Tag: pemain

  • Barcelona Kalah… karena Waktu dan Cuaca


    Jakarta

    Bukannya Alejandro Balde mau cari-cari alasan. Kata bek sayap itu, kekalahan Barcelona dari Sevilla 1-4 karena faktor waktu pertandingan dan cuaca.

    Sevilla menjamu Barcelona di lanjutan Liga Spanyol, Minggu (5/10) malam WIB. Tuan rumah menang 4-1.

    Di babak pertama, skor sama kuat 1-1 setelah penalti Alexis Sanchez disamakan Marcus Rashford. Sevilla mengamuk di babak kedua, tambah tiga gol via Romero, Carmona, dan Akor.


    Alejandro Balde, bek sayap Barcelona yang masuk sebagai pemain pengganti tidak mau cari-cari alasan atas kekalahan itu. Meski dirinya menyinggung, soal jam pertandingan dan cuaca.

    “Pertandingan tadi sulit, karena waktu dan cuaca, tetapi itu bukan alasan. Kami bermain buruk, dan masih banyak yang harus kami perbaiki,” jelasnya dilansir dari Mundo Deportivo.

    Laga Sevilla vs Barcelona berlangsung pukul 16.15 waktu setempat. Cuacanya memang cukup panas dan terik.

    Frenkie de Jong beralasan lain. Sang gelandang sebut timnya cukup kelelahan karena jadwal yang padat.

    “Saya pikir itu sebagian karena akumulasi kelelahan, memang begitulah adanya. Kami telah memainkan tujuh pertandingan dalam 21 hari, tetapi terkadang mengejar bola lebih melelahkan daripada hal lainnya,” cetusnya.

    Barcelona tertahan di peringkat kedua Klasemen Liga Spanyol sementara dengan 19 poin dari delapan laga. Mereka gagal salip Real Madrid di puncak klasemen, yang punya 21 poin.

    (aff/bay)



    Sumber : sport.detik.com

  • Satu Hal yang Flick Suka usai Barca Dihajar Sevilla


    Sevilla

    Kekalahan Barcelona dari Sevilla di Liga Spanyol menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pelatih Hansi Flick. Namun paling tidak ia melihat satu hal positif dari para pemainnya usai laga tersebut.

    Barca kalah telak 1-4 dalam laga di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (5/10/2025) kemarin. Empat gol dari Alexis Sanchez, Isaac Romero, Jose Angel Carmona, dan Akor Adams hanya bisa dibalas sekali oleh Marcus Rashford.

    Ini menjadi kekalahan pertama Barcelona di LaLiga musim ini, namun menjadi yang kedua beruntun setelah tumbang 1-2 di tangan Paris Saint-Germain di Liga Champions empat hari sebelumnya.


    Pada laga ini, performa Barca di babak pertama menjadi sorotan usai kebobolan dua gol lebih dulu. Mereka mencoba bangkit di paruh kedua, namun justru gagal mengambil momentum untuk menyamakan kedudukan dan kembali kebobolan dua gol di pengujung laga.

    Meski begitu, Flick memuji kemarahan para pemainnya di ruang ganti. Itu berarti skuad asuhannya punya ambisi tinggi untuk bangkit dari keterpurukan.

    “Kami tidak senang karena sulit rasanya menelan kekalahan ini, tapi saya ingin melihatnya seperti ini. Apa yang saya lihat di ruang ganti adalah reaksi para pemain. Saya melihat mereka marah, dan saya suka itu,” ujar Flick usai laga, dikutip AS.

    “Kami akan kembali (usai jeda internasional) dan melihat apakah kami bisa bereaksi.”

    “Semoga setelah jeda selesai, para pemain kunci kami kembali dan kami memerlukan mereka, dan kami bisa kembali meraih kemenangan untuk para fan,” jelas pelatih asal Jerman itu.

    Barcelona akan kembali bertanding pada 18 Oktober mendatang menghadapi Girona. Sebelum itu, akan ada jeda Kualifikasi Piala Dunia 2026.

    (adp/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Kontrak Silva Mau Habis, Barcelona Kejar Lagi Musim Depan?


    Barcelona

    Barcelona rupanya belum menyerah untuk mendapatkan Bernardo Silva. Tahu kontrak si pemain Manchester City itu mau habis, Los Cules coba mendekati.

    Desas-desus soal masa depan Silva mulai ramai di media-media Inggris karena kontraknya habis musim depan. Manajemen City mulai berpikir untuk melepas Silva mengingat si pemain sudah berusia 31 tahun.

    Dengan usia sudah menginjak kepala tiga, Silva dinilai sudah melewati puncak kariernya dan tidak lama lagi akan menurun. Menurut laporan Football Espana, agen Silva saat ini tengah sibuk.


    Sebab, dia lagi mencari calon klub baru untuk kliennya musim depan. Salah satu nama lama muncul, yakni Barcelona, yang sempat dikaitkan dengan Silva beberapa musim lalu saat masih dilatih Xavi Hernandez

    Namun, tidak ada kesepakatan dengam City selaku klub yang meminta harga tinggi untuk Silva saat itu. Kondisi keuangan Barcelona yang belum membaik jadi alasannya.

    Kini Barcelona tidak mau melepas peluang untuk merekrut Silva secara cuma-cuma. Pengalaman dan kemampuan Silva bermain di banyak posisi, jadi nilai plus untuk Barcelona yang membutuhkan sosok pemain senior.

    Sayangnya, Barcelona harus berhadapan dengan klub-klub Arab Saudi seperti Al Ahli, Al Qadsiah, dan Al Nassr yang juga meminati Silva. Mereka bahkan siap memagari dengan kontrak empat tahun dan gaji sekitar 575 ribu paun per pekan, belum termasuk bonus.

    Jadi kira-kira Silva pilih yang mana?

    (mrp/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Ada Ribut-ribut di Ruang Ganti Real Madrid


    Jakarta

    Ada ribut-ribut di ruang ganti Real Madrid. Kabarnya, kiper Thibaut Courtois panas dipojokkan karena performa yang kurang.

    Dirangkum dari media-media Spanyol, para pemain Real Madrid kabarnya sedang tidak puas dengan performa Thibaut Courtois. Sang kiper asal Belgia sedang tidak oke dalam menjaga gawangnya.

    Courtois membalas. Eks Chelsea itu masih belum kembali ke performa oke karena baru pulih dari cedera punggung. Cedera otot pun masih menghantuinya.


    Tim pelatih Real Madrid masih percaya kepada Thibaut Courtois. Namun jika performa Courtois masih belum oke, kiper pengganti Lunin akan diberikan kepercayaan main sebagai starter.

    Courtois selalu bermain penuh pada awal Liga Spanyol musim 2025/26. Dari delapan laga, dirinya kebobolan sembilan kali dan tiga kali catatkan clean sheets.

    (aff/cas)



    Sumber : sport.detik.com

  • Rodrygo Tak Akan Pergi Selama Masih Diinginkan Real Madrid


    Rio de Janeiro

    Winger Real Madrid Rodrygo selama ini tak pernah jauh-jauh dari spekulasi. Rodrygo menegaskan bahwa dirinya tidak akan pergi selama masih diinginkan Madrid.

    Rumor seputar masa depan Rodrygo memanas pada musim panas lalu. Menyusul penampilan kurang oke Rodrygo setelah cuma 11 gol dan delapan assist saja di Liga Spanyol dan Liga Champions digabungkan.

    Sejumlah klub Premier League termasuk Manchester City dann Tottenham Hotspur dilaporkan berminat mendapatkan jasa Rodrygo. Akan tetapi, pesepakbola berusia 24 tahun itu bergeming.


    Kontrak Rodrygo bersama Real Madrid masih berlangsung sampai 2028. Pemain internasional Brasil itu mengakui mendapatkan berbagai tawaran di musim panas lalu, tapi tak pernah berpikir untuk angkat kaki dari Santiago Bernabeu.

    “Setiap musim, hal yang sama terjadi kepadaku. Apakah aku akan pergi atau apakah aku mendapatkan tawaran dari sana-sini,” ungkap Rodrygo kepada AS.

    “Tentu saja selalu ada tawaran; aku enggak akan bohong tentang hal itu, tapi aku selalu menjelaskan kepada klub bahwa aku ingin meneruskan kesuksesan di sini, bahkan lebih dari yang sudah kumiliki.”

    “Banyak lho memenangi dua Liga Champions di usiaku, tapi aku ingin lebih banyak piala Eropa bersama klub ini. Aku selalu bilang: “Selama Real Madrid menginginkanku, aku akan ada di sini.” Jika suatu hari nanti Real Madrid bilang kepadaku: ‘Rodry, sana cari tim baru,’ maka aku akan bilang ‘Oke’. Tapi itu kan tidak terjadi.”

    “Klub selalu bilang bahwa mereka mengandalkanku. Orang-orang berspekulasi karena aku terus diam, tapi aku sudah tahu apa yang akan kulakukan di musim ini dengan Real Madrid, bahwa aku akan fokus memberikan yang terbaik,” lugas Rodrygo.

    (rin/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Penalti Gagal itu Bagian dari Sepakbola!


    Sevilla

    Robert Lewandowski gagal mengeksekusi penalti dengan baik saat Barcelona diganyang Sevilla 1-4. Lewandowski menegaskan, hal itu merupakan bagian dari sepakbola.

    Pada pertandingan di Ramon Sanchez Pizjuan, Barca dihadiahi penalti dalam situasi tertinggal 1-2. Lewandowski maju sebagai algojo kemudian melepaskan tembakan mendatar ke arah kanan. Bola meleset sehingga cuma menjadi tendangan gawang.


    Tak bisa dipungkiri, seandainya Lewandowski bisa mengonversi penalti itu menjadi gol bukan tidak mungkin permainan akan berakhir berbeda. Pada prosesnya, Barcelona justru kebobolan dua gol tambahan di pengujung laga dari Jose Angel Carmona dan Akor Adams.

    Setelah pertandingan, Robert Lewandowski mendapatkan sorotan tajam. Bintang sepakbola Polandia itu diyakini tidak akan memperoleh kontrak baru, di mana kontrak dia akan abis pada musim panas tahun depan.

    “Sudah diketahui umum bahwa pertandingan seperti kemarin memang terjadi. Itulah sepak bola. Segalanya tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Penalti yang gagal adalah bagian dari permainan,” kata pemain terbaik FIFA dua kali itu kepada SPORT.

    “Sekarang memang rasanya menyakitkan, tapi saya harap kami bereaksi dengan positif. Situasi-situasi seperti ini bisa membuat kami lebih tangguh. Kami ingin sekali untuk bisa balas dendam. Kami harus menunjukkan hal itu di atas lapangan,” ucap Lewandowski.

    Barcelona akan mencoba bereaksi positif setelah jeda internasional. Blaugrana dijadwalkan menjamu Girona di lanjutan LaLiga, sebelum menghadapi Olympiakos di matchday ketiga Liga Champions.

    Simak juga Video Barcelona Waswas Lewandowski Cedera

    (rin/mrp)



    Sumber : sport.detik.com

  • Klopp Yakinkan Thiago Alcantara untuk Jadi Pelatih


    Jakarta

    Eks Liverpool dan Barcelona Thiago Alcantara sedang mengejar karier sebagai pelatih usai pensiun. Thiago menyebut Juergen Klopp punya pengaruh besar dalam pilihannya ini.

    Thiago gantung sepatu pada musim panas 2024. Liverpool menjadi klub terakhirnya sebelum pensiun.

    Thiago lantas memutuskan untuk kembali ke Barcelona. Bukan untuk bermain, tapi masuk staf kepelatihan Hansi Flick.


    Bicara soal peran barunya ini, Thiago menyebut bahwa Klopp punya peran penting. Mantan manajer Liverpool itu lah yang meyakinkan Thiago untuk menjadi pelatih.

    “Saya bisa bikin daftar semua pelatih yang memberi manfaat dalam hidup saya: Pep Guardiola, Hansi Flick, Luis Enrique, Carlo Ancelotti, Juergen Klopp, Jupp Heynckes,” ujar Thiago seperti dilansir Mirror.

    “Saya merasakan manfaatnya terutama menjelang akhir karier saya. Saya tidak tahu apakah itu karena Juergen sudah melihat uban saya, atau karena kami menggunakan sebagian waktu kami di lapangan untuk bicara dan memimpin, tapi Juergen lah yang bilang kepada saya bahwa saya akan jadi pelatih.”

    Thiago berharap bisa mewarisi sifat Klopp yang tenang dalam menghadapi situasi. Ia juga menekankan pentingnya intensitas, sesuatu yang identik dengan Klopp.

    “Bersama Klopp, tidak ada situasi buruk, hanya momen yang perlu disalurkan dengan cara yang membuatnya jadi menguntungkan tim Anda dan dia meraihnya lewat energi, ketenangan, atau bahkan tawa di momen yang seharusnya tidak lucu,” ucap Thiago.

    “Dia berhasil menanamkan aliran energi itu sehingga semua orang mengikutnya. Terlepas dari intensitas di sesi latihan, hal terbaik yang bisa saya tularkan dari Juergen ke tim saya adalah gagasan bahwa, meski Anda hanya ingin fokus mengasah pergerakan tertentu, permainan tidak pernah berakhir, tetap berjalan.”

    “Anda tidak bisa menuntaskan latihan finishing tanpa mempunyai bola ekstra jaga-jaga kalau ada bola muntah, kehilangan penguasaan bola, atau Anda perlu melakukan transisi.”

    (nds/cas)



    Sumber : sport.detik.com

  • Steven Gerrard ‘Sentil’ Trent Alexander-Arnold


    Liverpool

    Kepindahan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid dikritik Steven Gerrard. Legenda Liverpool itu menyayangkannya.

    Hal itu dilontarkan Gerrard dalam podcast-nya Rio Ferdinand. Menurutnya, Trent terlalu mengambil risiko.

    “Saya tidak akan melakukannya. Saya hanya berpikir dia mengambil risiko besar. Dia adalah pemain sepak bola yang sangat baik, pemain yang sangat berbakat,” katanya.


    “Salah satu pemain yang paling ahli dalam mengoper bola yang pernah saya lihat. Dia berada dalam perbincangan bersama (David) Beckham dan (Paul) Scholes, tidak ada masalah.”

    “Tapi untuk meninggalkan Liverpool, di mana dia berada di masa jayanya, dan ditawari kontrak baru, dia mengambil risiko. Dia kini menjalani risiko itu. Saya harap ini berhasil baginya karena saya sangat menyukainya. Saya sangat menyukainya,” katanya.

    Trent Alexander-Arnold pindah ke Real Madrid musim ini. Ia memilih tak memerpanjang kontraknya di Liverpool.

    Trent sebelumnya membela Liverpool sejak masih anak-anak. Ia kemudian menjadi bintang utama, dengan catatan 354 laga, 23 gol, 92 assist, dan mempersembahkan 8 gelar, di antaranya dua titel Premier League dan sekali Liga Champions.

    Bek sayap 26 tahun itu kini masih kesulitan di Real Madrid. Trent Alexander-Arnold baru membuat 2 assist untuk Los Blancos sejak didatangkan.

    (yna/ran)



    Sumber : sport.detik.com

  • Tak Ada Lagi Ketegangan Antara Barcelona dan Spanyol Gegara Yamal


    Barcelona

    Ketegangan antara Barcelona dan Timnas Spanyol akibat cederanya Lamine Yamal mereda. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menjalin komunikasi dengan Timnas Spanyol agar kejadian itu tak terulang.

    Lamine Yamal tak dipanggil ke Timnas Spanyol untuk jeda internasional pekan ini. Ia tak masuk skuad La Furia Roja karena cedera selangkangan.

    Cedera tersebut didapat saat membela Timnas Spanyol pada jeda internasional bulan lalu. Setelah itu, ia absen di empat laga Barcelona.


    Yamal sempat comeback satu laga. Namun, cedera selangkangannya kembali kambuh hingga kini harus menepi.

    Saat awal cedera tersebut didapat Yamal, pelatih Barcelona, Hansi Flick, ngamuk ke pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente. Flick merasa Timnas Spanyol memaksakan Yamal yang tak dalam kondisi fit bermain.

    Flick begitu kecewa karena Yamal sangat diandalkan oleh Barcelona. Pemain 18 tahun ini telah mengemas dua gol dan empat assist meski baru tampil lima laga dengan El Barca di musim ini.

    Ketegangan antara Flick dan Timnas Spanyol terkait Yamal tersebut kini tengah mereda. Direktur Olahraga Barcelona, Deco, berusaha meredakan ketegangan tersebut dengan aktif menjalani komunikasi dengan Timnas Spanyol. Hal ini agar situasi panas seperti sebelumnya tak terulang lagi.

    “Saya tidak tahu apakah Lamine telah berbicara dengan de la Fuente, ia bebas melakukannya – de la Fuente juga telah berbicara dengan Gavi. Lamine masih merasa tidak nyaman, kondisinya kurang baik. Kami telah berbicara secara internal di klub dan dari sana, tim nasional diberi tahu,” ujar Deco dikutip dari Football Espana.

    “Saya tidak terlibat langsung dengan tim nasional untuk mengetahui bagaimana mereka memperlakukan para pemain. Kami tahu mereka memperlakukan para pemain dengan baik, kami sudah berbicara dengan (direktur sepak bola) Aitor Karanka dan begitulah adanya. Wajar jika Anda tidak menyukai situasi seperti ini,” jelasnya.

    (pur/yna)



    Sumber : sport.detik.com

  • Cerita Keterpurukan Rodrygo di Musim Lalu


    Seoul

    Seiring hasil buruk Real Madrid di musim lalu, Rodrygo terpukul menyusul penampilan yang redup. Rodrygo berterima kasih pada Carlo Ancelotti atas dukungannya.

    Madrid menjalani musim 2024/2025 untuk dilupakan. Los Blancos nirgelar juara setelah finis runner-up di Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol juga terhenti di perempatfinal Liga Champions. Semakin pahit lagi karena Madrid dipecundangi musuh bebuyutannya, Barcelona, empat kali di kompetisi-kompetisi domestik tersebut.

    Sementara itu Rodrygo mengemas total 14 gol dan 11 assist untuk Real Madrid di seluruh kompetisi. Akan tetapi, pemain internasional Brasil itu gagal menjaga momentumnya di sepanjang musim.


    Sejak menceploskan satu gol ke gawang Atletico Madrid di playoff fase grup Liga Champions, Rodrygo “mandul” di 12 pertandingan Los Blancos selanjutnya. Hanya satu assist, yang bisa disumbangkan Rodrygo di dalam periode itu. Situasi yang membuat Rodrygo begitu terpuruk.

    Rodrygo sendiri absen di lima pertandingan terakhir El Real di bawah asuhan Carlo Ancelotti karena cedera dan masalah kebugaran. Pesepakbola berusia 24 tahun itu mengungkapkan seberapa besar peran Ancelotti dalam mengangkat moralnya.

    Aku menjalani masa yang sangat berat secara pribadi. Aku berhenti berbicara kepada orang-orang. Tidak ada orang yang tahu apa yang kulalui,” ungkap Rodrygo kepada AS. “Aku tidak baik-baik saja — secara fisik maupun mental. Saat itu sangat berat. Namun, Tuhan, keluargaku, dan pelatih Ancelotti membantuku melaluinya.”

    “Dia bilang kepadaku, ‘Kamu enggak siap untuk bermain sekarang. Istirahat saja.’ Aku terus meminta agar dimainkan, tapi dia tahu bahwa aku butuh sembuh sebagai seseorang lebih dulu. Hal tersebut sangat berarti bagiku.”

    “Carlo, putranya Davide, staf, dan keluargaku — mereka semua membantuku. Sekarang aku baik-baik saja. Aku gembira, termotivasi, dan siap untuk menjalani sebuah musim yang hebat,” lugas Rodrygo.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com