Tag: kanker

  • Minum Kopi Bisa Cegah Perkembangan Sel Kanker karena 4 Komponen Ini

    Minum Kopi Bisa Cegah Perkembangan Sel Kanker karena 4 Komponen Ini


    Jakarta

    Banyak ahli mencoba membuktikan khasiat kopi terhadap tubuh. Salah satu yang menarik ialah komponen aktif yang dapat mencegah perkembangan sel kanker pada tubuh.

    Segarnya kopi selama ini lebih terkenal untuk membantu meningkatkan fokus dan menyegarkan mata saja. Tetapi sudah banyak penelitian yang dilakukan ahli untuk melihat lebih jauh dari khasiatnya tersebut.

    Sebagaimana diketahui bahwa kopi berasal dari sebuah tanaman yang tentu memiliki komponen kimia alami di dalamnya. Ada beberapa komponen yang ditemukan ahli dan dipercaya dapat meminimalisir serta mencegah perkembangan kanker.


    Untuk mendapatkan khasiatnya tersebut konon kopi cukup diminum dengan rutin merujuk pada dosis aman, yakni tak lebih dari 4 cangkir setiap hari. Mulai dari kafein, antioksidan, hingga asam klorogenat di dalamnya terbukti dapat mengatasi sel kanker.

    Baca juga: Kacau! Harga Makanan Kemahalan, 5 Pengunjung Restoran Kabur Tak Bayar

    Berikut ini 4 komponen aktif dalam kopi yang dapat mencegah perkembangan kanker:

    Menurut Ahli Ini 4 Faktor yang Pengaruhi Rasa Kopi Secara PsikologisKafein di dalam kopi berperan sebagai antiinflamasi yang mencegah kerusakan sel dan perkembangan sel kanker. Foto: Getty Images/Farknot_Architect

    1. Kafein

    Kafein yang paling banyak terkandung di dalam kopi merupakan komponen antagoni dari adenosis pada otak. Alasan minum kopi dapat mencegah kantuk ialah karena kafein memblokir reseptor adenosin.

    Secara umum kafein yang terserap pada orak akan menstimulasi baik fisik maupun kemampuan kognitif. Setelah diserap oleh reseptor adenosin, kafein baru disebarkan ke seluruh tubuh termasuk usus halus dan organ lainnya.

    Melansir National Library of Medicine, masuknya kafein ke dalam tubuh juga berperan sebagai inflamasi dan mengurangi terjadinya proses inflamasi yang merusak sel tubuh. Ketika sel tubuh rusak dan terpapar stres oksidatif serta pengaruh lainnya sel kanker akan lebih mudah berkembang.

    2. Cafestol dan Kahweol

    Ada molekul-molekul terstruktur di dalam kopi yang bernama cafestol dan kahweol. Pada berbagai hasil penelitian ahli dikonfirmasi bahwa kedua senyawa tersebut memiliki peran sebagai antiinflamasi dan antiangiogenik.

    Peran antiangiogenik ini dibutuhkan guna mencegah inflamasi angiogenesis. Jenis inflamasi tersebut merupakan salah satu cara sel kanker dan tumor akan memperluas paparannya dan menjadi ganas.

    Sementara ini, pada penelitiannya terhadap manusia, cafestol dan kahweol terbukti potensial dalam menghentikan pertumbuhan tumor. Namun tetap dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam guna melihat berbagai efek yang mungkin terjadi.

    Komponen pencegah kanker dalam kopi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Asam Klorogenat

    Asam klorogenat merupakan kadar asam yang berada di tengah-tengah kafein dan asam quinat. Komponen ini merupakan jenis polifenol yang secara alami terbentuk pada tanaman.

    Asam klorogenat dalam kopi ditemukan dalam kadar yang cukup tinggi yaitu mencapai 98%. Walaupun kadarnya tinggi tetapi konsentrasi dalam darah akan menjadi rendah karena transformasi metabolik.

    Jenis asam dari tumbuhan ini memiliki kapasitas antikanker yang mampu menurunkan jumlah radikal bebas dan oksigen tunggal. Sehingga konsumsi kopi yang memiliki asam klorogenat tinggi dapat menghambat pembentukan karsinogen atau zat yang memicu terjadinya kanker.

    7 Kebiasan Minum Kopi yang Lebih SehatKandungan antioksidan di dalam kopi berperan mencegah peradangan hingga perkembangan kanker. Foto: Getty Images/VioletaStoimenova

    4. Antioksidan

    Pada jurnal yang dipublikasi ScienceDirect, kopi disebut memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Pembuktiannya dilakukan dengan eksperimen terhadap tiga konsentrasi kopi yang sudah disiapkan.

    Melalui lima eksperimen yang dilakukan ditemukan bahwa kandungan antioksidan pada kopi cukup tinggi. Adalah aktivitas eksperimen Folin-Ciocalteu yang membuktikan kandungan fenolik di dalam kopi melihat berbagai jenis antioksidan yang ditemukan.

    Mulai dari fenolik hingga asam galat yang keduanya memiliki fungsi antikanker. Kemampuannya menangkal radikal bebas memiliki efek terapeutik untuk mengatasi alergi, radang, hingga perkembangan kanker.

    Baca juga: Viral! Ada Gerai Kopi Nescafe Buka di Yogya, Harganya Rp 5 Ribuan

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Mengapa Radiasi Cesium-137 di Cikande Bisa Picu Kanker? Berikut Penjelasan Sains

    Mengapa Radiasi Cesium-137 di Cikande Bisa Picu Kanker? Berikut Penjelasan Sains



    Jakarta

    Pemerintah telah menetapkan Radiasi Cesium-137 sebagai Kejadian Khusus pada Selasa (30/9). Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) setelah hampir dua pekan terakhir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Radiasi Cesium-137 turun ke lapangan.

    Sebagai informasi, kasus ini berawal dariditemukannya sejumlah titik penimbunan material slag hasil peleburan yang mengandung zat radioaktif Cesium-137 di Kawasan Industri ModernCikande, Serang, Banten. Kasus ini kemudian mendapat perhatian publik setelah produk ekspor Indonesia, seperti udang beku, ditolak oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena terdeteksi mengandung Cesium-137.


    Menanggapi situasi ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Komando Brimob Polri (KBRN) untuk mengamankan lokasi dan mencegah kontak langsung dengan manusia. Menurut laman resmi KLH, KBRN telah memasang garis pengaman di delapan titik teridentifikasi dan dilanjutkan proses dekontaminasi oleh Tim Khusus Pelaksana.

    Paparan Cesium-137 dinilai berbahaya bagi manusia, bahkan berpotensi menyebabkan kanker. Lantas, apa itu Cesium-137?

    Apa Itu Cesium-137?

    Cesium-137 atau Cs-137 adalah isotop radioaktif hasil sampingan reaksi fisi nuklir, baik dari reaktor maupun ledakan bom atom. Unsur ini memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun yang berarti butuh puluhan tahun hingga daya radioaktifnya berkurang.

    Cs-137 tidak ditemukan secara alami di lingkungan.Tetapi, unsur ini hampir selalu terkait dengan aktivitas manusia, seperti kecelakaan nuklir, pengolahan limbah industri, atau penggunaan medis tertentu.

    Cs-137 digunakan dalam jumlah kecil untuk kalibrasi peralatan pendeteksi radiasi, seperti penghitung Geiger-Mueller.

    Dalam jumlah yang lebih besar, Cs-137 digunakan dalam:

    Perangkat terapi radiasi medis untuk mengobati kanker
    Sterilisasi medis
    Pengukur industri yang mendeteksi aliran cairan melalui pipa
    Perangkat industri lain untuk mengukur ketebalan material, seperti kertas, film fotografi, atau lembaran logam.

    Cesium-137 Bisa Picu Kanker

    Menurut laman Centres for Disease Control and Prevention US, paparan Cs-137 dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, dan bahkan kematian. Paparan Cs-137 juga dapat meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gamma berenergi tinggi.

    Paparan internal Cs-137, melalui konsumsi atau inhalasi, memungkinkan bahan radioaktif terdistribusi di jaringan lunak, terutama jaringan otot. Jaringan tersebut bisa terpapar partikel beta dan radiasi gamma, serta meningkatkan risiko kanker.

    Paparan Cs-137 dapat meningkatkan risiko:

    Leukemia: radiasi merusak sumsum tulang tempat sel darah diproduksi.
    Kanker tiroid: Cesium-137 memaparkan beban radiasi ke kelenjar tiroid.
    Kanker padat (solid cancers): termasuk kanker paru, hati, ginjal, dan saluran pencernaan, tergantung rute paparan.

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Fakta Menarik tentang Hadiah Nobel yang Jarang Diketahui

    3 Fakta Menarik tentang Hadiah Nobel yang Jarang Diketahui



    Jakarta

    Setiap tahun, dunia menanti pengumuman pemenang Hadiah Nobel, sebuah penghargaan yang dianggap sebagai puncak tertinggi pencapaian manusia dalam ilmu pengetahuan, sastra, dan perdamaian. Tahun ini pengumuman akan dimulai pada 6 Oktober mendatang.

    Sejak pertama kali diberikan pada 1901, penghargaan yang digagas oleh penemu dinamit, Alfred Nobel, ini telah melahirkan deretan nama besar yang mengubah wajah dunia. Dari laboratorium kecil hingga ruang diplomasi, keputusan Komite Nobel sering kali menjadi sorotan global.

    Namun di balik gemerlap upacara penghargaan dan nama-nama besar yang diabadikan selamanya, sejarah penghargaan juga menyimpan banyak kisah tak terduga. Tahukah Anda bahwa teori relativitas Einstein pernah dianggap terlalu “aneh” untuk dihargai? Atau bahwa keluarga Curie mengumpulkan lima Nobel hanya dalam dua generasi?


    Ada juga medali yang dilelang jutaan dolar demi kebutuhan hidup. Tak jarang pula, penghargaan yang diberikan justru melahirkan kontroversi panjang dan perdebatan etika di kalangan ilmuwan.

    1. Dinasti Nobel Curie

    Nama Curie identik dengan kejayaan dalam dunia sains. Marie Curie tercatat sebagai satu-satunya orang yang memenangkan dua Nobel di bidang ilmu alam berbeda yaitu Fisika (1903) dan Kimia (1911).

    Ia berbagi penghargaan Nobel Fisika bersama sang suami, Pierre Curie, berkat riset monumental mereka tentang radioaktivitas, sementara Nobel Kimia diperolehnya atas penemuan dua unsur baru.

    Tradisi ilmiah itu berlanjut ke generasi berikutnya. Putri mereka, Irène Joliot-Curie, bersama suaminya, Frédéric, meraih Nobel Kimia pada 1935 atas penemuan radioaktivitas buatan.

    Selama dua generasi, keluarga Curie mengumpulkan lima penghargaan Nobel menjadikannya salah satu keluarga ilmuwan paling berprestasi dalam sejarah.

    2. Paradoks Einstein: Nobel Tanpa Relativitas

    Meski kini teori relativitas menjadi dasar banyak cabang fisika modern, Komite Nobel sempat menolak teori itu berkali-kali karena dianggap terlalu spekulatif dan minim bukti eksperimen.

    Baru setelah tekanan kuat dari komunitas ilmiah dunia, Nobel Fisika 1921 akhirnya diberikan kepada Einstein. Namun, bukan untuk teori relativitas, melainkan untuk penjelasannya tentang efek fotolistrik, fenomena yang dapat dibuktikan secara eksperimental.

    Bahkan dalam pidato resmi penghargaan, dikutip dari DW panitia menghindari menyebut teori relativitas, yang ironisnya kini menjadi salah satu tonggak terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan.

    3. Medali Nobel Bernilai Jutaan Dolar

    Bagi sebagian orang, medali Nobel bukan hanya simbol kehormatan, tapi juga aset bernilai tinggi. Setelah wafatnya Francis Crick, salah satu penemu struktur DNA, keluarganya melelang medali Nobel miliknya pada 2013 untuk membayar pajak warisan.

    Hasilnya menembus lebih dari USD 2 juta. Crick meraih Nobel Fisika 1962 bersama James Watson dan Maurice Wilkins. Namun, penghargaan itu juga menyisakan kontroversi karena Rosalind Franklin, ilmuwan perempuan yang berperan besar dalam penemuan struktur DNA, tidak mendapat pengakuan.

    Rosalind meninggal akibat kanker ovarium pada usia 37 tahun, empat tahun sebelum penghargaan itu diberikan.
    Ironisnya, satu dekade kemudian, James Watson juga melelang medalinya dengan harga sekitar USD 4,8 juta AS. Pembeli yang tidak disebutkan namanya akhirnya mengembalikan medali itu kepada Watson.

    (pal/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Makanan dan Minuman yang Konsumsinya Tak Disarankan oleh Ahli Kanker

    5 Makanan dan Minuman yang Konsumsinya Tak Disarankan oleh Ahli Kanker


    Jakarta

    Ahli kanker mengungkap makanan yang konsumsinya perlu dibatasi karena dapat memicu kanker. Jenisnya berupa makanan olahan hingga makanan tinggi gula yang populer dikonsumsi masyarakat.

    Pola makan punya peran penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Jangan sampai ‘tertipu’ dengan tekstur atau rasa makanan yang enak karena nutrisinya bisa jadi tidak sebaik itu.

    Dalam hal penyakit kanker, ahli kanker mengungkap makanan dan minuman yang konsumsinya perlu diwaspadai dan bahkan dibatasi. Sebab makanan dan minuman ini memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.


    Berikut 5 makanan dan minuman yang konsumsinya tak disarankan oleh ahli kanker:

    1. Daging olahan

    Gokil! Pria Ini Habiskan 58 Hot Dog Demi Hadiah Rp 300 JutaDaging olana seperti hot dog atau sosis sebaiknya tidak dikonsumsi karena bisa memicu perkembangan sel kanker. Foto: X / @espn

    Daging olahan seperti sosis, bacon, salami, hingga hot dog memang cocok untuk dipilih guna mengenyangkan dengan cepat. Rasanya yang enak dan sederhana juga membantu ketika tak memiliki waktu banyak untuk memasak.

    Ternyata makanan olahan ini diungkapkan ahli sangat cepat untuk memicu risiko perkembangan sel kanker. Hal tersebut lantaran adanya penambahan bahan pengawet yang dimaksudkan untuk membuat produk makanan bertahan lebih lama.

    Penambahan kimia hingga proses yang dilalui begitu mengkhawatirkan bagi kesehatan. Alasan lain daging olahan dapat memicu kanker ada pada proses pengasapan hingga penambahan garam yang terlalu berlebihan.

    2. Alkohol

    Ilustrasi keracunan alkoholAlkohol juga bisa memicu perkembangan kanker. Foto: (Getty Images/Dagjoh)

    Bagi peminumnya, alkohol sering diasosiasikan dengan minuman yang membantu tubuh untuk relaksasi. Namun hal ini tidak sejalan dengan temuan Matthew Lambert selaku ahli gizi di World Cancer Research Fund (WCRF).

    “Ketika berbicara tentang alkohol, sebenarnya tidak ada keuntungan untuk meminumnya. Kami memiliki bukti ilmiah bahwa semua jenis minuman beralkohol dapat menyebabkan setidaknya enam jenis kanker, termasuk kanker payudara dan perut,” papar Lambert.

    Bahkan bagi Lambert asupan alkohol sedikit pun juga dapat berdampak buruk untuk tubuh. Apalagi ketika diserap oleh tubuh alkohol dapat memicu kerusakan sel dan menghentikan kemampuan tubuh memperbaiki selnya secara alami.

    3. Daging merah

    dagingDaging mentah juga sebaiknya tidak banyak dikonsumsi karena bisa memicu kanker. Foto: Getty Image/Shutterstock

    Daging merah sering diandalkan sebagai asupan protein utama untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Apalagi bagi mereka yang merupakan pegiat kebugaran dan tengah menjalani program peningkatan massa otot.

    Namun mengonsumsi daging merah secara sembarangan dan berlebihan juga tidak dianjurkan oleh ahli kanker. Steak, burger, hingga lamb chop atau daging domba panggang tidak disarankan dikonsumsi terlalu sering.

    Banyak hasil penelitian yang telah berhasil mengungkapkan kaitan konsumsi daging merah dengan perkembangan beberapa jenis sel kanker di dalam tubuh. Walaupun begitu masih dibutuhkan pengamatan lebih dalam agar memperjelas bukti dan efek yang disebabkan dari konsumsi daging merah terhadap kanker.

    4. Makanan tinggi gula

    resep kue cokelat tanpa tepungKue cokelat atau makanan manis lainnya memang enak tetapi asupannya perlu diminimalisir. Foto: instagram@fitwafflekitchen

    Manisnya makanan dengan kadar gula yang tinggi bikin siapapun sulit menolaknya. Apalagi ketika menerimanya sebagai makanan penutup yang legit untuk cuci mulut.

    “Kami (sebagai ahli) menyarankan untuk meminimalisir asupan makanan olahan, berlemak dan manis. Seperti kue, biskuit, pastry, hingga minuman-minuman yang manis,” lanjut Lambert.

    Gula merupakan asupan yang baik untuk bakteri di dalam tubuh. Namun, ketika dikonsumsi berlebihan dampaknya dapat memperparah inflamasi dan membuat tubuh berisiko tinggi atas perkembangan sel-sel kanker.

    5. Gorengan

    Banyak orang Indonesia merasa belum puas jika tidak melengkapi menu makanan dengan gorengan yang renyah. Konsumsi gorengan juga seolah melekat dengan kuat dengan kebiasaan orang Indonesia.

    Ayam goreng, ikan goreng, hingga camilan seperti singkong goreng atau risol tak pernah absen dari kehidupan orang Indonesia. Sayangnya di balik teksturnya yang renyah, gorengan justru mengancam kesehatan tubuh dan sel-sel di dalamnya.

    Penggunaan minyak untuk menggoreng makanan dapat meningkatkan endapan lemak jenuh di dalam tubuh manusia. Semetara ketika lemak jenuh terlalu banyak ada ancaman perkembangan setidaknya 13 jenis kanker di dalam tubuh manusia.

    Artikel ini sudah tayang di detikfood dengan judul Makanan dan Minuman Ini Tak Disarankan oleh Ahli Kanker, Hindari Konsumsinya

    Baca artikel detikfood, “Makanan dan Minuman Ini Tak Disarankan oleh Ahli Kanker, Hindari Konsumsinya”

    (Tim detikfood/Tim detikfood)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Jakarta

    Ada sederet makanan dan minuman yang tak direkomendasikan oleh para ahli kanker. Mengonsumsi makanan minuman tersebut, dinilai cukup berbahaya bagi tubuh dalam jangka waktu panjang.

    Pola makan yang sehat tentu berperan penting dalam sistem organ di tubuh dan mencegah berbagai penyakit, salah satunya penyakit kronis seperti kanker. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, sebab para ahli telah mengidentifikasi sejumlah makanan dan minuman berpotensi meningkatkan risiko kanker.

    Baik karena adanya kandungan kimiawi berbahaya, metode pengolahan, maupun dampaknya terhadap tubuh dalam jangka panjang. Dengan memahami makanan dan minuman apa saja yang sebaiknya dihindari, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.


    6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Beberapa makanan dan minuman berikut mungkin punya rasa yang lezat, tetapi dapat memberikan dampak yang negatif bagi tubuh. Jika ingin tubuh lebih sehat dan berumur panjang, segera batasi dan hindari untuk mengonsumsi beberapa makanan pemicu kanker ini secara rutin. Berikut daftarnya, dikutip dari laman Healthline:

    1. Gula dan Karbohidrat Olahan

    Dalam artikel yang telah ditinjau Katherine Marengo LDN, R.D., Nutrition, semakin banyak makanan dengan gula dan karbohidrat olahan. Ciri khas rasa yang terlalu manis, dikatakan berpotensi meningkatkan kemungkinan kanker.

    Sebut saja minuman dengan kandungan pemanis yang tinggi, makanan yang dimasak terlalu lama, olahan seperti pasta, roti, hingga sereal juga menjadi makanan yang mungkin kini dikenal dengan sebutan ultra processed food (UPF). Itu adalah makanan yang telah diproses dengan bahan-bahan asing seperti zat kimia, pengawet, pewarna, garam dan gula berlebih.

    Mengonsumsi makanan bertepung dengan konsentrasi tinggi dan manis dapat membuat kamu lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kondisi tersebut mendorong peradangan dan stres. Hal ini dapat meningkatkan risiko untuk jenis kanker tertentu.

    Makanan yang bermula dari memicu diabetes tipe 2, meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (uterus). Maka, untuk membatasinya bisa konsumsi makanan alternatif yang lebih sehat seperti beras merah, roti dari tepung gluten free, dan makanan real food yang minim olahan lainnya.

    2. Daging Olahan

    Siapa yang tak suka dengan daging olahan? Kita sangat dekat dengan makanan yang satu ini seperti sosis dan nuget, yang memang praktis dan bisa mengenyangkan dengan cepat. Rasanya yang enak juga membantu ketika tak memiliki waktu banyak untuk memasak, tapi ingin makan dengan lahap.

    Nyatanya, daging olahan terdiri dari daging yang hanya sedikit persenannya, diberi pengawet dan banyak tepung serta bahan asing lainnya. Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

    Mengonsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Ternyata makanan olahan ini diungkapkan ahli sangat cepat untuk memicu risiko perkembangan sel kanker.

    Hal tersebut lantaran adanya penambahan bahan pengawet yang dimaksudkan untuk membuat produk makanan bertahan lebih lama. Selain itu, proses pengasapan hingga penambahan garam pada daging olahan juga terlalu berlebihan.

    3. Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuhmu, sehingga menyulitkan tubuh untuk menargetkan sel-sel prakanker dan kanker. Pada wanita, alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh dan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memicu kanker payudara.

    Bagi peminumnya, alkohol sering diasosiasikan dengan minuman yang membantu tubuh untuk relaksasi. Namun ahli gizi di World Cancer Research Fund (WCRF), Matthew Lambert menjelaskan bahwa alkohol tak punya kaitan positif untuk tubuh. Bahkan, minuman beralkohol dapat menyebabkan setidaknya enam jenis kanker.

    4. Makanan yang Dimasak Berlebihan

    Memasak makanan secara berlebihan dapat menghasilkan karsinogen. Seperti daging yang dimasak terlalu lama, hingga penggunaan wajan dengan bahan tak sehat juga bisa mempengaruhi.

    Memasak daging dengan panas tinggi menciptakan PAH karsinogenik dan amina heterosiklik (HCA). Zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel. Maka untuk mengurangi risiko karsinogen dari memasak dengan panas tinggi, bisa menggunakan metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang pada suhu yang lebih rendah atau masak perlahan dalam slow cooker.

    5. Gorengan

    Gorengan memang selalu jadi teman makan favorit orang Indonesia. Mengonsumsi gorengan, melekat dengan kebiasaan orang Indonesia. Ayam goreng, ikan goreng, bala-bala, hingga camilan seperti singkong goreng atau risol tak pernah absen dari kehidupan orang Indonesia.

    Namun, penggunaan minyak untuk menggoreng makanan dapat meningkatkan endapan lemak jenuh di dalam tubuh manusia. Apalagi minyak tersebut sudah digunakan untuk menggoreng berkali-kali. Ketika lemak jenuh terlalu banyak, ada ancaman setidaknya 13 jenis kanker berkembang di dalam tubuh manusia.

    6. Segala Makanan UPF

    American Institute for Cancer Research dan American Cancer Society, bahwa pola hidup menghindari makanan olahan ultra atau ultra processed food (UPF) menjadi kunci mencegah kanker.

    Mengonsumsi makanan yang tak banyak diolah atau real food seperti sayur, buah, daging dengan cara masak dan bumbu dapur asli, menjadi makanan yang paling aman dan sehat. Kuncinya, konsumsi bahan yang datang dari alam dan bukan yang dibuat di pabrik.

    Rata-rata orang Amerika mengkonsumsi setidaknya 63% makanan ultraproses seperti pizza, keripik, muffin, daging olahan, dan minuman berpemanis. Studi kanker menunjukkan bahwa makanan ultraproses tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kanker, tetapi setelah diagnosis kanker, makanan ini meningkatkan risiko kematian.

    Penelitian menunjukkan bahwa langkah yang terbaik adalah menghindari makanan tersebut. Sumber protein bisa diperoleh dari makanan seperti tahu, edamame, tempe, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.

    Nah itulah tadi 6 daftar makanan pemicu kanker yang tidak direkomendasikan para ahli. Yuk kita hidup sehat, dan jauhi makanan yang berdampak buruk bagi tubuh!

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Dosen UGM Desak Inspeksi dan Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di Cikande, Kenapa?

    Dosen UGM Desak Inspeksi dan Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di Cikande, Kenapa?



    Jakarta

    Wilayah kawasan industri Cikande, Banten, menjadi sorotan usai ditemukannya zat radioaktif Cesium-137 di daerah tersebut. Melihat situasi ini, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Drs Gede Bayu Suparta mendesak inspeksi dan dekontaminasi.

    Seperti diketahui, paparan radiasi Cesium-137 ini ditemukan dalam udang beku ekspor RI. Kementerian Kesehatan juga menemukan bahwa 15 orang terdeteksi positif terpapar zat itu. Diketahui Cesium-137 berasal dari Industri Peleburan Logam.


    Meski paparan yang ditemukan masih pada tingkat yang dapat ditangani, Guru Besar Fakultas Bidang Ilmu Fisika FMIPA UGM tersebut mendorong adanya dekontaminasi, obat khusus, dan pemantauan kesehatan jangka panjang.

    Desak Inspeksi & Dekontaminasi Radiasi Cesium-137 di Cikande

    Apabila sudah terpapar, kata Bayu, cara mengetahui berbahaya atau tidaknya menjadi bergantung dari cara inspeksinya. Sebab, radiasi nuklir tidak bisa dilihat.

    Ia menjelaskan, yang perlu dilakukan segera adalah dekontaminasi. Proses ini bisa dijalankan dengan mengetahui terlebih dahulu titik radiasinya melalui survey meter.

    “Kalau ada sumber radiasi, diarahkan ke situ, maka radiasinya akan bunyi,”paparnya dalam laman UGM, dikutip Rabu (8/10/2025).

    Ditambahkan Bayu, adapun cara mereduksi paparan radiasi adalah dengan mencari lokasi titik sumber penyebaran radiasinya.

    Di samping itu, hal yang harus diperhatikan adalah sistem mutu Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC). Apabila suatu objek sudah mengandung radiasi, pilihannya adalah berhenti atau melanjutkan kegiatan aktivitas di tempat yang terindikasi.

    “Tentunya juga merujuk pada keputusan seperti pemberhentian operasional,” ungkapnya.

    Apa Itu Cesium-137?

    Cesium-137 atau Cs-137 adalah isotop radioaktif hasil sampingan reaksi fisi nuklir, baik dari reaktor maupun ledakan bom atom. Unsur ini memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, yang artinya butuh puluhan tahun hingga daya radioaktifnya berkurang.

    Cs-137 tidak ditemukan secara alami di lingkungan. Namun, unsur ini hampir selalu terkait dengan aktivitas manusia, seperti kecelakaan nuklir, pengolahan limbah industri, atau penggunaan medis tertentu.

    Cs-137 digunakan dalam jumlah kecil untuk kalibrasi peralatan pendeteksi radiasi. Contohnya seperti dalam penghitung Geiger-Mueller.

    Dalam jumlah yang lebih besar, Cs-137 digunakan dalam:

    Perangkat terapi radiasi medis untuk mengobati kanker
    Sterilisasi medis
    Pengukur industri yang mendeteksi aliran cairan melalui pipa
    Perangkat industri lain untuk mengukur ketebalan material, seperti kertas, film fotografi, atau lembaran logam.

    Cesium-137 Bisa Picu Kanker

    Menurut laman Centres for Disease Control and Prevention US, paparan Cs-137 dalam jumlah besar dapat menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, dan bahkan kematian. Paparan Cs-137 juga dapat meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gamma berenergi tinggi.

    Paparan internal Cs-137, melalui konsumsi atau inhalasi, memungkinkan bahan radioaktif terdistribusi di jaringan lunak. Jaringan tersebut bisa terpapar partikel beta dan radiasi gamma, serta meningkatkan risiko kanker.

    Paparan Cs-137 dapat meningkatkan risiko:

    Leukemia: radiasi merusak sumsum tulang tempat sel darah diproduksi.
    Kanker tiroid: Cesium-137 memaparkan beban radiasi ke kelenjar tiroid.
    Kanker padat (solid cancers): termasuk kanker paru, hati, ginjal, dan saluran pencernaan, tergantung rute paparan.

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • ‘Liburan Miskin’ Turis China di Jepang Bikin Warga Dua Negara Panas

    ‘Liburan Miskin’ Turis China di Jepang Bikin Warga Dua Negara Panas



    Tokyo

    Seorang turis asal China membuat konten liburan ‘miskin’ di Jepang. Video-video tersebut bikin warga di dua negara emosi.

    Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (11/10/2025), seorang pria dengan nama Yikeshu adalah pelakunya. Dia mengklaim sebagai influencer perjalanan dengan hampir 200.000 pengikut di media sosial China. Salah satu kontennya adalah perjalanan ke Osaka, Jepang.

    Dia disorot setelah mendokumentasikan perjalanannya dengan video yang berjudul “Selamat datang untuk menyaksikan perjalanan saya di Osaka dengan uang 100 yuan.


    Videonya dimulai dari pendaratan di Bandara Internasional Kansai. Ia mengantre di bea cukai dan mengabaikan tanda ‘dilarang merekam’, memotret seenaknya dan bergumam “langsung memasuki Jepang kecil”.

    Di toilet bandara, dia bertingkah makin menyebalkan. Alih-alih memakai fasilitas umum dengan bijak, ia malah mencuci rambut di wastafel dan mengeringkannya dengan pengering tangan.

    Kelakuan konyolnya masih berlanjut. Dia melanjutkan perjalanan ke Osaka dengan Kereta Listrik Nankai. Bukannya duduk dengan tengan, ia malah melakukan pull-up dan bergelantungan. Bahkan, ia berbaring di kursi sambil menyanyi lagu patriotik ‘Love My China’.

    Untuk menghemat pengeluaran, ia masuk ke sebuah restoran dan meminta teh yang diberikan secara gratis untuk pelanggan. Setelah minum teh itu, ia kemudian pergi tanpa membeli apa pun.

    Melangkahkan kaki ke pasar lokal, ia memburu semua sampel makanan gratis untuk menghemat biaya makan. Tanpa malu, ia makan sampel anggur sampai 7 butir. Penjual emosi dan mengambil seluruh sampel sebelum dihabiskan oleh turis itu.

    Videonya membuat netizen dari China dan Jepang meradang. Mereka berkata bahwa Yikeshu adalah pribadi yang tak tahu malu.

    “Sejujurnya, saya tidak masalah dengan kebanyakan turis China, tetapi hanya butuh satu orang seperti ini untuk menghancurkan seluruh citra,” kata netizen Jepang.

    “Beberapa orang bekerja keras untuk membangun citra positif bagi orang China, sementara yang lain berusaha keras untuk menghancurkannya. Mengapa platform ini tidak memblokir orang-orang seperti ini?” kata netizen China.

    “Orang seperti ini adalah kanker bagi citra internasional China. Upaya bertahun-tahun oleh 100 orang dapat hancur dalam sekejap hanya dengan tindakan bodoh satu orang,” timpal yang lain.

    Melihat banyaknya kritikan, turis itu menghapus videonya. Tak ada permintaan maaf, ia hanya hilang sementara karena takut dengan kritikan dalam kolom komentar.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Legit dan Berkhasiat! 5 Manfaat Konsumsi Durian Menurut Ahli Kimia

    Legit dan Berkhasiat! 5 Manfaat Konsumsi Durian Menurut Ahli Kimia


    Jakarta

    Durian kerap dikaitkan dengan efek samping yang membahayakan. Namun banyak penelitian yang menemukan manfaatnya, seperti mencegah kanker hingga mendetoks tubuh.

    Durian merupakan jenis buah tropis yang identik dengan aroma menyengat. Meskipun sering dipandang sebelah mata, tetapi durian memiliki sederet manfaat kesehatan.

    Hal tersebut diungkap oleh Dr. Dan Gubler Ph.D, seorang ahli kimia organik. Dalam Instagramnya @drdangubler (23/7) ia mengungkap manfaat durian yang belum diketahui banyak orang.


    Dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 manfaat durian:

    1. Mengurangi risiko kanker

    Hands peeling a Monthong durian seasonal fruit in ThailnadDurian dapat mengurangi risiko leukimia. Foto: Getty Images/Yopin Mekkawan

    Menurut sebuah penelitian di National Library of Medicine, durian dapat menurunkan risiko leukemia atau kanker darah. Hal tersebut karena kandungan flavonoid pada durian.

    Flavonoid berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi aktivitas apoptosis atau proses yang memicu perkembangan sel kanker dalam tubuh.

    2. Menambah energi

    Durian mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi tambahan. Temuan ini telah dibuktikan lewat studi yang diterbitkan di Journal of the American Nutrition Association.

    Menurut peneliti, karbohidrat pada durian seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa dapat memberikan energi secara instan.

    Dengan bantuan insulin, karbohidrat tersebut akan diserap oleh sel-sel tubuh untuk dijadikan energi, Durian juga mengandung serat yang membantu melancarkan pencernaan.

    Manfaat durian ada di halaman berikutnya.

    3. Mengobati PCOS

    efek samping dari makan durian berlebihanDurian dapat mengobati PCOS Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) kondisi di mana sel telur wanita tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon.

    Kondisi tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi durian. Durian mengandung fitoestrogen, senyawa yang berperan sama seperti estrogen pada wanita.

    Menurut studi pada Journal of Integrative Medicine, senyawa tersebut dapat membantu melawan efek ketidakseimbangan hormon pada wanita dan membantu meningkatkan kesuburan.

    4. Mendetoks tubuh

    Durian dapat mendetoks tubuh dengan baik. Hal tersebut karena durian merupakan sumber antioksidan yang baik, seperti glutathione, asam kafeat, quercetin, dan karotenoid.

    Antioksidan tersebut khususnya glutathione akan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan begitu, tubuh akan terdetoks dengan baik dan sel terlindungi.

    5. Menciptakan Rasa Senang

    Gerai Ini Jual Durian Mao Shan Wang Pakai Mesin OtomatisDurian dapat menciptakan rasa bahagia. Foto: 8days

    Meskipun bagi sebagian orang aroma durian sangat mengganggu, tetapi sebenarnya sangat bermanfaat untuk kesehatan.

    Aroma durian tersebut dapat memicu respons emosional melalui sistem limbik, bagian otak yang terkait dengan emosi dan memori. Dengan begitu dapat membantu mengurangi stres.

    Selain itu, aroma durian juga dapat menimbulkan respons emosional positif yang dapat berkontribusi suasana hati yang lebih baik dan sebagai relaksasi.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cegah Kanker dengan Konsumsi Rutin 5 Makanan Kaya Serat Ini

    Cegah Kanker dengan Konsumsi Rutin 5 Makanan Kaya Serat Ini


    Jakarta

    Asupan serat dari makanan ternyata memiliki khasiat yang lebih kompleks. Salah satunya dapat mencegah perkembangan kanker seperti yang diungkapkan ahli.

    Pemilihan makanan bagi sebagian orang merujuk pada kenyamanan atau selera makan saja. Padahal asupan makanan juga penting sebagai sumber nutrisi tubuh.

    Salah satunya kandungan serat yang memiliki peran penting untuk kesehatan. Serat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan dan kelancaran pencernaan saja, tetapi juga meregulasi hormon.


    Pengendalian hormon yang stabil akan mencegah pembentukan kanker yang menyerang tubuh. Dilansir dari Times of India, (24/8), secara spesifik ada beberapa makanan tinggi serat yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk mencegah potensi berkembangnya sel kanker.

    Baca juga: Restoran Dituntut! Makanan Wanita Ini Diduga Mengandung Jari Manusia

    Berikut ini 5 makanan tinggi serat untuk mencegah kanker:

    Makanan cegah kankerKacang lentil menjadi sumber serat dan protein nabati yang disarankan oleh pakar kesehatan. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    1. Kacang Lentil

    Kacang lentil memiliki kandungan serat yang tinggi dan termasuk sumber protein nabati yang disarankan pakar kesehatan. Banyak penelitian telah membuktikan khasiat asupan makanan ini.

    Salah satunya adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Kacang lentil juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga cocok untuk penderita pre-diabetes.

    Dalam kacang yang kecil ini juga terdapat pati yang menjadi asupan untuk bakteri baik di dalam usus besar. Komponen butyrate di dalamnya mampu mengurangi inflamasi dan mengurangi risiko kanker usus besar.

    2. Apel

    Bukan sekadar anggapan, apel dipercaya sebagai buah paling bernutrisi sebab memiliki kandungan detoks alami di dalamnya.

    Apel memiliki kandungan serat yang tinggi juga polifenol. Kolaborasi kedua komponen tersebut dapat mencegah senyawa berbahaya yang dapat merusak DNA.

    Para peneliti juga menyarankan apel untuk dikonsumsi setiap hari jika ingin mencegah kanker. Khasiatnya, terutama pada pencernaan, terbukti dapat menurunkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker.

    3. Pir

    Mirip dengan apel, buah pir juga tak kalah menyegarkan. Kandungan airnya yang tinggi membuat pir disarankan untuk menjaga keseimbangan hidrasi tubuh.

    Selain kandungan air yang tinggi, pir juga dilengkapi serat yang padat. Konsumsi pir secara rutin dapat membantu mengurangi kontak karsinogen dengan usus besar melalui manfaatnya melancarkan pencernaan.

    Ketika membantu usus besar bergerak dan membuang kotoran secara perlahan, pir dapat mencegah penumpukan toksin. Sebagaimana diketahui, jika toksin mengendap terlalu lama di dalam tubuh dapat menjadi salah satu pemicu kanker.

    Makanan cegah kankerKandungan beta glukan pada oatmeal dapat mencegah berkembangnya sel abnormal yang memicu terbentuknya kanker. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    4. Oatmeal

    Oatmeal menjadi asupan makanan yang cukup populer akhir-akhir ini. Termasuk dalam golongan gandum dan biji-bijian, oatmeal punya kandungan serat yang baik.

    Di dalam seporsi oatmeal juga terdapat beta glukan yang dapat memperkuat sel imunitas. Sehingga tubuh akan lebih efektif untuk mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal yang dapat terbentuk sebagai pemicu kanker.

    Konsumsi oatmeal dapat memberikan dua khasiat sekaligus. Pertama menguatkan sistem tubuh mencegah kanker dan kedua, membersihkan arteri untuk melancarkan aliran darah.

    5. Kol

    Hampir selalu hadir sebagai lalapan saat makan, ternyata kol tak sekadar ‘absen’ di atas piring. Kol memiliki kandungan serat dan vitamin C yang dapat membantu mencukupi kebutuhan harian tubuh.

    Ketika dikunyah atau dicincang, kol akan melepaskan komponen bernama glukosinolat. Komponen ini dapat berubah menjadi molekul bioaktif yang membantu detoksifikasi di dalam tubuh.

    Fungsinya di dalam tubuh salah satunya adalah menetralkan karsinogen yang sudah terendap dalam tubuh. Jika dipadukan dengan asupan makanan tinggi serat lainnya, maka kol dapat berperan sebagai tameng tubuh melawan sel kanker.

    Baca juga: Amankan Tiketnya! Yuk Daftar Kelas Kopi detikFood Bareng Barista Profesional

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Makan Ramen Lebih dari 1 Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian Dini

    Makan Ramen Lebih dari 1 Kali Seminggu Tingkatkan Risiko Kematian Dini


    Jakarta

    Ramen merupakan hidangan khas Jepang yang kini mendunia. Namun menu ini tidak terlalu baik untuk kesehatan bila dikonsumsi terlalu sering.

    Dilansir dari DailyMailUK (26/09/2025), sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition, Health and Ageing mengungkap konsumsi ramen lebih dari sekali dalam seminggu berisiko meningkatkan kemungkinan kematian dini, khususnya pada pria di bawah usia 70 tahun.

    Penelitian ini melibatkan lebih dari 6.500 partisipan di Prefektur Yamagata, Jepang, berusia sekitar 40 tahun. Mereka dibagi dalam 4 kelompok berdasarkan frekuensi makan ramen, mulai dari kurang dari sebulan sekali hingga lebih dari tiga kali seminggu.


    Hasilnya kelompok yang paling sering mengonsumsi ramen, terutama yang meminum lebih dari separuh kuahnya, menunjukkan risiko kematian yang lebih tinggi. Dalam masa observasi yang berlangsung selama 4,5 tahun, tercatat 145 kematian di antara partisipan, dengan 100 di antaranya akibat kanker dan 29 akibat penyakit jantung.

    Close up shot of miso noodle ramen with chopped pork meat and soft boiled eggKebiasaan makan ramen. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio

    Para peneliti menyoroti kandungan garam yang sangat tinggi dalam kuah ramen sebagai faktor utama penyebab kematian.

    “Ramen dan kuahnya mengandung kadar garam yang tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit terkait garam, seperti stroke dan kanker lambung,” tulis laporan tersebut.

    Risiko tersebut semakin meningkat bila konsumsi ramen disertai dengan kebiasaan minum alkohol, di mana pria yang makan ramen lebih dari 3 kali seminggu sambil minum alkohol, tercatat memiliki risiko kematian hingga 3 kali lipat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

    Namun para peneliti juga mengakui adanya keterbatasan dalam studi ini. Data dikumpulkan melalui catatan makanan yang bersifat laporan mandiri sehingga rentan ketidakakuratan. Misalnya terkait ukuran porsi, jenis ramen, atau pola makan pendukung lainnya. Faktor gaya hidup seperti olahraga, kondisi medis kronis, serta kebiasaan makan di luar periode survei juga tidak tercatat secara detail.

    Meski begitu, temuan ini cukup memberi peringatan bagi penggemar ramen. Para ahli kesehatan menganjurkan agar ramen dinikmati sesekali saja, bukan menjadi santapan rutin. Saat mengonsumsinya, hindari meminum seluruh kuah ramen yang tinggi kandungan garam, apalagi bila bersamaan dengan konsumsi alkohol.

    Close-up japanese noodle called ramen in a white bowlRamen. Foto: iStock

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga sudah menegaskan bahaya konsumsi garam berlebih. Hampir seluruh negara di Eropa dilaporkan mengonsumsi garam jauh di atas batas aman. WHO merekomendasikan konsumsi garam harian maksimal 5 gram per orang, sementara pedoman di Inggris membatasi hingga 6 gram per hari.

    Kelebihan garam terbukti menjadi penyebab utama hipertensi yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke, dua penyakit mematikan yang kerap datang tanpa gejala awal.

    Dengan demikian meski ramen menawarkan kelezatan yang menggoda, menjaga frekuensi konsumsi dan membatasi asupan kuahnya adalah langkah bijak untuk kesehatan jangka panjang.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com