Tag: sayuran

  • 5 Sayuran dan Buah Tinggi Serat Ini Bagus Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes perlu memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Salah satu makanan yang cocok dikonsumsi yaitu buah dan sayuran tinggi serat, seperti ini.

    Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, mulai dari hanya memproduksi dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin.

    Hormon insulin sebenarnya berfungsi untuk menyerap glukosa (gula) dalam darah dan mengubahnya menjadi energi bagi sel-sel tubuh. Jika fungsi insulin itu terganggu, maka kadar glukosa dalam darah akan terus meningkat ke level membahayakan.


    Dalam mengatasi masalah ini, penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan. Justru perlu mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti makanan tinggi serat.

    Serat atau fiber merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan tubuh. Serat juga tidak menambah kalori sama sekali dalam tubuh.

    Ini menjadi alasan penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Terlepas dari itu, makanan dan minuman tinggi serat juga baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan menurunkan berat badan.

    Merangkum Times of India (22/02), berikut 5 buah dan sayuran tinggi serat yang cocok dikonsumsi penderita diabetes :

    1. Apel

    tipe kepribadian berdasarkan buah apel, pisang, hingga nanas.Buah apel kaya akan serat yang cocok untuk mengatasi masalah diabetes. Foto: iStock

    Apel merupakan buah dengan kandungan gula alami. Buah ini juga tinggi akan serat, terutama jika kamu mengonsumsi beserta kulitnya.

    Kandungan serat pada apel dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Kondisi ini membuat gula masuk ke dalam darah secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba.

    Apel juga mengandung polifenol yang baik untuk memperlambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah.

    Kandungan antioksidannya juga baik untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes.

    2. Buah beri

    Ilustrasi blueberryBuah beri-berian bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan dengan resistensi insulin. Foto: Getty Images/bernie_photo

    Beri-berian menjadi jenis buah lain yang baik untuk penderita diabetes. Buah ini secara relatif rendah gula jika dibandingkan buah lainnya. Namun, beri-berian tinggi akan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin.

    Kandungan antioksidannya juga bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, dan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan kronis.

    Kamu bisa mengonsumsi buah beri, mulai dari strawberry, blueberry, sampai raspberry.

    Buah dan sayuran lain yang cocok untuk penderita diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Alpukat

    Alpukat Palsu Ini Diklaim Sebagai Buah Tiruan yang Ramah LingkunganBuah alpukat juga mengandung karbohidrat dan serat baik untuk diabetes. Foto: Site News

    Alpukat telah terkenal menjadi buah yang tinggi serat dan mengandung asam lemak sehat. Buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral.

    Alpukat juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menghadirkan rasa kenyang lebih cepat.

    Buah ini cocok dikonsumsi penderita diabetes karena dapat mengontrol tekanan darah. Meskipun mengandung karbohidrat, tetapi indeks glikemiknya rendah, sehingga tidak memengaruhi kadar gula darah.

    4. Bayam

    View of Clear vegetable spinach served on white bowl Isolated on white backgroundMaka bayam juga baik untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rahmah Hastuti

    Selain buah-buahan, sejumlah sayuran juga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes, seperti bayam. Bayam tinggi akan nutrisi, mulai dari serat, vitamin A, C, dan zat besi. Bayam juga rendah karbohidrat.

    Melansir healthline.com, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengungkap, konsumsi seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Kandungan vitaminnya juga cocok melengkapi nutrisi pelengkap pada pasien diabetes.

    5. Brokoli

    Brokoli merupakan sayuran hijjau yang juga rendah kalori dan tinggi serat. Brokoli juga dikemas dengan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi.

    Melansir prdiadigital.com, dalam 156 gram brokoli yang direbus, terdapat 5,2 gram serat. Selain direbus, makanan tinggi serat ini juga rendah gula sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes.

    Brokoli bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus begitu saja, maupun dijadikan isian salad atau sup.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • 5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula, Perlu Seimbang dalam Mengkonsumsinya

    5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula, Perlu Seimbang dalam Mengkonsumsinya

    Jakarta

    Sayuran dikenal sebagai sumber makanan yang sehat, kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Namun, tidak semua sayuran memiliki kandungan yang sama.

    Beberapa jenis sayuran ternyata mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi. Meski gula alami ini berbeda dari gula tambahan, mengkonsumsinya secara berlebihan tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah.

    Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan gula, mungkin perlu memperhatikannya. Memahami jenis sayuran yang tinggi gula penting untuk menjaga pola makan seimbang, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.


    5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula

    Hindah J. Muaris dalam bukunya berjudul Bahaya Buah dan Sayuran + Panduan Konsumsi yang Benar, menyebut beberapa jenis buah dan sayuran diketahui memiliki kandungan gula alami (fruktosa) tinggi. Bagi pengidap kondisi seperti diabetes, prediabetes atau hipoglikemia, disarankan menghindari buah dan sayur tersebut.

    Berikut daftar sayuran yang tinggi gula, dirangkum dari laman Healthline dan artikel yang telah ditinjau medis lainnya:

    1. Kacang Panggang

    Biasanya, kacang jadi salah satu sayuran yang ditambahkan dalam olahan sayur seperti sayur asem. Lalu bagaimana dengan kacang panggang untuk camilan sehari-hari?

    Kacang panggang biasanya disajikan dengan tambahan perasa agar gurih dan manis. Perasa inilah yang seringkali memiliki kadar gula yang tinggi. Apalagi jika kamu membeli kacang panggang kalengan atau kemasan di supermarket.

    254 gram kacang panggang bisa mengandung sekitar 5 sendok teh gula. Jika kamu suka kacang panggang, kamu dapat memilih versi rendah gula atau membuat sendiri dengan pilihan kacang tanah tanpa diberi perasa.

    Sehingga rasanya alami dan kadar gula garamnya tidak tinggi. Kacang panggang murni biasanya mengandung sekitar setengah jumlah gula kacang panggang kemasan.

    2. Sayuran Bertepung

    Sayuran bertepung adalah sayuran yang mengandung karbohidrat lebih banyak daripada sayuran non-tepung. Sayuran bertepung yakni contohnya jagung, labu, dan kacang polong.

    Sayuran tersebut memang mengandung serat yang membuat kenyang lebih lama, namun kandungan gula dan karbohidratnya cenderung lebih tinggi dibandingkan sayuran non-tepung. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, sehingga perlu dibatasi

    3. Bawang Bombai

    Bawang bombai memiliki kandungan gula sekitar 4-5 g per 100 g. Guna mengontrol asupan gula, sebaiknya gunakan bawang bombai secukupnya.

    4. Sayuran Berakar

    Sayuran berakar yakni meliputi wortel, lobak, dan bit. Dikutip dari Live Strong, sayuran berakar mengandung lebih dari 3,8 g gula dalam setiap 100 g.

    American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengurangi konsumsi sayuran tinggi gula hingga setengah porsi dari biasanya. Sayuran dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

    5. Granola

    Granola sering dipasarkan sebagai makanan kesehatan rendah lemak, sebab bahan utama dalam granola adalah gandum. Kandungan kalori dan gula olahan gandum cenderung tinggi, meski granola dikenal sebagai sereal yang seimbang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

    Namun, gandum dalam granola telah dikombinasikan dengan kacang-kacangan dan madu atau pemanis tambahan lainnya, yang meningkatkan jumlah gula dan kalori. Kalau kamu suka granola, cobalah pilih granola dengan sedikit gula tambahan atau buat sendiri.

    Nah itulah tadi 5 daftar sayuran yang tinggi gula. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan, pastikan asupan serat, protein, dan gizi lainnya terpenuhi.

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Sayuran Ini Punya Manfaat Spesial Cegah Kanker hingga Diabetes

    7 Sayuran Ini Punya Manfaat Spesial Cegah Kanker hingga Diabetes


    Jakarta

    Konsumsi jenis sayuran tertentu ternyata dapat mendatangkan manfaat sehat spesifik pula. Misalnya mencegah kanker, menyehatkan penglihatan, hingga menurunkan risiko diabetes. Ini daftarnya!

    Kita semua tahu jika buah dan sayur bagus dikonsumsi sehari-hari karena kandungan beragam vitamin dan mineralnya. Kementerian Kesehatan menyarankan asupan 400-600 gram buah dan sayur per orang per hari dengan 2/3 dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur.

    Di antara banyaknya jenis buah dan sayur di pasaran, ternyata ada jenis spesifik yang dianjurkan untuk mendatangkan kesehatan tertentu. Konsumsinya juga tak harus dalam kondisi segar. Jika ingin lebih awet, kamu bisa memilih yang beku atau kalengan.


    Mengutip HuffPost (24/12/2024), inilah 7 sayuran yang punya manfaat spesifik untuk mencegah sebuah penyakit:

    1. Labu dan wortel untuk kesehatan sendi

    Rahasia umur panjang kakek 111 tahun di Malaysia. Ternyata sangat menyukai labu kukus.Foto: iStock

    Lutut dan pinggang sering nyeri? Berarti kamu harus mengasup banyak makanan bersifat antiinflamasi (antiradang). Beberapa jenis sayur pun dapat diandalkan, tapi menurut ahli gizi Jordan Hill, yang terbaik adalah labu dan wortel.

    “Mengonsumsi sayuran berwarna oranye, seperti labu dan wortel, akan memberi Anda nutrisi untuk mendukung kesehatan tulang dan mengurangi risiko terkena artritis reumatoid,” kata Hill.

    Karotenoid dalam labu dan wortel adalah jenis fitonutrien yang memiliki sifat antioksidan dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

    2. Brokoli untuk cegah kanker

    Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Untuk mencegahnya perlu diterapkan pola makan sehat kaya buah dan sayur. Hill mengatakan pilihan terbaik adalah sayuran dari keluarga kubis-kubisan.

    Kamu bisa mengandalkan brokoli sebagai asupan harian atau minimal mingguan. Brokoli mengandung sulforafan dalam jumlah tinggi, yaitu fitonutrien yang dalam penelitian terbukti memiliki efek melawan kanker.

    Mengonsumsi keluarga sayuran ini merupakan pilihan yang terjangkau untuk mengurangi risiko kanker seperti kanker usus besar, mulut, prostat, dan payudara.

    3. Ubi dan sayuran hijau untuk kesehatan penglihatan

    cara memanggang ubi jalarFoto: Getty Images/iStockphoto

    Seiring bertambahnya usia, kemampuan penglihatan pun berkurang. Risiko degenerasi makula, katarak, dan glaukoma meningkat. Coba atasi dengan konsumsi buah dan sayur yang memang kaya antioksidan dan membantu mengurangi stres oksidatif.

    Ahli gizi Kathleen Garcia-Benson merekomendasikan kombinasi sayuran berwarna oranye dan hijau untuk menjaga kesehatan penglihatan.

    Selain wortel, kamu bisa mengasup ubi jalar. Lalu sayuran berdaun hijau seperti bayam mengandung lutein dan zeaxanthin, antioksidan yang melindungi mata dari cahaya berbahaya dan stres oksidatif. Sayuran tersebut juga merupakan sumber vitamin E dan C yang sangat baik untuk kesehatan.

    4. Alpukat dan brokoli untuk kesehatan wanita

    Tubuh wanita berbeda dari pria, begitu pun kebutuhan nutrisinya. Wanita membutuhkan ‘bahan bakar’ nutrisi yang tepat untuk menyeimbangkan hormon mereka di semua tahap kehidupan, serta menjaga kesehatan reproduksi.

    Garcia-Benson menyarankan konsumsi alpukat dan brokoli bagi wanita. “Lemak sehat sangat penting untuk keseimbangan hormon pada wanita, dan alpukat menjadi sumber yang sangat baik,” ujarnya.

    Alpukat juga mengandung serat dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan wanita secara keseluruhan. Sementara itu brokoli kaya vitamin C dan K, sumber serat, dan sumber prebiotik yang mendukung kesehatan pencernaan.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Sayuran berdaun hijau untuk kesehatan jantung

    BayamFoto: Getty Images/PoppyB

    Selain kanker, penyakit jantung juga penyakit mematikan yang banyak dialami orang-orang di dunia. Kamu bisa menghindarinya dengan mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan.

    Lalu perbanyak konsumsi sayuran berdaun hijau, seperti yang disarankan ahli gizi Lena Bakovic. Menurutnya, sayuran hijau seperti selada, kale, dan bayam kaya vitamin, mineral, dan antioksidan.

    Selain itu juga terkandung nitrat yang diketahui membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka, sehingga pada gilirannya membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

    6. Sayuran berdaun hijau untuk cegah diabetes

    Diabetes disebut-sebut sebagai ‘silent killer’. Diabetes tipe 2 sangat mungkin dicegah dengan melakukan aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan yang sehat, dan mengonsumsi makanan rendah gula serta tinggi serat.

    Jika mau mengandalkan asupan sebuah bahan makanan, maka sayuran berdaun hijau adalah yang terbaik. Balkovic menjelaskan, sayuran ini kaya folat, zat besi, kalium, kalsium, dan vitamin A dan C.

    Sayuran ini juga mengandung antioksidan yang bekerja untuk membersihkan radikal bebas, serta bersifat nontepung sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula darah.

    7. Bayam dan wortel untuk kesehatan otak

    Ilustrasi jus wortelFoto: Getty Images/Andrii Zorii

    Kesehatan otak perlu dijaga sehingga seseorang tak mengalami demensia. Ahli gizi Lacy Puttuck menyarankan konsumsi bayam dan wortel yang rajin.

    “Bayam merupakan sumber magnesium yang baik. Magnesium memiliki beberapa fungsi di otak. Magnesium penting untuk transmisi saraf, membantu menjaga sawar darah otak, dan neuroplastisitas,” ujarnya. Sebaliknya, kekurangan magnesium dikaitkan dengan demensia, depresi, dan Alzheimer.

    Wortel mengandung vitamin B6 yang secara spesifik JUGA bagus untuk otak. Vitamin B6 bantu mengatur penggunaan energi di otak, membantu mengatur suasana hati melalui produksi serotonin, dan membantu menjaga ritme sirkadian dan siklus tidur.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu

    Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu


    Jakarta

    Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.

    Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.

    Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.


    Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.

    Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.

    Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.

    Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.

    Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:

    1. Terong

    manfaat konsumsi terongTerong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.

    Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).

    Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.

    Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.

    2. Tomat

    7 Fakta Tomat yang Keliru, Tergolong Sayuran dan Disimpan di KulkasKonsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal

    Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.

    Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.

    Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.

    Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.

    Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kentang

    KentangKandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova

    Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.

    Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.

    Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.

    Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.

    Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.

    4. Paprika

    Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.

    Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.

    Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.

    5. Cabai

    cabai merahKonsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images

    Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.

    Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.

    Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.

    Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.

    Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Yuk Coba! 5 Sayuran Rendah Karbohidrat Buat yang Lagi Diet


    Jakarta

    Tidak hanya nasi, beberapa sayuran juga mengandung karbohidrat tinggi. Jika ingin mengurangi asupan karbohidrat, kamu bisa beralih ke 5 sayuran yang rendah karbohidrat ini!

    Berbicara tentang makanan dengan karbohidrat tinggi, yang terlintas dalam pikiran mungkin hanya nasi, umbi-umbian, atau biji-bijian. Padahal, beberapa sayur juga mengandung karbohidrat kompleks.

    Sayuran tertentu mengandung jenis karbohidrat yang lebih tinggi. Namun, jangan khawatir, karena ada sebagian jenis sayuran yang mengandung karbohidrat dalam jumlah lebih rendah.


    Terdapat beberapa alasan mengapa kamu dianjurkan mengonsumsi sayuran karbohidrat rendah. Sayuran ini cocok jika kamu mau menurunkan berat badan. Sayuran rendah karbohidrat juga bantu menjaga gula darah dan mampu mendukung pola makan bergizi seimbang.

    Selain itu, konsumsi sayuran rendah karbohidrat juga menawarkan lebih banyak manfaat. Selain respons gula darah moderat, sayuran ini cenderung mengandung nutrisi peningkat kesehatan lainnya, mulai dari vitamin, mineral, lemak, hingga protein yang menyehatkan jantung.

    Semua nutrisi ini bisa mendorong kesehatan secara keseluruhan dengan meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan otak, metabolisme, dan pencernaan.

    Jika ingin mengonsumsi sayur karbohidrat rendah, kamu bisa mencoba 5 sayur ini, seperti yang dilansir dari realsimple.com (18/12/23).

    1. Brokoli

    Ilustrasi tumis brokoliBrokoli rendah karbohidrat dan memiliki banyak nutrisi baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Brokoli merupakan salah satu sayuran yang rendah karbohidrat. Selain itu, brokoli juga kaya akan kalium, fosfor, folat, vitamin A, C, dan K, serta senyawa kaempferol.

    Dalam satu cangkir brokoli, sekitar 91 gram, hampir mengandung tujuh gram karbohidrat, dengan sekitar tiga gram diantaranya adalah serat.

    Brokoli bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang dengan minyak zaitun, ditumis dengan bawang putih, atau dimasak dengan pasta.

    2. Selada

    Selada bisa awet segar dengan cara disimpan di kulkas.Selada juga bisa dikonsumsi karena rendah karbohidrat, tinggi serat dan air. Foto: Getty Images/iStockphoto/somkku

    Selada juga merupakan sayuran rendah karbohidrat. Makanan yang biasa ada pada salad ini terdiri dari air dan serat.

    Satu cangkir selada, sekitar 72 gram menawarkan 2 sampai 2,9 gram karbohidrat.

    Semua jenis selada sebenarnya baik. Namun, perhatikan warnanya. Jika warnanya semakin gelap, berarti semakin banyak nutrisi peningkat kesehatan yang terkandung di dalamnya.

    Nutrisi tersebut termasuk vitamin C dan K, potasium, kalsium, dan magnesium.

    Daftar sayuran karbohidrat rendah lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Seledri

    Tingkatkan Gairah Seksual, Konsumsi Seledri Secara RutinJangan abaikan seledri karena sayuran ini bagus untuk kesehatan dan rendah karbohidrat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang

    Seledri juga bisa mulai dikonsumsi. Seledri mungkin memenuhi syarat sebagai sayuran dengan karbohidrat sangat rendah. Sebab, dua dari tiga gram karbohidratnya adalah serat.

    Seledri juga mengandung banyak air, vitamin K, dan potasium yang baik untuk kesehatan tubuh.

    Tidak ada salahnya menambahkan sayuran super renyah ini ke dalam makanan atau camilan apapun. Kamu bisa menaburkannya ke atas salad, atau diaduk bersama ke dalam sup.

    4. Tomat

    Tomat juga disebut sayuran dengan karbohidrat lebih rendah. Satu cangkirnya mengandung tujuh gram karbohidrat dan dua di antaranya adalah serat.

    Tomat yang menyegarkan ini juga mengandung senyawa likopen, potassium, folat, vitamin A,C, dan K, yang meningkatkan kesehatan mata.

    Namun, lebih baik kamu mengonsumsi tomat segar. Hindari tomat kalengan karena biasanya sudah ditambah dengan bahan pengawet.

    5. Paprika hijau

    Ditantang Dosen Bikin Kebun Paprika, Pria Ini Berhasil Raup Omzet Ratusan JutaPaprika pun baik dikpnsumsi karena dalam 100 gram hanya memiliki 5 gram karbohidrat. Foto: youtube kementrian pertanian

    Paprika memiliki kandungan karbohidrat yang ringan. Dalam 100 gram paprika hijau, terdapat sekitar lima gram karbohidrat dan satu gram di antaranya adalah serat.

    Berbeda dari paprika lainnya, seperti paprika merah dan oranye, biasanya memiliki sekitar satu gram tambahan karbohidrat dalam jumlah yang sama.

    Paprika hijau juga merupakan sumber vitamin C terbaik, vitamin B, kalium, dan vitamin A,E, dan K. Oleh karena itu, paprika adalah pilihan sayur yang sangat sehat.

    Sayuran ini bisa dimasak dalam saus, sup, hingga dicampur dengan pasta.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Cara Simpan Sayuran dan Buah Agar Awet Sampai 3 Minggu


    Jakarta

    Sayuran dapat disimpan dalam waktu yang lama jika caranya tepat. Seorang influencer membagikan cara menyimpan sayuran agar awet 3 minggu. Begini caranya!

    Sayuran diketahui bahan makanan segar yang memiliki masa simpan pendek. Apalagi jika cara menyimpan sayuran itu tidak tepat.

    Jika menyimpannya secara tepat, sayuran bisa bertahan selama berminggu-minggu. Seorang influencer membagikan cara menyimpan sayuran yang awet 3 minggu.


    cara simpan sayurancara simpan sayuran Foto: Jam Press/@thecrosslegacy

    Dilansir dari The Sun (30/5), tips sayuran ini dibagikan oleh Amy Cross, seorang influencer yang kerap membagikan tips seputar dapur. Saat membagikan tipsnya, Amy mengatakan kalau ia hanya perlu pergi berbelanja setiap 3 minggu karena tipsnya ini.

    Dalam video yang dibagikan Amy pada akun Instagram miliknya @thecrosslegay. Videonya telah dibagikan lebih dari 120 ribu pengikutnya.

    “Saya hanya berbelanja setiap 3 minggu sekali,” kata Amy.

    “Dengan mencuci dan menyimpan makanan saya, maka makanan itu tetap segar sepanjang waktu dan tidak ada sisa makanan,” lanjutnya.

    Setiap kali berbelanja, Amy akan segera mencucinya menggunakan mangkok atau salad spinner. Waktu persiapannya memakan 40 menit.

    Setelah mencucinya bersih, kemudian Amy menggosokkan buah-buahan dan menghilangkan kotoran dari sayuran. Ternyata, Amy membuat sayuran dan buah-buahan itu awet dengan racikan air cuka.

    Contohnya ketika akan menyimpan seledri, potong bagian atasnya dan rendam bagian batang seledri di dalam air cuka. Begitu juga ketika akan menyimpan buah berry dan anggur.

    cara simpan sayurancara simpan sayuran Foto: Jam Press/@thecrosslegacy

    Buah berry yang direndam air cuka ini akan menunjukkan betapa kotornya air stroberi setelah pembersihan awal. Setelah proses pencucian, produk itu dikeringkan terlebih dahulu selama 2-3 jam di meja menggunakan tisu dapur.

    Setelah dicuci bersih, semua buah dan sayuran itu disimpan menggunakan stoples kaca agar tahan lama. Wadah yang digunakan harus kedap udara.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Sayur Tinggi Protein untuk Diet Sehat dan Bergizi

    Jakarta

    Protein adalah zat yang penting bagi tubuh, sekalipun kamu sedang berdiet untuk menurunkan berat badan. Selain mengandung nutrisi yang penting, protein bagus untuk diet karena bisa membuatmu tidak mudah lapar.

    Sumber makanan berprotein tinggi biasanya diperoleh dari hewan, namun biasanya makanan tersebut juga mengandung lemak. Kamu juga bisa mendapatkan protein tinggi rendah lemak dari sayuran.

    Apa saja sayur tinggi protein untuk diet? Simak penjelasannya di bawah ini.


    Sayur Tinggi Protein untuk Diet

    Berikut ini 11 sayur tinggi protein untuk diet yang sehat dan baik dikonsumsi secara teratur:

    1. Jagung

    Dikutip dari situs Verywell Health, jagung cocok digunakan sebagai menu diet karena mengandung protein nabati yang menyehatkan. Rasa manis alaminya juga membuatnya disukai banyak orang.

    Kamu bisa menghidangkannya sebagai makanan pendamping atau bahkan menjadi pengganti nasi. Jagung juga lezat dibuat bubur atau puding.

    2. Buncis

    Buncis termasuk kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi. Kacang ini mengandung 14,74 gram protein per cangkir. Buncis memiliki tekstur yang padat sehingga membuat makanan tanpa daging pun tetap lezat. Campurkan juga sayuran jenis lain untuk memadukan aneka rasa.

    3. Brokoli

    Brokoli mengandung 2,31 gram protein per cangkir. Brokoli cocok dihidangkan dengan menjadikannya tumisan bersama sayuran lain. Atau potong kecil-kecil untuk dijadikan campuran dalam membuat nugget sayur.

    4. Bayam

    Melansir Health.com, bayam termasuk sayur tinggi protein untuk diet yang cocok dijadikan menu harian. Satu cangkir bayam matang mengandung 6 gram protein, dengan hanya 49 kalori.

    Bayam juga baik untuk tubuh karena kaya antioksidan, vitamin, dan mineral yang mampu melawan berbagai penyakit. Bayam cocok dibuat sayur tumis, sayur bening, dan keripik tanpa minyak.

    5. Edamame

    Edamame yang telah diolah mengandung 18 gram protein dengan 29% AKG untuk serat dan lebih dari 100% AKG untuk folat. Edamame dapat dinikmati sebagai cemilan tinggi protein, atau dapat dimasukkan ke dalam tumisan, hidangan pendamping, dan salad.

    6. Kacang-kacangan Lain

    Kacang-kacangan lainnya, seperti lentil dan kacang polong juga merupakan sayuran tinggi protein yang menawarkan serat, folat, potasium, dan nutrisi penting lainnya. Satu cangkir lentil matang mengandung 18 gram protein dan 15,6 gram serat. Bahan makanan ini cocok untuk sup, semur, dan salad.

    7. Asparagus

    Dilansir dari Medical News Today, asparagus adalah sayuran yang populer karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Satu cangkir (134 gram) asparagus mengandung 3 g protein.

    Asparagus juga kaya nutrisi lainnya, seperti vitamin K, folat, riboflavin, magnesium, fosfor, dan vitamin A. Kamu bisa memanggang, merebus, mengukus, atau menumis asparagus dan memakannya sebagai lauk atau menambahkannya ke dalam salad.

    8. Kubis Brussel

    Kubis brussel adalah bahan makanan tambahan yang bagus untuk diet. Satu cangkir (88 gram) kubis brussel mengandung 3 gram protein. Orang biasa memasak kubis brussel dengan cara merebus, mengukus, atau memanggangnya.

    9. Biji Labu

    Biji labu mungkin sering dibuang, namun ini termasuk sayur tinggi protein yang cocok untuk diet. Berdasarkan artikel ilmiah karya Ashiq Hussain dkk yang diterbitkan di jurnal Springer Nature, dalam setiap 100 gram biji labu, mengandung 35,1 gram protein.

    Biji labu tak hanya mengandung protein, tetapi juga polisakarida, minyak, vitamin, mineral, dan senyawa fenolik. Kandungannya bermanfaatnya sebagai imunomodulator, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antivirus.

    10. Jamur Kering

    Maria Elena Valverde, dkk, dalam jurnal Hindawi mengungkapkan, jamur memiliki manfaat untuk kesehatan manusia. Dalam 100 gram jamur kering mengandung 38 gram protein.

    Nutrisi pada jamur juga mengandung antioksidan yang mampu membantu melawan stres oksidatif dan proses penuaan, serta berperan mencegah dan mengobati beberapa penyakit degeneratif.

    11. Kedelai

    Kedelai juga merupakan sayur tinggi protein untuk diet karena rendah kalori dan rendah lemak jahat. Dalam 100 gram kedelai terdapat 36,3 gram protein.

    Artikel ilmiah karya Kristen S. Montgomery dalam The Journal of Perinatal Education menjelaskan, bahwa kedelai bermanfaat bagi kesehatan secara umum. Wanita yang mengkonsumsi kedelai dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular, mencegah kanker, memperbaiki kondisi pasca menopause, hingga mengendalikan obesitas.

    Nah, itulah tadi 11 sayur tinggi protein untuk diet sehat dan bergizi. Buat kalian yang ingin menurunkan berat badan, masukkan sayuran ini ke dalam menu harian kamu!

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 5 Sayuran Ini untuk Tingkatkan Imunitas Secara Alami


    Jakarta

    Akhir-akhir ini cuaca masih sulit ditebak. Agar tubuh tak mudah sakit menghadapi pancaroba, konsumsi lima sayuran untuk menguatkan imunitas ini.

    Cuaca yang terus berubah membuat tubuh juga harus cepat beradaptasi. Biasanya pada musim pancaroba seperti ini tubuh akan lebih rentan terhadap virus dan bakteri penyakit karena harus beradaptasi dengan cepat.

    Selain mengonsumsi vitamin, tubuh juga bisa dijaga imunitasnya dengan asupan makanan yang tepat. Nutrisi dan mineral yang ada di dalam sayuran memang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga fungsi organ tubuhnya.


    Ahli gizi menyebut ada beberapa sayuran yang secara spesifik dapat menguatkan imun tubuh. Dengan begitu seluruh organ tubuh dan sel-sel di dalamnya lebih tahan terhadap penyakit dan bakteri yang menyerang.

    Baca juga: Nyeleneh! Pria Ini Makan Mie Gacoan Dicampur Minuman Sereal

    Berikut ini 5 sayuran yang dapat menguatkan imunitas tubuh melansir Times of India:

    Konsumsi 5 Sayuran Ini untuk Tingkatkan Imunitas Secara AlamiDaun bayam memiliki komponen antioksidan yang baik untuk menguatkan imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexPro9500

    1. Bayam

    Sayuran hijau bernama bayam ini sudah menjadi rahasia umum dengan keistimewaannya yang padat nutrisi. Di dalam daun bayam terdapat kandungan vitamin A, C, E, dan juga dilengkapi betakaroten dan antioksidan.

    Kombinasi nutrisi tersebut yang kemudian akan membuat tubuh lebih kuat melawan radikal bebas. Apalagi kadar antioksidan di dalam bayam yang cukup untuk melawan infeksi agar tak mengganggu sistem imun tubuh.

    Selain itu bayam juga kaya akan zat besi. Sehingga kesehatan sel-sel darah merah lebih terjaga dan tubuh lebih mudah untuk cepat pulih dari bakteri.

    2. Brokoli

    Nikmatnya brokoli tak hanya menjadi sayuran favorit orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sayuran brokoli yang bentuknya unik memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah padat dengan sayuran lainnya.

    Hanya dengan mengonsumsi brokoli tubuh akan mendapat asupan vitamin A, C, E, beberapa jenis antioksidan, serta serat dalam waktu bersamaan. Di dalam brokoli yang segar juga terdapat sulforaphane yang terbukti dapat meningkatkan kekebalan imunitas.

    Pada berbagai penelitian, konsumsi brokoli terbukti dapat melawan beberapa jenis penyakit. Brokoli mudah ditemukan di Indonesia dan termasuk yang cukup sederhana untuk diolah menjadi berbagai hidangan.

    Sayuran sehat untuk menguatkan imunitas lainnya ada di halaman berikutnya.

    Simak Video ‘Mitos atau Fakta: Konsumsi Kopi Bikin Anak Jadi Pendek’:

    [Gambas:Video 20detik]

    3. Bawang putih

    Bagi orang Indonesia bawang putih seolah sudah begitu melekat. Kehadiran bawang putih seolah tak boleh absen dalam berbagai jenis makanan atau bahkan sekadar sambal yang notabene hanya pelengkap makanan.

    Bawang putih memiliki sifat pengobatan yang telah dipercaya sejak ratusan tahun silam. Alasannya karena bawang putih memiliki kandungan allicin yang terkenal dengan khasiatnya untuk menguatkan imunitas.

    Bawang putih juga mengandung komponen antibakteri dan antivirus yang ampuh untuk mengatasi demam dan infeksi lainnya. Hampir di seluruh dapur orang Indonesia sepertinya mustahil tak memiliki bawang putih.

    4. Paprika

    Konsumsi 5 Sayuran Ini untuk Tingkatkan Imunitas Secara AlamiPaprika merah memiliki betakaroten yang dicerna tubuh menjadi vitamin A untuk memperkuat imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexPro9500

    Paprika memang bukan sayuran asal Indonesia, tetapi keberadaannya tak sulit dicari. Paprika populer dengan tiga warnanya yaitu merah, hijau, dan kuning yang menandakan adanya kandungan vitamin yang tinggi.

    Di dalam sebuah paprika terkandung vitamin C yang bahkan lebih banyak daripada buah citrus. Vitamin C dibutuhkan untuk tubuh memproduksi sel darah putih yang berperan untuk melawan virus dan bakteri.

    Selain itu pada paprika merah juga ditemukan kandungan betakaroten yang jika masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A guna memperkuat imunitas. Paprika dapat dikonsumsi sebagai bumbu pada makanan atau menjadi campuran untuk salad yang segar.

    5. Wortel

    Wortel tidak hanya terkenal dengan khasiatnya menyehatkan mata. Warna oranye pada sayuran favorit kelinci ini juga menunjukkan adanya kandungan betakaroten yang dapat masuk ke dalam tubuh jika dikonsumsi.

    Ketika diterima oleh tubuh, betakaroten akan diubah menjadi vitamin A yang sangat dibutuhkan. Asupan vitamin ini penting untuk menjaga sistem imunitas, menyehatkan sel-sel kulit, hingga melawan bakteri dan virus.

    Wortel dijual murah meriah, baik di pasar hingga swalayan besar. Sayuran dengan rasa manis ini juga mudah diolah baik menjadi sup, tumisan, maupun jus dan smoothie yang menyegarkan.

    Baca juga: Jajan Seru di PRJ 2024, Rp 100 Ribu Dapat Apa Saja?

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Minuman Penambah Imun Tubuh dari Bahan Alami yang Bikin Fit Terus

    Jakarta

    Dalam menjaga kesehatan di tengah kesibukan sehari-hari, penting bagi kita untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh (imun). Sistem imun membutuhkan dosis vitamin dan mineral yang sehat.

    Salah satu caranya yaitu dengan meminum minuman yang kaya akan nutrisi dan antioksidan. Minuman sehat dan seimbang akan memberi tubuh kita kekuatan untuk tidak rentan terkena penyakit.

    Minuman Penambah Imun Tubuh

    Berikut adalah minuman minuman penambah imun tubuh yang bisa kamu coba:


    1. Infused Water

    water with cucumber. Refreshing diet water with cucumber in a glass cup on a light background. detox drink concept. summer refreshing drink.Infused water timun. Foto: Getty Images/Kristina Maksymova

    Dilansir Sanitarium The Health Food Company, infused water adalah minuman penambah imun tubuh yang terbuat dari air putih biasa dengan potongan buah. Minuman ini baik untuk menjaga tubuh tetap bekerja dengan baik.

    Ada banyak pilihan buah yang bisa digunakan, seperti jeruk, troberi, beri, hingga timun. Beberapa buah juga bisa kamu kombinasikan.

    2. Teh Jahe

    Teh jahe.Teh jahe. Foto: Getty Images/imageBROKER RF/imageBROKER/Juergen Pfeiffer

    Dikenal sebagai pilihan minuman untuk menghangatkan badan, nyatanya teh jahe juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Penelitian tahun 2013 oleh Nafiseh Shokri Mashhadi, dkk yang dimuat dalam National Library of Medicine, menunjukan bahwa kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidatif dari teh jahe juga bisa membantu mendukung imun.

    3. Susu Almond

    5 Manfaat Konsumsi Susu Almond, Susu Nabati yang Kaya NutrisiSusu Almond. Foto: Getty Images/Kritchai Chaibangyang

    Susu almond kaya akan vitamin B12 yang berperan dalam membantu sistem kekebalan tubuh. Susu Almond bisa membantu mengurangi rasa lelah.

    Satu gelas susu almond bisa memenuhi setengah dari kebutuhan vitamin B12 harian kita. Selain vitamin B12, susu ini juga mengandung vitamin E, sebagai antioksidan alami untuk membantu melindungi sel dari radikal bebas.

    4. Campuran Air Lemon dan Madu

    Lemon Tea with honey. Pouring tea from a teapot into a glass cupLemon Tea with honey. Foto: Getty Images/Anjelika Gretskaia

    Menambahkan lemon ke dalam air akan memberikan beberapa manfaat nutrisi. Pasalnya, lemon banyak mengandung vitamin C, yang membantu mendukung kekebalan tubuh.

    Lemon juga berperan dalam menyerap zat besi dari makanan nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

    Sementara madu memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan anti-inflamasi, dan antioksidan. Perpaduan keduanya akan membantu menambah sistem imun tubuh.

    5. Jus atau Smoothie

    jus wortelJus wortel. Foto: Getty Images/iStockphoto/iloliloli

    Biar badan fit kamu juga bisa minum jus atau smoothie. Kamu juga bisa menambahkan atau menggabungkan buah-buahan dan sayuran, untuk membantu mendukung sistem kekebalan tubuh saat kondisi sedang sehat atau sakit.

    Dikutip dari Healthline, berikut adalah beberapa jus yang bisa dijadikan penambah imun tubuh:

    • Jus wortel, apel, dan jeruk.
    • Jus campuran buah ber, wortel, apel, dan jahe (opsional).
    • Jus tomat.
    • Jus campuran stroberi dan kiwi.
    • Jus stroberi dan mangga.
    • Jus semangka.

    Cara Meningkatkan Imun Tubuh dengan Cepat

    Selain menerapkan pola makan dan minum sehat, berikut adalah langkah-langkah untuk menambah imun tubuh dengan cepat yang dikutip dari Health Direct:

    1. Selalu penuhi kebutuhan nutrisi, dengan memilih makanan kaya vitamin dan mineral penting (vitamin A, B6, B12, C, D, dan E, serta zat besi, tembaga, folat, selenium, dan seng).
    2. Rutin berolahraga atau latihan fisik.
    3. Dapatkan tidur yang berkualitas.
    4. Jangan merokok, dan hindari konsumsi kafein, alkohol dan rokok di malam hari.

    Minuman penambah imun tubuh bisa jadi solusi alami yang efektif, dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    Dengan rutin mengkonsumsi minuman kaya nutrisi tadi, akan membantu tubuh kuat melawan berbagai penyakit dan tetap bugar sepanjang hari.

    (khq/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenapa Ya Menu Sayuran di Restoran Lebih Enak dari Bikinan Sendiri?


    Jakarta

    Banyak orang merasa menu sayuran lebih enak jika dimakan di restoran daripada sayuran yang dimasak di rumah. Ternyata ada alasan di balik hal ini.

    Meskipun sayuran dikenal bergizi, tetapi kebanyakan rasa sayuran dianggap tidak enak. Bahkan, sayuran segar pun dapat dengan mudah lembek dan hambar jika tidak diolah dengan benar.

    Namun, tidak dengan sayuran di restoran. Di antara makanan lain, para pengunjung mungkin paling terkejut dengan rasa dan kenikmatan sayuran yang mereka makan di restoran.


    Chef mampu mengolah sayuran tersebut menjadi begitu lezat, segar, dan beraroma. Ternyata, ada sejumlah rahasia di balik kenikmatan sayuran di restoran.

    Melansir thedailymeal.com (22/07/2024), berikut 5 rahasia atau alasan mengapa sayuran lebih enak di restoran daripada di rumah.

    1. Pasokan sayuran segar dan unik

    sayuranSayuran di restoran biasanya punya kualitas baik dan unik. Foto: Getty Images/iStockphoto/anilakkus

    Restoran memiliki keunggulan dalam hal pasokan sayuran. Mereka biasanya punya pemasok atau penyalur khusus untuk sayuran berkualitas dengan varietas unik yang dapat digunakan untuk melengkapi hidangan mereka.

    Beberapa restoran bahkan memiliki kebun sendiri, tempat mereka menanam produk untuk memenuhi kebutuhan.

    Restoran juga menggunakan sayuran yang mungkin belum pernah didengar atau diketahui oleh chef rumahan.

    2. Diolah dengan teknik

    sayuranPara chef juga biasa mengolahnya dengan teknik tersendiri, termasuk saat memotong sayurannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/anilakkus

    Salah satu yang dikuasai oleh chef restoran adalah keterampilan dalam menggunakan pisau. Keterampilan ini dapat membuat perbedaan besar dalam memasak sayuran.

    Tidak semua sayuran harus dipotong dengan cara sama. Beberapa sayuran memerlukan pisau khusus, seperti pisau pengupas. Sayuran lain juga perlu ditangani dengan hati-hati, baik karena kulitnya yang halus atau karena bentuknya yang tidak beraturan.

    Adapun jenis sayuran yang mungkin lebih baik menggunakan jenis potongan tertentu tergantung pada resep.

    Selain mengetahui cara memotong sayuran yang tepat, para chef juga memperhatikan waktu penyimpanan sayuran.

    Beberapa sayuran juga ada yang mudah layu jika dipotong terlalu cepat dan terburu-buru. Untuk menjaga warna agar tetap cerah dan teksturnya tetap renyah, lebih baik merendam sayuran dalam air es.

    Penasaran dengan alasan lain mengapa sayuran di resto lebih enak? Simak penjelasannya pada halaman berikut ini!

    3. Teknik blansir sayuran

    sayuranChef juga sangat memerhatikan pengolahan sayuran ini. Foto: Getty Images/iStockphoto/anilakkus

    Berbicara tentang warna sayuran yang cantik, salah satu trik yang sering digunakan restoran yaitu memastikan sayuran hijau tetap berwarna dengan cara merebusnya.

    Sayuran segar direndam dalam panci berisi air mendidih yang diberi garam. Sayuran itu pun bisa direbus selama satu atau dua menit, sebelum dipindahkan ke semangkuk air es. Metode bernama blansir ini dikenal dapat menghentikan proses pemasakan dan mencegahnya menjadi lembek.

    Merebus sayuran juga dapat mencegah hilangnya nutrisi. Merebus juga mampu membuang kelebihan pasir dan kotoran yang suka menempel di tanah.

    4. Sayuran tidak dimasak terlalu lama

    Kesalahan terbesar saat memasak sayuran yang sering dilakukan adalah memasaknya terlalu lama. Hal ini mengakibatkan sayuran kehilangan nutrisi.

    Memasak sayuran terlalu lama juga mampu membuat warnanya menjadi pudar, teksturnya lembek, dan dalam beberapa kasus, membuat sayuran tidak bisa dimakan sama sekali.

    Oleh karena itu, para chef tidak memasak sayuran terlalu lama. Salah satu cara termudah untuk menghindari sayuran terlalu matang yaitu dengan tidak merebusnya.

    Pilih teknik blansir, dimana sayuran direndam dalam air es sebelum mencapai titik yang tidak dapat dikembalikan lagi. Kamu juga bisa memilih metode memasak lain, seperti memanggang, membakar, atau menumis sayuran yang memiliki kontrol lebih terhadap tingkat kematangan.

    Jika sayuran terlalu matang, ada beberapa cara untuk menyelamatkannya. Kamu bisa mengolah kembali sayuran misalnya menjadi sup, dengan mencampurkannya dalam kaldu ayam, rempah-rempah, dan beberapa bawang.

    Bisa juga sayuran dicampur dengan telur untuk membuat olahan sayuran telur yang enak untuk sarapan.

    5. Pakai bumbu unik

    Resep Tumis Kangkung Rebon dan Telur PuyuhSayurannya juga dibumbui dengan bumbu-bumbu yang pas. Foto: Getty Images

    Sekalipun sayuran segar sudah enak, tetapi mereka tetap membutuhkan beberapa bumbu untuk memperkuat rasa aslinya.

    Tidak hanya garam dan lada, chef restoran biasanya menggunakan berbagai macam rempah dan herba kering. Para chef juga mengetahui kombinasi bumbu mana yang cocok dan mana yang tidak.

    Mereka juga mengandalkan campuran rempah-rempahan eksotis dan klasik. Dengan begitu dapat mengimbangi komponen rasa antara manis pahit, atau umami.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com