Blog

  • Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Sway Bar


    Jakarta

    Saat mobil melintas di jalan yang tidak rata, guncangan tersebut akan berkurang karena adanya sistem suspensi. Salah satu komponen dalam sistem suspensi ini adalah strut bar.

    Strut bar adalah bagian suspensi mobil yang berbentuk batang penahan. Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian dan fungsi strut bar, serta prinsip kerja sistem suspensi.

    Pengertian Strut Bar

    Dikutip dari situs Kemdikbud, strut bar adalah batang penahan yang dipasang pada lower suspension arm dan ujung lainnya diikat ke bracket strutbar yang diikat ke bodi.


    Fungsinya untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundur ketika menerima guncangan akibat permukaan jalan yang tidak rata.

    Fungsi Strut Bar

    Berikut ini sejumlah fungsi strut bar pada sistem suspensi mobil.

    1. Membuat Mobil Stabil

    Fungsi utama strut bar adalah memberikan kestabilan pada mobil. Meski dalam kecepatan tinggi, mobil yang melewati jalan tidak rata tetap bisa lebih mudah dikendalikan.

    2. Menyambungkan Sasis

    Strut bar juga sebagai penyambung sasis mobil serta suspensi kiri dan kanan yang biasanya juga dilengkapi dengan stabilizer seperti roll bar untuk keselamatan pengendara.

    3. Memberi Kekakuan

    Fungsi lainnya adalah memberi kekakuan pada mobil. Hal ini berfungsi ketika mobil berbelok, mobil tetap kaku sehingga menjadi seimbang dan stabil.

    4. Mengurangi Fleksibilitas

    Strut bar mampu mengurangi fleksibilitas pada suspensi, sehingga bisa mengurangi ayunan berlebih. Maka kendaraan akan tetap seimbang walaupun sedang melaju di kecepatan tinggi.

    5. Membagi Gaya di Kedua Roda

    Komponen ini juga berguna untuk membagi gaya antara kedua roda kiri dan kanan, sehingga tekanan juga terbagi di kedua titik.

    Cara Memilih Strut Bar

    Bagaimana cara memilih strut bar yang baik? Berikut ini beberapa tips yang dikutip dari simplespeedracing.com:

    1. Desain

    Desain strut bar ada beberapa macam. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Secara umum, batang yang lurus dan linier jauh lebih baik dan tahan terhadap pelenturan di sepanjang sumbunya dibandingkan dengan batang yang desainnya ditekuk ke atas dan di atas mesin.

    2. Dudukan

    Dudukan menara penyangga yang tidak baik bisa membuat sasis melentur dan terlepas. Salah satu yang harus dilihat adalah geometri dudukan.

    Dudukan dengan profil rendah yang tidak terlalu tinggi di atas permukaan strut tower sangat ideal. Dudukan juga harus cukup kuat agar tidak mudah bengkok karena beban.

    3. Material

    Material strut bar dari baja menjadi kekuatan lebih tetapi memiliki bobot cukup berat. Sementara strut bar dari aluminium dan serat karbon yang dirancang dengan tepat bisa sangat kuat meski bobotnya lebih ringan.

    Pada dudukan, material dari aluminium 1/8 inci mungkin sama kuatnya dengan dudukan yang dirancang dengan buruk yang terbuat dari baja 1/2 inci.

    Namun secara umum, dudukan dari baja adalah yang terkuat dan paling tidak rentan terhadap kelelahan dari waktu ke waktu.

    Beda Strut Bar dengan Sway Bar

    Selain strut bar, ada juga sway bar. Apa bedanya? Berikut ini penjelasan yang dikutip dari thedrive.com:

    • Strut bar dirancang agar mobil tidak fleksibel, tetapi sway bar dirancang agar lebih lentur karena terbuat dari baja pegas, seperti pegas suspensi.
    • Sway bar yang bekerja langsung pada suspensi saat menikung, memiliki ketebalan dan konstruksi yang sangat spesifik untuk mencapai tingkat pegas yang diinginkan. Sedangkan strut bar hanya memperkuat platform tempat suspensi.
    • Sway bar memiliki efek yang lebih langsung pada karakteristik pengendalian daripada strut bar,

    Demikian tadi informasi mengenai strut bar, mulai dari pengertian, fungsi, cara memilih strut bar, dan perbedaan antara strut bar dengan sway bar.

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Bahaya Naik Motor Pakai Sandal Jepit, Jangan Ditiru!


    Jakarta

    Polisi melarang pengguna yang naik motor pakai sandal jepit. Larangan tersebut diterapkan demi perlindungan pengguna kendaraan.

    Lebih lanjut, simak penjelasan tentang imbauan untuk tidak boleh pakai sandal jepit saat naik motor di bawah ini.

    Alasan Naik Motor Dilarang Pakai Sandal Jepit

    Alasan kenapa naik motor dilarang pakai sandal jepit adalah karena tidak aman. Pasalnya, sandal tidak melindungi keseluruhan bagian kaki saat berkendara.


    Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi.

    “Mohon maaf saya bukan menstressing pakai sandal jepitnya, karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas. Dan tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu,” terang Firman.

    Menggunakan sandal jepit saat mengendarai atau naik motor berisiko melukai bagian tubuh pemotor. Instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto, pernah bercerita bahwa ada pengendara sepeda motor yang mengalami cedera serius akibat menggunakan sandal jepit saat naik motor.

    “Pernah beberapa kejadian, pengendara yang pakai sandal jepit itu otot jarinya putus. Dulu peserta training saya ada yang begitu, 3 otot jarinya putus. Saat itu dia lagi jalan dari arah Condet ke Cililitan, ada pengendara lain dari arah sebaliknya, kaki dia terbentur dengan pedal rem dari motor arah sebaliknya itu. Dia nggak terasa, tiba-tiba menggigil, pas lihat ke bawah sudah putus otot jarinya. Kalau pakai sepatu kan tidak akan kejadian seperti itu,” terang Hendrik.

    Tips Aman Naik Motor

    Praktisi Keselamatan Berkendara, Sony Susmana, mengatakan bahwa supaya aman, naik motor itu harus memakai sepatu.

    “Naik motor akan lebih aman dengan menggunakan sepatu. Pasalnya, kaki sangat berperan saat naik motor, stop/berhenti pasti kaki pengendara turun, kurang seimbang pasti kaki jadi tumpuan, menginjak kotoran ketika berhenti pasti tidak sehat dan lain-lain,” jelas Sony kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

    Sony yang juga bagian dari Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengungkapkan kalau idealnya mengendarai sepeda motor itu harus memakai peralatan/atribut berkendara lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki atau istilahnya disebut full gear.

    Pasalnya, perlindungan motor sangat minim karena tidak memiliki bumper.

    “Kalau crash badan jadi kontak langsung dengan objek terdekat dan dengan kecepatan tidak tentu, nah pasti sandal lepas dari kaki sehingga tapak tidak terlindungi,” kata Sony.

    Terkait hal ini, Firman juga mengimbau agar masyarakat bisa menciptakan kesadaran tentang tertib dan keamanan dalam berkendara. Karena nyawa kita lebih mahal.

    “Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu. Masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja. Itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” terang Firman.

    Kesimpulannya, saat naik motor kita harus pakai sepatu dan full gear, karena pemakaian sandal jepit dilarang oleh polisi demi alasan keamanan dan keselamatan pengendara.

    (khq/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Cara Poles Mobil yang Benar Secara Mandiri di Rumah


    Jakarta

    Tampilan cat mobil yang sudah kusam membuat mobil terlihat tua dan usang. Agar penampakan mobil bisa kembali menawan dengan lapisan cat mengkilap, kamu bisa melakukan pemolesan atau polishing.

    Polishing dilakukan sebagai salah satu perawatan mobil. Perawatan ini bertujuan untuk memperindah tampilan cat mobil serta mengikis lapisan cat mobil yang ada baret agar permukaannya rata kembali.

    Debu hingga kotoran yang menempel pada bodi mobil juga bisa hilang dengan teknik pemolesan ini. Polishing dapat pula menjaga lapisan cat mobil dari lecet atau goresan yang mungkin terjadi ke depannya.


    Tak hanya itu, perawatan poles dengan cara dan cairan yang tepat bisa juga melindungi lapisan cat mobil dengan memperlambat penuaan yang membuat cat terlihat kusam nantinya.

    Namun, polishing tidak boleh dilakukan secara sembarang. Perlu ketelitian serta alat dan cairan poles berkualitas supaya perawatan ini memberikan hasil yang maksimal.

    Kalau kamu ingin melakukan pemolesan mobil secara mandiri, mesti juga memperhatikan cara poles mobil yang benar agar tidak menimbulkan kerusakan cat. Lalu, bagaimana caranya?

    Cara Poles Mobil yang Benar

    Untuk melakukan poles mobil dengan baik, perhatikan cara-caranya berikut ini:

    1. Siapkan Peralatan Poles

    Sebelum memulai proses polishing atau pemolesan mobil, kamu perlu menyiapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan. Alat yang dibutuhkan untuk proses polish secara mandiri di rumah, yaitu mesin poles, busa poles, cairan poles, lap microfiber.

    Untuk mesinnya, pakai alat poles yang berkualitas dan sudah teruji. Bisa gunakan mesin poles berjenis rotary agar pemakaiannya lebih mudah dan memberikan hasil maksimal

    Busa poles atau polish pad juga perlu diperhatikan. Ada busa poles yang keras untuk proses cutting atau pengikisan bagian mobil yang baret. Untuk busa poles yang lembut dipakai untuk finishing.

    Untuk cairan poles bisa pilih yang kental atau tidak cair. Bisa pilih cairan poles 3 in 1 yang mengandung compound untuk mengikis baret atau goresan pada mobil. Selain itu, cairan poles 3 in 1 digunakan untuk meningkatkan kilap cat dan memberikan proteksi pada lapisan cat mobil.

    2. Bersihkan Mobil Lebih Dulu

    Setelah persiapan alat selesai, untuk memulainya bisa dengan membersihkan mobil terlebih dahulu. Pembersihan dapat dilakukan dengan pencucian mobil.

    Saat mencuci mobil, pastikan seluruh debu dan kotoran yang menempel di bodi mobil hilang dan bersih. Ini agar debu dan kotoran tidak merusak polesan nantinya dan proses polishing bisa berjalan lancar.

    Kemudian keringkan mobil dengan menggunakan lap microfiber agar cepat kering dan tidak menghabiskan waktu lama.

    3. Mulai Proses Poles Mobil

    Proses polishing bisa diawali dengan mengoleskan cairan poles mengandung compound menggunakan lap microfiber ke seluruh bodi mobil. Setelah beberapa saat, lap kembali compound yang menempel untuk dibersihkan dengan kain microfiber lain.

    Setelahnya, mulai poles bodi mobil dengan cairan poles. Bisa dimulai berurutan dari bagian atas mobil, samping, serta bagian depan dan belakang.

    Ketika hendak memoles mobil, perhatikan posisi mesin poles agar rata dan tidak miring. Proses poles tidak boleh juga terlalu lama dan mesin jangan terlalu keras ditekan agar lapisan cat mobil tak botak atau bergelombang.

    Proses poles mobil harus merata. Sebelum berpindah ke area lain, pastikan polishing di satu bagian mobil telah dipoles sempurna.

    4. Lakukan Proses Lapping

    Setelah proses poles, kamu bisa lakukan tahap lapping untuk memberikan efek mengkilap pada cat mobil. Gunakan polish pad lembut pada mesin poles dan kamu tidak perlu lagi memberikan cairan poles pada tahap ini. Lakukan lapping ke seluruh bagian bodi mobil.

    5. Periksa Bodi Mobil

    Selanjutnya, kamu dapat memeriksa seluruh bagian mobil dengan detail karena mungkin saja ada bodi yang terlewat pada proses polishing. Jika ada, detikers dapat segera melakukan pemolesan pada bagian tersebut.

    Tapi jika seluruh bodi mobil sudah dipoles dan dirasa cukup, maka polishing cat mobil sudah selesai. Maka mobilmu akan tampak lebih mengkilap dan warna catnya lebih menyala.

    Itu dia cara poles mobil yang benar dan aman untuk mengembalikan warna cat yang lebih kinclong. Jadi, jangan lagi memoles dengan asal-asalan, ya.

    (fds/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Heboh Mending Beli Seblak daripada Ganti Oli, Padahal Ini Pentingnya



    Jakarta

    Di media sosial telah menjadi sorotan anggapan pemilik sepeda motor tentang ganti oli. Ada pemilik motor terutama wanita yang menyepelekan servis atau ganti oli mesin secara rutin.

    Mereka menganggap ganti oli mesin tidak penting dan cuma trik marketing pihak bengkel. Bahkan, ada yang bilang mendingan uangnya untuk beli seblak ketimbang ganti oli motor.

    Padahal, ganti oli menjadi perawatan sederhana yang perlu dilakukan pemilik motor secara rutin. Pada periode atau jarak tertentu, oli harus diganti agar kualitasnya tetap terjaga dan membuat mesin tetap awet dan prima. Sebab, oli punya peranan vital dalam merawat serta menjaga kinerja mesin yang menjadi jantung pacu dari sepeda motor.


    “Pada beberapa kondisi, masih dijumpai pemilik sepeda motor yang abai dalam melakukan penggantian oli secara rutin sesuai buku petunjuk manual servis yang
    dikeluarkan oleh pabrikan. Hal ini kemudian berimbas pada performa motor yang menjadi tidak optimal sehingga mengganggu kenyamanan mereka pada saat berkendara. Berkaca dari kondisi tersebut, maka Yamaha merasa perlu membagikan informasi perihal manfaat dari penggantian oli secara rutin, agar pengguna sepeda motor dapat lebih teredukasi dan bijak dalam merawat kendaraannya,” kata Agung Budi Raharja, General Manager Part Operation Division, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg dikutip dari siaran persnya.

    Setidaknya ada tiga hal penting yang bisa didapat dari mengganti oli secara rutin. Berikut ulasannya.

    1. Suhu Mesin Terjaga dan Performa Motor Optimal

    Salah satu manfaat rutin mengganti oli adalah suhu mesin yang terus terjaga. Pasalnya, oli memiliki fungsi untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin guna
    meminimalisir suhu panas berlebih akibat gaya gesek saat mesin sedang bekerja.

    Jarang mengganti oli berisiko membuat volume oli di dalam mesin berkurang, tekstur menjadi encer, dan oli lama menjadi kotor pekat. Jika terus dibiarkan kondisi ini
    membuat kinerja mesin terganggu seperti menimbulkan suara kasar dan masalah overheat (terlalu panas), yang menyebabkan tarikan motor menjadi tidak bertenaga.

    2. Komponen Mesin Lebih Awet, Hemat Biaya Servis

    Manfaat lain dari rutin mengganti oli adalah dapat membuat masa pakai mesin menjadi lebih awet. Hal ini dikarenakan fungsi oli yang melumasi secara maksimal dapat mencegah komponen-komponen menjadi lebih cepat aus akibat minim gaya gesek, melindunginya dari korosif atau karat dan juga membersihkan ruang mesin dari serpihan-serpihan kotoran saat mesin bekerja. Dengan demikian biaya servis pun menjadi lebih hemat karena mesin terhindar dari kerusakan berat.

    3. Hemat Bahan Bakar

    Kendaraan yang rutin mengganti oli mesin memiliki performa dan tarikan yang jauh lebih baik. Hal ini berimbas kepada konsumsi bahan bakar bensin yang lebih efisien. Selain itu, emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan yang rajin ganti oli juga lebih rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Asal Beli, Ini Perbedaan Aki Kering dan Basah Pada Mobil


    Jakarta

    Aki merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Sebab, aki berfungsi untuk memberikan suplai daya listrik ke setiap komponen kelistrikan di dalam mobil.

    Untuk saat ini, ada dua jenis aki yang umum dijual di pasaran, yakni aki kering dan basah. Sayangnya, masih ada sejumlah pemilik mobil yang tidak tahu perbedaan antara aki kering dan basah.

    Apabila detikers ingin mengganti aki mobil, sebaiknya ketahui dahulu perbedaan antara aki kering dan basah. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Perbedaan Aki Kering dan Basah Pada Mobil

    Mengutip laman Auto 2000, terdapat cukup banyak perbedaan antara aki kering dan basah. Lantas, apa saja perbedaan kedua jenis aki tersebut? Simak di bawah ini:

    1. Isi Cairan di Dalam Aki

    Aki basah adalah aki yang diisi dengan cairan belerang atau disebut juga sulfuric acid. Sedangkan pada aki kering atau dikenal sebagai Maintenance Free Battery sebenarnya juga memiliki cairan elektroda, jadi bukan berarti benar-benar kering.

    Pada aki kering terdapat cairan elektrolit atau gel yang sudah tersimpan di dalam dengan kondisi tersegel. Dengan begitu, apabila detikers membalikkan atau memiringkan aki kering, cairan gel tidak akan tumpah. Maka dari itu disebut sebagai aki kering.

    2. Perawatan Aki Kering Lebih Mudah

    Salah satu keunggulan dari aki kering adalah bebas perawatan rutin. Sebab, detikers nggak perlu mengisi ulang air aki secara berkala.

    Lain halnya dengan aki basah, di mana kamu butuh perawatan ekstra untuk mengganti cairan aki ketika sudah mau habis. Kalau cairan aki tak diisi ulang, maka siap-siap mobil kesayanganmu mogok.

    3. Harga Aki

    Soal harga, aki basah justru lebih murah ketimbang aki kering. Apabila mengecek harga aki basah untuk mobil di sejumlah e-commerce, harganya di kisaran Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribuan.

    Sedangkan untuk harga aki kering terbilang cukup mahal, yakni di kisaran Rp 600 ribu sampai Rp 900 ribuan. Namun, perbedaan harga tersebut juga dipengaruhi oleh merek aki dan kapasitasnya.

    4. Aki Basah Lebih Mudah Diperbaiki

    Salah satu alasan mengapa aki basah punya harga yang lebih murah ketimbang aki kering karena lebih mudah untuk diperbaiki. Jika ada kerusakan, aki basah dapat diperbaiki dengan mudah karena boleh dibongkar.

    Lain halnya dengan aki kering, jika ditemukan kerusakan maka kamu harus mengganti aki secara menyeluruh. Dengan harga aki kering untuk mobil yang cukup mahal, maka kamu harus siap merogoh kocek lebih dalam.

    5. Tegangan Aki Kering Lebih Stabil

    Walau harganya lebih mahal, namun aki kering telah mengusung teknologi yang lebih modern. Hal ini terbukti dengan tegangan aki kering lebih stabil daripada aki basah. Bahkan, saat tegangan aki kering menurun hal tersebut masih dikatakan stabil untuk dipakai.

    Aki basah memang lebih duluan muncul daripada aki kering. Namun di era teknologi yang terus maju, banyak pabrikan mobil yang telah beralih ke aki kering untuk mobil keluaran terbarunya.

    Itu dia lima perbedaan antara aki kering dan basah. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang kebingungan memilih jenis aki.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kecelakaan Maut di Tol Cipularang, Ini Pelajaran Pentingnya



    Jakarta

    Kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di Tol Cipularang. Mobil Elf menabrak bagian belakang truk. Dua orang tewas akibat kecelakaan ini.

    Disebutkan, kecelakaan diduga terjadi karena sopir Elf mengantuk. Peristiwa ini terjadi di ruas Jalan Tol Cipularang, kilometer 75.100 jalur A atau dari arah Jakarta menuju Bandung, pada Rabu (29/11/2023) sekitar pukul 23.10 WIB. Kecelakaan antara mobil Elf nopol D 7337 AI dengan dump truk nopol B 9050 ZJ tersebut mengakibatkan dua orang tewas di lokasi kejadian.

    Dikutip detikJabar, Kanit PJR Tol Cipularang, IPDA Triyunadi, menjelaskan kedua kendaraan tersebut tengah melaju dari arah Jakarta menuju Bandung di lajur satu. Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), minibus tersebut melaju cukup kencang kemudian hilang kendali sehingga menabrak bagian belakang truk yang ada di depannya.


    Kerasnya benturan, membuat mobil elf itu menyangkut di bagian belakang truk dan terseret hingga 100 meter. Diduga sopir elf mengantuk.

    “Dari saksi kernet itu (sopir elf) mengantuk dan menabrak belakang dump truk, itu terbawa hampir 100 meter. Sopir truk setelah diminta keterangan dia mengira pecah ban dari ban dump truk, akhirnya ke pinggir di lajur satu setelah turun ternyata ada mobil elf nabrak di mobil dump truk,” katanya.

    Pelajaran penting dari kecelakaan maut ini, bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk sangat mengancam nyawa. Untuk itu, pengendara harus memahami betul soal kondisi tubuhnya.

    Praktisi keselamatan berkendara dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahwa rasa kantuk dapat mengurangi kemampuan dalam merespons berbagai hal.

    “Sangat klasik sekali, kalau ada tanda-tanda fatigue atau letih atau ngantuk, itu segera cari tempat istirahat. Atau, menunda perjalanan kalau belum memulai perjalanan. Menunda atau mengganti moda transportasi, atau kalau ada suruh orang lain yang bawa. Intinya dia tidak boleh mengemudi saat dia letih,” ujar Jusri.

    Bila dipaksakan, nyawa taruhannya. Mobil yang dikendarai berpotensi besar mengalami kecelakaan. Sopir juga sebaiknya menyadari kondisi tubuh yang sudah lelah dan tidak memaksa mengemudi. Ada baiknya untuk menepi sejenak untuk beristirahat sekitar 20-30 menit. Saat istirahat itu, pengemudi bisa melakukan power nap sebelum melanjutkan perjalanan.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Trik Jitu Naik Tuk-tuk di Thailand Biar Tak Diketok Harga



    Bangkok

    Meski Thailand punya banyak transportasi umum, namun sejumlah turis masih menggunakan tuk-tuk sebagai angkutan andalan. Selain bisa menjangkau banyak lokasi, para pendatang memilih kendaraan tersebut karena penasaran.

    Sayangnya, ada beberapa sopir tuk-tuk yang ‘nakal’ dan mematok harga tinggi ke turis yang tak bisa berbahasa Thailand. Karuan saja, tarif naik tuk-tuk memang blank alias tak ada nominal pasti.

    Redaksi detikOto sempat menjajal naik tuk-tuk saat berkunjung ke Bangkok, Thailand. Ketika itu, kami harus membayar 180 baht atau Rp 80 ribu untuk perjalanan sejauh 2 km dan 200 baht atau Rp 90 ribu untuk jarak 2,5 km. Nominal tersebut merupakan hasil akhir setelah melalui proses tawar-menawar.


    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Menurut pemandu wisata kami selama di Thailand, Anan, harga yang kami bayar masih kemahalan. Dia yang merupakan warga asli setempat mengatakan, nominalnya bisa dipangkas hingga separuhnya lagi.

    “Kalau jarak dekat harusnya tidak sampai segitu. Kalau jarak dekat, semestinya 100 baht (Rp 44 ribuan) cukup,” ujar Anan saat ditanya detikOto di Bangkok, Thailand, beberapa hari lalu.

    Menurut Anan, aksi ‘tembak harga’ sopir tuk-tuk memang sudah ada sejak lama. Itulah mengapa, kata dia, ada beberapa ‘trik jitu’ agar turis yang mau naik kendaraan tersebut tak harus bayar mahal.

    Trik Naik Tuk-tuk Biar Tak Diketok Harga

    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Anan menjelaskan, harga pertama yang dipatok sopir tuk-tuk biasanya dua kali lipat tarif ‘aslinya’. Ketika mereka meminta 300 baht, maka penumpang tak perlu ragu menawarnya di bawah 150 baht.

    “Jadi, nawar harganya memang harus tega. Minta setengah harga lebih dulu. Nanti ujung-ujungnya juga mau,” ungkapnya.

    Selain itu, ketika hendak bepergian ke tempat hiburan atau pusat perbelanjaan, jangan sebut lokasi aslinya. Sebab, dengan begitu, sopir tuk-tuk menganggap kita memiliki cukup uang untuk dibelanjakan. Maka, supaya proses tawar-menawar berjalan mulus, sebut saja lokasi lain yang berada di dekat titik sesungguhnya.

    “Naik tuk-tuk memang harus pinter-pinter nawar. Kalau bisa, naiknya juga ramai-ramai, biar bisa patungan,” kata dia.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Masih Suka Isi Bensin tapi Mesin Mobil Tetap Nyala? Ini Bahayanya



    Jakarta

    Saat mengisi BBM di SPBU, kamu disarankan untuk mematikan mesin kendaraan. Memang apa dampaknya bila mengisi BBM dalam kondisi mesin kendaraan menyala?

    Peringatan untuk mematikan mesin pasti kamu lihat ataupun dengar saat hendak mengisi bensin di SPBU. Meski begitu, tidak semua pengendara patuh. Masih ada beberapa pengendara yang kedapatan menyalakan mesin saat mengisi BBM.


    Mengutip Car From Japan, saat mengisi bensin kendaraan memang disarankan untuk mematikan mesin karena beberapa alasan. Beberapa pakar otomotif menilai, kondisi mesin yang menyala saat isi bensin membuat kendaraan berpotensi ‘menelan’ BBM yang bisa merusak sistem secara keseluruhan.

    Tak cuma itu, ada juga potensi muncul percikan listrik dari mesin menyala bisa berpotensi menyulut uap bensin hingga menimbulkan kebakaran. Ada juga potensi pompa bensin tempat nozzle ikut terbakar.

    Selain kondisi mesin menyala, ponsel juga bisa menjadi pemicu kebakaran di pom bensin. Makanya selalu ada peringatan untuk tidak menggunakan ponsel ketika tengah mengisi bensin.

    Charger ponsel dan lighter yang berada di dalam mobil pun bisa memicu terjadinya kebakaran saat mengisi bensin. Di mobil mesin bensin, pembakaran bisa terjadi karena busi yang memicu campuran bahan bakar dengan udara. Sementara pada mesin diesel pembakaran terjadi akibat adanya semprotan bahan bakar ke suhu udara tinggi yang terkompresi.

    Untuk mencegah hal itu, sebaiknya matikan mesin kendaraan kamu saat isi bensin. Tak cuma itu, cabut semua perangkat elektronik yang sedang dicas di mobil saat tengah isi bensin. Pasalnya, meski keadaan mesin mati, beberapa perangkat di mobil mungkin masih memiliki aliran listrik.

    Jangan merokok ketika isi bensin. Pastinya peringatan ini sering kamu lihat di setiap SPBU. Mengisi bensin tidak membutuhkan waktu yang lama. Bersabar sedikit sampai kamu sudah menjauh dari SPBU, barulah menyalakan rokok lagi.

    Hindari juga untuk mengisi bensin hingga tangkinya luber. BBM yang luber bisa berpotensi menimbulkan kebakaran dan merusak bodi kendaraan kamu.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Perbedaan Mesin 2 Tak dan 4 Tak, Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Perbedaan mesin 2 tak dan 4 tak utamanya terletak pada siklus kerjanya. Mesin 2 tak berarti melalui dua langkah dalam satu siklus, sedangkan mesin 4 tak melalui 4 langkah dalam satu siklus.

    Simak apa saja perbedaan mesin 2 tak dan 4 tak dalam artikel ini. Ketahui juga apa saja kelebihan dan kekurangannya.

    Perbedaan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

    Perbedaan utama antara mesin 2 tak dan 4 tak adalah pada siklus kerja dalam satu putaran.


    Berikut penjelasannya yang dikutip dari buku Mencari & Memperbaiki Kerusakan Sepeda Motor 4-Tak (2008) oleh Toto Suwarto:

    Mesin 2 Tak

    Sepeda motor bermesin 2 tak artinya membutuhkan dua langkah gerakan piston dalam satu siklus kerja atau satu kali putaran poros engkol. Dua langkah tersebut adalah langkah isap dan langkah buang.

    Adapun titik tertinggi yang dicapai piston disebut titik mati atas (TMA) dan titik terendah yang dicapai piston disebut titik mati bawah (TMB).

    Gerakan seher dari TMB ke TMA disebut satu langkah piston (stroke) atau sama dengan setengah putaran poros engkol.

    1. Langkah Isap (Upward Stroke)

    Pada langkah isap atau upward stroke, piston bergerak naik dari TMB menuju TMA. Ketika piston berada di posisi TMB, bahan bakar yang berada di bawah piston didorong dan keluar dari saluran pembilasan.

    Selanjutnya, bahan bakar yang keluar dari saluran pembilasan didorong piston hingga mencapai posisi TMA. Ketika hampir mencapai TMA, piston menutup saluran pembuangan dan saluran pembilasan.

    Dengan demikian, saluran pemasukan bahan bakar menjadi terbuka dan menyebabkan bahan bakar otomatis masuk melalui saluran pemasukan di bawah piston. Bahan bakar yang sudah berada di silinder ditekan naik oleh piston sampai mencapai posisi TMA.

    Tekanan di silinder lalu meningkat, kemudian bunga api dari busi membakar bahan bakar dan udara menjadi letusan.

    2. Langkah Buang (Downward Stroke)

    Pada langkah kedua, yaitu langkah buang, letusan tersebut menghasilkan tenaga yang digunakan untuk mendorong piston bergerak turun dari TMA menuju TMB. Piston yang bergerak turun lalu mendorong bahan bakar yang sudah berada di bawah piston menuju saluran pembilasan.

    Ketika piston bergerak turun, maka saluran buang dan saluran pembilasan menjadi terbuka. Gas sisa pembakaran kemudian terdorong keluar melalui saluran pembuangan menuju knalpot akibat desakan bahan bakar dan udara yang masuk dalam silinder melalui saluran pembilasan.

    Adanya gas sisa hasil pembakaran yang terbuang ini menandakan kerja mesin 2 tak selesai pada satu siklus.

    Mesin 4 Tak

    Berbeda dari 2 tak, sepeda motor 4 tak membutuhkan empat langkah kerja atau empat langkah gerakan piston dalam satu siklus kerja atau dua kali putaran poros engkol.

    1. Langkah Kompresi I

    Pada langkah kompresi I, piston bergerak dari TMA menuju TMB. Saat piston bergerak turun, katup masuk dalam keadaan terbuka, sehingga campuran bahan bakar dan udara terisap ke dalam silinder. Saat piston mencapai TMB, katup masuk dalam keadaan tertutup.

    2. Langkah Kompresi II

    Selanjutnya pada langkah kompresi II, katup masuk dan katup buang dalam keadaan tertutup. Piston bergerak naik dari TMB menuju TMA mendorong campuran bahan bakar dan udara dalam silinder, sehingga membuat tekanan udara dalam silinder meningkat. Sebelum piston mencapai TMA, bahan bakar di udara bertekanan tinggi dibakar oleh percikan api busi.

    3. Langkah Isap

    Pada langkah ketiga atau langkah isap, percikan api busi yang bereaksi dengan campuran bahan bakar dan udara bertekanan tinggi akan menimbulkan letusan. Letusan ini menghasilkan tenaga yang mendorong piston bergerak turun menuju TMB.

    Tenaga yang dihasilkan kemudian diteruskan poros engkol untuk menggerakkan gigi transmisi, sehingga menggerakkan gir depan.

    4. Langkah Buang

    Terakhir pada langkah buang, piston bergerak naik dari TMB menuju TMA. Katup masuk dalam kondisi tertutup dan katup buang terbuka.

    Gas sisa hasil pembakaran terdorong keluar melalui saluran pembuangan. Dengan demikian, berarti kerja keempat langkah mesin untuk satu siklus kerja telah selesai.

    Kelebihan dan Kelemahan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

    Sepeda motor 2-tak dan 4-tak memiliki kelebihan dan kelemahan. Sebagai konsumen yang cerdas, kita perlu mempertimbangkan keunggulan, antara lain dari segi ekonomi (harga dan biaya perawatan), konstruksi mesin, performa mesin, dan polusi yang dihasilkan dari proses pembakaran.

    Kelebihan dan kelemahan sepeda motor 2- tak dan sepeda motor 4-tak adalah sebagai berikut.

    Kelebihan 2 Tak dan Kelemahan 4 Tak

    • Perawatan mesin 2 tak lebih mudah karena konstruksi mesin lebih sederhana. Sementara 4 tak perawatannya lebih sulit karena konstruksi mesin lebih rumit.
    • Oli mesin 2 tak lebih tahan lama karena hanya dipakai untuk melumasi mesin bagian bawah. Sedangkan oli mesin 4 tak harus digunakan untuk melumasi seluruh bagian mesin.
    • Mesin 2 tak memiliki akselerasi kecepatan yang lebih baik dibandingkan 4 tak ketika digunakan di jalan datar.
    • Knalpot mesin 2 tak tidak gampang keropos karena terlumasi butiran oli sisa pembakaran. Sedangkan knalpot pada motor 4 tak lebih mudah keropos.

    Kelemahan 2 Tak dan Kelebihan 4 Tak

    • Mesin 2 tak lebih boros bahan bakar. Sedangkan mesin 4 tak lebih hemat.
    • Karena membutuhkan oli samping, biaya perawatan mesin 2-tak lebih mahal. Sedangkan mesin 4 tak tak perlu oli samping.
    • Asap knalpot dari mesin 2 tak lebih berasa. Sedangkan pada mesin 4-tak lebih ramah lingkungan.

    Itulah tadi perbedaan mesin 2 tak dan 4 tak, termasuk kelebihan dan kekurangannya masing-masing, detikers sudah paham kan?

    (bai/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Tertipu! Ini 5 Cara Mudah Membedakan Oli Asli dan Palsu


    Jakarta

    Penjualan oli palsu ternyata masih marak terjadi di berbagai tempat. Hal ini tentu sangat merugikan para pengendara yang ingin mengganti oli mesin.

    Dengan iming-iming harga yang lebih murah, hal ini membuat sejumlah masyarakat terkecoh dan akhirnya memilih oli palsu. Padahal, penggunaan oli palsu dapat memicu kerusakan mesin karena oli tersebut bisa saja bekas pakai dari kendaraan lain.

    Namun jangan khawatir, sebab ada sejumlah cara untuk membedakan antara oli asli dan palsu. Lantas, bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu

    Mengganti oli mesin secara berkala dapat menjaga kondisi mesin kendaraan agar selalu prima. Namun, ada sejumlah oknum di berbagai bengkel tidak resmi yang menjual oli palsu kepada konsumen.

    Sebagai pemilik kendaraan, tentu kamu harus jeli dan mengecek apakah oli yang dipakai merupakan asli atau justru palsu. Dilansir situs Auto2000, berikut cara mudah membedakan oli asli dan palsu.

    1. Cek Nomor Produksi di Botol Oli

    Cara yang pertama adalah mengecek nomor produksi dalam kemasan oli. Pada umumnya, nomor produksi akan tertera pada tutup dan botol kemasan.

    Coba bandingkan nomor produksinya, apakah yang tertulis di tutup dan botol sama? Jika iya, maka dapat dipastikan bahwa oli tersebut asli. Namun jika berbeda maka sudah pasti oli tersebut palsu.

    2. Cek Segel Kemasan di Botol Oli

    Untuk lebih memastikan lagi, cobalah cek pada botol kemasan oli apakah masih tersegel dengan benar atau tidak ada segel sama sekali. Sebab, segel tersebut hanya dapat dibuat menggunakan mesin di pabrik, jadi tak bisa ditiru oleh oknum pembuat oli palsu.

    3. Lihat Label dan Hologram di Botol Oli

    Cara selanjutnya adalah melihat label dan hologram yang tertempel di botol kemasan oli. Sebagai perbandingan, oli asli memiliki cetakan label yang kualitasnya baik, sehingga saat menyentuh cetakan labelnya akan terasa timbul.

    Lain halnya dengan oli palsu, di mana cetakan labelnya memiliki kualitas rendah dan terlihat kusam. Namun, para oknum sering mengakalinya dengan menggunakan botol oli asli yang bekas pakai, tetapi isinya telah diganti dengan oli palsu.

    Untuk itu, cek juga hologram yang terdapat pada botol oli. Oknum yang menjual oli palsu biasanya tidak menyertakan hologram atau hologram yang ditempel terlihat palsu.

    4. Muncul Bau Aneh

    Salah satu tanda-tanda oli palsu adalah mengeluarkan bau yang aneh. Memang, oli asli tidak memiliki aroma yang wangi layaknya parfum, namun setidaknya aromanya masih wajar dan tidak menyengat di hidung.

    Sedangkan oli palsu mengeluarkan bau yang aneh dan tidak sedap. Hal ini lantaran oli telah dicampur dengan bahan-bahan lain atau menggunakan oli bekas kendaraan yang baru diganti.

    5. Warna Oli

    Cara yang terakhir membedakan antara oli asli dan palsu adalah dengan melihat warna oli. Untuk oli asli memiliki warna kuning cerah layaknya minyak goreng baru. Lalu, oli asli berkualitas baik juga sedikit kental.

    Lain halnya dengan oli palsu, yang mana warnanya cenderung cokelat dan hitam karena bekas pemakaian. Selain itu, oli palsu juga terlihat lebih encer.

    Itu dia lima cara mudah membedakan antara oli asli dan palsu. Semoga artikel ini dapat membantu detikers agar lebih teliti saat membeli oli mesin, baik membelinya secara langsung atau lewat online.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com