Tag: pendidikan

  • 27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT

    27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT


    Jakarta

    Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) masuk daftar universitas terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026, Kamis (9/10/2025). Jelang pembukaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), detikers dapat mencermatinya sebagai salah satu referensi.

    Dari total 35 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan THE WUR 2026, 27 di antaranya merupakan PTN. Empat di antaranya masuk peringkat lima teratas universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR terbaru.


    Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    THE WUR 2026 merunut peringkat 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah berdasarkan aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, industri, dan pandangan internasional. Berikut PTN terbaik berdasarkan aspek-aspek ini.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    Peringkat dunia: 801-1.000

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    4. Universitas Airlangga (Unair)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    5. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    7. Universitas Diponegoro

    Peringkat dunia: 1.501+

    8. Universitas Halu Oleo (UHO)

    Peringkat dunia: 1.501+

    9. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Peringkat dunia: 1.501+

    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    Peringkat dunia: 1.501+

    11. IPB University

    Peringkat dunia: 1.501+

    12. Universitas Jember (Unej)

    Peringkat dunia: 1.501+

    13. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung
    Indonesia

    Peringkat dunia: 1.501+

    14. Universitas Negeri Malang (UM)

    Peringkat dunia: 1.501+

    15. Universitas Andalas (Unand)

    Peringkat dunia: 1.501+

    16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

    Peringkat dunia: 1.501+

    17. Universitas Negeri Padang (UNP)

    Peringkat dunia: 1.501+

    18. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

    Peringkat dunia: 1.501+

    19. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

    Peringkat dunia: 1.501+

    20. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Peringkat dunia: 1.501+

    21. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Peringkat dunia: 1.501+

    22. Universitas Sriwijaya (Unsri)

    Peringkat dunia: 1.501+

    23. Universitas Sumatera Utara (USU)

    Peringkat dunia: 1.501+

    24. Universitas Syiah Kuala (USK)

    Peringkat dunia: 1.501+

    25. Universitas Brawijaya (UB)

    Peringkat dunia: 1.501+

    26. Universitas Lampung (Unila)

    Peringkat dunia: 1.501+

    27. Universitas Mataram (Unram)

    Peringkat dunia: 1.501+

    Perlu diketahui, THE WUR 2026 juga menampilkan daftar perguruan tinggi reporter. Status reporter disematkan pada universitas-universitas yang merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Metode Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut indikator yang digunakan pada aspek-aspek penilaian kinerja universitas dunia dalam THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Bagaimana detikers, sudah memutuskan universitas terbaik di Indonesia yang akan jadi kampus tujuanmu? Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Prodi Tak Terakreditasi, Lulusan 2 Kampus Top Australia Kena Mental hingga Gugat

    Prodi Tak Terakreditasi, Lulusan 2 Kampus Top Australia Kena Mental hingga Gugat


    Jakarta

    Lulusan 2 kampus top di Australia ini kaget. Saat melamar pekerjaan, ternyata program studi (prodi)nya tak diakui alias tak terakreditasi. Mereka stres hingga akhirnya melayangkan gugatan class action!

    Dua kampus top yang bermasalah itu adalah University of Newcastle dan Western Sydney University, demikian dilansir dari ABC Australia via detikcom, Rabu (8/10/2025) dikutip Kamis (9/10/2025).

    Prodi tak terakreditasi itu adalah Bachelor of Medical Engineering (honours) University of Newcastle pada 2018 dan 2019, serta program Master of Advanced Imaging (MRI) di Western Sydney University.


    Lulusan Stres-Karier Terhambat

    Beberapa lulusannya kaget saat melamar pekerjaan menggunakan ijazah dari dua prodi di dua kampus itu. Salah satunya adalah Vera Lawless, penggugat class action ke University of Newcastle.

    Vera menangis saat menceritakan dirinya mengalami stres bertahun- dan ‘kehilangan kesempatan’ sejak ia lulus kuliah. Vera mulai mempertimbangkan untuk mendaftar di prodi teknik medis baru University of Newcastle pada 2017. Saat itu, ia punya banyak harapan soal prospek kariernya di masa depan.

    Vera sebelumnya terdaftar di program serupa yang sudah terakreditasi di sebuah universitas di Adelaide, tetapi harus pindah ke Newcastle untuk mengikuti pasangannya yang bekerja di Angkatan Udara Australia (RAAF).

    Saat itu, situs universitas menyebutkan kalau gelar tersebut akan membantu mahasiswa mereka akan “bepergian ke seluruh dunia dengan pengakuan internasional melalui Engineers Australia”. Di Australia, jika sebuah gelar terakreditasi oleh lembaga Engineers Australia, kualifikasinya diakui di seluruh dunia berdasarkan perjanjian internasional yang disebut Washington Accord.

    Vera mengatakan ia juga mendapat penjelasan secara lisan kalau program tersebut sudah terakreditasi oleh Engineers Australia.

    “Selesai pertemuan itu, saya mengatakan ke tunangan, ‘Ini luar biasa. Semua yang saya harapkan. University of Newcastle menawarkan gelar teknik medis baru, dan itu terakreditasi,” ujar Vera.

    Pada Desember 2020, universitas tersebut mengirim email kepada mahasiswa yang mengonfirmasi jika programnya tidak terakreditasi dan mengatakan: “Terjadi kesalahan dalam informasi yang diunggah di situs tentang pengakuan profesional.”

    “Mengetahui kalau tidak terakreditasi setelah saya sudah membuat keputusan pindah, setelah saya mengikuti tunangan saya dan pindah dari program yang sudah terakreditasi yang membuat saya nyaman, ini benar-benar membuat hati saya hancur,” kata Vera.

    Vera mengatakan kurangnya akreditasi membuatnya tidak bisa bekerja, ketika kembali mengikuti suaminya yang ditugaskan ke California.

    “Kesempatan yang hilang mungkin itu kesimpulannya, terutama di Amerika. Kami tinggal di California. Silicon Valley ada di depan mata, puncaknya dunia teknik,” katanya.

    Selain memiliki utang HECS, atau utang terhadap pemerintah untuk biaya kuliah, sebesar $45.000, Vera mengaku ketidakpastian membuatnya mengalami tekanan mental yang berat dan pilihan lainnya di Australia jadi terbatas.

    Kisah lainnya datang dari Andreas Sklavos, penggugat utama class action ke University of Newcastle pada Februari 2025 lalu. Ia mengatakan pilihan kariernya sangat terbatas tanpa akreditasi.

    Andreas menempuh satu tahun tambahan kuliah untuk mendapatkan akreditasi, yang tidak dibiayai oleh universitas, sehingga utang HECS-nya membengkak menjadi $55.000.

    “Kalau akreditasi bukan jadi hal yang penting, tidak ada gunanya mendapatkannya sejak awal. Tapi faktanya, tanpa akreditasi ini kariermu terhenti,” kata Andreas.

    Ia mengatakan para ‘engineer’ tanpa akreditasi mungkin harus diawasi dan kesulitan mendapatkan asuransi tanggungan.

    “Itu (akreditasi) diiklankan di situsnya. Itulah alasan mengapa kita memilih kuliah di universitas ternama seperti Newcastle: kita menganggap semua yang mereka tawarkan sudah terakreditasi, andal, dan akan membawa kita maju dalam hidup,” tegas Andreas.

    Andreas mengatakan stres akibat masalah ini mempengaruhi kesehatan mentalnya dan membuatnya mengalami sulit tidur serta sakit kepala.

    University of Newcastle bantah pernyataannya menyesatkan. Pada Desember 2023, University of Newcastle akhirnya menerima akreditasi sementara dari Engineers Australia, tetapi hanya untuk mahasiswa yang memulai studi sejak 2020.

    Universitas tersebut membela diri dalam gugatan ‘class action’ dan mengatakan materi tambahan yang diterbitkan di situs program-nya sudah menjelaskan kalau mereka ‘sedang mengajukan’ akreditasi.

    “Universitas membantah bahwa pernyataan yang diterbitkan mengenai akreditasi, jika dibaca dalam konteks, bersifat menyesatkan atau menipu, dan juga membantah bahwa pernyataan tersebut diterbitkan untuk tujuan komersial,” kata penasihat hukum universitas, Daniel Bell.

    Baru Tahu dari Perekrut Saat Melamar Kerja

    Sedangkan Othniel Antwi adalah penggugat utama dalam ‘class action’ kedua terhadap Western Sydney University yang diajukan ke pengadilan pada Juni 2025 lalu. Bayangkan, Othniel mengetahui bahwa prodinya, Master of Advanced Imaging (MRI) di Western Sydney University tak terakreditasi dari perekrut saat melamar pekerjaan.

    Seorang perekrut kerja memberi tahu kalau gelarnya tidak diakui oleh Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia (APHRA).

    “Rasanya sangat sulit. Itu benar-benar menghancurkan hidup saya. Saya tidak tahu harus percaya siapa. Saya benar-benar sangat terpukul,” kata Othniel.

    Padahal, Othniel mengatakan universitas telah meyakinkannya kalau program tersebut terakreditasi dan akan memberinya karier yang menguntungkan dan memuaskan.

    Namun ketika ia menindaklanjuti peringatan dari perekrut, universitas memberitahunya pada Februari 2025 ini jika program tersebut tidak terakreditasi dan ia tidak akan bisa terdaftar di APHRA.

    Seminggu kemudian, universitas mengumumkan program tersebut ditangguhkan untuk mahasiswa baru. Menyelesaikan program itu membuat pria berusia 25 tahun yang kini menganggur itu memiliki utang sebesar AU$55.000.

    “Itu benar-benar menghancurkan hati, tapi bahkan itu bukan bagian tersulit. Saya rasa bagian tersulit adalah beban emosional dan mental yang saya alami. Rasa sakit karena menyadari bahwa karier masa depan saya jadi tidak ada. Saya merasa sangat tidak berdaya,” kata Othniel.

    Western Sydney University, yang juga membuka kampus di Surabaya-Indonesia ini, menolak memberikan komentar.

    Pemerintah Australia baru-baru ini mengumumkan peninjauan terhadap Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA), lembaga yang bertanggung jawab memastikan kepatuhan terhadap hukum.

    “Ada argumen yang kuat bahwa TEQSA perlu memiliki alat yang lebih baik agar dapat turun tangan dan bertindak jika diperlukan demi kepentingan publik,” kata Menteri Pendidikan Jason Clare bulan lalu saat mengumumkan peninjauan tersebut.

    “Dan agar dapat merespons risiko sistemik, tidak hanya soal kepatuhan dari penyedia pendidikan individual,” tegasnya.

    (nwk/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Jalan Kaki Selama Seminggu-Bangun Asrama Honai Sendiri

    Jalan Kaki Selama Seminggu-Bangun Asrama Honai Sendiri



    Jakarta

    Akses pendidikan masih menjadi tantangan nyata bagi siswa di Tanah Papua. Sejumlah siswa di wilayah Jayawijaya, Papua Pegunungan harus menempuh waktu selama seminggu untuk ke sekolah dengan jalan kaki.

    Hal ini diceritakan oleh Kepala SMP Negeri 3 Wamena, Ansgar Blasius Biru S Pd, M Pd. Ia mengatakan, banyak siswanya berasal dari kabupaten pemekaran sehingga jarak ke SMPN 3 Wamena sangat jauh.

    Di kawasan sekolah, mereka membangun asrama sendiri berbentuk Honai, rumah adat tradisional di Papua yang berbentuk bulat dan beratap jerami atau ilalang.


    “Begitu banyak anak murid yang dari kabupaten pemekaran. Contohnya dari Kabupaten Yahukimo, ada sekitar puluhan orang juga, yang mereka hadir untuk membangun sendiri mereka punya Honai, tempat tinggal, yang mereka namakan itu asrama,” katanya kepada detikcom, Kamis (9/10/2025).

    Antusias Mengenyam Pendidikan meski Harus Berjalan Seminggu dan Tidur di Hutan

    Blasius mengungkapkan, anak-anak dari Yahukimo menempuh jarak yang sangat jauh untuk bisa datang ke sekolah. Tak bisa sekali jalan langsung sampai, mereka bahkan tidur di hutan dalam perjalanannya.

    Begitu sampai di sekolah, mereka hidup mandiri di asrama Honai. Meskipun, kata Blasius, asrama seharusnya menjadi tempat tinggal dengan fasilitas layak bagi anak-anak, bukan seadanya seperti saat ini.

    “Itu anak-anak dari Yahukimo, kabupaten yang jauh dari sini, mereka berjalan, harus jalan kaki satu minggu mereka, jalan kaki. Tidur di hutan. Tapi mereka begitu antusias untuk mengenyam pendidikan di sini,” bebernya.

    “Dan sampai di sini, mereka harus mandiri. Artinya, harus cari makan sendiri, terus ya hidup sendiri (di asrama buatan), ya memang orang tua bantu, tapi seadanya,” imbuhnya.

    Tidak seperti anak sekolah lain yang mendapat kiriman orang tua, anak-anak yang hidup di asrama Honai harus berusaha mandiri. Bahkan, mereka harus bekerja dan berkebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Kemandirian mereka dilakukan bersama-sama. Mereka bergiliran untuk saling memenuhi kebutuhan.

    “Mereka harus mandiri, narik becak, berkebun, bersekolah. Jadi kadang juga, kadang harus bergiliran, satu Honai mereka 15 atau 20 anak, mereka harus bergiliran untuk narik becak untuk menghidupi mereka sehari-hari. Mereka dapat Rp 100 ribu, mereka makan, beli beras, makan bersama. Besok harus bergantian lagi untuk narik becak untuk bisa hidup bersama,” papar Blasius.

    “Bergiliran untuk satu Honai, mereka. Itulah kehidupan mereka (di sini),” tambahnya.

    Potret isi Honai yang dijadikan asrama bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolahPotret isi Honai yang dijadikan asrama bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Foto: Septian Ardho Wibawa/20detik

    Sekolah dan Guru Gotong Royong Membantu

    Melihat kondisi ini, pihak sekolah dan guru, dengan segala keterbatasannya, ikut membantu para siswa. Namun, yang mereka bisa lakukan hanya seadanya.

    “Ekonomi memang agak sedikit, ya, sangat terbatas. Dan itu menjadi suatu keprihatinan juga buat kami kepada mereka,” kata kepala sekolah asli Nusa Tenggara Timur itu.

    Bahkan pernah, asrama Honai anak-anak mengalami kebakaran. Sekolah dan guru gotong royong untuk memberi sumbangan, termasuk pakaian layak pakai hingga fasilitas sekolah.

    “Kami dari sekolah coba memberikan sumbangan melalui anak-anak sendiri, membangun rasa solidaritas mereka, dan juga kami dari teman-teman guru ada berupa pakaian layak pakai, dan juga dari sekolah memfasilitasi tentang buku, tas, alat, pakaian, seragam. Kami coba memberikan fasilitas buat mereka,” tuturnya.

    Blasius berharap, pemerintah lebih memperhatikan sekolah di Jayawijaya, termasuk SMPN 3 Wamena. Selain ruang kelas yang kurang dan guru yang terbatas, juga ada siswa yang perlu didukung dengan asrama.

    “Kami masih membutuhkan ruang kelas untuk belajar, terus dukungan asrama untuk para murid. Ini memang kami sangat kesulitan dengan tempat tinggal mereka yang sangat jauh dari sekolah,” ujarnya.

    Keberadaan asrama, lanjutnya, sangat penting bagi anak-anak yang berjarak sangat jauh dari sekolah. Melalui asrama, anak-anak bisa dikumpulkan dan diberi kebutuhan sesuai keseharian mereka.

    Ia meyakini, jika lebih diperhatikan, akan ada peningkatan sumber daya anak-anak di Papua.

    “Saya sangat optimis bahwa pasti ada peningkatan sumber daya mereka, kualitas pendidikan untuk mereka,” tegasnya.

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?

    Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?


    Jakarta

    Fakultas hukum merupakan salah satu tujuan studi yang digemari siswa untuk lanjut ke pendidikan tinggi. Sebagai referensi, detikers bisa cek daftar fakultas hukum terbaik di Indonesia di sini.

    Minat siswa pada bidang hukum tentu bukan tanpa alasan. Bidang hukum seringkali dianggap sebagai jurusan dengan prospek karier yang menjanjikan, mulai dari menjadi seorang pengacara, notaris, hingga jaksa.


    Belajar di kampus terbaik bisa membantu dalam mendalami ilmu hukum. Berdasarkan peringkat Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject 2025 dan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject 2025, ada beberapa fakultas hukum terbaik di Indonesia yang bisa menjadi pilihan untuk menekuni ilmu hukum. Berikut daftarnya.

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2025

    Pemeringkatan THE WUR by Subject 2025 diketahui menggunakan indikator utama pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, industri, dan pandangan internasional. Dalam bidang hukum, penilaian dirancang untuk mencerminkan kualitas khas dalam disiplin akademis hukum di seluruh dunia.

    Adapun perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia berdasarkan THE WUR by Subject 2025 yakni sebagai berikut:

    1. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    3. Universitas Indonesia (UI)

    4. Universitas Diponegoro (Undip)

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    7. Universitas Brawijaya (UB)

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2025

    QS World University Rankings by Subject 2025 menilai setiap bidang studi melalui poin indikator reputasi akademis, ulasan, dari perusahaan, sitasi penelitian per makalah, indeks H, dan jaringan penelitian internasional.

    Berikut daftar perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2025:

    1. Universitas Indonesia

    2. Universitas Airlangga

    3. Universitas Gadjah Mada

    4. Universitas Diponegoro

    5. Universitas Padjadjaran

    6. Universitas Brawijaya

    3 Persiapan Menjadi Mahasiswa Fakultas Hukum

    Selain mengetahui kampus tujuan, detikers juga perlu menyiapkan tiga hal berikut sebelum menjadi mahasiswa fakultas hukum. Yuk, simak di bawah ini:

    1. Rajin Membaca

    Latihlah kebiasaan membaca. Mengapa hal ini penting? Akan ada banyak teori-teori ilmu hukum dan aturan perundang-undangan yang harus detikers pahami.

    2. Update Isu-isu tentang Ilmu Hukum

    Isu-isu hukum sebenarnya bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bacalah koran, majalah, atau situs berita. Dengan begitu, kamu akan mudah menemukan berita atau artikel tentang peristiwa yang mengandung aspek hukum.

    3. Asah Kemampuan Berpikir Kritis

    Dikutip dari laman Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk bisa mengkaji suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Mahasiswa fakultas hukum akan sering diminta untuk menganalisis kasus atau masalah. Kemampuan untuk memetakan masalah menjadi hal yang krusial dan berkaitan dengan berpikir kritis.

    Demikian daftar fakultas hukum terbaik versi THE WUR by Subject dan QS WUR by Subject 2025. Siap menjadi mahasiswa hukum?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 25 Universitas Terbaik di Dunia Versi THE WUR 2026, Referensi Kuliah dengan Beasiswa

    25 Universitas Terbaik di Dunia Versi THE WUR 2026, Referensi Kuliah dengan Beasiswa


    Jakarta

    Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026 merilis peringkat terbaru universitas terbaik di dunia, Kamis (9/10/2025). Sebanyak 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah masuk daftar kali ini.

    THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi berdasarkan lima payung indikator, yakni pengajaran 929,5%), lingkungan penelitian (29%), kualitas riset (30%), industri (4%), dan pandangan internasional (7,5%).


    Universitas Oxford, Inggris menduduki peringkat pertama universitas terbaik di dunia untuk kesepuluh kalinya berturut-turut, dengan skor lingkungan riset 100. Posisi Oxford disusul Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat dengan skor 100 di payung indikator industri, yang terdiri dari indikator paten dan pendapatan dari industri.

    Sejumlah universitas dari Asia juga masuk top 25 universitas terbaik di dunia pada THE WUR 2026. Banyak di antaranya juga dapat menjadi tujuan kuliah dengan dukungan beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.

    Detikers yang ingin mendaftar beasiswa luar negeri, seperti beasiswa LPDP dan lainnya, cek daftar universitas yang bisa dipertimbangkan versi THE WUR di bawah ini.

    Universitas Terbaik di Dunia Versi THE World University Rankings 2026

    1. University of Oxford, Inggris
    2. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat
    3. Princeton University, Amerika Serikat
    4. University of Cambridge, Inggris
    5. Harvard University, Amerika Serikat
    6. Stanford University, Amerika Serikat
    7. California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat
    8. Imperial College London, Inggris
    9. University of California (UC) Berkeley, Amerika Serikat
    10. Yale University, Amerika Serikat
    11. ETH Zurich, Swiss
    12. Tsinghua University, China
    13. Peking University, China
    14. University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat
    15. The University of Chicago, Amerika Serikat
    16. Johns Hopkins University, Amerika Serikat
    17. National University of Singapore, Singapura
    18. Cornell University, Amerika Serikat
    19. University of California (UC) Los Angeles
    20. Columbia University, Amerika Serikat
    21. University of Toronto, Kanada
    22. University College London (UCL), Inggris
    23. University of Michigan-Ann Arbor, Amerika Serikat
    24. Carnegie Mellon University, Amerika Serikat
    25. University of Washington, Amerika Serikat

    Indikator Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut rincian indikator kinerja universitas dunia yang digunakan dalam pemeringkatan THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Itulah daftar universitas terbaik di dunia versi THE WUR 2026. Kampus mana yang jadi incaran detikers?

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Hawa, Wisudawan Terbaik UNJ yang Tempuh 80 km Setiap Hari ke Kampus

    Kisah Hawa, Wisudawan Terbaik UNJ yang Tempuh 80 km Setiap Hari ke Kampus



    Jakarta

    Di balik senyum cerianya saat menerima medali Mahasiswa Terbaik dari Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Komarudin, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang Hawa Ainur Maulida. Ia baru saja lulus dari jurusan psikologi.

    Gadis yang akrab disapa Hawa ini juga resmi dinobatkan sebagai Wisudawati Terbaik Fakultas Psikologi UNJ pada Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025.

    “Perasaan saya campur aduk seperti es doger. Tapi yang pasti, saya sangat senang dan bersyukur,” ujar Hawa, dikutip dari laman UNJ, Jumat (10/10/2025).


    Hawa mengaku masih tak menyangka bisa menjadi wisudawati terbaik di PTN tersebut. Ia sangat bersyukur karena perjuangannya selama ini terbayar dengan manis.

    “Waktu dengar nama saya disebut, saya cuma bisa bilang, ‘Hah? Masa sih?’” kenangnya saat namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik.

    Tempuh 80 km dari Bogor ke Kampus

    Perjalanan Hawa selama kuliah tidaklah mudah. Ia tinggal di Kabupaten Bogor, yang membuatnya harus menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 80 kilometer setiap hari.

    Meskipun ada transportasi TransJakarta, tetapi perjalanan tersebut memakan waktu berjam-jam. Ditambah menjalankan kegiatan lain, Hawa dituntut pandai membagi waktu.

    “Kegiatan saya juga banyak banget, jadi harus pintar-pintar mengatur waktu,” ungkapnya.

    Strategi yang dibuat Hawa agar semua berjalan lancar yakni dengan menyusun jadwal terperinci mulai dari bulanan, mingguan, hingga harian.

    “Kalau sudah di-breakdown dan dijalani dengan konsisten, semuanya aman terkendali,” jelasnya.

    Aktif di Kampus dan Luar Kampus

    Tak hanya berprestasi dalam akademik, Hawa juga banyak memanfaatkan waktu untuk mengembangkan diri di dalam dan luar kampus. Ia pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Psikologi UNJ, bergabung dalam komunitas Movie on Campus dan Psychological Health Care, hingga menjadi Project Officer Pengabdian Masyarakat.

    Di luar kampus, Hawa juga aktif menjadi pengurus inti di beberapa organisasi. Ia juga kerap dipercaya menjadi moderator serta MC di berbagai acara.

    Alasan Pilih Jurusan Psikologi

    Bidang yang ia tekuni adalah psikologi industri dan organisasi (PIO). Menurutnya, bidang tersebut sangat relevan dengan dunia kerja saat ini.

    “Saya tahu bahwa lingkungan Psikologi di UNJ sangat positif untuk menunjang perjalanan akademik dan nonakademik saya,” tuturnya.

    Skripsi Hawa pun tak kalah menarik. Ia menulis penelitian berjudul “Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Etos Kerja Generasi Z.”

    “Katanya Gen Z etos kerjanya rendah. Emang iya? Nah, di penelitian ini saya cari tahu faktor-faktor yang memengaruhinya, salah satunya budaya organisasi,” jelasnya.

    Semangat Hawa dalam Berkuliah

    Saat ditanya siapa sosok paling berpengaruh dalam hidupnya, Hawa menjawab tegas, ‘Ibu dan mamah’.” Ia menyebut dua sosok perempuan paling kuat baginya tersebut adalah yang paling sabar.

    Selama menempuh pendidikan, Hawa mengaku banyak berubah. Ia jadi berani untuk mencoba banyak tantangan.

    “Dulu saya sering overthinking, sekarang jadi lebih analitis dan kritis,” katanya.

    Ia juga berpesan kepada mahasiswa lain agar berani menantang diri. Menurutnya, dunia kuliah bisa dijadikan tempat untuk memaksimalkan diri.

    Setelah lulus, Hawa berencana terjun ke dunia kerja. Ia ingin mengeksplorasi dunia karier dan memperbanyak pengalaman.

    “Saya ingin eksplorasi bidang kerja dulu, memperluas pengalaman, dan tentu saja, semoga sukses sampai kaya raya,” ujarnya.

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Sukses Lalui Seleksi Substansi LPDP Tahap 2 Tahun 2025, Catat!

    Tips Sukses Lalui Seleksi Substansi LPDP Tahap 2 Tahun 2025, Catat!


    Jakarta

    Rangkaian seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahap 2 tahun 2025 memasuki tahap Seleksi Substansi. Seleksi Substansi adalah tahap akhir yang harus dilalui peserta sebelum akhirnya dinyatakan sebagai awardee LPDP.

    Pada tahap ini, peserta akan melalui proses wawancara tatap muka baik secara daring ataupun luring. Dalam jadwal reseminya, seleksi ini sudah berlangsung sejak 7 Oktober lalu dan akan berakhir pada 19 November 2025 mendatang.

    Bagi peserta yang belum menjalani Seleksi Substansi, LPDP memberikan tips sukses yang bisa diterapkan. Dikutip dari postingan resmi Instagram LPDP, Jumat (10/10/2025) berikut penjelasanya.


    Tips Sukses Seleksi Substansi LPDP

    Tim LPDP mengingatkan, Seleksi Substansi tidak hanya menilai apa yang peserta tahu, tetapi tentang siapa peserta sebenarnya. Terutama tentang nilai, motivasi, dan misi peserta untuk Indonesia.

    Adapun tips sukses yang tim LPDP berikan yaitu:

    1. Pastikan Jadwal dan Akses Wawancara

    • Cek jadwal wawancara di aplikasi pendaftaran.
    • Link Zoom tersedia 2 jam sebelum jadwal.
    • Klik “Setuju” untuk perekaman agar bisa masuk ke laman Zoom.

    2. Persiapan Teknis Wawancara

    • Pastikan laptop/PC memiliki webcam dan mic yang berfungsi.
    • Pastikan internet stabil.
    • Gunakan headset/earphone sesuai izin LPDP.
    • Pastikan gunakan aplikasi Zoom versi terbaru.
    • Masuk laman Zoom 1 jam sebelum jadwal agar setelah penguji masuk wawancara bisa dimulai lebih cepat.
    • Setelah wawancara jangan lupa isi survei di aplikasi.

    3. Ketahui Tata Tertib Wawancara

    • Jangan terlambat! Terlambat lebih dari 10 menit akan dianggap tidak hadir.
    • Harus di ruangan yang tenang dan bebas dari gangguan.
    • Tidak boleh ada orang lain kecuali dengan ketentuan khusus.
    • Berpenampilan profesional dengan kemeja atau batik.
    • Gunakan laptop/PC, penggunaan HP hanya diizinkan secara darurat dan dengan izin LPDP.
    • Kamera menyala selama wawancara.

    4. Pahami Larangan Saat Wawancara

    • Pakai masker/penutup wajah.
    • Keluar ruangan.
    • Makan (minum boleh).
    • Menggunakan virtual background.
    • Merekam atau melakukan dokumentasi pribadi.

    5. Akses Internet

    LPDP menyediakan fasilitas seleksi substansi daring bagi calon awardee yang memiliki tantangan akses jaringan. Peserta bisa datang ke Gedung Keuangan Negara atau kantor vertikal Kementerian Keuangan yang tersedia di beberapa wilayah, seperti:

    • Palembang
    • Mataram
    • Manado
    • Makassar
    • Kupang
    • Ambon
    • Merauke
    • Jayapura
    • Biak
    • Manokwari
    • Sorong
    • Ternate.

    Untuk informasi lebih lengkap, jangan lupa untuk membaca panduan Seleksi Substansi yang telah dibagikan panitia ke akun pendaftaran masing-masing.

    Demikian informasi tentang Seleksi Substansi LPDP tahap 2 tahun 2025. Semoga lancar ya detikers!

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Menko PMK Ungkap Wacana Bahasa Isyarat Masuk Kurikulum, Dosen Unair Beri Tanggapan

    Menko PMK Ungkap Wacana Bahasa Isyarat Masuk Kurikulum, Dosen Unair Beri Tanggapan


    Jakarta

    Dosen sekaligus Ketua Koordinator Airlangga Inclusive Learning (AIL) Universitas Airlangga (Unair) Fitri Mutia beri tanggapan usai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ungkap wacana memasukan bahasa isyarat ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Apa katanya?

    Sosok yang akrab dipanggil Mutia itu menjelaskan, bila gagasan Menko PMK bukanlah hal baru. Namun, wacana ini telah sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas.

    PP tersebut mengatur tentang jaminan terselenggaranya layanan pendidikan untuk peserta didik penyandang disabilitas. Layanan yang dimaksud termasuk akomodasi termasuk, anggaran, sarana-prasarana, sumber daya (guru, tenaga pendidik, dan dosen), hingga kurikulum.


    “Jadi, kita perlu memfasilitasi bagaimana jika di institusi pendidikan kita ada teman-teman tuli,” tuturnya dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (10/10/2025).

    Upaya Mewujudkan Pendidikan Inklusif

    Jika bahasa isyarat benar-benar masuk ke kurikulum nasional, Mutia menyebut ini akan menjadi cikal bakal hadirnya pendidikan inklusif di Indonesia. Pendidikan inklusif mengartikan bila peserta didik penyandang disabilitas, termasuk tuli bisa bersekolah di institusi pendidikan umum.

    Mereka tidak lagi diharuskan bersekolah di SLB, lembaga khusus, atau tidak sekolah. Pendidikan Inklusif menjamin teman-teman tulis bisa belajar dilingkungan pendidikan yang terbuka dan setara.

    Memang, hadirnya PP 13/2020 memuat aturan tentang keberlangsungan pendidikan bagi penyandang disabilitas. Namun, tak sekedar aturan kesiapan tenaga pendidik dan kependidikan, kurikulum, hingga penerimaan peserta didik perlu diperhatikan.

    “Jadi, semua unsur harus menyiapkan diri. Aturan sudah ada, sekolah menyiapkan sumber dayanya, dan teman-teman tuli juga menjadi bagian di dalamnya,” terangnya.

    Bila wacana tersebut diterapkan, Mutia menyarankan agar adanya keterlibatan komunitas tuli dalam proses perumusan kebijakan maupun pembelajaran bahasa isyarat. Seperti belajar bahasa lainnya, mempelajari bahasa isyarat harus dilakukan langsung kepada ahli atau penutur aslinya.

    “Dalam proses belajar dan mengajarkan bahasa isyarat tidak boleh sembarangan orang. Idealnya belajar dari yang sudah terverifikasi. Tidak adil jika membuat kebijakan tanpa melibatkan mereka. Komunitas atau kawan-kawan tuli harus menjadi bagian dari prosesnya,” urainya.

    Cara Pandang Masyarakat Perlu Diubah

    Selain aturan yang harus dibenahi, pemerintah harus berusaha dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas, terutama disabilitas tuli. Mutia menyebut masih banyak yang beranggapan bila penyandang tuli yang harus menyesuaikan diri dengan pendidikan formal, bukan sebaliknya.

    “Padahal, kemampuan berbahasa isyarat bukan hanya kewajiban bagi penyandang disabilitas tuli, melainkan juga tanggung jawab bersama,” tegasnya.

    Dengan demikian, cara paling efisien untuk berinteraksi bersama teman tulis adalah dengan bahasa isyarat, karena membaca gerak bibir atau voice to text belum tentu akurat.

    Meskipun kini belum teralisasi, ia tetap optimis bila pendidikan inklusif di Indonesia akan terwujud. Ia yakin wacana Menko PMK bisa menjadi cikal bakal terbentuknya lingkungan belajar yang inklusif.

    “Harapannya, jika kedua belah pihak saling memahami, kondisi inklusif bisa tercapai. Di sisi lain, masyarakat umum pun dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih tinggi terhadap keberagaman,” tandas Mutia.

    (det/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Profil Amran Sulaiman, Mentan Lulusan Unhas yang Diangkat Jadi Kepala Bapanas

    Profil Amran Sulaiman, Mentan Lulusan Unhas yang Diangkat Jadi Kepala Bapanas



    Jakarta

    Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman resmi menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional Indonesia (Bapanas). Amran Sulaiman menggantikan Kepala Bapanas sebelumnya, Arief Prasetyo Adi.

    Bapanas adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang memiliki tugas merumuskan kebijakan, koordinasi, dan pelaksanaan urusan pangan nasional untuk mencapai kedaulatan, ketahanan, dan kemandirian pangan. Kewenangan utama Bapanas, antara lain ketersediaan pangan, stabilisasi pasokan dan harga, hingga kerawanan pangan dan gizi, demikian dikutip laman resmi Bapanas.

    Lantas seperti apa profil Amran Sulaiman yang memimpin Bapanas sekarang?


    Profil Amran Sulaiman dan Pendidikannya

    Amran Sulaiman lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada 27 April 1968. Ia dikenal sebagai tokoh Sulsel yang menjabat di pemerintahan.

    Pendidikannya banyak dihabiskan di Makassar dengan menempuh studi bidang pertanian. Dengan gelarnya, ia memiliki nama lengkap Dr Ir H Andi Amran Sulaiman, MP.

    Berikut pendidikan tingginya.

    1. S1 di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (1988-1993)

    2. S2 Pertanian Universitas Hasanuddin (2002)

    2. S3 Ilmu Pertanian (2008-2012)

    Amran menyelesaikan gelar doktoralnya dengan predikat terpuji atau cumlaude. Kiprahnya di bidang pertanian pun mendapatkan penghargaan.

    Dikutip dari detikNews, Amran mendapatkan penghargaan dari Presiden RI berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan FKPTPI Award di Bali dan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden RI pada 2020.

    Karier Amran Sulaiman

    – Berkarier di PTPNXIV

    – Direktur dan Founder Tiran Group

    – Menteri Pertanian (Mentan) periode 2014-2019

    – Dosen Universitas Hasanuddin

    – Anggota ex-officio MWA Unhas sebagai Ketua IKA Unhas

    – Mentan periode ke-2 Presiden Jokowi (2023)

    – Mentan Kabinet Merah Putih

    – Kepala Bapanas (2025)

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Ini Posisi yang Tersedia!

    BTN Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Ini Posisi yang Tersedia!


    Jakarta

    Bank Tabungan Negara (BTN) tengah membuka rekrutmen pegawai baru untuk dua posisi. BTN membutuhkan bagian Gold Financing Department Head dan Customer Retention & Loyalty Departement Head.

    Lamaran lowongan ini dibuka selama 9 hingga 16 Oktober 2025. Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat btn.id/btnrecruitment.

    Sebelum daftar, detikers perlu tahu dulu kualifikasi untuk melamar di dua posisi tersebut. Mengutip Instagram resmi rekrutmen BTN @homeofbtners, berikut informasi selengkapnya:


    Kualifikasi Pelamar Lowongan Kerja BTN 2025

    Gold Financing Departement Head

    1. Pendidikan minimal S1 ekonomi, keuangan, syariah atau teknik industri
    2. Lulusan S2 menjadi nilai tambah
    3. Sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun di perbankan syariah/multifinance/pegadaian dengan minimal 3 tahun di level supervisor/assistant manager
    4. Memiliki pemahaman mendalam tentang produk emas, syariah contract (rahn, murabahah, ijarah) dan manajemen risiko fintech
    5. Mempunyai jaringan di ekosistem emas, fintech, atau syariah ritel
    6. Mempunyai kemampuan analytic, negosiasi, dan manajemen tim yang kuat
    7. Bersedia ditempatkan di Bank Syariah Nasional (BSN).

    Customer Retention & Loyalty Department Head

    1. Lulusan S1 marketing, manajemen, ekonomi atau statistik (data analytics)
    2. Lulusan S2 menjadi nilai tambah
    3. Mempunyai pengalaman lebih dari 7 tahun di customer banking/loyalty program/CRM dengan minimal 3 tahun di level supervisor/assistant manager
    4. Pemahaman tentang CRM Tools, customer analytic, dan data driven marketing
    5. Pengalaman membangun program cross selling, loyalty, atau life cycle management di bank/fintech
    6. Terbiasa dengan Sharia Banking & Islamic Customer Value Proposition
    7. Bersedia ditempatkan di Bank Syariah Nasional (BSN).

    Syarat Kompetensi Pelamar Lowongan Kerja BTN 2025

    Gold Financing Departement Head

    Strategic thinking: mampu melihat peran emas sebagai diferensiasi produk Bank Umum Syariah (BUS)

    Business acumen: menghubungkan produk hook dengan yield dan portfolio konsumen

    Digital mindset: familiar dengan integrasi ke Super App, e-commerce, fintech

    Leadership and people management: mampu memimpin tim kecil-menengah (5-15 orang)

    Sharia literacy: paham akad dan fatwa DSN-MUI terkait pembiayaan emas

    Tersertifikasi gadai dan tersertifikasi manajemen risiko.

    Customer Retention & Loyalty Department Head

    Customer centric mindset: mampu merancang journey berbasis kebutuhan ETB

    Analytical thinking: mahir menggunakan data untuk cross selling

    Digital savvy: terbiasa dengan sistem CRM, dashboard analytic, marketing automation

    Collaboration: mampu bekerja lintas divisi (mortgage, personal banking, digital)

    Leadership & team management: memimpin tim kecil-menengah (5-10 orang) dengan target berbasis hasil

    Selama rekrutmen ini, BTN mengingatkan agar waspada terhadap modus penipuan. Dalam proses seleksi, pelamar tidak dikenakan biaya apapun.
    Pengumuman resmi terkait hasil seleksi hanya akan diumumkan lewat email corporate dengan domain timrekrutmen@btn.co.id dan SMA blast corporate BTN.

    “Panitia seleksi calon pegawai BTN tidak menerima pemberian gratifikasi dalam bentuk apa pun,” tegas BTN.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com