Tag: lutut

  • Real Madrid Tepis Isu Trent Alexander-Arnold Tersingkirkan


    Jakarta

    Muncul kabar, Trent Alexander-Arnold akan tersingkirkan di Real Madrid jika Dani Carvajal sudah mulai fit. Sumber dari orang dalam sebut, kabar itu tidak benar!

    Trent Alexander-Arnold dicadangkan ketika Real Madrid hadapi Oviedo di jornada kedua Liga Spanyol 2025/2026. Trent baru masuk sebagai pemain pengganti, gantikan Dani Carvajal.


    Muncul kabar, pelatih Xabi Alonso akan memilih Dani Carvajal di skuad utama Real Madrid. Andai, bek berusia 33 tahun itu sudah fit dan kembali ke performa terbaik.

    Carvajal alami cedera ACL di musim lalu dan nyaris sepanjang musim. Cuma dua kali dirinya bermain di LaLiga.

    Dilansir dari Marca, sumber terpercaya dari Real Madrid menyebut tidak benar kalau ada kabar Trent Alexander-Arnold disingkirkan dari skuad utama tim. Eks pemain Liverpool itu masih masuk dalam rencana Xabi Alonso!

    Alonso mau berikan Dani Carvajal menit bermain karena kondisinya mulai membaik. Pemilihan Carvajal atau Trent yang jadi starter adalah murni pilihan Alonso.

    Real Madrid memang cuma punya dua pemain bek sayap kanan, Trent dan Carvajal. Alonso akan memilih siapa yang lebih pantas, artinya memang ada kompetisi di antara keduanya.

    Pun kalau ada salah satu yang cedera, Alonso tidak akan pusing. Untuk Trent, pemain berusia 26 tahun itu sempat alami cedera lutut di awal tahun 2024 dan beruntung tidak kambuhan.

    (aff/krs)



    Sumber : sport.detik.com

  • Remaja Belanda Mendadak Hanya Bicara Bahasa Inggris usai Operasi Lutut, Kok Bisa?

    Remaja Belanda Mendadak Hanya Bicara Bahasa Inggris usai Operasi Lutut, Kok Bisa?


    Jakarta

    Seorang remaja berusia 17 tahun di Belanda menjalani operasi lutut setelah cedera saat bermain sepak bola. Setelah menjalani operasi dia mendadak hanya berbicara dalam bahasa Inggris.

    Dikutip dari laman Live Science, remaja ini berulangkali sangat meyakini kalau dia berada di Amerika Serikat. Padahal, dirinya hanya berbicara bahasa asing tersebut selama pelajaran bahasa Inggris di sekolah.

    Remaja yang tidak disebutkan namanya ini juga tidak mengenali orang tuanya, serta tidak bisa berbicara bahasa Belanda lisan. Menurut laporan kasus, pasien tidak memiliki riwayat gejala kejiwaan dan tidak memiliki riwayat medis keluarga yang relevan, selain beberapa kasus depresi dari pihak ibu.


    Pada awalnya, perawat yang menyadari pasien berbicara bahasa Inggris mengira remaja itu mengalami delirium emergensi, suau kondisi yang bisa terjadi selama pemulihan dari anestesi. Namun, setelah pasien tidak juga berbicara bahasa Belanda sepatah kata pun beberapa jam kemudian, mereka memanggil psikiater.

    Saat diperiksa oleh tim psikiatris, pasien bisa menjawab pertanyaan, meski dalam bahasa Inggris dengan aksen Belanda. Kemudian dia mulai memberi jawaban singkat dalam bahasa Belanda meski kesulitan.

    Pasien kemudian didiagnosis mengidap Foreign Language Syndrome (FLS) atau sindrom bahasa asing. Kondisi ini terjadi saat seseorang tiba-tiba dan tanpa sadar beralih menggunakan bahasa kedua bukan bahasa ibu dalam jangka waktu tertentu.

    Ahli saraf tidak menemukan kelainan apapun selama pemeriksaan neurologis lengkap pasien. Kemudian, setelah melalui 18 jam pasca operasi, remaja ini mampu memahami bahasa Belanda meski belum bisa berbicara dalam bahasa tersebut.

    Namun, saat temannya datang mengunjungi dirinya sehari setelah operasi, tiba-tiba dia bisa memahami dan berbicara bahasa Belanda lagi. Sebab dia secara spontan mulai berbicara dalam bahasa aslinya, dokter menganggap tidak perlu melakukan tes neuropsikolgis, elektroensefalogram (EEG), atau jenis pemindaian otak lainnya. Pada akhirnya, dia diperbolehkan pulang tiga hari setelah operasi.

    (elk/suc)



    Sumber : health.detik.com