Tag: pendidikan

  • TransJakarta Buka Lowongan untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi yang Tersedia!

    TransJakarta Buka Lowongan untuk Lulusan D3-S1, Cek Posisi yang Tersedia!



    Jakarta

    Kabar gembira bagi para pencari kerja, khususnya lulusan D3 dan S1. PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) kembali membuka bekerja untuk beberapa posisi ini.

    Dalam pengumuman resminya, TransJakarta membuka sejumlah posisi strategis untuk berbagai latar belakang pendidikan. Peluang ini terbuka bagi calon pelamar yang memiliki semangat melayani publik, mampu bekerja dalam tim, serta siap mendukung operasional dan inovasi sistem transportasi massal di Jakarta.

    Selain menawarkan pengalaman kerja di lingkungan profesional, TransJakarta juga memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kompetensi dan jenjang karier. Bagi detikers yang sedang mencari pekerjaan dengan dampak sosial luas, ini bisa jadi kesempatan yang cocok.


    Penasaran posisi apa saja yang dibuka dan bagaimana cara melamarnya? Yuk, simak informasi lengkapnya berikut ini!

    Daftar Posisi Lowongan TransJakarta

    1. AI Engineer (Computer Vision)

    • Lulusan D3/D4 jurusan data science, sistem informasi, teknik informatika atau bidang terkait
    • Sudah menguasai OpenCV, Pillow terkait computer Vision
    • Bisa menggunakan framework TensorFlow, Pytorch
    • Familiar dengan Cloud platform seperti AWS, GCP, atau Azure
    • Mempunyai problem solving dan analisis yang baik
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang transportasi dan pelayanan umum
    • Bisa bekerja sama secara tim, dan detail oriented
    • Adaptif dan bersedia belajar hal baru.

    2. AI Engineer (LLM)

    • Lulusan D3/D4 jurusan data science, sistem informasi, teknik informatika atau bidang terkait
    • Menguasai python
    • Memahami konsep LLM
    • Memahami Vector Database
    • Memiliki pengalaman dalam RAG
    • Memiliki problem solving dan analisis yang baik
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang transportasi dan pelayanan umum
    • Dapat bekerja sama dalam tim dan detail oriented
    • Adaptif dan bersedia belajar hal baru.

    3. Analis Pemeliharaan Gedung dan Perizinan

    • Lulusan jurusan teknik lingkungan atau planologi
    • Memiliki pengalaman kerja di bidang facility management, pemeliharaan gedung, atau building maintenance
    • Memahami prinsip dan implementasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan gedung/fasilitas
    • Memiliki pengetahuan tentang pengelolaan limbah (limbah padat, cair, dan B3) sesuai regulasi yang berlaku
    • Memahami proses dan ketentuan terkait perizinan bangunan dan operasional (contoh: PBG/IMB, SLF, izin lingkungan, izin K3, pengelolaan limbah)
    • Mampu menyusun rencana pemeliharaan preventif & korektif serta laporan teknis secara berkala
    • Menguasai Microsoft Office dan aplikasi pendukung pemeliharaan/ monitoring aset
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang Transportasi dan Pelayanan Umum
    • Dapat bekerja sama dalam tim, detail oriented, adaptif dan bersedia belajar hal baru.

    4. Backend Engineer

    • Lulusan D3 jurusan sistem informasi, teknik informatika, atau bidang terkait
    • Memiliki pengalaman sebagai backend engineer (minimal 3 tahun atau freshgraduate)
    • Menguasai salah satu atau lebih bahasa seperti Python, Java, Golang, Node.js, atau Ruby
    • Berpengalaman dengan framework seperti Express.js (Node.js), Django/Flask (Python), Spring Boot (Java), atau FastAPI
    • Berpengalaman dalam membangun RESTful API dan GraphQL dengan dokumentasi yang baik
    • Berpengalaman dalam menggunakan Docker, Kubernetes, dan Helm untuk pengelolaan aplikasi berbasis microservices
    • Memiliki problem solving dan analisis yang baik
    • Dapat bekerja sama dalam tim, adaptif, dan bersedia belajar hal baru
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang Transportasi dan Pelayanan Umum

    6. Data Analyst

    • Lulusan sistem informasi, teknik informatika, atau bidang terkait
    • Memiliki pengalaman sebagai Data Analyst minimal 3 tahun
    • Memahami konsep statistik dasar, regresi, dan teknik analisis data kuantitatif
    • Menguasai SQL untuk query database serta Python/R untuk analisis data lanjutan
    • Berpengalaman dengan database relasional (MySQL, PostgreSQL) dan non-relasional (MongoDB)
    • Mampu menggunakan tools seperti Tableau, Power BI, Google Data Studio, atau Looker
    • Memiliki problem solving dan analisis yang baik
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang Transportasi dan Pelayanan Umum
    • Dapat bekerja sama dalam tim dan detail oriented
    • Adaptif dan bersedia belajar hal baru.

    7. Data Engineer

    • Lulusan sistem informasi, teknik informatika, atau bidang terkait
    • Memiliki pengalaman sebagai data engineer minimal 3 tahun atau freshgraduate dipersilahkan
    • Menguasai bahasa pemrograman seperti Python, SQL, Java, atau Scala untuk pengolahan data
    • Mampu menggunakan teknologi database relasional (MySQL, PostgreSQL) dan nonrelasional (MongoDB, Cassandra)
    • Mampu menjalankan proses Extract, Transform, Load (ETL) serta membangun pipeline data, yang efisien
    • Mampu menangani data kompleks dengan akurasi tinggi
    • Memiliki problem solving dan analisis yang baik
    • Memiliki minat bekerja yang kuat di bidang Transportasi dan Pelayanan Umum
    • Dapat bekerja sama dalam tim, detail oriented, adaptif, dan bersedia belajar hal baru.

    Cara Daftar Lowongan Kerja TransJakarta

    1. Buka laman https://karier.transjakarta.co.id/lowongan

    3. Pilih menu “Lowongan”

    4. Pilih posisi yang sesuai dengan minat

    5. Baca persyaratan yang berlaku untuk setiap posisi

    6. Klik “Ajukan Lamaran”

    7. Buat akun TransJakarta menggunakan email yang aktif

    8. Setelah masuk, isi data diri mulai dari nama lengkap

    9. Unggah dokumen yang diperlukan mulai dari pasfoto dan lainnya

    10. Submit data

    11. Tunggu hingga hasil lamaran diumumkan

    Lowongan ini terbuka sepanjang pengajuan lamaran bisa diakses. Kecuali untuk posisi Data Analyst lowongan berlaku hingga 31 Oktober 2025 dan Analis Gedung dan Perizinan sampai 20 Oktober 2025.

    Itulah informasi lowongan pekerjaan di TransJakarta untuk lulusan D3-S1. Semoga bermanfaat.

    (cyu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatian Nyata pada Pendidikan Agama

    Perhatian Nyata pada Pendidikan Agama



    Pemerintah terus menunjukkan komitmennya terhadap penguatan lembaga pendidikan keagamaan. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tambahan anggaran bagi Kementerian Agama untuk mendukung pengembangan madrasah swasta di seluruh Indonesia.

    Dilansir dari detikNews, Selasa (14/10/2025) Menag menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.

    “Alhamdulillah dengan perhatian Bapak Presiden Prabowo kemarin juga kami mendapatkan apresiasi dan mendapatkan sedikit anggaran tambahan untuk memperhatikan madrasah yang swasta ini,” ujar Nasaruddin Umar.


    Meskipun tidak menyebutkan nominal secara rinci, Nasaruddin menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

    “Kami Insyaallah sudah punya data sebagian tapi yang sebagiannya karena harus menempuh jalan kaki 2 hari 2 malam kadang-kadang harus naik speedboat untuk mengejar pulau-pulau yang di pulau-pulau juga banyak masalah, yang kena ombak dan seterusnya padahal di situ juga ada anak bangsa kita yang sedang belajar, inilah yang menjadi concern kita semuanya,” ujarnya.

    Dalam kesempatan ini, Menag juga menyinggung langkah-langkah pemulihan pasca musibah robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menuturkan bahwa Kementerian Agama telah melakukan pendekatan psikologis kepada para korban dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan pesantren.

    “Saya ingin sampaikan kepada kita semuanya mari kita memelihara bersama pondok pesantren, tidak bisa dilupakan jasa pondok pesantren dalam kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

    Menurut Nasaruddin, masih banyak pesantren dan rumah ibadah yang berdiri di lokasi dengan kondisi geografis berisiko tinggi. Ia menyoroti bangunan yang berada di area rawan longsor maupun di puncak bukit.

    “Beserta seluruh penyuluh yang bertebaran kurang lebih 300 ribu grup jumlahnya di seluruh Indonesia, ini kami juga ikut mengerahkannya untuk memberikan pendataan gedung-gedung mana, pondok-pondok pesantren mana, rumah ibadah mana yang memiliki tingkat kemiringan, banyak sekali mereka dibangun di tingkat kemiringan yang rawan longsor, bahkan ada juga yang dibangun di puncak bukit yang rawan dengan berbagai macam akibat termasuk longsor,” ujarnya.

    Pemerintah Siapkan Renovasi Pesantren di Wilayah Rawan

    Sebagai tindak lanjut, pemerintah berkomitmen melakukan renovasi pesantren di kawasan berisiko bencana untuk menjamin keselamatan santri. Program ini resmi dimulai setelah penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama, yang disaksikan oleh Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

    Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) Menko Muhaimin menegaskan bahwa prioritas renovasi akan diberikan kepada pesantren dengan jumlah santri besar dan kemampuan finansial terbatas.

    “Renovasi akan diprioritaskan bagi pesantren yang rawan, berjumlah santri di atas seribu orang, dan yang betul-betul tidak mampu melanjutkan pembangunan. Pemerintah ingin semua santri belajar dalam lingkungan yang aman,” tegas Cak Imin.

    Pendataan Menyeluruh dan Keterlibatan Perguruan Tinggi

    Sementara itu, Menag Nasaruddin Umar menuturkan bahwa Kementerian Agama telah mengerahkan jajarannya hingga tingkat daerah untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh lembaga keagamaan yang berisiko secara struktural.

    “Kami bersama seluruh jajaran vertikal Kementerian Agama di daerah, dari Kanwil hingga KUA, sedang melakukan pemetaan gedung-gedung keagamaan yang rawan, termasuk pesantren di wilayah miring, pinggir sungai, atau berusia di atas seratus tahun,” jelas Menag.

    Lebih lanjut, Menag menambahkan bahwa perguruan tinggi keagamaan negeri yang memiliki fakultas teknik akan turut dilibatkan dalam proses asesmen bangunan pesantren dan madrasah.

    “Kami ingin memastikan setiap pesantren terdata dengan baik. Jangan sampai ada lembaga pendidikan keagamaan yang luput dari perhatian hanya karena statusnya swasta. Semua pesantren adalah aset bangsa yang harus dijaga keselamatannya,” tegas Menag.

    Pendampingan Teknis dari Kementerian PUPR

    Dalam pelaksanaan teknis di lapangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan berperan aktif melakukan pemeriksaan keandalan bangunan dan mendampingi pengelola pesantren dalam proses perizinan.

    Menteri PUPR Dody Hanggodo memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen di sejumlah provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak.

    “Kami sudah mulai melakukan asesmen keandalan bangunan di delapan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Aceh, Sumsel, Sulsel, dan Kalsel,” terang Dody.

    Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut tidak bertujuan mencari kesalahan, melainkan membangun sistem pembelajaran bersama yang lebih aman.

    “Sebanyak 80 pesantren besar dijadikan contoh untuk membangun pembelajaran bersama, bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan ruang belajar yang kuat, sejuk, dan aman bagi para santri,” sambungnya.

    Pelatihan Konstruksi untuk Santri

    Selain pendampingan teknis, Kementerian PUPR membuka layanan hotline 158 dan WhatsApp bagi pemerintah daerah dan pengelola pesantren yang membutuhkan bantuan teknis. Tak hanya itu, PUPR juga menyiapkan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi gratis bagi para santri, agar mereka memiliki keterampilan yang bisa diterapkan langsung di lingkungan pesantren.

    “Kami ingin semangat gotong royong di pesantren diperkuat dengan keahlian. Santri akan kami latih agar bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar dan rasa bangga,” jelasnya.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Masih 1 SMA, 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Berbeasiswa di Universitas Ary Ginanjar

    Masih 1 SMA, 35 Siswa Sekolah Rakyat Bakal Berbeasiswa di Universitas Ary Ginanjar



    Jakarta

    Ada dua jalur lulusan Sekolah Rakyat. Sebagian ada yang ingin meneruskan ke perguruan tinggi, tetapi ada juga yang ingin bekerja.

    Bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI bakal bekerja sama dengan sejumlah kampus. Salah satu kampus yang dimaksud adalah Universitas Ary Ginanjar.

    Mensos Saifullah Yusuf mengatakan ada 35 anak yang saat ini masih kelas 1 SMA dan sudah akan mendapat beasiswa penuh di Universitas Ary Ginanjar.


    “Jadi, anak-anak yang ingin sekolah (kuliah) kita sedang kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Salah satunya dengan Universitas Ary Ginanjar. Ada 35 anak yang sekarang masih kelas 1 SMA sudah akan diterima dengan beasiswa penuh oleh Universitas Ary Ginanjar,” ungkap Mensos dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Serang, Banten pada Rabu (15/10/2025), dikutip melalui Kemensos RI.

    “Seluruh universitas negeri, insya Allah akan siap menerima lulusan-lulusan siswa Sekolah Rakyat yang memang potensial,” imbuhnya.

    Bagaimana dengan Siswa yang Ingin Bekerja?

    Bagi siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus, Mensos tidak mempersoalkan hal tersebut. Kemensos bakal bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk memberikan pendidikan keterampilan sesuai kemampuan siswa.

    Siswa yang ingin bekerja setelah lulus, juga akan dikoneksikan dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

    “Inilah hal yang sekarang sedang dikerjakan oleh Kementerian Sosial, bagaimana lulusan-lulusannya (Sekolah Rakyat) nanti juga bisa mendapatkan tempat yang terbaik sesuai dengan bakat dan minat mereka,” kata Mensos.

    Ia mengingatkan kepada kepala sekolah dan guru untuk mengawal pendidikan siswa-siswi Sekolah Rakyat. Mensos berpesan agar fasilitasi ini tidak berhenti pada memberikan ijazah, lalu anak-anak tersebut pulang ke rumah dan kembali tidak mampu.

    Hal ini dimaksudkan, agar setelah siswa-siswi itu lulus, maka dapat keluar dari kemiskinan dan mengangkat derajat orang tua.

    Ia berpesan, jangan sampai setelah lulus SMA, siswa Sekolah Rakyat menganggur dan miskin lagi. Sebab, artinya Sekolah Rakyat gagal.

    “Ibu kepala sekolah, ibu guru semua, tolong diperhatikan kalau sampai kita hanya cuma meluluskan anak-anak kita, hanya ngasih ijazah, setelah itu selesai, anak-anak pulang ke rumahnya, kemudian jadi loyo, tidak mampu lagi, itu menjadi gagal Sekolah Rakyat,” ujarnya.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Dapat Hasil TKA Maksimal Ala Pusmendik Kemendikdasmen, Murid Merapat!

    Tips Dapat Hasil TKA Maksimal Ala Pusmendik Kemendikdasmen, Murid Merapat!


    Jakarta

    Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen) berikan tips agar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) murid bisa maksimal. Bagaimana tipsnya?

    Seperti yang diketahui, TKA untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat akan berlangsung 3-9 November 2025 mendatang. Ujian TKA akan berlangsung dua hari dengan waktu pengerjaan 150 menit untuk hari pertama dan 130 menit bagi hari kedua.

    Dengan waktu yang terbatas ini, tentu saja murid perlu memiliki strategi agar seluruh soal ujian bisa dikerjakan. Untuk itu, Pusmendik Kemendikdasmen menyatakan manajemen waktu ujian menjadi kunci penting keberhasilan TKA.


    Dikutip dari postingan Instagram Pusmendik, Kamis (16/10/2025), berikut tips capai hasil TKA yang maksimal ala Pusmendik Kemendikdasmen. Terapkan yuk detikers!

    Tips Dapat Hasil TKA Maksimal Ala Pusmendik Kemendikdasmen

    Adapun tips dapat hasil TKA maksimal melalui manajemen waktu ujian, yakni:

    1. Soal Mudah Kerjakan Pertama!

    Sebaiknya kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, jangan sampai detikers kehabisan waktu dan terpaku di soal-soal yang sulit.

    2. Tidak Ada Pengurangan Poin

    Pusmendik menyatakan tidak ada sistem pengurangan poin atau nilai meski jawaban salah. Dengan begitu, sebaiknya murid tetap mengisi jawaban meski ragu-ragu.

    3. Atur Tempo Pengerjaan

    Cobalah untuk berlatih mengatur tempo pengerjaan dan jangan terlalu lama mengerjakan setiap satu soal. Sebaiknya satu soal dikerjakan maksimal 1-2 menit.

    4. Sediakan Waktu untuk Cek Ulang

    Sisakan waktu menuju akhir untuk mengecek ulang jawabanmu. Sekali lagi pastikan semua soal dijawab karena tidak ada pengurangan nilai jika salah.

    5. Tenangkan Diri dan Fokus

    Di setiap hari ujian, murid akan mendapat sesi latihan selama 10 menit. Sebaiknya pergunakan waktu ini untuk menenangkan diri dan fokus sebelum ujian mata pelajaran berlangsung.

    Jadwal Pelaksanaan TKA 2025

    Jadwal ini berlaku untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK/SMALB, Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat.

    1. Pembagian Gelombang

    – Gelombang I: Senin-Selasa, 3-4 November 2025

    – Gelombang II: Rabu-Kamis, 5-6 November 2025

    – Gelombang Khusus: Sabtu-Minggu, 8-9 November 2025 (Paket C/PKPPS Ulya, dan yang sederajat)

    2. Pembagian Sesi

    Setiap harinya terdapat tiga sesi dengan waktu pengerjaan 150 menit pada hari pertama dan 130 menit pada hari kedua.

    Hari Pertama

    • Sesi 1: 07.30-10.00
    • Sesi 2: 10.30-13.00
    • Sesi 3: 14.00-16.30

    Hari Kedua

    • Sesi 1: 07.30-9.40
    • Sesi 2: 10.10-12.20
    • Sesi 3: 13.30-15.40

    3. Jenis Asesmen

    Hari Pertama

    • Latihan (10 menit)
    • Bahasa Indonesia (45 menit)
    • Matematika (50 menit)
    • Bahasa Inggris (45 menit)

    Hari Kedua

    • Latihan (10 menit)
    • Mata Pelajaran Pilihan Pertama (60 menit)
    • Mata Pelajaran Pilihan Kedua (60 menit)

    Itulah informasi tentang tips meraih hasil maksimal TKA dari Pusmendik Kemendikdasmen. Selamat mencoba detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Skema Pembagian Gizi di Menu MBG, Berbeda Tiap Jenjang Sekolah

    Begini Skema Pembagian Gizi di Menu MBG, Berbeda Tiap Jenjang Sekolah



    Jakarta

    Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema penyajian menu program Makan Gizi Gratis (MBG) yang berbeda pada tiap jenjang. Seperti apa skemanya?

    Diketahui, skema ini diberikan bagi peserta didik di 27 sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, ProvinsiKalimantan Timur. Menurut Ahli Gizi BGN, Aknes Asteria Pioh, penerapan gizi tidak sekadar dibagi secara rata.


    “Penerapan gizi tidak sekadar dibagi rata, ada beberapa skema yang harus dilalui, seperti batasan umur peserta didik,” ujarnya dalam Antara, Kamis (16/10/2025).

    Skema Pembagian Gizi di Menu MBG

    Skema pembagian gizi di menu MBG termasuk:

    1. Pendidikan anak usia dini (PAUD)/taman kanak-kanak (TK), serta sekolah dasar (SD) kelas satu sampai kelas tiga: porsi kecil
    2. SD kelas empat hingga sekolah menengah pertama (SMP): porsi sedang
    3. Sekolah menengah atas (SMA), ibu hamil, dan ibu menyusui: porsi besar

    BGN menyatakan pihaknya sudah memperhitungkan dari segi energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Menurut Aknes Asteria, pembagian gizi ini demi memenuhi kebutuhan gizi peserta didik penerima manfaat.

    Ibu Hamil dan Balita akan Menjadi PenerimaMBG Tahap 2

    Ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pos pelayanan terpadu (posyandu) baru akan menjadi penerima manfaat MBG tahap 2.

    Pada tahap 2, peserta didik atau guru masih akan menjadi penerima MBG.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Informasi Pendaftaran Magang Berdampak Kemdiktisaintek, Apa Sudah Buka Lagi?

    Informasi Pendaftaran Magang Berdampak Kemdiktisaintek, Apa Sudah Buka Lagi?


    Jakarta

    Magang Berdampak menjadi salah satu program andalan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang paling diminati. Program ini memungkinkan mahasiswa belajar secara langsung di dunia kerja.

    Tak hanya itu, mahasiswa juga diajak untuk mengembangkan kompetensi, karakter, dan jejaring profesional. Seluruh hal itu dipercaya merupakan kompetensi yang sangat penting dimiliki untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang.

    Program Magang Berdampak diluncurkan Kemdiktisaintek pada pertengahan tahun lalu dan pendaftarannya telah ditutup pada 13 Juli 2025. Proses magang akan berlangsung selama 1 semester dan dapat ditransfer ke dalam SKS kuliah sebesar 20 SKS.


    Lalu apakah pendaftaran magang ini kembali dibuka pada Oktober 2025? Dirangkum detikEdu, Kamis (16/10/2025) berikut informasinya.

    Informasi Pendaftaran Magang Berdampak Kemdiktisaintek

    Seperti yang disebutkan, program Magang Berdampak berjalan selama satu semester. Bila melihat jadwal resminya, magang dilaksanakan sejak 4 Agustus hingga 22 Desember 2025.

    Dengan begitu, pada Oktober 2025 peserta magang yang sudah lulus seleksi masih menjalankan program. Bila melihat kerangka program Magang Merdeka, proses pendaftaran kembali dibuka setelah tahapan magang sebelumnya selesai.

    Pada dasarnya, Kemdiktisaintek belum mengumumkan apakah ada pembukaan pendaftaran tambahan untuk Oktober 2025. Kendati demikian, bila melihat pelaksanaan program magang sebelumnya, pada Oktober 2025 program Magang Berdampak Kemdiktisaintek tidak membuka pendaftaran baru.

    Jika mahasiswa ingin mendaftar, maka dapat memantau kembali kanal-kanal Kemdiktisaintek setelah Desember 2025 nanti usai batch magang yang tengah berjalan selesai.

    Kegiatan Bulanan Mahasiswa Magang Berdampak

    Dikutip dari Panduan Magang Berdampak 2025, mahasiswa magang memiliki tanggung jawab administratif dan akademik yang harus dipenuhi secara berkala. Ada kegiatan bulan yang perlu dilakukan mahasiswa, yakni:

    1. Laporan Bulanan

    Mahasiswa menyusun laporan bulanan yang berisi progres penyelesaian tugas/pembelajaran yang diperoleh selama 1 bulan terakhir. Laporan bulanan diunggah melalui akun Magang Berdampak masing-masing pada tautan https://simbelmawa.kemdikbud.go.id/magang/login.

    Bila mahasiswa terlambat dalam mengunggah laporan bulanan, akibatnya akan ada keterlambatan penerimaan atau tidak diterimanya pendanaan. Seperti yang diketahui peserta magang akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 2,8 juta.

    2. Persetujuan Mentor

    Mahasiswa diharuskan meminta persetujuan mentor terkait laporan bulanan yang telah dibuat dan melakukan perbaikan sesuai masukan yang diberikan mentor.

    Persiapan Pendaftaran Magang Berdampak

    Meskipun belum dibuka kembali, mahasiswa bisa mempersiapkan diri untuk pendaftaran Magang Berdampak batch selanjutnya. Adapun syarat yang perlu dipenuhi yakni:

    Syarat Umum

    1. Warga Negara Indonesia (WNI)

    2. Mahasiswa aktif dan belum dinyatakan lulus D2, D3, D4, S1 dari program studi terakreditasi di seluruh PTN dan PTS di lingkungan Kemdiktisaintek.

    3. Mahasiswa program D2, D3, dan D4 paling rendah semester 2 atau mahasiswa S1 paling rendah semester 4.

    4. Mendapatkan rekomendasi dari perguruan tinggi termasuk Kaprodi atau pimpinan

    5. Bersedia mengikuti, melaksanakan, dan menyelesaikan program Magang Berdampak hingga selesai.

    Syarat Dokumen

    1. KTP dan/atau surat keterangan domisili

    2. Surat rekomendasi dari Kaprodi atau pimpinan melalui platform (bukan dokumen cetak)

    3. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) mahasiswa melalui platform

    4. Memiliki Letter of Acceptance (LoA) diterima di perusahaan mitra.

    Demikianlah informasi tentang pendaftaran Magang Berdampak. Selain Magang Berdampak, saat ini pemerintah tengah menghadirkan Magang Nasional di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

    Meski sudah ditutup pada 15 Oktober 2025 lalu, pemerintah tengah menggodok untuk membuka batch kedua pada November 2025 mendatang. Informasinya bisa dilihat melalui laman https://maganghub.kemnaker.go.id/.

    Semoga bermanfaat ya detikers!

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 13,8 Juta Anak Ikut CKG Sekolah, Ini Masalah Kesehatan yang Banyak Ditemukan

    13,8 Juta Anak Ikut CKG Sekolah, Ini Masalah Kesehatan yang Banyak Ditemukan


    Jakarta

    Ada sekitar 50 juta anak sekolah yang disasar pemerintah untuk mengikuti cek kesehatan gratis (CKG). Dari total tersebut, baru ada 13,8 juta pendaftar dengan rata-rata layanan per hari di 200 ribu anak. Secara kumulatif, ‘hanya’ 75 persen dari total seluruhnya yang selesai mendapatkan layanan, per data 15 Oktober 2025.

    Adapun pendaftar terbanyak berada di DKI Jakarta, disusul Yogyakarta, hingga Jawa Tengah. Tertinggi di usia sekolah dasar dengan total 139.880, sekolah keagamaan, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas 26.410 siswa/siswi.


    Masalah kesehatan apa saja yang ditemukan? Berikut rangkuman data Kemenkes RI:

    1. Masalah gigi (50,3 persen)

    Masalah paling umum yang ditemukan adalah karies gigi, dialami oleh lebih dari 4,5 juta anak. Ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran kebersihan mulut dan gigi di kalangan anak-anak sekolah.

    Padahal, masalah gigi yang tidak ditangani dapat mempengaruhi konsentrasi belajar, menyebabkan infeksi, bahkan gizi buruk karena gangguan makan.

    2. Kurang aktivitas fisik (60,1 persen)

    Lebih dari 3,5 juta anak dilaporkan memiliki gaya hidup sedentary, atau kurang bergerak. Ini menjadi kekhawatiran serius karena bisa berujung pada obesitas, gangguan metabolik, serta menurunnya kebugaran fisik dan kesehatan mental. Pola ini diperparah oleh kebiasaan penggunaan gadget dalam jangka waktu lama dan kurangnya aktivitas olahraga.

    3. Anemia (27,2 persen)

    Sekitar 248 ribu anak terdeteksi mengalami anemia menurut data CKG, mulai dari tingkat ringan hingga berat. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia dapat menurunkan kemampuan belajar, konsentrasi, dan daya tahan tubuh terhadap infeksi.

    4. Risiko gangguan kesehatan reproduksi (25,3 persen)

    Sebanyak 25,3 persen anak sekolah perempuan terindikasi memiliki risiko gangguan kesehatan reproduksi. Hal ini bisa meliputi infeksi saluran reproduksi, kurangnya pengetahuan tentang kebersihan organ intim, hingga indikasi perilaku seksual berisiko. Ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi yang benar dan sesuai usia.

    5. Tekanan darah tinggi pada anak (15,9 persen)

    Data yang cukup mengejutkan menunjukkan lebih dari 1,3 juta anak mengalami tekanan darah tinggi. Hipertensi pada usia dini berisiko memicu masalah kesehatan lebih lanjut di masa mendatang termasuk jantung hingga stroke. Pola makan tinggi garam, kurang gerak, serta stres juga bisa menjadi faktor pemicunya.

    (naf/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Terapkan ‘Strategi Catur’, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

    Terapkan ‘Strategi Catur’, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Unesa



    Jakarta

    Catur memang sebuah permainan strategi yang penuh makan filosofi di dalamnya. Filosofi inilah yang digenggam teguh Nur Hidayati Septi Rofiko untuk menjadi wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Periode ke-116.

    “Dari papan catur, saya belajar strategi, kesabaran, dan keberanian mengambil langkah,” tuturnya dikutip dari laman resmi Unesa, Kamis (16/10/2025).

    Anak Buruh Tani Jadi Wisudawan Terbaik Unesa

    Sosok yang akrab dipanggil Septi itu lahir dari keluarga yang hidup sederhana, ayahnya seorang buruh tani dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Meski sederhana, hal ini tidak dipandang Septi sebagai keterbatasan atau penghalang.


    Kondisi ini, justru menjadi pembelajaran yang paling berharga tentang kesabaran dan konsistensi. Sebelum berkuliah, Septi bercerita dirinya adalah pribadi yang pemalu dan penakut.

    Namun, usai diterima menjadi keluarga besar program studi (prodi) Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Unesa, ia berusaha keluar dari zona nyaman. Septi mencoba aktif dalam organisasi, seperti Ikatan Mahasiswa Jombang (IMJ) Unesa, Civic Study Club (CSC), hingga Percasi Kabupaten Jombang.

    Pengalaman ini kemudian mengubah dirinya untuk berani tampil di depan publik. Bahkan kini, Septi berani untuk memimpin hingga mengambil keputusan.

    “Hidup selalu menuntut kita keluar dari zona nyaman. Justru dari tantangan itu, kita menemukan versi terbaik diri kita,” ungkapnya.

    Tidak hanya pengalaman organisasi, Septi juga memiliki prestasi nonakademik. Ia pernah meraih Juara II Lomba Poster dalam ajang Civic Education Fair (CEF) 2022.

    Tentang catur, Septi mengaku sangat cinta dengan dunia olahraga tersebut. Berangkat dari hal ini, ia terkenal sebagai pengajar catur di ekstrakurikuler sekolah hingga les privat.

    Setelah perjalanan kuliah yang panjang, perjuangan Septi dibayar tuntas dengan predikat Wisudawan Terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan IPK 3,89, predikat Pujian (Cum Laude).

    Kembali mengacu pada dunia catur, Septi mengaku kunci keberhasilannya sebagai wisudawan terbaik adalah konsisten menjalani segala hal. Selain itu, menurutnya hidup juga perlu perencanaan yang matang.

    Septi memilih jalan itu, ia melangkah dengan doa kedua orang tuanya, konsisten, dan berani mengambil semua peluang. Tak perlu langsung hebat, ia terus bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan langkah.

    “Harus berani jatuh, bangkit, dan melanjutkan langkah,” tegas Septi.

    Teliti Partisipasi Politik Perempuan

    Filosofi dunia catur juga dituangkan Septi pada tugas akhir skripsinya. Diketahui ia menulis terkait peran krusian perempuan dalam dunia politik lokal berjudul “Partisipasi Warga Negara: Studi Motivasi Anggota PTPS Perempuan Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang pada Pemilu 2024”.

    Skripsi ini hadir usai Septi terjun langsung sebagai sebagai Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Ia menyaksikan bagaimana perempuan tidak sekadar hadir, tetapi memberikan kontribusi nyata dalam mengawal jalannya demokrasi di tingkat akar rumput.

    “Bagi saya, partisipasi itu bukan hanya soal hadir menjalankan tugas, tapi juga cermin tanggung jawab dan keberanian perempuan dalam memperkuat demokrasi lokal,” katanya.

    Skripsi ini mengantarkan Septi lulus dari Unesa dengan predikat istimewa. Unesa mengapresiasi penuh kisah perjuangan Septi.

    Menurut Unesa kisah Septi meninggalkan pesan yang sederhana tetapi kuat. Di mana, setiap orang, dari latar belakang apa pun, bisa menulis kisah kemenangannya sendiri.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • Prabowo Minta Mendikti Siapkan Ribuan Pemuda Siap Kerja di BUMN-Swasta

    Prabowo Minta Mendikti Siapkan Ribuan Pemuda Siap Kerja di BUMN-Swasta


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar siap bekerja di berbagai sektor strategis dalam waktu dekat.

    Para talenta muda tersebut direncanakan akan ditempatkan di badan usaha milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia di bidang-bidang kunci pembangunan.

    Instruksi itu disampaikan Presiden dalam Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih yang digelar di Kertanegara, Kamis (16/10/2025).


    “Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menyiapkan lebih dari 2.000 putra-putri terbaik Indonesia agar dalam waktu dekat ini siap bekerja di sektor-sektor strategis, baik di BUMN maupun perusahaan swasta nasional,” terang Sekretariat Kabinet melalui unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.

    Percepatan Penyiapan SDM Unggul

    Melansir Antara, Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menjelaskan arahan Presiden tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem talenta nasional di bidang-bidang prioritas, seperti teknologi, energi, ketahanan pangan, hingga keuangan digital.

    Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan sumber daya manusia unggul Indonesia siap menghadapi dinamika dan tantangan industri masa depan. Selain itu, percepatan pengembangan kapasitas individu juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

    Ratas tersebut di antaranya dihadiri Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo.

    Presidential Fellowship

    Terpisah, Prabowo sebelumnya menggagas program Presidential Fellowship in Economics and Business Leadership. Sebanyak 82 profesional muda lulusan universitas dalam negeri dan luar negeri yang terpilih sebagai peserta berkumpul di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/7/2025) lalu.

    Dalam pertemuan tersebut, para peserta memaparkan ide dan analisis, menjalani sesi tanya jawab, berdiskusi, dan bertukar pandangan soal perkembangan iptek, bisnis, dan perekonomian global bersama Prabowo selama lebih dari 5 jam.

    Teddy mengatakan para peserta di antaranya diseleksi berdasarkan kualitas, integritas, dan visi kepemimpinan. Seleksi dilakukan oleh Kemdiktisaintek.

    “Proses pencarian dan seleksi terhadap peserta program dilakukan secara ketat oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Teddy, dikutip dari laman Kementerian Sekretariat Negara RI.

    “Melalui program ini, diharapkan akan muncul pemimpin-pemimpin baru dalam bidang bisnis dan ekonomi yang lahir dari anak-anak muda Indonesia yang berbakat dan memiliki pengalaman dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ekosistem Pendidikan Indonesia: Bodoh Serasa Pintar

    Ekosistem Pendidikan Indonesia: Bodoh Serasa Pintar



    Jakarta

    Pendidikan adalah hal fundamental setiap individu. Pendidikan yang identik dengan pengetahuan tentu saja merupakan salah satu faktor utama kesejahteraan. Dalam setiap individu, keluarga, kelompok masyarakat bahkan negara pendidikan harus menjadi hal yang mendapat perhatian khusus. Pendidikan yang baik akan menghasilkan manusia yang baik, manusia yang baik akan menciptakan kehidupan yang baik.

    Dalam hal menciptakan pendidikan yang baik tentunya ada banyak faktor yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah aktor pendidikan seperti guru, pelajar, personel sekolah, personel intitusi yang menaungi sekolah dan lainnya. Merekalah yang menjadi penggerak segala instrumen pendidikan yang ada.

    Dan pengaruh aktor pendidikan sangat besar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Sebagus apapun fasilitas pendidikan, sebanyak apapun dana untuk pendidikan jikalau terdapat masalah dalam aktor pendidikan maka harapan yang diinginkan tidak akan dapat tercapai.


    Aktor pendidikanlah yang menciptakan ekosistem pendidikan. Negara maju lahir karena pengelolaan pendidikan yang baik. Selain dukungan dalam bentuk fasilitas dan finansial tentu saja peningkatan kualitas aktor pendidikan sangat diperhatikan oleh negara-negara maju. Lantas apa permasalahan pendidikan Indonesia sehingga belum bisa meraih pencapaian seperti negara-negara lainnya? Apakah ada yang salah dengan aktor pendidikan di Indonesia?

    Salah satu permasalahan ekosistem pendidikan di Indonesia adalah budaya belas kasih yang berlebihan. Sejak pendidikan dasar setiap siswa seperti sudah terjamin kelulusannya. Sangat jarang kita dapati siswa yang tidak naik kelas atau tidak lulus dari sekolah. Akan tetapi apakah nilai yang diberikan sesuai dengan pencapaian yang di raih dalam pembelajaran? Bahkan di bangku sekolah menengah pun ada siswa yang tetap diluluskan walaupun jarang masuk kelas.

    Namun, timbul juga pertanyaan. Bukankah tetap ada perbedaan nilai antara yang memang layak dan tidak layak? Bukankah nilai yang diberikan kepada siswa yang tidak mahir adalah nilai pas-pasan? Artinya setiap siswa tetap mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuan dan haknya.

    Jika kriteria ketuntasan minimal di salah satu sekolah adalah 60 dan siswa yang bahkan jarang masuk kelas diberikan nilai 60, apakah benar penguasaan materi dari siswa tersebut adalah 60% dari 100% yang disampaikan oleh guru? Padahal pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan mungkin tidak sampai 50% dari seluruh materi.

    Walaupun angka di ujian semester menunjukkan fakta yang sebenarnya akan ketidakmampuan dari siswa, di akhir cerita angka rapor tetap berbeda. Dan lulus dari sebuah mata pelajaran, mendapatkan pengakuan bahwa menguasai mata pelajaran adalah hal yang sangat mudah untuk didapatkan.

    Hal seperti inilah yang membuat anak-anak Indonesia merasa pintar dalam kebodohannya. Sejak kecil memang sudah didukung untuk mendapatkan validasi palsu. Pengakuan di atas ketidakmampuan. Bahkan di jenjang perguruan tinggi pun hal ini juga dapat kita jumpai.

    Ekosistem seperti ini sudah terasa normal di Indonesia. Terlebih lagi sejumlah institusi pendidikan sengaja meninggikan nilai dari siswa-siswanya untuk akreditasi sekolah. Lengkaplah sudah ekosistem negatif yang ada di pendidikan Indonesia. Dan tentunya ekosistem negatif ini tercipta oleh para aktor pendidikan.

    Ketika masa belajar telah usai, barulah dampak negatifnya tampak kontras. Ketidaktahuan dalam sejumlah pengetahuan dan ketidakmampuan dalam praktik di dunia kerja. Dan nilai-nilai yang ditorehkan di atas kertas tidaklah berarti apa-apa setelahnya. Mental serba mudah yang dipupuk sejak kecil akan membentuk manusia malas yang enggan berusaha lebih. Ini juga merupakan salah satu penyebab masyarakat Indonesia memiliki mental konsumtif.

    Tentunya karakter seperti ini menyebabkan lambatnya bahkan mundurnya perkembangan individu. Dan jumlah individu yang banyak berdampak langsung kepada negara. Pola pikir masyarakat yang terbelakang menciptakan negara yang tertinggal sedangkan pola pikir masyarakat yang cerdas menciptakan negara yang maju.

    Jika Indonesia ingin menjadi negara maju maka pendidikan harus menjadi salah satu fokus utama. Permasalahan utama pendidikan seperti ekosistem pendidikan yang tidak baik harus dibenahi hingga tuntas.

    Normalisasi pemberian nilai yang tidak sesuai dengan kemampuan adalah hal negatif jangka panjang yang harus dilawan. Kesadaran setiap aktor pendidikan adalah penentu perubahan ini. Dan mari kita tolak normalisasi ini mulai dari diri dan lingkungan kita demi Indonesia yang terpelajar.

    *) Faiz Arhasy, pelajar diaspora Indonesia, Awardee Turkiye Scholarship 2021 dan Erasmus+2024 Polandia
    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com