korban luka. Para pejabat dari kepolisian nasional dan dinas pemadam kebakaran mengatakan mereka memprioritaskan operasi pencarian dan penyelamatan, bergegas memulihkan listrik, dan mengirimkan pasokan bantuan kepada mereka yang terdampak.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Belum Ada Satu Bulan… Cat Ikon Kota Batu Kok Sudah Mengelupas?

    Belum Ada Satu Bulan… Cat Ikon Kota Batu Kok Sudah Mengelupas?



    Kota Batu

    Belum ada satu bulan, tapi cat patung apel yang menjadi ikon wisata dari kota Batu ternyata sudah mengelupas. Kok bisa ya?

    Pemerintah Kota Batu nampak getol untuk merombak taman median jalan di kawasan Jalan Sultan Agung. Namun revitalisasi taman itu ternyata mendapat banyak kritikan dari publik.

    Salah satu kritikan yang saat ini sedang hangat diperbincangkan publik di media sosial adalah soal kondisi patung apel besar di depan gedung Koramil Kecamatan Batu.


    Patung yang baru dibuat tersebut menjadi buah bibir karena catnya sudah mengelupas. Padahal patung apel berukuran besar itu belum lama ini dibuat melalui dana bantuan CSR.

    Penampakan miris itu diunggah oleh akun instagram @skyscrapercity_kotabatu pada Rabu (1/10/2025). Dalam unggahan itu nampak foto patung apel dengan kondisi cat mengelupas.

    “Belum 1 bulan tapi warna catnya sudah terkelupas, gmn menurut kalian???,” tulis dalam keterangan unggahan tersebut dikutip, Kamis (2/10/2025).

    Unggahan tersebut tak ayal mendapat berbagai macam respons dari netizen kota Batu. Mereka turut malu dengan peristiwa itu.

    “Lawak-lawak wkwkwkwk. Iki kota wisata batu opo kota wisata bati??,” komentar dari @mau**********.

    Plis lah ojo isin2i. Aku mben mulih mbatu liwat kunu loh, yo mosok driverku enggkok ngomong ‘kok patung apelnya jelek gitu pak catnya,” tulis akun @rad**********.

    Mosok gawe cat kiloan sing ndek plastik iku,” komentar lain dari @ami***********.

    Jelas murah kyk e bahane … Msok mbatu sae dadi piye??,” tulis akun lain @col*******.

    Masio mbati yo ojok nemen” rek. Mbok yo seng pantes. Srakah temen se,” komentar lain dari @rov********.

    Pembuatan Patung Apel Dinilai Asal-asalan

    Dari pantauan di lokasi pada Kamis (2/10/2025) pagi, terlihat sebagian besar cat patung apel berwarna hijau stabilo itu mengelupas. Sehingga bagian dasar patung berwarna putih terlihat.

    Pada saat di lokasi, terlihat juga ada beberapa orang yang melakukan perbaikan pada patung apel tersebut.

    Salah satu pengendara sepeda motor yang melintas, Angga mengaku cukup prihatin melihat kondisi cat patung apel yang mengelupas. Ia menyebut kemungkinan pembuatan patung itu hanya asal-asalan.

    “Kalau gak salah itu baru dibuat tapi kok sudah ngelontok catnya. Pasti catnya murah kalau enggak memang tukangnya saat ngerjakan itu asal aja,” kata Angga.

    Warga Kecamatan Batu itu mengatakan bahwa tidak tahu menahu soal apa alasan pemkot Batu membuat patung apel di taman tersebut. Menurutnya, adanya patung itu tidak terlalu penting.

    “Gimana ya, sekarang dirombak ada apel besar, ada gunung-gunung sama patung petani malah jadi makin rame dan kelihatan kurang bagus. Mending kayak sebelumnya aja taman biasa tapi rasanya asri,” tutur Angga.

    Hal senada juga disampaikan Tomi, warga Kecamatan Junrejo. Dia menilai, pembuatan patung apel bertuliskan jendela mbatu sae itu kurang bagus dan estetik.

    “Seharusnya Kota Batu sebagai Kota Wisata bisa memberikan karya yang lebih baik untuk mencerminkan bahwa kota kita unggul. Kalau gini aja catnya udah ngelupas menunjukkan ya segini aja kemampuan pemerintah,” terangnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Emirates Akan Keluarkan Aturan Baru Terkait Powerbank

    Emirates Akan Keluarkan Aturan Baru Terkait Powerbank



    Dubai

    Penggunaan powerbank di dalam pesawat kini mulai dibatasi oleh banyak maskapai. Sekarang giliran Emirates.

    Maskapai Uni Emirates Arab (UEA), Emirates mengeluarkan peraturan baru kepada penumpang terkait penggunaan powerbank. Ada beberapa syarat yang harus ditaati oleh penumpang, seperti dikutip dari The National News pada Jumat (3/10/2025).

    Yang pertama, penumpang Emirates diperbolehkan membawa satu powerbank saja dengan daya di bawah 100 watt. Kemudian, powerbank tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat pribadi apa pun di dalam pesawat.


    Penumpang juga tidak boleh mengisi daya power bank menggunakan catu daya pesawat. Selanjutnya, powerbank tidak boleh diletakkan di kompartemen bagasi di atas kepala, powerbank harus diletakkan di saku kursi atau di dalam tas di bawah kursi penumpang.

    Emirates mengatakan bahwa mereka melakukan perubahan ini untuk mengurangi risiko insiden yang melibatkan power bank dalam penerbangannya. Seiring dengan semakin banyaknya penumpang yang membawa perangkat tersebut, terjadi peningkatan masalah terkait baterai di seluruh industri penerbangan.

    Meskipun banyak perangkat modern memiliki fitur keamanan bawaan untuk mencegah pengisian daya berlebih, hal ini tidak berlaku untuk semua power bank, terutama model yang lebih murah atau standar. Inilah sebabnya mengapa power bank harus disimpan di lokasi yang mudah diakses di kabin. Jika terjadi kesalahan, awak kabin dapat bertindak cepat.

    Sebelumnya, sudah ada banyak maskapai yang telah melakukan pembatasan penggunaan powerbank, seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Korean Air, dan China Airlines.

    Emirates menjadi maskapai pertama di UEA yang melakukan kebijakan pembatasan powerbank. Etihad Airways, FlyDubai, dan Air Arabia masih memperbolehkan penumpang membawa dan melakukan pengisian daya di dalam pesawat.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ini Tampilan Toilet Premium dengan AC dan Musik Dekat Stasiun Sudirman

    Ini Tampilan Toilet Premium dengan AC dan Musik Dekat Stasiun Sudirman



    Jakarta

    Pengunjung Stasiun Sudirman kini bisa mengakses toilet premium lengkap dengan AC dan bisa mendengarkan musik. Pengunjung juga selalu mendapatkan tisu sehingga kebersihan dan kenyamanan sebelum serta setelah mengunjungi toilet selalu terjaga.

    “Kami percaya adanya toilet ini akan melayani masyarakat dengan menjamin kebersihan dan kenyamanannya, hingga menjadi toilet yang memanusiakan manusia,” kata Andreas Wanner selaku CEO dan pendiri toilet premium Mister Loo saat peresmiannya pada Kamis (2/10/2025).

    Toilet premium Mr. LooToilet premium Mister Loo (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Toilet premium Mister Loo bisa diakses tepat setelah keluar dari Stasiun Sudirman. Tepatnya di samping kantor polisi Polsub Sektor Pasar Blora, Jakarta Selatan. Pengguna Stasiun Sudirman yang tiba-tiba ingin buang air, bisa mampir ke toilet Mister Loo sebelum melanjutkan perjalanan.


    Kehadiran Mister Loo diharapkan bisa melengkapi ekosistem kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, dengan menyediakan fasilitas toilet aman dan nyaman. Kehadiran toilet premium dengan fasilitas lengkap juga bisa menambah pengalaman baru bagi masyarakat.

    Toilet dilengkapi dengan seorang petugas yang tentunya bisa memaksimalkan kualitas layanan toilet premium.

    Toilet premium Mr. LooToilet premium Mister Loo (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Menurut Country Head Mister Loo Indonesia Shinta Ardaneswari, saat ini toilet hanya bisa digunakan untuk buang air. Ke depannya, Mr. Loo dilengkapi shower yang memungkinkan penggunanya mandi dan membersihkan diri. Fasilitas toilet terdiri dari 3 bilik wanita, 1 bilik pria, dan 3 urinoir.

    Layanan toilet premium tersedia pukul 06.00-22.00 setiap hari. Pengguna toilet dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang dengan metode pembayaran cash dan QR Code. Kehadiran toilet premium menegaskan komitmen Jakarta menyediakan fasilitas publik yang modern, bersih, dan nyaman.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berlari di Jalur Steril, Disambut Kabut Magis di Suryakencana

    Berlari di Jalur Steril, Disambut Kabut Magis di Suryakencana



    Jakarta

    Ratusan pelari trail dari berbagai daerah meramaikan JOTR 2025 (Jakarta Open Trail Run) yang digelar di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dua runners dari detikcomrunners ambil bagian dan sama-sama merasakan jalur steril dan kabut di alun-alun Suryakencana.

    Sejak bendera start dikibarkan, suasana kompetisi terasa begitu hangat, di tengah dingin hawa Cibodas. Para peserta antusias memulai race itu, termasuk dua perwakilan detikcomrunners, Uyung Pramudya dan Eko Tri Hatmono. Mereka ambil bagian di kategori 20k. Kelompok ini memulai race dengan start dari Cibodas menuju puncak Gunung Gede dan turun melalui jalur Gunung Putri kemudian kembali menuju titik start yang juga menjadi spot finish.

    Uyung terpukau dengan jalur steril dari pendaki lain selama lomba. “Sebenarnya saya senang-senang ikut JOTR ini, karena sebelumnya saya ikut memperkuat tim detikcomrunners di ITB Ultra Relay 180k. Nggak ngotot catat waktu terbaik, menikmati jalur saja. Eh, ternyata kejutan banget jalurnya steril, merasakan momen-momen sendirian di jalur,” kata Uyung.


    “Yang paling epik saat tiba di Alun-alun Surakencana. Sepi banget. Sudah begitu kabut tebal banget. Setelah mau turun, baru kabut terbuka dan cuaca cerah. Magis banget,” dia menambahkan.

    Uyung dan Eko di JOTR 2025Uyung di Alun-alun Suryakencana JOTR 2025 (dok. pribadi)

    Uyung melahap jalur sepanjang 20 km dengan waktu tempuh kurang lebih 10 jam, tersisa dua jam dari batas waktu cut of time (COT) yang ditentukan.

    Eko finish lebih dulu ketimbang Uyung. Dia menghabiskan waktu tujuh jam mencapai finish.

    “Meskipun sudah beberapa kali naik ke Gunung Gede, baru kali ini Alun-alun Suryakencana serasa milik sendiri, race trail run yang sangat steril karena semua kegiatan pendakian benar-benar ditutup,” kata Eko.

    Eko di JOTR 2025Eko di JOTR 2025, jalur diselimuti kabut. (dok. pribadi)

    “Saya mengikuti kategori 20K (1 loop), semua marka terpasang dan terlihat dengan baik, yang saya salut ada marshall di Puncak Gede. Overall event race JOTR 2025 sangat baik, semoga di 2026 tetap terselenggara dan semakin baik lagi,” dia menambahkan.

    Dengan kombinasi lintasan menantang, kabut magis Suryakencana, serta komitmen menjaga alam, JOTR 2025 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang trail run paling berkesan di Indonesia. Para peserta pun pulang dengan cerita yang tak hanya soal catatan waktu, tapi juga tentang kedekatan dengan alam dan sesama pelari.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ritual Kontroversial Jumat Pon di Gunung Kemukus: Ziarah Dibayangi Perzinahan

    Ritual Kontroversial Jumat Pon di Gunung Kemukus: Ziarah Dibayangi Perzinahan



    Jakarta

    Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah, dikenal dengan ritual Jumat Pon yang kerap menuai kontroversi. Ziarah yang awalnya bermuatan spiritual ini berubah citra karena dikaitkan dengan praktik seks bebas yang berkembang di sekitarnya.

    Cerita rakyat di Indonesia begitu banyak dan bervariasi, misalnya mitos-mitos yang melekat pada suatu penanggalan. Terlebih di wilayah Jawa yang banyak ditemukan.

    Pada buku Seri Penemuan: Kalender karya Armelia F. menerangkan dalam kalender Jawa dikenal dua macam hari, yakni siklus mingguan dan siklus pekan pancawara.


    Jika siklus mingguan terdiri atas tujuh hari yang biasa kita gunakan dalam keseharian seperti Kamis dan Jumat maka siklus pancawara tersusun dari lima hari pasaran yaitu Pahing, Legi, Kliwon, Pon, dan Wage.

    Saat keduanya dikombinasikan, sebagai contoh hari ini Jumat (3/10/2025) maka disebut Jumat Pon. Itu disebut sebagai weton.

    Kembali pada mitos yang melekat suatu penanggalan di wilayah Jawa. Di setiap malam Jumat Pon ada mitos yang sangat kontroversial di Desa Pendem, Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Timur. Itu tempat peristirahatan terakhirnya Pengeran Samudro

    Mitos Berhubungan Seks sebagai Pemulus Hajat

    Ritual kontroversial itu menjadi agenda rutin yang dilakukan di Gunung Kemukus. Bagi orang-orang yang percaya dengan hal-hal spritual, tempat itu begitu ramai bak pasar malam kala malam Jumat Pon. Salah satu tujuannya adalah ngalap berkah, tidak sedikit yang mengartikan sebagai mencari pesugihan.

    Nah, ritual ngalap berkah itu untuk meminta kelancaran pesugihan itu. Orang-orang yang berdatangan ke Gunung Kemukus agar keinginannya terkabul, selain berdoa mereka juga harus melakukan hubungan seks.

    The New Kemukus, Sragen.New Kemukus. (Kominfo Kabupaten Sragen)

    Hubungan seks dilakukan bukan dengan pasangan yang sah, selama tujuh kali berturut-turut. Jika salah satu pasangan (tidak sah) itu bolos di pertemuan berikutnya maka gugurlah tangga harapan untuk mencapai keinginan itu. Sehingga harus diulangi dari awal dan dengan pasangan yang berbeda.

    Cerita di Balik Ritual Ngalap Berkah Gunung Kemukus

    Ada berbagai versi tentang cerita asal mula bagaimana ritual seks di Gunung Kemukus ini. Tetapi yang pasti Pangeran Samudro merupakan penyebar agama Islam dan juga punya keturunan Majapahit.

    Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga.New Kemukus. (Kominfo Kabupaten Sragen)

    Mulanya, Pangeran Samudro diutus oleh penguasa Demak kembali merekatkan hubungan keturunan Majapahit yang kala itu tercerai-berai. Dan sebelum itu, Pangeran Samudro juga telah mendapat tempaan agama dari Sunan Kalijaga sebelum melanggengkan misinya itu.

    Sayangnya, di tengah menyebarkan syariat itu Pangeran Samudro jatuh sakit dan meninggal dunia. Dia kemudian dimakamkan di Gunung Kemukus.

    Tak lama setelah mengetahui kabar sang anak jatuh sakit, ibunda Pangeran Samudro (Dewi Ontorwulan) dan singkatnya Dewi Ontrowulan pun meninggal. Gunung Kemukus juga menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

    Menepis Stigma Mengubah Citra

    Semakin modern zaman, praktik kontroversial itu lambat laun ditiadakan. Gunung Kemukus yang kala itu hype hingga media asing menyoroti sebagai ‘Mountain Sex’ kini bersolek benar-benar menjadi destinasi wisata religi.

    Mengutip detikjateng, sejak Oktober 2020 objek wisata itu diubah total. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian PUPR mengeluarkan dana sebesar Rp 48 miliar dan setelah dilakukan revitalisasi kemudian diresmikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dengan nama New Kemukus.

    Penanggung Jawab Objek Wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno, menjelaskan destinasi wisata itu sekarang telah berubah. Kini ada wahana baru yang di bangun di sana, ada juga lahan bekas bangunan liar dan warung yang telah diubah jadi taman.

    “Harapannya New Kemukus nanti menjadi objek wisata yang nyaman untuk keluarga maupun peziarah. Penataannya sejak 2020 dan awal 2022 sudah rampung,” kata dia.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Viral! Pengunjung Emosi Lempar Tas ke Monyet di Tempat Wisata

    Viral! Pengunjung Emosi Lempar Tas ke Monyet di Tempat Wisata



    Jakarta

    Sebuah video di TikTok ramai diperbincangkan setelah memperlihatkan seorang pengunjung mengayunkan tas ke arah seekor monyet. Ia kesal karena hewan itu merebut makanan anaknya.

    Diberitakan Straits Times, Jumat (3/10/2025), video itu direkam di Kebun Binatang Singapura dan diunggah pada 28 September. Dalam keterangan video dikatakan pria tersebut tak senang setelah monyet mencuri makanan anaknya.

    Dalam video yang viral itu, seekor monyet terlihat sedang mengunyah, bisa jadi kue kering atau roti. Lalu, seorang pria mengayunkan tas biru ke arah monyet tersebut.


    Aksinya meleset dari sasaran. Tas itu justru mengenai wajah sang anak yang memperhatikan monyet dari tadi.

    @arandompaul Can’t believe I caught this video. The monkey stole the kids food and the dad wasn’t happy. #fyp #singapore #zoo ♬ Almost forgot that this was the whole point – Take my Hand Instrumental – AntonioVivald

    Orang-orang di sekitar awalnya tertawa di awal video. Namun setelah melihat aksi agresif pria tersebut, orang-orang menegurnya.

    “Kamu tidak boleh melakukan itu!” kata salah satu dari mereka.

    Kolam komentar postingan itu juga ramai memperdebatkan aksi pria tersebut. Banyak yang menyalahkan pria itu karena membiarkan anaknya makan sambil berjalan, yang secara jelas dilarang di kebun binatang. Namun, ada juga yang membela pria ini yang bertujuan melindungi anaknya.

    Tanggapan Kebun Binatang Singapura

    Kebun Binatang Singapura yang tergabung dalam Mandai Wildlife Group mengingatkan kembali wisatawan bahwa kawasan mereka adalah rumah bagi berbagai satwa liar lokal, seperti monyet ekor panjang dalam video tersebut.

    “Di taman margasatwa kami, kami memberikan informasi kepada semua pengunjung melalui papan informasi dan imbauan tentang etika umum di sekitar hewan. Kami ingin memastikan bahwa semua tamu kami, dan hewan-hewan di sekitar mereka, merasakan interaksi yang positif,” kata juru bicara tersebut.

    Jubir menambahkan hal ini termasuk mengingatkan untuk tidak makan saat berjalan di taman, dan menggunakan tempat sampah anti-monyet, dan hal-hal lainnya.

    “Satwa liar asli seperti monyet memiliki cukup makanan di alam liar, dan karena kami berbagi taman dengan mereka, kami dapat secara sadar memastikan tidak ada makanan yang menggoda mereka,” kata juru bicara tersebut.

    (sym/fem)





    Sumber : travel.detik.com

  • Detik-detik 2 Pesawat Delta Tabrakan di New York, Kokpit Rusak-Pramugari Terluka

    Detik-detik 2 Pesawat Delta Tabrakan di New York, Kokpit Rusak-Pramugari Terluka



    New York

    Dua pesawat regional milik Delta Air Lines terlibat tabrakan di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York, Amerika Serikat pada Rabu lalu. Insiden tersebut menyebabkan seorang pramugari terluka dan kerusakan pada kokpit serta sayap pesawat.

    Dikutip dari The Guardian, Jumat (3/10/2025) pihak Delta Air Lines menggambarkan peristiwa itu sebagai tabrakan berkecepatan rendah alias bukan yang terlalu parah.

    Pesawat dengan 32 penumpang yang bersiap lepas landas menuju Roanoke, Virginia, menyenggol badan pesawat lain yang baru mendarat dari Charlotte, North Carolina, dengan 61 orang di dalamnya.


    Menurut Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey, seorang pramugari mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke rumah sakit. Maskapai memastikan tidak ada penumpang yang terluka.

    “Sayap kanan pesawat mengenai hidung dan kokpit kami. Kaca depan rusak dan beberapa layar di sini juga terdampak,” ujar seorang pilot dalam rekaman percakapan dengan menara pengawas.

    Penumpang bernama William Lusk yang berada di pesawat dari Charlotte menggambarkan detik-detik insiden tersebut.

    “Pesawat berhenti mendadak lalu tersentak ke kanan. Semua orang terdiam. Lalu pilot menenangkan kami dengan berkata, ‘Kita baru saja mengalami kecelakaan, tetap tenang,” ungkapnya.

    Delta memastikan operasional bandara tetap berjalan normal dan tak terpengaruh dengan kejadian tersebut.

    “Delta akan bekerja sama dengan otoritas terkait untuk meninjau kejadian ini. Keselamatan penumpang dan kru adalah prioritas utama kami, kami meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini,” bunyi pernyataan resmi maskapai.

    Pesawat yang terlibat tabrakan merupakan Delta Connection yang dioperasikan oleh Endeavor Air. Bandara LaGuardia sendiri termasuk dalam 35 bandara utama Amerika Serikat yang telah dilengkapi sistem radar permukaan canggih untuk memantau pergerakan pesawat maupun kendaraan di darat, namun belum jelas apakah sistem itu berperan dalam insiden tersebut.

    Tabrakan di LaGuardia ini menambah kekhawatiran publik terhadap keselamatan penerbangan di AS. Pasalnya, tahun ini juga tercatat sejumlah kecelakaan serius, termasuk insiden paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir ketika sebuah pesawat bertabrakan dengan helikopter militer di Washington DC pada Januari lalu.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Ngeri! Selain Temukan Jejak Kaki, Warga Sibolangit Juga Dengar Auman Harimau

    Ngeri! Selain Temukan Jejak Kaki, Warga Sibolangit Juga Dengar Auman Harimau



    Deli Serdang

    Petugas Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit menemukan jejak kaki diduga harimau. Tak hanya itu, warga juga mengaku mendengar suara auman hewan buas itu.

    Penemuan jejak harimau itu berlokasi di desa Tanjung Beringin, dan desa Buah Nabar, kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Camat Sibolangit, Hesron Girsang mengatakan informasi itu didapatnya dari petugas TWA. Namun, mereka belum pernah melihat secara langsung fisik harimau.


    “Itulah di Tanjung Beringin sama Buah Nabar, kata petugas TWA diduga memang itu (tapak harimau), cuman belum pernah nampak wujudnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (30/9).

    Jejak harimau itu, menurut dia, ditemukan dua hari setelah sebelumnya ditemukan jejak harimau di kecamatan Pancur Batu. Jarak penemuan jejak tersebut ke pemukiman warga berkisar 1 km.

    “Iya, duluan Pancur Baru, baru kita (Sibolangit), baru ke Kutalimbaru, yang tiga (kecamatan) inilah dia mutar-mutar ini. Tapak kaki di tanah, bekas rumput kering, (ditemukan) ada di pinggir sungai, ada di lintas hutan,” jelasnya.

    Hesron menjelaskan warga juga sempat mendengar suara seperti auman harimau. Namun, suara tersebut belum dapat dipastikan apakah memang harimau, sebab belum ada warga yang melihat secara langsung wujud harimau itu.

    “Yang suara auman itu katanya masuk Kutalimbaru, tapi masih diragukan beruang ataukah harimau karena belum ada yang melihat wujudnya,” jelasnya.

    Dia berharap peristiwa ini dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sebab, kata Hesron, penemuan jejak harimau ini sudah berlangsung hampir sepekan.

    “Menurut kami sudah perlu lebih serius karena sudah hampir seminggu warga sudah resah. Kepada warga kita imbau sementara ini kalau ke ladang jangan sendiri dan kalaupun tidak terpaksa sekali nggak usah dulu ke ladang karena situasi ini, kita nggak tahu posisinya (harimau) di mana,” pungkasnya.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikSumut.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com