Tag: pertandingan

  • Pemain Rayo Sebut Wasit Ngaku Salah Kasih Penalti ke Barca


    Jakarta

    Rayo Vallecano mengalami kerugian karena VAR tidak berfungsi saat melawan Barcelona. Isi Palazon menyebut wasit sudah akui salah memberikan Barca penalti.

    Rayo vs Barca berlangsung di Campo de Futbol de Vallecas dalam lanjutan LaLiga, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Insiden terjadi di babak pertama saat Pep Chavarria dianggap pelanggar Yamal di kotak penalti.

    Para pemain Rayo melakukan protes, termasuk Cavarria. Jika melihat dari tayangan ulang, nyaris tidak ada sentuhan kepada Yamal.


    Wasit Mateo Busquets tak bisa meninjau insiden itu karena VAR di pertandingan mengalami masalah. Mau tidak mau, Busquets harus teguh dengan pendiriannya.

    Yamal kemudian maju sebagai eksekutor dan membawa Barcelona memimpin 1-0 di menit ke-40. Rayo menyamakan keduduk menjadi 1-1 lewat Feran Perez di menit ke-67 dan skor tersebut bertahan sampai laga tuntas.

    DAZN merekam sebuah suasana di lorong stadion selepas laga. Dalam video itu Isi mengatakan bahwa wasit telah mengakui kesalahannya.

    Gelandang Rayo, Pathe Ciss, mengaku bahwa tim sudah bekerja sangat baik. Rayo sama sekali bertarung tanpa mengandalkan keputusan-keputusan wasit.

    “Kami sudah melakukan bagian kami, itu saja. Kami tidak mengandalkan mereka,” Ciss menegaskan.

    (ran/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Flick Akui Barca Tak Pantas Menang Lawan Rayo


    Jakarta

    Hansi Flick tidak mau mencari-cari alasan usai Barcelona diimbangi Rayo Vallecano. Flick mengakui Barcelona memang pantas dapat satu poin.

    Laga Rayo vs Barcelona di pekan ketiga LaLiga digelar di Estadio de Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Barcelona pulang dengan satu poin usai seri 1-1.

    Lamine Yamal membawa Barcelona unggul pada menit ke-40 lewat sebuah eksekusi penalti. Penalti ini sempat menimbulkan kontroversi setelah VAR tidak berfungsi untuk meninjau kembali insiden antara Pep Chavarria dan Yamal, yang berujung wasit menunjuk titik putih.


    Rayo kemudian membalas lewat gol Fran Garcia pada menit ke-67. Di sisa waktu pertandingan, Rayo beberapa kali menciptakan peluang, tapi Joan Garcia tampil prima di bawah mistar gawang Barcelona untuk menggagalkan kemenangan tuan rumah.

    Flick mengakui permainan Barcelona di bawah level yang ia inginkan. Hasil seri menurutnya memang pantas untuk Barcelona.

    “Saya kira satu poin cukup bagus. Kami tidak pantas dapat lebih,” ujar Flick seperti dilansir Football Espana.

    “Joan Garcia, Eric (Garcia), dan (Andreas) Christensen bagus. Masalahnya di lini tengah dan depan. Kami bikin banyak banget kesalahan.”

    “Saya tidak senang dengan tim saya. Kami tidak main bagus,” lanjutnya.

    “Kami tidak main dengan ketajaman yang seperti biasanya, kami tidak mendominasi seperti yang seharusnya, dan kami membuat banyak kesalahan. Ketika Anda main melawan tim yang tampil bagus, Anda harus main dengan cara berbeda dan tidak bikin banyak kesalahan, kami seharusnya main lebih baik,” kata Flick.

    Hasil ini menghentikan laju sempurna Barcelona di LaLiga. Blaugrana kini ada di peringkat keempat klasemen Liga Spanyol dengan tujuh poin dari tiga laga.

    (nds/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Pemain Barcelona Bikin Hansi Flick Kecewa


    Jakarta

    Barcelona cuma bisa bermain imbang 1-1 dengan Rayo Vallecano. Hansi Flick sangat tak puas dengan performa pemainnya.

    Rayo vs Barca berlangsung di Campo de Futbol de Vallecas dalam lanjutan LaLiga, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Gol penalti Lamine Yamal dibalas oleh Fran Perez.

    Barcelona dalam laga ini cukup dibuat kesusahan oleh tim tuan rumah. Rayo mampu menciptakan enam percobaan ke gawang dari 12 usahanya.


    Hansi Flick selaku pelatih Barcelona pun tidak puas dengan penampilan para pemainnya. Yamal cs dianggap banyak bikin kesalahan.

    “Kami kurang intensitas dan kami membuat banyak kesalahan. Rayo bermain fantastis. Saya tidak puas dengan tim saya hari ini,” kata Hansi Flick selepas laga.

    Situasi pertandingan sebetulnya juga sangat sulit. Selain lapangan yang buruk, monitor VAR juga terjadi masalah.

    “VAR harus berfungsi. Saya tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Bukan tugas saya untuk menyarankan apa pun,” Hansi Flick mengungkapkan.

    “Seharusnya itu tidak dijadikan alasan. Kami membuat kesalahan pada akhirnya, dan itu justru merugikan kami,” tambahnya.

    (ran/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Lewandowski Baru Merumput 26 Menit di Barcelona, Tanda Terpinggirkan?


    Barcelona

    Usai pulih cedera Robert Lewandowski masih minim menit bermain. Lewandowski tampak meredam spekulasi bahwa dia bukan lagi striker pilihan pertama di Barcelona.

    Superstar sepakbola Polandia itu sukses menciptakan 42 gol yang membantu Barca memenangi treble domestik musim lalu. Namun, sejak April Lewandowski bermasalah dengan cedera otot, yang memaksanya absen di final Copa del Rey.

    Cedera serupa dialami Lewandowski lagi pada awal musim ini sehingga harus melewatkan pertandingan pertama Barcelona saat menumpas Mallorca 3-0. Akan tetapi, Lewandowski belum juga jadi starter usai comeback.


    Eks bintang Bayern Munich itu total baru berlaga selama 26 menit di dua pertandingan Barcelona selanjutnya; menang 3-2 atas Levante dan 1-1 kontra Rayo Vallecano. Pelatih Hansi Flick lebih memilih memainkan pemain muda Ferran Torres sebagai ujung tombak.

    Kabarnya, Ferran Torres akan diplot sebagai penyerang utama Barcelona mulai musim ini. Apalagi, Robert Lewandowski sudah berusia 37 tahun. Bagaimanapun, Lewandowski tak khawatir dengan situasinya.

    “Aku kan cedera selama dua pekan tapi musim baru saja dimulai, dan akan berlangsung sangat lama. Aku toh tidak dalam tekanan untuk bermain sebanyak mungkin secepat mungkin,” ceplos pemain terbaik FIFA dua kali itu.

    “Agustus itu bulan yang ideal untuk mendapatkan ritme. Semuanya toh dimulai pada September, jadi aku tahu aku harus pelan-pelan, tanpa terburu-buru. Musimnya kan sangat panjang; Anda harus melihatnya secara keseluruhan. Namun, aku senang karena sudah 100 persen fit.”

    “Kita akan melihat bagaimana perasaanku dan seberapa besar intensitas pertandingan. Aku berekspektasi start musim ini seberat musim lalu, dan kami harus mempersiapkan diri untuk itu.”

    “Aku lebih suka fokus pada kualitas, bukan kuantitasnya. Jadi kita akan membicarakan tentang ini nanti. Aku juga sadar bahwa intensitasnya sangat tinggi sekarang, jadi kami semua akan membutuhkan istirahat,” lugas Robert Lewandowski dilansir Mundo Deportivo.

    (rin/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Xabi Alonso: Vinicius Dicadangkan karena..


    Oviedo

    Vinicius Junior dicadangkan untuk pertama kalinya dalam kemenangan Real Madrid atas Real Oviedo. Xabi Alonso menegaskan, keputusan itu semata karena taktik.

    Bintang sepakbola Brasil itu baru masuk di babak kedua saat Madrid memimpin 1-0 di markas Oviedo dalam pertandingan Senin (25/8) dinihari WIB. Vinicius lantas mengkreasikan gol kedua Los Blancos yang kembali dicetak Kylian Mbappe di menit ke-83.

    Vinicius menutup penampilannya dari bench dengan membobol gawang Oviedo di injury time. Vinicius menuntaskan crossing mendatar Brahim Diaz dengan sepakan ke sudut bawah gawang lawan sekaligus memastikan kemenangan Madrid 3-0.


    Usai pertandingan pelatih Real Madrid Xabi Alonso menjawab pertanyaan publik mengenai keputusannya mencadangkan Vinicius Junior. Pesepakbola berusia 25 tahun itu diketahui sudah bertahun-tahun mengamankan tempatnya di tim inti Merengues.

    “Pergantian pemain dari pertandingan satu ke pertandingan lainnya bergantung pada apa yang kami butuhkan, dalam kaitannya dengan beban pekerjaan dan lawan,” sebut Alonso dikutip AS. “Saya belum membuat keputusan apapun untuk bulan depan.”

    “Penting bagi pemain untuk merasa penting, siap, dan siap untuk bermain di pertandingan selanjutnya. Penting untuk menjaga penampilan stabil sebagai sebuah tim. Ini adalah sebuah pertandingan untuk melihat bahwa kami terus berkembang.”

    “Setelah hari Selasa melawan Osasuna, kami telah berkembang pada hari ini, dan kami ingin terus seperti ini. Kami toh punya 20an pemain, dan saya akan mencoba mengeluarkan yang terbaik dari mereka untuk memiliki tim sebaik mungkin.”

    Vinicius sangat penting pada hari ini, dan niat saya adalah semua pemain berkontribusi. Akan seperti itu di sepanjang musim ini,” cetus Xabi Alonso.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Mbappe Terus On Fire, Paling Tajam di Eropa Sejak Awal Musim Lalu


    Jakarta

    Kylian Mbappe meneruskan ketajamannya di La Liga untuk menginspirasi kemenangan Real Madrid. Mbappe sudah tujuh pertandingan beruntun membobol gawang lawan.

    Superstar sepakbola Prancis itu menyumbang dua gol saat Madrid menggebuk tim promosi Real Oviedo 3-0, Senin (25/8/2025) dinihari WIB. Adapun satu gol Los Blancos lainnya diciptakan Vinicius Junior, yang bermain dari bangku cadangan.

    Mbappe berarti sudah mengemas tiga gol dalam dua pertandingan Madrid di Liga Spanyol 2025/2026. Sebelumnya, Mbappe mencetak gol penalti yang menentukan kemenangan atas Osasuna 1-0 di jornada pertama.


    Dengan demikian, Kylian Mbappe berarti sudah membuat 47 gol di kompetisi ini sejak bergabung dengan Madrid pada 2024/2025. Mantan bintang Paris Saint-Germain itu lebih tajam dari pemain manapun di lima liga top Eropa; mengungguli bomber Bayern Munich Harry Kane (45 gol), dan penyerang Barcelona Robert Lewandowski (42 gol).

    “Dia sudah naik 4 kilogram lagi setelah kehilangan bobotnya di Piala Dunia Antarklub. Saya melihat dia sekarang dalam bentuk yang bagus, berkemauan keras dan berkontribusi kepada tim,” kata pelatih Madrid Xabi Alonso di laman resmi klub.

    “Saya senang ketika melihat dia membuat lari-lari itu. Kami tahu dia akan menciptakan banyak gol,” dia menambahkan tentang performa Mbappe.

    Kemenangan di markas Real Oviedo menempatkan Real Madrid di peringkat ketiga klasemen Liga Spanyol. Madrid mengoleksi enam poin, sama dengan juara bertahan Barcelona (2), dan Villarreal (1).

    Kylian Mbappe akan diandalkan Real Madrid di laga terakhir sebelum jeda internasional, akhir bulan ini. Madrid dijadwalkan menjamu Mallorca di Santiago Bernabeu pada 31 Agustus.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Real Madrid Akan Terus Membaik


    Oviedo

    Real Madrid menunjukkan kemajuan setelah menang telak 3-0 di markas Real Oviedo. Gelandang Madrid Aurelien Tchouameni mengatakan, timnya akan terus membaik.

    Madrid menyambangi Estadio Carlos Tartiere (24/8/2025) dengan berbekal performa kurang meyakinkan. Di jornada pembuka, Los Blancos hanya mengalahkan Osasuna 1-0 di Santiago Bernabeu, yang didapat dari gol penalti Kylian Mbappe.


    Namun, menghadapi tim promosi itu Madrid tampil oke. Madrid mendominasi permainan dengan penguasaan bola yang mencapai 65%, dan menciptakan total 26 percobaan. Sebanyak 10 percobaan Madrid menyasar gawang Oviedo, tiga di antaranya menjadi gol yang dilahirkan Mbappe (2) dan Vinicius Junior.

    Di pertandingan Liga Spanyol berikutnya, Real Madrid akan menjamu Mallorca di Santiago Bernabeu sebelum jeda internasional. Madrid bertekad meneruskan momentum.

    “Kemenangan hari ini sangat penting. Sebelum musim dimulai, kami bilang bahwa kami punya tiga pertandingan sebelum jeda, dan kami sudah memenangi dua pertandingan pertama. Hari ini menang dengan lebih banyak gol,” kata pemain internasional Prancis itu.

    “Kami masih menjaga clean sheet dan kami akan terus membaik di setiap pertandingan. Kami memiliki keseimbangan yang bagus secara ofensif dan defensif. Hal terpenting sekarang adalah memenangi bola secepat mungkin dan menciptakan banyak peluang, seperti yang kami lakukan hari ini.”

    “Kami sudah mencetak tiga gol; memang tidak semuanya sempurna, tapi kami akan bekerja keras untuk mendapatkan sebuah musim yang hebat,” cetus Tchouameni kepada Real Madrid TV.

    (rin/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • Gaya Main Alonso Bikin Courtois Jadi Lebih Sibuk


    Madrid

    Thibaut Courtois punya peran yang lebih kompleks bersama Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso. Alonso memintanya untuk berani maju meninggalkan sarangnya untuk jadi sweeper keeper.

    Real Madrid meraih kemenangan 3-0 di kandang Real Oviedo, Estadio Carlos Tartiere pada laga pekan kedua LaLiga,, Senin (25/8/2025). Tiga gol tim tamu lahir lewat brace Kylian Mbappe dan gol Vinicius Junior.

    Gaya main yang dikembangkan pelatih Madrid, Xabi Alonso, perlahan mulai bisa dijalankan dengan baik anak asuhannya di laga ini. Alonso menerapkan taktik high pressing di Madrid.


    El Real bermain dengan garis pertahanan tinggi untuk segera menekan lawan yang menguasai bola. Madrid bermain dengan gaya main seperti ini sejak laga sebelumnya saat menang 1-0 atas Osasuna.

    Gaya main yang diterapkan oleh Alonso ini membuat peran Thibaut Courtois menjadi lebih kompleks. Courtois mengungkap bahwa Alonso memintanya untuk maju meninggalkan sarangnya saat Madrid dalam kondisi menyerang.

    Hal ini untuk mengimbangi garis pertahanan tinggi yang diterapkan Madrid. Pemain 33 tahun ini diharapkan bisa ikut terlibat dari build up dan mengantisipasi serangan balik lawan.

    Meski begitu, Courtois tetap tak melupakan tugas utamanya menjaga gawang Madrid. Itu tercermin di laga melawan Oviedo dengan Courtois bikin penyelamatan gemilang di akhir laga.

    “Pelatih meminta kami untuk memulai dengan baik, dengan banyak tekanan ke depan, selalu melihat sekitar… Jika Anda menekan terlalu tinggi, mereka tidak bisa keluar dengan baik, itu sangat sulit bagi mereka. Itulah yang kami coba lakukan melawan Osasuna dan hari ini juga, dan sejauh ini berjalan dengan baik. Mungkin saja, mereka bisa keluar dari tekanan itu dan melakukan serangan balik, tetapi kami harus waspada. Itulah gaya main yang harus diikuti,” ujar Courtois dikutip dari Real Madrid TV.

    “Melawan Osasuna, saya tidak punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Manajer meminta saya untuk sangat maju, saya banyak berlari, dan seringkali saya hampir berada di tengah lapangan. Saya harus tetap fokus sepanjang pertandingan dan melakukan penyelamatan itu, karena jika mereka mencetak gol, skornya akan menjadi 1-2 dan kami bisa kesulitan di menit-menit akhir. Kami mampu menjaga clean sheet. Ini bagus untuk semua pemain,” jelasnya.

    (pur/ran)



    Sumber : sport.detik.com