Tag: ramadan 2025

  • 7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus

    7 Makanan Terburuk untuk Sahur, Bikin Badan Lemas dan Cepat Haus


    Jakarta

    Saat sahur, penting memilih asupan makanan yang tepat agar tidak cepat lemas dan haus. Hindari pula konsumsi jenis makanan berikut ini agar puasa lebih nyaman.

    Sahur merupakan waktu makan penting selama ramadan. Tak hanya untuk mengisi energi secara fisik, tapi juga merupakan amalan yang mengundang keberkahan.

    Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,


    تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

    Artinya: “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” (HR Bukhari)

    Dalam memilih makanan saat sahur, ada baiknya memperhatikan kandungan gizinya. Jangan sampai keliru karena bisa menyebabkan efek samping, seperti mudah lemas dan cepat lapar.

    Hindari daftar makanan terburuk untuk sahur berikut ini:

    1. Makanan tinggi garam

    Makanan tinggi garam atau asin memang nikmat disantap, tapi sebaiknya dihindari saat sahur. Konsumsinya tak hanya menaikkan tekanan darah, tapi juga membuat kamu cepat haus selama puasa, seperti diungkap situs Masnad Health Clinic (4/3/2025).

    Makanan tinggi garam bukan hanya makanan rumahan yang ditambahkan banyak garam, melainkan juga mie instan, makanan olahan seperti keripik kentang, nugget, pizza, dan banyak lainnya.

    Cobalah untuk mengurangi garam pada makanan dan bandingkan informasi nutrisi makanan kemasan untuk melihat mana yang mengandung lebih sedikit garam. Pastikan kandungan natriumnya 120 mg atau kurang per 100 gramnya.

    2. Makanan tinggi lemak

    Close up of Frying french fries in the fryer in hot oil.Foto: Getty Images/Tsvetomir Hristov

    Lemak memang diperlukan tubuh, tapi jenis lemak yang tak sehat apalagi dalam jumlah banyak, tidak disarankan. Hindari gorengan dan makanan lain yang secara alami tinggi lemak seperti mentega, keju, dan daging olahan.

    Konsumsi makanan tinggi lemak bisa menyebabkan nyeri ulu hati, memperparah refluks asam lambung dan peradangan, serta menambah asupan kalori. Penyebab terakhir inilah yang membuat berat badan kamu mungkin bertambah saat ramadan.

    Menghindari makanan tinggi lemak juga bisa menguntungkan kesehatan jantung. Sebaiknya beralih ke sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, serta sumber omega 3 dan omega 6 seperti ikan dan kacang-kacangan.

    3. Makanan manis

    Aneka es buah, kolak, hingga kue yang manis-manis kerap disantap saat sahur maupun buka puasa. Konsumsi jenis makanan ini bisa membuat kamu merasa sangat lemas, bahkan hanya selang 1-2 jam setelah sahur.

    Sebab makanan manis ini mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Makanan manis juga cepat meningkatkan kadar gula darah yang menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar sehingga membuat kamu merasa lelah.

    Hindari juga sumber makanan manis lain, seperti sereal olahan, roti, nasi, dan pasta karena makanan ini mengandung gula sederhana dan rendah serat yang membuat kamu cepat lapar.

    4. Minuman manis

    Jus buah kemasan bisa jadi haram karena beberapa halFoto: iStock

    Tak hanya makanan manis, waspadai juga konsumsi minuman manis saat sahur. Misalnya jus buah kemasan, yogurt kemasan, minuman soda, atau minuman energi yang mungkin menarik selera.

    Tingginya kandungan gula pada minuman manis bisa membuat kenaikan kadar gula darah dalam waktu singkat. Alhasil kamu jadi cepat lapar meski sudah makan cukup saat sahur.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Makanan pedas dan banyak rempah

    Saat sahur, hindari konsumsi makanan pedas atau yang dibuat dengan banyak rempah. Makanan ini bisa bikin perut tak nyaman, seperti meningkatkan asam lambung dan memicu efek maag lainnya, seperti diungkap Times of India.

    Terlebih jika makanan tersebut dikonsumsi pagi hari. Besar kemungkinan akan menimbulkan risiko lain seperti sakit perut, mulas, atau mual.

    6. Sumber kafein

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaFoto: Getty Images/krblokhin

    Konsumsi kafein memang bisa mendorong energi, tapi jika berlebihan maka akan merugikan saat puasa. Minuman kafein, seperti kopi dan teh, sebaiknya dikonsumsi tak lebih dari 1 cangkir per hari.

    Kafein bisa membuat kamu dehidrasi karena bersifat diuretik. Intensitas buang air kecil pun bakal lebih sering selama seharian berpuasa.

    7. Makan terlalu banyak

    Tak hanya jenis makanannya, porsi makan juga perlu diperhatikan ketika sahur. Jika makan terlalu banyak, maka perut bisa jadi malah kembung dan terasa tak nyaman.

    Saat sahur lebih baik konsumsi makanan porsi kecil dan bergizi seimbang. Dengan begitu tingkat energi akan dilepas secara stabil dan kamu tidak mudah merasa lemas.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!

    Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!


    Jakarta

    Berbuka puasa dengan yang manis memang menyenangkan. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa menyebabkan tubuh mudah lesu? Ini faktanya!

    Berangkat dari seruan “Berbukalah dengan yang manis” membuat banyak orang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka puasa. Mulai dari minuman, kolak, es campur hingga kue-kue.

    Rasa manis tersebut agaknya dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Namun, jika berlebihan, justru bisa menyebabkan tubuh menjadi lesu.


    Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi asal Malaysia Mohd Siddeq Azha Azahari, alih-alih berbuka dengan yang manis lebih baik berbuka dengan menu seimbang.

    Dikutip dari Sinar Daily (01/03/25) berikut faktanya!

    1. Apa itu makanan seimbang?

    Makanan sehatIlustrasi makanan gizi seimbang. Foto: Getty Images/Chiociolla

    Mohd Siddeq menjelaskan bahwa makanan seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi. Mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat.

    Makanan yang dipenuhi nutrisi tersebut dapat menjaga energi agar tetap stabil, dan ini diperlukan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, tubuh pun tetap berenergi.

    Menurut Mohd Siddeq, selama menjalani ibadah puasa, sistem metabolisme tubuh berfungsi seperti pada hari-hari biasa.

    2. Bahaya berbuka dengan yang manis

    Namun, ketika berbuka puasa sering kali mengakibatkan peningkatan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Hal ini dipicu dari kebiasaan makan makanan manis.

    Makanan manis tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Lalu, diikuti dengan penurunan tajam, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu dan lelah.

    “Banyak orang yang mengalami masalah ini setiap tahun akibat mengonsumsi karbohidrat berkualitas rendah yang berlebihan,” tutur Mohd Siddeq.

    Kesalahan saat buka puasa dan tipsnya ada di halaman selanjutnya.

    3. Kebiasaan buka puasa yang salah

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalIlustrasi gorengan bakwan yang biasa jadi takjil buka puasa. Foto: Getty Images/ary pranggawan

    Lebih lanjut, Siddeq juga menjelaskan kebiasaan buka puasa yang salah. Banyak orang yang selalu mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa.

    “Kesalahan yang sering terjadi selama buka puasa adalah makan makanan ringan, seperti martabak lalu dipasangkan dengan minuman manis dalam jumlah yang banyak,” tuturnya.

    Kebiasaan makan seperti ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dalam waktu sekejap. “Kuncinya adalah makanan seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi,” lanjutnya.

    4. Menu buka puasa seimbang

    Siddeq mengatakan bahwa pendekatan terbaik untuk buka puasa adalah melengkapi dengan serat dan protein. Itu bagus untuk energi dan sistem pencernaan yang lancar.

    Alih-alih makan kudapan saat berbuka, lebih baik pilih makanan utama yang seimbang terlebih dahulu. Dengan ini kamu bisa merasakan seberapa kenyang.

    “Lalu bisa memutuskan apakah perlu ngemil lagi atau tidak. Kalau makan camilan dulu bisa kenyang duluan tanpa dapat nutrisi,” tutur Siddeq.

    5. Mengikuti sunnah Nabi

    kurmaKurma mampu memberikan kebutahan serat tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Jika ingin yang lebih sederhana, Siddeq menyarankan agar mengikuti praktek sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.

    “Kurma menyediakan serat, ini bisa membantu memberikan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan,” tuturnya.

    Siddeq menegaskan bahwa jika mengandalkan makanan yang digoreng dan tinggi gula saat berbuka tidak akan memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa

    6 Asupan Ini Ramah Penderita GERD, Aman Dikonsumsi Saat Buka Puasa


    Jakarta

    Penderita GERD yang menjalani puasa ramadan tak bisa sembarangan mengonsumsi makanan dan minuman agar kondisi tetap sehat. Ini makanan dan minuman yang baik dikonsumsi!

    Para penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang aman bagi kesehatan lambung. Selama Ramadan, penderita GERD juga harus memerhatikan asupan makanan dan minuman agar kondisi tetap aman dan puasa berjalan lancar.

    Mengutip dari Siloam Hospitals (22/8/2024), penderita GERD yang berpuasa perutnya akan kosong selama beberapa jam yang dapat menimbulkan naiknya asam lambung. Oleh karena itu, asupan saat berbuka puasa penting diperhatikan. Makanan mengandung karbohidrat kompleks hingga minum teh herbal bisa menjadi solusi.


    Berikut 6 makanan dan minuman untuk buka puasa bagi penderita GERD:

    1. Makanan dengan Karbohidrat Kompleks

    Penderita GERD harus mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks jika ingin asam lambung tak naik. Makanan karbohidrat kompleks itu di antaranya ada roti gandum, beras merah, oatmeal, dan lainnya.

    Makanan dengan kandungan tersebut juga memberikan efek kenyang yang lebih lama. Selain itu, makanan-makanan ini lebih mudah dicerna untuk menghindari terjadinya iritasi pada lapisan lambung.

    2. Makanan Rendah Lemak

    Asupan protein juga jangan sampai ditinggalkan oleh para penderita GERD. Namun, tak semua asupan protein baik untuk kondisi GERD, sebaiknya hindari yang mengandung lemak tinggi.

    Beberapa makanan yang mengandung protein dan rendah lemak adalah ikan, yogurt, tempe, tahu, dan dada ayam tanpa kulit. Kelima makanan ini bisa menjadi pilihan yang menarik untuk berbuka puasa.

    3. Kurma

    kurmakurma Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Kurma menjadi makanan yang sunnah Rasul saat berbuka puasa. Anjurannya harus dikonsumsi dalam porsi ganjil, misalnya 1, 3, 5, dan jumlah ganjil lainnya. Kurma baik untuk penderita GERD karena mengandung serat alami.

    Selain itu, kurma juga mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Penderita GERD dianjurkan untuk mengonsumsi 3 buah kurma saat berbuka puasa sebelum menyantap hidangan utama.

    Cek untuk daftar minuman yang baik dikonsumsi di halaman selanjutnya…

    4. Susu Rendah Lemak

    Susu rendah lemak juga asupan yang aman dikonsumsi bagi penderita GERD saat berbuka puasa. Jangan mengonsumsi susu full cream, karena kandungan lemaknya yang tinggi sehingga sulit dicerna dan menyebabkan perut tak nyaman.

    Lemak yang terkandung dalam susu sapi ini juga dapat melunakkan otot stingter esofagus sehingga asam lambung lebih mudah naik. Selain susu rendah lemak, pilihan susu nabati juga baik dikonsumsi, seperti susu kacang kedelai, susu almond, dan lainnya.

    5. Air Kelapa

    Ilustrasi air kelapa mudaIlustrasi air kelapa muda Foto: Getty Images/iStockphoto/PitchyPix

    Air kelapa diketahui mengandung sejumlah nutrisi yang baik bagi kesehatan. Minuman yang menyegarkan ini juga umum dikonsumsi saat berbuka puasa, karena dapat meningkatkan jumlah elektrolit pada tubuh.

    Kandungan nutrisi yang terkandung dalam air kelapa berupa kalium dapat menjaga pH darah dan keseimbangan cairan tubuh. Sehingga refluks asam dapat dikelola dengan baik dan tak menyebabkan naiknya asam lambung.

    6. Teh Herbal

    Penderita GERD harus menghindari asupan kafein, karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Selain kopi, teh hitam juga sebaiknya dihindari karena kandungan kafeinnya cukup tinggi.

    Namun, jika tetap ingin menikmati teh saat berbuka puasa bisa dengan alternatif teh herbal. Diketahui bahwa teh herbal bebas dari kafein. Di antaranya seperti teh jahe, teh kayu manis, dan lainnya.

    Teh licorice (teh akar manis) juga baik untuk konsumsi saat buka puasa bagi penderita GERD. Ini karena akar manis dapat meningkatkan produksi lendir yang melapisi dinding esofagus.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Lebih Bahaya dari Gula Pasir, Karbohidrat Ini Bikin Gula Darah Cepat Naik

    Lebih Bahaya dari Gula Pasir, Karbohidrat Ini Bikin Gula Darah Cepat Naik


    Jakarta

    Kadar gula darah saat puasa perlu dijaga kestabilannya. Hindari makanan mengandung karbohidrat ini karena bikin gula darah melonjak dalam waktu cepat.

    Kadar gula darah perlu dijaga agar tetap stabil dalam rentang jumlah normalnya. Dengan begitu, kondisi resistensi insulin atau risiko diabetes bisa dicegah.

    Salah satu triknya dengan membatasi asupan makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Dalam hal ini, gula pasir sering dicap sebagai penyebab utama, padahal ada jenis bahan lain yang lebih berbahaya dalam hal meningkatkan kadar gula darah.


    Hal ini diungkap oleh Dr. Eric Berg, DC yang memiliki lebih dari 13 juta subscriber YouTube. Ia juga merupakan pakar ketosis dan puasa intermiten.

    Dr. Berg menjelaskan jenis karbohidrat yang harus dihindari bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darahnya tetap stabil.

    6 Tips Puasa untuk Penderita Diabetes Supaya Kadar Gula Darah AmanKestabilan kadar gula darah perlu dijaga selama puasa. Foto: iStock

    “Ada satu jenis karbohidrat yang jauh lebih berbahaya daripada gula. Banyak orang menganggap gula adalah yang paling buruk, tetapi ada sesuatu yang lebih buruk dari itu,” ujarnya dikutip dari Getsurrey, Minggu (2/3/2025).

    Dr. Berg menilai indeks glikemik merupakan indikator penting dalam menentukan dampak suatu makanan terhadap kadar gula darah. Misalnya, contoh indeks glikemik Gula pasir yang memiliki indeks 65, Glukosa 100, Maltodekstrin 116-136.

    Dengan indeks glikemik yang lebih tinggi dari gula dan glukosa, maltodekstrin dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih signifikan.

    “Jadi, ini adalah karbohidrat yang tidak diklasifikasikan sebagai gula, tetapi bertindak seperti gula dengan cara yang lebih berbahaya. Karbohidrat ini dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis. Namanya maltodekstrin,” katanya.

    Ilustrasi satu sendok teh gula pasirMaltodekstrin dinilai lebih berbahaya dari pada gula pasir dalam hal menaikkan kadar gula darah. Foto: Pixabay/congerdesign

    Selain itu, Maltodekstrin juga hadir dalam bentuk lain, seperti pati makanan yang dimodifikasi dan pati jagung yang dimodifikasi. Bahan ini banyak ditemukan dalam makanan, termasuk produk bebas gula yang sebenarnya tetap mengandung zat mirip gula.

    Maltodekstrin biasanya berbentuk bubuk putih bertepung dan ditemukan dalam banyak makanan olahan, termasuk:

    – Produk roti seperti pastry, kerupuk, dan granola bar
    – Sereal matang dan minuman sarapan
    – Minuman ringan, permen, dan makanan manis lainnya
    – Produk susu, termasuk puding instan dan makanan siap saji lainnya
    – Saus salad, terutama yang bertekstur krim
    – Sup dan makanan beku
    – Pengganti daging
    – Minuman olahraga
    – Pasta, nasi, bir, dan pemanis buatan

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Ini Jenis Karbohidrat Paling Berbahaya untuk Gula Darah

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Makanan Penyebab Asam Urat, Batasi Konsumsinya Saat Sahur dan Buka

    6 Makanan Penyebab Asam Urat, Batasi Konsumsinya Saat Sahur dan Buka


    Jakarta

    Saat puasa, pilihan makanan saat sahur dan buka perlu diperhatikan. Batasi konsumsi makanan tinggi purin jika tidak ingin asam urat kambuh.

    Penyakit asam urat disebabkan tumpukan asam urat dan membentuk kristal di persendian. Melansir dari WebMD, tubuh memproduksi asam urat setelah memecah purin yang ditemukan dalam sejumlah pangan yang akrab sehari-hari.

    Ketika kambuh, penyakit ini menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Ahli merekomendasikan penderita asam urat untuk menerapkan diet rendah purin dan dianjurkan memilih makanan dengan teliti agar penyakit tersebut tidak kambuh.


    Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan berikut saat sahur maupun buka puasa agar terhindar dari kambuh:

    1. Jeroan

    Ilustrasi babat sapiFoto: Getty Images/iStockphoto/PamelaJoeMcFarlane

    Sebaiknya hindari mengonsumsi jeroan atau organ dalam hewan seperti hati, ginjal, dan daging kelenjar seperti timus dan pankreas. Deret jeroan ini tinggi kandungan purin.

    2. Permen dan makanan serba manis

    Permen, kue, biskuit, cake, dan makanan serba manis perlu dikurangi. Gula yang mengandung setengah fruktosa bisa terurai menjadi asam urat.

    Selain makanan manis, hal ini juga berlaku pada minuman manis. Minuman dengan pemanis tambahan tinggi bisa memicu asam urat kambuh.

    3. Daging merah

    Resep Ayam Gulung Beef BaconFoto: iStock

    Daging merah termasuk makanan tinggi kandungan purin. Melansir dari Cleveland Clinic, hindari atau batasi konsumsi daging merah termasuk daging sapi, domba, babi dan daging olahan seperti bacon.

    4. Seafood

    Sebenarnya tidak semua seafood memicu asam urat. Namun sebaiknya hindari atau batasi makanan penyebab asam urat seperti kerang, cumi-cumi, udang, tiram, kepiting dan lobster.

    5. Roti putih

    Roti tawar untuk French toast.Foto: Getty Images

    Melansir dari WebMD, semakin cepat makanan meningkatkan gula darah, semakin buruk pengaruhnya terhadap asam urat. Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue kering, pasta putih bisa meningkatkan kadar gula darah dan jelas ini tidak baik untuk asam urat.

    6. Madu

    Madu terlihat tidak mengancam kesehatan tapi buat penderita asam urat, sebaiknya pertimbangkan lagi jika ingin mengonsumsi madu.

    Madu memang pemanis alami tapi tinggi fruktosa sehingga masuk makanan penyebab asam urat. Fruktosa bisa melepas purin saat dipecah tubuh. Penderita asam urat patut membatasi konsumsi madu.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Hati-hati Bikin Kambuh, Ini 6 Makanan Penyebab Asam Urat

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 6 Makanan Ini Saat Sahur agar Kenyang Lebih Lama

    Konsumsi 6 Makanan Ini Saat Sahur agar Kenyang Lebih Lama


    Jakarta

    Saat sahur perlu berstrategi memilih makanan yang tepat. Konsumsi beberapa jenis makanan diketahui menciptakan rasa kenyang lebih lama. Ini daftarnya!

    Beberapa makanan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena mengandung banyak protein dan serat sehingga cocok dijadikan sebagai menu sahur agar tahan puasa seharian.

    Berikut adalah beberapa jenis makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama seperti dilansir Medical News Today:


    1. Kentang

    manfaat kentang rebus untuk dietFoto: Getty Images/GMVozd

    Dalam studi indeks rasa kenyang yang asli, kentang rebus atau kentang panggang memiliki skor tertinggi yaitu 323. Kentang goreng memiliki skor yang relatif rendah yaitu 116.

    Kentang adalah makanan yang sangat padat dan kaya akan pati, vitamin C, dan beberapa nutrisi sehat lainnya.

    Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalamAnnals of Nutrition & Metabolismmenemukan bahwa makanan berbahan dasar kentang efektif dalam mengurangi nafsu makan, dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan juga merupakan karbohidrat yang lambat dicerna dengan kandungan protein dan serat yang tinggi.

    Manfaat nutrisi ini berarti kacang-kacangan merupakan makanan yang baik untuk mengimbangi rasa lapar dan mengatur asupan kalori, menurut sebuah studi tahun 2010 dalam jurnal Advances in NutritionTrusted Source.

    3. Makanan tinggi serat

    Makan buah pisang tidak boleh dicampur dengan beberapa makanan lainFoto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Serat merupakan komponen makanan yang penting. Serat memiliki banyak fungsi seperti membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.

    Serat juga bantu menciptakan rasa kenyang. Menurut sebuah studi tahun 2014, serat mungkin bukan komponen yang paling efektif untuk menurunkan berat badan, meskipun perlu ada lebih banyak studi klinis di bidang nutrisi ini.

    Makanan berserat tinggi meliputi oat, roti gandum utuh, sayuran seperti wortel atau bit, dan buah-buahan seperti pisang serta jeruk.

    4. Produk olahan susu rendah lemak

    Meningkatkan konsumsi produk olahan susu rendah lemak dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan dalam jangka pendek.

    Misalnya, satu studi dalam jurnal Appetite menemukan bahwa greek yogurt berprotein tinggi efektif untuk mengimbangi rasa lapar, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi konsumsi lebih lanjut.

    5. Telur

    trik masak telur orak-arik tanpa mentega atau susuFoto: Getty Images/iStockphoto

    Telur merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Telur juga memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi rasa lapar dan memperpanjang rasa kenyang.

    Sebuah studi dari tahun 2011 dalamInternational Journal of Food Sciences and Nutritionmemberi peserta makan siang berupa telur dadar, kentang goreng, atau sandwich ayam. Mereka yang mengonsumsi telur dadar merasa lebih kenyang daripada mereka yang mengonsumsi makanan karbohidrat 4 jam kemudian.

    6. Daging dan ikan tanpa lemak

    Baik daging maupun ikan mengandung banyak protein dan rendah lemak jenuh. Diet yang mengandung protein tingkat tinggi dapat secara efektif mengendalikan nafsu makan dan mendorong penurunan berat badan. Ini termasuk protein nabati, misalnya kedelai, menurut penelitian lain dalamThe American Journal of Clinical Nutrition.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Sahur

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga

    5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga


    Jakarta

    Kebiasaan minum kopi sering kali sulit ditinggalkan saat Ramadan. Pencinta kopi sebenarnya tetap bisa menikmati minuman favoritnya dengan cara sehat berikut ini.

    Penikmat kopi mungkin sudah tidak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu dimana minum kopi perlu dibatasi karena umat Muslim berpuasa mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari.

    Para penikmat kopi harus melakukan perubahan mendadak yang mampu menimbulkan rasa lelah atau sakit kepala.


    Namun, para pecinta kopi sebenarnya masih bisa menikmati kopi, hanya ritualnya diubah. Beberapa tips juga bisa diperhatikan supaya minum kopi selama Ramadan tidak membahayakan kesehatan.

    Melansir beberapa sumber, berikut 5 cara minum kopi yang sehat saat Ramadan.

    1. Optimalkan waktu minum kopi

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaOptimalkan waktu minum kopi baik saat sahur atau buka. Foto: Ilustrasi iStock

    Waktu minum kopi menjadi hal penting saat puasa. Melansir dekaranganjar.com, Dr Nazir menyarankan minum kopi dua jam sebelum waktu sahur berakhir. Takarannya juga tidak boleh berlebihan, cukup satu cangkir saja.

    Kopi juga bisa diminum setelah berbuka. Melansir ottencoffee.co.id(02/03/2024), para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menikmatinya yaitu satu sampai dua jam setelah berbuka puasa.

    Minum kopi pada waktu ini bisa membantu tubuh lebih aktif dan berenergi untuk lanjut menjalankan ibadah tarawih dan tadarus.

    2. Pilih kopi rendah kafein

    Coffee cup and beans on wooden table. Top view.Kopi decaf yang lebi rendah kafein bisa dipilih. Foto: iStock

    Saat menjalani puasa, perut mungkin akan lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang masuk.

    Oleh karenanya, pertimbangkan untuk memilih kopi yang lebih rendah kafein. Minum kopi tinggi kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan sfingter esofagus. Akibatnya asam lambung naik atau GERD kambuh saat puasa.

    Selama puasa, sebaiknya pilih jenis kopi decaf yang memiliki kafein lebih rendah. Menurun National Coffee Association, dalam 100 ml kopi decaf hanya mengandung 2 mg kafein yang jauh lebih kecil daripada kopi reguler dengan kandungan kafein sampai 95 mg per 100 ml.

    Cara ngopi sehat saat Ramadan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tetap jaga hidrasi tubuh

    Young woman drinking pure glass of waterJangan lupa tetap menjaga tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/seb_ra

    Hidrasi menjadi hal penting selama Ramadan. Sebab, selama berpuasa asupan cairan akan berkurang, berisiko terkena dehidrasi.

    Seimbangkan setiap cangkir kopi dengan banyak minum air putih untuk mengurangi efek diuretik kafein.

    Selain mencukupi kebutuhan air putih, bisa juga konsumsi makanan kaya air saat sahur dan buka puasa. Menikmati buah-buahan dan sayuran yang menyediakan hidrasi dan nutrisi, memastikan tubuh tetap terhidrasi dan berenergi selama puasa.

    4. Kurangi dosisnya

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaDosis minum kopi juga sebaiknya dikurangi saat Ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

    Selama puasa, pola hidup juga biasanya berubah. Ritual minum kopi juga ikut berganti.

    Oleh karena itu, jika biasanya minum kopi 3 kali dalam sehari, mungkin bisa dikurangi jadi 1 atau 2 kali saja sehari.

    Dalam hitungan dosis, misalnya biasa minum 18 gram kopi, selama Ramadan dosisnya bisa dikurangi jadi 12 gram saja.

    Pasalnya, minum kopi berlebihan dapat menimbulkan risiko peningkatan asam lambung dan memperburuk sakit asam lambung yang dialami.

    5. Kurangi gula

    Selain mengurangi dosisnya, penting juga untuk mengurangi kandungan gula. Kopi akan lebih sehat jika dibuat tanpa campuran pemanis seperti gula. Hal ini juga penting karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.

    Oleh karenanya, pemanis itu bisa diganti dengan bahan campuran alami lainnya. Segelas kopi bisa ditambah rempah-rempah, seperti kayu manis atau kapulaga. Bisa juga pemanis buatannya diganti menjadi madu uang lebih sehat.

    Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

    Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

    Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa

    5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa


    Jakarta

    Perut kembung kerap dialami usai buka puasa. Sebagai solusi, coba konsumsi minuman herbal ini ketika waktu berbuka.

    Puasa membuat tubuh mengalami berbagai perubahan kondisi. Salah satu kondisi yang sering terjadi yaitu perut kembung.

    Kondisi kembung membuat perut seakan sesak, penuh, dan menimbulkan rasa tidak nyaman.


    Perut kembung tidak boleh disepelekan, karena bisa jadi pertanda kondisi tubuh sedang dalam keadaan tidak sehat.

    Menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu memang bisa membantu. Namun, kondisi perut kembung juga bisa diatasi dengan minum minuman herbal berkhasiat.

    Melansir Times of India, berikut 5 racikan minuman herbal yang bisa atasi perut kembung saat buka puasa:

    1. Teh peppermint

    anti pikun dengan teh peppermintMinum teh peppermint bisa atasi perut kembung. Foto: GettyImages/Telegrah

    Teh peppermint yang dibuat dengan memasukkan daun peppermint ke dalam air panas ini menjadi salah satu racikan tepat.

    Teh ini dikenal dengan khasiatnya yang menenangkan dan baik untuk meredakan keasaman dan kembung di perut.

    Di dalamnya terkandung menthol yang membantu merelaksasikan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas, dan rasa tidak nyaman akibat kembung.

    Senyawa flavonoid di dalam teh ini juga dipercaya ampuh meredakan berbagai masalah pada sistem pencernaan, termasuk perut kembung.

    2. Lemon jahe

    racikan teh hijau yang menyehatkan, bisa ditambahkan jahe, lemon, madu, hingga daun mint.Minuman herbal sederhana ini menawarkan khasiat untuk atasi kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Perpaduan lemon dan jahe juga bisa mengatasi perut kembung. Cara membuatnya mudah tinggal merebus irisan lemon dan jahe.

    Minuman ini berkhasiat karena jahe di dalamnya merupakan obat alami untuk masalah pencernaan.

    Sedangkan lemon juga bisa membantu pencernaan dan membantu tubuh mengurangi keasaman.

    Jahe dan lemon juga mengandung antioksidan dan antiradang, sehingga bisa meringankan peradangan usus.

    Mengonsumsi wedang lemon jahe bisa membuat usus bekerja lebih baik, sehingga masalah pencernaan bisa teratasi.

    Rekomendasi minuman herbal lain untuk atasi kembung bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Teh chamomile

    Herbal tea with lemon slice on a white wooden table with chamomile plants and cinnamon.Selain menenangkan tubuh, teh chamomile juga bisa atasi kembung. Foto: dok. detikFood

    Selain menenangkan tubuh dan pikiran, teh chamomile juga bisa mengurangi gas dan melemaskan otot yang menggerakkan makanan melalui usus.

    Teh chamomile juga kaya akan senyawa fenolik, seperti apigenin, quercetin, dan patuletin. Senyawa ini memiliki sifat antiradang, menenangkan, pencernaan, dan antispasmodik yang meredakan rangsangan saluran pencernaan dan membantu meredakan gas berlebihan.

    Namun, teh chamomile tidak direkomendasikan bagi mereka yang alergi terhadap chamomile atau bunga lain dalam satu famili.

    Orang yang mengonsumsi antikoagulan, obat penenang, atau analgesik juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh chamomile.

    4. Teh kayu manis

    Teh kayu manisSifat anti radang di dalam teh ini bisa mengatur kadar gula darah dan atasi kembung. Foto: Getty Images/Akhilesh

    Kayu manis juga dikenal dengan khasiat anti radangnya dan kemampuan untuk mengatur kadar gula darah.

    Minum teh kayu manis setelah buka puasa bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah keasaman serta kembung.

    Di dalam teh herbal ini juga ada sifat antispasmodik yang bisa meredakan kram perut, gas, dan kembung.

    5. Teh biji ketumbar

    Biji ketumbar juga bisa dijadikan teh lalu diminum setelah buka puasa. Biji ketumbar dapat mengurangi keasaman dan kembung setelah makan.

    Minuman herbal ini memang terkenal mampu mengatasi masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan perut kembung. Di dalam biji ketumbar terdapat kandungan serat yang bisa meningkatkan kerja sistem pencernaan secara keseluruhan.

    Selain itu, racikan teh ini juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang yang dapat melawan bakteri penyebab peradangan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan

    Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan


    Jakarta

    Banyak pencinta kopi bingung menentukan kapan sebaiknya minum kopi saat bulan ramadan? Ahli pun merekomendasikan waktu ideal untuk menikmati minuman berkafein ini.

    Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Tidak jarang ada orang yang dapat menikmati kopi lebih dari satu gelas dalam sehari.

    Saat bulan Ramadan, banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa tetap minum kopi di bulan suci. Pasalnya, bagi pencinta kopi, rasanya ada yang kurang jika tidak meminumnya sehari saja.


    Menurut Dr. Rita Ramayulis dari Ikatan Ahli Gizi Indonesia, waktu terbaik untuk minum kopi selama bulan Ramadan adalah antara waktu berbuka puasa dan waktu selingan di malam hari.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaSaat ramadan disarankan minum kopi usai waktu buka puasa. Foto: Ilustrasi iStock

    Ia menyarankan peminum kopi untuk mengonsumsi kopi saat lambung lebih siap menerimanya, yaitu setelah berbuka puasa.

    Anda juga disarankan untuk berhenti minum kopi satu jam atau lebih sebelum tidur, agar pola tidur tidak terganggu.

    Jika merasa masih membutuhkan kopi pagi saat sahur/sebelum fajar, Anda boleh saja menyeduh kopi lagi, tapi pastikan minum banyak air setelahnya.

    Hal ini karena kafein mengandung sifat diuretik yang menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil dan dehidrasi selama jam-jam saat puasa.

    Tips terbaik sebenarnya dengan mempersiapkan tubuh dengan mengurangi konsumsi kopi secara bertahap dua hingga tiga minggu sebelum Ramadan dimulai, sehingga tubuh Anda akan beradaptasi dengan berkurangnya asupan kafein saat bulan puasa.

    Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaKopi decaf bisa jadi alternatif jika ingin tetap ngopi saat ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

    Sementara itu, ada alternatif lainnya yakni memilih kopi tanpa kafein. Sebab semua kopi tanpa kafein hanya mengandung kafein 3 persen saja sehingga tidak akan mengganggu rutinitas tidur Anda.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Kapan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan? Ini Kata Ahli

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan


    Jakarta

    Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa.

    Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh.

    Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.


    Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur.

    Baca juga: Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ibu, Netizen Ini Punya Siasat Khusus

    Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanDalam upaya mencukupi kebutuhan hidrasi, penting untuk menghitung takaran konsumsi air mineral yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    1. Menghitung kebutuhan air

    Kebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung.

    Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air.

    Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya.

    2. Konsumsi makanan tinggi air

    Dr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah.

    Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan.

    Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa.

    Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Hindari kafein

    Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi.

    Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh.

    Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal.

    4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanSelain air mineral, memilih minuman tinggi elektrolit juga dianjurkan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi.

    Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya.

    Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan.

    5. Membagi waktu minum

    Cara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.

    Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa.

    Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com