Jakarta –
Perubahan cuaca bisa mendorong perubahan pola makan. Di musim hujan ini sebaiknya hindari mengonsumsi daging dan ikan karena bisa memicu masalah kesehatan.
Daging dan ikan sejatinya adalah makanan yang bernutrisi. Daging dan ikan kaya akan protein yang dibutuhkan tubuh untuk memberikan energi dan manfaat lainnya.
Namun, saat musim hujan, tidak disarankan untuk mengonsumsi dua jenis makanan tersebut. Pasalnya, musim hujan dapat menyebabkan perubahan lingkungan.
Kondisi tersebut membuat pola makan harus disesuaikan agar dapat bertahan dan tidak menimbulkan risiko penyakit. Dikutip dari Times of India (16/08/24) berikut alasannya:
1. Cepat busuk
Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan karena tinggi potensinya terkontaminasi. Foto: iStock |
Kelembaban dan suhu yang berfluktuasi pada musim hujan dapat mempercepat pembusukan daging dan ikan. Bahkan dengan pendinginan yang tepat, kadar air yang tinggi dapat menyebabkan protein yang terkandung jadi rusak.
Kondisi tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap. Bau tak sedap tersebut merupakan sebuah tanda bahwa daging atau ikan sudah tidak segar lagi, sehingga berpotensi bahaya keamanan pangan.
2. Menyebabkan pencernaan terganggu
Daging dan ikan umumnya lebih sulit untuk dicerna dibandingkan dengan makanan nabati yang lebih ringan. Saat musim hujan, sistem pencernaan tubuh bisa menjadi lebih sensitif.
Kondisi itu disebabkan karena cuaca yang dingin dan lembab. Mengonsumsi makanan berat, seperti daging dan ikan dapat memperparah masalah pencernaan.
Alasan tidak makan daging dan ikan saat musim hujan ada di halaman selanjutnya.
3. Mudah terkontaminasi
Cuaca hujan dapat menyebabkan kelembaban tinggi dan genangan air. Kondisi ini menyebabkan munculnya bakteri dan parasit. Daging dan ikan sangat rentan terhadap kontaminasi tersebut.
Patogen seperti Salmonella dan Vibrio dapat berkembang biak dengan cepat di lingkungan yang lembab, sehingga meningkatkan risiko penyakit bawaan makanan.
4. Risiko alergi
Musim hujan sebaiknya tidak mengonsumsi daging dan ikan karena bisa berisiko menyebabkan alergi. Foto: iStock |
Cuaca dingin saat hujan dapat menyebabkan lingkungan bertumbuh jamur dan lumut. Bagi yang punya alergi atau sensitivitas, ini bisa berisiko ketika mengonsumsi daging dan ikan.
Mengingat, kedua makanan tersebut juga berpotensi tinggi mudah terkontaminasi. Jika dikonsumsi, makan bisa meningkatkan risiko reaksi alergi dan masalah pernapasan.
5. Mengurangi manfaat gizi
Selama musim hujan, tubuh biasanya membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral untuk meningkatkan sistem imun. Kebutuhan itu akan dipenuhi jika mengonsumsi makanan nabati.
Mulai dari buah, sayur, dan biji-bijian mengandung nutrisi penting dan antioksidan. Sementara itu, daging dan ikan mungkin banyak nutrisinya, tetapi tidak mencakup untuk sistem imun yang dibutuhkan saat musim hujan.
(raf/odi)
![]() |
||||||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
3 Sajian Berkuah Nikmat & Segar, Cocok Disantap Saat Musim Hujan Jakarta – Musim hujan memang paling pas ditemani hidangan hangat berkuah. Tak hanya mengenyangkan, sajian berkuah juga mampu membuat badan menjadi lebih hangat saat cuaca dingin. Dari sup gurih hingga soto lezat, berikut tiga resep berkuah yang cocok disantap bersama keluarga saat hujan. Semua bisa dibuat di rumah dengan bahan sederhana, namun tetap lezat. 1. Soto Mie Kuah gurih dan hangat dari soto mie sangat pas disantap saat hujan. Kuahnya yang gurih dan segar, berpadu dengan mi kuning, daging sapi, risoles, serta irisan kol dan tomat segar, mampu menghangatkan lidah sekaligus memanjakan lidah. Disajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan jeruk nipis, resep soto mie cocok menjadi teman santapan keluarga saat cuaca dingin.
Bahan-bahan
Bumbu halus: Pelengkap:
Cara Membuat
2. Sop Buntut Empuknya buntut sapi dalam kuah bening yang kaya akan rempah membuat sop buntut jadi teman sempurna untuk menenangkan tubuh di cuaca dingin dan hujan. Ditambah lagi, berbagai isian sayuran wortel, kentang hingga daun bawang, membuat resep sop buntut ini dijamin mengeyangkan perut saat hujan. Bahan-bahan:
Bumbu halus:
Pelengkap:
Cara Membuat
3. Sayur Asem Sayur asem bisa menjadi hidangan berkuah yang simpel nan lezat yang cocok dimakan saat hujan. Perpaduan jagung, labu siam, dan kacang panjang membuat hidangan ini tak hanya lezat, namun juga menyehatkan.Rasa asam segar dari resep sayur asem ini juga menghadirkan sensasi ringan dan menyegarkan di tengah hujan.. Bahan-bahan:
Bumbu Sayur Asem Sunda:
Cara Membuat
Nah, itulah ketiga resep hidangan berkuah yang bisa menjadi teman santapan keluarga saat hujan dan cuaca dingin. Dengan mencoba ketiga resep ini, hujan-hujan pun terasa lebih hangat, nyaman, dan penuh kenikmatan. (prf/ega) 5 Makanan Pencegah Flu yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan Jakarta – Datangnya musim hujan harus diimbangi dengan imunitas yang lebih kuat. Agar tak flu dan mudah sakit, beberapa makanan ini direkomendasi untuk dikonsumsi rutin. Banyak laporan cuaca yang mengabarkan tibanya akun penanda musim hujan mulai datang ke Indonesia. Menurut detikedu (4/1) datangnya angin monsun yang terlambat disebabkan oleh perparahan El Nino yang melemahkan angin monsun Asia masuk menuju pulau Jawa. Tetapi karena kini intensitas hujan sudah lebih sering dan semakin tinggi waktunya menyiapkan tubuh agar tak mudah sakit. Peralihan musim panas ke musim hujan biasanya akan menyebabkan beberapa gejala gangguan kesehatan seperti flu atau penyakit lainnya.
Ternyata ada beberapa asupan makanan dan minuman yang disarankan ahli untuk rutin dikonsumsi guna menyambut musim hujan. Manfaatnya untuk menguatkan imunitas, menghangatkan tubuh, hingga mengusir jauh-jauh virus yang menyerang kesehatan. Berikut ini 5 asupan makanan yang cocok dikonsumsi selama musim hujan menurut Today:
1. JerukJeruk memiliki kandungan vitamin C yang melimpah. Vitamin ini sangat dibutuhkan oleh tubuh ketika menghadapi cuaca yang tak menentu untuk menguatkan imunitas. Menurut pengamatan yang dilakukan oleh National Centre for Epidemiology and Population Health, Australian National University, vitamin tersebut memang direkomendasikan untuk mencegah berbagai penyakit. Vitamin C dapat membantu mencegah flu terutama untuk orang-orang yang sensitif terhadap cuaca. Di Indonesia sendiri jeruk termasuk buah-buahan yang murah dan mudah didapatkan. Baik dikonsumsi dalam bentuk buah utuh maupun menjadi jus yang segar diperbolehkan ahli untuk dinikmati secara rutin. 2. Greek yogurtYogurt yang melalui proses fermentasi dipercaya sebagai asupan makanan dengan bakteri baik yang menyehatkan. Bahkan di Korea Selatan banyak makanan fermentasi yang dikonsumsi masyarakatnya dan dipercaya memberikan kesehatan. Berbeda dengan yogurt biasa, Greek yogurt mengandung probiotik dan protein yang lebih banyak. Menurut meta-anlisis yang dipublikasi oleh Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa probiotik dapat mencegah flu lebih efektif. Para peneliti mengungkapkan fakta orang-orang yang mengonsumsi probiotik cenderung berisiko lebih rendah untuk mengalami flu. Hal ini lantaran probiotik dapat menguatkan imunitas dengan menyehatkan pencernaan terutama bakteri pada usus. Asupan makanan yang direkomendasikan lainnya ada di halaman berikutnya.3. TomatBuah tomat yang merah merona merupakan makanan yang paling baik untuk dikonsumsi guna mencegah sakit. Tomat memiliki konsentrasi vitamin C yang tinggi. Menurut ahli hanya dengan mengonsumsi sebuah tomat dengan ukuran sedang dapat memberikan asupan vitamin C sebanyak 16 miligram. Kadar tersebut cukup untuk membantu menguatkan sistem imunitas tubuh agar tak mudah sakit. Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman oleh Medizinische Monatsschrift fur Pharmazeuten, mengungkapkan bahwa vitamin C dapat menguatkan sel T tubuh. Sel tersebut diakui sebagai komponen yang paling penting untuk menguatkan imunitas tubuh. Para peneliti menyebut ketika sel T tubuh lemah maka potensi patogen untuk menyerang kesehatan lebih besar. Sehingga orang-orang yang kekurangan vitamin C akan lebih mudah sakit karena imunitasnya lemah. 4. Dark cokelat
Dibalik rasanya yang manis ternyata dark cokelat juga memiliki khasiat yang tak kalah menguntungkan untuk tubuh. Dark cokelat memiliki kandungan theobromin yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan jenis yang satu ini terbukti dapat mencegah terjadinya batuk dan flu akibat bakteri dan patogen. Terutama bagi penderita bronkitis, komponen tersebut dapat membantu menguatkan imunitas tubuh. Sebuah penelitian yang dipublikasi oleh Frontiers in Pharmacology membenarkan penemuan tersebut. Tetapi disebutkan butuh penelitian lebih lanjut untuk memperdalam khasiat dan mengetahui efek samping yang mungkin ditimbulkan. 5. BrokoliBentuknya yang unik dengan warnanya yang hijau segar memiliki khasiat yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Para peneliti University of California di Los Angeles melaporkan konsumsi brokoli dapat mencegah flu. Ada beberapa jenis sayur-sayuran yang menurut ahli gizi telah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya adalah brokoli. Para peneliti membenarkan pernyataan tersebut karena menemukan komponen kimia bernama sulforaphane yang dapat mengubah antioksidan menjadi sel imunitas. Fungsinya tersebut sangat efektif untuk mencegah flu dan meminimalisir sakit akibat serangan bakteri dan patogen. (dfl/odi)
![]() Mulai Kapan dan Bulan Apa Puncaknya? Belakangan, berbagai wilayah di Indonesia diguyur hujan dari hari ke hari. Apakah sekarang sudah masuk musim hujan? Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Jakarta pada Jumat (12/9/2025) lalu sempat menjelaskan daripada rerata klimatologis 1991-2020, awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah di Indonesia. Kapan Mulai Musim Hujan 2025?Dwikorita menyebut musim hujan berlangsung dari Agustus 2025 sampai April 2026. Sebagian besar wilayah di Indonesia akan masuk musim hujan pada September 2025.
Wilayah-wilayah yang diperkirakan masuk musim hujan pada September di antaranya:
Kapan Puncak Musim Hujan 2025?Pada kesempatan berbeda, Kepala BMKG menyebut puncak musim hujan di setiap wilayah bervariasi antara November sampai Desember 2025, khususnya di sebagian besar Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan pemaparan Dwikorita seperti dikutip dari unggahan media sosial BMKG, puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026 diperkirakan terjadi di sebagian besar Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Mengapa Musim Hujan Datang Lebih Awal?Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan sempat menjelaskan, faktor global dan regional menjadi salah satu penyebab dinamika musim hujan pada 2025. Sebagai contoh, pada Agustus 2025 fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dalam kondisi netral (indeks-0,34), sehingga tidak ada pengaruh signifikan dari Samudra Pasifik. Meski begitu, Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat dalam kondisi negatif (indeks-1,2). Ini menandakan adanya suplai tambahan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya bagian barat. Suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia juga lebih hangat dari rata-rata klimatologis. Hal ini memicu pembentukan awan hujan lebih intensif. ENSO netral tersebut diperkirakan bertahan sampai akhir 2025. Sementara IOD negatif diprediksi berlangsung sampai November 2025. “Kondisi musim hujan yang maju dari normal memberikan manfaat positif bagi petani untuk menyesuaikan pola tanam lebih dini, guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung upaya swasembada pangan,” kata Ardhasena, dilansir dalam laman BMKG. (nah/nwk) 5 Makanan Kaya Antioksidan Ini Bagus untuk Sistem Imun di Musim Hujan Jakarta – Musim hujan rentan menyerang sistem kekebalan tubuh. Alhasil tubuh menjadi lemah dan mudah terkena flu. Karenanya rutin lah mengonsumsi makanan kaya antioksidan ini. Musim hujan mulai tiba. Perubahan cuaca dari panas ke dingin ini dapat menyerang sistem imun tubuh. Pola makan yang sehat dapat menjaga sistem imun tubuh dari serangan radikal bebas. Dalam hal tersebut, antioksidan sangat dibutuhkan untuk berperan sebagai tameng. Nutrisi penting itu dapat ditemui di beberapa makanan yang mengandung vitamin C, D, dan beberapa senyawa penting.
Dikutip dari berbagai sumber berikut 5 makanan yang kaya antioksidan:1. Makanan pedasMakanan pedas cocok dikonsumsi di musim hujan. Selain dari cabai, makanan pedas biasanya diracik dengan berbagai rempah-rempahan yang punya cita rasa pedas, seperti kapulaga, merica, dan jahe. Rempah-rempahan tersebut memiliki sifat antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antivirus, dan antimikroba. Selain itu, rempah dan herbal itu mampu mengatur sel kekebalan seperti sel T. Kandungan antioksidan berperan melindungi tubuh dari patogen. Selain itu, capsaicin yang membuat rasa pedas itu juga bermanfaat meningkatkan kesehatan usus. 2. Teh herbal
Teh herbal, seperti teh jahe, teh tulis, dan teh hijau merupakan minuman terbaik di musim hujan. Teh hijau mengandung antioksidan yang disebut flavonoid dan epigallocatechin gallate (EGCG). Kedua antioksidan tersebut dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, seperti yang dikutip dari Eating Well. Selain itu, bisa juga pilih teh chamomile yang mampu mengurangi peradangan. Sebuah penelitian menemukan bahwa minum teh herbal di musim hujan, khususnya bagi mereka yang sedang flu dan batik dapat mengurangi durasi dan intensitas gejala penyakit tersebut. Makanan kaya antioksidan lainnya ada di halaman selanjutnya.3. Ubi jalar
Ubi jalar merupakan sumber antioksidan yang bagus. Antioksidan yang terkandung pada ubi jalar disebut juga sebagai beta karoten. Ini mampu meningkatkan sistem imun khususnya di musim hujan. Beta karoten tersebut kemudian diubah menjadi vitamin A, ini tidak hanya penting untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi juga bagus untuk kesehatan mata, gigi, dan kulit. Dalam 100 gram ubi jalar memiliki kandungan beta karoten sebesar 4629 μg. Selain itu, juga terdapat 2,4 gram vitamin C yang akan membantu melawan infeksi dan penyakit yang menyerang tubuh. 4. KiwiVitamin C dapat berperan sebagai antioksidan. Tak hanya jeruk saja, buah kiwi juga kaya akan vitamin C. Dalam 100 gram buah kiwi terdapat 92,7 mg. Ini bagus untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Antioksidan pada buah kiwi tidak hanya berasal dari vitamin C, tetapi juga dari kandungan beta karoten, lutein, dan zeaxanthin. Selain itu, ada kandungan folat yang berperan melawan infeksi. Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin mengonsumsi buah kiwi terutama saat musim hujan, dapat membuat tubuh tetap bugar dan siap menghadapi tantangan kesehatan selama musim hujan. 5. Sayur Bayam
Tingginya nutrisi pada sayur bayam membuat sayur ini dijuluki sebagai superfood. Bayan kaya akan antioksidan, seperti vitamin C, vitamin D, dan bera karoten yang bagus untuk meningkatkan sistem imun. Dalam 100 gram sayur bayam mengandung antioksidan sebanyak 1,4 mmol. Dilansir dari Healthline, rutin makan bayam bisa mengatasi berbagai penyakit peradangan, seperti diabetes dan rheumatoid arthritis. Sayur bayam yang dimasak dengan kuah bening dan hangat juga bisa menghangatkan tubuh. Namun, jangan terlalu lama saat memasak sayur bayam agar tidak merusak kandungan gizinya. (raf/odi) ![]() Rutin Konsumsi Lemon dan Kunyit Untuk Perkuat Daya Tahan Tubuh Jakarta – Saat musim hujan biasanya imunitas tubuh menurun yang menyebabkan tubuh mudah sakit. Agar imunitas tetap terjaga bisa mengonsumsi racikan kunyit dan lemon. Penting menjaga imunitas tubuh agar terhindar dari beragam penyakit. Caranya dengan rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang, bisa juga diperkuat dengan vitamin atau racikan minuman herbal. Salah satu minuman yang dapat dibuat untuk memperkuat imunitas tubuh terdiri dari 2 bahan, yaitu lemon dan kunyit. Kedua bahan ini memang diketahui mengandung nutrisi yang baik untuk imunitas.
Dilansir dari Health Shots (8/7/2024), racikan minuman yang terbuat dari lemon dan kunyit ini dapat dikonsumsi rutin selama musim hujan. Hal ini karena lemon dan kunyit mengandung zat antioksidan yang tinggi.
Racikan air lemon hangat dengan kunyit dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah infeksi seperti pilek, batuk, dan demam. Minuman sehat ini juga akan membuat tubuh tetap terhidrasi selama musim hujan. Rutin mengonsumsi racikan lemon dan kunyit juga baik sekali untuk melancarkan pencernaan. Bisa juga diperkaya dengan madu dan rempah lain, untuk meningkatkan rasa dan manfaatnya. Manfaat Racikan Air Lemon dan KunyitManpreet Kaur Paul, ahli nutrisi mengungkapkan manfaat dari lemon dan kunyit. Salah satunya menjaga imunitas, karena kandungan vitamin C pada lemon dan kunyit mengandung kurkumin. Penelitian mengenai hal ini diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences. Selain menjaga imunitas, racikan lemon dan kunyit ini memiliki efek anti-inflamasi yang dapat melawan peradangan. Racikan lemon dan kunyit dapat mendukung pencernaan yang sehat, karena kandungan asam sitratnya. Paul juga menjelaskan bahwa, air lemon dan kunyit secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan hati dan meningkatkan detoksifikasi secara keseluruhan. Kehadiran asam sitrat dalam lemon merangsang fungsi hati dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Kunyit membantu detoksifikasi dengan mendukung kemampuan hati untuk memproses dan menghilangkan racun. Cara Meracik Air Lemon dan KunyitResep air lemon dan kunyit sangat sederhana. Tuangkan air lemon dalam gelas, tambahkan sejumput bubuk kunyit, tuangi air hangat lalu aduk rata Kamu bisa menambahkan sedikit madu agar rasanya lebih manis. Racikan ini dapat diminum kapanpun, tergantung pada selera. Bisa juga diminum saat perut kosong untuk membantu menghidrasi tubuh kembali. Baik juga diminum pagi hari agar tubuh dapat menyerap nutrisi lebih efektif. (yms/odi) ![]() Waspada Hujan Lebat hingga Januari 2026, Pengaruh La Nina?Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 terjadi lebih awal dari biasanya di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah ini mencakup 294 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 42,1% ZOM. Berdasarkan laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Indonesia dari BMKG, durasi musim hujan 2025/2026 juga diperkirakan lebih panjang dari biasanya. Namun, perlu digarisbawahi, awal musim hujan berbeda-beda di berbagai daerah. Sementara itu, puncak musim hujan 2025/2026 diperkirakan banyak terjadi pada bulan November-Desember 2025 di Indonesia bagian barat. Puncak musim hujan diperkirakan berlanjut pada bulan Januari hingga Februari 2026 di Indonesia bagian selatan dan timur.
Dijelaskan BMKG, musim hujan RI salah satunya dipengaruhi La Nina. Potensinya sekitar 50-70% pada periode Oktober 2025-Januari 2026. Pengaruh La Nina pada Musim Hujan 2025/2026Prediksi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan kecenderungan ENSO Netral sepanjang tahun 2025. Namun, ada sebagian kecil model iklim global yang memprediksi La Nina lemah akan muncul pada akhir tahun 2025. Keberadaan La Nina lemah dapat berkontribusi pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah di Indonesia. Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada Dr Emilya Nurjani, SSi MSi menjelaskan La Nina merupakan fenomena yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan di Samudra Pasifik. Saat La Nina terjadi, tekanan udara di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan Samudera Pasifik sisi timur, di Amerika Selatan. Kondisi ini memicu peningkatan potensi hujan di Indonesia. “Sebetulnya La Nina ini termasuk dalam gangguan dan itu tidak bisa dicegah karena itu sistem tekanan udara yang regional bahkan bisa menjadi global,” ucapnya, dikutip dari laman UGM, Jumat (24/10/2025). Beda Daerah, Beda DampakEmilya menggarisbawahi, tidak semua wilayah RI akan mendapat dampak La Nina yang sama. “Belum tentu bahwa La Nina berpengaruh di Jogja juga mempunyai pengaruh yang sama seperti di Kalimantan atau Jakarta,” ucapnya. Sementara itu, secara umum, wilayah yang paling sering terkena dampak La Nina dimulai dari Indonesia bagian timur menuju bagian barat. Namun, topografi wilayah RI yang beragam membuat pengaruh La Nina sangat lokal. Musim Hujan 2025/2026, Potensi Banjir?Ia menjelaskan, La Nina tidak serta-merta berujung pada hujan terus-menerus yang mengakibatkan banjir. Sebab, keterjadiannya bergantung pada kondisi wilayah masing-masing. “Jadi dampaknya tidak bisa diuniversalkan seluruh Indonesia, tidak bisa disamaratakan, kalau kita bicara cuaca dan iklim,” kata Emilya. Sebaliknya, ia juga mengingatkan bahwa musim kemarau bukan lantas berarti tidak hujan. Ia berharap BMKG bisa menjelaskan peringatan dini cuaca, terutama cuaca ekstrem, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami warga sehingga tidak salah paham. “Sebenarnya tidak seperti itu, musim hujan dan kemarau itu dilihat dari curah hujannya,” ucapnya. (twu/nwk) ![]() Cuaca Terasa Panas Menyengat, Kapan Hujan Turun Lagi?Jakarta – Cuaca belakang ini terasa panas menyengat di sejumlah wilayah. Lantas, kapan hujan akan turun lagi? Diketahui, suhu panas ini terjadi di wilayah Jawa hingga Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab cuaca terasa sangat panas akhir-akhir ini lantaran pergeseran matahari ke arah selatan.
“Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di selatan wilayah Indonesia,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto kepada wartawan di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, dalam detikNews dikutip Rabu (15/10/2025). Pergeseran Matahari ini membuat pertumbuhan awan hujan semakin jarang. Dua faktor inilah yang menyebabkan cuaca belakangan terasa begitu panas. “Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung,” jelasGuswanto. Suhu Panas di Jawa hingga BaliDeputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan panas ini terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Pulau Jawa yang terjadi di Jakarta hingga Surabaya. “Beberapa wilayah yang mencatat suhu tertinggi dan paling terdampak antara lain DKI Jakarta suhu mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhu hingga 36°C,” kata Guswanto. Kemudian, BMKG juga mencatat Semarang, Grobogan, Sragen (Jawa Tengah) suhunya antara 34-35°C. Sedangkan Bali dan Nusa Tenggara juga mengalami suhu tinggi hingga 35°C. BMKG pun mengimbau agar masyarakat menghindari paparan langsung dengan sinar matahari. Utamanya pada jam-jam tertentu. “BMKG mengimbau masyarakat agar menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00-16.00 WIB,” ujarnya. Kapan Hujan Turun Lagi?BMKG mengungkapkan cuaca panas ekstrem akan berakhir seiring masuknya musim hujan. Diperkirakan cuaca ekstrem berakhir pada Oktober 2025. “Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (nir/nah) |























