Category: Wisata

  • Museum Louvre Dibuka Lagi usai Perhiasan Rp 1,7 Triliun Dicuri

    Museum Louvre Dibuka Lagi usai Perhiasan Rp 1,7 Triliun Dicuri



    Paris

    Setelah pencurian siang bolong yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 2025, Museum Louvre pun ditutup untuk publik. Di tengah investigasi, museum kembali membuka pintunya untuk turis.

    Seperti yang diberitakan Lemonde, Rabu (22/10/2025) Louvre kembali dibuka untuk pengunjung mulai hari ini, Rabu pada pukul 09.00 waktu setempat setelah tutup 3 hari karena pencurian akbar. Para pengunjung mulai berdatangan ke museum yang menjadi rumahnya lukisan Mona Lisa ini.

    Pihak museum mengatakan, walau Louvre sudah menyambut pengunjung namun untuk area Galeri Apollo, tempat pencurian terjadi pada hari Minggu, masih ditutup.


    Di hari yang sama, Direktur Louvre, Laurence des Cars, akan menghadapi pemeriksaan oleh komite budaya di Senat Prancis. Salah satu pertanyaan yang akan dia jawab adalah mengenai sistem keamanan di museum.

    Des Cars, yang telah mengelola Louvre sejak 2021, belum memberikan pernyataan publik apa pun sejak pencuri membawa kabur perhiasan kerajaan dalam perampokan siang hari Minggu dalam waktu hanya 7 menit saja. Pencurian tersebut memicu kembali perdebatan mengenai kurangnya keamanan di museum-museum Prancis, setelah dua institusi lain dirampok bulan lalu.

    “Kurator Louvre memperkirakan kerugiannya mencapai $102 juta (lebih dari Rp 1,69 triliun),” kata Jaksa Paris Laure Beccuau.

    Puluhan penyidik sedang mencari pelaku sejak hari Minggu, dengan teori bahwa mereka adalah kelompok kejahatan terorganisir yang memanjat tangga truk untuk membobol museum, lalu menjatuhkan mahkota bertabur berlian saat mereka melarikan diri. Beccuau mengonfirmasi bahwa empat orang terlibat dalam perampokan dan pihak berwenang sedang menganalisis sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

    Para detektif sedang memeriksa rekaman kamera video dari sekitar museum serta jalan raya utama di luar Paris untuk mencari jejak para perampok, yang melarikan diri dengan skuter.

    (sym/sym)



    Sumber : travel.detik.com

  • Restoran Siap Saji Jadi Sasaran Gen Z buat Akomodasi Murah

    Restoran Siap Saji Jadi Sasaran Gen Z buat Akomodasi Murah



    Hong Kong

    Restoran cepat saji seperti McDonald’s kini bukan hanya jadi tempat makan, tapi juga jadi akomodasi irit bagi sebagian wisatawan golongan Gen Z di China.

    Tren tersebut marak di kalangan Gen Z, di mana mereka menjalani konsep perjalanan ekstrem bernama ‘special forces travel’.

    Dilansir dari Daily Mail, Rabu (22/10/2025) tren ini menekankan pada efisiensi waktu dan biaya dalam bepergian. Konsepnya terinspirasi dari gaya hidup pasukan militer yang singkat, cepat, dan murah.


    Para wisatawan yang ikut tren tersebut rela melewatkan kenyamanan hotel dan memilih tidur di restoran cepat saji yang buka 24 jam demi menekan pengeluaran. Salah satu lokasi yang ramai jadi sasaran adalah McDonald’s di Hong Kong.

    Bahkan pada Mei lalu, sejumlah foto wisatawan yang tertidur di kursi restoran tersebut viral di media sosial. Tak hanya tidur, banyak dari mereka juga membawa makanan instan sendiri untuk menghemat biaya makan.

    Salah satu yang mencoba cara perjalanan hemat itu adalah Chloe Cai. Ia mengaku hanya menghabiskan sekitar 106 dolar AS atau sekitar Rp 1,6 juta untuk liburan tiga hari di Hong Kong.

    Chloe juga menginap selama satu malam di McDonald’s dan satu malam di hotel murah seharga 46 dolar AS (Rp 713 ribu). Meski berhasil menekan biaya, Chloe justru kapok dan cukup merasakannya satu kali saja.

    “Saya merasa tidak aman dan tidak bisa tidur sama sekali di McDonald’s,” ujarnya seperti dikutip Daily Mail dari ABC News.

    “Saya tidak ingin melakukannya lagi. Lain kali saya akan pilih day trip saja ke Hong Kong,” lanjutnya.

    Fenomena tersebut menuai beragam reaksi, sebagian warga Hong Kong mengkritik tren tersebut karena dianggap tidak mendukung perekonomian lokal. Bahkan ada yang meminta agar McDonald’s menutup layanan 24 jam untuk mencegah restoran dijadikan tempat bermalam.

    Kendati demikian, tren ‘special forces travel’ semakin populer di kalangan anak muda China. Di media sosial, banyak wisatawan membagikan itinerary ekstrem mereka, lengkap dengan tips menghemat uang.

    Namun, belum tentu tren ini cocok diterapkan di negara lain. Di Inggris misalnya, meski banyak McDonald’s buka 24 jam, area tempat duduk biasanya ditutup saat malam untuk mencegah penyalahgunaan.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari Jepang Hingga Rwanda, Ini 25 Destinasi Wisata Terbaik untuk 2026

    Dari Jepang Hingga Rwanda, Ini 25 Destinasi Wisata Terbaik untuk 2026



    Jakarta

    Meski 2025 belum usai, National Geographic telah merilis daftar destinasi terbaik untuk dikunjungi pada 2026. Poin yang dinilai mulai dari budaya, seni, hingga inovasi.

    Lewat laporan ‘Best of The World 2026’ terdapat 25 destinasi terbaik dunia. Pilihan itu berdasarkan kurasi para editor dan penjelajah internasional. Mengutip CNN, Kamis (23/10/2025) Nathan Lump, pemimpin redaksi National Geographic, menyampaikan beberapa destinasi unggulan dan alasannya.

    Beberapa kota masuk dalam daftar tersebut karena pesona budaya, seni, dan inovasinya. Secara pribadi, Lump memfavoritkan Pittsburgh di AS sebagai destinasi terbaik.


    “Ini kota pascaindustri dengan populasi muda yang kreatif, seni yang hidup, dan museum-museum fantastis,” ujarnya.

    Di Amerika Selatan, ada Medellin, Kolombia yang disebut Lump sebagai ‘kisah kebangkitan’ dengan taman indah dan budaya yang berkembang pesat. Kemudian, Rio de Janeiro di Brasil yang tengah bersiap membuka museum baru dan jalur pendakian menuju patung Kristus Penebus.

    Dari Eropa, tiga kota direkomendasikan, yakni Oulu di Finlandia (Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2026), Guimaraes di Portugal (Ibu Kota Hijau Eropa mendatang), dan Hull di Inggris. Lump menilai kendati kerap diremehkan, Hull adalah kota penting dalam sejarah maritim dan memiliki akuarium yang luar biasa.

    “Salah satu hal menarik dari daftar ini adalah memberikan alasan untuk mempertimbangkan ulang kota-kota yang mungkin sering terabaikan,” kata Lump.

    National Geographic juga menyoroti destinasi yang belum terlalu ramai wisatawan. Di Turki, pesisir Laut Hitam menawarkan panorama indah dan arsitektur khas dengan suasana lebih tenang dibanding Aegea atau Mediterania.

    Sementara itu, di Uzbekistan, Khiva mulai mencuri perhatian berkat layanan kereta cepat dari Tashkent. Kota ini disebut sebagai ‘museum terbuka’ yang ideal dikunjungi sebelum menjadi terlalu populer.

    Di Korea Selatan, tren hiking mulai naik daun dengan rencana pembukaan jalur Dongseo, rute sepanjang 800 km mirip Camino de Santiago di Spanyol.

    “Setiap bagiannya dirancang sebagai jalur hiking harian yang nyaman,” kata Lump.

    Di Jepang, Prefektur Yamagata dipuji sebagai tempat pelarian dari hiruk-pikuk turis. Lump menyebut daerah ini memiliki pemandangan menakjubkan, makanan lezat, onsen, dan kuil-kuil yang menarik.

    Bagi pencinta alam, ada Dominica yang akan menjadi lokasi cagar paus sperma pertama di dunia. Sekitar 200 paus berenang di perairan Karibia sepanjang tahun.

    Di Rwanda, Taman Nasional Akagera menjadi pilihan untuk melihat safari singa, macan tutul, badak, gajah, dan kerbau tanpa kerumunan turis. Sedangkan di Badlands, North Dakota, AS, akan dibuka Perpustakaan Presiden Theodore Roosevelt pada Juli 2026, dirancang oleh firma arsitektur Snohetta.

    Spanyol juga masuk daftar, khususnya Wilayah Basque, salah satu dari sedikit lokasi di daratan Eropa yang akan dilintasi gerhana matahari total pada 12 Agustus 2026.

    Sementara itu, mulai April 2026, pengunjung Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta di Australia dapat menginap di area dekat batu raksasa Uluru sambil menikmati langit malam dan api unggun.

    Untuk pencinta olahraga, Vancouver di Kanada dan Dolomites di Italia jadi sorotan karena menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA dan Olimpiade Musim Dingin mendatang.

    Di sisi lain, sejumlah tempat juga masuk daftar karena semangat pemulihan dan keberlanjutan. Maui, Hawaii, tengah bangkit pasca kebakaran besar 2023. “Ini waktu yang tepat untuk kembali ke sana,” kata Lump.

    Selain pengalaman baru dari hotel-hotel terbaiknya, suasana pulau pun kini lebih tenang.

    Fiji juga mencuri perhatian karena komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan. Terdapat banyak peluang voluntourism, yakni berlibur sambil menjadi relawan.

    Terakhir, Oklahoma bersiap memperingati 100 tahun Rute 66. Negara bagian ini telah menggelontorkan lebih dari 82 juta dolar AS untuk mempercantik jalur ikonis sepanjang 640 km tersebut.

    “Rasanya seperti pertunjukan lampu neon yang dihidupkan kembali, lengkap dengan atraksi pinggir jalan di setiap tikungan,” tulis National Geographic.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesawat Hantam Benda Asing di Ketinggian 36.000 Kaki, Pilot Terluka

    Pesawat Hantam Benda Asing di Ketinggian 36.000 Kaki, Pilot Terluka



    Jakarta

    Sebuah insiden menyebabkan kaca depan kokpit penerbangan maskapai United Airlines hancur. Pilot terluka.

    Penerbangan bernomor UA1093 itu membawa 140 penumpang dari Denver menuju Los Angeles (LA), Amerika serikat (AS). Saat berada di ketinggian sekitar 36.000 kaki, kapten melaporkan melihat sesuatu dari atas menghantam kaca depan kokpit pesawat.

    Pilot juga melaporkan tertimpa pecahan kaca. Sebagian tubuhnya terluka.


    Akibat insiden tersebut, pesawat Boeing 737 MAX itu dialihkan ke Salt Lake City dan berhasil mendarat dengan selamat.

    Setelah peristiwa itu muncul berbagai spekulasi benda apa yang mungkin menabrak pesawat pada ketinggian tersebut, mulai dari puing-puing antariksa hingga meteor.

    Kini, penyebab peristiwa itu mulai teridentifikasi. John Dean, salah satu pendiri dan CEO WindBorne Systems, perusahaan teknologi asal AS yang mengembangkan balon pintar (smart weather balloons) untuk memantau cuaca dan atmosfer secara real time, mengatakan benda tersebut kemungkinan besar adalah salah satu balon cuaca yang diluncurkan perusahaannya.

    “Pada Kamis, 16 Oktober, Foreign Object Debris (FOD) menghantam kaca depan UA1093, pesawat 737 MAX, pada ketinggian sekitar 36.000 kaki. WindBorne mulai menyelidiki insiden ini pada Minggu, 19 Oktober, dan kami yakin FOD tersebut kemungkinan besar adalah balon WindBorne,” pernyataan perusahaan WindBorne Systems, seperti dilansir Stuff, Kamis (23/10/2025).

    “Kami bersyukur sampai saat ini, sepengetahuan kami, tidak ada cedera serius dan tidak ada kehilangan tekanan kabin,” pernyataan perusahaan itu.

    “WindBorne telah meluncurkan lebih dari 4.000 balon hingga saat ini. Kami telah berkoordinasi dengan FAA sepanjang sejarah perusahaan dan mengajukan NOTAM (Notice to Air Missions-peringatan penerbangan) untuk setiap balon yang kami luncurkan. Sistem ini dirancang agar aman jika terjadi tabrakan di udara,” pernyataan ditambahkan.

    Dean kecewa atas insiden yang melibatkan balon cuaca milik perusahaannya. Dia sangat cemas terhadap para penumpang penerbangan UA1093.

    “Saya terkejut melihat kaca di bagian dalam pesawat pecah. Ini benar-benar mengkhawatirkan dan tidak bisa diterima, apa pun peraturannya. Apalagi sampai menyebabkan pilot terluka. Saya sama sekali tidak bisa menerima hal ini,” tulis Dean di platform X.

    Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa mereka bekerja sama dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk investigasi lebih lanjut.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Maskapai AirAsia Pindah ke Terminal 2E untuk Rute Domestik

    Maskapai AirAsia Pindah ke Terminal 2E untuk Rute Domestik



    Jakarta

    AirAsia memindahkan seluruh penerbangan rute domestiknya ke terminal 2E Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK). Adapun, penerbangan internasional tetap di 2F.

    Dikutip dari situsnya, perubahan ini mulai diterapkan pada Minggu (26/10/2025) pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, rute dalam negeri Indonesia AirAsia berada di terminal 1A.

    “Kami berharap penumpang bisa menikmati fasilitas lebih lengkap dengan mudah, terutama untuk yang akan melanjutkan penerbangan ke rute internasional di terminal 2F atau sebaliknya. Kami telah menyiapkan langkah pendukung atar proses perpindahan berjalan dengan baik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman.


    Selama transisi, maskapai AirAsia menyiapkan petugas lapangan di terminal 1A dan 2E yang akan memandu penumpang. Petugas akan membantu penumpang menemukan lokasi kedatangan dan keberangkatan yang baru. Indonesia AirAsia juga menyiapkan shuttle gratis tiap 15 menit yang beroperasi dari 1A ke 2E.

    Captain Sadikin mengatakan pemindahan terminal adalah bukti maskapai untuk memberikan layanan terbaik bagi penumpang. Dengan pembuktian komitmen ini, penumpang bisa memperoleh layanan dan pengalaman terbaik. Selain meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, pemindahan ini dapat meningkatkan efisiensi operasional maskapai.

    Dalam proses pemindahan ini, maskapai menyarankan penumpang selalu update informasi di email, pesan pendek, aplikasi AirAsia MOVE. Penumpang juga disarankan tiba di bandara tiga jam sebelum jadwal keberangkatan, sehingga tersedia cukup waktu untuk pindah terminal dan check-in manual di konter penerbangan.

    Sebagai info tambahan, setiap penumpang hanya boleh membawa bagasi kabin maksimal 7 kg. Jika lebih dari batas maksimal tersebut, penumpang wajib mendaftarkan bawaannya sebagai bagasi check-in di konter keberangkatan. Penumpang AirAsia telah memperoleh jatah bagasi terdaftar sesuai aturan yang berlaku.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita

    Jelajah Petak 9, Pecinan Tertua di Jakarta yang Penuh Cerita


    Jakarta

    Petak 9 di Glodok, Jakarta, adalah kawasan Pecinan tertua di Indonesia. Traveler bakal menemukan suasana autentik, kuliner, dan wihara megah di sini.

    Petak 9 terletak di Jalan Kemenangan Raya nomor 40, RT 5/RW 1, Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini dikenal sebagai bagian dari Pecinan Jakarta, yang disebut-sebut sebagai kawasan Pecinan terbesar sekaligus tertua di Indonesia.

    Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi bisa memarkir mobil di tepi jalan sekitar Petak 9 dengan tarif sekitar Rp 10 ribu.


    Petak 9 tidak memiliki papan nama resmi yang menandakan kawasan ini, sehingga traveler yang baru kali pertama berkunjung sebaiknya bertanya kepada warga sekitar agar tidak tersesat.

    Bagi detikers yang hobi membuat konten vlog atau fotografi, tempat ini bisa jadi spot seru untuk menangkap suasana khas Pecinan yang autentik. Deretan kios di sepanjang gang menjajakan berbagai kebutuhan, mulai dari buah, sayur, ikan segar, hingga jajanan tradisional Tionghoa. Beberapa toko juga menjual perlengkapan ibadah umat Tionghoa seperti dupa, angpau, dan lampion.

    “Toko biasanya ramai menjelang Imlek. Banyak warga Tionghoa datang untuk membeli kue keranjang dan perlengkapan sembahyang,” ujar Li Xau, pedagang di Toko Kuh Kok di Petak 9.

    Di kawasan ini juga banyak pedagang pakaian, perabot rumah tangga, buah, sayur, dan ikan. Traveler yang ingin membeli ikan segar, waktu terbaik datang adalah pagi hari karena stok ikan masih baru dan kualitasnya lebih baik.

    Jalanan sempit dengan genangan air dari kios ikan menjadi ciri khas Petak 9. Suasana ramai membuat pengunjung kadang harus bergantian lewat dengan pengendara motor yang melintas. Meski padat, atmosfernya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan khas Pecinan Jakarta.

    Kawasan Petak 9 juga dikenal dengan deretan wihara yang berdiri megah di antara bangunan tua. Dua wihara paling terkenal di area ini adalah:

    Wihara Dharma Bakti

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Terletak di pertigaan pertama Petak 9 sebelah kanan. Aroma dupa langsung menyambut begitu pengunjung masuk ke dalam area wihara. Jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 16.00.

    Wihara Dharma Jaya Toasebio

    Vihara Petak 9 Glodok Jakarta BaratVihara Petak 9 Glodok Jakarta Barat (Qonita Hamidah/detikTravel)

    Berada di Jalan Kemenangan III nomor 48, Jakarta Barat, sekitar 450 meter dari Wihara Dharma Bakti. Vihara ini menjadi tempat sembahyang sekaligus destinasi religi yang sering dikunjungi wisatawan.

    Petak 9 yang kental dengan nuansa Tionghoa memang jadi destinasi pilihan bagi penyuka wisata budaya, sejarah, dan fotografi. Buat kamu yang mau jalan-jalan di sini, jangan lupa bawa payung atau sunscreen sehingga tetap nyaman traveling saat panas atau hujan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Inovasi Drip Bag dan Harmoni dengan Alam

    Inovasi Drip Bag dan Harmoni dengan Alam



    Jakarta

    Traveler yang pelesiran ke Garut, Jawa Barat bisa memilih kopi Sintok sebagai oleh-oleh. Di balik aroma earthy yang menggoda dan desain kemasan yang kini lebih modern, tersembunyi cerita tentang alam, manusia, dan pertalian erat petani dengan alam.

    Kopi Sintok adalah karya petani di lereng-lereng perbukitan Desa Sintok. Sehari-hari, mereka hidup berdampingan dengan kabut, hutan, dan sesekali gangguan monyet liar yang lapar.

    Petani merawat pohon kopi bukan sekadar demi panen, tetapi juga karena mereka memahami bahwa tanah, air, dan udara di sekitarnya adalah sistem kehidupan yang saling menopang.


    Kopi Sintok GarutSri Setiawati Tumuyu, ketua Pengabdian Masyarakat SIL UI (kiri) menyerahkan kenang-kenangan kepada perwakilan kelompok tani Desa Sintok. (dok Pengmas SIL UI)

    Kisah tersebut kini menjadi bagian erat kopi Sintok saat ditawarkan kepada pelanggan. Selain itu, produk kopi Sintok dikemas lebih kekinian dengan pembuatan produk drip bag kopi. Cara ini bisa membuat kopi Sintok lebih praktis dan mudah diseduh oleh konsumen.

    Desain kemasan juga dibuat menarik dan informatif dengan memuat sertifikat mutu, informasi kandungan, serta proses pengolahan kopi agar konsumen memahami kualitas produk yang mereka nikmati tengah dilakukan.

    Tidak sendirian, petani kopi Sintok bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Indonesia.

    “Inovasi-inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menarik minat konsumen, tetapi juga menciptakan identitas yang kuat bagi kopi Sintok sebagai produk lokal unggulan Garut,” kata Sri Setiawati Tumuyu, ketua Pengabdian Masyarakat SIL UI, dalam agenda Sosialisasi dan Penyampaian Desain Produk Drip Bag Kopi Lokal dari Ladang ke Cangkir Kopi, di Garut.

    Sri menjelaskan upaya itu dilakukan agar kopi Sintok bisa bersaing di pasar dan menarik konsumen. Selain itu, menciptakan identitas yang kuat bagi kopi Sintok sebagai produk lokal unggulan Garut.

    Proses penjemuran Kopi Sintok di Garut, Jabar.Proses penjemuran Kopi Sintok di Garut, Jabar. (dok. Pengmas SIL UI)

    Tujuan lainnya adalah untuk sekaligus mendukung predikat Indonesia sebagai salah satu pengekspor kopi terbesar di dunia.

    “Indonesia merupakan pengekspor kopi nomor tiga di dunia. Namun, sebagian besar ekspor masih berupa raw material yang nilainya relatif rendah. Kita perlu meningkatkan kreativitas dalam mengolah kopi agar memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani,” ujar Sri.

    Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wadah interaksi antara akademisi dan petani untuk berbagi pengetahuan mengenai pengolahan setelah panen, pemasaran, dan penguatan jejaring antar pelaku usaha kopi.

    “Sejak kopi semakin populer, banyak kedai kopi, harga kopi menjadi bagus. Kegiatan seperti ini bisa menambah daya saing kami di pasar,” kata Asep Suhendar, salah satu petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Kopi Sintok, turut dalam pelatihan itu.

    (Bukan) Hama Monyet

    Asep menyampaikan bahwa kebun kopi yang dikelola oleh Kelompok Tani Kopi Sintok, memiliki sejumlah tantangan, di antaranya serangan hama monyet pada tanaman kopi yang menyebabkan penurunan produktivitas.

    Sri merespons dengan menyatakan bahwa monyet bukan hama bagi kopi. Dia berharap kebun kopi Sintok digarap beriringan dengan alam agar berkelanjutan.

    “Petani perlu memahami interaksi antara manusia dan lingkungan. Kita tidak harus berkonflik atau memerangi alam, tetapi hidup berdampingan dengannya. Misalnya, dengan menanam tanaman buah seperti pisang di sekitar kebun kopi, monyet dapat memperoleh makanannya tanpa merusak tanaman kopi,” kata Sri.

    Sri menegaskan bahwa menjaga keseimbangan ekosistem merupakan bagian penting dari upaya keberlanjutan. Petani yang bijaksana dengan alam akan mampu menjaga kelestarian sumber daya alam, yang pada akhirnya juga menopang keberlangsungan hidup manusia di masa depan.

    “Dengan meningkatkan nilai tambah kopi menjadi produk-produk bernilai jual tinggi, petani turut berkontribusi pada efisiensi penggunaan sumber daya alam dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok

    Rute dan Akses Menuju Destinasi Wisata Petak Sembilan, Glodok


    Jakarta

    Kawasan wisata budaya dan kuliner Petak Sembilan di Glodok, Jakarta Barat bisa diakses dengan kendaraan umum. Simak di sini informasinya.

    Akhir pekan belum mempunyai rencana liburan? Petak Sembilan di kawasan Pecinan Glodok bisa jadi pilihan menarik. Kawasan ini dikenal sebagai surga kuliner khas Tionghoa, lengkap dengan suasana pasar yang dipenuhi toko China.

    Bukan hanya menyuguhkan makanan lezat, Petak Sembilan juga menawarkan pengalaman berjalan di antara gang sempit dengan aroma dupa, jajanan tradisional, hingga toko Cina yang legendaris. Tak heran jika kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.


    Masih bingung soal transportasi umum menuju ke sana? detikTravel sudah merangkum beberapa cara mudah menuju Petak Sembilan.

    Naik TransJakarta

    Perjalanan bisa dimulai dengan naik TransJakarta koridor 1 (Blok M-Kota) dan turun di Halte Glodok. Setelah itu, lanjutkan berjalan kaki sekitar 250 meter menuju kawasan Pecinan Jakarta atau dikenal juga sebagai Chinatown.

    Setelah melewati gapura khas Tionghoa di pintu masuk, lanjutkan berjalan sekitar 50 meter hingga menemukan Gang Petak 9 di sisi kanan jalan. Bagi yang baru pertama kali datang, disarankan bertanya kepada warga sekitar, karena gang ini tidak memiliki papan nama resmi yang menandai sebagai Petak Sembilan.

    Naik KRL

    Alternatif lain adalah menggunakan KRL. Naik kereta menuju arah Kampung Bandan dan turun di Stasiun Duri. Dari sana, berjalan sekitar 100 meter ke Jalan Duri Utama 1, kemudian naik mikrolet M41. Turun di Jalan Kemenangan 1 dan lanjutkan berjalan sekitar 200 meter menuju kawasan Petak Sembilan.

    Naik MRT

    Moda transportasi modern ini juga bisa jadi pilihan. Turun di Stasiun Bundaran HI, lalu lanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta koridor 1 dan turun di Halte Glodok. Selanjutnya, cukup berjalan kaki menuju kawasan Pecinan untuk menemukan Petak Sembilan.

    Petak Sembilan bukan sekadar destinasi kuliner, tetapi juga tempat untuk merasakan atmosfer budaya Tionghoa yang masih terjaga di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Jadi, siapkan kamera dan selera makan terbaikmu, karena setiap sudutnya siap memanjakan mata dan perut!

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kepulauan Seribu dengan 113 Pulau Fokus Dikembangkan untuk Pariwisata

    Kepulauan Seribu dengan 113 Pulau Fokus Dikembangkan untuk Pariwisata



    Jakarta

    Kepulauan Seribu kini memiliki 113 pulau dan menjadi fokus DKI dalam pengembangan pariwisata. Kendati abrasi menjadi tantangan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi dampaknya dan menjaga kelestarian pulau-pulau tersebut.

    Jumlah pulau di Kepulauan Seribu tidak benar-benar seribu, kini terdapat 113. Angka itu merujuk laporan Badan Informasi Geospasial dalam perhitungan 16-22 September 2020 dalam agenda Penelaahan Nama Rupabumi Unsur Pulau Tingkat Pusat.

    Sebelumnya, dinyatakan ada lebih banyak pulau di Kepulauan Seribu. Pulau-pulau itu hilang karena abrasi pantai. Penyebab abrasi pantai bermacam-macam, mulai dari kombinasi faktor alami seperti gelombang laut tinggi, pasang surut ekstrem, serta aktivitas manusia seperti pembangunan pesisir yang kurang berkelanjutan dan pengurangan tutupan vegetasi pantai, serta perubahan iklim.


    Salah satu contoh pulau yang hilang terkena abrasi adalah Pulau Ubi. Pulau itu merupakan pulau berpenduduk, setelah tenggelam, warganya direlokasi ke Pulau Untung Jawa. Peristiwa tenggelamnya Pulau Ubi sudah terjadi pada 1950-an, lebih tepatnya Pulau Ubi Kecil tenggelam pada 1949 dan Pulau Ubi Besar hilang pada 1956.

    “Setiap pulau pasti mengalami abrasi karena gelombang laut. Di Pulau Untung Jawa misalnya, Pantai Arsa dan Pantai Sakura sudah terdampak perubahan garis pantai,” ujar Waristiani atau yang akrab disapa Ani, staf Pekerja Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dalam perbincangan dengan media di Kepulauan Seribu, Kamis (23/10/2025). Ani adalah salah satu pendamping detikTravel dalam kegiatan Walking Tour Disparekaf DKI Jakarta yang berlangsung di Pulau Onrust, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Payung pada Rabu dan Kamis.

    Dalam keterangannya Dispar DKI Jakarta menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan upaya untuk mengurangi dampak abrasi, termasuk dampak perubahan iklim, dengan melakukan rehabilitasi mangrove yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) seluas 85.13 ha dan rehabilitasi terumbu karang seluas 56,6 hektare.

    Selain itu, Dinas Sumber Daya Alam (SDA) juga telah membangun breakwater dan tanggul di sekitar pulau-pulau kecil untuk melindungi pulau tersebut sehingga terjadi integrasi antara pendekatan alami dan infrastruktur. Serta, melarang kegiatan penambangan pasir laut yang menjadi salah satu penyebab utama tenggelamnya Pulau Ubi. Dinyatakan bahwa berdasarkan pengawasan dari tim Pengawas DKPKP bersama KKP sudah lama tidak ditemukan lagi kegiatan penambangan pasir laut di kawasan itu.

    Seiring dengan langkah-langkah menghadapi tantangan itu, Disparekraf DKI Jakarta juga mengembangkan pariwisata untuk mendongkrak perekonomian warga setempat.

    Pulau Untung Jawa di Kepulauan SeribuPulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu (Qonita Hamidah/detikcom)

    Kepulauan Seribu terbagi menjadi dua wilayah administratif, yaitu Kepulauan Seribu Selatan dan Utara. Wilayah selatan berada lebih dekat ke Jakarta, sehingga waktu tempuh kapal ke sana lebih singkat dibandingkan ke wilayah utara.

    Dengan total 113 pulau yang tersebar di kedua wilayah ini, Kepulauan Seribu menyuguhkan beragam destinasi wisata bahari yang menarik. Mulai dari pulau-pulau berpenduduk dengan fasilitas lengkap, hingga pulau-pulau kecil yang masih asri dan alami. Pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan diharapkan mampu mengoptimalkan potensi wisata sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pulau-pulau tersebut.

    Gambaran Pariwisata di Kepulauan Seribu

    Yulia Mareta, pemandu wisata dari Asosiasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (AHPI), yang bekerja sama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dalam acara Walking Tour DKI Jakarta itu, menyebutkan bahwa di masa lalu pulau-pulau di Kepulauan Seribu ada 342 pulau. Kini 113 pulau di Kepulauan Seribu dibagi dalam empat tipe pulau.

    Pulau-pulau itu adalah pulau berpenduduk (Pulau Payung, Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan Pulau Pramuka), kemudian pulau bersejarah atau cagar budaya (Pulau Kelor, Pulau Cipir, Pulau Onrust, dan Pulau Edam), pulau resort (Pulau Asha, Pulau Macan, Pulau Sepa, dan Pulau Bidadari) yang dikelola oleh PT Impian Jaya Ancol, serta pulau konservasi atau hutan (Pulau Ular yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan).

    Tangkapan Layar Laporan BPS 2024Tangkapan Layar Laporan BPS 2024 (Tangkapan Layar)

    “Sektor pariwisata menjadi penopang utama ekonomi masyarakat di Kepulauan Seribu. Aktivitas wisata diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah, pajak, dan perputaran ekonomi UMKM di pulau-pulau berpenduduk,” kata Yulia.

    Kondisi wisata di Kepulauan Seribu terkait pariwisata dan aktivitas warga lokal berbedda-beda. Misalnya, Pulau Untung Jawa cenderung sepi pada hari kerja, namun ramai wisatawan saat akhir pekan. Sementara itu, Pulau Tidung menjadi salah satu destinasi populer dengan ikon Jembatan Cinta yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil.

    Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan menuju Pulau Tidung dapat ditempuh sekitar 3 jam menggunakan kapal kayu, atau 1 jam dengan kapal cepat dari Jakarta. Pulau Payung Kecil direkomendasikan untuk aktivitas diving dan snorkeling, sedangkan Pulau Sepa menawarkan keindahan bawah laut yang mudah dijangkau dari pantai.

    Beberapa rekomendasi wisata sejarah yang dekat dengan Jakarta antara lain Pulau Kelor, Pulau Cipir, dan Pulau Onrust. Namun, saat ini Pulau Kelor belum bisa dikunjungi karena dermaganya rusak akibat badai. Pulau ini terkenal karena memiliki Benteng Martello, bangunan peninggalan Belanda yang kerap dijadikan lokasi foto pra-pernikahan.

    Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan Pulau Tidung Kecil sebagai Pulau Kucing, yaitu tempat konservasi bagi kucing yang akan dijaga dan dirawat. Meski rencana ini masih menuai pro dan kontra, pulau tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik baru wisata Kepulauan Seribu di masa depan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menyusuri Wuhu Ancient City, Peradaban Tua di Tepi Sungai Yangtze

    Menyusuri Wuhu Ancient City, Peradaban Tua di Tepi Sungai Yangtze



    Wuhu

    Di tepi Sungai Yangtze, sekitar 350 km dari Shanghai, berdiri sebuah kota tua yang kini menjadi magnet wisata baru di China Timur, Wuhu Ancient City. Salah satu magnet wisata dengan perpaduan arsitektur klasik dan sentuhan modern perkotaan.

    Wuhu Ancient City terletak di Distrik Jinghu, Kota Wuhu, yang bisa ditempuh sekitar 1,5 jam dari Hefei (ibu kota Anhui) atau 3 jam perjalanan kereta cepat dari Shanghai. Kalau naik bus perjalanan akan ditempuh selama 5-6 jam dalam kondisi jalan tol lancar.

    Begitu tiba di gerbang kota tuanya, pengunjung disambut suasana nostalgia. Banyak wisatawan lokal dan internasional datang untuk berfoto di gerbang utama dengan latar tulisan Wuhu Ancient City.


    Mengutip berbagai sumber, Kota Wuhu dulunya adalah kota pelabuhan penting di Sungai Yangtze pada masa Dinasti Ming dan Qing. Kota Wuhu termasuk salah satu kota besar di Provinsi Anhui setelah Hefei. Wuhu juga menjadi markas besar produsen mobil China, Chery Automobile.

    Di tepi Sungai Yangtze, sekitar 350 km dari Shanghai, berdiri sebuah kota tua yang kini menjadi magnet wisata baru di Tiongkok Timur, Wuhu Ancient City.Penulis di salah satu spot di Wuhu Ancient City. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

    Sejak 2021, pemerintah setempat melakukan revitalisasi besar-besaran agar kawasan bersejarah ini menjadi destinasi wisata budaya dan kuliner.

    Bangunan-bangunan berarsitektur klasik China dipugar dengan detail autentik: dinding bata abu-abu, atap melengkung, dan jendela kayu berukir. Beberapa bagian dari kota tua seperti gerbang masih dipertahankan. Kita bisa berpose di berbagai bangunan rumah atau benteng yang bertuliskan Wu Hu.

    Di tepi Sungai Yangtze, sekitar 350 km dari Shanghai, berdiri sebuah kota tua yang kini menjadi magnet wisata baru di Tiongkok Timur, Wuhu Ancient City.Di tepi Sungai Yangtze, sekitar 350 km dari Shanghai, berdiri sebuah kota tua yang kini menjadi magnet wisata baru di China Timur, Wuhu Ancient City. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

    Namun di balik tampilan tradisional itu, pengunjung bisa menemukan deretan kafe modern, butik seni, dan toko suvenir khas Anhui, sampai kuil dengan patung-patung berukuran besar.

    Daya tarik lain di Wuhu Ancient City adalah jalan kulinernya yang hidup hingga malam hari. Di sini Traveler bisa menemukan beragam hidangan khas Anhui dan sajian populer dari berbagai daerah di China.

    Di tepi Sungai Yangtze, sekitar 350 km dari Shanghai, berdiri sebuah kota tua yang kini menjadi magnet wisata baru di Tiongkok Timur, Wuhu Ancient City.Salah satu spot di Wuhu Ancient City. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)

    Ada juga mie tangan khas Anhui, pangsit kukus isi daging babi, hingga kudapan manis seperti Tanghulu (buah berlapis gula).

    Yang unik-unik mungkin adalah tahu busuk. Makanan tradisional Tiongkok yang berwarna kelam terbuat dari tahu yang difermentasi sehingga memiliki bau menyengat, mirip bau limbah atau keju busuk.Namun di balik warna tahunya yang berwarna kehitaman ternyata rasanya enak mengejutkan.

    Deretan toko di gang-gang kecil menjual kerajinan tangan khas Anhui seperti ukiran batu, kipas bambu, dan teh yang disebut sebagai teh terbaik di China.

    Wisatawan juga bisa membeli pernak-pernik tradisional China seperti lentera mini dan boneka kain buatan lokal. Pengunjung juga bisa mencoba pakaian tradisional dan berpose di berbagai spot instagramable di Wuhu Ancient City.

    (ddn/fem)



    Sumber : travel.detik.com