Tag: otp

  • Cara Mengetahui WhatsApp Disadap, Ini Ciri-cirinya


    Jakarta

    WhatsApp (WA) menjadi salah satu aplikasi perpesanan instan yang paling banyak digunakan di dunia. Dengan popularitasnya itu, tak heran jika pelaku kejahatan tertarik untuk menyadap akun WA para penggunanya.

    Penyadapan ini dimaksudkan untuk mengetahui aktivitas pengguna, hingga mengintip informasi dan data berharga yang dibagikan melalui WhatsApp. Lantas, adakah cara untuk mengetahui apakah WA disadap atau tidak?

    Cara Mengetahui WhatsApp Disadap

    Untuk mengetahui apakah akun WA diretas atau tidak, kamu dapat melihatnya dari tanda-tanda berikut yang dikutip dari laman Avira.


    1. Terjadi Aktivitas yang Aneh

    Apabila nomor WA kamu menerima sejumlah pesan dari orang yang tidak dikenal atau dari kontak yang tidak ada dalam daftar, bisa jadi akun WhatsApp-mu disadap orang lain.

    Coba cek pula pesan yang terkirim. Kalau menemukan chat yang dikirim bukan olehmu maka mungkin ada orang yang memegang kendali atas akun WhatsApp-mu. Periksa juga riwayat panggilan untuk melihat apakah ada aktivitas panggilan aneh yang dilakukan atau tidak.

    Selain itu, cek informasi daftar kontak. Karena penyusup yang meretas akunmu bisa mulai mengganti informasi kontak yang ada.

    2. Tidak Bisa Masuk ke WhatsApp

    Ketika hendak mengakses WA tapi kamu malah tidak bisa masuk, itu dapat menjadi tanda akunmu diretas. Atau juga jika WhatsApp di ponselmu tiba-tiba log out (keluar) dengan sendirinya dan kamu tidak dapat masuk setelahnya, kamu patut mencurigai kalau akunmu disadap.

    3. Mendapat Kiriman Kode OTP

    Saat menerima pesan berisi kode OTP padahal kamu tidak memintanya, ini juga perlu diwaspadai lantaran bisa saja seseorang tengah mencoba untuk mengambil kendali akun WA-mu.

    Ini karena kode OTP diperlukan jika seseorang sedang mendaftarkan akun WhatsApp menggunakan nomormu. Tanpa kode ini, proses verifikasi tidak bisa lanjut.

    Karena itu, jika kamu mendapatkan kiriman kode OTP secara tiba-tiba, jangan berikan kode tersebut kepada siapapun termasuk orang yang kamu kenal.

    4. Ada Perangkat Asing yang Ditautkan

    Kamu juga bisa tahu apakah WhatsApp disadap atau tidak dengan mengecek perangkat yang ditautkan ke akunmu. Kalau ada perangkat tidak dikenal yang tertaut ke WA kamu, maka harus dicurigai.

    Berikut cara cek perangkat yang tertaut ke akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas untuk HP
    • Android, atau klik ikon roda gigi di pojok kanan bawah untuk iPhone
    • Lalu klik Perangkat Tertaut atau tidak

    Jika ada perangkat lain yang tidak diketahui tertaut ke WhatsApp-mu maka itu tanda akunmu sedang disadap. Apabila terjadi demikian, hapus perangkat yang tertaut itu dengan mengklik Keluar.

    Cara Mengatasi WhatsApp yang Disadap

    Kalau WhatsApp kamu dibajak, maka sebaiknya segera hapus akun dan putuskan semua perangkat yang terhubung dengan akun WA itu, seperti WhatsApp Web.

    Berikut cara menghapus akun WhatsApp:

    Buka WhatsApp di ponsel

    • Klik ikon titik tiga di sudut kanan atas untuk Android, atau klik ikon roda gigi di kanan bawah untuk iPhone
    • Pilih menu akun, lalu ketuk Hapus Akun pada bagian paling bawah
    • Masukkan nomor WhatsApp, kemudian klik Hapus Akun.

    Dengan menghapus akun WA, seluruh riwayat pesan serta cadangan di Google Drive atau iCloud akan terhapus. Kamu juga akan dikeluarkan dari semua grup.

    Cara Mencegah WhatsApp Disadap

    Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mencegah WA disadap atau diretas penyusup, di antaranya dengan mengamankan akun WhatsApp milikmu. Simak cara melindungi WA agar tidak dibajak.

    1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

    Untuk mengamankan WhatsApp, aktifkan verifikasi dua langkah. Berikut langkah-langkahnya:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Setelan, kemudian ketuk Akun
    • Selanjutnya, klik Verifikasi Dua Langkah lalu ketuk Nyalakan
    • Masukkan 6 digit PIN yang bisa diingat, lalu konfirmasi PIN
    • Dan masukkan email untuk memulihkan PIN jika pengguna lupa.

    2. Aktifkan Kunci Sidik Jari

    Dengan mengaktifkan pemindai sidik jari sebagai kunci, maka orang lain tidak dapat mengakses akun WhatsApp milikmu. Berikut cara mengaktifkan kunci sidik jari:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Privasi lalu klik Kunci Sidik Jari
    • Aktifkan pemindai sidik jari dengan menyetelnya ke kanan
    • Kemudian pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari.
    • WhatsApp lalu akan meminta pengguna untuk memilih berapa lama waktu agar aplikasi bisa terkunci otomatis.

    Perlu diingat juga agar kamu tidak sembarang membuka link yang dikirimkan orang lain dan tidak membagikan kode OTP ke siapapun jika menerimanya.

    Nah, itu dia sederet cara mengetahui apakah WhatsApp disadap atau tidak beserta cara mengatasi dan pencegahannya.

    (jsn/jsn)



    Sumber : inet.detik.com

  • Penipuan Online Makin Menjamur, Yuk Hindari dengan 3 Cara Simpel Ini


    Jakarta

    Saat ini, aksi penipuan daring kerap menyerang para pengguna internet. Banyak faktor hal itu bisa terjadi, salah satunya karena kesalahan dari korban itu sendiri.

    Untuk itu, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk terhindar dari penipuan daring. Berikut adalah 3 hal simpel yang bisa membuat para pengguna internet terhindar dari penipuan daring.

    1. Stop Berbagi Informasi Seputar Data Pribadi


    Penggunaan media sosial saat ini sangatlah masif, hal ini kerap digunakan penipu untuk mengambil informasi seputar data pribadi. Salah satu modus yang ramai yaitu ‘Add Yours’ challenge di Instagram.

    Challenge ‘Add Yours’ kerap seliweran di postingan Instagram Story pengguna, di antaranya postingan itu meminta untuk menyebut berapa umur pengguna dan pasangan, siapa nama panggilan, tak jarang ada challange untuk meminta tanggal lahir atau bahkan nama ibu kandung. Untuk mencegahnya, pengguna perlu berhati-hati dengan cara berhenti berbagi informasi mengenai data pribadi.

    2. Perbanyak Literasi Digital

    Memperbanyak literasi digital menjadi salah cara untuk terhindar dari penipuan online. Dengan begini, Anda jadi bisa semakin mengetahui modus-modus penipuan yang bermunculan sekarang. Setelah dibekali pengetahuan ini, pastinya Anda jadi semakin terbantu untuk mengenali ciri-ciri modus yang mencoba untuk menjebak Anda.

    3. Kenali Customer Service Palsu

    Customer service biasanya digunakan pengguna layanan atau jasa untuk meminta bantuan. Namun, saat ini pengguna layanan perlu lebih hati-hati ketika ingin menghubungi customer service, khususnya platform keuangan seperti bank, e-commerce, hingga dompet digital.

    Adapun modus yang digunakan oleh penipu adalah berpura-pura membantu korban hingga meminta mereka untuk mengisi form online. Biasanya, para CS palsu akan menggunakan nomor atau nama yang mirip dengan CS yang asli.

    Modus penipuan ini tentunya dapat menyasar siapa pun. Bahkan saat ini, ada juga modus CS palsu yang mengatasnamakan aplikasi DANA. Agar para penggunanya tak banyak yang terjebak modus penipuan ini, DANA pun mengeluarkan campaign #AwasJebakanBadman yang bertujuan untuk memberikan edukasi terkait penipuan tersebut.

    Ilustrasi Penipuan-DANAIlustrasi Penipuan-DANA Foto: Shutterstock

    Monitor

    Sadari dan deteksi jika ada yang menghubungimu dan mengaku sebagai Customer Service DANA. Perlu diingat, DANA sudah tidak memiliki Customer Service via WhatsApp.

    Selain itu, DANA hanya melayani keluhan dan aduan via DIANA di aplikasi DANA, e-mail help@dana.id, call center DANA 1500 445, serta sosial media resmi DANA Indonesia. Jadi jika ada yang mengaku sebagai Customer Service DANA di WhatsApp, atau platform lain yang tidak disebut di atas, berarti itu modus Customer Service palsu.

    Konfirmasi

    Lakukan konfirmasi melalui fitur DANA Protection di aplikasi DANA. Di fitur ini, pengguna bisa cek apakah nomor, link, atau akun sosial media yang menghubungimu itu benar dari DANA atau bukan.

    Caranya mudah, cukup copy paste nomor, link, atau akun sosial media tersebut saja di bagian yang telah disediakan. Setelah itu. nanti akan ketahuan keaslian dari data tersebut.

    Customer Service DANA tidak pernah menghubungi pengguna DANA terlebih dahulu tanpa adanya laporan. Oleh karenanya, jika ada yang mengaku Customer Service DANA dan menghubungi pengguna tanpa ada laporan, bisa dipastikan Customer Service tersebut palsu.

    Lapor

    Laporkan oknum yang menghubungi jika terbukti dari sumber yang tidak terpercaya. Oknum tersebut bisa dilaporkan via fitur DANA Protection di aplikasi DANA.

    Di DANA Protection, sudah disediakan tombol report yang akan langsung mengarahkanmu ke layanan dari Komdigi (Kementerian Komunikasi dan Digital). Pengguna juga bisa mengirim laporan ke email help@dana.id atau call center DANA 1500 445 dan sosial media resmi DANA Indonesia.

    Jangan lupa juga untuk langsung block dan report nomor atau social media palsu yang menghubungi pengguna sesegera mungkin. Biar makin aman, tips-tips ini bisa dilakukan:

    • Jangan asal klik link atau isi form dari pihak tidak jelas yang mengatasnamakan DANA.

    • Jangan download & install aplikasi DANA dari link yang dibagikan di grup pesan instan, seperti WhatsApp, Telegram & lainnya.

    • Selalu rahasiakan PIN & Kode OTP kamu, jangan pernah dibagikan ke siapa pun termasuk DANA.

    • Segera report dan block nomor WhatsApp yang mengatasnamakan DANA.

    • Akun resmi media sosial DANA Cuma yang bercentang biru. Jangan terkecoh akun serupa lainnya ya.

    DANA memastikan pihaknya tidak pernah meminta data peribadi kepada para pengguna. Selain itu, jika ada yang mengaku sebagai CS, para pengguna bisa melakukan konfirmasi lewat fitur DANA Protection di aplikasi. Lewat fitur ini pengguna bisa melakukan pengecekan nomor akun sosmed, hingga link mencurigakan. Untuk info lebih lanjut terkait CS palsu DANA, bisa cek di sini ya.

    (hnu/ega)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cegah Pencurian Data! Ini 5 Cara Aman Saat Transaksi Belanja Online


    Jakarta

    Aktivitas belanja online diperkirakan meningkat seiring dengan kebutuhan persiapan ibadah dan hari raya. Survei Glance pada Desember 2024 mengungkap bahwa lebih dari separuh masyarakat Indonesia berencana meningkatkan anggaran belanja mereka.

    Tingginya transaksi digital meningkatkan risiko penipuan dan pencurian data pribadi. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih waspada saat berbelanja online. Para pelaku cybercrime sering memanfaatkan kelengahan pengguna dengan menawarkan promo palsu atau mengirim tautan berbahaya.

    Berdasarkan hal tersebut, Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha, membagikan beberapa langkah untuk menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi online:


    1. Gunakan Password yang Kuat

    Pastikan akun belanja memiliki kata sandi yang unik dan sulit ditebak. Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan informasi pribadi seperti tanggal lahir atau nama keluarga. Untuk keamanan tambahan, gunakan password manager agar lebih mudah mengelola berbagai akun.

    2. Waspada Terhadap Tautan dan Promo Mencurigakan

    Jangan mudah tergiur promo diskon besar yang dikirim melalui email, WhatsApp, SMS, atau media sosial. Pastikan hanya berbelanja di situs resmi dan selalu periksa URL sebelum memasukkan data pribadi.

    3. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

    Gunakan 2FA untuk memberikan lapisan keamanan tambahan pada akun. Fitur ini memastikan bahwa meskipun seseorang mengetahui password yang digunakan, mereka tetap memerlukan kode verifikasi tambahan untuk mengakses akun.

    4. Jangan Bagikan Kode OTP

    Kode OTP bersifat rahasia. Jangan pernah membagikannya kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku sebagai customer service e-commerce atau bank. Jika ada permintaan mencurigakan, lakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum memberikan informasi apapun.

    5. Hati-Hati Saat Melakukan Pembayaran

    Pastikan pembayaran dilakukan melalui rekening atau virtual account resmi e-commerce. Hindari pembayaran langsung ke rekening pribadi penjual untuk menghindari potensi penipuan.

    Pratama menyarankan agar konsumen hanya membeli dari penjual resmi atau berlabel LazMall, selalu memeriksa ulasan produk, dan menghindari komunikasi di luar platform.

    “Jangan pernah membagikan OTP, password, atau informasi kartu kredit kepada siapa pun, termasuk yang mengaku sebagai customer service. Selalu gunakan metode pembayaran yang aman seperti transfer bank dengan virtual account, e-wallet, atau yang terbaru, dengan QRIS untuk memastikan dana Anda terlindungi. Dengan tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah keamanan, Anda dapat menikmati belanja online di Lazada dengan nyaman dan tanpa risiko,” ujar Pratama dalam keterangan tertulis, Selasa (4/3/2025).

    Vice President Customer Care Lazada Indonesia, Intan Eugenia, menegaskan bahwa keamanan pengguna menjadi prioritas utama Lazada. Oleh karena itu, pihaknya terus berinvestasi dalam teknologi keamanan terbaru dan menerapkan praktik terbaik untuk melindungi data pribadi serta transaksi pengguna.

    “Meski demikian, kami juga mengimbau setiap pelanggan Lazada untuk terus menjadi pelanggan cerdas, senantiasa berhati-hati dalam bertransaksi, dan pastikan transaksi hanya dilakukan di dalam aplikasi Lazada. Hubungi kanal Customer Care melalui aplikasi Lazada apabila memang ada permasalahan dan membutuhkan bantuan penyelesaian segera,” tutur Intan.

    Dengan mengikuti langkah-langkah ini, konsumen dapat menikmati belanja online selama Ramadan dengan lebih aman dan nyaman. Selamat berbelanja di bulan penuh berkah!


    (akn/ega)



    Sumber : inet.detik.com

  • Cara Reset Password M-Banking Saat Lupa atau Terkunci

    Jakarta

    Lupa Password m-banking? Tenang, kalian bisa kok meresetnya. Yuk simak, begini cara melakukannya.

    Namun sebelum itu perlu diketahui, berdasarkan data Coinlaw, Senin (21/7/2025), diprediksi 2,17 miliar orang di seluruh dunia menggunakan layanan m-banking hingga akhir 2025. Jumlah ini menandai peningkatan mencapai 35% sejak 2020.

    Dari angka tersebut, Turki menjadi negara yang memimpin, dengan 85% penduduknya menggunakan m-banking. Kemudian dipepet oleh Nigeria, yang mana 82% warganya telah menunjukkan transformasi perbankan digital, dengan mengadopsi layanan bank seluler.


    Begitu pun di Indonesia, kepopuleran m-banking juga menjadi salah satu senjata utama ketika akan bertransaksi online maupun offline. Kecanggihannya membuat para pengguna tidak perlu repot-repot mengantongi banyak uang cash.

    Cukup masuk ke m-banking, transfer ke nomor rekening atau scan barcode pembayaran, transaksi berhasil dilakukan dengan cepat. Cuma masalahnya, bagaimana ketika akan menggunakannya tapi malah lupa password?

    Kalian tidak perlu panik, karena masalah ini bisa diatasi hanya dengan mereset kata sandi. Berikut ini penjelasan singkat bagaimana cara reset password m-banking.

    Cara Reset Password M-Banking

    Di sini detikINET sudah mengumpulkan informasinya dari berbagai macam sumber. Untuk langkah-langkahnya mengacu pada empat bank yang cukup populer di Indonesia, seperti BCA, Mandiri, BNI, dan Bank Mega.

    1. Reset Password M-Banking BCA

    • Buka aplikasi myBCA.
    • Pilih Reset Password yang berada di bawah kolom password. Apabila BCA ID terblokir, telepon Halo BCA terlebih dahulu di 1500888 atau melalui aplikasi haloBCA untuk buka blokir.
    • Lakukan reset password.
    • Masukkan BCA ID dan nomor kartu ATM.
    • Ketikkan password baru dan ulangi.
    • Masukkan myBCA PIN.
    • Pilih nomor HP yang akan dikirim OTP.
    • Lalu masukkan OTP yang dikirim ke nomor HP.
    • Reset Password BCA ID berhasil.

    2. Reset Password M-Banking Mandiri

    • Pada halaman login, tap Lupa MPIN.
    • Masukkan informasi rekening dan kartu.
    • Tekan Lanjut.
    • Kirim pilihan OTP SMS atau Whatsapp dengan menggunakan nomor yang terdaftar.
    • Masukkan OTP.
    • Buat MPIN yang tediri atas enam digit angka
    • Lanjut.
    • Setelah berhasil, kalian bisa login agar ke halaman login.

    3. Reset Password M-Banking BNI

    • Pada halaman login, tap Lupa MPIN.
    • Masukkan informasi rekening dan kartu.
    • Tap Lanjut.
    • Kirim pilihan OTP SMS atau Whatsapp dengan menggunakan nomor yg terdaftar.
    • Masukkan OTP.
    • Buat MPIN yang tediri atas 6 digit angka.
    • Tap Lanjut.
    • Setelah berhasil, detikers bisa langsung lanjut login.

    4. Reset Password M-Banking Bank Mega

    • Di halaman login, klik Lupa Password?.
    • Masukkan nomor handphone.
    • Masukkan email.
    • Masukkan M-PIN.
    • Kirim SMS untuk reset password.
    • Masukkan password baru dan konfirmasi password baru.
    • Perubahan password selesai.

    (hps/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • 4 Cara Tahu WA Disadap Orang, Baca Cirinya!


    Jakarta

    Platform bertukar pesan instan WhatsApp (WA) menjadi salah satu yang paling populer di dunia. Di Indonesia, penggunanya bahkan menyentuh angka 112 juta, membuatnya menempati posisi ketiga dalam lima besar negara pengguna WA terbanyak di dunia.

    Dikarenakan WhatsApp jadi aplikasi paling populer di Indonesia, tak jarang pelaku kejahatan yang tertarik untuk menyadap akun WA para penggunanya. Penyadapan ini dilakukan mulai untuk mengetahui aktivitas pengguna hingga mengintip informasi/data berharga yang dibagikan via WA.

    Cara mengetahui WhatsApp disadap

    Ada sejumlah tanda yang dapat kamu baca ketika WhatsApp disadap orang lain. Berikut ini di antaranya:


    1. Ada aktivitas aneh

    Pernahkah kamu menerima pesan dari orang tidak dikenal atau kontak yang tidak ada di dalam daftar? Bisa jadi, akun WA kamu sudah disadap orang lain.

    Jangan lupa pula untuk memeriksa pesan yang terkirim. Kalau menemukan chat yang dikirim bukan olehmu, maka mungkin ada orang yang memegang kendali atas akun WhatsApp-mu. Periksa juga riwayat panggilan untuk melihat apakah ada aktivitas panggilan aneh yang dilakukan atau tidak.

    Selain itu, cek informasi daftar kontak. Karena penyusup yang meretas akunmu bisa mulai mengganti informasi kontak yang ada.

    2. Tidak bisa masuk ke WhatsApp

    Saat hendak mengakses WA tapi malah tidak bisa masuk, itu dapat menjadi tanda akunmu diretas. Ciri lainnya apabila WhatsApp di ponselmu tiba-tiba log out (keluar) dengan sendirinya dan kamu tidak dapat masuk setelahnya. Kamu patut mencurigai kalau akunmu disadap.

    3. Mendapat kiriman kode OTP

    Saat menerima pesan berisi kode OTP padahal kamu tidak memintanya, ini juga perlu diwaspadai lantaran bisa saja seseorang tengah mencoba untuk mengambil kendali akun WA-mu.

    Ini karena kode OTP diperlukan jika seseorang sedang mendaftarkan akun WhatsApp menggunakan nomormu. Tanpa kode ini, proses verifikasi tidak bisa lanjut. Apabila kamu mendapatkan kiriman kode OTP secara tiba-tiba, jangan berikan kode tersebut kepada siapapun termasuk orang yang kamu kenal.

    4. Ada perangkat asing yang ditautkan

    Tanda selanjutnya untuk mengetahui apakah WhatsApp disadap atau tidak dengan mengecek perangkat yang ditautkan ke akunmu. Kalau ada perangkat tidak dikenal yang tertaut ke WA kamu, maka harus dicurigai.

    Berikut cara cek perangkat yang tertaut ke akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di pojok kanan atas untuk HP Android, atau klik ikon roda gigi di pojok kanan bawah untuk iPhone
    • Lalu klik Perangkat Tertaut atau tidak
    • Jika ada perangkat lain yang tidak diketahui tertaut ke WhatsApp-mu maka itu tanda akunmu sedang disadap. Apabila terjadi demikian, hapus perangkat yang tertaut itu dengan mengklik Keluar.

    Cara Mengatasi WhatsApp yang Disadap

    Setelah diperiksa, ternyata benar bahwa WhatsApp kamu dibajak. Lantas, apa yang harus dilakukan? Sebaiknya segera hapus akun dan putuskan semua perangkat yang terhubung dengan akun WA itu, seperti WhatsApp Web.

    Inilah cara menghapus akun WhatsApp:

    • Buka WhatsApp di ponsel
    • Klik ikon titik tiga di sudut kanan atas untuk Android, atau klik ikon roda gigi di kanan bawah untuk iPhone
    • Pilih menu akun, lalu ketuk Hapus Akun pada bagian paling bawah
    • Masukkan nomor WhatsApp, kemudian klik Hapus Akun
    • Dengan menghapus akun WA, seluruh riwayat pesan serta cadangan di Google Drive atau iCloud akan terhapus. Kamu juga akan dikeluarkan dari semua grup.

    Cara mencegah WhatsApp disadap

    Buat kamu yang WhatsApp-nya masih aman, pastikan kamu telah menerapkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mencegah WA disadap atau diretas penyusup. Di antaranya dengan mengamankan akun WhatsApp milikmu. Simak cara melindungi WA agar tidak dibajak.

    1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

    Untuk mengamankan WhatsApp, aktifkan verifikasi dua langkah. Berikut langkah-langkahnya:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Setelan, kemudian ketuk Akun
    • Selanjutnya, klik Verifikasi Dua Langkah lalu ketuk Nyalakan
    • Masukkan 6 digit PIN yang bisa diingat, lalu konfirmasi PIN
    • Tak ketinggalan, masukkan email untuk memulihkan PIN jika pengguna lupa.

    2. Aktifkan kunci sidik jari

    Dengan mengaktifkan pemindai sidik jari sebagai kunci, maka orang lain tidak dapat mengakses akun WhatsApp milikmu. Berikut cara mengaktifkan kunci sidik jari:

    • Klik ikon titik tiga di kanan atas atau ikon roda gigi di kanan bawah
    • Pilih Privasi lalu klik Kunci Sidik Jari
    • Aktifkan pemindai sidik jari dengan menyetelnya ke kanan
    • Kemudian pengguna akan diminta untuk merekam sidik jari
    • WhatsApp lalu akan meminta pengguna untuk memilih berapa lama waktu agar aplikasi bisa terkunci otomatis
    • Perlu diingat juga agar kamu tidak sembarang membuka link yang dikirimkan orang lain dan tidak membagikan kode OTP ke siapapun jika menerimanya.

    Jadi, itulah cara mengetahui apakah WhatsApp kamu disadap orang lain atau tidak, termasuk juga cara mencegah dan apa yang harus dilakukan jika mengalaminya. Semoga bisa membantu kamu ya, detikers.

    (ask/ask)



    Sumber : inet.detik.com

  • Perpustakaan Jakarta, Spot Literasi Hits, Dekat Stasiun, Dilewati Jaklingko



    Jakarta

    Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) jadi spot hits buat baca sekaligus nongkrong. Simak cara daftar, rute menuju lokasi, dan jam buka lengkapnya di sini.

    Perpustakaan Jakarta bisa jadi pilihan tepat buat traveler yang ingin berwisata sekaligus menikmati bacaan seru atau nugas kuliah, bisa juga sembari nongkrong. Lokasinya ada di dalam Kompleks Pemajuan Kebudayaan dan Literasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

    Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

    Dikutip dari Instagram resmi @perpusjkt jam operasional Perpustakaan Jakarta buka setiap Senin-Minggu pukul 09.00-22.00 WIB. Perpustakaan itu hanya tutup pada hari libur nasional dan cuti bersama.


    Kabar baiknya, sekarang traveler tak perlu reservasi lagi untuk berkunjung. Pengunjung cukup mendaftar keanggotaan melalui aplikasi Jaklitera atau website perpustakaan.jakarta.go.id sampai tahap pengiriman OTP saja. Setelah itu, detikers bisa langsung scan barcode keanggotaan saat masuk tanpa perlu reservasi.

    Cara Daftar Keanggotaan Perpustakaan Jakarta

    Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM)Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Pradita Utama/detikcom)

    Buat detikers yang baru pertama kali berkunjung, wajib mendaftar keanggotaan terlebih dahulu. Nantinya, kartu keanggotaan bisa digunakan juga untuk menukar kunci loker penitipan tas.

    Berikut langkah-langkah daftar keanggotaan Perpustakaan Jakarta

    1. Datang ke Perpustakaan Jakarta pada jam operasional (09.00-22.00 WIB).
    2. Akses masuk ada di lantai 3 dan 4, Kompleks TIM Jakarta.
    3. Lakukan registrasi di laman perpustakaan.jakarta.go.id.
    4. Isi semua formulir pendaftaran sampai mendapat kode OTP via email.
    5. Scan barcode keanggotaan saat masuk dan titipkan barang bawaan ke loker.
    6. Setelah itu, detikers bisa langsung menikmati suasana baca di perpustakaan.

    Rute Menuju Perpustakaan Jakarta

    Lokasi Perpustakaan Jakarta terbilang strategis dan mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Kawasan ini dekat dengan Stasiun Kereta Api Cikini, juga dilewati berbagai moda tramsportasi umum.

    Bus TransJakarta: Naik bus koridor 5M (Kampung Melayu-Tanah Abang via Cikini) atau 6H (Senen-Lebak Bulus), lalu turun di Halte Ismail Marzuki.

    KRL: Ambil KRL jurusan Jakarta Kota, turun di Stasiun Cikini, lalu jalan kaki sekitar 1 km atau lanjut naik ojek online menuju TIM.

    MRT: Turun di Stasiun Bundaran HI, kemudian lanjut perjalanan ke TIM dengan ojek online sejauh kurang lebih 3 km.

    Jaklingko: JakLingko yang melewati TIM adalah JakLingko nomor 10A (Gondangdia – Cikini via Salemba Raya) dan 10B (Gondangdia – Cikini via Kramat Raya).

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Gawat! Autentikasi Gmail Bisa Dicuri Pixnapping, Ini yang Kamu Mesti Tahu

    Gawat! Autentikasi Gmail Bisa Dicuri Pixnapping, Ini yang Kamu Mesti Tahu


    Jakarta

    Sebuah teknik serangan baru bernama Pixnapping mulai jadi perhatian serius karena mampu mencuri kode autentikasi dua faktor (2FA) hanya dalam hitungan 30 detik tanpa disadari korban.

    Metode ini memanfaatkan celah di proses verifikasi dan dapat membuka akses ke akun sensitif seperti Gmail. Situasinya makin mengkhawatirkan karena serangan terhadap layanan Google melonjak tajam dalam setahun terakhir.

    Google mencatat peningkatan hingga 84% terhadap upaya pembobolan aplikasi mereka, termasuk Gmail. Modus yang paling dominan adalah email pencuri kata sandi yang menjerat korban agar menyerahkan kredensial secara tidak sadar.


    Dalam konteks ini, mekanisme Account Recovery yang selama ini menjadi andalan ternyata tak selalu bisa diandalkan, terutama jika pengguna kehilangan perangkat, lupa kata sandi, atau nomor pemulihan sudah tidak aktif, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Selasa (21/10/2025).

    Tim Identity and Engagement Google, Claire Forszt dan Sriram Karra, mengakui pemulihan akun melalui kode SMS sekali pakai bisa menjadi bumerang. Banyak pengguna tidak memperbarui nomor, atau justru kehilangan akses perangkat sebelum proses verifikasi dilakukan.

    Untuk mengatasi keterbatasan itu, Google memperkenalkan fitur baru bernama Recovery Contacts. Pengguna kini bisa menambahkan hingga sepuluh orang dari lingkaran terdekat seperti keluarga, sahabat, atau kolega terpercaya yang dapat membantu mengamankan kembali akses saat semua opsi lain gagal. Fitur ini perlu diaktifkan terlebih dulu melalui laman keamanan akun Google, sehingga pengguna disarankan tidak menunggu sampai insiden terjadi.

    Tak berhenti di sana, Google juga mulai meluncurkan fitur baru lain yang dianggap lebih simpel sekaligus praktis, yakni Sign in with Mobile Number. Lewat mekanisme ini, pengguna Android bisa masuk ke akun Gmail hanya dengan nomor ponsel tanpa perlu mengetik kata sandi.

    Setelah memasukkan nomor, sistem akan menampilkan daftar akun yang tertaut dan pengguna cukup memilih salah satunya lalu mengonfirmasi lewat kode kunci layar perangkat. Dengan cara ini, akses tetap bisa dipulihkan bahkan jika kata sandi dilupakan atau tidak tersedia.

    Eugene Liderman, direktur keamanan dan privasi Android di Google, mengatakan peluncurannya dilakukan secara bertahap dan akan hadir di berbagai wilayah dalam waktu dekat. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Google mulai menggeser pendekatan lama dalam keamanan akun, terutama karena ancaman seperti Pixnapping makin canggih dan cepat dieksekusi.

    Dengan meningkatnya serangan digital dan metode pencurian kredensial yang makin halus, Google menempatkan perlindungan identitas sebagai garis pertahanan utama. Ancaman seperti Pixnapping menjadi pengingat bahwa keamanan akun tak lagi cukup hanya mengandalkan kata sandi dan kode OTP. Ke depan, kombinasi autentikasi berbasis perangkat, nomor ponsel, dan koneksi sosial terpercaya diperkirakan bakal menjadi standar baru dalam menjaga akses layanan digital.

    (asj/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Dana KJMU 2025 Tahap 2 Cair, Mahasiswa Segera Cek Rekening!

    Dana KJMU 2025 Tahap 2 Cair, Mahasiswa Segera Cek Rekening!



    Jakarta

    Kabar gembira bagi mahasiswa di Jakarta. Dana bantuan pendidikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) 2025 Tahap 2 telah cair mulai 20 Oktober 2025 secara bertahap.

    Pada tahap ini, ada sebanyak 16.920 mahasiswa yang menerimanya. Mahasiswa penerima manfaat KJMU akan mendapatkan bantuan Rp 9 juta per semester.

    “Pencairan dana KJMU Tahap II Tahun 2025 akan dilaksanakan secara bertahap mulai 20 Oktober 2025. Jumlah penerima KJMU Tahap II Tahun 2025 sebanyak 16.920 mahasiswa,” tulis unggahan Instagram Pusat Pelayaan Pendanaan Personal dan Operasional Pendidikan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, @upt.p4op, dikutip Selasa (21/10/2025).


    Cara Cek Status Pencairan KJMU 2025

    Via Website

    1. Buka laman https://kjp.jakarta.go.id/public/cekStatusPenerimaKJMU.php
    2. Isi nomor induk kependudukan (NIK)
    3. Pilih tahun penerimaan KJMU
    4. Pilih tahap penerimaan KJMU
    5. Klik “Cek”
    6. Status penerimaan KJMU akan muncul

    Via Aplikasi JakOne Mobile

    1. Unduh aplikasi JakOne
    2. Buka aplikasi dan masukkan nomor handphone yang terdaftar di sistem bank
    3. Salin kode OTP yang masuk ke inbox SMS
    4. Isi data diri seperti NIK, nomor rekening, tanggal lahir, dan email terdaftar
    5. Klik “Submit”
    6. Masukan nomor kartu dan PIN ATM
    7. Buat 6 digit PIN JakOne Mobile dan password untuk masuk ke aplikasi kembali
    8. Rekening KJMU di JakOne Mobile pun berhasil terpasang
    9. Mahasiswa bisa cek langsung status dan saldo dana KJMU lewat aplikasi tersebut

    Cara Pencairan Dana KJMU 2025

    Jika detikers adalah penerima baru KJMU di tahap ini, maka harus menjalani proses berikut ini untuk mencairkan bantuan:

    1. Bank Jakarta membuka rekening serta mencetak buku tabungan atau ATM
    2. Lalu, Bank Jakarta mengundang penerima baru untuk mengambil kartu tabungan atau ATM
    3. Setelah buku tabungan dan ATM diterima, akan dilakkan transfer dana KJMU ke rekening penerima baru

    Besaran dan Penggunaan Dana KJMU

    Besar bantuan KJMU per semesternya adalah Rp 9 juta. Jumlah tersebut sudah mencakup bantuan uang saku sebesar Rp 750/bulan.

    Uang saku akan ditransferkan langsung ke rekening Bank DKI milik penerima. Sementara uang kuliah akan ditransferkan langsung kepada pihak kampus.

    Bantuan yang diterima penerima KJMU bisa dimanfaatkan untuk hal-hal seperti berikut:

    – Biaya pendidikan, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta
    – Biaya hidup
    – Biaya buku
    – Biaya transportasi
    – Biaya perlengkapan kuliah
    – Kebutuhan sejenisnya

    Bagaimaan detikers, sudah cek rekeningmu? Pastikan dana pada periode ini cair ya, detikers!

    (cyu/twu)



    Sumber : www.detik.com