Tag: sehat

  • Ingin Bersaing Sehat, Garcia Lega Ter Stegen Damai dengan Barca


    Barcelona

    Joan Garcia lega Marc Andre Ter-Stegen sudah berdamai dengan Barcelona. Ia siap bersaing sehat dengan Ter Stegen untuk jadi kiper utama Barcelona.

    Barcelona sempat mencabut ban kapten Ter Stegen. Keputusan ini diambil setelah kiper asal Jerman ini enggan memberikan data medisnya setelah melakukan operasi.

    Data medis ini diperlukan Barcelona untuk registrasi pemain di LaLiga. Ter Stegen kemungkinan besar menolak karena data medis ini bisa membuatnya dikategorikan sebagai pemain yang mengalami cedera panjang. Hal ini membuat Barcelona bisa tak membayar penuh gaji Ter Stegen dan mendaftarkan pemain lain.


    Persoalan ini akhirnya terselesaikan usai Ter Stegen bersedia memberikan data medisnya ke Barcelona. Hal ini membuat Barcelona memulihkan status ban kapten Ter Stegen.

    Berakhirnya konflik Ter Stegen dan Barcelona disambut gembira oleh kiper anyar El Barca Joan Garcia. Garcia baru saja didatangkan Blaugrana musim panas ini.

    Garcia sangat menghormati Ter Stegen sebagai kapten Barcelona. Meski begitu, ia siap bersaing sehat dengan Ter Stegen untuk berada di bawah mistar Barcelona.

    Sudah tuntasnya masalah dengan Barcelona membuat Ter Stegen bisa fokus memulihkan kondisi setelah operasi. Garcia tentu menantikan Ter Stegen segera comeback.

    “Di ruang ganti, kami tidak memiliki masalah dengan Ter Stegen. Dia kapten dan kami sangat menghormatinya. Jika masalah antara dia dan klub sedang dalam proses penyelesaian, itu yang terbaik untuk semua orang,” ujar Garcia dikutip dari Football Espana.

    “Saya sangat nyaman. Gaya bermainnya benar-benar berbeda dari yang biasa saya lakukan, tetapi saya rasa saya beradaptasi dengan baik dan merasa dalam kondisi prima,” jelasnya.

    Garcia besar kemungkinan bakal jadi kiper utama Barcelona saat Ter Stegen masih menepi. Pada laga terakhir, pemain 24 tahun tampil penuh saat Barcelona menang 5-0 atas Como di laga pramusim.

    (pur/aff)



    Sumber : sport.detik.com

  • 7 Makanan yang Bikin Panjang Umur, Bisa Bantu Capai Usia 100 Tahun!

    7 Makanan yang Bikin Panjang Umur, Bisa Bantu Capai Usia 100 Tahun!


    Jakarta

    Hidup hingga usia 100 tahun ternyata bukan hal mustahil. Mereka yang sudah mencapai usia 3 digit ini mengonsumsi makanan yang membantunya berumur panjang.

    Orang-orang yang mencapai usia 100 tahun disebut dengan istilah ‘Centenarians’. Mereka umumnya berada dalam Blue Zone, wilayah di mana penduduknya memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dan tingkat penyakit kronis yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata populasi dunia.

    Blue Zone atau Zona Biru mencakup Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), Ikaria (Yunani), Nicoya (Kosta Rika), dan Loma Linda (California, AS).Ahli gizi kemudian mengungkap makanan-makanan yang sering dikonsumsi warga Blue Zone.


    Makanan ini bisa jadi pilihan untuk asupan sehari-hari agar berumur panjang. Dikutip dari Real Simple (20/8/2024), inilah 7 makanan yang bantu mencapai usia 100 tahun:

    1. Legum

    Legum atau polong-polonganmerupakan sumber protein nabati yang juga kaya serat. Ahli gizi Amy Davis mengatakan, konsumsi makanan tinggi serat penting untuk mengendalikan kolesterol dan gula darah.

    Legum contohnya adalah kacang polong, lentil, kacang hitam, chingga chickpeas. Konsumsinya juga disebut bisa mengurangi risiko penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

    2. Minyak zaitun

    Minyak Zaitun Bisa Kadaluarsa, Perhatian 5 Cara Memakai dan MenyimanMinyak zaitun tinggi antioksidan yang berkhasiat menurunkan peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/dulezidar

    Sebagai pilihan minyak sehat, popularitas minyak zaitun tak perlu diragukan lagi. Minyak zaitun banyak dikonsumsi penduduk negara Mediterania. Kandungan lemak tak jenuh di dalamnya mendukung kadar kolesterol yang optimal.

    Minyak zaitun juga kaya akan zat gizi mikro seperti senyawa nabati, vitamin E, dan vitamin K. Kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menurunkan peradangan di seluruh tubuh, yang selanjutnya menurunkan risiko penyakit kronis.

    3. Kacang dan bijian

    Davis mengungkap, “Kacang-kacangan kaya akan vitamin, mineral, dan lemak tak jenuh. Kacang juga merupakan makanan pokok dalam para centenarian,” kata Davis.

    Konsumsi kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan peradangan. Semua berkat kandungan antioksidan kacang yang tinggi. Selain kacang, biji-bijian juga memberikan manfaat panjang umur yang sama.

    4. Teh

    Untuk minuman, mereka yang panjang umur di Blue Zone mengandalkan konsumsi teh. Jenisnya bisa teh hijau, teh hitam, teh herbal, maupun teh tanpa kafein.

    Teh diandalkan berkat kandungan antioksidan yang tinggi. Konsumsi teh telah terbukti mendukung kesehatan kekebalan tubuh, jantung, usus, otak, dan metabolisme.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Seafood

    “Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang berusia seratus tahun ke atas mengonsumsi lebih sedikit daging dan cenderung lebih banyak makan ikan dan seafood rendah lemak lainnya,” ungkap Davis.

    Salah satu sumber andalan mereka adalah ikan kaya asam lemak omega 3, seperti tuna, sarden, dan mackerel. Jenis ikan ini bersifat antiinflamasi yang mendorong kekebalan tubuh, kesehatan otak, dan jantung.

    6. Ubi

    Ubi Jalar Vs Ubi UnguUbi jalar ungu menjadi bahan makanan pokok masyarakat Okinawa yang terkenal banyak berumur panjang. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Siapa sangka konsumsi makanan murah meriah di Indonesia, seperti ubi, bagus untuk memperpanjang usia. Di Okinawa, Jepang, masyarakatnya bahkan menjadikan ubi jalar ungu sebagai makanan pokok mereka.

    Ubi jalar kaya akan serat dan zat gizi mikro, seperti kalium, vitamin A, vitamin C, dan senyawa tanaman. Nutrisi ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh, jantung, dan metabolisme.

    7. Kunyit

    Kunyit adalah rempah kaya khasiat yang salah satunya dapat memperpanjang umur. Kunyit kaya akan fitonutrien, seperti flavonoid, yang mungkin bermanfaat untuk hal ini.

    Kurkumin pada kunyit berfungsi untuk mengurangi peradangan di seluruh tubuh dan mendukung kesehatan secara keseluruhan serta area yang ditargetkan, seperti otak. Kunyit bisa diracik sebagai jamu atau dijadikan bahan campuran makanan.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Eater Collective

  • Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?


    Jakarta

    Walaupun terlihat sederhana ternyata minum air putih juga ada aturannya. Benarkah anjuran minum 8 gelas sehari masih efektif?

    Berbicara tentang dehidrasi identik dengan minum air yang cukup apalagi ketika cuaca sedang panas. Padahal konsumsi air tidak hanya dilakukan dengan minum tetapi juga melalui asupan makanan tinggi air.

    Minum air yang terlihat sederhana juga ada aturannya sendiri. Ada beberapa efek negatif yang dapat terjadi jika tubuh kekurangan atau bahkan kelebihan air.


    Peristiwa medis seperti dehidrasi ringan hingga keracunan air banyak terjadi akibat konsumsi air dengan tidak benar. Sejak zaman dahulu, dipercaya bahwa setiap orang wajib minum minimal 8 gelas air per hari.

    Baca juga: Ada Kode Sakral ’86’ di Dapur Restoran, Apa Artinya?

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Anjuran minum air 8 gelas sehari adalah aturan pada tahun 1945 yang tak perlu digunakan lagi. Foto: Getty Images/KTStock

    Melansir Bloomberg (7/7) ternyata anjuran untuk konsumsi delapan gelas air sehari berasal dari US Food and Nutrition Board of National Research Council pada tahun 1945. Tetapi setelah diperbaharui banyak ahli gizi yang tidak setuju dengan anjuran tersebut.

    “Tidak ada jumlah air yang pasti untuk dikonsumsi setiap orang karena semua orang berbeda ukuran, kadar aktivitas tubuh dan pola diet, serta sumber-sumber air yang dikonsumsi melalui makanan,” kata Riana Pyor selaku peneliti dari University at Buffalo.

    Konsumsi air tetap harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan aktivitas fisik yang dilakukan. Misalnya ketika cuaca lebih panas maka lebih banyak pula air yang harus diminum.

    Pertimbangan ini juga dipengaruhi dengan jumlah keringat setiap orang dan intensitas buang air kecil. Alasannya setiap tubuh manusia membutuhkan asupan air yang berbeda karena membuang sejumlah air yang berbeda juga.

    Baca juga: Jorok! 5 Aksi Masak Brooklyn Beckham yang Dikritik Netizen

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Kini para ahli gizi menyarankan untuk minum air putih sesuai berat badan. Foto: Getty Images/KTStock

    Hal ini juga dibenarkan Judy Tung selaku ahli pengobatan internal dari Weill Cornell Medical Center menyebut ada beberapa aktivitas sederhana yang tak disadari dapat membuang cadangan air. “Tubuh manusia itu 2/3nya terdiri dari air,” lanjut Tung.

    Rasa haus menjadi salah satu indikasi, tetapi tidak satu-satunya, yang menandakan tubuh butuh asupan air minum. Tung juga menyarankan untuk rutin menimbang berat badan agar mengetahui jumlah air yang dibutuhkan setiap harinya.

    Para ahli gizi mengenal rumus Watson untuk menghitung kebutuhan air pada setiap berat badan manusia. Perhitungannya dapat dilakukan baik untuk pria maupun wanita dewasa setiap harinya.

    Untuk pria:

    2,447 – (0,09145 x usia) + (0,1074 x tinggi badan dalam centimeter) + (0,3362 x berat badan dalam kilogram)

    Untuk wanita:

    -1,097 + (0,1069 x tinggi badan dalam centimeter) + (0,2466 x berat badan dalam kilogram)

    Hasil perhitungan tersebut akan didapatkan berat total tubuh dalam satuan liter. Nantinya angka yang ditemukan harus menjadi acuan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehingga meminimalisir dehidrasi maupun keracunan gegara minum air berlebihan.

    (dfl/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • 10 Makanan yang Bikin Panjang Umur, Ada Ikan hingga Kangkung

    10 Makanan yang Bikin Panjang Umur, Ada Ikan hingga Kangkung

    Jakarta

    Memiliki umur yang panjang merupakan dambaan setiap orang. Agar bisa hidup lebih lama, maka harus diimbangi juga dengan menerapkan pola hidup sehat.

    Oleh sebab itu, disarankan untuk rutin berolahraga, tidur yang cukup di malam hari, dan mengkonsumsi makanan sehat, termasuk sejumlah makanan yang diyakini dapat membuat umur panjang.

    dr Linda Shiue, seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kaiser Permanente San Francisco mengatakan, jika ingin hidup lebih lama maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan sehat dan perbanyak bergerak.


    “Jika Anda ingin hidup lebih lama, maka perbaiki apa yang Anda makan dan mulailah lebih banyak menggerakan tubuh Anda,” kata dr Linda Shiue dikutip Huff Post.

    Lantas, apa saja makanan yang bikin umur panjang? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Makanan yang Bikin Panjang Umur

    Ada beberapa jenis makanan sehat yang dipercaya dapat membuat umur lebih panjang. Dilansir Huffpost dan Healthline, berikut jenis-jenis makanannya:

    1. Sayuran Hijau

    Semua sayuran hijau kaya akan nutrisi. Namun, sayuran hijau seperti kangkung, brokoli, dan kubis dipercaya ampuh dalam membantu usia hidup lebih lama.

    Sebab, sayuran hijau tersebut mengandung fitonutrien, antiradang, antikanker, dan anti-aging. Tak hanya itu, kangkung, brokoli, dan kubis juga mengandung folat dan vitamin B yang tinggi.

    2. Kunyit

    Rempah-rempah yang satu ini dipercaya dapat menambah umur lebih panjang. Soalnya, kunyit mengandung kurkumin, yakni senyawa bioaktif dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan yang tinggi.

    Nah, efek antiinflamasi yang dihasilkan kurkumin dapat mengurangi peradangan kronis yang umumnya terjadi saat penuaan.

    Menurut hasil studi yang dipublikasikan Cells pada 2022, kandungan kurkumin dalam kunyit disebut dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    3. Ikan

    Ikan berlemak sehat seperti salmon, sarden, teri, haring, dan makarel merupakan sumber protein dan lemak omega-3 yang tinggi, sehingga baik untuk kesehatan. Mengkonsumsi jenis-jenis ikan tersebut secara rutin dapat mengurangi risiko beberapa penyakit sekaligus menambah panjang umur.

    “Mengkonsumsi salmon dua kali seminggu sudah cukup untuk mengurangi risiko serangan jantung, aritmia, tekanan darah tinggi, dan trigliserida tinggi,” ujar dr Mark Hyman, seorang penulis, dokter, dan direktur UltraWellness Center.

    4. Kacang-kacangan

    Berbagai jenis kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah, hazelnut, hingga pistachio merupakan makanan sehat yang diklaim dapat membantu seseorang panjang umur.

    Sebuah studi dari Predimed melakukan percobaan dengan mengamati penurunan risiko kardiovaskular pada orang yang mengkonsumsi kacang-kacangan dengan orang yang melakukan diet rendah lemak.

    Hasilnya, orang yang mengkonsumsi kacang-kacangan memiliki risiko kematian 39 persen lebih rendah daripada orang yang melakukan diet rendah lemak.

    5. Minyak Zaitun

    Studi yang dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology mengungkapkan, orang yang mengkonsumsi lebih dari setengah sendok makan minyak zaitun per hari memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 19 persen daripada yang tidak memakannya.

    Lalu, orang yang mengkonsumsi minyak zaitun memiliki risiko 29 lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit neurodegeneratif, 19 persen lebih rendah menderita penyakit jantung, dan 17 persen lebih rendang meninggal akibat kanker.

    6. Biji-bijian Utuh

    Mengkonsumsi biji-bijian utuh ternyata juga dapat menambah umur panjang, lho. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Circulation pada 2016, orang yang mengkonsumsi sekitar 2,4 ons biji-bijian atau setara satu setengah potong roti gandum setiap hari memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah daripada dengan orang yang tidak makan biji-bijian sama sekali.

    Lalu, studi yang dilakukan Harvard School of Public Health mengungkapkan, mengkonsumsi biji-bijian utuh secara rutin dapat mengurangi kolesterol LDL ‘jahat’, trigliserida, dan menurunkan tekanan darah tinggi.

    Biji-bijian utuh juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit berbahya seperti kardiovaskular, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan beberapa jenis kanker lainnya.

    7. Bawang

    Selain memberikan rasa lezat pada masakan, bawang ternyata juga dapat menambah usia hidup lebih lama. Dalam studi Molecules pada 2022, bawang merupakan salah satu sumber quercetin yang memberikan perlindungan terhadap penuaan.

    Lalu, berdasarkan uji klinis pada 2021 dalam Journal of Clinical Biochemistry and Nutrition, mengkonsumsi bawang yang kaya quercetin dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada manusia.

    8. Buah Beri

    Buah beri memiliki kadar glikemik rendah, sehingga tidak memicu naiknya gula darah dalam tubuh sekaligus membantu mencegah diabetes. Selain itu, buah beri juga mengandung antioksidan tinggi, salah satunya flavonoid yang bikin umur lebih panjang.

    Lalu, kandungan antioksidan yang tinggi dapat membantu memperbaiki sel dalam tubuh, termasuk sel-sel di jantung. Dengan begitu, buah beri sangat baik untuk dijadikan dessert setelah menyantap makanan.

    9. Yogurt Plain

    Yogurt plain atau yogurt tanpa tambahan gula bisa menjadi pilihan alternatif bagi kamu yang ingin memiliki umur panjang. Sebab, yogurt plain kaya akan protein, kalsium, dan magnesium yang baik untuk tubuh.

    “Neurotransmitter pada yogurt plain dapat menenangkan tubuh, menurunkan stres, dan meningkatkan kualitas tidur,” kata dr Florence Comite, pendiri Comite Center for Precision Medicine and Healthy Longevity di New York.

    10. Tomat

    Daftar makanan yang terakhir adalah tomat. Perlu diketahui, tomat mengandung likopen, yakni antioksidan yang penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

    Selain itu, tomat juga kaya akan vitamin C yang dapat menambah sistem kekebalan tubuh dan mempercepat penyembuhan luka.

    Itu dia 10 makanan yang bikin panjang umur. Dari daftar makanan di atas, mana yang paling sering dikonsumsi?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Fungsi Organ Ginjal yang Vital bagi Tubuh dan Cara Menjaganya

    10 Fungsi Organ Ginjal yang Vital bagi Tubuh dan Cara Menjaganya



    Jakarta

    Fungsi organ ginjal sangat vital bagi tubuh manusia. Tanpa peran ginjal, hampir seluruh kinerja organ dalam tubuh otomatis terganggu. Apa saja fungsi tersebut?

    Meski ginjal dikenal sebagai organ kecil seperti bentuk kacang, tapi ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah, menjaga cairan tetap seimbang, hingga mendukung kesehatan tulang. Setiap hari, organ ginjal menyaring sekitar 200 liter darah.

    Hasilnya, racun berbahaya dapat dikeluarkan. Sementara zat penting tetap dipertahankan dan diserap tubuh dengan optimal. Fungsi ini membuat ginjal disebut sebagai “filter alami” bagi tubuh.


    Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya fungsi organ ginjal ketika sudah muncul penyakit. Untuk memahami fungsi utama ginjal, berikut penjelasan dan cara menjaganya tetap sehat.

    Daftar 10 Fungsi Organ Ginjal

    Dilansir dari situs resmi National Library of Medicine (NIH), ginjal memiliki peran penting sebagai berikut:

    1. Menyaring darah dari zat sisa metabolisme

    Fungsi organ ginjal yang paling dikenal adalah menyaring racun, urea, kreatinin, dan sisa metabolisme lain. Semua limbah itu dibuang melalui urin.

    2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh

    Ginjal akan menahan air saat tubuh kekurangan cairan, dan membuang kelebihan cairan saat tubuh berlebih. Fungsi organ ginjal ini penting untuk menjaga kestabilan cairan dalam tubuh.

    3. Mengatur kadar elektrolit

    Natrium, kalium, kalsium, hingga magnesium tetap seimbang berkat kerja ginjal. Gangguan fungsi ini bisa memicu masalah saraf dan otot.

    4. Mengatur keseimbangan asam-basa darah

    Ginjal menjaga pH darah tetap normal (7,35-7,45) dengan membuang ion hidrogen (H⁺) saat darah terlalu asam dan menyerap bikarbonat.

    5. Menghasilkan hormon eritropoietin (EPO)

    Fungsi organ ginjal juga meliputi produksi hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Jika terganggu, tubuh dapat mengalami anemia.

    6. Menghasilkan renin untuk tekanan darah

    Renin dari ginjal memicu sistem RAAS yang berfungsi mengatur tekanan darah dan volume cairan tubuh.

    7. Mengaktifkan vitamin D

    Ginjal mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif (calcitriol) untuk membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang.

    8. Membuang zat asing dari tubuh

    Obat-obatan, racun, dan metabolit berbahaya bisa dikeluarkan berkat fungsi organ ginjal ini.

    9. Mendukung fungsi saraf dan otot

    Dengan menjaga elektrolit tetap seimbang, ginjal memastikan kontraksi otot dan impuls saraf berjalan normal.

    10. Mengatur volume darah dan tekanan osmotik

    Fungsi organ ginjal juga terkait langsung dengan stabilitas tekanan darah melalui pengaturan air dan natrium.

    Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

    Dikutip dari National Kidney Foundation, ada tujuh aturan penting dalam menjaga fungsi organ ginjal, yaitu:

    1. Rutin periksa kesehatan dengan tes urine (ACR) dan tes darah (GFR).
    2. Kendalikan tekanan darah dengan diet rendah garam, olahraga, dan obat bila diperlukan.
    3. Kelola gula darah terutama bagi penderita diabetes untuk mencegah kerusakan ginjal.
    4. Terapkan pola makan sehat seperti diet Mediterania atau DASH.
    5. Rajin olahraga agar berat badan ideal, tekanan darah, dan kolesterol tetap stabil.
    6. Berhenti merokok karena rokok mempercepat kerusakan fungsi ginjal.
    7. Batasi penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID yang bisa membahayakan ginjal.

    Itulah penjelasan mengenai fungsi ginjal dan cara menjaganya agar tetap sehat. Semoga bermanfaat detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Investasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

    Investasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045


    Jakarta

    Setiap tanggal 10 Oktober dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Namun di balik peringatan ini, ada kenyataan yang perlu kita hadapi: gangguan kesehatan mental bisa dialami siapa saja, tanpa mengenal batas ekonomi, pendidikan, suku, agama, bahkan usia.

    Anak-anak dan remaja bukan pengecualian. Sebuah penelitian terbaru oleh Reaume dan tim (2025) yang dimuat dalam Journal of Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology mengungkapkan bahwa sekitar satu dari lima anak pernah mengakses layanan kesehatan mental. Menariknya, banyak di antara mereka juga mengalami gangguan fisik, yang membuat kondisi mereka semakin kompleks.

    Fakta ini memperkuat seruan global untuk segera mengatasi krisis kesehatan mental pada anak dan remaja. Koalisi Kesehatan Mental Pan-Eropa WHO menempatkan peningkatan kualitas layanan kesehatan mental anak sebagai prioritas utama di berbagai negara. Hal ini bukan tanpa alasan-karena sebagian besar gangguan mental dimulai sejak usia dini, bahkan sebelum anak beranjak dewasa.


    Penelitian besar oleh Solmi dan rekan-rekannya (2022) dalam Molecular Psychiatry menunjukkan bahwa rata-rata usia munculnya gangguan mental adalah 14,5 tahun. Artinya, masa remaja awal menjadi periode kritis bagi perkembangan mental seseorang. Jika diabaikan, gangguan ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dan berdampak hingga dewasa.

    Sebuah studi nasional di Inggris mengungkap tren peningkatan gangguan kesehatan mental pada anak-anak selama hampir dua dekade terakhir. Penelitian yang dilakukan pada tahun 1999, 2004, dan 2017 terhadap anak-anak berusia 5-15 tahun itu menunjukkan bahwa pada 2017, anak dengan gangguan mental mengalami kesulitan yang lebih berat serta dampak yang lebih besar dalam aktivitas di sekolah, di rumah, dan dalam kehidupan sehari-hari. Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry ini menunjukkan adanya kecenderungan memburuknya kondisi psikologis anak dari waktu ke waktu. Para peneliti menilai, hasil tersebut menjadi peringatan bagi berbagai pihak untuk memberi perhatian lebih serius terhadap kesehatan mental anak.

    Bermain Penting Bagi Anak

    Sejatinya bermain adalah bagian penting dari masa kecil. Setiap anak memiliki hak untuk bermain, berkreasi, berekreasi, dan beristirahat sesuai usianya. Bermain bukan sekadar hiburan, melainkan hak dasar yang dijamin oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

    Melalui bermain, anak belajar bersosialisasi, mengekspresikan emosi, dan mengembangkan kemampuan berpikir. Namun, realitas saat ini menunjukkan perubahan besar. Di tengah meningkatnya penggunaan ponsel pintar dan internet, banyak anak justru kehilangan waktu bermain di dunia nyata.

    Kecanduan layar kini menjadi ancaman nyata. Data BPS dalam Laporan Komitmen Pemerintah Melindungi Anak di Ruang Digital menyebut: BPS tahun 2024 menyebut bahwa 33,44% anak usia dini di Indonesia telah menggunakan handphone/gawai. Menurut laporan IDN Times (2024), anak-anak Generasi Alpha di Indonesia – usia 5 hingga 11 tahun – menghabiskan rata-rata 2,8 hingga 3,5 jam setiap hari di depan layar. Angka ini jauh melebihi batas waktu bermain digital yang disarankan para ahli.

    Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti kecemasan, depresi, gangguan tidur, hingga gangguan fisik, intensitas bermain gadget yang tinggi berdampak langsung pada penyimpangan perilaku dan gangguan perkembangan mental. Khusus bagi anak-anak, frekuensi penggunaan gadget memang perlu dikendalikan. Dalam konteks anak-anak, bermain menjadi salah satu cara untuk mengatasi gangguan kesehatan mental tersebut, play therapy digunakan banyak konselor dan para ahli dan efektif untuk mendukung kesejahteraan mental, mengurangi kecemasan.

    Ruang Bermain Sebagai Ruang Terapeutik

    Di tengah meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak, muncul kesadaran baru bahwa solusi tidak selalu harus datang dari terapi klinis atau teknologi canggih. Kadang, jawabannya sesederhana menyediakan ruang bermain yang layak di sekitar tempat tinggal. Penelitian Jin, Wang, Sun, Chen, dan Zheng (2025) dalam Frontiers in Public Health menunjukkan bahwa taman bermain anak di kawasan permukiman memberi dampak positif nyata bagi kesehatan mental masyarakat-terutama anak-anak dan penduduk usia muda.

    Namun, manfaat ini bergantung pada seberapa aktif ruang bermain digunakan. Sayangnya, meningkatnya screen time membuat banyak taman bermain menjadi sepi. Riset JF Bobby Saragih dan Michael Tedja berjudul “How Children Create Their Space for Play?” menegaskan bahwa faktor fisik dan sosial sangat menentukan minat anak untuk bermain di ruang publik. Akses mudah, kebersihan, keamanan, dan suasana yang ramah anak terbukti mendorong anak-anak untuk lebih aktif bermain. Sebaliknya, taman yang tertutup, penuh aturan, atau kurang terpelihara justru menghilangkan rasa bebas dan membuat anak kembali pada layar gawai.

    Hal senada ditemukan oleh Mila Karmilah (2019), yang mengungkap bahwa keterbatasan fasilitas, kondisi lingkungan yang tidak nyaman, serta kurangnya perawatan mendorong anak-anak mencari tempat bermain alternatif yang lebih aman-meskipun bukan taman bermain resmi. Anak-anak akan tetap bermain, tetapi ketika ruang yang disediakan tidak mendukung, mereka akan menciptakan ruang bermainnya sendiri di lokasi yang tak selalu ideal.

    Penelitian dalam Journal of Environmental Psychology menambahkan bahwa ruang bermain yang dirancang dengan baik-menggunakan elemen alami, tantangan fisik, dan akses yang inklusif-berpotensi menjadi ruang terapeutik yang mendukung kesehatan mental anak dan memperkuat interaksi sosial komunitas.

    Sementara itu, telaah sistematis oleh Vanaken dan Danckaerts (2018) dalam International Journal of Environmental Research and Public Health terhadap 21 studi di PubMed dan Scopus memperkuat bukti bahwa paparan ruang hijau yang digunakan untuk bermain berperan penting dalam menekan masalah emosional, hiperaktivitas, dan perilaku anak di tengah laju urbanisasi yang semakin cepat.

    Ruang Bermain Inklusif

    Seperti disampaikan sebelumnya, gangguan kesehatan mental dapat dialami oleh siapa pun. Namun, penelitian Child Mental Health Problems and Poverty oleh Graham dan Maughan (2025) menunjukkan bahwa anak-anak yang hidup dalam kemiskinan memiliki risiko tertinggi mengalami masalah kesehatan mental. Tidak seperti anak anak yang lain yang bisa mengekses ruang bermain dalam berbagai dimensi, mereka yang berada dalam kelompok ini tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengakses ruang bermain dengan mudah.

    Untuk mengatasi keterbatasan mereka, langkah paling nyata adalah dengan menyediakan ruang bermain yang inklusif. Pemerintah pusat dan daerah memiliki tanggung jawab moral sekaligus hukum untuk memastikan tersedianya ruang publik yang aman, layak, dan ramah bagi semua anak, ruang bermain inclusive.

    Dan pada akhirnya, sudah saatnya taman bermain dipandang bukan sekadar pelengkap kota, melainkan ruang pemulihan jiwa tempat anak-anak dapat bertumbuh secara sehat-fisik, mental, dan sosial. Karena seringkali, kebahagiaan anak tidak datang dari terapi mahal, melainkan dari kesempatan sederhana untuk bermain dengan bebas di ruang yang menerima semua golongan. Ruang bermain adalah fondasi penting untuk membentuk Generasi dan Indonesia Emas 2045, mengabaikannya berarti melewatkan peluang besar untuk menyiapkan generasi yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.

    *)JF Bobby Saragih adalah Guru Besar Arsitektur Binus University, pengajar mata kuliah Perilaku dalam Arsitektur.

    *) Pernah menjadi anggota penyusunan Sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sebagian besar penelitian terkait dengan ‘Ruang Bermain Ramah Anak’.

    *) Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

    (nwk/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Adhi Karya Bangun Dapur MBG Kapasitas 3.000 Porsi/Hari

    Adhi Karya Bangun Dapur MBG Kapasitas 3.000 Porsi/Hari


    Jakarta

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) ikut berkontribusi dalam program peningkatan gizi masyarakat lewat pembangunan Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Proyek ini jadi bagian dari kerja sama antara Kementerian PUPR, Badan Gizi Nasional, dan ADHI, untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.

    Dapur bergizi ini dibangun dengan teknologi Mobile Box (MOBOX), sistem modular hasil inovasi internal ADHI yang memungkinkan proses konstruksi lebih cepat dan efisien. Hanya dalam 40 hari (September-Oktober 2025), dapur di atas lahan seluas 400 meter persegi ini rampung dibangun.

    “Melalui teknologi MOBOX, kami menghadirkan pembangunan yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Ini bentuk nyata komitmen ADHI untuk memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rozi Sparta, Corporate Secretary ADHI Karya, di Jakarta, Kamis (23/10/2025).


    Fasilitas dapur ini mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan bergizi per hari untuk anak-anak dan masyarakat penerima manfaat di wilayah sekitar. Dapur juga dilengkapi ruang pengolahan utama, IPAL, panel listrik, TPS, jaringan air minum, dan sistem ventilasi modern.

    Selain mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, pembangunan dapur gizi ini turut membuka lapangan kerja baru, memperkuat rantai pasok bahan pangan lokal, serta menggairahkan ekonomi masyarakat sekitar.

    Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses layanan sosial dasar bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Tonton juga video “Mendikdasmen Siapkan Modul soal Budaya Hidup Sehat Melalui MBG” di sini:

    (rrd/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Mirip COVID-19, Ini Penyakit yang Lagi Ngegas Hampir 2 Juta Kasus di DKI!

    Mirip COVID-19, Ini Penyakit yang Lagi Ngegas Hampir 2 Juta Kasus di DKI!


    Jakarta

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka data kenaikan kasus penyakit di balik ramai warga yang merasa tak kunjung sembuh dari gejala batuk, pilek, hingga keluhan lain menyerupai COVID-19.

    Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati menyebut sebetulnya tidak ada peningkatan kasus tertentu yang relatif berbeda dari tahun ke tahun. Di tengah cuaca tak menentu, wajar keluhan semacam itu banyak dilaporkan.

    Penyakit Apa yang Lagi Melonjak?


    Namun, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat memang tengah melonjak, terlihat sejak periode Juli. Meski begitu, tren ini sebenarnya dilaporkan setiap tahun.

    “Total kasus ISPA di DKI Jakarta hingga Oktober 2025 sebesar 1.966.308. Peningkatan kasus terlihat mulai bulan Juli. ISPA merupakan penyakit tertinggi di Puskesmas karena penularannya sangat mudah, yakni melalui droplet dan aerosol,” tutur Ani kepada detikcom Kamis (16/10/2025).

    Peningkatan kasus ISPA disebut Ani juga bisa berkaitan dengan imunitas yang turun di masyarakat.

    Ani mewanti-wanti gejala ISPA yang kerap muncul yakni batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam. Gejalanya bisa dibarengi dengan keluhan hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, dan suara serak.

    “Pada kasus ISPA yang lebih berat, gejala dapat mencakup sesak napas, yang membutuhkan penanganan segera,” wanti-wantinya.

    Meski begitu, masyarakat dinilai tidak perlu khawatir mengingat penyakit saluran napas seperti ISPA dapat dicegah dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Berikut imbauannya:

    • Mencuci tangan dengan sabun
    • Menghindari kerumunan
    • Memakai masker saat beraktivitas di ruangan padat maupun di luar ruangan dengan banyak orang berkerumun
    • Menerapkan etika batuk dan bersin
    • Segera akses layanan kesehatan jika ada gejala batuk pilek
    • Membatasi aktivitas saat sakit
    • Menghindari asap rokok
    • Meningkatkan imunitas dengan makan makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga rutin serta kelola stres.

    (naf/up)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Merusak Otak menurut Ahli Saraf

    5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Bisa Merusak Otak menurut Ahli Saraf


    Jakarta

    Ada kebiasaan sehari-hari yang diam-diam bisa merusak kesehatan otak. Beberapa di antaranya mungkin hampir tidak disadari banyak orang.

    Padahal, otak selalu bekerja keras, baik saat sedang memecahkan masalah yang sulit, tertawa, atau mengingat lagu favorit. Dikutip dari laman Eating Well, sering waktu, kebiasaan buruk bagi otak bisa menggerogoti kekuatan kognitif, menumpulkan fokus, dan membuat seseorang rentan pada penurunan mental.

    Menurut ahli saraf Jamey Maniscalco, Ph.D, berikut beberapa kebiasaan yang bisa membahayakan kesehatan otak.


    1. Kurang Tidur

    Menurut Maniscalco, orang-orang mengetahui bahwa tidur itu penting, tapi banyak yang tidak menyadari kalau tidur sangat vital untuk kesehatan otak.

    “Tidur bukan sekadar istirahat. Tidur adalah proses yang sangat aktif di mana otak melakukan pembersihan penting, pemrosesan emosi, dan konsolidasi memori,” katanya.

    Kurang tidur kronis bahkan bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer. Salah satu dugaan penyebabnya yaitu kurang tidur bisa mengganggu kemampuan otak untuk membersihkan beta-amiloid, protein toksik yang menumpuk di otak pengidap Alzheimer.

    Sebuah studi selama lebih dari 25 tahun yang mengamati hampir 8.000 orang menemukan, mereka yang rutin tidur enam jam atau kurang per malam, selama usia 50-an, 60-an, dan 70-an secara signifikan mungkin mengalami demensia, dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh jam.

    Jadi, untuk melindungi kesehatan otak, prioritaskan tujuh-sembilan jam tidur yang konsisten setiap malam.

    2. Minum Alkohol

    Mengonsumsi alkohol, meski hanya dalam jumlah kecil bisa membahayakan struktur dan kesehatan otak. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 36.000 orang dewasa paruh baya dan lebih tua menemukan, konsumsi alkohol secara teratur dikaitkan dengan penurunan volume otak, hilangnya materi abu-abu, dan kerusakan materi putih.
    Kondisi ini bisa mengganggu komunikasi di dalam otak.

    Hal yang mengejutkan yaitu penurunan volume materi abu-abu dan putih terlihat, bahkan pada orang yang minum alkohol satu gelas sehari. Sehingga, semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin berbahaya efeknya.

    “Alkohol merupakan depresan sistem saraf pusat sekaligus neurotoksin,” kata Maniscalco.

    “Ini berarti alkohol memperlambat aktivitas otak dengan melemahkan komunikasi antar neuron dan, pada kadar yang lebih tinggi atau dengan penggunaan kronis, dapat merusak atau bahkan membunuh sel-sel otak,” tambahnya.

    3. Kurang Asupan Makanan Sehat

    Otak adalah salah satu organ yang paling aktif secara metabolik dalam tubuh. Lebih dari 20 persen asupan energi harian digunakan otak, meski hanya 2 persen dari berat badan tubuh.

    “Itu berarti apa yang Anda makan tidak hanya memengaruhi komposisi tubuh Anda, tetapi juga secara langsung memengaruhi kemampuan Anda untuk mengatur suasana hati, daya ingat, fokus, dan bahkan ketahanan emosional,” tutur Maniscalco.

    Memberikan otak beragam makanan kaya nutrisi bisa membantunya berfungsi secara optimal. Hubungan antara nutrisi dan kesehatan otak begitu kuat. Penelitian menemukan, pola makan yang kaya buah, sayur, biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan bisa meningkatkan volume otak dan melindungi dari penurunan kognitif.

    Sebaliknya, orang-orang yang pola makannya tinggi makanan ultra olahan mungkin mengalami penurunan kognitif jauh lebih cepat, dibandingkan orang yang jarang mengonsumsi makanan tersebut.

    4. Melakukan Hal yang Sama Sepanjang Waktu

    Menurut Maniscalco, otak terprogram untuk merespons pengalaman, tantangan, dan kesempatan belajar baru. Sebab,hal ini merangsang pertumbuhan, adaptasi terhadap lingkungan baru, dan ketahanan jangka panjang.

    “Tanpa paparan rutin terhadap hal-hal baru, kita berisiko terjebak dalam pola autopilot mental, di mana sistem otak yang paling dinamis yang paling bertanggung jawab atas perhatian, pemecahan masalah, memori, dan kreativitas kurang dimanfaatkan,” kata Manscalco.

    Aktivitas seperti mempelajari keterampilan baru, mengunjungi tempat baru, atau mencoba teka-teki yang menantang, pengalaman dan kesempatan belajar baru membantu membentuk koneksi saraf baru dan memperkuat koneksi yang sudah ada. Sebaliknya, penelitian menunjukkan, kurangnya stimulasi mental pada orang dewasa yang lebih tua bisa meyebabkan penurunan kognitif seiring berjalannya waktu.

    5. Penggunaan Media Sosial yang Berlebihan

    Mungkin, media sosial terlihat seperti hiburan yang tidak berbahaya. Tapi, Maniscalco mengatakan, plaform ini bsa mengubah cara kerja otak secara signifkan.

    “Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook dirancang untuk memicu dan mengeksploitasi sistem dopamin otak, sirkuit penghargaan yang sama yang terlibat dalam motivasi, keinginan, dan kecanduan,” ungkapnya.

    Seiring waktu, aktivitas ini bisa menyebabkan konsekuensi negatif bagi kesehatan otak. Sebuah tinjauan terhadap beberapa studi menemukan, orang yang kesulitan mengendalikan penggunaan internet cenderung memilki lebih sedikit materi abu-abu di area otak, yang berkaitan dengan pengambilan keputusan hingga pengendalian diri. Menggunakan media sosial secara berlebihan juga bisa memengaruhi kesejahteraan emosional.

    (elk/up)



    Sumber : health.detik.com

  • Daftar 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Donor Darah

    Daftar 6 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Donor Darah

    Jakarta

    Donor darah merupakan salah satu tindakan sederhana yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Dengan menyumbangkan darah, seseorang bisa membantu pasien yang membutuhkan transfusi.

    Kendati demikian, tidak semua orang bisa menjad pendonor darah. Ada beberapa kondisi kesehatan dan faktor risiko yang membuat seseorang tidak diperbolehkan mendonorkan darah.

    Syarat Mendonorkan Darah

    Sebelum mengetahui siapa saja yang tidak dibolehkan untuk mendonorkan darah, ketahui apa saja persyaratan untuk donor darah. Dikutip dari laman PMI Kota Bandung dan PMI Jakarta Barat, berikut di antaranya:


    • Sehat jasmani dan rohani
    • Usia 17-65 tahun
    • Berat badan minimal 45 kg
    • Tekanan darah: Sistole 100-70 dan diastole 70-100
    • Kadar hemoglobin 12,5% sampai dengan 17,0 g%
    • Interval donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun).
    • Suhu tubuh 36,5-37,5 C
    • Wanita tidak sedang hamil, menstruasi, dan menyusui
    • Tidak bertato dan tindik, kecuali sudah lebih dari 6 bulan
    • Tidak pecandu alkohol dan narkotik
    • Tidur malam sebelum donasi minimal 5 jam dan tidak begadang
    • Sudah makan 3-4 jam sebelum donor darah

    Kelompok Orang yang Tidak Boleh Mendonorkan Darah

    Berikut kelompok orang yang tidak boleh mendonorkan darah:

    1. Orang yang Sedang Flu-Penyakit Lainnya yang Menyebabkan Demam

    Orang yang sedang mengidap pilek atau flu saat ingin mendonorkan darah harus melakukan jadwal ulang donor selama 7 hari setelah gejala hilang. Meski pilek atau flu tidak memengaruhi darah, namun Unit Transfusi Darah (UTD) akan menolak donor darah dari orang sakit, sebagai upaya mengurangi penyebaran flu. Tak hanya flu, orang yang demam juga tidak akan diizinkan untuk mendonorkan darah.

    2. Hemoglobin Rendah

    Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh serta ke,bali ke paru-paru. Protein ini juga mengandung banyak zat besi.

    Apabila pernah kesulian dalam mendonorkan darah sebelumnya, sebab kadar zat besi/hemoglobin yang rendah, atasi kekurangan ini dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi, terutama daging dan produk hewani. Untuk vegetarian, roti dan pasta, kacang-kacangan, kacang tanah, tahu, dan telur merupakan sumber zat besi yang baik.

    3. Orang yang Sedang Mengonsumsi Obat atau Antibiotik Tertentu

    Sebagai aturan umum, sebagian obat bebas yang dikonsumsi masih bisa membuat seseorang diterima untuk mendonorkan darah. Namun, untuk lebih jelasnya, doker akan menjelaskan kepada donor saat pemeriksaan tentang boleh atau tidaknya pendonoran saat mengonsumsi obat tertentu.

    Adapun obat-obaan yang paling sering dibicarakan dalam pembatasnnya yaitu:

    • Aspirin, harus menunggu 3 hari penuh
    • Pengencer darah, tidak diizinkan mendonorkan darah
    • Insulin, bisa mendonorkan darah selama diabetes terkendali dengan baik.

    4. Orang yang Baru Divaksinasi

    Orang yang baru menerima vaksinasi atau imunisasi mungkin diminta menunggu selama beberapa waktu sebelum memenuhi syarat donor darah. Misalnya, pada saat ini UTD PMI menyatakan bahwa donor darah bisa diterima jika seseorang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 dengan ketentuan:

    • Hari keempat setelah vaksin 1 tanpa ada gejala KIPI
    • Hari ke delapan setelah vaksin 2 atau vaksin 3 tanpa ada gejala KIPI
    • Jika terdapat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), donor darah sebaiknya ditunda dalam satu bulan.

    5. Bepergian ke Tempat Tertentu pada Waktu yang Salah

    Perjalanan bisa menghadapkan seseorang pada budaya, kebiasaan, dan penyakit yang berbeda. Beberapa penyakit tersebut bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendonokan darah.

    6. Orang yang Memiliki Masalah Kesehatan terkait Darah

    Orang dengan penyakit berkaitan dengan masalah darah dan pendarahan seringkali tidak dibolehkan untuk donor darah. Jadi, jika seseorang mengidap hemofilia, penyakit Von Willebrand, hemokromatosis heredier atau sickle cell trait, maka dia tidak bisa mendonorkan darah.

    (elk/up)



    Sumber : health.detik.com