Tag: penempatan

  • Bank BRI Buka 15 Lowongan Kerja, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar

    Bank BRI Buka 15 Lowongan Kerja, Lulusan D3-S1 Bisa Daftar


    Jakarta

    Bank Rakyat Indonesia (BRI) tengah membuka sejumlah lowongan kerja 2025 melalui BRilian Banking Associate Program (BBAP). Sebagian lowongan dibuka untuk lulusan minimal D3 dan lainnya S1, dengan IPK minimal 2,75 dari skala 4,00.

    BRilian Banking Associate Program adalah program rekrutmen untuk menjaring talenta muda lulusan baru (fresh graduate) maupun yang berpengalaman untuk terjun dalam industri perbankan. Dikutip dari laman resminya, ada 15 lowongan kerja bank BRI yang sedang dibuka dalam payung BBAP.

    Para pendaftar yang lolos seleksi akan ditugaskan di berbagai daerah sesuai posisi yang dilamar. Di samping lokasi penempatan yang beragam, batas waktu pendaftaran juga berbeda-beda sesuai lowongan jabatan yang dibuka. Simak rinciannya di bawah ini.


    Lowongan Kerja Bank BRI 2025

    1. Relationship Manager Kredit Regional Office Medan

    Lokasi: Medan

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    2. Junior Associate Mantri Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    3. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    4. Relationship Manager Bisnis Konsumer Briguna Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    5. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    6. Junior Associate Mantri Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta

    Batas waktu pendaftaran: 31 Oktober 2025

    7. Relationship Manager Kredit Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    8. Relationship Manager Dana dan Transaksi Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    9. Junior Associate Mantri Regional Office Padang

    Lokasi: Padang

    Batas waktu pendaftaran: 13 November 2025

    10. Relationship Manager Kredit Region 11 Yogyakarta

    Lokasi: Yogyakarta, Solo, Kedu, Banyumas

    Batas waktu pendaftaran: 30 November 2025

    11. Relationship Manager Kredit Region 8 Jakarta 3

    Lokasi: Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang dan Tangerang Selatan, Serang, Cilegon, Pandeglang, Labuan, Balaraja, Rangkasbitung

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    12. Relationship Manager Kredit Region 6 Jakarta 1

    Lokasi: Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    13. Relationship Manager Dana dan Transaksi Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    14. Relationship Manager Bisnis Konsumer KPP/KPR Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    15. Junior Associate Mantri Region 7 Jakarta 2

    Lokasi: Jakarta Selatan, Bekasi, Bogor, Cibinong, Depok, Cikarang, Cikampek, Karawang

    Batas waktu pendaftaran: 31 Desember 2025

    Cara Daftar Bank BRI

    • Buka https://e-recruitment.bri.co.id
    • Pilih salah satu lowongan yang dibuka atau cari berdasarkan posisi dan /atau area
    • Siapkan persyaratan dokumen dan video
    • Mendaftar melalui situs E-Recruitment
    • Isi link Google Form yang disediakan

    Panduan dan pengisian data untuk melamar lowongan kerja Bank BRI BBAP 2025 yang sedang dibuka dapat diakses melalui https://e-recruitment.bri.co.id. Semoga bermanfaat, detikers.

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Istithaah Kesehatan Diperketat, Jemaah Tak Penuhi Kriteria Dipulangkan

    Istithaah Kesehatan Diperketat, Jemaah Tak Penuhi Kriteria Dipulangkan


    Jakarta

    Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Tawfiq F. Al-Rabiah, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, di Riyadh, Minggu (19/10).

    Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama bilateral antara kedua negara, khususnya dalam memastikan penerapan standar istithaah kesehatan jamaah haji serta peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.


    Dalam keterangan tertulis yang diterima detikHikmah, Senin (20/10/2025) Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas pembentukan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang dinilainya sebagai langkah maju dalam tata kelola penyelenggaraan haji.

    “Kami menyambut dengan gembira kepada Menteri Haji dan Umrah Indonesia yang mulia Bapak Irfan Yusuf atas kunjungannya ke Kerajaan Arab Saudi. Kami juga mengucapkan selamat kepada Pemerintah Republik Indonesia atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah, serta menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas inisiatif tersebut untuk melayani jamaah haji dan umrah Indonesia.”

    Ucapan tersebut menjadi penegasan atas hubungan erat dan komitmen kedua negara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah haji.

    Komitmen Bersama untuk Penyelenggaraan Haji 2026

    Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menegaskan komitmen untuk memastikan penyelenggaraan Haji 2026 yang lebih aman, sehat, dan bermartabat. Fokus kerja sama diarahkan pada penerapan standar kesehatan jamaah (istithaah) yang lebih ketat serta persiapan operasional yang lebih matang di semua lini.

    Sebagai langkah konkret, kedua pihak sepakat membentuk Joint Operation Group, yang akan menjadi pusat koordinasi secara real time untuk memantau seluruh aspek operasional haji. Kelompok kerja ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan mempercepat proses pengambilan keputusan di lapangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI menyampaikan beberapa masukan, termasuk keberatan terkait penempatan sebagian jamaah Indonesia di zona 5. Menanggapi hal itu, pihak Arab Saudi menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi operasional dari peningkatan layanan yang tengah dilakukan.

    Kementerian Haji dan Umrah RI berkomitmen untuk menyiapkan langkah-langkah penyesuaian agar jamaah tetap mendapatkan pelayanan terbaik. Hal ini mencakup penataan transportasi, fasilitas pendukung, serta penerapan sistem tanazul yang terukur.

    Pentingnya Istithaah Kesehatan Jamaah

    Fokus utama pertemuan juga membahas penegasan otoritas Arab Saudi terhadap pentingnya istithaah kesehatan jamaah. Mulai tahun 2026, Pemerintah Arab Saudi akan melakukan pemeriksaan acak di bandara, hotel, dan area Masyair untuk memastikan seluruh jamaah benar-benar memenuhi syarat kesehatan.

    Jamaah yang tidak memenuhi kriteria akan ditolak atau dipulangkan, sementara penyelenggara yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi tegas.

    “Haji adalah bagi orang yang mampu melaksanakannya. Syarat dasar haji adalah kemampuan kesehatan jamaah agar tidak membahayakan dirinya sendiri maupun jamaah lainnya. Kami berharap Indonesia benar-benar menerapkan standar kesehatan bersertifikat dan memastikan tidak ada jamaah yang sakit diberangkatkan. Ini adalah bentuk pelayanan terbaik bagi jamaah.”

    Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan fisik dan mental jamaah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan haji yang aman dan tertib.

    Penegasan Mekanisme Resmi Penyembelihan Dam

    Selain membahas kesehatan jamaah, Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan bahwa penyembelihan dam hanya dapat dilakukan secara resmi melalui lembaga “Adahi” yang dikelola pemerintah. Pembayaran dilakukan melalui sistem resmi yang telah ditetapkan.

    Setiap bentuk penyembelihan di luar mekanisme tersebut dinyatakan tidak sah dan dianggap melanggar ketentuan otoritas Saudi. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kelancaran pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

    Pertemuan ditutup dengan penegasan kedua menteri mengenai pentingnya tata kelola haji yang profesional, sehat, dan berorientasi pada jamaah.

    Kementerian Haji dan Umrah RI menegaskan bahwa kolaborasi erat antara Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan, tetapi juga untuk memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dalam kondisi fisik dan mental yang benar-benar siap.

    “Kami sepakat dengan Menteri Mochamad Irfan Yusuf untuk terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam memberika n pelayanan terbaik bagi jamaah haji, dengan pelatihan dan persiapan tim yang matang, insyaallah dengan kehendak Allah.”

    Pernyataan tersebut menjadi simbol komitmen kuat kedua negara untuk menghadirkan penyelenggaraan haji yang lebih tertib, profesional, dan bermartabat, demi kenyamanan serta keselamatan jamaah Indonesia di Tanah Suci.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Haji 2025 Terbaru Kemenag dan Jadwal Pelunasan Jemaah


    Jakarta

    Biaya haji 2025 terbaru turun dibandingkan tahun lalu. Kementerian Agama (Kemenag) dan DPR RI telah menyepakati besarannya.

    Kesepakatan biaya haji 2025 diambil dalam rapat kerja Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2025). Biaya haji atau Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) terdiri dari biaya yang harus dibayar jemaah yang disebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan nilai manfaat yang bersumber dari hasil pengembangan keuangan haji melalui penempatan dan investasi.

    Pengembangan keuangan haji ini dilakukan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).


    Biaya Haji 2025 Terbaru Kemenag Rp 55,4 Juta

    Berdasarkan kesepakatan Kemenag dan Komisi VIII DPR, BPIH 1446 H/2025 M untuk jemaah reguler rata-rata Rp 89.410.258,79 dengan asumsi kurs 1 USD sebesar Rp 16.000 dan 1 SAR sebesar Rp 4.266,67. Biaya ini turun sekitar Rp 4 juta dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 93.410.286,00.

    “Komisi VIII, Menteri Agama RI, dan Kepala Badan Penyelenggara Haji RI sepakat bahwa besaran rata-rata BPIH Tahun 1446 H/2025 M per jemaah haji reguler sebesar Rp 89.410.258,79, turun sebesar Rp 4.000.027,21 dari BPIH Tahun 1445 H/2024 M yang sebesar Rp 93.410.286,” ucap Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang membacakan kesimpulan rapat yang turut disiarkan secara daring, Senin (6/1/2025).

    Dari angka tersebut, besaran biaya haji 2025 terbaru yang harus dibayar jemaah adalah Rp 55.431.750,78. Sementara dana nilai manfaat sebesar Rp 33.978.508,01. Perbandingan Bipih dan nilai manfaat 62%:38%.

    Jadwal Pelunasan Biaya Haji 2025

    Mengacu pada biaya haji 2025 terbaru Kemenag sebesar Rp 55,4 juta yang harus dibayar jemaah, setiap jemaah perlu menyiapkan sekitar Rp 30 juta untuk pelunasan. Mengingat, sudah ada setoran awal Rp 25 juta.

    Kemenag belum merilis jadwal pelunasan biaya haji 2025. Adapun dilansir situs BSI, estimasi pelunasan haji 2025 dibagi dalam dua tahap:

    • Tahap 1: Mulai akhir Januari 2025
    • Tahap 2: Fase terakhir pelunasan pada Maret 2025

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com