Tag: keikhlasan

  • Berapa Nominal Sedekah Subuh? Ini Penjelasan Hukumnya


    Jakarta

    Sedekah subuh adalah salah satu bentuk amalan kebaikan yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dilaksanakan setelah mengerjakan salat Subuh, sedekah ini bukan hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga agar diberi keberkahan.

    Dalam ajaran Islam, malaikat akan langsung mendoakan orang yang bersedekah subuh agar Allah SWT melipatgandakan rezekinya. Sebaliknya, bagi yang enggan bersedekah, malaikat akan mendoakan sebaliknya, agar dibinasakan.

    Mengutip buku Sapu Jagat Keberuntungan karya Ahmad Mudzakir, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukhari dan Muslin, dari Abu Hurairah).


    Namun, banyak yang bertanya, berapa nominal sedekah subuh yang dianjurkan? Apakah ada batasan atau aturan tertentu? Untuk mengetahuinya, mari simak penjelasan lengkap tentang hukum nominal sedekah subuh berikut ini.

    Nominal Sedekah Subuh

    Sedekah subuh adalah salah satu bentuk ibadah yang penuh keutamaan. Namun, tak jarang muncul pandangan bahwa nilai sedekah bergantung pada nominalnya, semakin besar jumlahnya, semakin tinggi pula nilainya. Benarkah demikian?

    Dalam buku Sedekah Pengubah Nasib karya Aditya Akbar Hakim dijelaskan, keberkahan sebuah sedekah tidak hanya dinilai dari jumlahnya, tetapi lebih pada konsistensi dan keikhlasan dalam melaksanakannya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun hanya sedikit.

    Rasulullah SAW bersabda, “Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amal yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim)

    Sedekah subuh yang dilakukan rutin, walaupun nominalnya kecil, seperti lima ribu rupiah setiap kali melaksanakan salat Subuh, memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan sedekah jutaan rupiah yang dilakukan hanya sesekali. Kenapa demikian? Karena istiqomah yaitu kebiasaan yang berlanjut hingga akhir hayat yang merupakan bentuk ibadah yang tidak mudah dilakukan oleh semua orang.

    Banyak yang beranggapan bahwa sedekah adalah kewajiban orang-orang kaya. Namun, Allah SWT tidak membatasi amalan ini hanya untuk golongan tertentu. Siapa saja bisa bersedekah subuh, tak peduli apakah hidupnya pas-pasan atau berlimpah harta, yang Allah SWT lihat adalah keikhlasan dan konsistensi, bukan jumlahnya.

    Sedekah lima ribu rupiah bagi orang yang penghasilannya sederhana, bisa jadi memiliki nilai lebih dibandingkan dengan satu juta rupiah dari mereka yang kaya, karena ia memberi sedekahnya dengan sepenuh hati dan perjuangan.

    Sebagai contoh, seseorang yang rutin memasukkan uang lima ribu rupiah ke kotak amal setiap subuh selama bertahun-tahun, hingga menjadi kebiasaan, telah membangun sebuah amalan bernilai tinggi. Sedekahnya mungkin tampak kecil, tetapi efeknya begitu besar di mata Allah SWT. Bandingkan dengan mereka yang mampu menyumbang jutaan rupiah, tetapi melakukannya hanya setahun sekali. Mana yang lebih berat? Tentu yang melakukan istiqomah dalam sedekah.

    Dalam buku Sedekah yang disusun oleh Neti Suriana dkk., terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai, Rasulullah SAW bersabda, “Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu (wahai Rasulullah)?” Beliau menjawab, “Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedekah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya.” (HR An-Nasai, Shahihul Jami’)

    Hadits ini mengajarkan bahwa sedekah subuh bukan terletak pada nominalnya semata, tetapi pada pengorbanan yang dilakukan oleh seseorang saat bersedekah.

    Sebagai contoh, Rp 100.000 yang disedekahkan oleh seseorang dengan penghasilan Rp 200.000 memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan Rp 100.000 yang diberikan oleh orang dengan penghasilan Rp2.000.000. Artinya, nilai sedekah sangat bergantung pada tingkat pengorbanan dari pemberi.

    Satu hal yang perlu dipahami tentang sedekah subuh adalah bahwa amalan ini tidak akan pernah membuat seseorang miskin. Sebaliknya, sedekah memiliki kekuatan luar biasa untuk memperkaya hati, pikiran, dan kehidupan seseorang seperti yang dikutip dari buku Cantik dengan Sedekah tulisan Indrita R. Dani dkk.

    Dengan bersedekah, seseorang tidak hanya berkontribusi kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga memperkaya dirinya sendiri dengan kebahagiaan, keseimbangan hidup, dan keberkahan.

    Sedekah subuh menjadi bukti bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menciptakan dampak besar. Bahkan sekecil apa pun jumlah yang kita sedekahkan, dampaknya dapat dirasakan oleh si penerima dan memberikan pengaruh positif pada lingkungan sekitar kita.

    Urutan Melakukan Sedekah Subuh

    Sebelum Anda melakukan sedekah subuh, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sedekah yang Anda berikan dapat menjadi amal yang berkah dan diterima oleh Allah SWT.

    Berikut ini adalah urutan dan beberapa aspek yang harus Anda perhatikan seperti yang dijelaskan pada sumber sebelumnya:

    1. Sedekah ketika Sehat

    Penting untuk melakukan sedekah subuh ketika Anda berada dalam keadaan sehat.

    2. Sedekah setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

    Pastikan bahwa sebelum Anda melakukan sedekah subuh, segala kebutuhan wajib seperti nafkah keluarga dan kebutuhan pribadi sudah terpenuhi.

    3. Sedekah untuk Keluarga

    Salah satu yang utama dalam sedekah adalah memberikan kepada keluarga terlebih dahulu, dengan bersedekah kepada keluarga, Anda juga akan mendapatkan pahala sedekah dari Allah SWT.

    4. Sedekah kepada Kerabat

    Setelah memberikan kepada keluarga terdekat, Anda bisa melanjutkan untuk memberikan sedekah kepada kerabat Anda. Karena sedekah yang diberikan kepada kerabat dapat mendatangkan 2 kebaikan yakni, sedekah dan menyambung tali silaturahmi.

    5. Sedekah kepada Tetangga

    Sedekah kepada tetangga akan semakin mempererat hubungan antar sesama dan menciptakan lingkungan yang saling peduli dan mendukung.

    6. Sedekah untuk Pejuang di Jalan Allah SWT

    Sedekah subuh juga bisa diberikan kepada mereka yang berjuang di jalan Allah SWT, baik itu dalam peperangan fisik atau dalam perjuangan untuk kebaikan masyarakat.

    7. Sedekah untuk Perjuangan di Jalan Dakwah

    Sebagai bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan, sedekah untuk mereka yang bekerja dalam perjuangan dakwah, menyebarkan ilmu agama, juga adalah amalan yang sangat bernilai di sisi Allah SWT.

    (inf/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sedekah Ini Diganjar Pahala 700 Kali Lipat, Jangan Lewatkan!


    Jakarta

    Sedekah adalah amalan sederhana dengan keutamaan luar biasa. Berkaitan dengan itu, ada sedekah yang diganjar 700 kali lipat.

    Anjuran bersedekah disebutkan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, salah satunya dari Abu Dzar RA:

    “Pada setiap ruas tulang seseorang di antara kalian di setiap pagi ada kewajiban sedekah. Setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, tiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Namun, semua itu dapat dicukupi dengan salat dua rakaat yang dikerjakan seseorang di waktu dhuha.” (HR Muslim)


    Bentuk Sedekah yang Ganjarannya 700 Kali Lipat

    Menukil dari buku Sedekah Bikin Kaya dan Berkah yang disusun Ubaidurrahim El-Hamdy, sedekah dengan ganjaran 700 kali lipat diterangkan dalam surah Al Baqarah ayat 261,

    مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

    Menurut ayat di atas, sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulirnya ada seratus biji. Dengan demikian, sedekah dengan ikhlas akan diganjar 700 kali lipat oleh Allah SWT.

    Menurut Tafsir Kemenag RI, perumpamaan keadaan yang sangat mengagumkan dari orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dengan tulus untuk ketaatan dan kebaikan seperti keadaan seorang petani yang menabur benih. Sebutir biji yang ditanam di tanah yang subur menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 700.

    Allah SWT terus melipatgandakan pahala kebaikan sampai 700 kali lipat atau lebih bagi siapa yang Dia kehendaki sesuai tingkat keimanan dan keikhlasan hati yang berinfak.

    “Dan jangan menduga Allah tidak mampu memberi sebanyak mungkin, sebab Allah Maha Luas karunia-Nya. Dan jangan menduga Dia tidak tahu siapa yang berinfak di jalan-Nya dengan tulus, sebab Dia Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima karunia tersebut, dan Maha Mengetahui atas segala niat hamba-Nya,” demikian tulis Tafsir Kemenag RI pada surah Al Baqarah ayat 261.

    Keutamaan Sedekah dalam Islam

    Masih dari sumber yang sama, berikut beberapa keutamaan sedekah dalam Islam:

    • Menghapus dosa muslim
    • Tidak mengurangi harta yang disedekahkan
    • Menjadi naungan bagi orang beriman pada hari kiamat
    • Menjadi obat dan tolak bala

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bentuk Sedekah yang Pahalanya Dahsyat Menurut Hadits


    Jakarta

    Sedekah adalah amalan yang dicintai Allah SWT dan dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut sebuah hadits, ada sedekah yang pahalanya paling dahsyat.

    Menurut Buku Saku Terapi Bersedekah yang ditulis Manshur Abdul Hakim, Al-Jurjani mengartikan sedekah sebagai pemberian yang dimaksudkan untuk mengharap pahala dari Allah SWT. Sementara itu, Al-Raghib memaknai sedekah sebagai harta yang dikeluarkan seseorang karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    Imam Nawawi melalui Syarh Shahih Muslim-nya mengatakan bahwa sedekah menjadi bukti ketulusan seseorang sekaligus lurusnya iman di dalam hatinya. Dengan begitu, perilaku dan suara hatinya selaras. Jadi, sedekah adalah cermin dari iman yang tulus dan lurus.


    Anjuran bersedekah dijelaskan dalam sejumlah ayat suci Al-Qur’an, salah satunya firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 267.

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

    Berkaitan dengan itu, ada sedekah yang pahalanya besar. Hal ini disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

    Sedekah Apa yang Pahalanya Paling Besar?

    Sedekah yang pahalanya paling besar tercantum dalam hadits Rasulullah SAW. Berikut bunyi haditsnya yang dinukil dari Syarah Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi yang diterjemahkan Misbah.

    Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu berkata, “Ya Rasulullah, sedekah mana yang paling besar pahalanya?”

    Kemudian Rasulullah pun bersabda, “Yaitu jika engkau bersedekah, engkau itu masih sehat dan sebenarnya engkau kikir. Kau takut menjadi fakir dan engkau sangat berharap menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkongan lalu berkata, ‘Yang ini untuk fulan dan yang ini untuk fulan’, padahal yang demikian itu memang untuk fulan.” (HR Muttafaq’alaih)

    Mengacu pada hadits di atas, sedekah yang pahalanya paling besar pahalanya adalah sedekah yang dilakukan ketika sehat dan kikir. Menurut Imam Nawawi, ketika muslim bersifat dermawan dan sedekah dalam keadaan sehat itu membuktikan keikhlasan serta cinta yang besar kepada Allah SWT.

    Saat seseorang bersedekah dalam keadaan sehat tentu berbeda ketika sakit. Seperti diketahui, sewaktu seseorang sakit dan ajalnya dekat maka ia merasa putus asa dengan hidup sehingga harta di matanya tak lagi menjadi hal yang penting.

    Sedekah ketika kaya juga menjadi salah satu jenis amalan yang pahalanya luar biasa. Ini dijelaskan oleh Asy Syarqawi melalui Jawaih Al-Bukhari tulisan Syaikh Muhammad Imarah yang diterjemahkan M Abdul Ghoffar.

    Tujuan dari sedekah adalah menguatkan keinginan untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Oleh karenanya, sedekah dalam keadaan sakit atau jelang kematian berbeda dengan sedekah sewaktu sehat dan kaya.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com