Tag: spot

  • Sempat Viral, Sekarang Bukit Hyundai Bekasi Sepi Pengunjung


    Jakarta

    Masih ingat dengan Bukit Hyundai yang sempat viral beberapa waktu lalu? Banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana petang menunggu matahari terbenam untuk mendapat spot foto yang estetik dan Instagrammable.

    Namun, kini suasananya sudah tidak seramai dulu. Antusiasme masyarakat mulai menurun, meski masih dikunjungi wisatawan. Bukit Hyundai bisa jadi pilihan menarik untuk menikmati suasana tenang dan jauh dari keramaian.

    “Sesyahdu ini kalau sore, dulu sih sempet viral tapi sekarang sepi,” tulis akun Ameega dalam media sosial TikTok dibaca detikTravel pada Rabu (5/11/2025).


    Bukit Hyundai, spot wisata viral di Bekasi, Jumat (20/9/2024).Bukit Hyundai yang pernah viral di Bekasi (dok. Weka Kanaka/detikcom)

    Daya Tarik Bukit Hyundai

    Hal yang menjadi daya tarik Bukit Hyundai adalah pemandangannya yang unik. Bukit yang berada di belakang pabrik otomotif ini menyajikan pemandangan deretan mobil terparkir rapi, yang ternyata bisa sangat satisfying.

    Suasana di Bukit Hyundai menenangkan dan jauh dari keramaian, cocok untuk me time sendirian usai kerja. Selain itu, di sekitar kawasan Bukit Hyundai banyak penjual jajanan yang menjaja berbagai jenis makanan dan minuman.

    Momen favorit wisatawan biasanya datang saat sore hari, ketika matahari mulai terbenam dan langit berubah menjadi oranye. Memberikan pemandangan yang indah, terlebih dinikmati dari perbukitan.

    “Tempatnya enak untuk menikmati sunset, ada enak kuliner yang enak juga,” tulis akun Arif Kiyokuni Kompeni dalam sebuah ulasan Google dilihat detikTravel Rabu (5/11/2025).

    Lokasi Bukit Hyundai

    Bukit Hyundai berada di Desa Sukabungah, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Letaknya tidak jauh dari pusat Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi. Wisatawan cukup menempuh perjalanan sejauh 6 km saja.

    Bukit ini berada di belakang pabrik otomotif yakni kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC). Memiliki ketinggian 135 meter di atas permukaan laut (mdpl) memberikan suasana dan pemandangan unik yang tidak ditemui di tempat lain.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kucing Oyen di Depan FX Jadi Wisata Baru, Sandiaga pun Kepincut

    Kucing Oyen di Depan FX Jadi Wisata Baru, Sandiaga pun Kepincut



    Jakarta

    Seekor kucing oren alias Oyen yang biasa nongkrong di depan mal FX Sudirman, Jakarta, kini tengah menjadi sensasi baru di dunia maya. Bukan tanpa alasan, kucing jalanan ini kini terdaftar sebagai “tourist attraction” di Google Maps lengkap dengan rating sempurna bintang lima!

    Bahkan kucing oren ini juga sudah terdaftar sebagai ‘Tujuan Wisata’ atau Tourist Attraction di Google Maps. Sampai-sampai Mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno juga ikut komentar di akun Instagramnya.

    “Lari bareng Pak @triawanmunaf mampir ke spot wisata baru kesukaan warga jakarta ada kucing oyen nongkrong depan FX Sudirman. Team yang udah pernah foto bareng oyen mana suaranya?” tulis Sandiaga menyertakan foto dirinya bareng si oren bersama mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.


    Postingan Sandiaga ini otomatis langsung diserbu catlovers, termasuk Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. “Gemssshhh si Oyeennn,” tulisnya.

    “Aaaa keduluan om @sandiuno ketemu si Oyen 🤣” tulis Putri Habibie.

    [Gambas:Instagram]

    Di Google Maps, kucing oranye ini sempat diberi rating sempurna alias bintang 5. Travelers pun banyak yang akhirnya mencari si oren di tempat nongkrongnya. Seperti cerita salah satu warga asal Bekasi yang satu ini nih yang sengaja ke kawasan FX Sudirman buat ketemu si oren.

    “Lumayan kepo si oyen ini gimana, iya (sengaja nyari) karena viral waktu itu di twitter pada nyariin, apalagi pas demo kemarin langsung pada khawatir,” ujar Karin yang juga catlovers ini.

    Namun

    (ddn/bnl)





    Sumber : travel.detik.com

  • Dulu Jadi Area Paling Keren, Kampung Kemang Kini Sepi dan Terlupakan

    Dulu Jadi Area Paling Keren, Kampung Kemang Kini Sepi dan Terlupakan



    Jakarta

    Kawasan Kemang di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terpilih sebagai salah satu area paling keren di dunia 2025. Deretan pertokoan elite berjajar sepanjang jalan yang hidup sepanjang malam. Gaya hidup urban berpadu dengan kesederhanaan dan kehangatan khas Jakarta.

    Di balik gemerlap Kemang, terselip area yang sempat hype namun kini seolah terlupakan. Dulu Kampung Kemang sempat ramai disebut sebagai salah satu spot kuliner kekinian. Jejak kejayaannya masih bisa disaksikan di media sosial dan berbagai unggahan di internet.

    Namun kenyataannya sangat berbeda ketika detikTravel mengunjungi Kampung Kemang pada Minggu (19/10/2025). suasana di kawasan food court yang berlokasi di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan itu tampak sepi. Alih-alih dipenuhi pengunjung, hanya terlihat dua orang di bagian depan.


    Kampung Kemang yang sepi di 2025.Kampung Kemang yang sepi di 2025 (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

    Kayu pagar pintu masuk sudah mulai usang dan kursi kayu yang dulu jadi spot favorit pengunjung tampak mengeropos. Kendati tak lagi ramai seperti dulu, Kampung Kemang masih dibersihkan dan dirawat sehingga masih terlihat rapi walau nyaris tak ada kehidupan.

    “Untuk perawatannya kami hanya membersihkan biasa, tidak ada perawatan khusus, dibersihkan dan disapu,” kata Rizki yang bertindak sebagai Supervisor Kampung Kemang.

    Hanya 5 tenant yang terlihat buka sore itu, dari total 12 lokasi dengan 7 di bagian depan dan 5 di belakang area. Selebihnya tutup dan sebagian bahkan dijadikan tempat penyimpanan meja serta kursi. Beberapa ruangan tampak seperti ruang rapat kosong.

    “Tempat yang tutup itu terkendala dengan harga, harga sewa tenant food court dihitungnya per tahun,” jelas Rizki.

    Saat sedang ramai, sekitar 50 pengunjung bisa keluar masuk Kampung Kemang. Jumlah ini jelas berbeda dengan ketika Kampung Kemang baru buka di tahun 2023. Nuansa Kampung Kemang yang dulu jadi tempat nongkrong, paling update, dan punya banyak pilihan kuliner perlu sentuhan baru agar bisa kembali ramai dikunjungi.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com