Blog

  • Apakah Benar Aki MF Bebas Perawatan? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Aki atau baterai merupakan komponen yang vital sebagai sumber tenaga listrik untuk kendaraan motor ataupun mobil. Salah satu jenis aki kering yang kerap digunakan pada kendaraan adalah aki MF atau Maintenance Free.

    Penamaan aki ini seringkali membuat orang salah paham dan mengira bahwa aki MF tidak memerlukan perawatan sama sekali. Supaya tidak salah kaprah, simak penjelasan selengkapnya tentang aki MF di artikel ini.

    Apa Itu Aki MF?

    Mengutip dari buku Pengetahuan Baterai Mobil karya Drs. Daryanto (2021), Aki MF atau kependekan dari Maintenance Free merupakan jenis aki yang umumnya terbuat dari basis jenis aki kalsium dan aki hybrid. Aki MF didesain secara khusus untuk dapat menekan tingkat penguapan air.


    Uap pada jenis aki ini akan mengalami kondensasi, sehingga kembali berubah menjadi air murni yang mempertahankan level air aki agar tetap normal. Karena itulah, aki MF biasanya tidak lagi membutuhkan pengisian air aki.

    Apakah Benar Aki MF Bebas Perawatan?

    Meski disebut Maintenance Free atau bebas perawatan, hal ini tidak serta-merta berarti bahwa aki MF tidak membutuhkan perawatan dan pengecekan. Faktanya, aki MF tetap harus dirawat agar kondisinya tetap optimal.

    Adapun perawatan untuk aki MF yang dirangkum dari situs Midtronics adalah sebagai berikut:

    1. Pemeriksaan Rutin

    Aki MF pada dasarnya tidak memerlukan pengisian ulang air aki. Kendati demikian, komponen aki MF tetap harus diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak ada tanda-tanda kerusakan, kebocoran, atau pembengkakan pada aki.

    Pemeriksaan ini pun tidak boleh dilakukan sembarangan dan disarankan untuk diperiksa secara langsung di bengkel.

    2. Menguji Ketahanan Baterai

    Langkah berikutnya dalam merawat aki MF adalah menguji kondisi baterai. Setelah kendaraan dipakai sehari-hari, tentunya seiring waktu komponen aki dapat mengalami penurunan performa. Karena itu, jenis baterai atau aki MF harus dicek secara rutin menggunakan peralatan yang andal.

    3. Menyimpan Aki Dengan Benar

    Hal lainnya yang patut diperhatikan dalam merawat aki MF adalah cara penyimpanannya. Jika kendaraan jarang digunakan, sebaiknya lepas bagian aki dan simpanlah di tempat yang kering dan teduh.

    Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya korosi pada baterai yang dapat timbul dari waktu ke waktu. Dengan demikian, aki pun menjadi lebih awet dan tahan lama.

    4. Membersihkan Bagian Terminal Aki

    Terminal aki merupakan komponen penting yang menghubungkan aki dengan kabel dan kepala aki. Ketika timbul korosi, aliran arus listrik pun akan terhambat dan berakibat pada menurunnya kinerja aki secara keseluruhan.

    Namun, tak perlu khawatir, karena masalah ini bisa dicegah dengan rajin membersihkan terminal aki. Pembersihan aki dianjurkan untuk dilakukan paling tidak sekali setahun.

    Kelebihan Aki MF

    Penggunaan aki MF memiliki beberapa kelebihan. Dilansir dari laman Autocative, berikut sederet kelebihan dari aki MF dibandingkan jenis aki konvensional lainnya:

    1. Tidak Mudah Tumpah

    Salah satu masalah yang cukup merepotkan saat mengisi ulang air pada aki konvensional adalah airnya yang mudah tumpah dan mengenai badan. Air aki diketahui mengandung asam sulfat yang berbahaya bagi kulit. Namun pada aki MF, air aki tidak mudah tumpah karena jenis aki ini memiliki segel yang cenderung lebih kokoh.

    2. Tidak Mudah Korosi

    Berbicara soal air aki, tumpahan air aki juga berpotensi menyebabkan korosi pada komponen aki. Jika sudah korosi, diperlukan waktu dan tenaga ekstra untuk menghilangkannya. Untungnya, segel pada jenis aki MF dikemas untuk meminimalisir kebocoran air aki MF, sehingga mengurangi risiko aki terkena korosi.

    3. Masa Pakai yang Lebih Lama

    Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, jenis aki MF menggunakan proses rekombinasi oksigen, sehingga mampu mencegah penguapan dan kebocoran air. Dengan minimnya risiko kebocoran air aki yang dapat menyebabkan korosi, alhasil masa pakai aki MF pun menjadi lebih awet dibandingkan jenis aki lainnya.

    4. Tidak Mudah Panas

    Kondisi suhu panas berlebih atau overheat seringkali menjadi penyebab rusaknya aki mobil. Berbeda dengan aki konvensional, aki MF dilengkapi dengan sistem ventilasi yang mumpuni, sehingga sirkulasi udara lebih lancar dan aki terhindar dari overheat.

    Kekurangan Aki MF

    Di balik segala kelebihannya, aki MF tetap mempunyai sejumlah celah kekurangan. Berikut diantaranya:

    1. Sulit Diperbaiki

    Kelemahan utama dari jenis aki MF adalah aki ini sulit diperbaiki jika sudah rusak. Terlebih, jika aki mengalami masalah kekurangan air tambah atau air suling. Pasalnya, aki MF yang disegel menyulitkan proses penambahan air suling pada komponen aki.

    2. Harganya yang Mahal

    Kekurangan lainnya dari jenis aki MF adalah harganya yang relatif lebih tinggi dibandingkan aki pada umumnya. Menurut laman Carsome, hal ini dikarenakan aki MF atau aki kering diproduksi menggunakan teknologi yang lebih canggih dari jenis aki basah.

    Kesimpulannya, aki MF tetap harus dirawat dengan baik agar tahan lama dan kinerjanya tetap prima. Sebagai tambahan informasi, aki bebas perawatan bisa bertahan hingga sekitar 3-5 tahun.

    (khq/khq)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Cek Ketebalan Kampas Kopling Mobil yang Mulai Aus


    Jakarta

    Mengecek ketebalan kampas kopling mobil sebelum berkendara diperlukan. Pasalnya, kampas kopling yang telah tipis atau aus dapat menurunkan performa mobil. Sehingga perjalanan bisa terganggu, bahkan dapat membahayakan penumpang.

    Pengecekan kampas kopling dapat dilakukan tanpa harus membongkar mobil. Cukup melakukan cara sederhana, ketebalan kampas kopling sudah bisa diprediksi. Lantas, bagaimana cara cek ketebalan kampas kopling mobil yang aus?

    Fungsi Kampas Kopling Mobil

    Sebelum membahas cara cek ketebalan kampas kopling mobil, mari ketahui kampas kopling mobil secara singkat lebih dulu.


    Dilansir Auto2000, kampas kopling atau clutch disc berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi mobil.

    Letaknya berada di antara flywheel dan plat penekan. Ketika bekerja, kampas kopling bergesekan dengan komponen di sekelilingnya. Akibat gesekan tersebutlah kampas akan menipis.

    Kampas kopling menipis seiring penggunaannya. Selama penggunaan normal, kampas bisa aus setelah dipakai sekitar tiga tahun. Tapi, kebiasaan mengemudi yang buruk juga dapat memendekkan usia pakainya seperti melepas pedal kopling dengan kasar dan kerap melakukan setengah kopling.

    Apabila kampas kopling sudah habis, komponen ini perlu segera diganti yang baru. Kalau tidak, kerusakan yang lebih parah pada komponen mobil bisa terjadi. Alhasil, kinerja mobil semakin menurun.

    Cara Cek Ketebalan Kampas Kopling Mobil

    Sebelum terjadi apa-apa, ketebalan kampas kopling mobil dapat dicek lebih dulu. Pengecekannya dapat dilakukan secara sederhana. Berikut cara cek ketebalan kampas kopling mobil:

    1. Injak Pedal Kopling

    Ketebalan kampas kopling dapat dicek dengan menginjak pedal kopling. Bila jarak injak pedal kopling dirasa menjadi lebih pendek maka menandakan kampasnya menipis atau bahkan telah habis atau aus.

    Selain diinjak, posisi pedal kopling yang tiba-tiba naik atau tampak lebih tinggi juga dapat menjadi tanda kampasnya mulai aus.

    2. Injak Pedal Gas

    Kampas kopling yang sudah tipis dapat dilihat dari akselerasi mobil yang menurun. Karena tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan baik.

    Untuk mengeceknya, pedal gas bisa diinjak. Apabila kecepatan mesinnya tak bertambah yang ada justru mesin berdecit atau meraung, maka dapat menunjukkan akselerasi lemah.

    Saat mobil masuk ke kondisi macet atau mobil diam padahal mesinnya dinyalakan, itu juga bisa jadi kampas telah benar-benar habis.

    Nah, itu tadi cara cek ketebalan kampas kopling mobil yang aus atau menipis. Kalau detikers sudah mencoba cara di atas dan mendapati kampas kopling habis, segera diganti dengan yang baru ya.

    (azn/inf)



    Sumber : oto.detik.com

  • Belajar dari Kecelakaan Maut Pajero Tabrak Truk, Wajib Pakai Seatbelt



    Jakarta

    Kecelakaan maut terjadi di Tol Batang-Semarang, kemarin pagi. Mitsubishi Pajero Sport menabrak truk mogok, akibatnya empat orang meninggal dunia.

    Kecelakaan yang terjadi di KM 405, wilayah Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, itu melibatkan Pajero Sport berpelat AG 1691 AF dan truk. Akibat insiden tersebut, empat orang yang merupakan penumpang Pajero Sport meninggal dunia.

    Warga sekitar, Supriyanto, mengungkapkan suara akibat benturan mobil yang menabrak truk sangat keras.


    “Dengar ada suara benturan keras, saya keluar rumah dan lihat mobil Pajero hitam sudah ringsek. Di jalan ada dua korban yang terlempar, dan ada korban yang terjepit (di dalam mobil),” kata Supriyanto dikutip detikJateng.

    “Di situ ada truk mogok sudah dua hari dan dari arah barat mobil Pajero ngebut kencang dan nabrak truk yang parkir itu (dari belakang),” imbuh dia.

    Belajar dari kecelakaan maut yang sampai membuat penumpang terlempar keluar mobil, penting agar semua penumpang di dalam mobil menggunakan sabuk keselamatan atau seatbelt. Dengan menggunakan seatbelt, ketika terjadi kecelakaan atau bahkan mobil terguling, badan kita tidak akan terlempar ke sana ke mari.

    Sayangnya, menurut Instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, masih banyak pengguna kendaraan yang menyepelekan penggunaan sabuk keselamatan. Terlebih, aturan saat ini hanya mewajibkan penggunaan sabuk pengaman untuk sopir dan penumpang depan.

    “Karena base in Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang sudah sejak 2009 tanpa revisi. Ini data dan faktanya jelas penggunaan sabuk pengaman dengan baik dan benar mampu mengurangi risiko ketika terjadi crash,” kata Reza kepada detikOto, Minggu (23/6/2024).

    Reza juga meminta pengelola jalan tol untuk melakukan kampanye keselamatan penggunaan sabuk pengaman untuk semua penumpang. Paling tidak, semua penumpang wajib pakai seatbelt di jalan tol, ketika mobil cenderung dipacu hingga kecepatan tinggi.

    “Jadi ini mungkin kampanye simple, saat masuk tol ada perintah penggunaan safety belt karena bahaya dari tingginya kecepatan di jalan ini. Tapi diperjelas statement-nya: ‘Gunakan sabuk pengaman untuk seluruh penumpang’ gitu misalnya. Termasuk untuk anak harus ada edukasi yang baik, gunakan car booster atau kursi anak. Minimal hanya ketika di jalan tol. Kalau penumpangnya nggak mau ya wajib bagi pengemudi mengendalikan kecepatan sesuai rambu karena ada risiko penumpangnya cedera parah jika terjadi crash,” jelas Reza.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mau Panjang Umur? Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Jalan Tol



    Jakarta

    Di jalan tol sering kali kita lihat mobil SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner dipacu dengan kecepatan tinggi. Padahal, memacu mobil SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman berisiko terhadap keselamatan di jalan tol.

    SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto, Senin (24/6/2024).


    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza.

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Dan dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

    Tak cuma itu, reflek pengendara juga harus cekatan agar tidak terjadi kecelakaan. Jangan sampai reflek pengendara justru menjadi bumerang yang membuat mobil terguling.

    “Saat mobil miring ke kiri pasti biasanya naluri putar setir ke kanan. Ini malah jadi obstacles dan terguling. Untuk menormalkan arahkan setir ke sisi kemiringan. Dalam hal ini putar setir arah kiri bukan di-counter. Tidak boleh melakukan counter steering ekstrem pada kecepatan tertentu dan sebagainya,” katanya.

    “Jadi Fortuner dan Pajero memang perlu pemahaman pengemudi. Ada risiko dari kendaraannya maka mitigasinya pengemudi harus antisipasi dan belajar. Mudah belajarnya bacalah buku manual. Ada semua di situ bahkan ketika dalam kondisi darurat. Termasuk (penggunaan mode penggerak) 4H (pada SUV 4×4) itu boleh kapan saja dan (mengalihkan mode dari) 2H ke 4H tidak perlu berhenti,” pungkas Reza.

    Kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Kecelakaan Tunggal Tewaskan 3 Pemuda di Tol Cipularang



    Jakarta

    Kecelakaan maut lagi-lagi terjadi di Jalan Tol Cipularang. Mobil bernomor polisi B-2867-BYN mengalami kecelakaan tunggal di KM 76 Tol Cipularang, kemarin. Akibatnya, tiga penumpang tewas dan dua orang lainnya luka berat.

    Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan kecelakaan diduga akibat sopir mobil itu dalam kondisi mengantuk. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (23/6/2024).

    “Kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Setiba di TKP, diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak median pembatas tol,” ujar Edwar dikutip detikJabar.


    “Kendaraan posisi akhir normal (tidak terguling) melintang menghadap barat,” sambungnya.

    Edwar mengatakan dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal saat dirawat.

    Mengantuk memang menjadi salah satu penyebab terbesar kecelakaan. Untuk itu, belajar dari kejadian ini, menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, semua penumpang mobil harus memiliki peran masing-masing agar sopir tidak bekerja sendirian.

    Misalnya, sopir hanya fokus berkendara. Penumpang depan membantu menjadi navigator, pengatur suhu kabin mobil dengan mengontrol panel AC, atau membantu memutar musik di sistem hiburan kendaraan. Kalau penumpang mau tidur, sebaiknya di bangku baris belakang. Penumpang belakang juga bisa turut men-support driver dengan menjadi penyedia makanan, misalnya.

    “Jadi ketika ada penumpang atau lebih dari satu orang, risiko kelelahan bisa dimitigasi,” kata Reza kepada detikOto, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, menurut Reza, kontur jalan dari Bandung ke Jakarta via tol juga kebanyakan menurun. Hal ini membuat pengemudi mudah mencapai kecepatan tertentu dan merasa kendaraan sangat mumpuni.

    “Padahal jalan menurun dan akselerasi serta manuver kanan-kiri menimbulkan kelelahan. Kegiatan yang terus menerus dan monoton (pengereman, gas, olah kemudi) itu akan mempercepat kelelahan,” sebut Reza.

    Untuk itu, pengemudi sangat disarankan untuk beristirahat secara rutin. Setidaknya, setelah 2 jam mengemudi, pengendara harus berhenti untuk istirahat.

    “Kalau memang bisa gantian mengemudi bisa lanjut tanpa henti. Tapi kalau hanya satu orang yang tadi, (perlu ada) co-driver, dan tiap 2 jam istirahat minimal 15 menit. (Istirahat) ngapain aja nggak apa-apa, konsepnya memotong pekerjaan monoton. Kalau ngantuk banget baru deh power nap,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biar Sopir Nggak Ngantuk, Ini Cara Bagi Tugas Driver-Penumpang di Mobil



    Jakarta

    Kelelahan dalam mengemudi atau mengantuk saat nyetir menjadi salah satu penyebab kecelakaan terbanyak. Akibat mengantuk inilah, pengemudi menjadi tidak fokus dalam berkendara dan berujung pada kecelakaan.

    Kemarin, terjadi kecelakaan maut di Jalan Tol Cipularang Km 76. Mobil bernomor polisi B-2867-BYN mengalami kecelakaan tunggal sehingga mengakibatkan tiga penumpang tewas dan dua orang lainnya luka berat.

    Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain mengatakan kecelakaan diduga akibat sopir mobil itu dalam kondisi mengantuk. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (23/6/2024).


    “Kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta. Setiba di TKP, diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak median pembatas tol,” ujar Edwar dikutip detikJabar.

    Menurut instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, jika melakukan perjalanan lebih dari satu orang dalam satu mobil, sebaiknya pengemudi tidak dibiarkan sadar sendirian sementara penumpang yang lainnya tidur. Penumpang lain, utamanya yang duduk di kursi depan punya peran penting untuk mencegah kecelakaan akibat sopir mengantuk.

    Menurut Reza, semua penumpang mobil harus memiliki peran masing-masing agar sopir tidak bekerja sendirian. Misalnya, sopir hanya fokus berkendara. Penumpang depan membantu menjadi navigator, pengatur suhu kabin mobil dengan mengontrol panel AC, atau membantu memutar musik di sistem hiburan kendaraan. Penumpang depan yang disebut sebagai co-driver harus terjaga untuk memantau gerak-gerik pengemudi.

    Kalau penumpang mau tidur, sebaiknya di bangku baris belakang. Penumpang belakang juga bisa turut men-support driver dengan menjadi penyedia camilan, misalnya.

    “Jadi ketika ada penumpang atau lebih dari satu orang, risiko kelelahan bisa dimitigasi,” kata Reza kepada detikOto, Senin (24/6/2024).

    Selain itu, seorang pengemudi juga harus disiplin terhadap waktu istirahat. Paling tidak, setiap dua jam sekali pengemudi harus beristirahat.

    “Kalau memang bisa gentian mengemudi bisa lanjut tanpa henti. Tapi kalau hanya satu orang, (harus) ada co-driver dan tiap 2 jam istirahat minimal 15 menit. (Istirahat) ngapain aja nggak apa-apa, konsepnya memotong pekerjaan monoton. Kalau ngantuk banget baru deh power nap,” sebut Reza.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Nggak Perlu ke Bengkel, 5 Komponen Mobil Ini Bisa Dirawat Sendiri di Rumah



    Jakarta

    Rutinitas dan kesibukan aktivitas harian, khususnya pengguna mobil pribadi kadang bikin pemilik kendaraan lupa atau terlewat dalam mengecek kendaraannya. Terlebih, bagi para pemilik yang memang sangat sibuk sampai tak sempat datang ke bengkel, kecuali buat melakukan perawatan tertentu. Tapi jangan khawatir, ada perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    Seperti dijelaskan Daihatsu dalam keterangan resminya, ada lima perawatan ringan yang bisa dilakukan di rumah.

    1. Periksa rutin ketinggian air radiator coolant di tangki cadangan. Bila kurang, tambahkan dengan air radiator coolant resmi Daihatsu. Karena kekurangan air radiator dapat
    menyebabkan mesin overheat.


    2. Periksa ketinggian oli mesin di antara batas minimum dan maksimum yang dapat terlihat pada stik cek oli, karena kekurangan oli dapat menyebabkan kerusakan mesin.

    3. Penggunaan air wiper saat menjalankan fungsi wiper sangat penting agar dapat menjaga visibilitas pengendara dan tidak merusak kaca. Pastikan air di tangki wiper juga dalam kondisi terisi penuh yang dapat dilihat dari tangki air wiper.

    4. Pemilik kendaraan yang menggunakan power steering tipe hidrolik bisa melakukan pengecekan minyak power steering dengan melihat batas minimum dan maksimum yang ada pada tangki penampungan minyak power steering. Sebelum mematikan mesin, pastikan roda depan tetap dalam keadaan lurus agar kinerja power steering tetap baik. Gunakan minyak power steering sesuai spesifikasi yang direkomendasikan.

    5. Untuk kinerja pengereman optimal, pastikan ketinggian minyak rem berada pada batas maksimum dan gunakan minyak rem yang telah direkomendasikan. Bila kurang sampai batas minimum dan lampu indikator rem menyala, segera hubungi bengkel resmi terdekat.

    6. Khusus pengguna aki basah, isilah air aki secara berkala agar aki tetap berfungsi secara optimal. Pastikan dengan cara melihat ketinggian cairan aki pada seluruh sel selalu berada antara Lower Level dan Upper Level.

    Selain tips di atas, pelanggan juga dapat memastikan kendaraannya agar selalu dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin atau perawatan khusus di bengkel resmi terdekat.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bawa Pajero-Fortuner Ngebut di Tol Menantang Maut, Segini Batas Kecepatannya



    Jakarta

    Mengendarai SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner dengan kecepatan tinggi di jalan tol sama saja menantang maut. Sudah banyak kasus kecelakaan maut akibat memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Padahal, aturannya sudah jelas bahwa ada batas maksimal kecepatan di jalan tol.

    SUV ladder frame seperti Pajero-Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto, Senin (24/6/2024).


    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza.

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Jadi Fortuner dan Pajero memang perlu pemahaman pengemudi. Ada risiko dari kendaraannya maka mitigasinya pengemudi harus antisipasi dan belajar. Mudah belajarnya bacalah buku manual. Ada semua di situ bahkan ketika dalam kondisi darurat. Termasuk (penggunaan mode penggerak) 4H (pada SUV 4×4) itu boleh kapan saja dan 2H ke 4H tidak perlu henti,” pungkas Reza.

    Perlu diketahui, saat ini telah ada aturan mengenai batas kecepatan minimal dan maksimal di jalan tol. Aturan itu tercantum di Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 111 tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan.

    Khusus buat jalan bebas hambatan batas kecepatan paling rendah, ditetapkan dengan batas absolut 60 km/jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi adalah 100 km/jam. Penetapan batas kecepatan itu sudah memperhitungkan berbagai faktor, seperti frekuensi kecelakaan, fatalitas, kondisi permukaan jalan, dan usulan masyarakat.

    Sedangkan untuk berkendara di tol dalam kota, kecepatan minimal berkendara 60 km/jam maksimal berkendara yaitu 80 km/jam. Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Tapi, ada juga tol luar kota yang membatasi kecepatan maksimal 80 km/jam, tergantung kondisinya.

    Berbagai risiko bisa dialami pengendara jika memacu mobil di jalan tol melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Risiko ini bisa kecelakaan, membuat komponen mobil rusak, hingga ancaman hukuman dan denda. Risiko itu tidak hanya untuk Pajero-Fortuner yang kebut-kebutan, ya, tapi untuk semua mobil yang melebihi batas kecepatan.

    (rgr/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari OB Tabrak Showroom gara-gara Salah Injak Pedal Mobil



    Jakarta

    Di media sosial viral sebuah mobil menabrak showroom di Palembang. Mobil yang menabrak itu dikendarai oleh seorang Office Boy (OB) bernama Abdul Majid (37) yang berniat memindahkan mobil untuk membersihkan kaca showroom.

    Abdul mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

    “Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


    Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

    “Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

    Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

    “Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

    Dalam video yang beredar, tampak bagian depan mobil Honda Brio ringsek. Mobil tersebut terlihat berasal dari luar dan menembus masuk ke ruang tunggu showroom.

    Mobil tersebut berhenti setelah menabrak tiang pondasi dan menyebabkan kaca salah satu sisi showroom pecah berserakan. Tampak juga banyak pelanggan yang sedang berada di lokasi. Beberapa bangku tunggu berwarna merah juga terlihat tertabrak.

    Kecelakaan akibat salah injak pedal sudah sering kali terjadi. Niat menginjak rem, pengemudinya justru menekan pedal gas yang membuat mobil meluncur deras hingga menabrak objek di depannya.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

    “Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony kepada detikcom, belum lama ini.

    Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

    “Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

    Terakhir, Sony mewanti-wanti agar pengemudi selalu menempatkan tumitnya di lantai mobil sementara yang beroperasi menginjak pedal hanya kaki bagian ujung depan. “Iya, tumit sebagai tumpuan. Nggak boleh gantung,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • OB Tabrak Showroom Gegara Salah Injak Pedal Mobil, Begini Posisi Kaki yang Benar



    Jakarta

    Viral di media sosial mobil yang menabrak showroom di Palembang. Ternyata, mobil itu hendak dipindahkan oleh seorang Office Boy (OB) yang sedang membersihkan kaca showroom

    Abdul Majid, OB yang mengendarai mobil tersebut, mengaku berniat memindahkan mobil itu untuk mempermudah dirinya membersihkan kaca showroom. Namun, ia salah menginjak pedal mobil manual milik PT Honda Union Palembang, yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, itu.

    “Saya mau bersihkan kaca showroom. Karena rawan kena mobil, jadi saya inisiatif pindahkan. Ternyata salah injak pedal,” ungkap Abdul dikutip detikSumbagsel.


    Abdul mengakui waktu itu tak meminta izin ke pihak manajemen karena hanya berniat memindahkan mobil sedikit. Sayangnya ia tak sengaja menginjak pedal gas sehingga mobil melaju dan menabrak kaca showroom.

    “Saya bisa bawa mobil. Tapi memang selama dua tahun kerja di sini, tidak pernah (memindahkan mobil). Niatnya injak rem, malah injak gas,” terangnya.

    Warga Lorong Swadaya, Jalan Puncak Sekuning Palembang tersebut mengungkapkan permintaan maafnya terhadap perusahaan dan konsumen yang ada saat kejadian.

    “Saya pribadi mohon maaf kepada perusahaan dan pelanggan yang terganggu. Ini murni kelalaian saya. Alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban,” imbuhnya.

    Agar tak salah injak pedal lagi, pengendara harus paham soal posisi kaki saat nyetir yang benar. Praktisi keselamatan berkendara yang juga istruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menjelaskan posisi kaki yang tepat saat mengemudi. Posisi kaki kanan adalah tumit bertumpu di lantai mobil. Untuk berpindah dari pedal gas ke pedal rem, cukup menggeser ujung kaki ke pedal rem, sementara tumit tetap di lantai.

    “Kaki kanan itu bertumpu pada tumit, waktu kita mau injak pedal rem, tinggal diubah saja kemiringannya sehingga tumit kita tetap bertumpu di floor. Karena kalau kaki kanan kita angkat full untuk menginjak rem, nanti akan over pressure bahkan roda depan akan mengunci (karena tekanan berlebih pada pedal rem),” kata Jusri.

    Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut sebelum berkendara sebaiknya pengemudi mengenali dan memahami cara kerja dan operasional sebuah kendaraan.

    “Khususnya salah injak pedal bisa dipelajari di awal, mana pedal dan fungsinya serta risiko-risikonya. Seperti, menginjak pedal gas harus dalam posisi duduk siap, posisi tumit ada di depan pedal dan menginjak pedal gasnya harus smooth serta clear area,” jelas Sony.

    Sony menekankan, posisi tumit harusnya berada sejajar dengan pedal rem. Jika tumit berada sejajar dengan pedal gas, maka kaki pengemudi akan kesulitan mengoreksi ke pedal rem di saat kaget atau tiba-tiba harus mengerem.

    “Lebih baik ngeremnya sempurna dan ngegasnya nggak sempurna daripada sebaliknya,” sebutnya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com