Category: Wisata

  • Nonton Balapan 300 Km/Jam Sambil Menikmati Budaya Lombok-Sumbawa

    Nonton Balapan 300 Km/Jam Sambil Menikmati Budaya Lombok-Sumbawa



    Jakarta

    Penonton MotoGP Mandalika tak hanya disuguhi balapan motor dengan kecepatan tinggi yang bisa melebihi 300 km per jam, tapi juga bisa melihat berbagai budaya di Mandalika Experience Gallery, Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

    Kegiatan pameran budaya yang dilakukan oleh Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) mewarnai ajang kejuaraan dunia balap sepeda motor MotoGP Mandalika 2025.

    Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan bahwa partisipasi museum bertujuan untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, dan peradaban masyarakat Lombok-Sumbawa kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang hadir di arena balap.


    “Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism,” ujarnya di Lombok Tengah, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/10/2025).

    Museum NTB memamerkan naskah Babat Lombok yang menceritakan letusan Gunung Samalas, Arca Siwa Mahadewa, maket Gunung Rinjani, maket Gunung Tambora, serta beberapa koleksi kain dari Sumbawa dan Bima, kemudian ada beberapa juga lukisan maupun kerajinan.

    Melalui pameran yang berlangsung pada 2-5 Oktober 2025 tersebut, Museum NTB ingin menunjukkan bahwa Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang mendalam.

    Nuralam mengatakan kehadiran museum lewat Lombok Sumbawa Museum of Civilization menjadi momentum untuk mendukung visi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia yang selaras dengan promosi budaya dan pariwisata berkelanjutan.

    “Wisata olahraga tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita,” ucap Nuralam.

    Lebih lanjut Nuralam berharap Museum Lombok Sumbawa of Civilization dapat menjadi jembatan edukasi budaya, ruang dialog identitas, serta medium promosi di tengah pagelaran MotoGP.

    “Kami berharap ini dapat menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Nusa Tenggara Barat dalam konteks pariwisata berkelanjutan”, pungkasnya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Terinspirasi Budaya Indonesia, Pebalap Ini Pakai Motif Batik-Komodo di Helmnya

    Terinspirasi Budaya Indonesia, Pebalap Ini Pakai Motif Batik-Komodo di Helmnya



    Jakarta

    Pebalap MotoGP pabrikan Red Bulll KTM, Enea Bastianini, punya sesuatu yang menarik saat balap di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Helmnya bermotifkan batik dan gambar komodo.

    Ya, helm milik Bastianini merupakan helm spesial yang digunakan di Sirkuit Mandalika. Dikutip dari akun sosial pribadinya, Sabtu (4/10/2025) warna merah dan biru tua jadi warna dominan untuk motif batik yang dipasang di bagian atas dan samping helm.


    Dan untuk di bagian belakang helm terdapat gambar komodo yang dibalut dengan warna merah. Semua itu dilakukan karena terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia.

    “Helm ini spesial untuk Enea Bastianini di GP Indonesia. Terinspirasi dari motif, warna, dan simbol dari budaya Indonesia, desain unik diciptakan untuk memberikan dukungan dari seluruh masyarakat di lintasan,” tulis Enea pada akun Instagramnya.

    Helm pembalap Enea Bastianini bermotif batik dan komodoHelm pebalap Enea Bastianini bermotif batik dan komodo. (Instagram/@starlinedesigners)

    Sayangnya pebalap asal Italia ini memulai aksinya di Sirkuit Mandalika dengan kurang maksimal. Dalam starting grid besok, dia berada di posisi ke-17. Marco Bezzecchi sukses meraih pole position usai dengan mencatat catatan waktu terbaik 1 menit 28.832 detik di sesi kualifikasi MotoGP Mandalika 2025.

    Di Sprint Race yang berlangsung tadi, Enea Bastianini mengalami crash setelah terjatuh ketika memasuki tikungan ke-16.

    (upd/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Kereta Api yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara Saat HUT TNI

    Daftar Kereta Api yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara Saat HUT TNI



    Jakarta

    PT Kereta Api Indonesia Daop 1 menerapkan pola Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara buat sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ). BLB ini bertepatan dengan gladi resik dan perayaan HUT ke-80 TNI pada 3 dan 5 Oktober 2025 di kawasan Monas.

    “Penyesuaian pola operasi berupa BLB ini ditetapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan penumpang dan lalu lintas di sekitar Stasiun Gambir. Dengan adanya pemberhentian luar biasa di Stasiun Jatinegara, penumpang memiliki alternatif naik dan turun KA lebih mudah,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko.

    Sebagai alternatif, penumpang KA bisa naik dan turun di Jatinegara untuk menghindari kepadatan di area Monas dan Stasiun Gambir. Berikut daftar KA yang BLB di Stasiun Jatinegara.


    Minggu, 5 Oktober 2025
    a. KA berangkat (nomor genap):

    KA Argo Semeru (6)
    KA Purwojaya (50F)
    KA Purwojaya (58F)
    KA Purwojaya (54)
    KA Parahyangan (132)
    KA Taksaka (46)
    KA Taksaka (44)
    KA Taksaka (48)
    KA Argo Bromo Anggrek (2)
    KA Argo Bromo Anggrek (4)
    KA Argo Dwipangga (16)
    KA Gunungjati (118)
    KA Gunungjati (120)
    PLB Batavia (7006)
    KA Sembrani (40)
    KA Sembrani (42)
    KA Manahan (62)
    KA Manahan (64)
    KA Cakrabuana (122)
    KA Cakrabuana (124)
    KA Brawijaya (38)
    KA Bima (8)
    KA Gajayana (36)
    KA Pandalungan (32)
    KA Argo Lawu (14)
    KA Argo Anjasmoro (30F)

    b. KA Datang (nomor ganjil):

    KA Purwojaya (ka 53F)
    KA Parahyangan Fakultatif (ka 141F)
    KA Taksaka (ka 43)
    KA Argo Lawu (ka 13)
    KA Argo Bromo Anggrek (ka 1)
    KA Cakrabuana (ka 123)
    KA Taksaka (ka 47)

    @detiktravel PT Kereta Api Indonesia Daop 1 menerapkan pola Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara buat sejumlah perjalanan kerata api jarak jauh (KAJJ). BLB ini bertepatan dengan gladi resik dan perayaan HUT ke-80 TNI pada 3 dan 5 Oktober 2025 di kawasan Monas. Sebagai alternatif, penumpang KA bisa naik dan turun di Jatinegara untuk menghindari kepadatan di area Monas dan Stasiun Gambir. Berikut daftar KA yang BLB di Stasiun Jatinegara. Klik di sini untuk melihat video lainnya! Arssy Firliani – 20DETIK #kereta #huttni ♬ original sound – detikTravel

    (ddn/ddn)





    Sumber : travel.detik.com

  • Hindari Badai Tropis, Kapal Pesiar Jadi Penyelamat Orang Terdampar

    Hindari Badai Tropis, Kapal Pesiar Jadi Penyelamat Orang Terdampar



    Jakarta

    Sebuah kapal pesiar menghindar dari Badai Tropis Imelda yang menyerang. Alam semesta mengatur semuanya, kapal itu menjadi penyelamat orang-orang yang terdampar di lautan.

    Royal Caribbean dilaporkan meninggalkan Tampa, Florida para 27 September untuk singgah di Pelabuhan Meksiko, Costa Maya dan Cozumel.

    Namun takdir membawa kapal tersebut kepada sebuah aksi penyelamatan. Pada Minggu (28/9) malam, awak kapal melihat sekelompok orang yang tampaknya terdampar di atas rakit. Mereka memberi isyarat minta tolong, seperti dikutip dari Independent UK pada Sabtu (4/10/2025).


    Rekaman yang diunggah di grup Facebook publik menunjukkan sebuah kapal penyelamat mendekati rakit tersebut, dengan beberapa orang berdiri di atasnya.

    Para penumpang yang menyaksikan insiden tersebut mengatakan bahwa mereka sebelumnya melihat lampu di kejauhan dengan simbol “SOS”.

    Sekitar 12 orang berhasil diselamatkan. Kapal pesiar itu kemudian memberi tahu otoritas terkait, seperti penjaga pantai, untuk laporan kegiatan.

    Seorang juru bicara Royal Caribbean Group mengonfirmasi insiden tersebut. “Awak kapal kami mengidentifikasi individu-individu yang mengalami kesulitan di perairan internasional, memberikan perawatan medis kepada mereka yang diselamatkan, dan bekerja sama erat dengan penjaga pantai Meksiko,” ujarnya.

    Kejadian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya Royal Caribbean menyelamatkan 11 orang yang terombang-ambing di Teluk Meksiko.

    Kapal tersebut telah berangkat dari New Orleans untuk pelayaran tujuh malam ketika di tengah pelayaran, kapten melihat sebuah kapal di kejauhan. “Tampaknya mengalami kesulitan,” ujar Randle Roper, CEO Vacaya, kepada CNN.

    Orang-orang tersebut, yang menurut Roper adalah pengungsi, sedang mengibarkan bendera putih tanda kesulitan sambil membuang air dari kapal.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Warga Kuningan Sukses Ubah Pembuangan Sampah Liar Jadi Tempat Wisata

    Warga Kuningan Sukses Ubah Pembuangan Sampah Liar Jadi Tempat Wisata



    Kuningan

    Wisata Alam Bantar Delan di Kuningan, dulunya tempat pembuangan sampah, kini jadi objek wisata. Tempat ini mendukung ekonomi lokal dan lingkungan.

    Wisata alam yang terletak di Desa Karangtawang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan ini berlokasi di pinggir jurang sungai Hawangan Landeuh.

    Pengelola objek wisata Alam Bantar Delan, Uni (48) memaparkan, bahwa sebelum jadi tempat wisata, Alam Bantar Delan merupakan tempat pembuangan sampah liar. Sampah-sampah tersebut dibuang langsung ke area lembah hingga aliran sungai.


    “Sudah puluhan tahun ini jadi tempat buang sampah, masyarakat pada buang sampah di sini, malah sampai longsor sampahnya. Karena resah, terus kakak saya Ehon, yang punya lahan, punya ide bagaimana kalau ubah jadi tempat wisata saja. Kebetulan saya pelaksana lapangannya, asli orang sini. Akhirnya sejak tahun 2022 itu dibersihkan. Untungnya setelah ini dibuat tempat wisata ada TPA khusus buat buang sampah,” tutur Uni.

    Uni memaparkan, karena belum terbiasa, awal-awal memang cukup sulit untuk merubah kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah di bantaran sungai. Bahkan, pembangunan wisata pun sempat mengalami penolakan karena dikhawatirkan bisa menyebabkan longsor.

    Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama, setelah sampah mulai dibersihkan, masyarakat pun mendukung pembangunan objek wisata Alam Bantar Delan. Untuk pembangunan awalnya sendiri adalah dengan membangun area tempat bermain anak-anak seperti ayunan, trampolin, toilet, gazebo, perosotan hingga kantin.

    “Tadinya ada yang bilang nggak bisa dijadikan ini, takut longsor. Padahal, kalau sudah bersihkan enak karena yang penting sampahnya hilang aja dulu. Dan orang yang mau buang sampah di sini nggak enak, karena sudah jadi tempat wisata. Alhamdulillah setelah dua tahun berjalan, respon masyarakat bagus, malah pada mendukung,” tutur Uni.

    Ke depan, Objek wisata Bantar Delan akan terus dikembangkan dengan menambah beberapa fasilitas baru seperti area kemah dan tempat parkir. Rencananya, dua area tersebut akan bisa digunakan di tahun depan.

    Artikel ini sudah tayang di detikJabar, baca selengkapnya di sini.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisah Keluarga Ursone Menyulap Lembang Menjadi Friesland

    Kisah Keluarga Ursone Menyulap Lembang Menjadi Friesland



    Lembang

    Lembang terkenal dengan susu sapinya. Di balik ketenaran Lembang sebagai produsen susu, ternyata ada peran keluarga Ursone dari Italia. Bagaimana kisahnya?

    Ketika Hindia Belanda menjajah Indonesia, mereka menjadikan Lembang, Cisarua, hingga Pangalengan di Bandung selatan sebagai daerah penghasil susu, serupa dengan Provinsi Friesland di Belanda sana.

    Daerah-daerah yang disebutkan di atas dinilai memiliki bentang alam serta suhu udara yang sangat cocok untuk lokasi peternakan sapi, khususnya sapi perah yang diambil susunya.


    Dalam buku Bandung Baheula Jeung Kiwari Bandoengsche Melk Centrale (BMC) karya Sudarsono Katam, disebutkan kalau bibit sapi yang akan diternakkan di Priangan kala itu ialah jenis Friesien Holstein yang berasal dari Provinsi Friesland, Belanda.

    Sapi jenis itu sudah dikenal karena kualitas dan kemampuannya yang tinggi dalam memproduksi susu. Sapi Friesien Holstein punya corak khas yakni warna hitam dengan aksen putih.

    Tenang dan jinak, begitu sifat sapi tersebut sehingga mudah dikuasai oleh manusia. Berat badannya berkisar 850 kilogram sampai 1 ton untuk sapi jantan, dan 700-an sampai 850 kilogram untuk sapi betina.

    Peran Keluarga Ursone dari Italia

    Perjalanan peternakan sapi di daerah Lembang, diawali oleh keluarga Ursone, orang berkewarganegaraan Italia. Tiga kakak beradik Ursone, yakni P. A. Ursone, G. Ursone, dan A. Ursone menjadikan Lembang sebagai produsen susu kualitas unggul serupa Friesland.

    Mereka mendirikan perusahaan susu bernama Lembangsche Melkerij Ursone. Perusahaan itu bergerak dalam bidang pemerahan susu. Sapi yang diternakkan sebanyak 30 ekor dilepasliarkan di lahan perkebunan Baroe Adjak.

    “Peternakan di Lembang diawali oleh keluarga Ursone pada tahun 1895. Kalau sekarang, masih ada sisanya itu bangunan Kapel Deetje, sekarang jadi Piknik Kopi Lembang,” kata pegiat sejarah dari Komunitas Sejarah Lembang, Malia Nur Alifa saat dikonfirmasi, Minggu (3/8).

    Di awal kiprahnya, tiga kakak beradik Ursone yakni P. A. Ursone, G. Ursone, dan si bungsu A. Ursone memiliki 30 ekor sapi. Dalam sehari sapi itu bisa menghasilkan 30 liter susu berkualitas tinggi.

    Lalu di tahun 1940, sapi perah di Peternakan Ursone terus bertambah sampai sebanyak 250 ekor dengan produksi ribuan liter susu per harinya.

    “Salah satu dari keluarga Ursone itu kemudian mendirikan Bandoengsche Melk Centrale atau Pusat Pengolahan Susu Bandung. Peternakan sapi keluarga Ursone terus bertambah hingga mencapai 6 ribuan ekor.

    “Jadi saat itu, sekitar 6 ribuan ekor sapinya yang tersebar di banyak titik di Lembang. Jadi keluarga Ursone ini punya perusahaan susu terbesar se-Asia Tenggara saat itu,” kata Malia.

    Membahas sedikit soal BMC, dalam buku tersebut dijelaskan bahwa BMC berdiri di akhir tahun 1928. Di dalamnya ada para peternak sapi perah dan pengusaha susu di Bandung dan sekitarnya.

    BMC kala itu berkantor di Kebon Sirihweg nomor 58, yang kini berubah menjadi Jalan Aceh nomor 30 di Bandung. Penentuan lokasi BMC di Kebon Sirihweg karena nantinya bermuara pada Logeweg atau Jalan Wastukancana seeta Tjitjendoweg atau yang kini disebut Jalan Cicendo. Hal itu bakal memudahkan pengangkutan susu daru peternakan ke BMC.

    Keluarga Ursone Menyumbangkan Lahan buat Observatorium Bosscha

    Kiprah keluarga Ursone di Lembang yang sukses sebagai peternak sapi dan pengusaha susu sukses, tak membuat Ursone bersaudara lupa diri. Mereka tercatat rajin berderma, salah satunya lahan yang mereka miliki.

    “Kalau ada yang tahu Observatorium Bosscha, nah itu lahannya seluas 6 hektare itu hibah dari Keluarga Ursone,” kata Malia.

    Ada satu hal yang perlu diluruskan, yakni soal rumah Keluarga Ursone. Malia menyebut rumah tua berarsitektur art deco di Baruajak Lembang saat ini bukan merupakan rumah keluarga musisi tersebut.

    “Jadi yang sekarang jadi Piknik Kopi Lembang itu bukan rumah Keluarga Ursone, tapi peternakan dan perusahaannya. Sempat beberapa kali berubah fungsi, seperti jadi poliklinik dan terakhir jadi Kapel Deetje, istri dari P. A. Ursone. Kalau rumahnya itu sudah tidak ada, dulu ada di seberang Grand Hotel Lembang, sekarang sudah berubah jadi SPBU swasta dan restoran,” kata Malia.

    Peternakan sapi di Lembang tak cuma dimiliki Keluarga Ursone. Ada banyak peternakan sapi lainnya yang juga memproduksi susu berkualitas. Salah satunya milik Nagel dan Meyer M. V.

    “Dulu peternakannya itu ada dekat Alun-alun Lembang. Lahannya luas, kemudian sempat dijadikan tempat wisata minum susu sampai tahun 2000-an. Sekarang cuma sisa lahannya saja,” kata Malia.

    Sampai saat ini Lembang masih dikenal sebagai daerah peternakan sapi, penghasil susu, serta pertanian. Masalah yang dihadapi peternak saat ini lebih kompleks. Mulai dari harga jual susu yang tak stabil, hingga tudingan pencemaran sungai oleh kotoran hewan.

    Dari 6 ribuan lebih peternak sapi di Lembang dengan jumlah populasi sapi sebanyak 26.300-an ekor, penyelesaian kotoran hewan yang dihasilkan diperkirakan baru 30 persennya.

    “Mungkin baru 30 persennya terselesaikan dengan biogas, cacing untuk kosmetik, pupuk organik. Nah yang harus diselesaikan ini 70 persennya. Mereka juga terkendala ketersediaan anggaran kalau harus membuat pengolahan limbah sendiri,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, Wiwin Aprianti.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kasino Super Mewah Andalan Sri Lanka Dongkrak Pariwisata

    Kasino Super Mewah Andalan Sri Lanka Dongkrak Pariwisata



    Kolombo

    Sri Lanka terkenal dengan pantai tropis dan situs kuno, kini mereka coba menjajal strategi baru untuk menghidupkan pariwisatanya dengan kasino.

    Presiden Anura Kumara Dissanayake meresmikan City of Dreams, kompleks kasino dan resor senilai 1,2 miliar dolar AS (Rp 19 triliun lebih) di Kolombo.

    Proyek kerja sama John Keells Holdings dan Melco Resorts & Entertainment itu menjadi resor terpadu pertama di Asia Selatan. Peluncurannya bahkan menghadirkan bintang Bollywood Hrithik Roshan.


    Melansir The Independent, Minggu (4/10/2025) langkah tersebut dinilai krusial bagi Sri Lanka yang tengah bangkit dari krisis ekonomi 2022-2023. Pemerintah menargetkan 3 juta wisatawan tahun ini, naik 50% dari tahun lalu.

    Pendapatan sektor ini diharapkan melompat dari 3,7 miliar dolar AS (Rp 61 triliun) menjadi 5 miliar dolar AS (Rp 83 triliun).

    “Pariwisata adalah kunci untuk keluar dari masalah ekonomi. Jangka pendek kami fokus meningkatkan kunjungan, tapi ke depan ingin membangun pariwisata yang lebih mewah dan berkelanjutan. Kasino akan jadi bagian penting,” ujar Wakil Menteri Pariwisata, Ruwan Ranasinghe.

    City of Dreams menghadirkan 800 kamar, pusat perbelanjaan mewah, hingga fasilitas konferensi. Investor yakin resor ini bisa menarik wisatawan kelas atas, terutama dari India dan China. Menurut CEO Melco, Lawrence Ho, mengatakan potensi dari langkah tersebut sangatlah.

    Sri Lanka resmi memiliki kasino mewah pertamanya melalui kehadiran City of Dreams, sebuah resor terpadu yang dibuka di ibu kota Kolombo. REUTERS/Thilina KaluthotageCity of Dreams. (REUTERS/Thilina Kaluthotage)

    “Potensinya sangat besar, mirip dengan Manila, Maka, atau Siprus,” terang Lawrence.

    India diperkirakan menjadi pasar utama dekade mendatang, mengingat negara tersebut hanya mengizinkan kasino di beberapa lokasi, sementara China membatasi aktivitas perjudian di luar Makau. Tahun lalu, wisatawan India menyumbang seperempat dari total 2 juta turis Sri Lanka, sementara turis asal China hanya 7%.

    Untuk mendukung industri, parlemen telah mengesahkan aturan pembentukan Otoritas Pengaturan Perjudian. Meski dikritik karena memberi kewenangan besar pada menteri keuangan dan mengecualikan lotere milik negara, pemerintah menegaskan aturan ini penting untuk mengurangi dampak sosial sekaligus membuka lapangan kerja.

    Dengan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan 4,5% tahun ini lebih tinggi dari perkiraan Bank Dunia. Sri Lanka optimistis dengan hadirnya City of Dreams wisatawan internasional akan melihat Sri Lanka sebagai destinasi baru.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Eco Edu Wisata Ciliwung

    6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Eco Edu Wisata Ciliwung



    Jakarta

    Eco Edu Wisata Ciliwung merupakan wisata dari revitalisasi sungai Ciliwung. Ada setidaknya 7 kegiatan seru yang bisa dilakukan di tempat wisata ini.

    Tempat wisata yang berdiri sejak 2006 ini memiliki salah satu tujuan yaitu agar sungai Ciliwung bersih dan rapih. Kami pun berkesempatan untuk mengobrol dengan pelopor Masyarakat Pecinta Sungai Ciliwung (Mat Peci), Usman Firdaus.

    Dengan Eco Edu Wisata Ciliwung, pihak pengelola ingin menunjukan kalau wisata itu enggak selalu ‘fun’, tapi juga memiliki milai kepedulian agar lingkungan tetap bersih. Berwisata sambil menanam pohon dan mendaur ulang sampah.


    Tantangan terbesar dalam mengelola Eco Edu Wisata ini adalah kesadaran masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan di area sekitar sungai dari semua kalangan.

    “Tujuan dari adanya Eco Edu Wisata Ciliwung dalam rangka menjaga kelestarian alam dan sungai”, kata Usman Firdaus, Kamis (27/9).

    Di Eco Edu Wisata Ciliwung, ada setidaknya 7 kegiatan seru yang bisa traveler coba, berikut di antaranya:

    1. Edukasi Lingkungan

    Di sini traveler akan diajarkan bagaimana cara membibitkan tanaman, seperti tanaman-tanaman endemik Jakarta. Tanaman yang ditanam di Eco Wisata Ciliwung ini ada tanaman pohon gandaria, dan kemang.

    2. Urban Farming dan Ketahanan Pangan Mandiri

    Di kegiatan ini, traveler akan diajarkan cara bagaimana menanam sayuran, memelihara ikan, cara mengelola kompos, sebagai bahan edukasi, dan sumber ketahanan pangan warga sekitar Ciliwung.

    3. Kebun Bibit Pohon dan Tanaman

    Menjaga budaya dan kearifan lokal di sekitar sungai juga bisa dilakukan di sini. Hasil perkebunan disalurkan untuk dikonsumsi warga sekitar dan pengelola, dan masyarakat umum yang ingin membelinya. Bibit dan tanaman yang ditanam di kebun ini ada kangkung, cabai, bayam, tomat, dan lainnya.

    4. Pengelolaan Sampah Organik

    Pengelolaan sampah organik berasal dari bahan bekas makanan yang tidak habis untuk dijadikan kompos oleh maggot dan eco enzim. Kegiatan ini sebagai bahan edukasi bagi pengunjung.

    Kompos yang dihasilkan akan dijadikan pupuk bagi tanaman yang ada di kebun urban farming, dan disalurkan ke masyarakat umum secara cuma-cuma. Program pengelolaan sampah organik bertujuan untuk menjaga budaya dan kearifan lokal yang ada di Sungai Ciliwung.

    Eco Edu Wisata Sungai Ciliwung, JakartaEco Edu Wisata Sungai Ciliwung, Jakarta Foto: Qonita Hamidah/detikcom

    5. Susur Sungai

    Kegiatan ini dilakukan untuk pendidikan pelatihan rescue dan kemanusiaan dari masyarakat yang ingin mengadakan susur sungai untuk siaga bencana.

    6. Sekolah Sungai Ciliwung

    Sekolah sungai Ciliwung di Eco Edu Wisata Ciliwung terbuka untuk umum, baik sekolah, universitas, dan mahasiswa yang ingin meneliti sungai ini sebagai tugas akhir.

    Untuk pemateri di sekolah sungai Ciliwung biasanya datang dari relawan mahasiswa dan pengelola Eco Edu Wisata Ciliwung. Program Sekolah lingkungan tergantung request dari peserta.

    “Yang ngisi materi di sekolah lingkungan ada relawan mahasiswa dari kampus-kampus Jakarta, bisa juga saya sendiri yang ngisi materi”, kata Usman Firdaus pelopor Masyarakat Pecinta Sungai Ciliwung (Mat Peci).

    Tujuan diselenggarakan pendidikan sekolah sungai ciliwung adalah alam terjaga, kearifan lokal terpelihara, masa depan lebih baik.

    7. Pembibitan Ikan dan Unggas

    Berdasarkan pengamatan detikTravel, unggas di wisata ini ada bebek, angsa, dan ayam. Sedangkan jenis ikan ada beberapa jenis yang ada dipelihara untuk memenuhi kebutuhan protein sehat bagi masyarakat.

    Eco Edu Wisata Ciliwung biasanya ramai di weekend. Kalau weekday biasanya ada permintaan dari sekolah untuk mengadakan kegiatan edukasi lingkungan di sungai.

    Dengan hadirnya Eco Edu Wisata Ciliwung, masyarakat tidak hanya diajak menikmati wisata, tetapi juga belajar menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan edukatif. Tempat ini menjadi bukti nyata bahwa wisata bisa sejalan dengan kepedulian terhadap alam dan pemberdayaan warga sekitar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Catat! Begini Cara Memakai Toilet Premium di Dukuh Atas dan Rute ke Sana

    Catat! Begini Cara Memakai Toilet Premium di Dukuh Atas dan Rute ke Sana



    Jakarta

    Toilet premium Mister Loo kini hadir di kawasan TOD Dukuh Atas. Begini cara untuk menggunakan toilet itu dan info rute untuk menuju ke sana.

    Traveler yang berpergian dengan menggunakan transportasi umum akan makin merasa nyaman dengan kehadiran toilet premium Mister Loo di enam lokasi kawasan Transit Oriented Development (TOD) Jakarta.

    Toilet Mister Loo di kawasan TOD Dukuh Atas berada di samping Kantor Polisi Jalan Blora dan dapat terlihat langsung dari pintu keluar Stasiun Sudirman.


    Lokasi ini dipilih karena berada di kawasan strategis, yaitu TOD Dukuh Atas, area Car Free Day (CFD), dan kawasan perkantoran Sudirman.

    Bagi traveler yang keluar di Stasiun Sudirman, cukup berjalan kaki sekitar 250 meter ke arah kanan dari pintu keluar Stasiun Sudirman untuk sampai ke toilet premium Mister Loo ini.

    Cara Memakai Toilet Premium Mister Loo

    Setibanya di depan toilet, pengunjung harus melakukan pembayaran di pintu gate. Pembayaran dapat dilakukan secara tunai dengan uang Rp 5 ribu (pastikan uang dalam kondisi rapi) melalui mesin yang tersedia.

    Jika tidak membawa uang tunai, pengunjung juga bisa membayar menggunakan QR Code. Area bilik wanita berada di sebelah kanan dari pintu masuk, sedangkan bilik pria berada di sebelah kiri.

    Toilet premium di Stasiun Sudirman dan BNI CityToilet premium di Stasiun Sudirman dan BNI City Foto: Qonita Hamidah/detikTravel

    Kedua bilik dibedakan dengan warna khas, bilik wanita berwarna pink dan bilik pria berwarna biru. Untuk saat ini, fasilitas yang tersedia hanya toilet. Shower belum tersedia di Mister Loo Dukuh Atas.

    Toilet premium ini dapat diakses oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. Namun, ada ketentuan khusus untuk anak-anak.

    Anak-anak berusia di bawah tiga tahun tidak dikenakan biaya, sedangkan anak berusia tiga tahun ke atas tetap dikenakan biaya, baik dengan pendampingan orang tua maupun tidak.

    “Akses toilet Mister Loo ini terbuka untuk umum. Ketentuan biaya berlaku bagi anak usia tiga tahun ke atas, sedangkan anak di bawah tiga tahun gratis. Biaya masuk ini semata-mata digunakan untuk perawatan toilet, agar kebersihan dan fasilitas tetap terjaga, mulai dari sabun, AC, tisu, hingga musik latar di dalam toilet,” kata Shinta Ardaneswari, Country Head Mister Loo Indonesia.

    Rute Menuju Toilet Premium Mister Loo Dukuh Atas

    Lokasi toilet Mister Loo yang berada di kawasan TOD Dukuh Atas membuatnya mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi umum.

    KRL

    Bagi pengunjung dari pusat kota Jakarta, bisa menggunakan KRL jalur Cikarang Line via Manggarai (Blue Line) dan turun di Stasiun Sudirman. Dari stasiun, cukup berjalan kaki sekitar 250 meter menuju lokasi toilet premium Mister Loo yang berada di samping Kantor Polisi Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat.

    MRT

    Bagi pengunjung yang menggunakan MRT, bisa turun di Stasiun MRT Dukuh Atas. Dari sana, jarak menuju toilet premium hanya sekitar 350 meter dengan berjalan kaki.

    “Tepat di depan toilet premium Mister Loo tersedia banyak kios makanan. Diharapkan para pemilik kios dapat mengarahkan pelanggannya untuk memanfaatkan fasilitas toilet ini,” ujar Ferdiansyah Roestam, Direktur Utama PT Integrasi Transportasi Jakarta (ITJ).

    Pada hari biasa, toilet Mister Loo ramai dikunjungi pengguna transportasi umum, terutama saat acara Car Free Day (CFD). Pihak pengelola juga sudah menyiapkan antisipasi bila terjadi antrian panjang.

    “Jika terjadi antrian di depan toilet, staff kami akan menginformasikan kepada pengunjung agar tidak langsung melakukan pembayaran, dan mempersilahkan mereka memilih untuk menunggu atau mencari toilet lain,” jelas Shinta.

    Toilet premium Mister Loo sendiri sudah ada di empat negara. Thailand menjadi negara pertama yang menghadirkan fasilitas ini, disusul oleh Vietnam, Filipina dan Indonesia. Semua toilet Mister Loo dibangun dengan standar internasional yang mengacu pada kualitas toilet di Swiss.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fakta Macan Tutul dan Naga Jawa di Balik Gunung Sanggabuana

    Fakta Macan Tutul dan Naga Jawa di Balik Gunung Sanggabuana



    Jakarta

    Gunung Sanggabuana menjadi saksi keberagaman hewan asli Indonesia yang merupakan kekayaan alam di sana. Ada macan tutul hingga naga jawa di balik gunung itu.

    Wilayah hutan di Karawang, Jawa Barat ini menjadi rumah bagi 20 macan tutul yang tertangkap kamera dalam ekspedisi Tim Macan Tutul Kostrad TNI AD dan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF).

    Sebelumnya dalam ekspedisi tahun 2022, tim SCF dan Fakultas Biologi Universitas Nasional (Unas) menemukan naga Jawa di balik bebatuan aliran sungai di Gunung Sanggabuana.


    Xenodermus javanicus adalah ular ramping dengan panjang 50 cm yang penampilannya mirip naga. Tentu ada alasan hewan eksotis tersebut hidup di gunung setinggi 1.300 mdpl ini.

    Apalagi, gunung yang tidak terlalu tinggi ini juga menjadi tempat tinggal satwa nyaris punah owa Jawa dan Elang Jawa seperti ditulis dalam akun Instagram gunungsanggabuana dari Sanggabuana Wildlife Ranger.

    Keberadaan Gunung Sanggabuana dan hewan eksotis nyaris punah, sebetulnya kontras bagi Karawang yang merupakan sentra industri. Keberadaannya memungkinkan kabupaten ini masih punya kantong air dan oksigen di hutan hujan tropis untuk melanjutkan kehidupannya. Tentu dengan catatan, asal hutan Sanggabuana tetap lestari.

    Situs Animalium BRIN menjelaskan, naga Jawa hidup di tempat bersih dan sejuk kurang lebih di ketinggian 1.000 mdpl. Ular ini hidup di balik bebatuan pinggir aliran sungai dengan airnya yang bening bebas polusi.

    Naga Jawa ini seolah malu memperlihatkan dirinya, hingga memilih hidup sendiri di balik batu. Sedikit beda dengan naga Jawa, macan tutul adalah hewan yang sangat adaptif yang mampu hidup di hutan, padang rumput, pegunungan, dan gurun.

    Selain mengenai satwa di Gunung Sanggabuana, artikel terpopuler lainnya adalah mengenai persiapan MotoGP Mandalika yang akan berlangsung akhir pekan ini.

    Itulah berita terpopuler detikTravel Sabtu (4/10) kemarin. Selain itu, ada juga berita tentang lokasi pembangunan vila super mewah Amankila yang disegel hingga cantiknya Davina Karamoy liburan di Dubai.

    Berikut Daftar Berita Terpopuler detikTravel, Sabtu (4/10/2025):

    1. Kenapa Bisa Ada Macan Tutul dan Naga Jawa di Sanggabuana

    2. Keris Naga Siluman Itu Bakal Pulang Kampung dari Belanda ke Indonesia

    3. Pesawat Delay, Penumpang Berjoget Bareng di Ruang Tunggu Bandara

    4. Menteri AHY Umumkan All Indonesia Berlaku di Seluruh Bandara dan Pelabuhan

    5. Vila Amankila yang Super Mewah Itu Disegel, Izinnya Diduga Bermasalah

    6. Liburan ke Singapura Ala Gading, Gisel, Gempi

    7. Hindari Badai Tropis, Kapal Pesiar Jadi Penyelamat Orang Terdampar

    8. MotoGP Bikin Jumlah Penumpang Melonjak, Ada Extra Flight Citilink ke Lombok

    9. Potret Tasya Farasya di Dubai, Mewah… Memang Beda Kelas

    10. Davina Karamoy Liburan di Dubai, Warganet: Masya Allah Cantiknya

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com