Blog

  • Cara Aman saat Hendak Melintasi Jalur Contraflow


    Jakarta

    Kecelakaan tragis yang terjadi saat berlangsung Contraflow di Km 58 Cikampek pada 8 April 2024 kemarin, menjadi pelajaran berharga bagi kita sebagai pengendara. Untuk itu kewaspadaan saat berkendara, fisik yang prima dan kendaraan yang sehat wajib hukumnya.

    Auto2000 pun mengingatkan, ada beberapa persiapan yang wajib diketahui kita sebagai pengendara saat hendak melintas di jalur contraflow pada musim mudik 2024. Seperti yang disampaikan Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara.

    “Pada momen Mudik Lebaran 2024 ini, contraflow akan diterapkan. Kegiatan ini membutuhkan perhatian khusus karena pengendara akan berada di lajur milik orang lain. Salah sedikit saja, bisa fatal akibatnya,” ucap lelaki yang kerap disapa Tara tersebut.


    Tips buat Pengendara yang hendak melintasi jalur contraflow:

    1. Pelajari Jadwal dan Titik Contraflow

    Sebelum melintas, detikers perlu mengetahui jadwal dan lokasi contraflow. Informasi mengenai aturan ini biasanya bisa didapatkan melalui social media atau operator jalan tol. Sebelum lajur lawan-arah pasti sudah ada rambu-rambu yang dipasang.

    2. Pintu Keluar Tol Tidak Terlewati

    Pada umumnya, jalur contraflow memiliki satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Jika pintu gerbang keluar tol sudah terlewat, maka pengendara perlu melanjutkan perjalanan hingga jalur contraflow berakhir dan mencari pintu keluar jalan tol.

    Melihat rute contraflow antara KM 36 ruas Jalan Tol Jakarta – Cikampek sampai dengan KM 72 ruas Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali), artinya semua pintu tol antara titik tersebut akan terlewati kalau detikers memilih lajur contraflow. Termasuk interchange menuju Jalan Tol Cipularang tujuan Bandung yang berada di Dawuan KM 67.

    3. Waspada bagi Pengguna Jalan Layang Tol MBZ

    Jalan Layang Tol MBZ memiliki titik akhir di sekitar KM 47 Jalan Tol Cikampek. Sehingga, ada kemungkinan detikers tidak bisa pindah ke lajur contraflow mengingat ada potensi tidak bisa memotong masuk ke aksesnya. Anda harus memperhitungkannya kalau ternyata perkiraan ini benar.

    4. Persiapan di Lajur Kanan Sebelum Akses ke Contraflow

    Ketika sudah mengetahui titik dan lokasi jalur contraflow, maka AutoFamily perlu mempersiapkan kendaraan di lajur kanan. Bersiaplah sekitar 2 km sebelum pintu masuk jalur contraflow supaya tidak kelewatan atau melakukan manuver mendadak yang berbahaya.

    Misalnya, jalur contraflow berada di KM 36, maka pengemudi harus bersiap mengambil lajur kanan saat berada di KM 34. Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan lain tidak akan terganggu dan tidak memicu kecelakaan. Nyalakan sein kanan saat jarak dengan akses masuk tinggal 500 meter.

    Foto udara sejumlah kendaraan pemudik melintas menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) lakukan contraflow dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.Foto udara sejumlah kendaraan pemudik melintas menuju Gerbang Tol Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) lakukan contraflow dari KM 55 hingga KM 70 arah Cikampek ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1445 H. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    5. Atur Kecepatan Mobil

    Mobil tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat di lajur lawan arah ini. Jika terlalu pelan, akan menghambat lalu lintas. Namun kalau terlalu cepat juga berbahaya mengingat berada di jalur mobil lain dari lawan arah. Idealnya, kecepatan kendaraan di jalur contraflow adalah 60 km/jam.

    6. Jaga Jarak Aman

    Pengendara harus menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Terapkan teori tiga detik untuk menjaga jarak aman. Dengan menjaga jarak aman, dapat membuat detikers mengantisipasi segala kemungkinan.

    7. Hindari Keluar Jalur Contraflow

    Mobil detikers akan langsung berhadapan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan sehingga memiliki tingkat bahaya tinggi. Apabila ada kendaraan yang keluar dari jalur contraflow ataupun sebaliknya, tentu sangat berbahaya.

    8. Perhatikan Kondisi Sopir dan Penumpang

    Metode safety driving perlu diterapkan selama melintasi jalur lawan-arah. Yang terutama adalah jangan main ponsel atau hal yang mengalihkan perhatian. Fokus dan waspada dengan melihat ke arah depan, sisi kanan dan kiri lewat spion, dan sesekali melihat ke arah belakang.

    Selain itu, pastikan detikers dalam kondisi prima dan tidak mengantuk agar lebih waspada saat hendak memasuki jalur contraflow yang berjarak kurang lebih hamper 40 km itu. Pastikan pula penumpang tidak ada kebutuhan ke toilet dan bahan bakar mencukupi.

    9. Mobil Dalam Kondisi Sehat Kunjungi Bengkel dan Posko Siaga

    Karena hanya memanfaatkan satu lajur jalan dan tidak bisa kembali ke lajur normal, posisi berhenti mobil detikers yang mogok akan langsung memblokade arus lalu lintas, bahkan bisa berhenti total jika tidak ada solusinya.

    Pastikan mobil dalam kondisi sehat sebelum memutuskan untuk masuk ke jalur ini. Jangan memaksakan untuk melewatinya kalau terdeteksi ada potensi masalah. Sebaiknya tetap lewat jalur normal dan berkunjung ke Bengkel Auto2000 atau Posko Siaga 24 Jam Auto2000 untuk pemeriksaan.

    “Berkendara di jalur contraflow membutuhkan mobil dan pengemudi yang sehat dan andal. Untuk itu persiapkan fisik AutoFamily sebelum pergi libur Nataru dan pastikan mobil dalam kondisi sehat supaya tidak memicu masalah. Silakan berkunjung ke Posko Siaga 24 Jam Auto2000 buat AutoFamily yang ingin servis berkala dan mengecek kondisi mobil dengan banyak benefit,” tutup Nur Imansyah Tara.

    Bagian dari komitmen Auto2000 dari tahun ke tahun, terdapat 9 Posko Siaga Auto2000 yang akan beroperasi selama 24 jam nonstop dan tersebar mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali. Berikut daftar lengkap Posko Siaga Auto2000 yang beroperasi antara 4-15 April 2024:

    1. Posko Siaga Auto2000 Cikampek di Rest Area Km 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek
    2. Posko Siaga Auto2000 Cikampek 2 di Rest Area Km 62 Jalan Tol Cikampek-Jakarta (arus balik)
    3. Posko Siaga Auto2000 Probolinggo di SPBU Utama Raya – Beach Resort Jl. Raya Banyuglugur Km 2 – Timur PLTU Paiton
    4. Posko Siaga Auto2000 Banten di Rest Area Km 68 Jalan Tol Merak
    5. Posko Siaga Auto2000 Medan di Rest Area Km 65A Jalan Tol Kuala Namu
    6. Posko Siaga Auto2000 Cirebon di Rest Area TRAVOY Km 207A Jalan Tol Palikanci
    7. Posko Siaga Auto2000 Lampung di Rest Area Km 49A Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar
    8. Posko Siaga Auto2000 Palembang di Pondok Pindang Bu Ijah Jl. Sriwijaya No. 16 Palembang
    9. Posko Siaga Auto2000 Denpasar di Jl. Raya Denpasar – Gilimanuk, Lalanglinggah, Kec. Selemadeg Bar, Tabanan.

    (lth/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ternyata Ini Posisi Gigi Mobil Matic yang Pas saat Terjebak Macet Mudik



    Jakarta

    Lagi terjebak macet saat mudik naik mobil matic? Ternyata harusnya posisi tuas transmisi mobil matic berada di N bukan D.

    Kemacetan di sejumlah ruas jalur mudik tak dapat dihindari. Ada beberapa titik yang mengalami kemacetan panjang, seperti di Tol Merak. Pemudik terjebak macet hingga berjam-jam. Saat terjebak macet, pemudik yang mengendarai mobil matic mungkin akan lebih santai karena hanya perlu ngegas dan ngerem. Meski begitu, pengemudi harus mengetahui posisi gigi yang tepat saat terjebak macet panjang.

    Technical Team Aftersales Support Dept.Auto2000 Gesang Pranoto menjelaskan saat posisi mobil matic terjebak macet, maka sebaiknya tuas transmis berada di posisi N. Kata Gesang, bila di posisi D, maka transmisi akan tetap bekerja padahal posisi mobil berhenti.


    “Dari informasi yg pernah saya dapatkan ketika transmisi matic macet dan lampu merah sebaiknya tidak di posisi D karena di D transmisi ini berusaha menggerakan kendaraan,” terang Gesang dalam live Instagram Auto2000 belum lama ini.

    Kondisi ini kata Gesang, mirip seperti saat tengah menunggu lampu merah di lampu lalu lintas. Posisi gigi sebaiknya juga berada di N bukan di D agar transmisi tak dibebani kerja saat mobil berhenti.

    “Nah di lampu merah kan kita menginjak rem, kendaraan ditahan rem nah beban transmisi ditahan komponen rem, maka dari itu sebaiknya itu posisi di N atau P agar posisinya bebas tidak terbebani,” lanjut Gesang.

    Bila jalur yang dilalui mengalami kemacetan panjang, mematikan mesin bisa menjadi opsinya. Hal ini juga bisa menghemat penggunaan bahan bakar. Di lain sisi, sebelum melakukan perjalanan panjang seperti mudik, sebaiknya kamu mengisi penuh tangki. Ini untuk mencegah kehabisan BBM di tengah jalan.

    “Mungkin ketika dalam kondisi terjebak tadi atau mungkin mau efisiensi bahan bakar mungkin langkah pertama bisa mematikan AC, kedua mematikan mesin. Kalau kondisi macet masih panjang dan bahan bakar sudah tidak cukup mungkin kita bisa melakukan layanan darurat,” tutur Gesang.

    Kalaupun kehabisan BBM di tengah jalan, akun NTMC Korlantas Polri menginformasikan pemudik bisa menghubungi call center Pertamina 135. Saat menghubungi call center jangan lupa bagikan lokasi Anda, nantinya akan ada BBM yang disuplai.

    (dry/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Lakukan Ini pada Mobil Matic, Bukan Cuma Rusak tapi Juga Bikin Celaka



    Jakarta

    Mengendarai mobil matic memang lebih mudah. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dihindari karena bisa bikin transmisi rusak dan memicu kecelakaan.

    Mobil matic memiliki pengendaraan yang cenderung mudah ketimbang mobil manual. Pengemudi hanya perlu ngegas dan ngerem untuk berjalan atau menghentikan mobil. Kaki kiri pun bisa beristirahat karena tak perlu menginjak pedal kopling. Namun demikian, pemilik mobil matic tetap harus memperhatikan sejumlah hal agar transmisi bisa awet sekaligus mencegah kecelakaan.

    Mengutip laman buku panduan manual Innova dijelaskan hal yang harus diwaspadai ketika menggeser tuas transmisi pada mobil matic, berikut rinciannya.


    • Jangan membiarkan kendaraan bergerak mundur ketika tuas transmisi dalam posisi pengendaraan atau bergerak maju ketika tuas transmisi dalam posisi ‘R’. Melakukannya dapat menyebabkan mesin tidak bekerja atau menyebabkan rem dan kemampuan kemudi lemah, sehingga dapat mengakibatkan kecelakaan atau kerusakan kendaraan.
    • Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, jangan menggeser tuas transmisi ke posisi ‘P’ selama kendaraan sedang melaju. Melakukannya dapat menyebabkan kerusakan transmisi dan mengakibatkan kendaraan kehilangan kontrol.
    • Pada kendaraan dengan transmisi otomatis, hati-hati jangan memindah tuas transmisi dengan pedal gas ditekan. Memindahkan tuas transmisi ke gigi selain P atau N dapat menyebabkan percepatan kendaraan tak terduga yang dapat menyebabkan kecelakaan.

    Untuk diketahui, tuas transmisi di mobil matic memiliki fungsinya masing-masing. P berfungsi memarkir kendaraan atau menghidupkan mesin. Selanjutnya ada R yang difungsikan ketika mundur. Kemudian ada N atau Netral yang pada posisi ini power tidak diteruskan.

    Untuk pengendaraan normal, pengemudi bisa memposisikan tuas transmisi di D. Sekadar informasi tambahan, tuas transmisi di posisi D juga bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi bising saat pengendaraan normal.

    Guna memastikan kondisi kendaraan kamu tetap prima, jangan lupa juga melakukan servis secara berkala. Servis berkala bisa dilakukan pada interval yang telah ditentukan sesuai jadwalnya. Interval servis untuk jadwal perawatan ditentukan oleh pembacaan odometer atau interval waktu, mana yang tercapai lebih dulu, ditunjukkan pada jadwal.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Emang Boleh Oli Mobil Dipakai untuk Motor?



    Jakarta

    Mobil dan motor sama-sama menggunakan oli untuk melumasi mesin. Tapi bolehkah oli mobil digunakan pada mesin motor?

    Mengutip laman Astra Daihatsu Motor, oli mobil ternyata tidak dianjurkan untuk digunakan pada mesin motor. Bahkan penggunaan oli mobil untuk motor berisiko rusak pada komponen mesin.

    “Meskipun oli mobil dan oli motor sama-sama berfungsi sebagai pelumas. Namun tidak dapat disamakan penggunaannya, karena oli mobil dan motor memiliki perbedaan yang signifikan,” tulis Daihatsu.


    Daihatsu menyebutkan meski sama-sama oli dan berfungsi sebagai pelumas, menggunakan oli yang tidak tepat pada kendaraan dapat membuat kerusakan pada beberapa komponen dan umumnya juga dapat membuat kopling mudah selip.

    “Apabila oli mobil diaplikasikan pada motor, justru bagian kopling motor menjadi jauh lebih basah dan licin. Kondisi ini justru memicu risiko kopling mobil menjadi selip saat digunakan. Hal tersebut tentunya dapat memicu kecelakaan yang merugikan pengendara motor,” tulis Daihatsu.

    Menurut Daihatsu, mobil memiliki jenis kopling kering sehingga umumnya oli mobil dibuat dengan bahan pelumas yang sangat licin. Sebaliknya, motor umumnya menggunakan kopling basah yang membutuhkan pelumas sewajarnya.

    Lantas apa saja yang membedakan oli mobil dan oli sepeda motor? Menurut Daihatsu, ada tiga hal yang membedakan yakni dari komposisi, standarisasi, dan juga keterangan pada kemasan.

    Dari segi komposisi, oli mobil diciptakan dari bahan yang mengandung zat aditif dengan jumlah total base number (TBN) yang cukup tinggi.

    “Zat tersebut berfungsi sebagai friction modifier (pelumas yang dapat meredam atau mengecilkan gesekan yang terjadi antar komponen mesin). Apabila oli mobil digunakan pada motor, khususnya motor dengan sistem kopling basah, maka menimbulkan risiko terjadi selip kopling,” tulis Daihatsu.

    Standarisasi oli mobil dan motor juga berbeda. Untuk membuat oli mobil, umumnya pabrikan perlu mengikuti standarisasi dari Association of Consulting Engineers Australia (ACEA), API service, hingga Internasional Legal Service Advisory (ILSAC).

    Sedangkan oli motor umumnya mengikuti standar dari organisasi yang menstandarisasi kepentingan mesin motor, contohnya Japan Automotive Standard Organization (JASO).

    Hal lain yang dapat membedakan oli mobil dan oli motor tentu dari keterangan di kemasannya. Tanda-tanda umum seperti tulisan ‘for gasoline car’ tentu menjelaskan bahwa oli tersebut dirancang untuk mobil. Sementara motor, biasanya punya keterangan ‘4T 4-stroke motor oil’ atau ‘two wheels’.

    (mhg/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Salah! Ini Fungsi Transmisi L pada Mobil Otomatis



    Jakarta

    Transmisi mobil otomatis atau matik lebih sederhana dan mudah untuk digunakan ketimbang mobil bertransmisi manual. Namun jangan salah mengartikan transmisi di mobil matik, sebab umumnya ada beragam pilihan transmisi yang dapat dipilih.

    Umumnya, mobil matik dilengkapi dengan pilihan transmisi P (Park), R (Reverse), N (Neutral), D (Drive). Namun di mobil matik tertentu, misalnya Honda, ada pilihan transmisi L (Low) hingga S (Sport).

    Dilansir dari laman resmi Honda Bintaro, setiap posisi transmisi memiliki fungsi khusus yang mempengaruhi arah, kendaraan, hingga kecepatan dari mobil.


    Transmisi P tentu dapat digunakan untuk mobil di posisi parkir atau berhenti dalam waktu yang panjang. Sedangkan posisi transmisi N dapat digunakan dalam kondisi mobil idle, standby, atau berhenti dalam waktu yang tidak terlalu lama.

    Sementara, transmisi R dapat digunakan untuk mengarahkan mobil mundur dan transmisi D digunakan untuk melajukan mobil ke arah depan. Lantas apa fungsi dari transmisi L dan S?

    Menurut Honda Bintaro, transisi L dikenal sebagai posisi gigi satu. Di mana, transmisi L ini akan mengunci posisi transmisi mobil pada gigi pertama atau gigi terendah.

    “Posisi ini berguna saat mengemudi di medan menanjak atau saat membutuhkan torsi lebih besar, misalnya saat menarik beban berat,” tulis Honda Bintaro.

    Lantas untuk menghadapi medan yang terjal, transmisi L ini akan sangat membantu laju mobil. Sebab transmisi mobil akan menahan di gigi paling rendah sehingga respon mesin akan lebih cekatan dan torsi lebih maksimal.

    Sedangkan transmisi S, menurut Honda Bintaro, merupakan transmisi yang dapat mengoptimalkan performa kendaraan dan memberikan akselerasi yang lebih cepat serta responsif.

    “Biasanya, transmisi akan mempertahankan gigi lebih lama sebelum naik ke gigi yang lebih tinggi, memungkinkan mesin beroperasi pada putaran yang lebih tinggi dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih sporty,” tulis Honda Bintaro.

    Namun perlu diingat, penggunaan transmisi S ini membuat respon mesin lebih terpacu. Sehingga efisiensi bahan bakarnya akan lebih boros ketimbang saat mobil berada di transmisi D.

    (mhg/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Balik Mudik Jangan Sampai Jadi Petaka, Ini Tanda-tanda Ban Mobil Mau Pecah



    Jakarta

    Perjalanan jauh untuk mudik dan balik membutuhkan persiapan matang. Jangan sampai, perjalanan silaturahmi ke kampung halaman dan balik ke daerah asal justru menimbulkan petaka.

    Salah satu penyebab kecelakaan yang paling berbahaya dan sering terjadi adalah pecah ban. Nah, ban yang sudah mau pecah biasanya memberikan tanda-tanda yang harusnya disadari pengendara. Demikian dikutip dari situs resmi Hyundai.

    Setidaknya ada beberapa tanda yang bisa kita ketahuisaat kondisi ban mobil tidak lagi sehat dan harus diganti segera.


    Empat tanda ban mobil mau pecah

    1. Visual

    Ban yang hendak pecah biasanya ban yang kondisinya sudah kurang layak dan memberikan tampilan visual tertentu. Ban yang sudah tidak layak misalnya sudah retak-retak, botak, hingga benang terlihat keluar.

    2. Bunyi

    Ban yang sudah tidak layak dan sudah mau pecah sering kali menghasilkan bunyi. Hal ini karena ban sudah mulai tidak memiliki integritas dan melepas beberapa lapisan satu per satu. Biasanya akan ada bunyi seperti “dug dug dug” yang intervalnya menyesuaikan dengan kecepatan mobil.

    3. Tidak Stabil

    Ketika ban mau pecah, biasanya ban mulai tidak stabil. Ketidakstabilan ini akan berdampak pada pengendalian mobil yang membuat mobil tidak stabil. Bila mobil tidak stabil, terasa seperti mengayun atau bergoyang dengan bunyi ban tadi, sebaiknya segera kurangi kecepatan.

    4. Ban Berasap

    Ketika ban sudah benar-benar mau pecah, sering kali mengeluarkan asap karena mulai ada bagian yang tersangkut dan tergesek dengan jalan. Jika sudah ada asap dari ban, maka siapkan diri untuk mengendalikan mobil.

    “Harap diingat, hal utama pemicu pecah ban adalah keteledoran, baik dalam perawatan ban maupun dalam mengangkut beban pada mobil,” sebut Hyundai.

    Maka dari itu, pemilik kendaraan harus peka terhadap kendaraannya dan rutin melakukan perawatan berkala.

    ====

    Ikuti berita-berita terkini arus mudik dan arus balik di BRI Teman Mudik pada tautan ini.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Modal Sabar dan Hindari Konflik



    Jakarta

    ‘Semoga selamat sampai tujuan’ jadi sepenggal doa yang biasa diucap saat mudik dan balik dari kampung halaman. Demi tercapainya perjalanan yang aman, perlu menyiapkan safety driving dan defensive driving.

    Safety Driving adalah perilaku mengemudi yang mengacu pada standar keselamatan berkendara yang berlaku di suatu negara.

    Kemudian defensive driving adalah perilaku mengemudi yang dapat menghindarkan kita dari masalah, baik yang disebabkan oleh orang lain maupun diri sendiri.


    Jadi bisa dikatakan bahwa Defensive Driving merupakan versi mengemudi yang lebih komprehensif karena tidak hanya butuh keterampilan tapi juga perilaku yang baik.

    Andry Berlianto dari Praktisi Keselamatan Berkendara Global Defensive Driving Consulting (GDDC) membagikan 5 tips yang bisa dilakukan buat mereka yang melakukan perjalanan mudik membawa kendaraan sendiri.

    1. Pribadi sehat fisik dan mental

    Tekanan tinggi pada perjalanan mudik memaksa pemudik harus dalam kondisi fit dan bugar guna mengantisipasi bahaya dan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.

    Pastikan fisik dan mental siap untuk berada di belakang kemudi.

    2. Kendaraan yang sehat dan laik jalan

    Perjalanan panjang menuntut kendaraan berperforma maksimal tanpa hambatan karena kondsi tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya insiden di tengah perjalanan.

    3. Atur waktu perjalanan

    Atur rute dan jam perjalanan serta turunkan risiko kecelakaan serendah mungkin. Utamakan istirahat dan hindari mengemudi saat tubuh sudah kelelahan.

    4. Devensive Driving dan Riding

    • Ikuti arahan dan himbauan petugas saat berada di perjalanan karena itu adalah arahan untuk keselamatan diri Anda dan keluarga.
    • Atur barang bawaan agar tidak melebihi batas muatan pada kendaraan
    • Mengemudilah sewajarnya dan hindari membuka ruang konflik di perjalanan
    • Pantau batas kecepatan, jaga jarak aman antar kendaraan
    • Bersabar

    5. Evaluasi

    Evaluasi kembali perjalanan yang sudah dilakukan saat berangkat dan pelajari hal-hal apa saja yang perlu dikoreksi atau perlu ditingkatkan karena masih akan ada perjalanan pulang kembali ke kota asal

    Pastikan mampu mengantisipasi bahaya dari risiko target Zero Accident saat mudik dan balik

    (riar/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lakukan Hal Ini Supaya Motor Tidak Mogok di Jalan Gegara Busi



    Jakarta

    Pada libur lebaran biasanya banyak orang wara-wiri menggunakan motor untuk kegiatan silaturahmi atau sekadar touring jarak dekat. Nah, biar motor nggak mogok di jalan, maka perawatannya perlu diperhatikan. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah busi.

    Bagi yang belum tahu, busi merupakan komponen penting pada motor. Busi punya tugas sebagai pemantik api untuk memicu pembakaran di ruang mesin, yang kemudian menggerakan piston dan poros engkol.

    Seperti diungkapkan Aftermarket Technical Support Niterra Mobility Indonesia (NMI) Diko Oktaviano, ada enam langkah merawat busi motor agar tetap prima. Pertama adalah, membersihkan area sekitar lubang busi dari kotoran, ketika melakukan remove install. Kedua, jangan menggunakan sikat kawat untuk membersihkan elektroda, karena bisa membuat elektroda terkelupas.


    “Yang ketiga, apabila ingin membersihkan busi dari kerak karbon, cukup menggunakan cleaner yang bukan dari bahan metal, seperti cairan pembersih kampas rem,” ungkap Diko kepada detikOto, belum lama ini.

    Langkah keempat, saat memasang busi kembali, jangan menggunakan cairan/pelumas pada bagian ulir busi karena itu bisa membuat torsi pengencangan berlebih (overtorque).

    “Selanjutnya, jika dirasa respons akselarasi motor sudah berkurang, sebaiknya busi diganti sebelum motor digunakan buat beraktivitas. Terakhir, cek celah antar elektroda busi. Kalau sudah renggang, tidak disarankan diketok atau disetel, celah yang sudah renggang mengindikasikan jika elektroda busi sudah mengalami keausan,” tukas Diko.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Balik Mudik Bawa Banyak Oleh-oleh, Perlukah Tambah Angin Ban?



    Jakarta

    Usai berlebaran di kampung halaman, mungkin pemudik akan membawa barang lebih banyak. Jika mobil diisi dengan kapasitas maksimal ditambah barang bawaan lebih banyak, perlukah menambah tekanan angin ban?

    Ketika melakukan perjalanan, apalagi perjalanan jauh saat mudik maupun balik, pengendara seharusnya mematuhi kapasitas maksimal kendaraan baik untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kendaraan sebaiknya tidak dipaksa mengangkut beban berlebih atau overload.

    Meski begitu, ketika kendaraan mengangkut penumpang dan barang hingga kapasitas maksimal sesuai spesifikasi pabrikan, mungkin akan terasa berbeda dibandingkan dengan ketika mobil dipakai harian dengan satu atau dua penumpang. Hal ini tentu mempengaruhi beban mobil, suspensi dan ban.


    Lantas ada baiknya melakukan sedikit penyesuaian. Dikutip dari situs resmi Hyundai, yang termudah adalah pengaturan tekanan udara ban.

    Ketika mobil terisi penuh dan harus menanggung beban lebih banyak, ada baiknya tekanan ban turut dinaikkan. Namun kenaikan ini juga tidak boleh terlalu tinggi atau melewati batas tekanan pada ban.

    “Ada baiknya kenaikan tekanan ban tidak berlebihan, misalnya sebesar 3 Psi dari 35 menjadi 38 Psi. Hal ini untuk membantu ban menopang beban terlebih dengan lebih banyak udara di dalam ban. Ada baiknya untuk mengecek buku panduan kendaraan untuk angka tekanan ban yang lebih pasti,” tulis Hyundai.

    Sebab, jika diisi terlalu banyak, misalnya melebihi 40 Psi, ban akan menjadi terlalu keras dan mungkin kurang nyaman. Ban yang terisi udara terlalu tinggi juga rawan pecah bila sudah tidak kuat.

    Jika ingin mengecek tekanan ban mobil ada beberapa cara, misalnya menggunakan pompa gratis di beberapa SPBU, mengunjungi tempat servis, atau mengecek melalui fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) pada kendaraan.

    Selain itu sebelum berangkat, disarankan melakukan pengecekan pada ban mobil. Pastikan kondisinya masih layak supaya bisa tiba di tujuan dan pulang dengan selamat.

    (rgr/mhg)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Sekeluarga Tewas Diduga Hirup Gas Beracun di Dalam Xenia



    Jakarta

    Pemudik di Bungo, Jambi, meninggal dunia di dalam mobilnya saat perjalanan Lebaran. Satu keluarga asal Kabupaten Solok, Sumatera Barat, itu meninggal dunia diduga akibat menghirup racun di dalam mobil.

    “Benar, penemuan 4 mayat, berjenis kelamin 3 laki-laki dan 1 perempuan di dalam mobil Xenia di jalan Dusun Limbur Baru (Sp5), Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo,” kata Kapolres Bungo AKBP Singgih Hermawan dikutip detikSumbagsel.

    Singgih menerangkan satu keluarga itu berangkat dari Alahan Panjang, Sumatera Barat, sekira pukul 13.00 WIB. Mereka rencananya akan silahturahmi Lebaran menemui saudaranya di kawasan PT SMA, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.


    Pada pukul 18.00 WIB, korban sempat memberi tahu kepada saudaranya itu bahwa mobil mereka terperosok di jalanan berlumpur.

    “Kemudian adik ipar korban Wadi Sepentri pergi menyusul korban dan ditemui mobil korban terpuruk di lubang dalam keadaan mesin masih hidup, lobang knalpot mobil terendam air dan kaca depan mobil dalam keadaan tertutup dan kaca belakang mobil terbuka sekitar 5 cm,” terangnya.

    Singgih mengatakan dugaan sementara satu keluarga itu meninggal akibat terhirup gas beracun dari saluran AC yang tersumbat.

    “Dugaan sementara korban terhirup gas beracun di dalam mobil tersebut akibat dari saluran AC yg tersumbat atau bocor,” sebutnya.

    Kemungkinan Keracunan AC?

    Kejadian serupa bukan hanya sekali terjadi. Beberapa kali ada kejadian pengguna kendaraan tewas di dalam mobil yang mesin dan AC-nya dalam keadaan menyala.

    Namun, dari sumber yang diperoleh detikOto, salah satu penyebabnya ialah kebocoran sistem pembuangan gas buang ini masuk ke dalam kabin.

    “Sebetulnya bukan karena AC, tapi penyebab AC hidup (bekerja) kaca ditutup, ada kebocoran pembuangan dan masuk ke dalam sirkulasi kabin mobil dan itu terhirup oleh pengendara,” ucap Kepala Bengkel Auto2000, Suparna, beberapa waktu yang lalu.

    Menurut Suparna, saat ada kebocoran CO2 akibat pembuangan gas buang, udara itu masuk ke dalam kabin. Kebocoran pembuangan itu bisa terjadi karena kebocoran seal atau karat yang mengakibatkan kebocoran. Orang yang berada di dalamnya akhirnya menghirup CO2 terus-menerus.

    “CO2 akibat kebocoran yang masuk dalam sirkulasi kabin mobil itu masuk ke dalam paru-paru dan ini merusak saraf otak, jadinya ngantuk makin lemas dan berakhiran kematian. Itu biasanya terjadi pada saat orang tiduran di dalam mobil AC dinyalakan,” ucap Suparna.

    Lebih lanjut, dikutip dari The National, Mayor Jenderal Ahmed Bin Gulitha, Direktur Departemen Ilmu Forensik dan kriminologi Kepolisian Dubai menjelaskan ada beberapa kasus orang meninggal dunia akibat keracunan karbon monoksida saat berada di dalam mobil.

    “Gas ini menimbulkan ancaman signifikan bagi orang-orang yang menghabiskan waktu lama di dalam mobil yang berjalan di ruang terbuka atau tertutup, jika terhirup dalam konsentrasi tinggi,” kata dia.

    Karbon monoksida dihasilkan ketika bahan bakar seperti gas, minyak, dan batu bara tidak terbakar dengan sempurna.

    Risiko yang ditimbulkannya ditekankan oleh fakta bahwa karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Karena alasan-alasan ini, karbon monoksida sering disebut sebagai “pembunuh dalam diam”.

    Penyebab umum keracunan karbon monoksida pada kendaraan termasuk sistem knalpot dan emisi yang rusak, mesin yang tidak disetel dengan baik, dan mobil yang berjalan di ruang tertutup seperti garasi.

    Lebih lanjut, seperti diungkapkan Dr Mohammed Al Qasim, direktur bagian teknik forensik kepolisian Dubai, mengimbau para pengendara untuk menjaga mobil tetap terawat dengan baik.

    “Beberapa insiden terjadi di dalam mobil tua yang tidak menjalani perawatan rutin,” katanya.

    “Insiden lainnya terjadi pada mobil yang dimodifikasi yang mengurangi kualitas udara di dalam kendaraan,” sambung dia lagi.

    Peringatan lain, para pengemudi agar tidak tidur di dalam mobil yang diparkir di dalam area tertutup, seperti tempat parkir di mal, dengan mesin dan AC yang menyala.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com