Category: Wisata

  • Kota Ini ‘Raja Halloween’ di AS, Berhantu dan Angker

    Kota Ini ‘Raja Halloween’ di AS, Berhantu dan Angker



    Jakarta

    Sejumlah lokasi di Amerika Serikat (AS) mengklaim diri sebagai ‘Raja Halloween’. Ini dia yang dinilai paling seram.

    Adalah Kota Savannah di Georgia yang dinilai sebagai kota Raja Halloween. Kota bersejarah itu berusia setidaknya beberapa abad, tampak menawan dan ramah di siang hari dengan jalan berbatu, bangunan tua terawat, dan penanda masa lalu lainnya.

    Namun, setelah malam tiba, kota-kota itu menampilkan pesona yang lebih gelap. Bagi banyak pengunjung dan penduduk yang tinggal di kota ini sepanjang tahun, sejarah kelam adalah bagian dari daya tariknya.


    “Mengenal makhluk supernatural suatu tempat, dan menjadi penyampai kisah gaibnya… adalah cara untuk lebih menenun diri kita ke dalam kisah-kisah suatu tempat, dan menyatakan kepemilikan kita di dalamnya,” kata dosen dalam program Foklor di University of Wisconsin-Madison, Lowell Brower, seperti dilansir CNN.

    “Ada nilai besar dalam berbagi (dan mempelajari) apa yang menghantui kita,” kata Brower.

    “Ini mungkin cara terbaik untuk memahami apa yang ditakuti orang, apa yang mereka harapkan, apa yang mereka pilih untuk diingat atau tidak bisa dilupakan, apa yang mampu mereka lakukan, dan menjadi apa mereka nantinya,” dia menambahkan.

    Savannah didirikan pada 1773. Klaim ketenaran soal keangkeran ada pada buku tahun 1994 berjudul “Midnight in the Garden of Good and Evil”, yang menempatkan reputasi menyeramkan Savannah di peta nasional, tetapi penduduk setempat telah lama melihat hantu dan menghadapi entitas paranormal di kota bersejarah mereka.

    Hampir setiap bangunan yang berusia lebih dari 100 tahun dapat mengklaim bahwa seorang pelanggan pernah merasakan kehadiran hantu di sana.

    Spot-spot paling angker di Savannah di antaranya adalah The Mercer-Williams House, yang dikenal oleh pembaca dan penonton film “Midnight” sebagai rumah tempat Danny Hansford dan Jim Williams meninggal.

    Namun, bahkan sebelum kematian mereka, pengunjung telah melaporkan melihat seorang anak laki-laki di jendelanya, mereka menduga, mungkin anak laki-laki yang meninggal di sana pada 1969. Rumah itu sekarang menjadi museum, tempat pengunjung dapat menguji kehadiran hantu sendiri.

    Selain itu, spot lain yang disebut sangat angker karena berhantu adalah beberapa hotel dan Bed & Breakfast yang tersebar di pusat kota bersejarah, termasuk Marshall House (bekas rumah sakit Perang Saudara) dan Hamilton-Turner Inn (dikabarkan menjadi inspirasi untuk Haunted Mansion di Disneyland).

    Jika Anda tidak keberatan dengan tangisan anak-anak hantu yang berlarian di aula atau perjumpaan dengan penampakan seorang pria yang sedang merokok cerutu, Anda dapat memesan kamar untuk menginap.

    Colonial Park Cemetery, yang didirikan pada 1750-an, juga menjadi salah satu spot paling berhantu di Savannah. Diperkirakan 12.000 orang dimakamkan di pemakaman tua ini, meskipun hanya tersisa 700 batu nisan.

    Menurut Savannah Morning News, banyak kuburan diaspal untuk membangun jalan yang sekarang menjadi Abercorn Street. Pemakaman ini penuh pada abad ke-19 setelah demam kuning melanda kota. Saat ini, para tamu mengklaim mereka telah melihat “sosok bayangan” beterbangan di sekitar pekarangan.

    Sebagian besar reputasi angker Savannah dibangun di atas rasisme dan warisan perbudakan. Dikatakan bahwa dua dari banyak alun-alun kota dibangun di atas kuburan tak bertanda untuk orang-orang yang diperbudak. Salah satunya, Calhoun Square, telah dinamai ulang menjadi nama Susie King Taylor, seorang perawat dan guru serta satu-satunya wanita kulit hitam yang menerbitkan memoar tentang pengalaman Perang Saudara.

    Menurut Lowell Brower, ada nilai dalam menghadapi sejarah yang menyedihkan dan penuh kekerasan dari beberapa landmark “berhantu” di Savannah.

    “Hantu memungkinkan kita untuk membicarakan kembali sejarah yang tak terucapkan, mereka mengundang dan terkadang memaksa kita untuk melihat tidak hanya tempat dan orang yang ada hari ini, tetapi tempat itu seperti dahulu dan orang-orang yang berdiri di sini sebelum kita,” kata dia.

    ***

    Selengkapnya klik di CNN Indonesia

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pulau Untung Jawa Makin Diminati, Ini Dua Alasannya

    Pulau Untung Jawa Makin Diminati, Ini Dua Alasannya



    Jakarta

    Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menyebutkan Pulau Untung Jawa menjadi tujuan favorit wisatawan. Pulau itu memiliki dua keunggulan.

    “Wisatawan banyak datang ke Pulau Untung Jawa karena kemudahan akses transportasi serta kemudahan layanan telekomunikasi yang bisa diakses wisatawan,” kata Lurah Pulau Untung Jawa Sidartawan dilansir Antara, Rabu (22/10/2025).

    Dia mengatakan berdasarkan data Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, pada Januari hingga September 2025, kunjungan wisatawan di Pulau Untung Jawa rata-rata mencapai 7.000 orang setiap bulan.


    Bahkan, sambung dia, pada masa libur nasional, kunjungan wisatawan dapat mencapai 9.000 orang.

    “Tentunya ini menjadi nilai tambah dan bisa mendukung sektor perekonomian dan pariwisata,” ujar Sidartawan.

    Pulau Untung Jawa merupakan pulau berpenduduk yang telah menjadi roda perekonomian dan bisnis di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki keunggulan dibandingkan pulau penduduk lainnya, yaitu berupa kemudahan akses transportasi.

    Pengunjung dapat memanfaatkan Dermaga Marina Ancol dan Dermaga Kali Adem di wilayah Jakarta dan Dermaga Tanjung Pasir di Tangerang, dan hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit untuk mencapai Pulau Untung Jawa.

    Pulau tersebut didukung dengan berbagai pilihan destinasi wisata, mulai dari Kampung Jepang, Taman Arsa, Jembatan Pengantin, Clownfish Snorkeling, Bumi Perkemahan, Laguna Mangrove dan lainnya.

    Pengunjung juga dapat mengunjungi destinasi wisata suaka margasatwa di Pulau Rambut yang jaraknya hanya sepuluh menit dari Pulau Untung Jawa untuk menikmati keindahan hutan mangrove, burung-burung (birdwatching) dan sebagainya.

    Selain kemudahan akses transportasi, Pulau Untung Jawa turut didukung dengan kehadiran dua unit Base Transceiver Stasion (BTS) 4G yang dibangun oleh pemerintah pusat dan operator seluler untuk menghadirkan infrastruktur telekomunikasi bagi masyarakat.

    Kedua unit fasilitas BTS 4G itu memberikan kemudahan akses teknologi digital yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha di Pulau Untung Jawa. Tak heran, pengusaha di pulau tersebut kini dapat memperluas jangkauan pasar dan promosi usaha mereka untuk menggapai pelanggan di seluruh Indonesia.

    Selain itu, akses teknologi digital tersebut juga memberikan kenyamanan dalam transaksi keuangan, yang telah beralih ke e-banking dan e-wallet.

    Menurut Sidartawan, teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam komunikasi serta mengakses informasi, sehingga dapat menjangkau masyarakat dan wisatawan secara luas.

    Kemudahan itu pula yang membuat Pulau Untung Jawa kini semakin sering dikunjungi wisatawan dan membuat perekonomian masyarakat kian meningkat.

    “Kondisi ini ditunjukkan dengan banyaknya angka penyewaan homestay dan jumlah kedatangan wisatawan yang bertambah,” kata Sidartawan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Forum Wisata Lingkar Rinjani Dukung Kenaikan Tarif Pendakian, asal Ada Timbal Balik

    Forum Wisata Lingkar Rinjani Dukung Kenaikan Tarif Pendakian, asal Ada Timbal Balik



    Jakarta

    Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani (FWLR), Royal Sembahulun, mendukung rencana kenaikan tarif pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, Royal meminta ada timbal balik buat pendaki.

    Royal menilai kenaikan tarif pendakian tersebut akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Ia berharap pemerintah dapat mengalokasikan sebesar 30 persen dari PNBP tersebut untuk perbaikan tata kelola pendakian Gunung Rinjani.

    “Kami meminta kepada pemerintah minimal 30 persennya (dari PNBP) itu kembali lagi ke Rinjani untuk perbaikan tata kelola dan fasilitas di Gunung Rinjani,” kata Royal kepada detikBali, Selasa (21/10/2025).


    Royal menyebut selama ini pendapatan di Gunung Rinjani langsung disetor kepada pemerintah pusat dan dialokasikan untuk sektor lain. Padahal, masih banyak fasilitas yang perlu diperbaiki di Rinjani. Misalkan perbaikan jalur, pengelolaan sampah, ketersediaan toilet, hingga peralatan evakuasi.

    “Selama ini tidak ada (perbaikan fasilitas). Jadi harapan kami harus ada dong untuk Rinjani dalam bentuk yang nyata, baik itu untuk peningkatan fasilitas maupun pengembangan sumber daya masyarakat. Sehingga Rinjani benar-benar kelas dunia,” kata dia.

    Di sisi lain, Royal mengatakan kenaikan tarif pendakian di Gunung Rinjani tidak serta merta berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian para penyedia jasa wisata seperti porter maupun pemandu lokal. Dia mengatakan para penyedia jasa wisata akan merasakan dampaknya dalam jangka panjang.

    “Ketika Rinjani terus dilakukan perbaikan dan fasilitas lengkap, maka ini akan berdampak pada kualitas teman-teman pengusaha jasa wisata,” ujarnya.

    Sosialisasi Lebih Dulu

    Royal meminta Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kenaikan tarif pendakian ditetapkan. Sehingga, dia melanjutkan, para pengusaha jasa wisata bisa menyesuaikan harga paket wisata yang akan dijual kepada para calon pendaki.

    Ya, tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) naik mulai November 2025. Kenaikan tarif itu diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pembagian Kelas Tiket Masuk Pengunjung ke Taman Nasional dan Taman Wisata Alam untuk PNBP.

    Ketua Kelompok Kerja (Pokja) World Class Mountaineering Balai TNGR, Budi Soesmardi, mengatakan kenaikan tarif tersebut mulai berlaku 30 hari setelah aturan diundangkan pada 3 Oktober 2025.

    “Jadi seyogianya tanggal 3 November 2025 mulai berlaku. Saat ini masih melakukan sosialisasi untuk melihat masukan para pelaku wisata lingkar Rinjani,” kata Budi, Senin (20/10).

    Berikut daftar tarif masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terbaru:

    Kawasan Pendakian Kelas I
    Wisatawan mancanegara (wisman): Rp 250 ribu per orang per hari.
    Wisatawan nusantara (wisnus): Rp 50 ribu per orang per hari.
    Rombongan pelajar atau mahasiswa nusantara minimal lima orang dikenakan tarif Rp 25 ribu per orang per hari.

    Kawasan Pendakian Kelas II
    Wisatawan mancanegara: Rp 200 ribu per orang per hari.
    Wisnus Rp 20 ribu per orang per hari.

    Wisata Nonpendakian
    Wisatawan mancanegara Rp 150 ribu per orang per hari.
    Wisnus Rp 10 ribu per orang per hari.
    Rombongan pelajar atau mahasiswa Rp 25 ribu per orang per hari.

    Sebagai catatan, tiket masuk wisnus dan rombongan pelajar/mahasiswa akan naik 150 kali lipat dari harga normal saat hari cuti bersama atau hari raya.

    ***

    Selengkapnya klik di detikbali.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fadli Zon Janji Museum di Candi Muaro Jambi Tuntas Dibangun Tahun Ini

    Fadli Zon Janji Museum di Candi Muaro Jambi Tuntas Dibangun Tahun Ini



    Jakarta

    Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berjanji menempatkan pengembangan atau revitalisasi cagar budaya di Jambi sebagai salah satu fokus kerja kementeriannya. Dia menargetkan pembangunan museum di Kawasan Candi Muaro Jambi (KCMJ) tuntas tahun ini.

    “Kita memang akan fokus untuk Jambi, terutama di dalam finalisasi, revitalisasi dari cagar budaya yang ada di Jambi dan juga museumnya,” kata Fadli yang ditemui setelah gelaran Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 di Jakarta, dilansir Antara, Rabu (22/10/2025).

    “Mudah-mudahan museum bisa kita tuntaskan pada tahun ini, next step awal untuk provinsi yang lain dan lain-lain,” dia menambahkan.


    Revitalisasi kawasan KCMJ itu diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata sehingga juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

    “Muaro Jambi ni akan menjadi satu situs yang terkenal, maka semakin banyak didatangi masyarakat Indonesia,” kata dia.

    Kawasan Candi Muaro Jambi (KCMJ) bakal direvitalisasi pemerintah dengan konsep harmonisasi keaslian cagar budaya dengan ekosistem alam yang sudah terbentuk.

    Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong masyarakat sekitar Kawasan Candi Muaro Jambi (KCMJ) ikut memajukan kawasan melalui komunitas masyarakat delapan desa di sekitar kawasan cagar budaya.

    Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan di Jambi, Minggu mengatakan KCMJ merupakan situs bersejarah tidak hanya memiliki nilai arkeologi, tetapi juga nilai budaya yang kaya.

    KCMJ memiliki ciri khas tersendiri yaitu mampu melakukan pemberdayaan terhadap seluruh masyarakat yang ada di sekitar secara bergotong royong.

    Kompleks Cagar Budaya Muaro Jambi terletak di Kecamatan Maro Sebo, sekitar 26 kilometer sebelah timur Kota Jambi. Dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Sengeti, pusat Ibu Kota Muaro Jambi, menuju kompleks candi seluas 3.981 hektare ini.

    Revitalisasi kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi berfokus pada dua hal, yaitu pembangunan fisik dan penggalian sejarah serta peradaban masa lampau agar bisa dikenali generasi sekarang dan orang-orang pada masa depan.

    Bukan hanya memperbaiki infrastruktur, revitalisasi tersebut juga meliputi ekskavasi simbol-simbol peradaban lampau, observasi dan memotret seluk beluk sejarah yang sarat muatan agama, budaya, dan pendidikan.

    Pemugaran dalam bentuk fisik dilakukan pada empat candi, yaitu Candi Kotomahligai, Candi Parit Duku, Menapo Alun-alun, dan Candi Sialang. Optimalisasi juga dilakukan pada kawasan candi yang sudah dikenal warga, seperti Candi Gumpung, Kedaton, dan Candi Kembar Batu.

    Di samping itu, Pemerintah Pusat juga membangun museum cagar budaya Muaro Jambi, yang memuat artefak sejarah seperti serpihan arca dan makara yang disinyalir sebagai peninggalan purbakala hasil karya dan pemikiran di zaman Kerajaan Sriwijaya.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Hutan Tritik Tempat Penemuan Fosil Gajah Itu Bukan Hutan Biasa di Zaman Purba

    Hutan Tritik Tempat Penemuan Fosil Gajah Itu Bukan Hutan Biasa di Zaman Purba



    Nganjuk

    Ahli Penyelidik Bumi Badan Geologi Unggul Prasetyo menyebut lokasi penemuan fosil gajah purba atau Stegodon trigonocephalus memang unik. Dulu kawasan itu padang sabana habitat beragam satwa.

    Fosil gajah purba itu ditemukan di lereng Gunung Pandan, tepatnya di kawasan Hutan Triktik, Nganjuk, Jawa Timur. Fosil gajah itu bukan fosil pertama yang ditemukan di lokasi yang sama.

    “Di wilayah ini pernah dilaporkan temuan fosil banteng, kuda nil, babi hutan, gajah stegodon, buaya juga,” kata Unggul kepada detikJabar, Rabu (22/10/2025).


    Menurut Unggul, wilayah Hutan Tritik secara geologi masuk ke dalam zona Kendeng. Zona Kendeng ini dari zaman Hindia Belanda sudah lama dikenal mengandung fosil.

    “Zona Kendeng ini memanjang barat timur dari Sangiran sampai wilayah Tritik ini, dan memang banyak dijumpai fosil,” ujarnya.

    “Sekitar 800 ribu tahun yang lalu lingkungan di Tritik khususnya dan zona Kendeng umumnya berupa lingkungan hutan terbuka dan savana, sehingga banyak dihuni binatang-binatang berukuran besar. Pada saat itu daerah Tritik merupakan daerah jelajah hewan-hewan tersebut,” dia menambahkan.

    Unggul menyebut hingga hari ini sudah hampir 70 persen bagian fosil ditemukan. Saat ini, proses ekskavasi masih berlangsung.

    “Harapannya bisa ketemu paling nggak 90 persen,” kata dia.

    Disinggung terkait kendala ekskavasi, Unggul menyebut terkendala dalam cuaca. Cuaca saat ini cukup terik dan diselingi hujan.

    “Kendalanya lebih ke cuaca yang tiba tiba hujan sehingga ada tantangan untuk menjaga lokasi fosil tetap kering,” kata dia.

    Unggul menambahkan proses ekskavasi akan ditambah dari 10 hari menjadi 15 hari.

    “Awalnya ditargetkan 10 hari, tetapi melihat volume dan jumlah temuan maka rencana diperpanjang sampai semua terangkat, perkiraan total 15 hari untuk semua bisa terangkat,” ujar dia.

    ***

    Selengkapnya klik detikJabar

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fantastis! Perhiasan yang Digondol dari Louvre Nilainya Rp 1,6 T

    Fantastis! Perhiasan yang Digondol dari Louvre Nilainya Rp 1,6 T



    Paris

    Dunia digegerkan dengan aksi perampokan di Museum Louvre pada Minggu (19/10). Satu demi satu fakta terungkap, termasuk nilai fantastis dari perhiasan yang dicuri.

    Seorang kurator museum mengatakan bahwa perhiasan yang dicuri dari Museum Louvre memiliki nilai 88 juta euro atau mencapai Rp 1,6 triliun. Jaksa penuntut umum Prancis Laura Beccuau mengatakan bahwa jumlah tersebut adalah angka yang fantastis, seperti dikutip dari BBC pada Rabu (22/10).

    Namun angka itu tidak lebih besar dari kerugian yang mengatasnamakan warisan sejarah Prancis. Permata mahkota dan perhiasan yang dihadiahkan oleh dua Napoleon kepada istri mereka masuk dalam daftar si pencuri.


    Dalam aksinya, perampok menggunakan perkakas listrik dan memakan waktu kurang dari delapan menit untuk membawa kabur barang jarahan. Sudah dua hari berlalu, Beccuau khawatir perhiasan tersebut sudah dilebur dan kehilangan wujudnya.

    “Saya berharap pengumuman perkiraan nilai perhiasan tersebut akan membuat para perampok berpikir dua kali dan tidak menghancurkannya,” ucap dia.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa si pencuri tidak akan mengantongi seluruh uang yang mereka dapatkan jika mereka memutuskan untuk melebur perhiasan-perhiasan itu.

    Sebelumnya, barang-barang yang dicuri hanya disebut sebagai artefak yang tak ternilai harganya. Delapan barang yang hilang, termasuk kaling berlian dan zamrud pemberian Kaisar Napoleon kepada istrinya, tiara yang dikenakan oleh Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III, dan beberapa barang yang sebelumnya dimiliki oleh Ratu Marie-Amelie.

    Salah satu artefak yang dicuri terjatuh, yaitu mahkota milik Permaisuri Eugenie. Saat ini, mahkota itu rusak dan pihak museum sedang mengusahakan perbaikannya.

    Lewat CCTV diketahui empat pencuri bertopeng menggunakan truk yang dilengkapi lift mekanis untuk masuk ke Galerie d’Apollon (Galeri Apollo) melalui balkon yang mengarah ke Sungai Seine.

    Dua dari mereka memotong jendela kaca di lantai pertama menggunakan pemotong cakram bertenaga baterai dan memasuki museum. Mereka kemudian mengancam para penjaga di dalam, yang kemudian mengevakuasi gedung.

    Para pencuri mencoba membakar kendaraan mereka di luar, tetapi dicegah oleh seorang staf museum. Mereka terlihat kabur dengan motor.

    Langkah-langkah keamanan telah diperketat di sekitar lembaga-lembaga budaya di negara itu, setelah laporan awal menemukan satu dari tiga ruangan di Museum Louvre tidak memiliki CCTV dan sistem alarm di area luas tidak berfungsi.

    Menteri Kehakiman Gérald Darmanin mengatakan protokol keamanan telah gagal, dan menyesalkan bahwa pencuri yang dapat membawa truk modifikasi ke museum telah meninggalkan Prancis dengan citra yang buruk.

    Pihak berwenang yakin mereka sedang mengejar tim pencuri yang profesional, mengingat betapa cepat dan terorganisirnya mereka.

    Para ahli dalam pemulihan karya seni sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa para penyelidik hanya memiliki satu atau dua hari untuk melacak barang-barang tersebut, sebelum dapat dianggap hilang untuk selamanya.

    Kemungkinan besar barang-barang tersebut telah dipecah menjadi logam mulia dan permata, diselundupkan ke luar negeri dan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah, kata para ahli.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Monumen 1 Abad NU, Kado Istimewa di Hari Santri

    Monumen 1 Abad NU, Kado Istimewa di Hari Santri



    Sidoarjo

    Monumen 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) didirikan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025. Monumen ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar NU dan pesantren dalam perjalanan bangsa.

    Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo, KH Zaenal Abidin pun mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang telah membangun monumen tersebut.

    Menurut KH Zaenal, kehadiran monumen yang juga akan dilengkapi taman tematik NU itu menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi para ulama dan santri, khususnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan pasca-proklamasi.


    “Ini adalah hadiah besar bagi para ulama, santri, dan seluruh warga NU. Apalagi Kabupaten Sidoarjo punya sejarah panjang dalam dunia pesantren dan pergerakan nasional,” ujar KH Zaenal di lokasi Monumen 1 Abad NU, Rabu (22/10/2025).

    Monumen ini sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan kaum santri dan para kiai bukan hanya di bidang keagamaan, tetapi dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

    Dalam kesempatan tersebut, KH Zaenal menegaskan pentingnya peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober, tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, melainkan momen refleksi dan motivasi bagi generasi santri masa kini.

    “Hari Santri adalah pengingat bahwa para santri dan kiai dulu berjuang melawan sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan. Maka, sekarang santri harus terus mengabdi, bukan hanya pada kiai, tapi pada bangsa dan negara,” katanya.

    Ia menambahkan, santri masa kini harus adaptif terhadap zaman. Selain menguasai ilmu agama, santri juga dituntut menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, hingga media sosial sebagai bagian dari medan dakwah yang semakin luas.

    “Santri tidak cukup hanya bisa baca kitab. Mereka harus punya skill, bisa menjawab tantangan zaman, termasuk berdakwah lewat media sosial. Itulah cara santri ikut membangun bangsa hari ini,” tegasnya.

    KH Zaenal juga menyinggung posisi strategis Kabupaten Sidoarjo dalam sejarah pergerakan pesantren di Indonesia. Salah satunya adalah keberadaan Pondok Pesantren Siwalan Panji, yang telah melahirkan banyak tokoh besar nasional dan pendiri pesantren ternama.

    “Dari Siwalan Panji lahir tokoh besar seperti Mbah Kholil Bangkalan, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari, Mbah Khosim, KH Abas, KH Samsul Arifin, hingga pendiri Pondok Modern Gontor. Mereka semua alumni Siwalan Panji. Maka, sangat pantas jika peringatan 1 Abad NU ditandai dengan monumen di Sidoarjo,” jelasnya.

    Menurut KH Zaenal, monumen ini tidak hanya penting secara simbolis, tetapi juga sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan santri dan NU di masa mendatang.

    “Semoga ini bisa jadi pengingat bahwa perjuangan santri belum selesai. Kita punya tanggung jawab menjadikan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.

    Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan, monumen ini layak didirikan di sini, karena ada satu momen bersejarah peringatan 1 abad Nahdlatul Ulama. Saat itu, berjuta orang datang ke Sidoarjo untuk memanjatkan doa bersama.

    “Momen tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa NU, dengan seluruh loyalitas dan pengorbanan warganya, telah memberikan begitu banyak untuk bangsa. NU tidak pernah menagih apapun, hanya menginginkan Indonesia terus maju,” kata Sullamul Hadi Nurmawan yang akrab dipanggil Gus Wawan.

    Gus Wawan yang juga anggota DPRD Sidoarjo menambahkan, dari sisi geografis, Sidoarjo memang sangat layak menjadi tempat lahirnya santri-santri luar biasa. Tokoh besar seperti Mbah Hasyim Asy’ari pun pernah mondok di Buduran. Jadi, Sidoarjo bukan sekadar wilayah, tetapi bagian penting dari sejarah besar NU.

    “Kita tidak harus menyebutnya ‘kota santri’, namun Sidoarjo adalah kota yang menuju metropolis dengan ruh kesantrian yang tetap tinggi. Santri itu tegas, penuh cinta, dan kasih sayang, nilai-nilai itu yang terus hidup di tengah masyarakat Sidoarjo,” pungkas Gus Wawan.

    ——-

    Artikel ini telah naik di detikJatim.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Peringati Hari Santri, Ponpes di Bogor Gelar Tradisi Khataman Al-Qur’an

    Peringati Hari Santri, Ponpes di Bogor Gelar Tradisi Khataman Al-Qur’an



    Bogor

    Hari Santri yang jatuh pada Rabu 22 Oktober 2025 diperingati oleh ribuan santri di Bogor dengan menggelar tradisi unik khataman Al Qur’an.

    Mereka menggelar Khataman Al-Qur’an Akbar sebagai bentuk syukur, refleksi, dan semangat untuk terus menebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 2025.

    Acara khataman Al Qur’an yang diikuti oleh seluruh santri putra dan putri dari berbagai jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom, Bogor ini berlangsung dengan khidmat.


    Sejak pagi hingga esok hari di halaman utama pesantren, para santri dengan penuh semangat membaca Al-Qur’an lembar demi lembar secara serentak hingga tuntas mencapai khatam.

    Tak hanya sekadar membaca Al Qur’an sampai khatam, acara itu juga disertai doa bersama dari para santri dan kyai untuk bangsa dan negara Indonesia.

    Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 8 Cidokom, KH. Rifdy Izdihar M.A menyatakan tradisi ini merupakan wujud cinta santri kepada Al-Qur’an, serta penguatan spiritual dalam momentum perayaan Hari Santri.

    “Hari Santri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa, pembawa kedamaian, dan pengamal ajaran Islam yang moderat,” ujar KH. Rifdy Izdihar, dikutip Rabu (22/10/2025).

    Selain khataman Al-Qur’an secara serentak oleh ribuan santri, acara juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan seperti lomba pidato, nasyid, pentas seni Islami, serta upacara Hari Santri.

    Acara ini diharapkan dapat memperkuat semangat santri dalam meneladani perjuangan para ulama dan santri terdahulu yang berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan NKRI.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh santri bahwa menjadi santri bukan hanya berarti belajar agama, tetapi juga belajar menjadi warga negara yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi untuk bangsa,” pungkas KH. Rifdy Izdihar.

    Acara khataman Al-Qur’an dan peringatan Hari Santri Nasional diakhiri dengan doa bersama, serta penampilan seni budaya dari para santri yang menampilkan semangat cinta tanah air dalam balutan nilai-nilai Islam.

    Tradisi mengkhatamkan Al Quran tetap menjadi tradisi yang memperkaya rohani umat Islam. Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh umat Islam di berbagai wilayah, hingga menjadi warisan budaya, baik di kalangan pesantren maupun masyarakat biasa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Viral Baut Kendur di Pesawat Thai Lion Air, Maskapai Beri Penjelasan

    Viral Baut Kendur di Pesawat Thai Lion Air, Maskapai Beri Penjelasan



    Bangkok

    Viral di media sosial rekaman video yang menunjukkan ada baut di bagian sayap pesawat Thai Lion Air yang kendur. Pihak maskapai pun buka suara dan memberi penjelasan.

    Beredar di media sosial, video yang memperlihatkan adanya baut di bagian sayap pesawat tampak kendur. Ada beberapa baut yang terlihat bergetar-getar dan tidak kencang, padahal saat itu pesawat sedang melayang di udara.

    Sementara itu, baut yang lainnya tampak kencang dan tidak bergetar. Video yang direkam oleh penumpang dari dalam kabin pesawat itu disertai dengan keterangan lokasi dan di pesawat apa insiden itu terjadi.


    “Thai Lion Air Flight…Bangkok to Chiang Mai. B737-800,” tulis keterangan video tersebut.

    Menanggapi insiden tersebut, Corporate Communications Strategic of Lion Group Danang Mandala Prihantoro pun memberikan penjelasan.

    Sebelum memberi penjelasan, Danang mengucapkan terima kasih atas video yang diambil oleh penumpang di penerbangan Lion Air Thailand tersebut.

    “Thai Lion Air menyampaikan terima kasih atas perhatian dari salah satu pelanggan yang mengunggah dokumentasi video saat penerbangan bersama Thai Lion Air. Video tersebut memperlihatkan bagian baut pada area sayap kiri pesawat. Kami telah menerima laporan tersebut dan telah melakukan pengecekan menyeluruh,” ucap Danang dalam keterangan resminya yang diterima, Rabu (22/10/2025).

    Menurut Danang, tim teknisi langsung melakukan pengecekan terhadap baut yang kendur tersebut. Hasilnya, pesawat dinyatakan aman untuk penerbangan selanjutnya.

    “Setelah pesawat mendarat, tim teknis Thai Lion Air langsung melakukan inspeksi mendetail dan memastikan bahwa seluruh sistem, serta struktur pesawat dalam kondisi aman untuk operasi penerbangan berikutnya. Kami telah melaporkan hasil pemeriksaan ini kepada Civil Aviation Authority of Thailand (CAAT),” jelas Danang.

    Penyebab Baut Sayap Bergetar

    Terkait baut dalam video yang terlihat bergetar, Danang menyatakan fenomena itu masih dalam batas normal. Bergetarnya baut di bagian sayap pesawat diakibatkan oleh aliran angin.

    “Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan bahwa kondisi komponen tersebut masih dalam batas aman. Secara teknis, pergerakan kecil (vibrasi) pada baut yang terlihat di video akibat dari akumulasi getaran dan aliran udara saat pesawat terbang. Tidak ditemukan indikasi adanya bagian yang longgar atau membahayakan,” tegas Danang.

    “Thai Lion Air menegaskan keselamatan dan keamanan penerbangan selalu menjadi prioritas utama. Setiap pesawat menjalani proses perawatan dan pemeriksaan berkala sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pabrikan dan otoritas penerbangan, serta pemeriksaan rutin sebelum dan setelah penerbangan untuk memastikan kondisi terbaik pesawat sebelum melayani pelanggan,” pungkas Danang.

    (wsw/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyusuri Pulau Onrust, Jejak Kelam VOC yang Kini Jadi Museum Arkeologi

    Menyusuri Pulau Onrust, Jejak Kelam VOC yang Kini Jadi Museum Arkeologi



    Jakarta

    Pulau Onrust di Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Indonesia sejak masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

    Kini, pulau ini dikenal sebagai Museum Arkeologi Onrust, tempat wisata sejarah yang menyimpan banyak kisah kelam dan peninggalan bersejarah dari abad ke-17 hingga abad ke-20.

    Dari Galangan Kapal hingga Benteng Pertahanan

    Pada abad ke-17, Pulau Onrust menjadi pusat galangan kapal sebelum Tanjung Priok berdiri. Karena aktivitas kapalnya yang padat, pulau ini dijuluki Pulau Kapal.


    VOC membangun benteng pertahanan setinggi sembilan meter dengan bastion yang menjorok keluar sebagai menara pengintai. Di masa itu, Onrust menjadi salah satu pulau tersibuk di Teluk Jakarta.

    Bangunan yang ada saat ini sebagian besar berasal dari masa sekitar tahun 1850, dibangun untuk mempertahankan aktivitas pelabuhan kapal-kapal Belanda.

    Hasil ekskavasi arkeologi menunjukkan sisa benteng utama dan kincir angin yang dulu digunakan untuk memotong kayu kapal.

    Pusat Karantina Haji dan Rumah Sakit Modern di Zamannya

    Pada tahun 1911, Pulau Onrust berubah fungsi menjadi rumah sakit karantina bagi para pendatang dari luar negeri, termasuk jemaah haji asal Indonesia sebelum memasuki Batavia.

    Rumah sakit ini memiliki luas sekitar 12 hektar dan mampu menampung hingga 3.500 orang. Pulau Onrust menjadi tempat penampungan barang-barang jamaah haji yang berjumlah 35 barang dan 1 barang isinya 100 orang.

    “Penampungan barang-barang di Pulau Onrust ada 35 barang penampungan haji, 1 barang isi 100 orang,” ujar Gindo, pemandu wisata Kepulauan Seribu yang menemani detikTravel dalam Agenda Walking Tour Disparekraf DKI Jakarta.

    Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

    Fasilitasnya cukup lengkap, termasuk asrama berukuran 6×30 meter yang bisa menampung 100 orang. Di masa itu, Pulau Onrust juga memiliki penjara dan bunker pertahanan. Jamaah haji yang sehat diobservasi selama lima hari di Onrust, sementara yang sakit dirawat di Pulau Cipir.

    Sayangnya, sejarah karantina ini juga meninggalkan kisah kelam. Dulu, penyakit menular seperti leptospirosis (penyakit kencing tikus) sering menyerang akibat buruknya kondisi kapal yang membawa tikus dari luar negeri.

    Tragedi, Penjarahan, dan Masa Suram Pulau Onrust

    Nama “Onrust” berasal dari bahasa Inggris unrest, yang berarti “tidak istirahat”. Pulau ini menyimpan banyak kisah kelam, termasuk cerita tentang seorang noni Belanda bernama Maria van de Veldes yang meninggal karena depresi dan dimakamkan di sini. Di makamnya ditemukan puisi cinta yang menyentuh hati.

    “Pulau Onrust memiliki kisah kelam, diantaranya pulau ini banyak tawanan-tawanan perang yang dipenjarakan di pulau ini, dan pada 1968 pulau ini pernah dijarah batuan dari bangunan disana yang akhirnya hanya sisa beberapa puing,” cerita Gindo.

    Pada masa revolusi, Onrust dijadikan tempat pembuangan tahanan politik, termasuk anggota DI/TII. Memasuki tahun 1968, pulau ini dijarah besar-besaran, batu-batu bangunannya diambil sehingga kini hanya tersisa puing-puing.

    Pulau Onrust Kini: Situs Arkeologi dan Wisata Edukasi

    Setelah lama terbengkalai, pada tahun 1972 pemerintah menetapkan Onrust sebagai Taman Arkeologi Onrust, dan sejak 2024 statusnya resmi menjadi Museum Arkeologi Tipe A.

    Di sini, wisatawan bisa menemukan sisa bunker yang telah berisi air payau, reruntuhan bangunan VOC, serta sekitar 50 makam Belanda.

    Wisata Pulau Onrust di Kepulauan SeribuWisata Pulau Onrust di Kepulauan Seribu Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

    Salah satu daya tarik utama pulau ini adalah bunker pendingin amunisi dengan delapan ruangan terpisah. Saat ini bunker ini telah dipenuhi air payau karena kerapuhan dinding bunker yang membuat air laut masuk ke dalam yang kedalamannya sekitar 1,3 meter.

    “Bunker ini isinya air payau karena dindingnya pecah jadi airnya masuk. Di dalamnya ada 8 ruangan itu nggak nyambung, masing-masing per 4 ruangan,” kata Rosyadi, pemandu lokal Pulau Onrust.

    Pulau ini juga menyimpan berbagai peninggalan dari abad ke-18, seperti batu bata kuno yang semakin kuat ketika terkena air laut. Di sekitarnya tumbuh pohon keben, tumbuhan khas pesisir yang menjadi bagian dari ekosistem alami Onrust.

    Cara Menuju ke Pulau Onrust

    Akses menuju Pulau Onrust bisa ditempuh dari Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal wisata. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 20 menit saja.

    Listrik di pulau ini masih menggunakan genset dan hanya menyala pada jam-jam tertentu, karena pasokan utama difokuskan ke pulau yang berpenghuni.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com