Tag: keracunan makanan

  • Heboh Keracunan MBG, Ini Langkah Pertama Saat Keracunan Makanan

    Heboh Keracunan MBG, Ini Langkah Pertama Saat Keracunan Makanan


    Jakarta

    Heboh ratusan siswa diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). Saat keracunan makanan, sebaiknya segera lakukan hal ini!

    Kasus keracunan makanan kembali marak, salah satunya dari program MBG. Belum lama ini dilaporkan ada ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan setelah makan MBG.

    Para siswa tersebut mengalami mual dan muntah. Menanggapi insiden ini, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).


    “Pertama-tama, kami atas nama pemerintahan dan mewakili BGN memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah yang tentu saja itu bukan yang diharapkan atau bukan suatu kesengajaan,” tutur Mensesneg Prasetyo Hadi (10/9).

    Sejumlah  murid menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 13 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (19/9/2025). Sekolah inimenjadi salah satu sekolah yang baru saja mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.Sejumlah murid menyantap makanan bergizi gratis (MBG) di SDN 13 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (19/9/2025). Sekolah inimenjadi salah satu sekolah yang baru saja mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Foto: Pradita Utama

    Sebelumnya, kasus keracunan makanan merang cukup marak terjadi di Indonesia. Hal ini jelas menjadi perhatian bersama untuk memastikan makanan yang dikonsumsi higienis.

    Dikutip dari Yale Medicine (26/8), keracunan makanan terjadi bila kita mengonsumsi makanan yang tercemar bakteri, virus, parasit, atau toksin.

    Gejala umum yang akan terjadi mencakup diare, muntah, sakit perut, dan kadang demam. Gejala ini munculnya bisa cepat atau setelah beberapa waktu setelah konsumsi makanan tercemar, tergantung jenis patogen.

    Ketika mengalami keracunan makanan ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut informasinya:

    1. Hidrasi

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Banyak minum air putih setelah mengalami muntah dan diare karena keracunan makanan. Foto: Getty Images/KTStock

    Menurut Karen Jubanyik, MD spesialis Unit Gawat Darurat Yale Medicine, hidrasi adalah kunci. Korban keracunan harus banyak minum air putih agar mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Terutama selama 24 jam pertama setelah muntah dan diare.

    Jika tersedia, konsumsi larutan elektrolit agar keseimbangan mineral tubuh kembali normal. Hindari minuman olahraga seperti minuman berenergi karena minuman itu tidak diformulasikan untuk mengatasi dehidrasi.

    2. Hindari beberapa jenis makanan

    Korban keracunan makanan perlu sementara menghindari konsumsi makanan yang bisa memperparah pencernaan. Misalnya, tunggu tubuh agak pulih sebelum makan makanan berminyak, pedas, berminyak, dan produk susu.

    “Tidak makan secara normal selama satu atau dua hari bukanlah hal yang penting karena sebagian besar orang yang sehat memiliki cadangan makanan yang cukup di dalam tubuh mereka,” tutur Dr, Jubanyik.

    3. Istirahat cukup

    Ketiga, istirahat cukup agar tubuh punya kesempatan melawan infeksi atau racun. Jika gejala berlangsung lebih dari 2-3 hari, atau muncul tanda bahaya seperti darah dalam tinja, muntah terus-menerus, dehidrasi berat, maka harus segera mencari pertolongan medis profesional.

    Dalam kasus keracunan MBG, pemerintah dan pihak dapur penyedia MBG perlu memastikan standar sanitasi, pemeriksaan bahan baku, cara penyimpanan, dan distribusi yang aman. Selain itu, edukasi kepada pengelola dan masyarakat soal cara memilih, menyiapkan, dan menyimpan makanan juga perlu dilakukan.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Masak MBG Pakai Air Galon

    Cegah Keracunan, BGN Wajibkan SPPG Masak MBG Pakai Air Galon


    Jakarta

    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana memastikan pemerintah terus mengawal laporan insiden kasus keracunan makan bergizi gratis yang terjadi di sejumlah daerah. Sebagai langkah pencegahan, satu SPPG kini hanya dibatasi melayani 2 ribu hingga 2.500 penerima manfaat.

    “Kita tetapkan kebijakan, penerima manfaat menjadi rata-rata di 2.000 sampai 2.500 dan boleh dilanjutkan sampai 3 ribu kalau di SPPG itu ada ahli masak yang bersertifikat,” tandasnya kepada wartawan, Senin (20/10/2025).

    Ia juga meminta SPPG baru didampingi oleh juru masak profesional setidaknya dalam lima hari ke depan. Penggunaan rapid test juga dimaksimalkan distribusinya di seluruh SPPG.


    Rapid test digunakan baik pada bahan baku pangan yang akan diolah, juga saat makanan tersaji setelah didistribusikan ke sekolah-sekolah.

    “Kita sedang mengusahakan semua SPPG dengan rapid test untuk menguji bahan baku karena pengalaman Jepang sudah 100 tahun MBG, 90 persen gangguan pencernaan yang muncul karena kualitas bahan baku,” ceritanya.

    “Rapid test agar hasil masakan bisa dites sebelum dibagikan ke sekolah sehingga kita bisa tahu makanan itu masih berkualitas atau tidak,” sambungnya.

    Food Tray Harus Selalu Steril

    Sejumlah SPPG juga kini dipastikan Dadan dibekali sterilisasi food tray yang memastikan wadah bisa digunakan ulang secara aman setelah diduci dan dikeringkan dengan suhu tertentu.

    Hal ini berkaca pada kasus keracunan MBG di daerah karena sanitasi yang tidak layak.

    “Karena daerah Indonesia itu luas, banyak kasus gangguan pencernaan berasal dari air, oleh sebab itu air yang digunakan pada masak makanan bergizi harus air yang bersertifikat, air galon, atau air isi ulang yang sudah melalui proses sertifikat,” pungkasnya.

    (naf/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Prabowo Sebut Mayoritas dari 112 Negara Adopsi MBG ala Indonesia

    Prabowo Sebut Mayoritas dari 112 Negara Adopsi MBG ala Indonesia


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto ungkap berbagai keberhasilan program andalan yang dimilikinya, yakni makan bergizi gratis (MBG). Program ini disebutnya menarik perhatian dunia dan diadopsi berbagai negara.

    “Artinya, bangsa Indonesia, artinya negaramu, pemerintahmu sekarang mampu memberi makan setiap hari 36,2 juta (dari) 12.205 dapur. Masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang, menimbulkan 15 supplier makanan, masing-masing supplier mempekerjakan 5-10 orang pekerja, petani, dan sebagainya,” tutur Prabowo.

    Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada momen Wisuda dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (18/10/2025) dikutip dari YouTube resmi Gerindra TV.


    MBG Indonesia Dibicarakan Dunia

    Prabowo menyebut MBG Indonesia terus dibicarakan di dunia internasional. Beberapa waktu lalu, ia menyebut menerima kunjungan Rockefeller Institute Amerika Serikat, sebuah lembaga yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan.

    “Dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia,” bebernya.

    Ketika RI memulai MBG, baru 77 negara yang melaksanakannya. Indonesia sendiri adalah negara ke-78 atau ke-79 yang menyelenggarakan program semacam MBG.

    “Sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita, kita berani melakukan,” tegas Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia itu.

    Singgung Masalah Keracunan

    Meski sudah menjadi perhatian dunia, Prabowo tidak bisa memungkiri bila ada beberapa orang yang selalu berkomentar buruk tentang MBG. Salah satu hal yang menurutnya paling dibesarkan adalah masalah keracunan usai menyantap MBG.

    “Memang program ini tidak sempurna. Dalam pelaksanaan sampai sekarang, ada beberapa ribu anak sakit perut, keracunan makan. tapi yang dibesarkan adalah keracunan, seolah-oleh program ini harus dihentikan,” singgungnya.

    Prabowo kembali membeberkan data penerima manfaat MBG. Ia menjelaskan sampai saat ini sudah ada 36,2 juta penerima manfaat dengan 1,4 miliar porsi makanan yang sudah dibagikan dan 8 ribu diantaranya mengalami keracunan makanan.

    “Jadi kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008. Artinya program ini 99,99 persen berhasil. Jadi, di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal,” ujar Prabowo lagi.

    MBG Akan Terus Disempurnakan

    Kendati demikian, kekurangan MBG tidak bisa dipandang sebelah mata. Prabowo dengan keras mengatakan tidak boleh ada satu anak pun yang sakit gegara MBG lantaran makanan kurang bagus, bersih, atau faktor lainnya.

    “Tapi kalau 1,4 miliar dibagi 8 ribu, saya kira ini masih kalau dalam ilmu pengetahuan, dalam sains, ini masih dalam koridor, katakanlah koridor of error,” jelas Prabowo.

    Ia ingin MBG ke depan tidak memiliki kesalahan lagi walau sulit dilakukan. Pihaknya melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan setiap dapur MBG harus punya alat-alat yang terbaik dan akan disempurnakan.

    Ke depan, pemerintah juga akan meminta semua guru untuk mengajak anak-anak mencuci tangan yang benar sebelum makan atau mengajarkan anak makan menggunakan sendok. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus dan bakteri yang bisa datang dari mana saja.

    Prabowo kembali menegaskan bila Indonesia dianggap contoh untuk keberhasilan MBG, selain Brazil dan India. Tetapi, Indonesia adalah negara yang paling berani dan cepat mencapai 36 juta penerima manfaat MBG dalam waktu 1 tahun.

    “Brazil membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta, kita lakukan dalam 1 tahun. Ini satu prestasi yang saya anggap harus kita akui,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com