Tag: kerusakan

  • Duh! Viral Terumbu Karang di Pantai Sukabumi Dihantam Alat Berat, Warga Geram

    Duh! Viral Terumbu Karang di Pantai Sukabumi Dihantam Alat Berat, Warga Geram



    Sukabumi

    Sebuah video viral menampilkan alat berat berupa ekskavator menghantam terumbu karang di pantai Minajaya, Sukabumi. Warga setempat pun geram!

    Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang beredar viral, tampak satu unit ekskavator berwarna oranye bekerja di atas hamparan karang yang sebagian tergenang air laut. Di sekitarnya terlihat beberapa orang pekerja.

    Alat berat itu tampak aktif menghantam permukaan terumbu karang. Alat yang digunakan bukan bucket penggali biasa, melainkan breaker hammer, peranti hidrolik yang berfungsi memecah material keras seperti batu atau beton.


    Dalam video, ujung besi alat tersebut berulang kali menghantam permukaan karang yang kering, karena air laut sedang surut. Setiap hentakan menghasilkan suara dentuman pendek yang menunjukkan adanya aktivitas pemecahan karang di tepi pantai.

    Video ini memicu berbagai tanggapan di media sosial. Narasi yang menyertai unggahan menyebut aktivitas tersebut dilakukan di lokasi proyek tambak udang milik PT Berkah Semesta Maritim (BSM). Warganet menilai penggunaan alat berat di area karang sama saja dengan merusak ekosistem laut yang masih alami.

    Warga Setempat Prihatin

    Pemuda Desa Buniwangi, Denda, yang juga anggota Forum Masyarakat dan Nelayan Minajaya Bersatu (FMNMB), menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai aktivitas tersebut menghancurkan struktur karang dan biota laut yang menempel di dalamnya.

    “Saya prihatin atas dugaan pengrusakan karang pesisir di wilayah Pantai Minajaya oleh PT BSM. Penggunaan alat berat untuk membuat jalur pipa langsung menghancurkan struktur karang dan organisme yang menempel, dengan dampak yang bisa bertahan puluhan hingga ratusan tahun. Apalagi seperti yang kita tahu bahwa karang di kawasan Pantai Minajaya itu berfungsi sebagai penahan gelombang, habitat berbagai organisme laut, serta pengendali sedimentasi pasir dan nutrien,” kata Denda, Selasa (21/10).

    Ia meminta agar kegiatan di pesisir Minajaya ditinjau ulang dan dihentikan bila terbukti menimbulkan kerusakan lingkungan.

    “Pembangunan harus sejalan dengan prinsip konservasi. Jalur pipa seharusnya menghindari karang atau menggunakan metode yang tidak merusak ekosistem. Saya mendesak pihak berwenang, pemerintah, instansi terkait, dan lain-lain untuk menindaklanjuti dugaan ini secara independen, menunda kegiatan yang merusak, dan memastikan pemulihan ekologis jika kerusakan telah terjadi. Karang pesisir adalah warisan ekologis yang vital bagi laut dan manusia,” ujarnya.

    Lebih jauh, Denda menambahkan bahwa kawasan pantai tersebut merupakan padang lamun (seagrass) yang penting bagi penyimpanan karbon laut.

    “Lebih jauh daripada itu, perlu diketahui juga bahwa kawasan pantai tersebut merupakan kawasan padang lamun (seagrass) yang hari ini oleh dunia sedang konsen terhadap apa yang disebut sebagai blue carbon sesuai SDGs 14,” ucapnya.

    PT BSM Buka Suara: Sudah Izin, Itu Karang Mati

    Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Perwakilan PT BSM, Muklis, membenarkan bahwa pihaknya melakukan kegiatan di kawasan pesisir Minajaya. Ia menyebut pekerjaan itu merupakan pemasangan pipa yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    “Sudah, jadi kan kita mulai UKL UPL, kemudian dari kementerian kelautan kemarin itu kami disurvey kembali, disurvey kami juga memastikan jadi bagaimana, nggak apa-apa selama di situ enggak ada mangrove kemudian enggak ada gresi, itu indikator kalau disitu ada suruh cari tempat lain,” kata Muklis.

    “Terus di situ karangnya sudah dinyatakan karang mati enggak apa-apa, selama pembobokannya tidak berlebihan. Kalau misalnya butuhnya 1 meter kali sekian ya sudah itu saja, sesuai yang kita mohonkan di perizinannya itu. Jadi sudah enggak ada masalah, sudah diizinkan kita. (Izin) dari kementerian kelautan,” sambung Muklis.

    Muklis menjelaskan survei lokasi dilakukan oleh pihak kementerian pekan lalu, dan kegiatan di lapangan dilakukan sesuai arahan hasil survei tersebut.

    “Iya tempo hari itu kita disurvey lagi, hari apa ya, minggu kemarin ya kamis atau rabu begitulah datang mereka survey ke sana dicek karang-karangnya, tumbuhan-tumbuhannya pakai drone segala macam. Makanya kami perintahkan vendornya untuk mengerjakan itu,” ujarnya.

    Menurutnya, pipa itu dipasang di dalam atau bawah karena nelayan setempat meminta agar pipa tidak mengganggu aktivitas melaut.

    “Itu nelayan mintanya enggak mau pipanya nongol, alasannya mengganggu apalah, makanya pipa untuk menyedot itu kita tanam di situ. Pipa untuk pengambilan air lautnya itu loh, kan kalau nongol mereka (nelayan) komplain, makanya kita tanya mau di atas atau di bawah. Dulu kan katanya enggak mau nongol,” tutur Muklis.

    DPMPTSP Sukabumi Klaim Belum Berizin

    Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, menyebut proyek tambak udang PT BSM belum memiliki seluruh perizinan di tingkat daerah.

    “Info dari DPTR, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) sudah terbit dari ATR/BPN. Selanjutnya menunggu persetujuan lingkungan, bisa dicek ke DLH. Di DPMPTSP belum ada permohonan PBG pada SIMBG,” kata Dede.

    Menegaskan hal itu, Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, menjelaskan bahwa persetujuan lingkungan proyek PT BSM sudah terbit.

    “Persetujuan lingkungan sudah terbit. Yang berisi pengelolaan dampak, termasuk persetujuan teknis baku mutu air limbah dan rincian teknis Lb3,” kata Arli saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).

    Namun, ketika ditanya terkait aktivitas alat berat di kawasan karang, Arli menyebut hal itu berada di luar kewenangan pemerintah daerah.

    “Hasil komunikasi dengan pimpinan sekaitan kegiatan pada ruang sepadan dan laut menjadi kewenangan KKP,” ujarnya.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili

    Aktivis Lingkungan yang Semprotkan Cat Oranye ke Stonehenge Diadili



    Jakarta

    Juni tahun lalu, dua aktivis dari kelompok Just Stop Oil melancarkan aksi protes dengan cara menyemprotkan cat bubuk berwarna oranye ke situs Stonehenge. Di pengadilan mereka mengatakan ingin menyampaikan pesan dengan cara spektakuler.

    Dilansir dari Daily Mail, Jumat (24/10/2025) dalam sidang yang digelar hari Kamis, salah satu aktivis Rajan Naidu (74) mengatakan bahwa tabung yang digunakan untuk menyemprotkan bubuk oranye sama dengan yang digunakan dalam festival warna Hindu. Dia membela diri, aksinya bersama mahasiswa Universitas Oxford, Niamh Lynch (23 tahun) bukanlah aksi yang mengancam.

    Dalam aksinya, mereka berdua ditemani oleh Luke Watson, 36. Ketiganya menyangkal tuduhan sengaja menyebabkan gangguan publik dan merusak monumen kuno yang dilindungi.


    Pada hari Senin, pengadilan mendengar bahwa Watson mengantar mereka berdua ke Stonehenge dengan Ford Fiesta, sementara Lynch dan Naidu menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menyemprotnya dengan tepung maizena dan bedak talk yang ‘bernoda’ oranye.

    “Stonehenge dipilih sebagai target oleh aktivis Just Stop Oil untuk memberikan dampak maksimal,” kata jaksa penuntut.

    Naidu mengatakan kepada pengadilan ia menggunakan bubuk oranye itu hanya untuk menimbulkan efek spektakuler saja, tanpa mengurangi pesan yang ingin mereka sampaikan.

    “Kami ingin melakukannya dengan cara yang spektakuler, seperti trik sulap, tetapi tidak akan menimbulkan kerusakan atau kerugian apa pun. Akan terlihat spektakuler, tetapi ketika debu mereda, semuanya akan bersih,” katanya.

    Naidu mengatakan bahwa tabung yang digunakan adalah merek yang digunakan di India sebagai bagian dari perayaan festival warna Hindu, Holi. Dan bubuk warna itu aman dan mudah dibersihkan.

    “Saya berharap tidak ada biaya, tetapi kami telah menyampaikan pesan kami,” ujarnya.

    Pengadilan sebelumnya telah mendengar bahwa biaya pembersihannya adalah £620. Naidu menambahkan bahwa ia dan Lynch akan dengan senang hati membersihkan batu-batu itu sendiri dengan alat yang tepat jika polisi meminta mereka.

    Para aktivis ini pun membela diri dan membantah tuduhan merusak situs Stonehenge.

    “Stonehenge adalah sesuatu yang begitu kuat, bahkan pikiran untuk merusaknya pun tidak muncul, itu adalah tempat suci, tempat yang sangat istimewa bagi semua manusia,” kata Naidu.

    Rekaman ponsel yang diputar di pengadilan sebelumnya menunjukkan Lynch menyemprotkan bubuk oranye ke monumen tersebut, lalu beberapa detik kemudian Naidu bergabung dengannya dan mulai melakukan hal yang sama.

    Klip video lainnya menunjukkan Lynch dan Naidu mengabaikan seorang petugas polisi ketika ditanya mengapa mereka melakukan demonstrasi, beberapa saat setelah mereka diduga melakukan vandalisme terhadap Stonehenge. Terdapat juga rekaman saat keduanya ditangkap dan diborgol di depan Stonehenge. Sidang kasus ini masih berlanjut.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bikin Heboh! Macan Kumbang Turun Gunung ke Permukiman Warga Sumedang

    Bikin Heboh! Macan Kumbang Turun Gunung ke Permukiman Warga Sumedang



    Sumedang

    Kemunculan seekor macan kumbang di area permukiman warga Sumedang bikin heboh. Warga resah dengan kehadiran macan yang sedang turun gunung tersebut.

    Macan kumbang itu dilaporkan muncul di Dusun Batugara, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Temuan macan kumbang tersebut langsung membuat geger warga setempat.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, macan kumbang berwarna hitam tersebut ditemukan pada Senin (20/10) dini hari. Petugas gabungan bersama dengan warga hingga saat ini masih melakukan penyisiran untuk menemukan hewan buas itu.


    “Iya benar ada laporan ke kami terkait dengan adanya temuan hewan dilindungi macan kumbang yang masuk permukiman warga,” ungkap Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, Selasa (21/10/2025).

    Sandityo mengatakan, polisi bersama dengan pihak terkait lainnya tengah melakukan patroli siang maupun malam untuk mencegah agar hewan macan kumbang tidak kembali masuk ke area permukiman dari warga sekitar. Sebab, lanjut dia, sudah ada hewan ternak milik warga telah dimangsa macan kumbang.

    “Untuk hal tersebut Polres bekerja sama dengan polsek dan juga instansi terkait lainnya melakukan penyisiran langsung dan juga patroli. Karena kita khawatir macan kumbang masih ada di area tersebut, untuk mengusir macan kumbang agar bisa menjauhi area yang banyak hewan ternak warga ayam dan lain-lain,” katanya.

    Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait lainnya, Sandityo menyampaikan bahwa wilayah hutan yang berada di daerah Ganeas merupakan habitat dari hewan macan kumbang.

    “Kalau macan kumbang habitatnya tersebar luas di Kabupaten Sumedang ini apalagi wilayah-wilayah hutan seperti Ganeas dan lain-lain, sehingga memang menjadi habitat macan tumbang, memang di sana juga banyak monyet,” ucapnya.

    “Kita harapkan jangan sampai ada kerusakan alam agar hewan-hewan tersebut tidak menyerang ke rumah warga,” tambah dia.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJabar.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Fata Mengerikan Mikroplastik yang Bahayakan Kesehatan Manusia

    Fata Mengerikan Mikroplastik yang Bahayakan Kesehatan Manusia


    Jakarta

    Mikroplastik, pecahan kecil yang terbentuk ketika produk plastik terurai, telah terdeteksi dalam jaringan manusia dengan laju yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Keberadaan mikroplastik juga telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

    Para ahli dari Harvard TH Chan School of Public Health mengatakan bahwa upaya lebih besar harus dilakukan untuk membatasi polusi plastik di seluruh dunia. Dalam artikel JAMA Insights edisi 15 Oktober, Shruthi Mahalingaiah, Kari Nadeau, dan David Christiani, memberikan gambaran umum tentang tingkat polusi dari mikroplastik dan dampaknya terhadap kesehatan, baik yang diketahui maupun yang potensial.


    Seperti dikutip dari laman Harvard School of Public Health, para ilmuwan ini mencatat:

    • Produksi plastik melonjak dari 234 juta ton pada 2000 menjadi 435 juta ton pada 2020 dan diperkirakan akan melonjak lagi sebesar 70% pada 2040
    • Plastik mengandung beberapa bahan kimia yang sangat beracun seperti zat penghambat api, zat perfluoroalkil dan polifluoroalkil (PFAS), serta ftalat yang dapat bermigrasi ke lingkungan dan ke dalam tubuh manusia
    • Mikroplastik telah ditemukan di banyak makanan, minuman, sumber air minum, pakaian, kosmetik, dan produk perawatan pribadi lainnya
    • Struktur mikroplastik yang unik memungkinkan mereka bertindak sebagai pembawa kontaminan
    • Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan kerusakan pada sel, DNA, dan respons imun
    • Mikroplastik telah ditemukan di banyak jaringan manusia, dan konsentrasinya dalam jaringan tampaknya meningkat seiring waktu
    • Studi observasional telah menunjukkan adanya hubungan antara mikroplastik dengan meningkatnya risiko serangan jantung, stroke, demensia, atau kematian dini.

    Para penulis penelitian mencatat bahwa meskipun terdapat banyak kebijakan lokal dan nasional yang bertujuan untuk membatasi polusi plastik, hanya ada sedikit perjanjian internasional yang berlaku.

    Mereka menuliskan, “Kerja sama internasional untuk membatasi polusi plastik dan menemukan alternatif plastik yang aman bagi lingkungan sangat dibutuhkan.”

    (rns/rns)



    Sumber : inet.detik.com

  • Bikin Kaget! Viral Mobil Listrik ‘Terbang’ Masuk ke Hotel di Klaten

    Bikin Kaget! Viral Mobil Listrik ‘Terbang’ Masuk ke Hotel di Klaten



    Klaten

    Satu unit mobil listrik tiba-tiba ‘terbang’ dan menerjang masuk ke sebuah hotel di Klaten, Jawa Tengah. Insiden ini pun bikin kaget para tamu hotel!

    Mobil listrik yang dikemudikan seorang pria itu tiba-tiba nyelonong masuk ke ruang lounge sebuah hotel di Jalan Pemuda, Klaten setelah menabrak dinding kaca.

    “Kebetulan tadi acaranya kita makan siang, terus pada antre di sini, tiba-tiba mobil dari depan itu kayak terbang aja, langsung wuss sampai ke situ (jalan samping lounge) terus ngepul asap,” kata Rizki Amalia, seorang pegawai Pemkab Klaten di lokasi, Rabu (22/10/2025) siang.


    Rizki mengaku dirinya ada acara di hotel tersebut dan mobil nyelonong saat peserta antre makan siang. Begitu melihat mobil masuk menabrak kaca, dirinya dan peserta lain lari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.15 WIB tadi.

    “Kita semuanya panik terus kita pada lari keluar semua. Dengar kaca pecah ya udah kita keluar sampai asap bener-bener nggak ada dulu, agak reda, terus kita baru masuk lagi,” terang Rizki.

    Rizki menyebut dirinya baru posisi duduk di kursi setelah mengambil makan siomay. Tiba-tiba saja, mobil listrik itu masuk ke dalam ruangan.

    “Baru ambil siomay, di sini duduk, baru kecil yang kita sendok, tiba-tiba mobil masuk kayak terbang. Tadi tiga (penumpangnya), pengemudi cowok. Korban tidak ada, kayaknya cuma ini rusak (kaca depan),” imbuhnya.

    Warga Klaten lainnya, Andi, menjelaskan saat kejadian dirinya di samping lokasi. Kemungkinan, mobil listrik itu hendak parkir.

    “Sepertinya mobil mau keluar dari parkiran. Mungkin karena matic atau karena kaget,” ungkapnya.

    Akibat kejadian tersebut, kaca depan lounge hotel pecah. Mobil tersebut masuk melewati jalan masuk lounge yang berupa lantai trap berundak yang di sampingnya ada lantai miring.

    Penyebab Mobil Listrik Nyelonong Masuk ke Hotel

    Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Klaten, Iptu Alif Akbar Lukman Hakim membenarkan ada laporan kejadian tersebut. Mobil listrik itu semula dari lokasi parkir.

    “Kronologinya mobil jalan dari parkiran, nihil korban. Ini baru mediasi (musyawarah mobil dan hotel),” jelas Alif saat diminta konfirmasi detikJateng.

    Mobil listrik nyelonong masuk ke hotel di jalan Pemuda, Klaten membuat buyar tamu. Mobil berpelat nomor F tersebut diduga mengalami kerusakan bagian elektrik.

    “Tadi dari pengakuan sopir, diduga karena eror elektrik. Itu pengakuan sopir juga belum terbiasa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Klaten Ipda Asep Rustanto, Rabu (22/10/2025) siang.

    Dijelaskan Asep, akibat error tersebut sopir tidak bisa menguasai kendaraan. Mobil dari lokasi parkir masuk dengan kerusakan pada kaca depan hotel.

    “Yang rusak kaca depan hotel dan pembatas dengan resto, hanya material, tidak ada korban luka,” terang Asep.

    Pegawai hotel Tjokro, Agung Romadoni, menjelaskan mobil listrik yang nyelonong masuk itu juga kemungkinan karena driver belum terbiasa. Mobil menabrak pintu lobi dan area resto hotel.

    “Jadi nabrak pintu lobi sampai masuk area resto. Ya bisa lihat sendiri kerusakan kaca area lobi dan resto pembatasnya sampai terdorong,” ungkap Agung kepada awak media.

    “Drivernya sendiri belum terbiasa dengan mobil listrik dan terlalu dalam menginjak gas. Kebetulan tadi sedang lunch, makan siang di area resto,” lanjut Agung.

    Kejadian tersebut, lanjut Agung, tidak menyebabkan korban jiwa atau luka. Rombongan mobil itu sendiri dari luar datang untuk bertemu di hotel.

    “Kalau yang saya perhatikan mereka (mobil) ini dari luar bertemu di sini. Menginap atau tidak masih kita cari tahu tapi posisi mobil itu memang di luar,” imbuhnya.

    ———

    Artikel ini telah naik di detikJateng, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gak Sangka, Segini Biaya Service Besar Suzuki Satria FU150 Produksi 2012

    Gak Sangka, Segini Biaya Service Besar Suzuki Satria FU150 Produksi 2012



    Jakarta

    Bagi pemilik motor Suzuki pasti tahu benar, value for money klaim Suzuki bukan isapan jempol semata. Nah kali ini hal tersebut dibuktikan dari pemilik Suzuki Satria FU150 produksi 2012, saat melakukan service besar.

    13 tahun menggunakan Suzuki Satria untuk beraktivitas sudah ratusan ribu kilometer sudah pasti dilalui. Tidak disangka, ternyata saat melakukan service besar hanya memakan biaya Rp 2.216.498. Jika melihat riwayat selama 13 tahun, jelas angka tersebut bisa dikatakan sangat murah, meski dengan catatan perawatan setiap bulannya harus rutin dilakukan, dan tidak semua bagian mengalami kerusakan.

    Service besar Suzuki Satria FU150 Tahun atau kelahiran 2012 memang terbilang Tricky atau sulit, karena pemeriksaan secara menyeluruh harus benar-benar dilakukan, mengingat usia ‘tidak lagi muda’.


    “Wah ini harus diperiksa secara menyeluruh. Lihat ini mesin oli yang rembes di ruang mesin. Dan ini klakson sudah tidak berfungsi ya,” ujar mekanik dealer Suzuki motor, Heru, PT Indo SunMotor Gemilang (ISG) sebagai subsidiaries dari PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) untuk roda dua (R2).

    Wal hasil service besar pun dilakukan dengan membongkar mesin. Hasilnya untuk service secara total menghabiskan dana hingga Rp 2.216.498. Berikut penggantian part yang dilakukan.

    – KELUHAN

    1. SB
    2. CEK SEMUA ESTIMASI KERUSAKAN

    – JASA PERBAIKAN

    1. SERVICE BESAR : Rp 198.198
    2. SKIR KLEP (NEW) : Rp 79.279
    3. OVERBOS BAUT : Rp 76.577

    Suzuki Satria FU 2012Suzuki Satria FU 2012 Foto: dok. Istimewa

    – PEMAKAIAN SPAREPART / MATERIAL

    1. 09289-04002-000 / SEAL,VALVE STEM OIL (4 Piece) : Rp 37.836
    2. 09482-00457-000 / SPARK PLUG U24ESR-N (1 Piece): Rp 19.369
    3. 11141-25G10-000 / GASKET CYLINDER HEAD (1 Piece): Rp 69.369
    4. 11173-47E10-000 / GASKET CYLINDER HEAD COVER NO.1 (1 Piece): Rp 53.604
    5. 11483-25G10-000 / GASKET MAGNETO COVER(NA) (1 Piece): Rp 13.063
    6. 12100-25G10-0F0 / PISTON KIT STD (1 Piece): Rp 170.270
    7. 12614-25G00-000 / CLUCTH STARTER ONE WAY (CXR53425-1&N-Y) (1 Piece): Rp 429.279.
    8. 12760B25G01N000 / CHAIN COMP, CHAMSHAFT DRIVE (1 Piece): Rp 108.108.
    9. 12771-25G10-000 / GUIDE CAM CHAIN NO.1 (1 Piece): Rp 19.820.
    10. 12811-25G10-000 / TENSIONER,CAM CHAIN (1 Piece): Rp 45.495
    11. 12837-12K00-000 / GASKET,TENSIONER ADJUSTER(NA) (1 Piece): Rp 4.054.
    12. 12891-25G10-000 / TAPPET (4 Piece): Rp 138.740.
    13. 12911-16E00-000 / VALVE INTAKE (2 Piece): Rp 63.964.
    14. 12912-16E00-000 / VALVE,EXHAUST (2 Piece): Rp 105.406.
    15. 14181-47E20-000 / GASKET EXH PIPE(NA) 1 Piece): Rp 8.108.
    16. 16510-45H20-000 / FILTER ENGINE OIL (1 Piece): Rp 8.108.
    17. 37400-25G20-000 / SWITCH ASSY,HANDLE LH (1 Piece): Rp 286.486.
    18. 990G0-21050-001 ECSTAR 10W40 SL MA SS (1L) (1 Piece): Rp 61.712.

    Sehingga memiliki biaya part perbaikan mencapai Rp 1.996.845, ditambah PPN 12 persen sebesar Rp 219,653, mencapai total biaya service besar mencapai Rp 2.216.498. Bagaimana detikers, murah banget kan?

    (lth/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Duh! Tak Ada yang Ngalah, Voxy vs Gran Max Saling Senggol di Jalan

    Duh! Tak Ada yang Ngalah, Voxy vs Gran Max Saling Senggol di Jalan



    Jakarta

    Heboh Daihatsu Gran Max dan Toyota Voxy terlibat aksi senggolan di Jalan Jembatan Dua, Jelambar arah Pesing, Jakarta Barat. Aksi road rage ini mencuri perhatian pengendara jalan.

    Video yang direkam oleh pengendara motor menunjukkan kedua mobil berwarna hitam tersebut terlibat aksi saling senggol dan adu bodi di tengah jalan.

    “Ribut nih, ribut.. tabrak terus, tabrak,” ujar suara dalam video tersebut.


    “Di daerah Jembatan dua, arah ke Pesing, ugal-ugalan, tabrak-tabrakan,” tambahnya lagi.

    Dalam video yang diunggah ke akun instagram @dashcam_owners_indonesia terlihat jelas bagaimana mobil Gran Max dan Voxy saling berdekatan.

    Sejurus kemudian pengemudi Voxy tampak menyalip dan kemudian sengaja mengarahkan mobilnya hingga bersentuhan dengan bodi Gran Max. Toyota Voxy melaju tidak terlihat lagi setelah beradu dengan Gran Max.

    Bodi Gran Max itu terlihat jelas mengalami kerusakan parah di sisi kiri mobil, mulai dari bagian depan hingga belakang. Pintu dan panel bodi mobil tampak ringsek dan penyok akibat benturan berulang kali. Ban mobil depan kiri juga terlihat kempis.

    Sementara itu, Toyota Voxy yang terlibat dalam aksi tersebut kemungkinan juga mengalami kerusakan pada bemper belakang kiri.

    Aksi road rage bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah ada beberapa kejadian serupa yang dipicu arogansi pengendara. Sayangnya, aksi tersebut masih terus berulang. Pengendara seolah tak belajar dari kejadian yang sudah-sudah.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana pernah mengungkap aksi road rage ini tak akan bisa hilang di jalan.

    “Karena itu bagian dari ketidakmampuan sebagian dari mereka dalam me-manage emosi dan egonya,” terang Sony beberapa waktu lalu.

    Adapun saat menghindari road rage, kata Sony, sebaiknya memilih untuk menghindar dan mengalah supaya jauh dari masalah. Pikirkan risiko buruk yang akan terjadi sebelum salah bertindak.

    “Melayani mereka dengan asumsi jangka pendek dan panjang berubah menjadi seperti mereka,” kata Sony.

    Di lain pihak, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu pernah mengungkap beberapa pemicu road rage di jalan. Pertama, kesadaran aturan hukum dan tata tertib berlalu lintas di jalan yang lemah. Kedua, kesadaran empati yang lemah. Ketiga, penegakan hukum pasca kejadian kebanyakan kurang tegas.

    (riar/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Waduh! Mobil Listrik Tesla Meledak, Ternyata Penyebabnya Sepele

    Waduh! Mobil Listrik Tesla Meledak, Ternyata Penyebabnya Sepele



    Jakarta

    Sebuah mobil Tesla meledak saat pemiliknya melakukan pengisian daya baterai. Penyebabnya sepele, dia menggunakan adaptor yang tidak resmi untuk menghubungkan charger mobil listrik berstandar CCS ke port pengisian daya NACS Tesla.

    Peristiwa meledaknya mobil Tesla itu terjadi di Hope, British Columbia, Kanada yang terjadi pada medio Agustus 2024. Namun Technical Safety BC, lembaga pengawas keselamatan independen untuk sistem teknis di British Columbia, Kanada, baru saja mengungkap faktor penyebabnya.


    Berdasarkan laporan Technical Safety BC, pengemudi Tesla itu melakukan pengisian ulang baterai di stasiun non Tesla. Seperti diketahui Tesla menggunakan NACS (North American Charging Standard) sebagai standar konektor dan sistem pengisian daya untuk kendaraan listriknya di Amerika Utara.

    Nah, pengemudi itu menggunakan adaptor pihak ketiga yang belum tersertifikasi keamanan dari Tesla untuk mengisi baterai. Nahas, tindakan tersebut menyebabkan kilatan listrik (arc flash) yang kuat hingga membuat pengemudi terlempar ke tanah.

    Pengemudi hanya mengalami luka ringan, sementara adaptor yang digunakan hancur akibat insiden tersebut.

    Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan, kabel pengisian, serta komponen internal stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charger). Insiden itu juga menghancurkan adaptor pihak ketiga tersebut.

    Laporan itu menyebutkan beberapa faktor penyebab ledakan, termasuk penggunaan adaptor bukan buatan resmi.

    Pengemudi mengaku telah menggunakan adaptor tersebut berkali-kali tanpa masalah, namun hasil investigasi menemukan bahwa adaptor itu tidak bersertifikat di Kanada dan tidak disetujui oleh Tesla.

    Bob Porter dari Vancouver Electric Vehicle Association mengatakan bahwa insiden tersebut menyoroti konsekuensi nyata dari mengabaikan aspek keselamatan listrik. Ia menjelaskan bahwa meskipun banyak aksesori atau komponen aftermarket tersedia secara online, tidak semuanya memenuhi standar keselamatan.

    “Ada risiko ketika menggunakan produk pihak ketiga yang belum disetujui,” kata Porter.

    “Produk-produk itu belum diuji keamanannya. Jangan main-main dengan kelistrikan,” tambah dia.

    Adaptor tersebut, yang diproduksi dan dijual oleh perusahaan A2Z EV yang berbasis di Montreal. Adaptor dibeli dua tahun sebelum insiden terjadi dan telah digunakan sekitar 50 kali tanpa masalah.

    Amine Zitour, CEO A2Z, mengatakan bahwa perusahaannya dihubungi oleh pemilik mobil pada hari kejadian dan bekerja sama dengan Technical Safety BC serta perusahaan pengelola stasiun pengisian untuk mengidentifikasi sumber masalah.

    Dalam hasil penyelidikan internal, A2Z menemukan bahwa sumber masalah bukan dari adaptor, melainkan dari kerusakan di bagian baterai internal (battery stack) milik stasiun pengisian daya.

    Normalnya, jika terjadi kerusakan seperti ini, sistem pengaman di stasiun pengisian akan langsung aktif dan memutus aliran listrik secara otomatis, supaya tidak terjadi lonjakan daya atau ledakan.

    Namun, pada kejadian ini sistem pengaman itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga arus listrik tetap mengalir dan akhirnya menimbulkan ledakan (arc flash) saat adaptor Tesla disambungkan.

    “Ini bukan hal yang ingin kami lihat terjadi, terutama bukan pada adaptor kami atau adaptor apa pun di pasaran, karena hal seperti ini bisa menimbulkan ketakutan terhadap kendaraan listrik (EV),” ujar Zitour.

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Mobil Listrik ‘Terbang’ Tabrak Hotel

    Pelajaran dari Kecelakaan Mobil Listrik ‘Terbang’ Tabrak Hotel



    Jakarta

    Sebuah mobil listrik MG ZS EV nyelonong masuk ke ruang lounge hotel di Jalan Pemuda, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (22/10/2025). Mobil itu hendak keluar dari parkiran namun nahas sampai menabrak hotel.

    Menurut keterangan saksi mata, Rizki Amalia, mobil tersebut tiba-tiba muncul dari depan. Posisinya dia sedang antre mengambil makanan di dalam lounge hotel. Tiba-tiba saja mobil menabrak kaca hotel.


    “Kebetulan tadi acaranya kita makan siang, terus pada antre disini, tiba-tiba mobil dari depan itu kayak terbang aja, langsung wuss sampai ke situ (jalan samping lounge) terus ngepul asap,” kata Rizki Amalia dikutip detikJateng.

    Diduga sopir mobil tersebut tidak terbiasa mengendarai mobil listrik. Ada juga dugaan kerusakan bagian elektrik.

    “Tadi dari pengakuan sopir, diduga karena eror elektrik. Itu pengakuan sopir juga belum terbiasa,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Klaten Ipda Asep Rustanto kepadadetikJateng.

    Pegawai hotel Tjokro, Agung Romadoni, menjelaskan mobil listrik yang nyelonong itu juga kemungkinan karena driver belum terbiasa. Mobil menabrak pintu lobi dan area resto.

    “Drivernya sendiri belum terbiasa dengan mobil listrik dan terlalu dalam menginjak gas,” kata Agung.

    Belajar dari kecelakaan ini, mengendarai mobil listrik sangat berbeda dengan mobil konvensional. Menurut praktisi keselamatan berkendara Sony Susmana, perbedaan terbesarnya ada pada torsi yang tarikannya lebih menjambak alias lebih instan saat berakselerasi. Sony mengingatkan, tenaga instan di kendaraan listrik bisa membahayakan jika belum dipahami pengemudi.

    “Mobil listrik itu punya karakter yang berbeda dengan mobil bensin. Mobil listrik kalau digas enggak terasa (penambahan) kecepatannya, karena nggak bersuara. Kemudian tenaganya juga spontan, makanya harus sering cek speedometer,” kata Sony beberapa waktu lalu.

    Lebih jauh, Sony menerangkan, tenaga spontan tersebut bisa membuat kaget pengemudi yang belum terbiasa membawa mobil listrik. Itulah mengapa, sebelum mengemudikan mobil tersebut, pengemudi disarankan memahami kendaraannya lebih dalam.

    “Kalau dibilang (harus punya) kemampuan khusus sih harusnya nggak, tapi lebih kepada pemahaman (lebih) terhadap kendaraan tersebut. Makanya, biasakan membaca manual book-nya dulu, supaya paham operasional, fitur dan cara-cara yang benar untuk menghindari (kemungkinan) bahaya,” kata dia.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Hati-hati, Hindari 7 Kebiasaan Ini Saat Pakai Stopkontak Sambung biar Aman

    Hati-hati, Hindari 7 Kebiasaan Ini Saat Pakai Stopkontak Sambung biar Aman


    Jakarta

    Stopkontak ekstensi atau stopkontak sambungan merupakan perangkat kelistrikan yang saat ini banyak dipakai karena cukup efisien. Kabel tersebut bisa disambungkan ke beberapa perangkat dan biasanya bisa diletakkan di dekat tempat kita beraktivitas.

    Namun, sudah banyak anjuran bahwa harus berhati-hati saat menggunakan stopkontak sambung karena perangkat ini tidak 100 persen aman. Dilansir Family Handyman, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai stopkontak sambung.

    1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

    Hal pertama yang harus dihindari adalah mencolokkan stopkontak ke stopkontak lain. Biasanya hal ini dilakukan karena lokasi kegiatan jauh dari stopkontak jadi kabel tersebut dibuat panjang. Bahaya jika melakukan hal adalah dapat memicu korsleting listrik yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran.


    2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi Indoor untuk Outdoor

    Meskipun sama-sama stopkontak, ternyata ada stopkontak dalam (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Kedua jenis tersebut harus digunakan sesuai tujuannya. Hal ini dikarenakan stopkontak indoor umumnya tidak bisa terkena panas berlebihan dan tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

    3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

    Saat menggunakan stopkontak ekstensi, hindari mencolokkan banyak peralatan di waktu bersamaan, terutama jika dilakukan hampir setiap hari. Daya yang besar di dalam perangkat dapat menyebabkan panas. Bagian lubang colokkan bisa meleleh jika bagian dalam terlalu panas. Apabila sudah meleleh, stopkontak harus segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan korsleting listrik.

    Solusinya, gunakan colokan secara bergantian. Kemudian, apabila sudah selesai digunakan semua kabel harus dicabut.

    4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

    Stopkontak harus diletakkan di tempat yang jauh dari panas dan basah. Tempat lain yang harus dihindari adalah di bawah karpet. Banyak orang yang melakukan hal ini karena kepala stopkontak yang dibiarkan saja mengganggu pandangan.

    Padahal meletakkan stopkontak di bawah karpet dapat membuat perangkat tersebut panas dan memicu korsleting listrik. Karpet juga biasanya memakai bahan yang mudah terbakar jadi ketika saling bertemu akan berbahaya.

    5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

    Sebaiknya hindari menghidupkan pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan dari stopkontak ekstensi. Hal ini dikarenakan stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten untuk alat-alat tersebut.

    6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

    Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan.

    Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

    7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

    Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah atau membersihkan stopkontak dengan air. Sebab, listrik dapat merambat melalui air. Apabila stopkontak dipegang, orang tersebut bisa tersengat listrik.

    Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com